Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH PERALATAN TERAPI I

PARAFFIN BATH

Nama : RISMARINI YUFITA

NPM : P23138114089

Kelas :D

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II
PARAFFIN BATH

A. PENGERTIAN PARAFFIN BATH

Parafin bath merupakan salah satu alat terapi yang menggunakkan metode

hidroterapi yang menggunakan parafin sebagai medianya, pada prinsipnya terapi ini

merupakan terapi yang memanfaatkan suhu yang relatif tinggi (panas). Parafin yang

digunakan untuk terapi ini adalah parafin biasa yang ditambah parafin oil, kemuian

dipanaskan hingga meleeh dengan suhu + 55o C.

B. SPESIFIKASI ALAT PARAFFIN BATH

Spesifikasi sistem alat parafin bath yang direncanakan dan direalisasikan dibagi

menjadi spesifikasi fungsional dan spesifikasi teknis.Pemodelan alat parafin bath terdiri

dari perencanaan perangkat keras (hardware) dan perencanaan perangkat lunak (software).

Perencanaan perangkat keras meliputi rangkaian mikrokontroler ATMega16,

rangkaian power supply , rangkaiaan driver heater dan rangkaian display berupa LCD.

Sedangkan perancangan perangkat lunak berupa diagram alur yang digunakan pada
pembuatan program.Dalam pembuatan paraffin bath yang harus diperhatikan adaalh

sebagai berikut :

Tegangan supply : 220 VAC (+5 VDC )

Sensor : LM 35

Mikrokontroller : AT Mega 16

Display : LCD 16 X 2

Suhu operasi : 55 o C

C. BLOK DIAGRAM PARAFFIN BATH

Tegangan dari PLN masuk ke rangkaian power supplydan rangkaian heater, dan

dari power supply tegangan dibag ke setiap blok rangakain . Pada rangkaian ini terdiri

dari rangakaian sensor , hasil keluaran dari sensor akan diolah oleh mikrokontroller yang

kemudian hasil pengujian akan ditampilkan oleh display , yang merupakan bagian utama
dari alat ini .Dikarenakan pada pemeriksaan alat ini harus pada ruang yang mempunyai

suhu operasi pada 55 o C . Maka alat ini dilengkapi dengan rangkaian sensor suhu , dan

rangkaian driver AC .

Keterangan :

1. B l o k P o w e r S u p p l y

Blok ini berfungsi sebagai catu daya yang mendistribusikan arus keseluruh rangkaian.

Tegangan keluarannya sebesar + 5V DC.

2. Blok Sensor Suhu

Blok ini berfungsi sebagai pendeteksi suhu operasi 55 O C yang terdapat pada ruang

lilin paraffin.

3. Blok Mikrokontroller

Pada blok ini terdapat mikrokontroller AT Mega yang berfungsi sebagai sistem

pengendali utama .Masukan pada rangkaian mikrokontroller berasal dari rangkaian

sensor dan keluarannya akan ditampilkan pada LCD , serta berfungsi untuk

mengendalikan kerja heater .

4. Blok Heater

Pada blok ini terdapat heater atau pemanas kering yang berfungsi untuk mencairkan

lilin paraffin . Selain itu terdapat rangkaian driver yang berfungsi sebagai pengendali

heater.

5. Display

Blok ini tampilan berupa indicator lampu untuk menunjukkan kerja heater dan LCD

untuk menampilkan tampilan suhu , keduanya dikendalikan langsung oleh


mikrokontroller . Blok display ini berfungsi menampilkan data data yang berasal

dari mikrokontroller .

D. RANGKAIAN PARAFFIN BATH

1. Rangkaian power supply

2. Rangkaian Display

3. Rangkaian Mikrokontroller
4. Rangkaian Tombol

5. Rangkaian Driver

E. FUNGSI PARAFFIN BATH

Secara umum diketahui bahwa segala bentuk rangsang akan mempengaruhi atau

menimbulkan efek pada tubuh. Demikian halnya jika tubuh diberikan stimulasi berupa

suhu tinggi (panas). Efek-efek fisiologis yang dimaksud adalah seperti berikut:

Stimulasi sensasi panas pada jaringan akan menimbulkan penigkatan suhu pada jaringan

yang berkaitan. Akibat yang paling nyata dari aplikasi panas adalah timbulnya hiperaemia.

Efek fisiologis yang mungkin timbul adalah seperti berikut :

Peningkatan suhu / temperatur tubuh.

Penigkatan metabolisme
Terjadi vasodilatasi arteriole

Peredaran darah kapiler menjadi lancar

Tekanan hirostatik kapiler meningkat

F. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PARAFIN BATH

Keuntungan :

1. Panas yang ditimbulkan parafin meskipun temperaturnya tinggi hanya mampu

bertahan sebentar, berbeda dengan air. Sehingga resiko terbakar pada jaringan

sangat kecil.

2. Keterhantaran termal rendah mengakibatkan pemanasan jaringan secara-pelan,

dengan begitu mengurangi resiko jaringan menjadi terlalu panas.

3. Keadaan parafin yang berupa cairan mengakibatkan terjangkaunya area-area

yang sulit dijangkau seperti jari tangan dan jari kaki.

4. Minyak yang digunakan untuk terapi ini membuat embun meresap ke kulit.

5. Bekas parafin yang digunakan tetap lunak, sehingga masih dapat digunakan

sebagai alat untuk latihan.

6. Nyaman, terasa panas serta lembab.

7. Murah.

Kerugian :

1. Hanya efektif untuk extrimitas bagian distal dalam aplikasinya.

2. Metode dengan menggunakan parafin yang paling cocok hanya dengan metode

bath dengan keterbatasan daerah untuk bagian tubuh yang diterapi.

3. Tidak ada pengaturan temperatur / temperatur tidak bisa dikontrol setiap kali

diterapkan.
4. Panas hanya mampu bertahan sekitar 20 menit.

5. Merupakan pasif terapi, sehingga tidak diprogramkan untuk dilakukan pelatihan

pada pasien.