Anda di halaman 1dari 13

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN

KELAS XII SEMESTER I

Pendahuluan

Prakarya berasal dari istilah pra dan karya, pra mempunyai makna belum dan
karya adalah hasil kerja. prakarya didefinisikan sebagai hasil kerja yang belum jadi,
prakarya masih berupa proof of concept atau sebuah prototipe. Prakarya belum
mempunyai target pemasaran, oleh sebab itu belum ada penggunanya atau
konsumennya. Satu-satunya penggunanya mungkin si developer atau desainer itu
sendiri. Kualitas belum menjadi perhatian sebab yang penting bentuk dasarnya saja.
Harga sebuah prakarya ditentukan sangat subyektif sebab belum tahu potensi pasarnya.

Prakarya memiliki pengertian Ketrampilan, hastakarya, kerajinan tangan, atau


keterampilan tangan. bahan yang digunakan tersedia secara umum dipasaran, sehingga
kita tinggal merangkai ataupun pemanfaatan limbah dan bahan bekas.

Prakarya mempunyai peranan penting dalam pengembangan kreatifitas dan


mengembangkan menjadi sebuah inovasi baru. Prakarya bidang kerajinan adalah salah
satu peninjang dalam pergerakan ekonomi kreatif. Pada tahun 2013 , kerajinan mampu
menyumbang Produk Domestik Bruto sebesar Rp. 92,6 triliun dan membuka satu juta
lapangan usaha yang sebagian besar usaha mikro,kecil dan menengah.

Melalui prakarya bidang kerajinan bertujuan untuk siswa mampu menghasilkan


karya dan hasil produk yang bersaing .

Penyusun
Prakarya dan kewirausahaan bidang kerajinan

1. Gelombang perekonomian
Dunia telah mengalami 4 gelombang perekonomian, yaitu :

EKONOMI EKONOMI EKONOMI EKONOMI

PERTANIAN INDUSTRI INFORMASI KREATIF

MUSIK, FILM, FOTOGRAFI KERAJINAN


INDUSTRI KREATIF

ARSITEKTUR PENERBITAN
FASHION
/PERCETAKAN
RISET DAN PASAR BARANG
PENGEMBANGAN PERIKLANAN
DESAIN
Berdasarkan gambar diatas dapat dijelaskan bahwa pada masa perekonomian
pertanian , penggerak perekonomian adalah bidang pertanian. Lalu dengan
adanya revolusi industri perekonomian berkembang menjadi ekonomi industri
dimana beberapa industri manufaktur bermunculan. Kemudian pada gelombang
ketiga adalah ekonomi informasi dimana pendukung utamanya adalah
perkembangan teknologi, lalu perkembangan yang keempat adalah ekonomi
kreatif dimana beberapa pendukung diantaranya adalah yang tersebut dalam
bagan diatas.

Peluang kerajinan untuk menjadi produk dengan harga tinggi, harus dipastikan
dengan melakukan riset pasar terhadap minat dan selera pembeli. Hasil riset akan
mendasari proses perancangan produk kerajinan yang inovatif. Rancangan
produk terwujud melalui kegiatan wirausaha dengan didukung oleh sumberdaya
yang ada, dalam wirausaha dikenal dengan 6 M yakni Man
(manusia/sumberdaya tenaga kerja), money (uang / sebagai modal awal usaha),
material(bahan/bahan baku atau sumber daya alam ), machine (peralatan/
perlengkapan yang digunakan), methode( cara kerja/ teknik dalam
berwirausaha), market(pasar/sasaran produk)
(sumber buku Prakarya dan Kewirausahaan kelas XII, Kemendikbud)

2. Pengertian kerajinan fungsi hias

Salah satu pendukung ekonomi kreatfi adalah bidang kerajinan , disini kerajinan
terbgai menjadi 2 yaitu kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai. Kerajinan adalah
sebutan bagi suatu benda hasil karya seni manusia. Kata kerajinan berasal dari kata
rajin yang artinya barang/benda yang dihasilkan ole keterampilan tangan. Kerajinan
terbuat dari berbagai bahan. Dari kerajinan ini menghasilkan hiasan atau benda seni
maupun barang pakai. Biasanya istilah ini diterapkan untuk cara tradisional dalam
membuat sesuatu.

Nilai nilai yang dibutuhkan untuk membuat suatu kerajinan adalah memiliki
kecakapan, keahlian, penguasaan dalam proses pembuatan produk, dan
kreatifitas/imajinasi.
Kerajinan terdiri dari 2 jenis yaitu :

1. Kerajinan bahan alam > merupakan kerajinan yang terbuat dari bahan alam atau
bahan dasarnya bahan-bahan alam seperti : serat alam ,bambu,rotan .

2. Kerajinan bahan buatan > merupakan kerajinan yang terbuat dari bahan buatan
seperti : plastik,gips,sabun,lilin,dan lain lain.

Beda kerajinan dan pabrik :

Kerajinan : Dibuat dengan tangan

Pabrik : Dibuat dengan mesin

Jenis jenis produk kerajinan yang berasal dari Indonesia

Rotan, Batik, Kayu, Logam, Batu, Tanah liat/keramik/gerabah, Tenun serat/tekstil

Indonesia memiliki aneka ragam kerajinan keramik dari berbagai daerah yang memiliki
ciri khas pada keunikan bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan
hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan .

Contoh karya kerajinan dari beberapa bahan yang ada di Indonesia:

a. Kerajinan Serat Alam


Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam,
misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan
dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.

b. Kerajinan Kulit
Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di samak, kulit mentah
atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang
dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat dijadikan
sebagai bahan dasar kerajinan.

c. Kerajinan Bubur Kertas


Sisa-sisa kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam karya kerajnan. Salah
satu alternatif pemanfaatan sisa-sisa kertas adalah dibuat bubur kertas untuk bahan
berkarya kerajinan. Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan langkah-
langkah berikut ini.

1. Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas koran. Robek
atau gunting menjadi potongan-potongan kecil (lembut).

2. Masukkan potongan kertas ke dalam baskom atau ember plastik.


Kemudian, siram dengan air hangat.

3. Masukkan 1 sendok teh garam. Garam bermanfaat untuk


menghindarkan kertas menjadi busuk.

4. Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini didiamkan
selama 1 2 hari hingga menjadi lunak.

5. Dua hari kemudian atau setelah kertas menjadi lunak dan hancur, saring
menggunakan kain(dapat menggunakan kain lap yang pori-porinya
besar). Keempat tepi kain disatukan dan plintir. hingga air akan
terpisah dari ampasnya.
6. Buang air perasan kertas. Kemudian, masukkan kembali potongan
kertas-kertas yang sudah diperas airnya ke dalam wadah dan remas-
remas hingga hancur. Tambahkan sedikit air ketika meremasnya.

7. Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji


dengan air secukupnya. Apabila pasta terasa terlalu cair, penggunaan
tepung kanji dapat ditambah.

d. . kerajinan tekstil

Kerajinan tekstil merupakan karya seni atau kerajinan yang dibuat atau memakai
tekstil sebagai bahan utama. Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah
menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai
produk kerajinan lainnya. Dari pengertian tekstil tersebut maka dapat disimpulkan
bahwa bahan/produk tekstil meliputi produk serat, benang, kain, pakaian dan
berbagai jenis benda yang terbuat dari serat. Pada umumnya bahan tekstil
dikelompokkan menurut jenisnya sebagai berikut:

1. Berdasar jenis produk/bentuknya: serat staple, serat filamen, benang, kain,


produk jadi (pakaian / produk kerajinan dll)

2. Berdasar jenis bahannya: serat alam, serat sintetis, serat campuran

3. Berdasarkan jenis warna/motifnya: putih, berwarna, bermotif/bergambar

4. Berdasarkan jenis kontruksinya: tenun, rajut, renda, kempa. benang tunggal,


sulam, benang gintir.

Berdasarkan pemahaman diatas maka dapat disimpulkan fungsi hias adalah sebuah
pemanfaatan suatu benda yang bertujuan untuk atau memperindah suatu ruangan /
tempat agar indah dipandang mata.

Fungsi hias dari produk kerajinan tersebut antara lain, tempat lilin dari batok kelapa
dapat menambah suasana natural di rumah, gantungan kunci dari kulit kerang
dapat menambah suasana dekat pantai, taplak meja berhias sulam mempercantik
ruangan.

Dari unsur estetika, kerajinan tangan seperti ini dapat menambah keindahan
dekoratif sebuah ruangan dan dari segi ergonomis kerajinan ini dapat dijual dan
menghasilkan uang.

Motif ragam hias sangat bermacam macam, tergantung imajinasi sang pengrajin
tersebut, dapat dibikin bercorak maupun berrelief nyata.

Mengenal Ragam Hias Indonesia


Ragam hias biasa disebut juga ornamen. Ornamen berasal dari bahasa Yunani dari
kata ornare yang artinya hiasan atau perhiasan.Ragam hias berkaitan dengan pola
hias dan motif. Pola hias merupakan unsur dasar yang dapat digunakan sebagai
pedoman dalam merancang suatu hiasan. Sedangkan, motif hias merupakan pokok
pikiran dan bentuk dasar dalam perwujudan ragam hias, meliputi segala bentuk
alami ciptaan Tuhan seperti manusia, binatang, tumbuhan, gunung, batuan, air, awan
dan lainnya serta hasil kreasi manusia. Ragam hias atau ornamen itu sendiri terdiri
dari berbagai jenis motif dan motif-motif itulah yang digunakan sebagai penghias.
Oleh karena itu motif adalah dasar untuk menghias suatu ornamen.
Jadi ragam hias adalah susunan pola hias yang menggunakan motif hias dengan
kaidah-kaidah tertentu pada suatu bidang atau ruang sehingga menghasilkan bentuk
yang indah.
Fungsi Ragam Hias/Ornamen
Ornamen dimaksudkan untuk menghias suatu bidang atau benda, sehingga benda
tersebut menjadi indah seperti yang kita lihat pada hiasan kulit buku, piagam, kain
batik, tempat bunga dan barang-barang yang lainnya.
Jenis-Jenis Motif Hias Ornamen
Pada dasarnya ragam hias dibedakan menjadi dua motif, yaitu motif geometris,
motif non geometris (motif naturalis). Motif geometris seperti: pilin ganda, tumpal,
meander, swastika dan kawung. Motif non geometris (motif naturalis) berupa:
manusia, binatang, tumbuhan, air, api, awan, batu, gunung, matahari dll.

4. Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Lunak


Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis.
a. Unsur Estetika
Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan. Keindahan adalah nilai-nilai
estetis yang menyertai sebuah karya seni. Keindahan juga diartikan sebagai
pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap objek seni atau
dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki unsur keindahan.
Nilai-nilai keindahan (estetik ) atau keunikan karya seni memiliki prinsip: kesatuan
( unity), keselarasan ( harmoni ), keseimbangan (balance), dan kontras (contrast )
sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun
rasa senang.

b. Unsur Ergonomis
Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan.
Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:
1. Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan
produk kerajinan tersebut.
2. Kenyamanan (comfortable) , yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut
digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan
terapan adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
3. Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah
produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan
atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan
keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam
penggunaannya.

5. Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak


Indonesia sangat kaya dengan keragaman produk kerajinan dengan berbagai macam
ragam hias yang tersebar diseluruh tanah air. Ragam hias Nusantara pada
umumnya memiliki muatan nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya
masing-masing. Di samping perbedaan-perbedaan terdapat pula persamaan-
persamaannya, misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan, pewarnaan,
bahkan nilai simbolisnya. Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk
menghias karya kerajinan antara lain seperti berikut.
a. Motif Realis
Motif realis ialah motif yang dibuat berdasarkan bentuk-bentuk nyata yang ada di alam
sekitar seperti bentuk tumbuh-tumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-
batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.

b. Motif Geometris
Motif geometris ialah motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur
menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi empat, segitiga, lingkaran, kerucut,
dan silinder.Motif geometris merupakan motif tertua dalam ragam hias karena
sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris berkembang dari bentuk
titik, garis, atau bidang yang berulang dari yang sederhana sampai dengan pola
yang rumit. Hampir di seluruh wilayah Nusantara ditemukan motif ini. Motif hias
geometris antara lain meander, pilin, ikal, berlian, lereng, banji, kawung,
jlamprang, dan tumpal.
c. Motif Dekoratif
Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu permukaan
benda menjadi lebih indah. Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang
perwujudannya tampak rata, kesan ruang jarak jauh dekat atau gelap terang tidak
terlalu ditonjolkan.Untuk memperoleh objek gambar dekoratif, perlu dilakukan
deformasi atau penstiliran alami. Bentuk-bentuk objek di alam disederhanakan dan
digayakan tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Misalnya, bunga, hewan, tumbuhan
yang digayakan. Kesan tentang bunga, hewan, tumbuhan harus masih ada pada
motif itu. Berikut contoh motif dekoratif.
d. Motif Abstrak
Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali objek asal yang
digambarkan atau memang benar-benar abstrak karena tidak menggambarkan
objek-objek yang terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam
serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca. Motif abstrak di sini
menggunakan bentuk yang lebih bebas, bukan geometris
6. Aneka produk kerajinan dan produk kerajinan dari bahan limbah sebagai
fungsi hias
Teknik pembuatan benda kerajinan fungsi hias

1) Teknik Coil (Lilit Pilin)


Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari
merupakan teknik pembentukan tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-
bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai
oleh para seniman dan perajin keramik.
2) Teknik Putar
Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang
simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini
sering dipakai oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional biasanya
menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki ( kick wheel ).
Para perajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama
seperti gentong dan guci.
3) Teknik Cetak
Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan lunak yaitu: sekali cetak (cire
verdue ), dan cetak berulang. Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang
menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak berulang
( bi valve ), ialah teknik mencetak yang dapat memproduksi karya dengan jumlah
yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa
dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger
maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik
keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga: piring, cangkir,
mangkok, dan gelas.
4) Menganyam
Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya kerajinan dari bahan
lunak dengan karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat
karya kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan
yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat
pohon, pohon pisang, enceng gondok . Contoh karya kerajinan dengan teknik
menganyam: keranjang, tikar, topi, dan tas.
5) Menenun
Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya
hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman, kita cukup melakukannya
dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan
pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan.
Pada beberapa daerah di wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun
berbeda
smaalaziz3.blogspot.com/2014/09/ tgl 11 sept 15

Desain produk aneka produk kerajinan sebagai fungsi hias

Karena didasari oleh ketrampilan dan kehalusan rasa, maka benda-benda hasil
produk kerajinan umumnya sangat mengeksploitasi dan menonjolkan aspek rupa dan
keindahan (estetika). Dalam sejumlah kasus, ada kecenderungan menggunakan pola
(pattern) atau bentuk (form, shape) yang rumit (complicated), serta mungkin juga
mengeksploitasi dan menerapkan ragam hias (ornamen).
Benda-benda hasil produk kerajinan umumnya dibuat secara berulang, dan dibuat
dalam skala besar (mass product). Tentunya dibutuhkan persyaratan-persyaratan tertentu
yang harus dipenuhi dalam proses perancangannya yang sangat berbeda dengan hasil
produk yang bersifat eksklusif (hanya dibuat sebuah saja). Semua hasil karya seni, jika
masih berjumlah sebuah dan berstatus belum diproduksi, bisa disebut artwork, sering
juga disebut master. Namun jika kemudian diproduksi secara massal (diperbanyak
jumlahnya), maka kategorinya berubah menjadi produk yang diindustrikan
(industrialized product, fabricated product, manufactured product). Dalam hal ini
perubahan status tidak didasarkan atas cara, sistem, teknologi, atau pendekatan poduksi
yang dilaksanakan, akan tetapi dari diperbanyak atau tidaknya produk tersebut.
Desain produk kerajinan mengandung upaya mencari struktur dan material yang
tepat. Desain juga merupakan suatu proses , yaitu proses berfikir yang sistematis untuk
mencapai mutu hasil yang optimal. Dengan demikian bahwa pada hakekatnya desain
adalah mencari mutu yang lebih baik, mutu material, teknis dan performansi, bentuk baik
secara perbagian maupun secara keseluruhan.
Predikat baik pada desain tersebut sangat tergantung pada sasaran dan filosofi
mendesain pada umumnya, bahwa:
1. Sasaran itu berbeda-beda menurut kebutuhan dan kepentingan
2. Setiap upaya desain harus berorientasi pada mencapai hasil yang seoptimal
mungkin dengan biaya yang serendah-rendahnya.

Dengan demikian, dapat dikataka bahwa desain itu lebih baik dari desain yan lain apabila
(harga, citra) desain tersebut memenuhi sasaran kebutuhan yang paling optimal.
Dari uraian tersebut maka jelas bagi kita bahwa ketika seseorang membuat desain
harus merumuskan sasaran setepat-tepatnya: apa, mengapa,siapa, bagaimana, dimana,
dan kapan. Hal in dalam ilmu desain dikenal dengan tahapan identifikasi permasalahan
merupakan kunci yang menentukan.
Selain menentukan sasaran selanjutnya dalam proses desain harus menentukan
pengembangan produk (product development). Dalam pengembangan produk ini,
bergantung pada masalah yang telah dirumuskan diatas. Selain itu ditentukan pula factor-
faktor ynag perlu dikaji. Secara keseluruhan faktor-faktor tersebut meliputi:

1. Faktor Performansi
Suatu desain itu harus praktis, ekonomis, aman,sesuai dengan kondisi
psikologis dan fisiologis manusia (ergonomic) maka perlu mempertimbangkan:
a. Kenyamanan
b. Kepraktisan
c. Keselamatan/keamanan
d. Kemudahan dalam penggunaan
e. Kemudahan dalam pemeliharaan
f. Kemudahan dalam perbaikan

2. Faktor Fungsi
Suatu desain secara fisik dan teknis harus bekerja sesuai dengan fungsi yang
dituntut. Oleh karena itu perlu mempertimbangkan:
a. Kelayakan
b. Kehandalan
c. Spesifikasi dari material
d. Strktur penggunaan atau system tenaga

3. Faktor Produksi
Desain harus memungkinkan untuk diproduksi sesuai dengan metode dan proses
yang tela ditentukan. Untuk itu perlu mempertimbangkan:
a. Permesinan
b. Bahan baku
c. Sistem proses produksi
d. Tingkat ketrampilan tenaga kerja
e. Biaya produksi
f. Standardisasi

4. Faktor Pemasaran
Desain dapat dikatakan berhasil jika jangkauan pasar semakin luas dan masa
hidup atau design life dapat bertahan dalam waktu yang lama. Untuk itu
dipertimbangkan, meliputi:
a. Selera konsumen
b. Citra produk
c. Sasaran pasar
d. Penentuan harga
e. Saluran Distribusi
5. Faktor Kepentingan Produsen
Desain produk yang dihasilkan harus bertujuan menghasilkan keuntungan atau
laba, sehingga akan menjamin kelangsungan hidup produsen. Dengan demikian
perlu mempertimbangkan:
a. Identitas Perusahaan
b. Status (swasta, pemerintah, yayasan, dan lain-lain)

6. Faktor Kualitas Bentuk


Suatu desain harus dibuat sedemikian rupa agar menarik sehingga menimbulkan
kenikmatan estetis. Hal ini penting dalam meningkatkan cita rasa seseorang/
masyarakat/ konsumen. Untuk itu perlu diperhatikan:
a. Spirit dan gaya jaman
Spirit dan gaya jaman senantiasa menandai style suatu desain produk. Sebagai
contoh pada jaman terjadi gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam
bahasa Inggris sebagai art and craft movement ( suatu gerakan pada akhir
masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan),
yang menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, karena
dianggap sebagai penyebab utama hilangnya keindahan individual. Pada
gerakan ini, mesin dianggap menghantui seni dari pertukangan (industri)
karena barang yang dikerjakan mesin sudah menjadi standarisasi sendiri.
Gerakan ini ingin menjadikan seni sebagai bagian dari komunitas dan seniman
seharusnya juga seorang perajin kriya.
Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic,
roccoco, dan renaisans. Maka pada saat itu satu ciri utama dari desain yang
dihasilkannnya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan
sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti
b. Estetika dan Daya tarik
Desain tidak sekedar membuat struktur, konstruksi dan bentuk saja,
sebagaimana pendapat Plato dalam Bertram (1938) bahwa prinsip dalam
pembuatan benda dihubungkan dengan segi keindahan dan keserasian, yang
merupakan faktor penting dalam desain, karena sekuat apapun konstruksinya,
sebagus apapun bahannya, jika tidak memiliki sentuhan keindahan maka tidak
akan diminati oleh konsumen.
c. Penyelesaian detail dan finishing
Sebuah desain merupakan rencana yang akan diimplementasikan dalam karya
jadi. Jika sebuah produk dikerjakan secara serampangan akan terlihat tidak
profesional. Oleh karena itu setiap detail dari produk yang dihasilkan harus
dicermati secara seksama, karena kualitas suatu produk sangat tergantung dari
bagaimanan penyelesaian detail dan finishingnya tergarap dengan sempurna.
d. Pengolahan bentuk sesuai struktur dan karakter bahan
Bentuk yang tercipta juga sangat ditentukan oleh bahan yang digunakan.
Setiap bahan memiliki karakteristiknya masing-masing yang menjadi ciri khas
dan pembeda dari bahan lainnya. Setiap bahan pun membawa kesan dan citra
tertentu.
e. Kombinasi dengan bahan lain
Kombinasi mengandung arti memadukan dua unsur atau bahan yang berbeda.
Dalam pembuatan desain produk sangat dimungkinkan adanya kombinasi
bahan yang akan menghasilkan suatu produk yang inovatif dan mengandung
unsur kebaruan dan keunikan (uniqueness).