Anda di halaman 1dari 4

KESEPAKATAN BERSAMA

ANTARA
RUMAH SAKIT UMUM DELIA SELESAI
DENGAN
MAJELIS AGAMA BUDDHA MAHAYANA TANAH SUCI INDONESIA
TENTANG
PELAYANAN KEROHANIAN KEPADA PASIEN DI RUMAH SAKIT DELIA
KECAMATAN SELESAI KABUPATEN LANGKAT

Nomor : 003/PKS/RSU-D/XII/2016
Nomor : 166 Tahun 2016

Pada hari ini, Selasa tanggal dua puluh tujuh bulan Februari tahun dua ribu enam belas
bertempat di Rumah Sakit Umum Delia Selesai, kami yang bertanda tangan dibawah ini :

1. dr. HARRY WAHYUDI : Selaku Direktur Rumah Sakit Umum Delia Selesai,
yang berkedudukan di Jl. Ki Hajar Dewantara No. 09
Dusun V Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat.
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Rumah
Sakit Umum Delia Selesai.
Untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

2. PANDITA : Selaku Pandita di Majelis Agama Buddha Mahayanta


SUPARMAN,SE,S.Pd.B Tanah Suci Indonesia, yang berkedudukan di Jalan
Iman Bonjol No.219 Kota Madya Binjai.Untuk
selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat dan setuju untuk mengadakan
kesepakatan kerja sama dalam Pelayanan Kerohanian kepada pasien Rumah Sakit
Umum Delia Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat dengan ketentuan sebagai berikut :

PASAL 1
RUANG LINGKUP

PIHAK PERTAMA memerlukan jasa Pelayanan Kerohanian untuk pasien Rumah Sakit
Umum Delia dan PIHAK KEDUA sanggup dan bersedia untuk melakukan Pelayanan
Kerohanian dimaksud.
PASAL 2
LINGKUP TUGAS DAN KEWAJIBAN

1. Lingkup tugas dan kewajiban PIHAK PERTAMA meliputi :


a. PIHAK PERTAMA memberikan wewenang Pelayanan Kerohanian untuk Pasien
Rumah Sakit Umum Delia kepada PIHAK KEDUA.
b. PIHAK PERTAMA wajib mendukung fasilitas Pelayanan Kerohanian yang
dilakukan oleh PIHAK KEDUA.
2. Lingkup Tugas dan kewajiban PIHAK KEDUA meliputi :
a. PIHAK KEDUA wajib mentaati ketentuan rumah sakit tentang Pelayanan
Kerohanian yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA.
b. PIHAK KEDUA wajib memberikan Pelayanan Kerohanian yang diminta oleh
PIHAK PERTAMA.

PASAL 3
TARIF DAN BIAYA

1. Pasien dan keluarga tidak di pungut biaya dalam pemberian jasa Pelayanan
Kerohanian.
2. PIHAK PERTAMA bertanggung jawab dalam hal pembayaran jasa pelayanan
kerohanian.

PASAL 4
TATA CARA PEMBAYARAN

Pasien/keluarga tidak dipungut biaya dalam pemberian jasa Pelayanan Kerohanian


PIHAK PERTAMA bertanggung jawab dalam hal pembayaran jasa Pelayanan
Kerohanian. Sebagaimana telah tercantum dalam PASAL 3. Setiap selesai melakukan
PELAYANAN KEROHANIAN

PASAL 5
MASA BERLAKU

1. Kesepakatan ini mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak dan
mengikat kedua belah pihak selama masa berlakunya kesepaktan yaitu 12 (dua belas)
bulan sejak ditanda tanganinya kesepakatan ini.
2. Perjanjian ini dapat diperpanjang atas permintaan PIHAK PERTAMA dan disetujui oleh
kedua belah pihak.

PASAL 6
PEMBATALAN PERJANJIAN

Surat perjanjian ini dapat dibatalkan sebelum masa berlakunya berakhir, apabila :
1. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang
tercantum dalam kesepakatan ini. Segala akibat dari pembatalan perjanjan tersebut,
baik hak atau kewajiban kedua belah pihak yang telah dan atau belum dilaksanakan
akan diperhitungkan oleh kedua belah pihak.

2. Pembatalan perjanjian ini dilakukan berdasarkan atas kesepakatan yang diambil oleh
kedua belah pihak yang terkait.

PASAL 7
FORCE MAJEURE

1. Yang dimaksud dengan Force Majeure adalah :


a. Peperangan
b. Kebakaran
c. Tegangan Listrik naik pada system Internal
d. Tersambar Petir
e. Bencana Alam, seperti Banjir dan Gempa Bumi
f. Ledakan
g. Huru-hara, Pemogokan, Tindakan melawan pemerintah yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas.

2. Jika terjadi Force Majeure, maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara
tertulis kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh)
hari sejak terjadinya Force Majeure.
3. Keadaan tentang adanya Force Majeure tersebut harus dinyatakan secara resmi oleh
Instansi yang berwenang dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 8
PERSELISIHAN DAN KETENTUAN HUKUM

1. Jika terjadi perselisihan yang timbul antara kedua belah pihak akan diselesaikan
secara musyawarah.
2. Bila dengan cara musyawarah masih belum memberikan penyelesaian maka kedua
belah pihak setuju untuk segala akibat yang terjadi pada pelaksanaan kesepakatan ini
akan diselesaikan di Kantor Kementerian Agama Kota Binjai.

PASAL 9
LAIN-LAIN

Hal-hal yang belum diatur dalam kesepakatan ini, akan dituangkan kemudian dalam
addendum yang disetujui oleh kedua belah pihak dan dijadikan satu-kesatuan yang tidak
dapat dipisahkan dari kesepakatan ini.
PASAL 10
LAMPIRAN

Berikut adalah nama pandita yang telah di beri tugas dan tanggung jawab oleh MAJELIS
AGAMA BUDDHA MAHAYANA TANAH SUCI INDONESIA sebagai petugas pelayan
kerohanian yang akan melayani pasien di Rumah Sakit Umum Delia Selesai.

1. Pandita Suparman,SE,S.Pd.B

PASAL 11
PENUTUP

1. Surat Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak, serta mulai
berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak di Rumah Sakit Umum Delia
Selesai, pada hari, tanggal, bulan dan tahun tersebut diatas.
2. Surat Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) asli dan masing-masing rangkap
bermaterai, sehingga mempunyai kekuatan hukum yang sama setelah ditandatangani
dan dibubuhkan stempel oleh kedua belah pihak .

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

dr. HARRY WAHYUDI Pandita Suparman,SE,S.Pd.B


Direktur RS Umum Delia Selesai Pandita Majelis Agama Buddha Mahayana
Tanah Suci Indonesia Binjai