Anda di halaman 1dari 3

DASAR TEORI PRAK.

5 VALIDASI LAF
Validasi merupakan suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa
setiap bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang
digunakan dalam produksi dan pengawasan akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan
(Voight, 1995).

Dalam pelaksanaan validitas, prinsip penetapan kadar dianggap cocok untuk


prosedur yang ditetapkan. Validitas dimaksudkan untuk mengetahui ketelitian dan ketetapan
kadar tetapi bukan mengenai penyebab dari penyimpangan yang diamati.
Apabila ketelitian dan ketepatan dari penetapan kadar tidak memuaskan maka
prosedur tersebut perlu ditinjau, dirancang kembali, direvisi, atau diganti.
Kalibrasi instrumen yang dipakai dalam pengujian hendaklah dilakukan secara
berkala untuk menjamin bahwa instrumaen tersebut senantiasa memberikan hasil
penimbangan atau pengukuran yang tepat (Anonim, 2001).

Laminar Air Flow ( LAF ) adalah suatu alat untuk penyaringan dan petunjuk aliran
udara pada daerah produksi untuk sediaan-sediaan steril yang berguna dalam menurunkan
kemungkinan pengotoran (Ansel, 2005).

Sterilisasi ialah proses yang dirancang untuk menciptakan keadaan steril. Secara
tradisional keadaan steril adalah kondisi mutlakyang tercipta sebagai akibat penghancuran
dan penghilangan semua mikroorganisme hidup.

Validasi proses sterilisasi


Semua proses sterilisasi (termal, kimiawi, radiasi, dan filtrasi) dirancang untuk
menghancurkan atau mengurangi bahan pencemar mikrobiologis yang ada dalam suatu
produk. Uji resmi sterilitas suatu produk adalah suatu uji penghancur terhadap sampel
terpilih; jadi tugas membuktikan bahwa semua bagian suatu produk adalah steril harus
memakai teori probabilitas statistik (Lachman, 1989).
Kondisi aseptik dicapai jika persyaratan berikut terpenuhi:
1. Ruang kerja
Jalan masuk ke dalam ruangan yang digunakan untuk kerja aseptik, harus melalui boks yang
sekaligus mudah dibersihkan dan didisinfeksi seperti halnya ruangan yang digunakan untuk
kerja aseptik.
2. Personel
Personel yang dipercaya bekerja aseptik harus memenuhi persyaratan higienis yang sama
dengan personel yang bekerja di lalu lintas bahan makanan.
3. Proteksi Pencemaran Ulang
Bahan, sediaan dan barang harus dibedakan atas dasar kebutuhan, dilindungi dari pencemaran
ulang melalui pengemas yang terbukti dapat disterilkan dan bertahan tetap steril dan melalui
tarnsportasi bebas debu serta penyimpanan pengemas ini yang terlindung dari debu.
4. Indikator sterilisasi dan Indikator keamanan
5. Penanganan bahan sediaan dan barang yang berlainan
6. Perusakan pengotor pirogen
7. pengujian terhadap sterilitas

Pada Laminar Air Flow, terdapat 2 macam filter:


1. Pre-filter, yang menggunakan saringan pertama terhadap debu-debu dan benda-benda yang
kasar. Pori-porinya kira-kira 5 mm sehingga efisiensinya dapat mencapai 95 mm untuk
objek-objek yang 5 mm.
2. HEPA filter dengan pori-pori 0.3 (m dan terdapat pada bidang keluar udara kearah
permukaan tempat kerja.
Pre-filter harus sering dibersihkan dengan cacum cleaner dan sebaiknya diganti 1 tahun
sekali. Namun HEPA filter diganti setelah melalui pemeriksaan dengan particulate count atau
dengan alat yang disebut magnehelic gauge. Laminar air flow cabinet ada yang dilengkapi
dengan lampu U.V., ada juga yang tanpa. Pada laminar air flow cabinet yang tidak dilengkapi
dengan lampu U.V., blower harus dijalankan terus menerus walaupun laminar air flow
cabinet tersebut sedang tidak dipergunakan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan
ruang kerja didalam laminar air flow tersebut. Pada laminar air flow yang dilengkapi dengan
lampu U.V., dianjurkan agar menyalakan lampu U.V. minimum 30 menit sebelum laminar air
flow digunakan. Ketika laminar air flow sedang digunakan, lampu U.V. harus dimatikan,
sedangkan blower dijalankan. Blower pada laminar air flow cabinet yang dilengkapi dengan
lampu U.V., hanya dijalankan pada saat laminar air flow sedang digunakan.
Prinsip Kerja dari Laminar Air Flow (LAF) adalah sebagai berikut :
a. Laminar Air Flow digunakan sebagai meja kerja steril untuk kegiatan inokulasi/ penanaman.
b. Laminar Air Flow mengutamakan adanya hembusan udara steril yang digerakkan oleh
blower yang disaring oleh HEPA Filter.
c. Sebelum dioperasikan Laminar Air Flow harus dinyalakan minimal 30 menit dan harus
dilakukan penyemprotan dengan alcohol agar alat dan ruang kerja tersebut terjamin
kesterilannya.
d. Pada saat melaksanakan pekerjaan, harus dinyalakan blowernya yang berfungsi sebagai
penghembus udara steril dan lampu TL sebagai penerang.
e. Agar Laminar Air Flow dapat difungsikan setiap saat, pemeliharaan dan perawatan alat harus
selalu dilakukan.

Daftar Pustaka
http://vedcablog.blogspot.com/2009/03/laminar-air-flow-cabinet-adalah-suatu.html

http://www.scribd.com/doc/28942677/Laminar-Air-Flow

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/instrumen_analisis/analisis-mikrobiologi/analisis-
mikrobiologi/

http://mediakulturjaringan.blogspot.com/2010/08/merawat-dan-mengoprasikan-
peralatan.html