Anda di halaman 1dari 20

EDUKASI

BLOK ENDOCRINE SYSTEM


Perawatan Kaki Diabetic, Senam Kaki Diabetic Dan Latihan Jasmani

Disusun oleh:
Kelompok 1

Dewanti Erin Sasmi 115070213111001


Asmawati Fitriana J 115070201111005
Rahmi Nurrosyid Primadiati 115070201111017

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Mata Kuliah : Blok Endokrin


Topik : Diabetes Mellitus : Perawatan Kaki Diabetik dan
Senam Kaki Diabetes; serta Latihan Jasmani
Tempat : Balai Desa Ds. Arjosari RT 05 RW 10
Hari/Tanggal : Senin, 7 Desember 2013 09.00 WIB
Sasaran : Warga penderita DM dan keluarga
Waktu : 1 x 120 menit
Pertemuan ke :I
Pengajar :
1. Rahmi Nurrosyid P
2. Dewanti Erin Sasmi
3. Asmawati Fitriana J

I. Tujuan Instruksional Umum


Pada akhir proses penyuluhan, peserta dapat mengetahui
tentang apa itu hipertensi.
II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan peserta dapat:
1. Menjelaskan kaki diabetes
2. Menyebutkan masalah umum kaki diabetes
3. Menjelaskan upaya pencegahan primer
4. Menjelaskan perawatan kaki sehari-hari
5. Menjelaskan senam kaki diabetes
6. Menjelaskan apa yang boleh dilakukan dan tidak
7. Menjelaskan prinsip latihan jasmani DM
8. Menyebutkan hal yang perlu diperhatikan saat latihan
jasmani
9. Menjelaskan efek negative latihan jasmani yang tidak
berkontrol
10. Menjelaskan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
latihan jasmani bagi DM
III. Materi Terlampir
IV. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
V. Media
Leaflet
VI. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Peserta hadir ditempat penyuluhan penyelenggaraan
penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa Ds. Arjosari
RT 05 RW 10
Pengorganisasiaan penyelenggaraan penyuluhan
dilakukan sebelumnya

2. Evaluasi Proses
Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat
penyuluhan
Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab
pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
Peserta mengerti kaki diabetes, masalah umum kaki
diabetes, upaya pencegahan primer, perawatan kaki
sehari-hari, senam kaki diabetes, apa yang boleh
dilakukan dan tidak, prinsip latihan jasmani DM, hal yang
perlu diperhatikan saat latihan jasmani, efek negative
latihan jasmani yang tidak berkontrol, perencanaan dan
pelaksanaan kegiatan latihan jasmani bagi DM

VII. Kegiatan Penyuluhan


No Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
1 5 Pembukaan:
Membuka kegiatan dengan Menjawab salam
mengucapkan salam
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan dari Mendengarkan
penyuluhan Memperhatikan

Menyebutkan materi yang


akan diberikan memperhatikan

100 Pelaksanaan: Mendengarkan dan


Menjelaskan kaki diabetes memperhatikan
Menyebutkan masalah
umum kaki diabetes
Menjelaskan upaya
pencegahan primer
Menjelaskan perawatan kaki
sehari-hari
Menjelaskan senam kaki
diabetes
Menjelaskan apa yang
boleh dilakukan dan tidak
Menjelaskan prinsip latihan
jasmani DM
Menyebutkan hal yang perlu
diperhatikan saat latihan
jasmani
Menjelaskan efek negative
latihan jasmani yang tidak
berkontrol
Menjelaskan perencanaan
dan pelaksanaan kegiatan
latihan jasmani bagi DM
3 10 Evaluasi: Menjawab
Menanyakan pada peserta tentang pertanyaan
materi yg telah diberikan, dan
reinforcement kepada peserta
penyuluhan yang dapat menjawab
pertanyaan
4 5 Terminasi:
Mengucapkan terima kasih Mendengarkan
atas peran serta peserta
Mengucapkan salam penutup
Menjawab salam

VIII. Daftar Pustaka


Departemen Kesehatan RI.1999.Penatalaksanaan Diabetes
Mellitus Terpadu Edisi Kedua.Jakarta : CV Aksara
Buana
Monalisa Tambunan : Penatalaksanaan Diabetes Terpadu ,
2005
Steppel JH & Horton ES.2004.Medical Manage for Type 2
Diabetes
American Diabetes Association.2008.Physical Activity &
NIDDM FMUI Sports Medicine
Fran Lowry.New Guidelines for Exercise in Type 2 Diabetes
CME Penny Murata MD.
http://www.medscape.org/viewarticle/734359?src=cme
mp

MATERI PENYULUHAN
EDUKASI PERAWATAN KAKI DIABETIK DAN SENAM KAKI DIABETIK
A. Kaki Diabetik
Kaki diabetes adalah kelainan tungkai kaki bawah akibat
diabetes melitus yang tidak terkendali. Kelainan kaki diabetes
melitus dapat disebabkan adanya gangguan pembuluh darah,
gangguan persyarafan dan adanya infeksi. Kaki diabetes
melitus yang tidak dirawat dengan baik akan mudah mengalami
luka, dan cepat berkembang menjadi ulkus gangren dan tidak
ditanggulangi. Beberapa penelitian di Indonesia melaporkan
bahwa angka kematian ulkus gangren pada penyandang
diabetes melitus berkisar 17%-32%, sedangkan angka laju
amputasi berkisar antara 15%-30%. Para ahli diabetes
memperkirakan sampai kejadian amputasi dapat
dihindarkan dengan perawatan kaki yang baik. (Fakultas
Kedokteran UI, hal.283).
Kaki diabetik adalah kaki para penderita diabetes yang secara
umum terkena komplikasi seperti luka dan sering kali luka sulit
sembuh dan berakhir dengan amputasi. Berdasarkan data dari
SS Diabetes Care tahun 2008, bahwa setiap 30 detik terjadi
amputasi pada kaki diabetic di seluruh dunia, 60-80% amputasi
kaki non traumatic disebabkan oleh diabetes, 80% amputasi
kaki diabetes didahului oleh luka ( M.Yunir 2008)

B. Masalah Umum Kaki Diabetik


Komplikasi diabetes secara umum dapat terjadi pada
pembuluh darah, mata, ginjal dan pada kaki. Komplikasi yang
paling sering adalah perubahan pada anggota gerak bagian
bawah atau yang biasa di sebut kaki diabetic (diabetic foot).
- Gangguan Pembuluh Darah
Keadaan hiperglikemia yang terus menerus akan
mempunyai dampak pada kemampuan pembuluh darah
tidak berkontraksi dan relaksasi berkurang. Hal ini
mengakibatkan sirkulasi darah tubuh menurun, terutama
pada kaki, dengan gejala antara lain:
Sakit pada tungkai bila berdiri, berjalan dan melakukan
kegiatan fisik
Jika diraba kaki terasa dingin (tidak hangat)
Rasa nyeri kaki pada waktu istirahat dan malam hari
Sakit pada telapak kaki setelah berjalan
Pemeriksaan tekanan nadi kaki menjadi kecil atau hilang
Perubahan warna kulit, kaki tampak pucat atau kebiru-
kebiruan
- Gangguan Persyarafan (Neuropati)
Neuropati akan menghamabat signal, rangsangan atau
terputusnya komunikasi dalam tubuh. Syaraf pada kaki
sangat penting dalam menyampaikan pesan ke otak,
sehingga menyadarkan kita akan adanya bahaya pada kaki,
misalnya kena paku atau benda-benda panas. Kaki diabetes
dengan neuropati akan mengalami gangguan sensorik,
motorik dan otonomik.
1. Neuropati sensorik ditandai dengan perasaan kebal
(parastesia), kurang berasa (hipestesia) terutama
ujung kaki terhadap rasa panas dan sakit, kadang
disertai pegal dan nyeri di kaki.
2. Neuropati motorik ditandai dengan kelemahan sistem
otot, deformitas kaki (charcot), ibu jari seperti palu
(hammer toe), sulit mengatur keseimbangan tubuh.
3. Neuropati otonomik ditandai dengan kulit kaki akan
terlihat kering, pecah dan tidak ada keringat
(perubahan struktur kaki).
- Infeksi
Penurunan sirkulasi darah kaki menghambat proses
penyembuhan luka, akibatnya kuman masuk kedalam luka
dan terjadi infeksi. Peningkatan kadar gula darah akan
menghambat kerja leukosit dalam mengatasi infeksi, luka
menjadi ulkus gangren dan terjadi perluasan infeksi sampai
ketulang (osteomielitis), bila tidak diketahui dan
ditanggulangi. Kaki yang mengalami ulkus gangren luas sulit
untuk diatasi, yang memerlukan tindakan amputasi.

Adanya masalah tersebut pada kaki diabetes, akan menimbulkan


beberapa masalah yang umumnya terjadi antaralain:
- Kapalan, Mata ikan dan Melepuh
Kapalan (Callus), mata ikan (kutilmulmul) merupakan penebalan
atau pengerasan kulit yang juga terjadi pada kaki diabetes,
akibat dari adanya neuropati dan penurunan sirkulasi darah dan
juga gesekan atau tekanan yang berulang-ulang pada daerah
tertentu dikaki. Jika kejadian tersebut tidak diketahui dan diobati
dengan tepat, maka akan menimbulkan luka pada jaringan
dibawahnya, yang berlanjut dengan infeksi menjadi ulkus.
- Cantengan (kuku masuk kedalam jaringan)
Cantengan merupakan luka infeksi pada jaringan disekitar kuku
yang sering disebabkan adanya pertumbuhan kuku yang salah.
Keadaan ini disebabkan oleh perawatan kuku yang tidak tepat
misalnya pemotongan kuku yang salah (seperti terlalu pendek
atau miring), kebiasaan mencukil kuku yang kotor. Seperti kita
ketahui kuku juga merupakan sumber kuman, jadi bila ada luka
mudah infeksi. Cantengan ditandai dengan sakit pada jaringan
sekitar kuku, merah dan bengkak dan keluar cairan nanah, yang
harus segera ditanggulangi.
- Kulit Kaki Retak dan Luka Kena Kutu Air
Kerusakan syaraf dapat menyebabkan kulit sangat kering,
bersisik, retak dan pecah-pecah, terutama pada sela-sela jari
kaki. Kulit kaki yang pecah memudahkan berkembangnya
infeksi jamur dikenal dengan kutu air, yang dapat berlanjut
menjadi ulkus gangren.
- Kutil Pada Telapak Kaki
Kutil pada telapak kaki disebabkan oleh virus dan sangat sulit
dibersihkan. Biasanya terjadi pada telapak kaki hamper mirip
dengan callus, jangan diobati sendiri, periksakan ke dokter.
- Radang Ibu Jari Kaki (Jari Seperti Martil)
Pemakain sepatu yang terlalu sempit dapat menimbulkan luka
pada jari-jari kaki, kemudian terjadi peradangan. Adanya
neuropati dan peradangan yang lain pada ibu jari dan kaki
menyebabkan terjadinya perubahan bentuk ibu jari kaki seperti
martil (hammer toe). Kejadian ini dapat juga disebabkan adanya
kelainan anatomic yang dapat menimbulkan titik tekan abnormal
pada kaki. Kadang-kadang pembedahan diperlukan untuk
mencegah komplikasi ke tulang.

C. Upaya Pencegahan Primer


Perawatan kaki merupakan sebagian dari upaya pencegahan
primer pada pengelolaan kaki diabetic yang bertujuan untuk
mencegah terjadinya luka.Upaya pencegahan primer antara lain:
- Penyuluhan kesehatan DM, komplikasi dan kesehatan kaki
- Status gizi yang baik dan pengendalian DM
- Pemeriksaan berkala DM dan komplikasinya
- Pemeriksaan berkala kaki penderita
- Pencegahan/perlindungan terhadap trauma-sepatu khusus
- Higiene personal termasuk kaki
- Menghilangkan factor biomekanis yang mungkin menyebabkan
ulkus

D. Perawatan Kaki Sehari-hari


- Pemeriksaan kaki diabetes
Pemeriksaan kaki sangat penting, karena kerusakan saraf kaki
yang tidak dapat merasakan nyeri. Periksalah bagian atas atau
punggung kaki, telapak, sisi-sisi kaki, dan sela-sela jari. Untuk
melihat telapak kaki, tekuk kaki menghadap muka (bila sulit,
gunakan cermin untuk melihat bagian bawah kaki atau minta
bantuan orang lain) untuk memeriksa kaki
1. Periksalah apakah ada kulit retak atau melepuh
2. Periksa apakah ada luka dan tanda-tanda infeksi (bengkak,
kemerahan, hangat, nyeri, darah, atau cairan lain yang
keluar dari luka, dan bau)
- Perawatan Kaki
1. Bersihkan kaki setiap hari dengan air bersih dan sabun
mandi. Bila perlu gosok kaki dengan sikat lembut atau batu
apung. Keringkan kaki dengan handuk lembut dan bersih
termasuk daerah sela-sela jari kaki.
2. Berikan pelembab atau lotion (body lotion) pada derah kaki
yang kering agar kulit tidak menjadi retak. Sela jari kaki tidak
perlu diberikan lotion karena dapat menyebabkan
tumbuhnya jamur.
3. Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki,
tidak terlalu dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kuku
tidak tajam. Bila penglihatan kurang baik, mintalah
pertolongan orang lain untuk memotong kuku atau mengikir
kuku setiap dua hari sekali. Bila kuku keras dan sulit
dipotong, rendam kaki dengan air hangat selama sekitar 5
menit, bersihkan dengan sikat kuku, sabun, dan air bersih.
Bersihkan kuku setiap setiap hari pada waktu mandi dan
berikan krem pelembab kuku.
4. Pakai alas kaki sepatu atau sandal untuk melindungi kaki
agar tidak terjadi luka, juga di dalam rumah. Jangan gunakan
sandal jepit karena dapat menyebabkan lecet di sela jari
pertama dan kedua.
5. Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil, benda-
benda tajam seperti jarum dan duri. Lepas sepatu setiap 4-6
jam serta gerakkan pergelangan dan jari-jari kaki agar
sirkulasi darah tetap baik terutama pada pemakaian sepatu
baru. Bila menggunakan sepatu baru, lepaskan sepatu
setiap 2 jam, kemudian periksa keadaan kaki.
6. Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan pembalut
bersih. Periksa apakah ada tanda-tanda radang.
7. Segera ke dokter bila kaki mengalami luka.
8. Periksakan kaki ke dokter secara rutin.

E. Senam Kaki Diabetes


Alat yang harus dipersiapkan adalah : Kursi (jika tindakan dilakukan
dalam posisi duduk), prosedur pelaksanaan senam. Sedangkan
persiapan untuk klien adalah kesepakatan dengan pasien, waktu,
tempat dan tujuan dilaksanakan senam kaki. Perhatikan juga
lingkunganyang mendukung, seperti lingkungan yang nyaman bagi
pasien, dan Jaga privacy pasien.

Prosedur:
a) Perawat cuci tangan sebelum tindakan.
b) Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk
tegak diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai. Dapat juga
dilakukan dalam posisi berbaring dengan meluruskan kaki.

c) Dengan meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki


diluruskan keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti
cakar ayam sebanyak 10 kali. Pada posisi tidur, jari-jari kedua
belah kaki diluruskan ke atas lalu dibengkokkan kembali kebawah
seperti cakar ayam sebanyak 10 kali.

d) Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak


kaki atas. Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai
dengan tumit kaki diangkat keatas. Cara ini dilakukan bersama
pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak
10 kali. Pada posisi tidur, menggerakkan jari dan tumit kaki secara
bergantian antara kaki kiri dan kaki kanan sebanyak 10 kali
e) Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat keatas
dan buat gerakan memutar dengan menggerakkan pergelangan
kaki sebanyak 10 kali. Pada posisi tidur, kaki lurus ke atas dan
buat gerakan memutar dengan pergerakan pada pergelangan kali
sebanyak 10 kali.

f) Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan


memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak
10 kali. Pada posisi tidur kaki harus diangkat sedikit agar dapat
melakukan gerakan memutar pada pergelangan kaki sebnyak 10
kali.

g ) Angkat salah satu lutut kaki dan luruskan. Gerakan jari-jari


kedepan lalu turunkan kembali secara bergantian antara kaki kiri
dan kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.
h ) Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki
tersebut dan gerakkan ujung kaki kearah wajah lalu turunkan
kembali kelantai. Ulangi sebanyak 10 kali.
i ) Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke-8, namun
gunakan kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
j ) Angkat kedua kaki dan luruskan, pertahankan posisi tersebut.
Gerakkan pergelangan kaki kedepan dan kebelakang. Ulangi
sebanyak 10 kali.
k ) Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan
kaki, tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10
lakukan secara bergantian. Gerakan ini sama dengan posisi tidur.

l ) Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti


bola dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi
lembaran seperti semula menggunakan kedua kaki. Cara ini
dilakukan hanya sekali saja.
Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian
Koran
Sebagian koran disobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan
kedua kaki
Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan
kedua kaki lalu letakkan sobekan kertas pada bagia kertas
yang utuh
Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola

F. Indikasi dan Kontraindikasi Senam Kaki Diabetik


Indikasi
Senam kaki ini dapat diberikan kepada seluruh penderita
diabetes mellitus dengan tipe 1 maupun 2.Namun sebaiknya
diberikan sejak pasien didiagnosa menderita Diabetes
Melitus sebagai tindakan pencegahan dini.
Kontraindikasi
Pada klien yang mengalami perubahan fungsi fisiologis
seperti dipsnnea atau nyeri dada. Orang yang depresi,
khawatir atau cemas. Keadaan- keadaan seperti ini perlu
diperhatikan sebelum dilakukan tindakan senam kaki. Untuk
itu sebelum melakukan senam kaki terlebih dahulu kaji TTV
dan status respiratori dan (adakah Dispnea atau nyeri dada)
dan kaji status emosi pasien (suasana hati/mood, motivasi.
EDUKASI LATIHAN JASMANI
A. Prinsip Latihan Jasmani
Prinsip latihan jasmani yang dilakukan:
1. Terus-menerus (continuous)
Latihan jasmani harus berkesinambungan dan dilakukan terus-
menerus tanpa henti, contoh: jogging 30 menit, maka penderita
harus melakukannya selama 30 menit tanpa henti.
2. Secara Ritmis (rhytmie)
Latihan olahraga dipilih yang berirama yaitu otot-otot berkontraksi
dan relaksasi secara teratur, contoh: jogging, berlari, berenang,
jalan kaki, berenang, bersepeda, dan mendayung.
3. Interval
Latihan dilakukan selang seling antara gerak cepat dan lambat,
contoh: jalan cepat diselingi jalan lambat, contoh: jogging diselangi
jalan.
4. Progresif (progressive)
Latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan, dari
intensitas ringan sampai sedang selama mencapai 30-60
menit.
Sasaran HR= 75-85 % dari maksimal HR (Heart Rate/ denyut
nadi).
5. Daya tahan (endurance)
Latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan
kardiorespirasi seperti jalan (jalan santai/cepat sesuai umur),
jogging, berenang dan bersepeda.
Latihan dengan prinsip seperti di atas minimal dilakukan 3 hari dalam
seminggu, sedang 2 hari yang lain dapat digunakan untuk melakukan
olahraga kesenangannya.
B. Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Latihan Jasmani
Pada penyandang diabetes yang mendapat terapi insulin, keadaan
hipoglikemia disertai kadar insulin yang berlebihan merupakan
keadaan yang perlu mendapat perhatian ketika melakukan latihan
jasmani teutama pada waktu tahap pemulihan. Kemungkinan
hipoglikemia lebih besar bila insulin disuntikan pada lengan atau kaki
sebelum melakukan latihan jasmani, sebagai akibat meningkatnya
hantaran insulin melalui darah karena efek pemompaan otot pada
waktu berkontraksi. Oleh karena itu dianjurkan agar penyuntikan
insulin sebelum melakukan latihan jasmani dilakukan setelah makan
ketika kadang glukosa darah pada puncaknya. Pagi hari merupakan
saat yang paling baik untuk melakukan latihan jasmani.
Latihan jasmani dengan durasi yang lama pada penyandang
diabetes yang mengalami defisiensi insulin disertai kadar gula darah
yang tidak terkendali akan menyebabkan peningkatan pelepasan
bahan yang berbahaya yaitu benda-benda keton. Berbagai hal ini
membutuhkan pengawasan yang ketat bila penyandang diabetes
melakukan latihan jasmani. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk
melakukan latihan jasmani secara berkelompok.

- Latihan minimal dilakukan selama 3 hari dalam sepekan,


sedang 2 hari yang lain dapat digunakan untuk melakukan
olahraga kesenangannya
- Setiap latihan dimulai dengan pemanasan dan diakhiri dengan
coolin down / peregangan masing-masing selama 5-10 menit
- Susun program latihan jasmani sesuai dengan berat penyakit
dan tingkat kebugaran
- Latihan harus ditunda jika kadar glukosa darah sangat tinggi
dan hentikan jika ada gejala hipoglikemia
- Pada latihan jasmani yang lama (>1 jam) perlu asupan
karbohidrat 10-15 gr (setengah sendok makan gula pasir) setiap
30 menit
- Harus cukup minum pada saat dan setelah latihan
- Kenakan sepatu yang sesuai, periksa kedua kaki sebelum dan
sesudah latihan
- Bagi penderita yang mengkonsumsi obat hipoglikemik, terlebih
lagi yang menggunakan suntikan insulin, control glukosa darah
sebaiknya dilakukan sebelum, selama, dan sesudah latihan.
Latihan jasmani sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan
seorang dokter atau instruktur latihan
- Bila kadar glukosa darah >250 mg/dL jangan melakukan latihan
jasmani yang berat

C. Efek Negatif Latihan Jasmani Yang Tidak Terkontrol

1. Memperburuk kadar gula darah penyandang diabetes


Hindari : latihan jasmani berat, latihan beban dan olahraga kontak
Usahakan : asupan cairan cukup
2. Exercise-induced Hypoglycemia (pada DM tipe 1)
Perhatikan :
- Selalu monitor glukosa darah
- Kurangi dosis insulin sebelum melakukan latihan jasmani
- Tingkatkan asupan makanan saat melakukan latihan jasmani,
bila perlu sebelum dan sesudah latihan jasmani (konsultasi pad
ahli gizi)
- Bila timbul gejala tidak diinginkan, penyandang diabetes harus
cepat tanggap, misalnya bila terjadi hipoglikemia (lemas atau
pusing) segera hentikan latihan jasmani dan lapor pada pelatih
atau pengawas kegitan

3. Bila ada gangguan pada kaki


Perhatikan :
- Kenakan sepatu yang sesuai (tanyakan di took tempat
membeli)
- Usahakan agar kaki selalu bersih dan kering
4. Komplikasi penyakit jantung dan pembuluh darah
Perhatikan :
- Harus mengikuti pemeriksaan medis dan EKG kerja sebelum
melakukan latihan jasmani
- Program latihan jasmani sebaiknya individu namun dilakukan
secara berkelompok
5. Cedera otot dan tulang
Perhatikan :
- Pilihlah latihan jasmani yang sesuai/tepat
- Intensitas latihan sebaiknya ditingkatkan secara bertahap
- Pemanasan dan pendinginan harus selalu dilakukan
- Latihan jasmani berat dan berlebihan harus dihindari

D. Perencanaan Dan Pelaksanaan Kegiatan Latihan Jasmani Bagi


DM

Untuk perencaaan latihan jasmani bagi diabetisi bisa melibatkan


keluarga, teman-teman, diabetisi di daerah lingkungan penderita,
tenaga kesehatan, dan instruktur latihan.
- Keluarga ikut terlibat dalam mengingatkan dan memotivasi
diabetisi untuk selalu melakukan latihan jasmani
- Teman-teman dari diabetisi juga diajarkan untuk selalu
mendukung dan memahami kebiasaan diabetisi untuk selalu
menjaga kondisinya dengan latihan jasmani
- Diabetisi bisa berkelompok dengan para diabetisi lain di daerah
lingkungannya untuk melakukan latihan jasmani bersama-sama,
seperti senam diabetes, lari, jalan, dll.
- Diabetisi juga dapat menjadwalkan secara mandiri latihan
jasmani yang akan dilakukan dalam seminggu
- Untuk diabetisi yang memiliki komplikasi dapat menyesuaikan
kondisinya untuk melakukan latihan jasmani, seperti penderita
diabetes dengan komplikasi retinopati hindari aktifitas fisik yang
berat (jogging, lari, tennis,dll) dan peningkatan tekanan darah
yang tiba-tiba; penderita DM 2 dengan retinopati proliperatif aktif
dan atau hipertensi hindari latihan angkat beban dan latihan
isometric; Latihan fisik yag dianjurkan pada neuropati otonomik
dan perifer atau kaki diabetic adalah yang tidak menumpu
beban seperti berenang, sepeda, chair and arm exercise dan
membatasi berjalan
- Program rehabilitasi jantung dibawah pengawasan jika
didapatkan kejadian angina dan jika tergolong resiko sedang
atau tinggi
- Perawatan kaki jika didapatkan perifer neuropati
- Untuk neuropati otonom kardivaskuler diuji dengan test olahraga
dengan beban dan tentukan intensitas latiihan
- Hindari aktivitas fisik yang meningkatkan tekanan intraocular
dan resiko perdarahan pada pasien dengan retinopati
proliferative yang tidak terkontrol
- Lakukan skrining penyakit jantung pada pasien dengan penyakit
ginjal