Anda di halaman 1dari 25

Makalah Bakteriologi I

MIKROFLORA NORMAL
(Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bakteriologi I)

Dosen Pembimbing :

Anik Kusmiatun, M.Si


Makhabbah Jamilatun, M.Si

Disusun oleh :

Kelompok 5

1. Fenty Ayu Lestari


2. Fitri Ekayani
3. Fitria Dwiastuti
4. Yuliantisari

Tingkat/Semester : IB/II

Teknologi Laboratorium Medik

Politeknik Kesehatan Banten


Jalan dr.Sitanala komplek SPK, Neglasari, Tangerang
2015-2016
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, selalu kami panjatkan, karena atas berkat rahmat-
Nya yang selalu tercurah, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah
tentang Mikroflora Normal ini. Selawat serta salam selalu tercurah kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Maksud dan tujuan kami dalam menyusun makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah Bakteriologi I dan untuk memberikan informasi
tentang mikroflora normal. Makalah ini kami tulis berdasarkan hasil pencarian
kami dari beberapa sumber.
Kami berterima kasih karena dalam penyelesaian makalah ini, kami
banyak mendapat petunjuk, arahan, dan informasi dari berbagai pihak. Kami pun
mengucapkan maaf, apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini. Oleh
karena itu, kritik, saran dan masukan yang membangun sangat diharapkan untuk
penyempurnaannya kelak.
Kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang ingin
mengetahui tentang mikroflora normal. Semoga Tuhan Yang Maha Esa,
senantiasa memberikan berkah dan kasih-Nya bagi kita semua.

Tangerang, 25 Februari 2016

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................................. ii

DAFTAR TABEL .................................................................................................... iii

DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ iv

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................................. 2

1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 2

1.3 Tujuan Penulisan .......................................................................................... 2

1.4 Manfaat Penulisan ........................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... 3

2.1 Pengertian Flora Normal pada Tubuh Manusia ............................................ 3

2.2 Asal Mula Mikrobiota Manusia .................................................................... 4

2.3 Penyebaran Flora Normal dalam Tubuh Manusia ........................................ 5

2.4 Dampak Positif dan Negatif Flora Normal pada Tubuh Manusia ................ 13

2.5 Patogenesis .................................................................................................... 14

BAB III PENUTUP .................................................................................................. 19

3.1 Kesimpulan ................................................................................................... 19

3.2 Saran ............................................................................................................. 19

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 20

ii
DAFTAR TABEL

TABEL 1 Perbedaan antara flora tetap dan flora sementara pada kulit ........... 6

TABEL 2 Spesies mikrobe predominan di anatomi manusia ............................ 10

iii
DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1 Diagram skematik suatu unit isolator bebas kuman .................... 4

GAMBAR 2 Penyebarab mikrobiota suatu unit isolator bebas kuman ........... 5

GAMBAR 3 Escherichia coli ............................................................................... 15

iv
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Mikroorganisme adalah organisme hidup yang berukuran mikroskopis


sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme dapat
ditemukan di semua tempat yang memungkinkan terjadinya kehidupan, di segala
lingkungan hidup manusia. Mereka ada di dalam tanah, di lingkungan akuatik,
dan atmosfer (udara) serta makanan, dan karena beberapa hal mikroorganisme
tersebut dapat masuk secara alami ke dalam tubuh manusia, tinggal menetap
dalam tubuh manusia atau hanya bertempat tinggal sementara. Lebih lanjut,
fisiologi, gizi dan perlindungan tanaman dan hewan (termasuk manusia) adalah
tergantung pada berbagai hubungan dengan mikroba. Mikroorganisme dapat
hidup bebas ataupun menumpang pada tubuh makhluk hidup lain. Manusia secara
konstan berhubungan dengan beribu-ribu mikroorganisme ini.

Mikroorganisme ini dapat menguntungkan inangnya tetapi dalam kondisi


tertentu dapat juga menimbulkan penyakit. Untuk itu lah makalah ini disusun
guna membahas mikroorganisme alami penghuni tubuh manusia, sehingga kita
dapat mengetahui hubungan antara manusia dan flora normal tubuh
manusia. Tubuh manusia, ditemukan sekitar 1014 bakteri. Populasi bakteri
merupakan flora mikroba normal. Flora mikroba normal adalah relatif stabil,
dengan genera khusus mengisi berbagai daerah tubuh selama periode tertentu
dalam kehidupan individu. Flora normal dapat ditemukan di banyak situs dari
tubuh manusia termasuk kulit (terutama daerah lembab, seperti pangkal paha dan
di antara jari kaki), saluran pernafasan (terutama hidung), saluran kemih, dan
saluran pencernaan (terutama mulut dan usus besar). Di sisi lain, area tubuh
seperti otak, sistem peredaran darah dan paru-paru dimaksudkan untuk tetap steril
(bebas mikroba).

Selain itu juga disebutkan bahwa, flora normal adalah kumpulan


mikroorganisme yang secara alami terdapat pada tubuh manusia normal dan sehat.

1
Kebanyakan flora normal yang terdapat pada tubuh manusia adalah dari jenis
bakteri. Namun beberapa virus, jamur, dan protozoa juga dapat ditemukan pada
orang sehat.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian flora normal pada tubuh manusia?


2. Bagaimana asal mula mikrobiota manusia?
3. Bagaimana penyebaran flora normal pada tubuh manusia?
4. Apa dampak positif dan negatif flora normal pada tubuh manusia?

1.3 TUJUAN PENULISAN

Untuk mengetahui pengertian flora normal pada tubuh manusia


Untuk mengetahui asal mula mikrobiota manusia
Untuk mengetahui daerah di dalam tubuh manusia yang terdapat
mikrobiota
Untuk mengetahui dampak positif dan negatif flora normal pada tubuh
manusia

1.4 MANFAAT PENULISAN

Dengan menyusun makalah ini, diharap pembaca dapat mengetahui dan


memahami tentang pengertian flora normal pada tubuh manusia, daerah di dalam
tubuh manusia yang terdapat mikrobiota, serta dampak positif dan negatif flora
normal pada tubuh manusia

2
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN FLORA NORMAL PADA TUBUH MANUSIA

Flora normal atau mikrobiota adalah kumpulan mikroorganisme yang umum


ditemukan secara alamiah pada orang sehat dan hidup rukun berdampingan
dalam hubungan yang seimbang dengan host-nya (inangnya). Mikroba tidak
hanya terdapat dalam lingkungan saja, tetapi juga di dalam tubuh manusia dan
umumnya tidak merugikan, mikroba inilah yang disebut flora normal.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kehadiran flora normal pada tubuh


manusia adalah :

Nutrisi
Kebersihan seseorang (berapa seringnya dibersihkan)
Kondisi hidup
Penerapan prinsip-prinsip kesehatan

Flora normal tubuh manusia berdasarkan bentuk dan sifat kehadirannya


dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Mikroorganisme Tetap/Normal (Resident Flora/Indigenous)

Mikroorganisme jenis tertentu yang biasanya ditemukan pada bagian tubuh


tertentu dan pada usia tertentu. Keberadaan mikroorganismenya akan selalu tetap,
baik jenis ataupun jumlahnya, jika ada perubahan akan kembali seperti semula.
Flora normal/tetap yang terdapat pada tubuh merupakan organisme komensal.
Flora normal yang lainnya bersifat mutualisme. Flora normal ini akan
mendapatkan makanan dari sekresi dan produk-produk buangan tubuh manusia,
dan tubuh memperoleh vitamin atau zat hasil sintesis dari flora normal.
Mikroorganisme ini umumnya dapat lebih bertahan pada kondisi buruk dari
lingkungannya. Contohnya : Streptococcus viridans, S. faecalis, Pityrosporum
ovale, Candida albicans.

3
2. Mikroorganisme Sementara (Transient Flora)

Mikroorganisme nonpatogen atau potensial patogen yang berada di kulit dan


selaput lendir/mukosa selama kurun waktu beberapa jam, hari, atau minggu.
Keberadaan mikroorganisme ini ada secara tiba-tiba (tidak tetap) dapat
disebabkan oleh pengaruh lingkungan, tidak menimbulkan penyakit dan tidak
menetap. Flora sementara biasanya sedikit asalkan flora tetap masih utuh, jika
flora tetap berubah, maka flora normal akan melakukan kolonisasi, berbiak dan
menimbulkan penyakit.

2.2 ASAL MULA MIKROBIOTA MANUSIA

Bila seekor hewan dilahirkan dengan pembedahan perut (caesarian


operations), dan dijaga supaya tidak terjadi kontaminasi oleh mikrobe, kemudian
dipelihara di suatu lingkungan bebas kuman serta diberi makan hanya makanan
yang sudah disterilkan, maka hewan tersebut tidak membentuk mikrobiota
(Gambar 1). Ini merupakan bukti bahwa sampai waktu dilahirkan, janin tidak
mengandung mikroorganisme.

Gambar 1. Diagram skematik suatu unit isolator bebas kuman. Bagian


dalamnya dapat disterilkan sebelum pelaksanaan percobaan dan
dipertahankan pada keadaan tersebut.

4
Pada keadaan alamiah, janin manusia mula-mula memperoleh
mikroorganisme ketika lewat sepanjang saluran lahir. Jasad-jasad renik itu
diperolehnya melalui kontak permukaan, penelanan atau penghisapan. Mikrobe-
mikrobe ini segera disertai oleh mikrobe-mikrobe lain dari banyak sumber yang
langsung berada di sekeliling bayi yang baru lahir tersebut.

Mikroorganisme yang menemukan lingkungan yang sesuai, pada


permukaan luar atau dalam tubuh, dengan cepat berbiak dan menetap. Jadi di
dalam waktu beberapa jam setelah lahir, bayi memperoleh flora mikrobe yang
akan menjadi mikrobiota yang asli. Setiap bagian tubuh manusia, dengan kondisi
lingkungan yang khusus, dihuni berbagai macam mikroorganisme tertentu.
Sebagai contoh, di rongga mulut berkembang populasi mikrobe alamiah yang
berbeda dengan yang ada di usus. Dalam waktu singkat, bergantung kepada
faktor-faktor seperti berapa seringnya dibersihkan, nutrisinya, penerapan prinsip-
prinsip kesehatan, serta kondisi hidup, maka anak tersebut akan mempunyai
mikrobiota normal yang macamnya sama seperti yang ada pada orang dewasa.

2.3 PENYEBARAN FLORA NORMAL DALAM TUBUH MANUSIA

Gambar 2. Penyebaran Mikrobiota Normal Tubuh Manusia

5
Dalam tubuh manusia banyak terdapat mikroba, mikroba dapat kita jumpai pada:

1. KULIT

Kulit secara konstan berhubungan dengan bakteri dari udara atau dari
benda-benda, tetapi kebanyakan bakteri ini tidak tumbuh pada kulit karena kulit
tidak sesuai untuk pertumbuhannya. Kulit mempunyai keragaman yang luas dalam
hal struktur dan fungsi di berbagai situs tubuh. Perbedaan perbedaan ini
berfungsi sebagai faktor ekologis selektif, untuk menentukan tipe dan jumlah
mikroorganisme yang terdapat pada setiap situs kulit.

Kebanyakan bakteri kulit di jumpai pada epitelium yang seakan-akan


bersisik (lapisan luar epidermis), membentuk koloni pada permukaan sel-sel mati.
Pada umumnya bakteri ini adalah spesies Staphylococcus (kebanyakan S.
epidermidis dan S. aureus) dan sianobakteri aerobik, atau difteroid. Jauh di dalam
kelenjar lemak dijumpai bakteri-bakteri anaerobik lipofilik,
seperti Propionibacterium acnes, penyebab jerawat.

Umumnya beberapa bakteri yang ada pada kulit tidak mampu bertahan
hidup lama karena kulit mengeluarkan substansi bakterisida. Sebagai contoh,
kelenjar keringat mengekskresikan lisozim, suatu enzim yang dapat
menghancurkan dinding sel bakteri. Kelenjar lemak mengekskresikan lipid yang
kompleks, yang mungkin diuraikan sebagian oleh beberapa bakteri; asam-asam
lemak yang dihasilkannya sangat beracun bagi bakteri-bakteri lain.

Flora normal di kulit dan mukosa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu flora
menetap (residents flora) dan flora sementara (trancients flora). Perbedaan antara
flora tetap dan flora sementara pada kulit dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

No. Flora Menetap Flora Tidak Menetap

1. Komensal (penting bagi tubuh) Tidak patogen atau cenderung patogen

2. Memegang peranan tertentu dalam Hanya dalam waktu tertentu


mempertahankan kesehatan dan fungsi

6
normal.

3. Bila terganggu dari tempatnya, maka Kurang berarti selama flora penghuni
flora akan segera tumbuh kembali normal utuh, bila flora penghuni
terganggu, flora sementara dapat
berploriferasi menimbulkan sakit.

Tabel 1. Perbedaan antara flora tetap dan flora sementara pada kulit

2. HIDUNG

Flora utama hidung terdiri dari korinebakteria, stafilokokus (S.epidermidis


dan S. aureus) dan Streptococcus. Di dalam hulu kerongkongan hidung, dapat
juga dijumpai bakteri Branhamella catarrhalis (suatu kokus gram negatif)
dan Haemophilus influenzae (suatu batang gram negatif). Staphylococcus
epidermidis hidup pada daerah yang bersuhu 370 C, pH 5-7, berperan dalam
menyaring udara, bersifat aerob.

3. MULUT

Adanya makanan terlarut secara konstan dan juga partikel-partikel kecil


makanan membuat mulut merupakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri.
Mikrobiota mulut atau rongga mulut sangat beragam; banyak bergantung pada
kesehatan pribadi masing-masing individu.

Pada waktu lahir, rongga mulut pada hakikatnya merupakan suatu inkubator
yang steril, hangat, dan lembap yang mengandung sebagai substansi nutrisi. Air
liur terdiri dari air, asam amino, protein, lipid, karbohidrat, dan senyawa-senyawa
anorganik. Jadi, air liur merupakan medium yang kaya serta kompleks yang dapat
dipergunakan sebagai sumber nutrien bagi mikroba pada berbagai situs di dalam
mulut.

Beberapa jam sesudah lahir, terdapat peningkatan jumlah mikroorganisme


sedemikian sehingga di dalam waktu beberapa hari spesies bakteri yang khas bagi
rongga mulut menjadi mantap. Jasad-jasad renik ini tergolong ke dalam
genus Streptococcus, Neisseria, Veillonella, Actinomyces, dan

7
Lactobacillus. Jumlah dan macam spesies ada hubungannya dengan nutrisi bayi
serta hubungan antara bayi tersebut dengan bayinya, pengasuhnya, dan benda-
benda seperti handuk serta botol-botol susunya. Spesies satu-satunya yang selalu
diperoleh dari rongga mulut, bahkan sedini hari kedua setelah air,
ialah Streptococcus salivarius. Bakteri ini mempunyai afinitas terhadap jaringan
epitelial dan keran itu terdapat dalam jumlah besar pada permukaan lidah.

Sampai munculnya gigi, kebanyakan mikroorganisme didalam mulut adalah


aerob atau anaerob fakultatif. Ketika gigi yang pertama muncul, anaerob obligat
seperti Bacteroides dan bakteri fusiform (Fusobacterium spp), menjadi lebih jelas
karena jaringan di sekitar gigi menyediakan lingkungan anaerobik.

Gigi itu sendiri merupakan tempat bagi menempelnya mikrobe. Ada dua
spesies bakteri yang dijumpai berasosiasi dengan permukaan gigi; Streptococcus
sanguis dan S.mutans. Yang disebutkan terakhir ini diduga merupakan unsur
etiologis (penyebab utama) kerusakan gigi atau pembusukan gigi. Tertahannya
kedua spesies ini pada permukaan gigi merupakan akibat darisifat adhesi baik dari
glikoprotein liur maupun polisakaride bakteri. Sifat menempel ini sangat penting
bagi kolonisasi bakteri di dalam mulut. Glikoprotein liur mampu menyatukan
bakteri bakteri tertentu dan mengikatkan mereka pada permukaan gigi. Baik
S.sanguis maupun S.mutans menghasilkan polisakaride ekstra seluler yang disebut
dekstran yang bekerja seperti perekat, mengikat sel-sel bakteri menjadi satu dan
juga melekatkan mereka pada permukaan gigi. Tertahannya bakteri dapat juga
terjadi karena terperangkapnya secara mekanis didalam celah-celah gusi, atau
didalam lubang dan retakan gigi. Agregasi bakteri semacam itu serta abahan
organik pada permukaan gigi disebut plak (plague). Air liur terus-menerus
dihasilkan dan ditelan dan oleh sebab itu bekerja sebagai pembersih.

Sekali gigi keluar, maka mikrobiota pada bayi secara umum nampak serupa
seperti yang ada pada orang dewasa. Kemudian karena alasan alasan yang
belum begitu dipahami sekarang ini, tetapi mungkin merupakan akibat perubahan

8
hormonal, spiroket mulut, dan Bacteroides melaninogenicus membentuk koloni
dicelah-celah gusi pada masa akil balig.

4. MATA

Mikroorganisme konjungtiva terutama adalah difteroid (Coynebacterium


xerosis), S. epidermidis dan Streptokukus non hemolitik. Neiseria dan basil gram
negatif yang menyerupai spesies Haemophilus (Moraxella) seringkali juga ada.
Flora konjungtiva dalam keadaan normal dikendalikan oleh aliran air mata, yang
mengandung lisozim.

5. TELINGA

Flora liang telinga luar biasanya merupakan gambaran flora kulit. Dapat
dijumpai Streptococcus pneumonia, batang gram negatif termasuk Pseudomonas
aeruginosa, Staphylococcus aureus dan kadang-kadang Mycobacterias aprofit.
Telinga bagian tengah dan dalam biasanya steril.

6. USUS HALUS

Mengandung beberapa bakteri. Di antara yang ada, sebagian besar adalah


kokus dan basilus gram positif. Di dalam jejunum atau usus halus kosong (bagian
kedua usus kecil, di antara usus dua belas jari dan ileum atau usus halus gelung)
kadang kala dijumpai spesies-spesies Enterokokus,
Laktobasilus, dan Difteroid. Khamir Candida albicans dapat juga dijumpai pada
bagian usus kecil ini.

7. USUS BESAR

Usus besar mengandung populasi mikroba yang terbanyak. Diperkirakan


jumlah mikroorganisme di dalam spesimen tinja adalah 1012-13 organisme per
gram. meliputi bakteri anaerob : Bacteroides sp, Clostridium sp
dan Lactobacillus. Dan anerob fakultatif ( E.coli). Di dalam tubuh manusia, kolon
atau usus besar, mengandung populasi mikroba yang terbanyak. Telah
diperkirakan bahwa jumlah mikroorganisme di dalam spesimen tinja adalah

9
kurang lebih 1012 organisme per gram. Basilus gram negatif anaerobik yang ada
meliputi spesies Bacteroides (B. fragilis, B. melaninogenicus, B. oralis) dan
Fusobacterium. Basilus gram positif diwakili oleh spesies-
spesies Clostridium(serta spesies-spesies Lactobacillus). Flora saluran pencernaan
berperan dalam sintesis vitamin K, konversi pigmen empedu dan asam empedu,
absorpsi zat makanan serta antagonis mikroba patogen Bacteroides fragilis

8. VAGINA

Penghuni utama vagina dewasa adalah lactobacilus yang toleran terhadap


asam. Bakteri ini mengubah glikogen yang dihasilkan epitelium vagina, dan
menghasilkan asam. pH di dalam vagina terpelihara pada sekitar 4.4 sampai
4,6. Mengalami perubahan flora dengan bertambahnya usia. Sebelum pubertas,
flora dominan Staphylococcus, Streptococus, Diphtheroid, dan Escherichia coli.
Setelah pubertas, Lactobacillus aerophillus mendominasi, dan fermentasi
glikogen oleh bakteri berperanan untuk menjaga pH asam, yang mencegah
pertumbuhan berlebih dari organisme vagina lainnya.

Beberapa jamur, termasuk Candida albicans dapat berkembang biak


menyebabkan kandidiasis, jika pH vagina meningkat dan menurunkan daya
bersaing. Sedangkan bakteri Protozoa: Trichomonas vaginalis dapat ditemukan
pada wanita yang sehat.

Spesies Mikrobe Predominan yang Dijumpai di Berbagai Daerah


Anatomi Manusia
DAERAH MIKROORGANISME % TIMBULNYA

Kulit Staphylococcus epidermidis 85 100

S. aureus 5 25

Propionibacterium acnes 45 100

Korinebakteri (difteroid) aerobik 55

10
Hidung dan Staphylococcus epidermidis 90
nasofaring
S. aureus 20 85

Korinebakteri (difteroid) aerobik 5 80

Branhamella catarrhalis 12

Haemophillus influenzae 12

Mulut (air liur dan Staphylococcus epidermidis 75 100


permukaan gigi)
S. aureus Umum

Streptococcus mitis dan streptokokus 100


hemolitik lainnya

S. sativarius 100

peptostreptokokus banyak

Veillonella alcalescens 100

Laktobasilus 95

Actinomyces israelti Umum

Haemophillus influenzae 25 100

Bacterioides fragilis Umum

B. melaninogenicus Umum

B. oratis Umum

Fusobacterium mucleatum 15 90

Candida albicans 6 50

Treponema denticola dan T. vincentii Umum

Orofaring Staphylococcus epidermidis 30 70

S. aureus 35 40

Difteroid 50 90

11
Streptococcus pneumoniae 0 50

Streptokokus - dan nonhemolitik 25 99

Branhamella catarrhalis 10 97

Haemophillus influenzae 5 20

Neisseria meningitis 0 15

Usus halus kosong Bakteri gram positif fakultatif Jumlah nya sedikit
(jejunum) (enterococcus, lactobacilus, difteroid)

Candida albicans 20 40

Usus halus gelung Bagian yang jauh dapat mengandung


(ileum) sejumlah kecil Enterobacteriaceae dan
bakteri anaerobik gram negatif

Usus besar Basilus gram negatif: 100


Bacteroides fragilis,
B. melaninigenicus,
B. oralis,
Fusobacterium,
F. necrophorum

Bakteri gram positif

Clostridium perfringens 20 60

Eubacterium limosum 25 35

Bifidobacterium bifidum 30 70

Peptostreptokokus 30 70

12
Escherichia coli 100

Klebsiella spp 40 80

Enterobacter spp 40 80

Proteus spp 5 55

Candida albicans 15 30

Vagina dan leher Laktobasilus 50 75


rahim
Bacteroides spp 60 80

Clostridium spp 15 30

Peptostreptokokus 30 40

Difteroid 45 75

Staphylococcus epidermidis 35 80

Streptokokus kelompok D 30 80

Enterobacteriaceae 18 40

Candida albicans 30 50

Trichomonas vaginalis 10 25

Tabel 2. Spesies mikrobe predominan yang dijumpai di berbagai daerah


anatomi manusia

2.4 DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF FLORA NORMAL PADA TUBUH


MANUSIA

Mikroba yang terdapat dalam tubuh manusia selalu memiliki dampak baik
positif maupun negatif. Adapun dampak-dampak tersebut adakala sebagai berikut:

1. Dampak Positif Flora Normal Manusia

Flora yang hidup di bagian tubuh tertentu pada manusia mempunyai peran
penting dalam mempertahankan kesehatan dan hidup secara normal. Beberapa
anggota flora tetap di saluran pencernaan mensintesis vitamin K dan penyerapan
berbagai zat makanan. Flora yang menetap diselaput lendir (mukosa) dan kulit

13
dapat mencegah kolonialisasi oleh bakteri patogen dan mencegah penyakit akibat
gangguan bakteri. Mekanisme gangguan ini tidak jelas. Mungkin melalui
kompetisi pada reseptor atau tempat pengikatan pada sel penjamu, kompetisi
untuk zat makanan, penghambatan oleh produk metabolik atau racun,
penghambatan oleh zat antibiotik atau bakteriosin (bacteriocins). Supresi flora
normal akan menimbulkan tempat kosong yang cenderung akan ditempati oleh
mikroorganisme dari lingkungan atau tempat lain pada tubuh.

2. Dampak Negatif Flora Normal Manusia

Flora normal juga dapat menimbulkan penyakit pada kondisi tertentu.


Berbagai organisme ini tidak bisa tembus (non-invasive) karena hambatan-
hambatan yang diperankan oleh lingkungan. Jika hambatan dari lingkungan
dihilangkan dan masuk ke dalam aliran darah atau jaringan, organisme ini menjadi
patogen.

Sebuah potensi risiko menyebar ke daerah tubuh yang normalnya


steril tubuh, yang dapat terjadi dalam berbagai situasi, misalnya, saat usus
berlubang atau cedera kulit atau pencabutan gigi (streptokokus viridans bisa
masuk aliran darah) atau Escherichia coli dari perianal naik ke uretra, yang
menyebabkan infeksi saluran kemih.

2.5 PATOGENITAS

Patogen adalah organisme atau mikroorganisme yang


menyebabkan penyakit pada organism lain. Patogenesis adalah
mekanisme infeksi dan mekanisme perkembangan penyakit. Infeksi adalah invasi
inang oleh mikroba yang memperbanyak dan berasosiasi dengan jaringan inang.
Infeksi berbeda dengan penyakit.

Mekanisme Patogenitas

Mikroorganisme yang secara tetap terdapat pada permukaan tubuh bersifat


komensal. Permukaan pada bagian tubuh tertentu bergantung pada faktor -faktor
bioklogis seperti suhu, kelembaban dan tidak adanya nutrisi tertentu serta zat-zat

14
penghambat. Keberadaan flora tersebut tidak mutlak dibutuhkan untuk
kehidupan karena hewan yang dibebaskan (steril) dari flora tersebut, tetap bias
hidup. Flora yang hidup di bagian tubuh tertentu pada manusia mempunyai peran
penting dalam mempertahankan kesehatan dan hidup secara normal. Beberapa
anggota flora tetap di saluran pencernaan mensintesis vitamin K dan penyerapan
berbagai zat makanan.

Contoh contoh Bakteri patogen pada saluran pencernaan

1. Escherichia coli

Gambar 3. Escherichia coli

Habitat

Habitat utama Escherichia coli adalah dalam saluran pencernaan .

Virulensi dan Infeksi

Penyebab diare dan Gastroenteritis (suatu peradangan pada saluran usus). Infeksi
melalui konsumsi air atau makanan yang tidak bersih. Racunnya dapat
menghancurkan sel-sel yang melapisi saluran pencernaan dan dapat memasuki
aliran darah dan berpindah ke ginjal dan hati. Menyebabkan perdarahan pada
usus, yang dapat mematikan anak-anak dan orang tua.

15
Patogenesis

Untuk Escherichia coli, penyakit yang sering ditimbulkan adalah diare. E.


coli sendiri diklasifikasikan berdasarkan sifat virulensinya dan setiap grup
klasifikasinya memiliki mekanisme penularan yang berbeda-beda.

E. Coli Enteropatogenik (EPEC)


E. Coli Enterotoksigenik (ETEC)
E. Coli Enterohemoragik (EHEC)
E. Coli Enteroinvansif (EIEC)
E. Coli Enteroagregatif (EAEC)

Penularan

Penularan pada bakteri ini adalah dengan kontak dengan tinja yang terinfeksi
secara langsung, seperti :

Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari
oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor
Tidak mencuci tangan dengna bersih setelah selesai buang air besar atau
membersihkan tinja yang terinfeksi, sehingga kontaminasi perabotan dan alat-
alat yang dipegang.

2. Bacillus cereus

Habitat

Sangat umum berada di dalam tanah dan tumbuh-tumbuhan.

Virulensi dan Infeksi

Ada dua jenis penyakit yang berhubungan dengan Bacillus cereus. Yang
paling umum adalah penyakit diare disertai dengan sakit perut.
Jenis penyakit kedua adalah penyakit yang menyebabkan muntah sering
dikaitkan dengan konsumsi beras tidak benar didinginkan setelah memasak.

16
3. Shigella sp.

Habitat

Habitat pada Shigella sp. ini adalah saluran pencernaan manusia. Dia dapat
tumbuh subur di usus manusa.

Virulensi dan Infeksi

Bakteri Shigella sp. dalam infeksinya melewati fase oral. Bakteri ini mampu
mengeluarkan toksin LT. Bakteri ini mampu menginvasi ke epitel sel mukosa
usus halus, berkembang biak di daerah invasi tersebut.

Patogenesis

Shigella mempenetrasi intraseluler epitel usus besar


Terjadi perbanyakan bakteri
Menghasilkan edotoksin yang mempunyai kegiatan biologis
S. dysenteriae menghasilkan eksotoksin yang mempunya sifat neorotoksik dan
enterotoksik.

Penularan

Infeksi Shigella sp. dapat diperoleh dari makanan yang sudah terkontaminasi,
walaupun keliatannya makanan itu terlihat normal. Air pun juga dapat menjadi
salah satu hal yang terkontaminas dengan bakteri ini.

4. Salmonella sp.

Habitat

Terdapat pada kolam renang yang belum diklorin, jika terkontaminasi melalui
kulit, akan tumbuh dan berkembang pada saluran pencernaan manusia.

17
Infeksi

Masuk ke tubuh orang melalui makanan atau minuman yang tercemar bakteri ini.
Akibat yang ditimbulkan adalah peradangan pada saluran pencernaan sampai
rusaknya dinding usus.

Patogenesis

Menghasilkan toksin LT.


Invasi ke sel mukosa usus halus.
Tanpa berproliferasi dan tidak menghancurkan sel epitel.
Bakteri ini langsung masuk ke lamina propria yang kemudian menyebabkan
infiltrasi sel-sel radang.

Penularan

Melalui makanan yang erat kaitannya dengan perjamuan makanan. Terjadi sakit
perut yang mendadak. Jadi, melalui kontak makanan yang terjangkit atau
terkontaminasi bakteri.

18
BAB III

PENUTUP

3.1 SIMPULAN

Flora normal atau mikrobiota adalah kumpulan mikroorganisme yang umum


ditemukan secara alamiah pada orang sehat dan hidup rukun berdampingan
dalam hubungan yang seimbang dengan host-nya (inangnya). Mikroba tidak
hanya terdapat dalam lingkungan saja, tetapi juga di dalam tubuh manusia dan
umumnya tidak merugikan, mikroba inilah yang disebut flora normal.

Flora normal dapat di temukan pada kulit, mulut, vagina, telinga, hidung,
usus besar, usus halus, mata, dan anggota tubuh lainnya. Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi kehadiran flora normal pada tubuh manusia adalah nutrisi,
kebersihan seseorang (berapa seringnya dibersihkan), kondisi hidup dan
penerapan prinsip-prinsip kesehatan.

Dampak yang ditimbulkan dari flora normal manusia ada 2 yaitu positif
dan negatif. Dampak positif yaitu beberapa anggota flora tetap di saluran
pencernaan mensintesis vitamin K dan penyerapan berbagai zat makanan. Flora
yang menetap diselaput lendir (mukosa) dan kulit dapat mencegah kolonialisasi
oleh bakteri patogen dan mencegah penyakit akibat gangguan bakteri. Dampak
negatifnya dapat menyebabkan usus berlubang atau cedera kulit atau
pencabutan gigi (streptokokus viridans bisa masuk aliran darah) atau Escherichia
coli dari perianal naik ke uretra, yang menyebabkan infeksi saluran kemih.

3.2 SARAN

Flora normal pada tubuh manusia ada yang menguntungkan dan ada yang
merugikan. Berdasarkan hal tersebut, saran yang diberikan penulis antara lain,
apabila kita terinfeksi oleh flora normal yang berasal dari luar tubuh dan
menyebabkan penyakit, maka hendaknya segeralah pergi ke rumah sakit untuk
mendapatkan penangan medis.

19
DAFTAR PUSTAKA

Ayyub. 2013. Flora Normal Tubuh Manusia. http://ayyub2201.blogspot.co.id

Djajaningrat, Husjain. dan Misnadiarly. 2014. Mikrobiologi untuk Klinik dan


Laboratorium. Jakarta: Rineka Cipta

Maulana, Ilham. 2013. Mikroflora Normal pada Manusia.


http://ilhammaulana24.blogspot.co.id

Pelczar, Michael. Dan Chan. 1988. Dasar Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Penerbit
Universitas Indonesia

Yanrustan. 2015. Mikrobiologi Flora Normal. http://yanrustan93.blogspot.co.id

20