Anda di halaman 1dari 46

LAPORAN KINERJA INSTANSI

PEMERINTAH (LKIP)
TAHUN 2016

PEMERINTAH KOTA BANJAR


DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA
Jl. GERILYA KOMPLEK PERKANTORAN PAMONGKORAN
KOTA BANJAR
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum SKPD


Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar dibentuk berdasarkan Peratuan Daerah Kota
Banjar Nomor 11 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Banjar. Dinas Sosial
dan Tenaga Kerja Kota Banjar sebelumnya bernama Kantor Sosial Tenaga Kerja dan
Transmigrasi yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan
kesejaheraan sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di Kota Banjar.
Struktur organisasi pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar sebagai berikut :

Gambar 1.1
Bagan Struktur Organisasi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar

KEPALA DINAS

SEKRETARIAT

JABATAN FUNGSIONAL SUB BAGIAN UMUM DAN


KEPEGAWAIAN

SUB BAGIAN KEUANGAN

SUB BAGIAN PROGRAM &


EVALUASI

BIDANG SOSIAL BIDANG TENAGA KERJA BIDANG TRANSMIGRASI

SEKSI PENGEMBANGAN SEKSI PERLINDUNGAN DAN SEKSI TRANSMIGRASI


KESEJAHTERAAN SOSIAL PENGAWASAN
KETENAGAKERJAAN
SEKSI MOBILITAS PENDUDUK
SEKSI PEMULIHAN SOSIAL
SEKSI HUBUNGAN INDUSTRIAL
SEKSI BANTUAN & DAN SYARAT KERJA
PERLINDUNGAN SOSIAL
SEKSI PENEMPATAN DAN
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA

UPTD LBS UPTD LKK

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar sebagai organisasi perangkat daerah yang
memiliki kewenngan dalam menyelenggarakan pembangunan bidang sosial, ketenagakerjaan
dan transmigrasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya tentunya perlu
mengoptimalkan berbagai sumber daya baik sumber daya manusia maupun sarana penunjang
yang dimiliki Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar dalam mencapai target kinerja selama 5
(lima) tahun. Jumlah pegawai yang ada pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar saat ini

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2015 1


sebanyak 32 orang. Untuk penjelasan lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tentang Struktur
dan Komposisi Pegawai Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar sebagai berikut :

Tabel 1.1
Komposisi Pegawai Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
Berdasarkan Jabatan Struktural
NO JABATAN JUMLAH
1 2 3
1 Eselon II 1 orang
2 Eselon III 4 orang
3 Eselon IV 13 orang
4 Pelaksana 14 orang
TOTAL 32 orang

Tabel 1.2
Komposisi Pegawai Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
Berdasarkan Pendidikan
NO TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH
1 2 3 orang
1 S2 6 orang
2 S1 13 orang
3 D3 3 orang
3 SMA 10 orang
4 SMP -
5 SD -
TOTAL 32 orang

1.2 Tugas Pokok Dan Fungsi


Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Banjar No. 11 Tahun 2008 tentang Organisasi
Perangkat Daerah Kota Banjar, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar mempunyai tugas
dan kewajiban Membantu Walikota dalam melaksanakan urusan kesejahteraan sosial,
ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Dalam menyelenggarakan tugas dan kewajiban
tersebut Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar mempunyai fungsi :
1. Perumusan kebijakan urusan pemerintahan daerah bidang sosial, ketenagakerjaan
dan ketransmigrasian
2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah bidang sosial, ketenagakerjaan dan
ketransmigrasian
3. Pembinaan urusan pemerintahan daerah bidang sosial, ketenagakerjaan dan
ketransmigrasian

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2015 2


4. Penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat bidang tenaga kerja yang
dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan
fungsinya.

1.3 Landasan Hukum


Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LkjIP) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota
Banjar Tahun 2015 ini disusun berdasarkan beberapa landasan hukum sebagai berikut :
1. Undang undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih
Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
2. Undang undang Nomor 32 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah;
3. Undang undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemeintah Daerah
Kabupaten/Kota;
5. Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2014 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah;
6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja
dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
7. Peraturan Walikota Banjar Nomor 4 Tahun 2014 Tentang RPJMD Kota Banjar Tahun
2014-2018 (tambahan Lembaran Daerah Nomor 4)
8. Keputusan Walikota Banjar Nomor 130/Kpts.122.a-Bappeda/2014 tentang
Pengesahan Rencana Strategis Organisasi Perangkat Daerah (Renstra OPD) Tahun
2014-1018 di Lingkungan Pemerintah Kota Banjar

1.4 Isu Strategis yang Dihadapi


Berdasarkan perkembangan masalah kesejahteraan sosial, ketenagakerjaan dan
ketransmigrasian di Kota Banjar, bahwa pelayanan kesejahteraan sosial, ketenagakerjaan dan
ketransmigrasian yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar sangat
dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Yang dimaksud dengan
faktor internal disini ialah kebijakan pemerintah Kota Banjar dalam bidang lain yang
sekiranya memiliki dampak atau mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak
langsung terhadap kinerja pelayanan sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang
dilaksanakan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar serta sumber daya yang dimiliki

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2015 3


oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar, sedangkan yang dimaksud dengan faktor
eksternal disini ialah kebijakan pemerintah pusat atau provinsi menyangkut pembangunan
atau penyelenggaraan kesejahteraan sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian atau
faktor-faktor lain di luar faktor internal.
Hasil penelaahan terhadap beberapa dokumen perencanaan yang terkait terhadap
penyelenggaraan kesejahteraan sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian berupa faktor
pendorong dan faktor penghambat yang perlu disikapi dengan cara menerapkan strategi
guna menindaklajuti faktor-faktor penghambat dan memanfaatkan faktor-faktor pendorong
dalam mengoptimalkan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di yang dilaksanakan oleh
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar atau dengan kata lain hal-hal tersebut merupakan
isu-isu strategis yang perlu ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial dan Tenga Kerja Kota Banjar.
Isu-isu strategis yang perlu ditindaklajuti oleh Dinas Sosial dan Tenga Kerja Kota Banjar
terkait penyelenggaraan kesejahteraan sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian sebagai
berikut :
1. Kecenderungan peningkatan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS);
2. Belum terintegrasinya penanggulangan kemiskinan;
3. Belum optimalnya penanggulangan bencana alam dan bencana sosial;
4. Belum optimalnya pendayagunaan dan pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan
Sosial (PSKS).
5. Perluasan lapangan kerja belum sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja;
6. Kualitas dan daya saing calon tenaga kerja belum sesuai kebutuhan pasar;
7. Sarana prasarana penyelenggaraan pelatihan kerja belum sesuai dengan perkembangan
kebutuhan pasar kerja;
8. Sistem informasi ketenagakerjaan belum memadai.
9. Belum tersedianya balai latihan kerja yang representatif.
10. Kesiapan tempat transmigran tidak sesuai dengan yang diharapkan
11. Kesiapan sumber daya manusia yang dikirim menjadi transmigran

1.5 Sistematika Penulisan


BAB I Pendahuluan
Menjelaskan gambaran umum Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar, tugas
pokok dan fungsi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar, landasan hukum
penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas
Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2015 4


BAB II Rencana Kinerja
Menjelaskan gambaran singkat Rencana Strategis Dinas Sosial dan Kota Banjar,
Rencana Kinerja dan Perubahan Penetapan Kinerja Tahun 2015.
BAB III Akuntabilitas Kinerja
Bab ini menyajikan uraian hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK), evaluasi
kinerja dan analisis akuntabilitas kinerja
BAB IV Penutup
Bab ini merupakan rangkuman dari capaian kinerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
Kota Banjar Tahun 2015

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2015 5


BAB II
RENCANA KINERJA

2.1 Rencana Strategis OPD


Rencana Strategis Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar adalah merupakan
dokumen yang disusun melalui proses sistimatis dan berkelanjutan serta merupakan
penjabaran dari pada Visi dan Misi Kepala Daerah yang terpilih dan terintegrasi dengan
potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Daerah yang bersangkutan, dalam hal ini
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar. Rencana Strategis Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
Kota Banjar yang ditetapkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2014
2018 ditetapkan dengan Surat Keputusan Walikota Banjar Nomor 130/Kpts.122.a-
Bappeda/2014 tentang Pengesahan Rencana Strategis Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
Tahun 2014-2018 di Lingkungan Pemerintah Kota Banjar.

A. Visi
Dalam rangka memberikan arah pandangan kedepan terkait dengan kinerja dan
peranan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar serta untuk memberikan gambaran
tentang kondisi masa depan yang ingin diwujudkan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota
Banjar, maka perlu dirumuskan visi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar yang
mencerminkankeadaan yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan. Visi dimaksud
juga diperlukan untuk menyatukan persepsi dan fokus arah tindakan dalam pelaksanaan
tugas dan fungsisetiap unit kerja dan individu serta sebagai panduan serta acuan dalam
menjalankan tugas dan fungsi dalam mencapai sasaran atau target yang ditetapkan.

Visi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar :


TERWUJUDNYA MASYARAKAT KOTA BANJAR YANG AGAMIS, SEJAHTERA DAN MANDIRI
MELALUI PENYELENGGARAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL, KETENAGAKERJAAN DAN
KETRANSMIGRASIAN

B. Misi
Sedangkan untuk mewujudkan Visi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar Tahun
2014 - 2018 tersebut diatas dilaksanakan Misi sebagai berikut :
a. Meningkatkan fasilitasi penyelenggaraan kesejahteraan sosial ketenagakerjaan dan
transmigrasi.
b. Meningkatkan Prakarsa dan Peran Aktif Masyarakat serta Jejaring Kerjasama dalam
Pembangunan Kesejahteraan Sosial, Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 6


c. Meningkatkan Kualitas Aparatur Sumber Daya manusia Bidang Kesejahteraan Sosial,
Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian.

C. Tujuan dan Sasaran Strategis


Berdasarkan Visi dan Misi, maka ditetapkan Tujuan pembangunan Kesejahteraan Sosial,
Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian sebagai berikut :
a. Meningkatkan taraf kesejahteraan sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
melalui penggalian potensi PMKS serta pelayanan kesejahteraan sosial.
b. Meningkatnya kesempatan kerja, produktifitas tenaga kerja dengan menumbuhkan jiwa
wirausaha serta perlindungan dan pengawasan tenaga kerja
c. Meningkatkan pelayanan bagi calon transmigrasi
d. Meningkatkan partisipasi aktif PSKS dan steakholder dalam usaha kesejahteraan sosial
e. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja dan kerjasama dengan
stakholder ketenagakerjaan
f. Meningkatkan kerjasama antar daerah dalam penempatan calon transmigrasi
g. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan aparatur bidang kesekretariatan, kesejahteraan sosial,
ketenagakerjaan dan transmigrasi
h. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan aparatur bidang kesekretariatan, kesejahteraan
sosial, ketenagakerjaan dan transmigrasi

Sasaran :
1 Terlaksananya pembinaan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
2 Terlaksananya pemberdayaan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
3 Terlaksananya rehabilitasi sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
4 Terlaksananya perlindungan dan jaminan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
5 Terlaksananya penempatan tenaga kerja
6 Terlaksananya pengembangan perluasan kesempatan kerja dan produktifitas tenaga kerja
7 Terlaksananya perlindungan dan pengawasan tenaga kerja
8 Terlaksananya hubungan industrial dan syarat kerja
9 Terbinanya animo calon transmigrasi
10 Terlaksananya pelatihan dasar umum bagi calon transmigrasi
11 Terlaksananya penempatan calon transmigrasi
12 Meningkatkan keberfungsian sosial PSKS
13 Meningkatkan peran aktif pilar partisipan masyarakat/relawan sosial dalam usaha kesejahteraan
sosial
14 Meningkatkan kerjasama dengan pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 7


15 Meningkatkan kerjasama dengan lembaga latihan swasta , BKK dan stakeholder ketenagakerjaan
lainnya
16 Meningkatkan peran dan fungsi lembaga kerjasama tripartit
17 Terlaksananya MoU bidang ketransmigrasian dengan daerah penempatan calon transmigrasi
18 Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang kesekretariatan
19 Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang pekerjaan sosial
20 Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang ketenagakerjaan
21 Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang ketransmigrasian

2.2 Rencana Kinerja Tahun 2016


Dalam upaya mewujudkan Visi Kota Banjar dan sebagai tolok ukur pelaksanaan
program dan kegiatan maka Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar menetapkan rencana
kinerja Tahun 2016 sebagai berikut :

2.2.1. Misi Pertama


Meningkatkan fasilitasi penyelenggaraan kesejahteraan sosial ketenagakerjaan dan
transmigrasi
Dalam rangka mencapai misi pertama, maka ditetapkan sasaran strategis sebagai
berikut :
1. Terlaksananya pembinaan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejateraan Sosial
Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Jumlah PMKS yang tertangani dan % 38,21 36,10 17,56
terlayani
2. Jumlah Fakir miskin yang % 100 100 98,34
mendapat bantuan

2. Terlaksananya pemberdayaan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Jumlah Keluarga rentan yang % 27.674,28
mendapat bantuan
2. Jumlah Kube yang mendapat % 1.333,33 1.000 800,00
bantuan

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 8


3. Terlaksananya rehabilitasi sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Jumlah Orang terlantar yang % 308,33 244,61 87,14
mendapat santunan
2. Jumlah Anak terlantar tertangani % 66,67 272,00 63,33

4. Terlaksananya perlindungan dan jaminan sosial bagi Penyandang Masalah Kesekahteraan


Sosial
Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Jumlah Lanjut usia terlantar yang % 333,33 285,71 2417,50
mendapat bantuan
2. Jumlah Lanjut usia yang % - - -
mendapat bimbingan
3. Jumlah Lanjut usia terlantar yang % - - -
terdata

5. Terlaksananya penempatan tenaga kerja


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Jumlah pencari kerja yang % 1145,14 855,56 520,81
ditempatkan
2. Jumlah pencari kerja/ penganggur % 308,58 383,79 250,00
yang mendapatkan pelatihan

6. Terlaksananya pengembangan perluasan kesempatan kerja dan produktifitas tenaga kerja


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Persentase perluasan % 75 80 100,00
kesempatan kerja
2. Persentase pengembangan % 65 70 100,00
produktifitas tenaga kerja

7. Terlaksananya perlindungan dan pengawasan tenaga kerja


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 9


CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Perusahaan yang melaksanakan % 77,15
Norma K3
2. Jumlah pemeriksaan terhadap % 90,91 86,96 58,34
perusahaan

8. Terlaksananya hubungan industrial dan syarat kerja


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Dokumen pertemuan LKS % 100,00 100,00 100,00
Tripartit
2. Pembinaan dan Peningkatan % 100,00 100,00 100,00
Kinerja LKS Tripartit

9. Terbinanya animo calon transmigrasi


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Jumlah Calon peserta % 160,00 145,72 140,00
transmigrasi
2. Jumlah Animo calon transmigrasi % 240,00 221,74 224,00

10. Terlaksananya pelatihan dasar umum bagi calon transmigrasi


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Persentase Jumlah Peserta % 90,00 100,00 100,00
pelatihan dasar calon
transmigrasi
2. Jumlah KK yang diberangkatkan % 117,65 50,00 43,48
transmigrasi

11. Terlaksananya penempatan calon transmigrasi


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan indikator
kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Dokumen kesepakatan dengan % 100,00 100,00 100,00
daerah penerima peserta
transmigrasi

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 10


2.2.2. Misi Kedua
Meningkatkan Fasilitasi Prakarsa dan Peran Aktif Masyarakat dalam
Pembangunan Kesejahteraan Sosial, Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian
Dalam rangka mencapai misi kedua, maka ditetapkan sasaran strategis
sebagai berikut :
1. Meningkatkan keberfungsian sosial PSKS
Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan
indikator kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Persentase Pembinaan PSKS % 65,00 70,00 100,00
2. Jumlah PSKS yang mendapat % 625,00 1.000,00 1.000,00
pembinaan

2. Meningkatkan peran aktif pilar partisipan masyarakat/relawan sosial dalam usaha


kesejahteraan sosial
Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan
indikator kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Jumlah Tagana yang ikut % 116,67 109,38 100,00
partisifasi
2. Persentase penyaluran % 100,00 100,00 100,00
bantuan

3. Meningkatkan kerjasama dengan pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan
indikator kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Persentase Hasil kesepakatan % 0 0 0
kelembagaan kesejahteraan
sosial

4. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga latihan swasta , BKK dan stakeholder


ketenagakerjaan lainnya
Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan
indikator kinerja sasaran sebagai berikut :

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 11


CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Jumlah LLS, BKK dan % 220,00 216,67 215,39
Steakholder yang menjalin
kerjasama
2. Persentase jumlah LLS, BKK % 100,00 100,00 100,00
yang bekerjasama
3. Jumlah peserta pelatihan yang % 0 0 0
ditempatkan
4. Persentase yang mengikuti % 100,00 100,00 100,00
pelatihan ketenagakerjaan

5. Meningkatkan peran dan fungsi lembaga kerjasama tripartit


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan
indikator kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Dokumen Rekomendasi % 300,00 300,00 150,00
pengembangan kelembagaan
ketenagakerjaan
2. Adanya rapat rapat % 100,00 100,00 75,00
koordinasi LKS Tripartit

6. Terlaksananya MoU bidang ketransmigrasian dengan daerah penempatan calon


transmigrasi
Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan
indikator kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Adanya dokumen MoU dan % 100,00 100,00 100,00
dokumen kesepakatan
dengan daerah transmigrasi
2. Pemberian paket bantuan alat % 100,00 100,00 100,00
dan bahan pertanian

2.2.3. Misi Ketiga


Meningkatkan Sumber Daya Manusia Aparatur Bidang Sosial,
Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian
Dalam rangka mencapai misi ketiga, maka ditetapkan sasaran strategis
sebagai berikut :
1. Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang kesekretariatan
Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan
indikator kinerja sasaran sebagai berikut :

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 12


CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Jumlah peserta bintek bidang % 100,00 100,00 133,33
kesekretariatan
2. Persentase jumlah pekerja di % 100,00 100,00 133,33
sekretariat yang telah
mengikuti bimtek

2. Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang pekerjaan sosial


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan
indikator kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Adanya bimbingan teknis bagi % 100,00 100,00 140,00
bidang sosial
2. Persentase jumlah pekerja di % 100,00 100,00 140,00
sosial yang telah mengikuti
bimtek

3. Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang ketenagakerjaan


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan
indikator kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Adanya bimbingan teknis bagi % 100,00 100,00 75,00
bidang ketenagakerjaan
2. Persentase jumlah pekerja di % 100,00 100,00 75,00
ketenagakerjaan yang telah
mengikuti bimtek

4. Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang ketransmigrasian


Untuk menilai keberhasilan sasaran strategis ini dapat diukur dengan
indikator kinerja sasaran sebagai berikut :
CAPAIAN CAPAIAN CAPAIAN
NO INDIKATOR SATUAN
2014 2015 2016
1. Adanya bimbingan teknis bagi % 100,00 100,00 100,00
bidang transmigrasi
2. Persentase jumlah pekerja di % 100,00 100,00 100,00
ketransmigrasian yang telah
mengikuti bimtek

2.3 Rencana Anggaran Tahun 2016


Dalam upaya mewujudkan Visi Kota Banjar dan sebagai tolok ukur pelaksanaan
program dan kegiatan maka Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar menetapkan
Anggaran Tahun 2016 sebagai berikut :

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 13


Tabel 2.1
Rencana Anggaran Tahun 2016

NO POGRAM / KEGIATAN INDIKATOR TARGET ANGGARAN

1 2 3 4 5
A Program Pelayanan Administrasi 303.407.000
Perkantoran
1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Lancarnya penyanpaian jasa surat 12 Bulan 500.000
menyurat
2 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Terpenuhinya Kebutuhan jasa 12 Bulan 60.600.000
Air dan Listrik telephone, listrik dan air
3 Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah Terjaminnya pengamanan aset 22 unit (7 unit roda 17.000.000
kendaran dinas 4, 15 unit roda 2)
4 Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Terpenuhinya persyaratan pemakaian 23 Unit (8 unit roda 4 10.250.000
Kendaraan Dinas/Operasional kendaraan sesuai dengan aturan dan 15 unit roda 2)
5 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Terwujudnya kebersihan dan 12 Bulan 29.800.000
kenyamanan lingkungan kantor
6 Penyediaan Alat Tulis Kantor Terciptanya kelancaran kegiatan 12 Bulan 25.000.000
administrasi perkantoran
7 Penyediaan Barang Cetakan dan Terpenuhinya kebutuhan barang 12 Bulan 30.257.000
Penggandaan cetakan dan pengandaan sebagai
bahan informasi dan pengarsipan
8 Penyediaan Komponen Instalasi Terwujudnya penerangan kantor 1 tahun 4.000.000
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor dengan baik
9 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga Terpenuhinya kebutuhan sarana 1 tahun 5.000.000
peralatan rumah tangga kantor
10 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Meningkatnya wawasan dan 1 tahun 10.000.000
Perundang-Undangan pengetahuan para pegawai
11 Penyediaan Makanan dan Minuman Terpenuhinya makan minum rapat 12 Bulan 22.000.000
dan tamu
12 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Terwujudnya koordinasi intansional 1 tahun 80.000.000
Luar Daerah dan meningkatkan SDM pegawai
dalam rangka pelaksanaan tupoksi
13 Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Terpenuhinya Pembayaran 12 Bulan 9.000.000
Administrasi/Teknis Perkantoran honorarium jasa tenaga pendukung
administrasi/teknis perkantoran
B Program Peningkatan Sarana dan Prasarana 272.957.000
Aparatur
1 Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Tersedianya peralatan dan 17 unit (4 lemari 96.307.000
Kantor perlengkapan kantor arsip, 1 penghancur
kertas, 1 finger scan,
1 AC, 2 PC, 2 laptop,
4 printer, 1 CCTV, 1
PABX)
2 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor Terpeliharanya gedung kantor dan 1 paket 16.650.000
gedung lain dengan baik

3 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Terpeliharaanya kendaraan dinas 1 tahun 145.000.000


Dinas/Operasional operasional dengan baik
4 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan dan Terpeliharanya 1 tahun 15.000.000
Perlengkapan Kantor peralatan/perlengkapan kantor
C Program Peningkatan Disiplin Aparatur 26.136.000
1 Pengadaan Pakaian Dinas beserta Tersedianya pakaian dinas harian 90 stel 26.136.000
perlengkapannya pegawai
D Program Peningkatan Kapasitas Sumber 10.450.000
Daya Aparatur
1 Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Tersedianya SDM aparatur yang 1 kali pelatihan, 2 10.450.000
Perundang-Undangan punya kemampuan sesuai dengan orang pengiriman
kompetensi bimtek
E Program Peningkatan Pengembangan Sistem 42.975.000
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Tersusunnya dan 1 dokumen 6.020.000
Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD terdokumentasinkannya laporan
capaian kinerja inas Sosnaker
2 Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran Terpenuhi dan 1 dokumen 6.810.000
terdokumentasikannya laporan
keuangan semester
3 Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Tersedianya dokumen Prognosisdan 1 dokumen 3.000.000
Anggaran Realisasi Anggaran Dinsosnaker tahun
2016

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 14


4 Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun Terpenuhi dsn terdokumentasikannya 1 dokumen 6.380.000
laporan keuangan akhir sebagai
bentuk pertanggungjawaban
pengguna anggaran
5 Penyusunan Perencanaan Anggaran SKPD Tersedianya Renja, RKA dan RKAP 3 dokumen 20.765.000
SKPD
F Program Pemberdayaan Fakir Miskin, 3.583.900.000
Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS) Lainnya
1 Pemberdayaan Keluarga Miskin Termonitornya Keluarga Miskin 40 KUBE 15.000.000

2 Pendampingan Program Bantuan RASKIN Terpenuhinya kebutuhan beras untuk 9686 KK / 14 Bulan 3.568.900.000
keluarga miskin
G Program Pelayanan dan Rehabilitasi 64.600.000
Kesejahteraan Sosial
1 Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan Tertanganinya pelayanan sosial 1 tahun orang 24.600.000
bagi Lanjut Usia dan Orang Terlantar terhadap lansia / jompo dan orang terlantar
terlantar
2 Pelayanan dan Perlindungan Sosial bagi Kesiapan Tagana dalam penanganan 35 orang tagana 40.000.000
Korban Bencana bencana dan terpenuhinya bantuan
korban bencana dalam bidang logistik
sesuai kriteria
H Program Pembinaan Anak Terlantar 30.000.000
Pelatihan Keterampilan dan Praktek Belajar Meningkatnya keterampilan kerja 50 orang 30.000.000
Kerja bagi Anak Terlantar dan Penanganan
kasus anak terlantar lainnya
I Program Pembinaan Para Penyandang Cacat 25.000.000
dan Trauma
1. Pendayagunaan para penyandang disabilitas Meningkatnya keberfungsian sosial 60 orang 25.000.000
dan eks trauma para penyandang disabilitas

J Program Pembinaan Eks Penyandang 36.500.000


Penyakit Sosial( Eks Narapidana,PKS,
Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya)
1 Penyuluhan sosial Tentang Bahaya Meningkatnya pemahaman tentang 1 kali kegiatan 25.000.000
Penyalahgunaan NAPZA dan Penanganan ABH bahaya penyakahgunaan Napza dan sosialisasi
terfasilitasinya pelayanan ABH
2 Pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi tuna Terlaksananya pemulangan dan 1 tahun 11.500.000
social pembinaan terhadap gepeng, tuna
susila atau WKSBM eks narkoba,
ODHA
K Program Pemantapan Kelembagaan Potensi 160.000.000
Sumber Kesejahteraan Sosial
1 Peningkatan Jejaring Kerjasama Pelaku-pelaku Meningkatnya sinergitas program dari 3 lembaga PSKS 60.000.000
Usaha Kesejahteraan Sosial Masyarakat berbagai pelaku pelaku usaha
kesejahteraan sosial
2 Penigkatan kinerja lembaga koordinasi Meningkatnya sinergitas program dan 3 kegiatan 100.000.000
kesejahteraan sosial koordinasi dari berbagai lembaga
kesejahteraan sosial
L Program Keluarga Harapan 145.600.000
1 Pendampingan Program Keluarga Harapan. Adanya pemahaman tentang program 2 kegiatan, 4 tahap 145.600.000
PKH, RTSM memahami PKH dan penyaluran, 4
menjalani komitmen PKH kecamatan
M Program Peningkatan Kualitas dan 58.000.000
Produktivitas Tenaga Kerja
1 Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Terlatihnya penganggur / pencari 16 orang 58.000.000
Pencari Kerja kerja
N Program Peningkatan Kesempatan Kerja 59.000.000
1 Pembinaan dan Penyaluran Tenaga Kerja Tersampaikannya informasi 1 kegiatan 23.000.000
Indonesia penempatan TKI kepada masyarakat
dan stake holder lainnya
2 Job Fair 2016 Terfasilitasinya informasi lowongan 1 kegiatan 36.000.000
kepada pencari kerja melalui Job Fair
O Program Perlindungan dan Pengembangan 118.000.000
Lembaga Ketenagakerjaan
1 Penetapan Usulan UMK Tahun 2017 Tersedianya dokumen usuan UMK 1 kegiatan 23.650.000
Banjar tahun 2017
2 Optimalisasi LKS Tripartit Tersedianya rekomendasi 1 kegiatan 26.350.000
pengembangan kelembagaan
ketenagakerjaan
3 Pencegahan dan penyelesaian Perselisihan Terlaksananya pemberian 1 kegiatan 15.000.000
Hubungan Industrial (HI) penghargaan ketenagakerjaan serta
terlaksananya pencegahan dan
penanganan penyelesaian
perselisihan hubungan industrial di
Kota Banjar

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 15


4 Diseminasi (K3) Terlaksananya sosialisasi K3 serta 1 kegiatan 20.000.000
pemetaan resiko bahaya K3
5 Peningkatan Kesadaran Hukum Norma Terlaksananya sosialisasi kesadaran 1 kegiatan 33.000.000
Ketenagakerjaan hukum serta pemetaan perusahaan
rawan ketenagakerjaan
P Program Manajemen Kesejahteraan Sosial 15.890.960
dan Ketenagakerjaan
1 Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial, Tersampaikannya informasi kesos, 1 kegiatan 15.890.960
Ketenagakerjaan dan Transmigrasi ketenagakerjaan dan transmigrasi
Q Program Transmigrasi Regional 70.000.000
1 Pendataan dan Pembinaan Animo Tersedianya data animo calon 100 % 5.000.000
Transmigrasi transmigran
2 Kerjasama dengan Daerah Penerima Calon Ditetapkannya rencana lokasi 1 lokasi dan 1 25.000.000
Transmigran transmigrasi dan tersedianya kesepakatan
dokumen kesepakatan bersama
dengan daerah penerima calon
3 Penempatan Calon Transmigran Dapat diberangkatkannya calon 10 KK 40.000.000
transmigran ke lokasi transmigrasi
R Program Pengendalian Mobilitas Penduduk
1 Pendataan dan Pengawasan Mobilitas Tersedianya Dokumen Data 25 Desa / Kelurahan 20.000.000
Penduduk Penduduk Pindah Datang di Kota
Banjar

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 16


BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK)


Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan
kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengansasaran dan tujuan yang telah ditetapkan
dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi SKPD.
Pengukuran kinerja mencakup 2 (dua) aspek, yaitu :
1. Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) yang merupakan tingkat pencapaian target (rencana
tingkat capaian) dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan.
2. Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) SKPD yang merupakan tingkat pencapaian sasaran
dari masing-masing indikator sasaran yang telah ditetapkan.
Untuk melihat keberhasilan program dan kegiatan dilakukanpengukuran keberhasilan
setiap indikator. Perhitungan tingkat capaian dilakukan menggunakan membandingkan
antara target dan realisasi. Keberhasilan pencapaian sasaran program digolongkansesuai
dengan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3.1
Nilai Akuntabilitas Kinerja
Peringkat AA A BB B CC C D
Nilai >90-100 >80-90 >70-80 >60-70 >50-60 >30-50 0-30

3.2 Evaluasi dan Analisis Akuntabilitas Kinerja


Berdasarkan hasil pengukuran pencapaian sasaran (PPS) yang telah dilakukan, maka
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar dalam melaksanakan kegiatan di Tahun 2016
sesuai dengan kinerja/rencana kerja tahunan telah ditargetkan dalam RENSTRA dan
RENCANA KERJA dimana telah dilaksanakan Program Kegiatan dengan pencapaian sasaran
sebagai berikut :

Sasaran 1 : Terlaksananya pembinaan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan


Sosial.
Sasaran Terlaksananya pembinaan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ini
memiliki dua indikator yaitu :
1. Jumlah PMKS yang tertangani dan terlayani
2. Jumlah Fakir Miskin yang mendapat bantuan.

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 17


Tabel 3.2
Capaian Sasaran Terlaksananya pembinaan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Jumlah PMKS yang tertangani dan Terlayani 985 173 17,56
2) Jumlah Fakir Miskin yang mendapat bantuan 9.850 9.686 98,34

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan


adalah sebagai berikut :
A. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
1. Pemberdayaan Keluarga Miskin
Kegiatan Pemberdayaan Keluarga Miskin pada tahun 2016 adalah dengan
melakukan Monitoring dan evaluasi yang bertujuan untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesejahteraan sosial terutama terhadap pelaksanaan kegiatan program
pemberdayaan keluarga fakir miskin. Dengan Monitoring dan evaluasi diketahui
progres pelaksanaan kegiatan baik keberhasilan, permasalahan serta langkah - langkah
yang telah diambil dalam pemecahan permasalahan, sehingga berguna bagi
pelaksanaan kegiatan pada masa yang akan datang, Indikator yang diamati dari
meningkatnya kesejahteraan keluarga miskin adalah penguasaan lahan (keluarga),
tingkat pendapatan keluarga, pendidikan anak, perumahan (milik sendiri atau sewa),
kesempatan kerja dan kendaraan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi dan pengembangan
Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam meningkatkan aktivitas usaha kelompok
tersebut agar usaha yang dijalankan dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Peserta kegiatan ini berjumlah 40 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan anggota
sebanyak 400 KK (KBS) baik para anggota berikut pengurus KUBE Fakir Miskin yang
telah terbentuk di Kota Banjar.
2. Pendampingan Rastra
Kemiskinan merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh banyak negara,
terutama bagi negara yang sedang berkembang. Masalah kemiskinan haruslah
ditangani secara serius oleh pemerintah. Penanggulangan kemiskinan merupakan
kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakukan terhadap orang, keluarga, kelompok
dan atau masyarakat yang mempunyai atau tidak mempunyai sumber mata
pencaharian dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi keluarganya. Oleh
karena itu, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mencapai kesejahteraan

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 18


masyarakatnya , yang salah satunya dilakukan dengan pemberian subsidi seperti
pemberian beras miskin ( Raskin ).
Program Bantuan Raskin merupakan subsidi pangan sebagai upaya dari
Pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan
pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras yang diharapkan mampu
menjangkau keluarga miskin. Pelaksanaan distribusi Raskin merupakan tanggung jawab
dua lembaga, yakni Bulog dan pemerintah daerah (pemda). Program ini diadakan
untuk membantu mencukupi kebutuhan pangan bermasyarakat yang berpendapatan
rendah. Tujuan program ini adalah untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah
Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan beras. Sasaran
program ini adalah berkurangnya beban pengeluaran RTS dalam mencukupi kebutuhan
pangan beras melalui penyaluran beras bersubsidi dengan alokasi sebanyak 15
kg/bulan/RTS. Pada tahun 2016 telah disalurkan beras kepada 9.686 RTS selama 14
bulan.

B. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial


1. Pemulangan dan Rehabilitasi Sosial bagi Tuna Sosial
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pembinaan sosial dan memfasilitasi
kegiatan usaha serta penanganan tuna sosial (gelandangan, pengemis, ODHA, WPS dan
BWBLP) secara berkesinambungan dan terencana dengan baik. Selama tahun 2016 telah
dilaksanakan razia sebanyak 4 (empat) kali dengan gelandangan dan pengemis yang
terjaring sebanyak 24 (dua puluh empat) orang yang berasal dari dalam dan luar Kota
Banjar. Sedangkan untuk penerima bantuan UEP berupa Susu berjumlah 3 (tiga) orang
anak dari penderita HIV AIDS dan ODHA yang tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan
dasar bagi bayi dari ODHA, agar idak tertular dari orang tuanya yang menderita HIV AIDS
2. Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan Sosial bagi Lanjut Usia dan Orang Terlantar
Maksud diadakannya kegiatan ini diantaranya adalah untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas peran lanjut usia, keluarga dan masyarakat dalam
penyelenggaraan kegiatan pelayanan sosial bagi lanjut usia dan terlayaninya
pemulangan orang terlantar diperjalanan. Pelayanan pada lansia terlantar dilaksanakan
melalui Pemberian jaminan hidup bagi 1.000 lansia, akan tetapi alokasi setiap
Desa/Kelurahan masing masing berbeda jumlah yang telah ditentukan oleh Bagian
Kessos Setda Kota Banjar, untuk Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sendiri hanya bertugas
memverifikasi proposal yang telah masuk agar bantuan sosial tersebut dapat diterima
dan tepat sasaran serta apakah calon penerima bantuan tersebut telah sesuai dengan
kriteria yang ditetapkan dan setelah dilakukan verifikasi dapat direalisasikan sebanyak

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 19


967 lanjut usia dan 33 orang lansia yang tidak teralisasikan karena tidak memenuhi
kriteria atau pindah domisili sebanyak 2,9 % dari total alokasi seluruhnya Sedangkan
untuk pelayanan pemulangan orang terlantar diperjalanan melalu pembuatan surat
untuk melanjutkan perjalanan yang ditujukan kepada Kepala UPTD Terminal Kota Banjar
untuk selanjutnya dapat difasilitasi melanjutkan perjalanan pulang atau pulang ke
tempat asalnya dengan diberikan uang saku sebanyak 1 (satu) kali. Selama tahun 2016
telah diakukan fasilitasi pemulangan orang terlantar sebanyak 61 orang dipulangkan
ketempat tujuan masing-masing.

C. Program Pembinaan Anak Terlantar


1. Pelatihan Keterampilan dan Praktek Belajar Kerja bagi Anak Terlantar
Kegiatan Pelatihan Keterampilan dan Praktek Belajar Kerja Bagi Anak Terlantar
dan Penanganan Kasus Anak Terlantar Lainnya dilaksanakan dengan maksud
meningkatkan fungsi sosial anak terlantar di lingkungan masyarakat serta menambah
kemampuan baik dari aspek pengetahuan maupun keterampilan, agar mereka dapat
lebih optimal menggali potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan harkat dan
martabat kemanusiaan bagi anak terlantar serta berperan dalam
pembangunan.Kegiatan ini pada Tahun 2016 berupa :
a. Pelaksanaan bimbingan fisik, mental, sosial dan pelatihan keterampilan remaja
putus sekolah terlantar yang dilaksanakan di :
- Balai Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR) Cibabat-Cimahi selama 4
(empat) bulan dimulai bulan Maret 2016 sampai dengan bulan Juni 2016
sebanyak 6 (enam) orang peserta.
- Rumah Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (RPSBR) Ciganjeng-Pangandaran
sebanyak 9 (sembilan) orang peserta.
b. Untuk penanganan Kasus dan bimbingan sosial bagi anak terlantar lainnya sebayka
53 klien yaitu :
- Korban Keterlantaran
- Pelaku pencurian 5 klien
- Pelaku pencabulan 7 klien
- Korban pencabulan 35 klien
Sedangkan kegiatan lainnya yang dilaksanakan yaitu sosialisasi tentang pengasuhan
anak dan perlindungan anak yang ada di lingkungan LKSA Faturohman, Al Abror dan Al
Inganah.

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 20


D. Program Pembinaan Anak Para Penyandang Cacat dan Trauma
1. Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma
Penyandang cacat (Disabilitas) dan eks trauma sebagai bagia dari masyarakat
yang mempunyai kedudukan , hak, kewajiban dan peran yang sama dengan masyarakat
normal lainnya, untuk mewujudkannya diperlukan sarana dan upaya yang memadai
sehingga dapat menjadikan kemandirian dan kesejahteraan bagi penyandang
Disabilitas, karena itu untuk meningkatkan motivasi dalam melaksanakan peran dan
fungsinya di masyarakat diselenggarakan kegiatan pendayagunaan para penyandang
Disabilitas dan eks trauma sebagai upaya Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar
untuk mendayagunakan potensi diri mereka dalam keterbatasan fisik dan psikologis
yang mereka miliki.
Pada Tahun 2016 telah dilaksanakan kegiatan pendayagunaan para penyandang
Disabilitas dan eks trauma diantaranya :
Pengiriman peserta pelatihan ke Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas
(BRSPD) berjumlah 2 orang peserta dari 5 orang peserta diseleksi.
Pembentukan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjar yang
diikuti oleh 20 (dua puluh) orang peserta yang terdiri dari Penyandang Disabilitas
Tubuh, Disabilitas Netra dan Disabilitas Rungu Wicara.
Bantuan Usaha ekonomis produktif bagi keluarga klien penyanfang disabilitas berat
sebanyak 5 (lima) orang berupa bantuan UEP untuk mengembangkan usaha
warungan, alat alat untuk membuat makanan ringan dan alat potong rambut.
Bantuan alat bantu fisik bagi penyandang disabiitas yang masih mampu beraktivitas
namun mempunyai keterbatasan karena tidak bisa berjalan atau mendengar berupa
kursi roda, kruk dan alat bantu jalan kaki empat untuk 2 (dua) orang penyandang
disabilitas

Sasaran 2 : Terlaksananya pemberdayaan sosial bagi Penyandang Masalah


Kesejahteraan Sosial.
Sasaran Terlaksananya pemberdayaan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ini
memiliki dua indikator yaitu :
1. Jumlah Keluarga Rentan yang mendapat bantuan
2. Jumlah KUBE yang mendapat santunan

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 21


Tabel 3.3
Capaian Sasaran Terlaksananya pembinaan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Jumlah Keluarga Rentan yang mendapat bantuan 35 KK 9.686 KK 27.674,28
2) Jumlah KUBE yang mendapat santunan 5 KUBE 40 KUBE 800,00

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan adalah
sebagai berikut :
A. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
1. Pemberdayaan Keluarga Miskin melalui UEP KUBE
Kegiatan Pemberdayaan Keluarga Miskin pada tahun 2016 adalah dengan
melakukan Monitoring dan evaluasi yang bertujuan untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesejahteraan sosial terutama terhadap pelaksanaan kegiatan program
pemberdayaan keluarga fakir miskin. Dengan Monitoring dan evaluasi diketahui
progres pelaksanaan kegiatan baik keberhasilan, permasalahan serta langkah -
langkah yang telah diambil dalam pemecahan permasalahan, sehingga berguna bagi
pelaksanaan kegiatan pada masa yang akan datang, Indikator yang diamati dari
meningkatnya kesejahteraan keluarga miskin adalah penguasaan lahan (keluarga),
tingkat pendapatan keluarga, pendidikan anak, perumahan (milik sendiri atau
sewa), kesempatan kerja dan kendaraan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi dan pengembangan
Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam meningkatkan aktivitas usaha kelompok
tersebut agar usaha yang dijalankan dapat meningkatkan kesejahteraan
anggotanya. Peserta kegiatan ini berjumlah 40 Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
dengan anggota sebanyak 400 KK (KBS) baik para anggota berikut pengurus KUBE
Fakir Miskin yang telah terbentuk di Kota Banjar.
2. Pendampingan RASTRA
Kemiskinan merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh banyak negara,
terutama bagi negara yang sedang berkembang. Masalah kemiskinan haruslah
ditangani secara serius oleh pemerintah. Penanggulangan kemiskinan merupakan
kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakukan terhadap orang, keluarga,
kelompok dan atau masyarakat yang mempunyai atau tidak mempunyai sumber
mata pencaharian dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi
keluarganya. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 22


mencapai kesejahteraan masyarakatnya , yang salah satunya dilakukan dengan
pemberian subsidi seperti pemberian beras miskin ( Raskin ).
Program Bantuan Raskin merupakan subsidi pangan sebagai upaya dari
Pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan
pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras yang diharapkan mampu
menjangkau keluarga miskin. Pelaksanaan distribusi Raskin merupakan tanggung
jawab dua lembaga, yakni Bulog dan pemerintah daerah (pemda). Program ini
diadakan untuk membantu mencukupi kebutuhan pangan bermasyarakat yang
berpendapatan rendah. Tujuan program ini adalah untuk mengurangi beban
pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan
pangan beras. Sasaran program ini adalah berkurangnya beban pengeluaran RTS
dalam mencukupi kebutuhan pangan beras melalui penyaluran beras bersubsidi
dengan alokasi sebanyak 15 kg/bulan/RTS. Pada tahun 2016 telah disalurkan beras
kepada 9.686 RTS selama 14 bulan.

Sasaran 3 : Terlaksananya rehabilitasi sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan


Sosial.
Sasaran Terlaksananya rehabilitasi sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ini
memiliki dua indikator yaitu :
1. Jumlah Orang terlantar yang mendapat santunan
2. Jumlah Anak terlantar tertangani
Tabel 3.4
Capaian Sasaran Terlaksananya rehabilitasi sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Jumlah Orang terlantar yang mendapat santunan 70 orang 61 orang 87,14
2) Jumlah Anak terlantar tertangani 30 orang 19 Anak 63,33

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan adalah
sebagai berikut :
A. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
1. Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan Sosial bagi Lanjut Usia dan Orang
Terlantar
Maksud diadakannya kegiatan ini diantaranya adalah untuk meningkatkan kualitas
dan kuantitas peran lanjut usia, keluarga dan masyarakat dalam penyelenggaraan
kegiatan pelayanan sosial bagi lanjut usia dan terlayaninya pemulangan orang
terlantar diperjalanan. Pelayanan pada lansia terlantar dilaksanakan melalui

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 23


Pemberian jaminan hidup bagi 1.000 lansia, akan tetapi alokasi setiap
Desa/Kelurahan masing masing berbeda jumlah yang telah ditentukan oleh Bagian
Kessos Setda Kota Banjar, untuk Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sendiri hanya
bertugas memverifikasi proposal yang telah masuk agar bantuan sosial tersebut
dapat diterima dan tepat sasaran serta apakah calon penerima bantuan tersebut
telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dan setelah dilakukan verifikasi dapat
direalisasikan sebanyak 967 lanjut usia dan 33 orang lansia yang tidak teralisasikan
karena tidak memenuhi kriteria atau pindah domisili sebanyak 2,9 % dari total
alokasi seluruhnya Sedangkan untuk pelayanan pemulangan orang terlantar
diperjalanan melalu pembuatan surat untuk melanjutkan perjalanan yang ditujukan
kepada Kepala UPTD Terminal Kota Banjar untuk selanjutnya dapat difasilitasi
melanjutkan perjalanan pulang atau pulang ke tempat asalnya dengan diberikan
uang saku sebanyak 1 (satu) kali. Selama tahun 2016 telah diakukan fasilitasi
pemulangan orang terlantar sebanyak 61 orang dipulangkan ketempat tujuan
masing-masing.

B. Program Pembinaan Anak Terlantar


1. Pelatihan Keterampilan dan Praktek Belajar Kerja bagi Anak Terlantar
Kegiatan Pelatihan Keterampilan dan Praktek Belajar Kerja Bagi Anak Terlantar
dan Penanganan Kasus Anak Terlantar Lainnya dilaksanakan dengan maksud
meningkatkan fungsi sosial anak terlantar di lingkungan masyarakat serta menambah
kemampuan baik dari aspek pengetahuan maupun keterampilan, agar mereka dapat
lebih optimal menggali potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan harkat dan
martabat kemanusiaan bagi anak terlantar serta berperan dalam pembangunan.
Kegiatan ini pada Tahun 2016 berupa :
a. Pelaksanaan bimbingan fisik, mental, sosial dan pelatihan keterampilan remaja
putus sekolah terlantar yang dilaksanakan di :
- Balai Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR) Cibabat-Cimahi selama 4
(empat) bulan dimulai bulan Maret 2016 sampai dengan bulan Juni 2016
sebanyak 6 (enam) orang peserta.
- Rumah Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (RPSBR) Ciganjeng-Pangandaran
sebanyak 9 (sembilan) orang peserta.
b. Untuk penanganan Kasus dan bimbingan sosial bagi anak terlantar lainnya sebayka
53 klien yaitu :
- Korban Keterlantaran
- Pelaku pencurian 5 klien

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 24


- Pelaku pencabulan 7 klien
- Korban pencabulan 35 klien
Sedangkan kegiatan lainnya yang dilaksanakan yaitu sosialisasi tentang pengasuhan
anak dan perlindungan anak yang ada di lingkungan LKSA Faturohman, Al Abror dan Al
Inganah.

Sasaran 4 : Terlaksananya perlindungan dan jaminan sosial bagi Penyandang Masalah


Kesejahteraan Sosial.

Sasaran Terlaksananya perlindungan dan jaminan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan
Sosial ini memiliki tiga indikator yaitu :

1. Jumlah lanjut usia terlantar yang mendapat bantuan


2. Jumlah lanjut usia yang mendapat bimbingan
3. Jumlah Lanjut Usia terlantar yang terdata

Tabel 3.5
Capaian Sasaran Terlaksananya perlindungan dan jaminan sosial bagi Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial

NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Jumlah lanjut usia terlantar yang mendapat 40 Orang 967 Orang 2.417,50
bantuan
2) Jumlah lanjut usia yang mendapat bimbingan 40 Orang - 0
3) Jumlah Lanjut Usia terlantar yang terdata 1.350 Orang - 0

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan adalah
sebagai berikut :
A. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
1. Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan Sosial bagi Lanjut Usia dan Orang
Terlantar
Maksud diadakannya kegiatan ini diantaranya adalah untuk meningkatkan kualitas
dan kuantitas peran lanjut usia, keluarga dan masyarakat dalam penyelenggaraan
kegiatan pelayanan sosial bagi lanjut usia dan terlayaninya pemulangan orang
terlantar diperjalanan. Pelayanan pada lansia terlantar dilaksanakan melalui
Pemberian jaminan hidup bagi 1.000 lansia, akan tetapi alokasi setiap
Desa/Kelurahan masing masing berbeda jumlah yang telah ditentukan oleh Bagian
Kessos Setda Kota Banjar, untuk Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sendiri hanya
bertugas memverifikasi proposal yang telah masuk agar bantuan sosial tersebut
dapat diterima dan tepat sasaran serta apakah calon penerima bantuan tersebut

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 25


telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dan setelah dilakukan verifikasi dapat
direalisasikan sebanyak 967 lanjut usia dan 33 orang lansia yang tidak teralisasikan
karena tidak memenuhi kriteria atau pindah domisili sebanyak 2,9 % dari total
alokasi seluruhnya Sedangkan untuk pelayanan pemulangan orang terlantar
diperjalanan melalu pembuatan surat untuk melanjutkan perjalanan yang ditujukan
kepada Kepala UPTD Terminal Kota Banjar untuk selanjutnya dapat difasilitasi
melanjutkan perjalanan pulang atau pulang ke tempat asalnya dengan diberikan
uang saku sebanyak 1 (satu) kali. Selama tahun 2016 telah diakukan fasilitasi
pemulangan orang terlantar sebanyak 61 orang dipulangkan ketempat tujuan
masing-masing.

Sasaran 5 : Terlaksananya penempatan tenaga kerja.

Sasaran Terlaksananya penempatan tenaga kerja ini memiliki dua indikator yaitu :
1. Jumlah pencari kerja yang ditempatkan
2. Jumlah pencari kerja/penganggur yang mendapat pelatihan

Tabel 3.6
Capaian Sasaran Terlaksananya penempatan tenaga kerja
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Jumlah pencari kerja yang ditempatkan 370 orang 1.927 orang 520,81
2) Jumlah pencari kerja/penganggur yang mendapat 40 Orang 100 orang 250,00
pelatihan

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan adalah
sebagai berikut :
A. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
1. Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mendidik masyarakat yang masih
berstatus penganggur dan setengah pengangguran yang masih berusia produktif,
sehingga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan menyerap angka
pengangguran di sector formal maupun informal. Pada Tahun 2016 telah dilaksanakan
dua angkatan pelatihan dengan kejuruan Elektronika yang dilaksanakan langsung oleh
UPTD BLK Kota Banjar dengan jumlah peserta seluruhnya 16 orang serta telah
dilaksanakan fasilitasi pengiriman pelatihan Berbasis Kompetensi ke BLK Bekasi dan
BPKK Bandung dengan jumlah peserta seluruhnya 24 orang.

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 26


Untuk anggaran yang bersumber dari APBD Propinsi Jawa Barat juga, Dinas Sosial
dan Tenaga Kerja Kota Banjar dalam hal ini difasilitasi oleh UPTD BLK Kota Banjar telah
mengirimkan 60 orang peserta untuk pelatihan berbasis kompetensi dalam berbagai
bidang kejuruan.
B. Program Peningkatan Kesempatan Kerja
1. Pengembangan Pasar Kerja Melalui IPK dan Bursa Kerja Online
Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan informasi lowongan kerja kepada pencari
kerja. Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan ini diantaranya terfasilitasinya
pencari kerja dalam mendapatkan kartu pencari kerja/AK.1, pelaksanaan pelayanan
antar kerja baik dalam pendaftaran pencari kerja, penginformasian dan penyediaan
lowongan kerja serta seleksi dan penepatan tenaga kerja, dan fasilitasi antar kerja dan
penyuluhan bimbingan jabatan terhadap pencari kerja selama 1 (satu) tahun, dari
kegiatan ini dapat ditempatkan tenaga kerja sebanyak 1.927 orang.

Sasaran 6 : Terlaksananya pengembangan perluasan kesempatan kerja dan


produktifitas tenaga kerja.
Sasaran Terlaksananya pengembangan perluasan kesempatan kerja dan produktifitas tenaga
kerja ini memiliki dua indikator yaitu :

1. Persentase perluasan kesempatan kerja


2. Persentase pengembangan produktivitas tenaga kerja

Tabel 3.7
Capaian Sasaran Terlaksananya pengembangan perluasan kesempatan kerja dan produktifitas
tenaga kerja

NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Persentase perluasan kesempatan kerja 85 % 85 % 100,00
2) Persentase pengembangan produktivitas tenaga 70 % 70 % 100,00
kerja

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan adalah
sebagai berikut :

A. Program Pengembangan dan Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja


1. Pemberdayaan melalui Padat Karya
Tujuan utama pembuatan kebijakan ini adalah memberdayakan masyarakat yang
menganggur sehingga mereka dapat menghidupi keluarganya. Kebijakan Padat Karya
sebenarnya diperuntukkan kepada masyarakat yang tidak bisa bekerja di pedesaan

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 27


maupun perkotaan dikarenakan ketidakmampuannya untuk berkompetisi
mendapatkan pekerjaan, sehingga mereka mempunyai kemungkinan menganggur. Hal
lain yang menyebabkan pengangguran karena sifat kebanyakan orang di Indonesia
cenderung malas. Keadaan tersebut tidak diinginkan sehingga pemerintah menerapkan
kebijakan ini meskipun sampai sekarang hanya diberlakukan oleh daerah-daerah
tertentu dan dinilai belum dioptimalkan penerapannya oleh pemerintah itu sendiri.
Pada tahun 2016 melalui Dana Tugas Pembantuan APBN Kementrian Tenaga
Kerja mengalokasikan Anggaran Padat Karya untuk Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota
Banjar sehingga mampu menyerap Tenaga Kerja Penganggur dan Setengah Penganggur
sebanyak 88 orang.

B. Program Pengembangan dan Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja


1. Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Tenaga Kerja Mandiri untuk Penciptaan Wirausaha
Baru
Kegiatan Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Tenaga Kerja Mandiri untuk
Penciptaan Wirausaha Baru adalah sebuah bentuk penciptaan perluasan kerja dengan
pola pembentukan dan pembinaan tenaga kerja mandiri. Kegiatan ini merupakan usaha
perluasan kesempatan kerja yang diarahkan pada pembinaan dan pengembangan
sumber daya manusia serta penciptaan lapangan kerja baru melalui kegiatan kerja
mandiri agar dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi dirinya sendiri maupun bagi
orang lain.
Pada tahun 2016 melalui Dana Tugas Pembantuan APBN Kementrian Tenaga
Kerja mengalokasikan Anggaran Kegiatan Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Tenaga
Kerja Mandiri untuk Penciptaan Wirausaha Baru untuk Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
Kota Banjar sehingga mampu melatih Tenaga Kerja Penganggur dan Setengah
Penganggur sebanyak 120 orang.

Sasaran 7 : Terlaksananya perlindungan dan pengawasan tenaga kerja.

Sasaran Terlaksananya perlindungan dan pengawasan tenaga kerja ini memiliki dua
indikator yaitu :
1. Perusahaan yang melaksanakan norma K3
2. Jumlah pemeriksaan terhadap perusahaan

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 28


Tabel 3.8
Capaian Sasaran Terlaksananya perlindungan dan pengawasan tenaga kerja
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Perusahaan yang melaksanakan norma K3 70 Perusahaan 45 Perusahaan 77,15
2) Jumlah pemeriksaan terhadap perusahaan 120 Perusahaan 70 Perusahaan 58,34

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan


adalah sebagai berikut :
A. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan
1. Diseminasi K3
Hasil yang dicapai dari kegiatan ini yaitu terselenggaranya sosialisasi
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki
resiko tinggi kecelakaan dengan jumlah peserta 45 Perusahaan. Dengan adanya
sosialisasi ini diharapkan masing-masing pihak yaitu pekerja dan pengusaha dapat
mengetahui, memahami dan melaksanakan norma keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) .

2. Sosialisasi Kesadaran Hukum Ketenagakerjaan


Dalam kegiatan Sosialisasi Kesadaran Hukum Ketenagakerjaan Dinas Sosial dan
Tenaga Kerja Kota Banjar telah melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya :
- Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Hukum Norma Ketenagakerjaan dengan tujuan
peningkatan kesadaran hukum norma ketenagakerjaan kepada perusahaan
perusahaan yang diikuti oleh 45 Perusahaan.
- Pengawasan Ketenagakerjaan yang dilaksanakan pada 70 Perusahaan yang ada di
Kota Banjar.

Sasaran 8 : Terlaksananya hubungan industrial dan syarat kerja.

Sasaran Terlaksananya hubungan industrial dan syarat kerja memiliki dua indikator
yaitu :
1. Dokumen pertemuan LKS Tripartit
2. Pembinaan dan Peningkatan Kinerja LKS Tripartit

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 29


Tabel 3.9
Capaian Sasaran Terlaksananya hubungan industrial dan syarat kerja
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Dokumen pertemuan LKS Tripartit 4 Dokumen 4 Dokumen 100,00
2) Pembinaan dan Peningkatan Kinerja LKS Tripartit 4 Kali 4 Kali 100,00
Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan
adalah sebagai berikut :
A. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan
1. Optimalisasi LKS Tripartit
Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit Kota Banjar sebagai salah satu Lembaga
Ketenagakerjaan yang secara langsung bersentuhan dengan permasalahan
Ketenagakerjaan selalu proaktif didalam menyikapi isu isu yang berkembang di Bidang
Ketenagakerjaan. Salah satu langkah yang ditempuh untuk tahun 2016 yaitu melalui
rapat kootdinasi LKS Tripartit yang dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali diikuti oleh 21
(dua puluh satu) orang anggota tripartit.

Sasaran 9 : Terbinanya animo calon transmigrasi.

Sasaran Terbinanya animo calon transmigrasi ini memiliki dua indikator yaitu :
1. Jumlah calon peserta transmigrasi
2. Jumlah animo calon transmigrasi
Tabel 3.10
Capaian Sasaran Terbinanya animo calon transmigrasi
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Jumlah calon peserta transmigrasi 40 Orang 56 Orang 140,00
2) Jumlah animo calon transmigrasi 25 Orang 56 Orang 224,00

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan


adalah sebagai berikut :
A. Program Transmigrasi Regional
1. Pendataan dan Pembinaan Animo Transmigrasi
Pendataan dan Pembinaan animo Transmigrasi Tahun 2016 dilaksanakan pada
Bulan Februari 2016 sampai dengan Bulan Maret 2016 pada 25 Desa / Kelurahan
dengan tujuan untuk mendapatkan data animo transmigrasi masyarakat kota banjar
yang valid dan akurat serta terbinanya animo transmigrasi serta terjalinnya kerjasama

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 30


dengan aparat desa/kelurahan. Pada Tahun 2016 didapatkan animo transmigrasi
sebanyak 56 KK dengan tujuan Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera Selatan.

Sasaran 10 : Terlaksananya pelatihan dasar umum bagi calon transmigrasi.

Sasaran Terlaksananya pelatihan dasar umum bagi calon transmigrasi ini memiliki dua
indikator yaitu :
1. Persentase jumlah peserta pelatihan dasar calon transmigrasi
2. Jumlah KK yang diberangkatkan transmigrasi
Tabel 3.11
Capaian Sasaran Terlaksananya pelatihan dasar umum bagi calon transmigrasi
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Persentase jumlah peserta pelatihan dasar calon 97% 97% 100,00
transmigrasi
2) Jumlah KK yang diberangkatkan transmigrasi 23 Orang 10 Orang 43,48

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan


adalah sebagai berikut :
A. Program Transmigrasi Regional
1. Pendataan dan Pembinaan Animo Transmigrasi
Pendataan dan Pembinaan animo Transmigrasi Tahun 2016 dilaksanakan pada
Bulan Februari 2016 sampai dengan Bulan Maret 2016 pada 25 Desa / Keluarahan
dengan tujuan untuk mendapatkan data animo transmigrasi masyarakat kota banjar
yang valid dan akurat serta terbinanya animo transmigrasi serta terjalinnya kerjasama
dengan aparat desa/kelurahan. Pada Tahun 2016 didapatkan animo transmigrasi
sebanyak 60 KK dengan tujuan Sulawesi sebanyak 35 KK dan Kalimantan sebanyak 7 KK
dan Sumatera Selatan 18 KK.

2. Penempatan Calon Transmigran


Hasil yang dicapai dari kegiatan ini yaitu telah ditempatkannya transmigran asal
Kota Banjar sebanyak 10 (sepuluh) KK, dengan lokasi 10 (sepuluh) KK ke UPT. Tanabang
SP2 Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatera Selatan dan semua
calon transmigran mendapat bantuan paket berupa alat dan bibit pertanian.

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 31


Sasaran 11 : Terlaksananya penempatan calon transmigrasi.

Sasaran Terlaksananya penempatan calon transmigrasi yaitu :


1. Dokumen kesepakatan dengan daerah penerima peserta transmigrasi

Tabel 3.12
Capaian Sasaran Terlaksananya penempatan calon transmigrasi
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Dokumen kesepakatan dengan daerah penerima 1 Dokumen 1 Dokumen 100
peserta transmigrasi

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan


adalah sebagai berikut :
A. Program Transmigrasi Regional
1. Kerjasama dengan Daerah Penerima Calon Transmigran
Pada kegiatan ini telah dilaksanakan penjajagan ke daerah penerima/calon lokasi
transmigrasi yaitu ke UPT Tanabang SP2 Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir
Propinsi Sumatera Selatan yang dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2016 sampai dengan
12 Mei 2016 dan dihasilkan kesepakatan perjanjian kerjasama kedua daerah.

Sasaran 12 : Meningkatkan keberfungsian sosial PSKS.

Sasaran Meningkatkan keberfungsian sosial PSKS yaitu :


1. Persentase pembinaan PSKS
2. Jumlah PSKS yang mendapat pembinaan

Tabel 3.13
Capaian Sasaran Meningkatkan keberfungsian sosial PSKS
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Persentase pembinaan PSKS 75 % 1.000 % 1.000
2) Jumlah PSKS yang mendapat pembinaan 5 PSKS 50 PSKS 1.000

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan


adalah sebagai berikut :

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 32


A. Program Pemantapan kelembagaan potensi Sumber Kesejahteraan Sosial
1. Peningkatan Jejaring Kerjasama Pelaku-Pelaku Usaha Kesejahteraan Sosial Masyarakat
Kegiatan ini diselenggarakan guna memfasilitasi dan pelaksanaan penyelenggaraan
Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) sehingga terwujudnya peningkatan dan sinergitas
antar pelaku-pelakunya. Pada kegiatan ini telah dilaksanakan rapat daan pelatihan bagi
PSKS (TKSK, LKS, PSM dan Karang Taruna), pendampingan sosial oleh pendamping sosial
kepada PMKS yang melibatkan 50 orang pendamping sosial. Kegiatan ini lebih
menitikberatkan pada penguatan kelembagaan LKS, Pekerja Sosial Masyarakat serta
PSKS lainnya.

Sasaran 13 : Meningkatkan peran aktif pilar partisipan masyarakat/relawan sosial dalam


usaha kesejahteraan sosial.
Sasaran Meningkatkan peran aktif pilar partisipan masyarakat/relawan sosial dalam usaha
kesejahteraan sosial yaitu :

1. Persentase pembinaan PSKS


2. Jumlah PSKS yang mendapat pembinaan

Tabel 3.14
Capaian Sasaran Meningkatkan peran aktif pilar partisipan masyarakat/relawan sosial dalam
usaha kesejahteraan sosial
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Jumlah Tagana yang ikut partisipasi 35 Orang 35 Orang 100,00
2) Persentase penyaluran bantuan 100 % 100 % 100,00

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan


adalah sebagai berikut :
A. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
1. Pendampingan Program Bantuan RASKIN
Kemiskinan merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh banyak negara,
terutama bagi negara yang sedang berkembang. Masalah kemiskinan haruslah
ditangani secara serius oleh pemerintah. Penanggulangan kemiskinan merupakan
kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakukan terhadap orang, keluarga,
kelompok dan atau masyarakat yang mempunyai atau tidak mempunyai sumber
mata pencaharian dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi
keluarganya. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 33


mencapai kesejahteraan masyarakatnya , yang salah satunya dilakukan dengan
pemberian subsidi seperti pemberian beras miskin ( Raskin ).

Program Bantuan Raskin merupakan subsidi pangan sebagai upaya dari


Pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan
pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras yang diharapkan mampu
menjangkau keluarga miskin. Pelaksanaan distribusi Raskin merupakan tanggung
jawab dua lembaga, yakni Bulog dan pemerintah daerah (pemda). Program ini
diadakan untuk membantu mencukupi kebutuhan pangan bermasyarakat yang
berpendapatan rendah. Tujuan program ini adalah untuk mengurangi beban
pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan
pangan beras. Sasaran program ini adalah berkurangnya beban pengeluaran RTS
dalam mencukupi kebutuhan pangan beras melalui penyaluran beras bersubsidi
dengan alokasi sebanyak 15 kg/bulan/RTS. Pada tahun 2016 telah disalurkan beras
kepada 9.686 RTS selama 14 bulan.

B. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial


1. Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan bagi Lanjut Usia dan Orang Terlantar
Maksud diadakannya kegiatan ini diantaranya adalah untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas peran lanjut usia, keluarga dan masyarakat dalam
penyelenggaraan kegiatan pelayanan sosial bagi lanjut usia dan terlayaninya
pemulangan orang terlantar diperjalanan. Pelayanan pada lansia terlantar
dilaksanakan melalui Pemberian jaminan hidup bagi 1.000 lansia, akan tetapi alokasi
setiap Desa/Kelurahan masing masing berbeda jumlah yang telah ditentukan oleh
Bagian Kessos Setda Kota Banjar, untuk Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sendiri hanya
bertugas memverifikasi proposal yang telah masuk agar bantuan sosial tersebut
dapat diterima dan tepat sasaran serta apakah calon penerima bantuan tersebut
telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dan setelah dilakukan verifikasi dapat
direalisasikan sebanyak 967 lanjut usia dan 33 orang lansia yang tidak teralisasikan
karena tidak memenuhi kriteria atau pindah domisili sebanyak 2,9 % dari total
alokasi seluruhnya Sedangkan untuk pelayanan pemulangan orang terlantar
diperjalanan melalu pembuatan surat untuk melanjutkan perjalanan yang ditujukan
kepada Kepala UPTD Terminal Kota Banjar untuk selanjutnya dapat difasilitasi
melanjutkan perjalanan pulang atau pulang ke tempat asalnya dengan diberikan
uang saku sebanyak 1 (satu) kali. Selama tahun 2016 telah diakukan fasilitasi
pemulangan orang terlantar sebanyak 61 orang dipulangkan ketempat tujuan
masing-masing.

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 34


2. Pelayanan dan Perlindungan Sosial Bagi Korban Bencana
Kegiatan penanggulangan bencana yang ditangani oleh Dinas Sosial dan
Tenaga Kerja Kota Banjar tidak saja bencana yang disebabkan oleh kejadian alam
saja seperti Benca angin Puting beliung, banjir atau tanah longsor akan tetapi
bencana yang disebabkan oleh kelalaian manusia serta faktor lainnya juga menjadi
bagian pelayanan yang diberikan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar.
Kegiatan penangan bencana terdiri dari pra bencana, pada saat bencana dan pasca
bencana yang diantaranya pelatihan TAGANA, kesiapan logistik bufferstock
bencana, dan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB).
Dalam rangka peningkatan keterampilan dan kemampuan anggota TAGANA
Kota Banjar sebagai mitra Dinas Sosnaker maka dilaksanakan beberapa kegiatan
sebagai berikut :
- Pelatihan dan pemantapan shelter sebanyak 4 (empat) orang yang difasilitasi
oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat selama 4 (empat) hari
- Pelatihan Koordinasi dan Manajemen Tempat Pengungsian sebanyak 4 (empat)
orang TAGANA yang difasilitasi oleh International Organization For Migration
(IOM) selama 4 (empat) hari.
- Pengiriman anggota TAGANA untuk mengikuti Apel Siaga Bencana di Gedung
Sate sebanyak 25 (dua puluh lima) orang.
- Pelaksanaan Kampung Siaga Bencana selama 3 (tiga) hari yang diikuti oleh
berbagai elemen diantaranya BPBD, PMI, Tagana, Damkar, Polek dan Relawan
lainnya.

C. Program Pembinaan para Penyandang Cacat dan Eks Trauma


1. Pendayagunaan Para Penyandang Disabilitas dan Eks Trauma
Penyandang cacat (Disabilitas) dan eks trauma sebagai bagia dari masyarakat
yang mempunyai kedudukan , hak, kewajiban dan peran yang sama dengan
masyarakat normal lainnya, untuk mewujudkannya diperlukan sarana dan upaya
yang memadai sehingga dapat menjadikan kemandirian dan kesejahteraan bagi
penyandang Disabilitas, karena itu untuk meningkatkan motivasi dalam
melaksanakan peran dan fungsinya di masyarakat diselenggarakan kegiatan
pendayagunaan para penyandang Disabilitas dan eks trauma sebagai upaya Dinas
Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar untuk mendayagunakan potensi diri mereka
dalam keterbatasan fisik dan psikologis yang mereka miliki.
Pada Tahun 2016 telah dilaksanakan kegiatan pendayagunaan para
penyandang Disabilitas dan eks trauma diantaranya :

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 35


Pengiriman peserta pelatihan ke Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang
Disabilitas (BRSPD) berjumlah 2 orang peserta dari 5 orang peserta diseleksi.
Pembentukan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjar
yang diikuti oleh 20 (dua puluh) orang peserta yang terdiri dari Penyandang
Disabilitas Tubuh, Disabilitas Netra dan Disabilitas Rungu Wicara.
Bantuan Usaha ekonomis produktif bagi keluarga klien penyandang disabilitas
berat sebanyak 5 (lima) orang berupa bantuan UEP untuk mengembangkan
usaha warungan, alat alat untuk membuat makanan ringan dan alat potong
rambut.
Bantuan alat bantu fisik bagi penyandang disabiitas yang masih mampu
beraktivitas namun mempunyai keterbatasan karena tidak bisa berjalan atau
mendengar berupa kursi roda, kruk dan alat bantu jalan kaki empat untuk 2
(dua) orang penyandang disabilitas

D. Program Keluarga Harapan


1. Pendampingan Program Keluarga Harapan
Program ini bertujuan untuk membantu keluarga sangat miskin menghindari
kemiskinan dan memastikan generasi berikutnya sehat dan menyelesaikan
pendidikan dasar (SD dan SMP). PKH diarahkan untuk membantu keluarga sangat
miskin dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan, selain memberikan
kemampuan kepada keluarga untuk meningkatkan pengeluaran konsumsi.PKH
diharapkan dapat mengubah perilaku Keluarga Sangat Miskin untuk memeriksakan
ibu hamil / Nifas / Balita ke fasilitas kesehatan, dan mengirimkan anak ke sekolah
dan fasilitas pendidikan.Dalam jangka panjang, PKH diharapkan dapat memutus
mata rantai kemiskinan antar-generasi. Pada Tahun 2016 telah dilaksanakan 4 kali
kegiatan.

Sasaran 14 : Meningkatkan kerjasama dengan pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial.

Sasaran Meningkatkan kerjasama dengan pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial yaitu :


1. Persentase pembinaan PSKS
2. Jumlah PSKS yang mendapat pembinaan

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 36


Tabel 3.14
Capaian Sasaran Meningkatkan kerjasama dengan pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Persentase hasil kesepakatan kelembagaan 2 Dokumen - -
kesejahteraan sosial
tidak program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan
dikarenakan tidak adanya anggaran yang mendukung untuk mencapai sasaran tersebut.

Sasaran 15 : Meningkatkan kerjasama dengan lembaga latihan swasta, BKK dan


stakeholder ketenagakerjaan lainnya.
Sasaran Meningkatkan kerjasama dengan lembaga latihan swasta , BKK dan stakeholder
ketenagakerjaan lainnya yaitu :
1. Jumlah LLS, BKK dan Steakholder yang menjalin kerjasama
2. Persentase jumlah LLS, BKK yang bekerjasama
3. Jumlah peserta pelatihan yang ditempatkan
4. Persentase yang mengikuti pelatihan ketenagakerjaan

Tabel 3.15
Capaian Sasaran Meningkatkan kerjasama dengan lembaga latihan swasta , BKK dan
stakeholder ketenagakerjaan lainnya
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Jumlah LLS, BKK dan Steakholder yang menjalin 13 LLS/BKK 28 LLS/BKK 215,39
kerjasama
2) Persentase jumlah LLS, BKK yang bekerjasama 65 % 65 % 100,00
3) Jumlah peserta pelatihan yang ditempatkan 38 Orang 84 Orang 221,05
4) Persentase yang mengikuti pelatihan 55 Orang 55 Orang 100,00
ketenagakerjaan

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan


adalah sebagai berikut :
A. Program Peningkatan Kesempatan Kerja
1. Pembinaan Bagi Lembaga Latihan Swasta dan Bursa Kerja Khusus
Kegiatan ini bertujuan menghimpun keberadaan lembaga latihan dan bursa kerja
khusus, menyampaikan informasi tentang peraturan mengenai kelembagaan, perijinan,
serta pembinaan kelembagaan. Untuk tahun 2016 tidak ada anggaran dari APBD Kota
Banjar untuk kegiatan tersebut tetapi tetap dijalankan sehingga masih terjalin
kerjasama dengan LLS, BKK dan Steakholder sejumlah 19 LLS dan 9 BKK yang ada di Kota
Banjar.

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 37


B. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
1. Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mendidik masyarakat yang masih
berstatus penganggur dan setengah pengangguran yang masih berusia produktif,
sehingga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan menyerap angka
pengangguran di sector formal maupun informal. Pada Tahun 2016 telah dilaksanakan
dua angkatan pelatihan dengan kejuruan Elektronika yang dilaksanakan langsung oleh
UPTD BLK Kota Banjar dengan jumlah peserta seluruhnya 55 orang serta telah
dilaksanakan fasilitasi pengiriman pelatihan Berbasis Kompetensi ke BLK Bekasi dan
BPKK Bandung dengan jumlah peserta seluruhnya 24 orang.
Untuk anggaran yang bersumber dari APBD Propinsi Jawa Barat juga, Dinas Sosial
dan Tenaga Kerja Kota Banjar dalam hal ini difasilitasi oleh UPTD BLK Kota Banjar telah
mengirimkan 60 orang peserta untuk pelatihan berbasis kompetensi dalam berbagai
bidang kejuruan.

Sasaran 16 : Meningkatkan peran dan fungsi lembaga kerjasama tripartit

Sasaran Meningkatkan peran dan fungsi lembaga kerjasama tripartit yaitu :


1. Dokumen rekomendasi pengembangan kelembagaan ketenagakerjaan
2. Adanya rapat rapat koordinasi Tripartit

Tabel 3.16
Capaian Sasaran Meningkatkan peran dan fungsi lembaga kerjasama tripartit lainnya
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Dokumen Rekomendasi pengembangan 2 Dokumen 3 Dokumen 150,00
kelembagaan ketenagakerjaan
2) Adanya rapat rapat koordinasi LKS Tripartit 4 Kali 3 Kali 75,00

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan


adalah sebagai berikut :
A. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan
1. Optimalisasi LKS Tripartit
Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit Kota Banjar sebagai salah satu Lembaga
Ketenagakerjaan yang secara langsung bersentuhan dengan permasalahan
Ketenagakerjaan selalu proaktif didalam menyikapi isu isu yang berkembang di
Bidang Ketenagakerjaan. Salah satu langkah yang ditempuh untuk tahun 2016 yaitu

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 38


melalui rapat kootdinasi LKS Tripartit yang dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali
diikuti oleh 21 (dua puluh satu) orang anggota tripartit.

Sasaran 17 : Terlaksananya MoU bidang ketransmigrasian dengan daerah penempatan


calon transmigrasi
Sasaran Terlaksananya MoU bidang ketransmigrasian dengan daerah penempatan calon
transmigrasi yaitu :
1. Adanya dokumen MoU dan Dokumen kesepakatan dengan daerah transmigrasi
2. Pemberian paket bantuan alat dan bahan pertanian

Tabel 3.16
Capaian Sasaran Terlaksananya MoU bidang ketransmigrasian dengan daerah penempatan
calon transmigrasi lainnya
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Adanya dokumen MoU dan dokumen kesepakatan 1 Dokumen 1 Dokumen 100,00
dengan daerah transmigrasi
2) Pemberian paket bantuan alat dan bahan 1 Paket 1 Paket 100,00
pertanian

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan adalah
sebagai berikut :

A. Program Transmigrasi Regional


1. Kerjasama dengan Daerah Penerima Calon Transmigran
Pada kegiatan ini telah dilaksanakan penjajagan ke daerah penerima/calon lokasi
transmigrasi yaitu ke UPT Tanabang SP2 Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir
Propinsi Sumatera Selatan yang dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2016 sampai dengan
12 Mei 2016 dan dihasilkan kesepakatan perjanjian kerjasama kedua daerah.

2. Penempatan Calon Transmigran


Hasil yang dicapai dari kegiatan ini yaitu telah ditempatkannya transmigran asal
Kota Banjar sebanyak 10 (sepuluh) KK, dengan lokasi 10 (sepuluh) KK ke UPT. Tanabang
SP2 Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatera Selatan dan semua
calon transmigran mendapat bantuan paket berupa alat dan bibit pertanian.

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 39


Sasaran 18 : Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang kesekretariatan

Sasaran Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang kesekretariatan yaitu :


1. Jumlah peserta bimtek bidang kesekretariatan
2. Persentase jumlah pekerja di sekretariat yang telah mengikuti bimtek

Tabel 3.17
Capaian Sasaran Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang kesekretariatan
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Jumlah peserta bimtek bidang kesekretariatan 6 Orang 8 Orang 133,33
2) Persentase jumlah pekerja di sekretariat yang telah 80 % 133,33 % 133,33
mengikuti bimtek

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan adalah
sebagai berikut :
A. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
1. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan
Pada kegiatan ini telah dilaksanakan Bimbingan Teknis bagi Karyawan Dinas Sosial
dan Tenaga Kerja Kota Banjar pada sekretariat baik Pejabat Eselon III, IV maupun
pelaksana, Bimbingan Teknis yang dilaksanakan berupa Bimbingan teknis tentang
Pengelolaan dan Laporan Keuangan, Pengadaan barang Jasa Pemerintah,
Penatausahaan Barang Milik Daerah serta pengelolaan umum dan Kepegawaian. Dari
kegiatan dapat terealisasi sebanyak 8 Orang.

Sasaran 19 : Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang pekerjaan sosial

Sasaran Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang pekerjaan sosial yaitu :
1. Adanya bimbingan teknis bagi bidang sosial
2. Persentase jumlah pekerja di sosial yang telah mengikuti bimtek

Tabel 3.18
Capaian Sasaran Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang pekerjaan sosial
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Adanya bimbingan teknis bagi bidang sosial 5 Orang 7 Orang 140,00
2) Persentase jumlah pekerja di sosial yang telah 80 % 140 % 140,00
mengikuti bimtek

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 40


Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan adalah
sebagai berikut :
A. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
1. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan
Pada kegiatan ini telah dilaksanakan Bimbingan Teknis bagi Karyawan Dinas Sosial
dan Tenaga Kerja Kota Banjar pada Bidang Sosial baik Pejabat Eselon III, IV maupun
pelaksana, Bimbingan Teknis yang dilaksanakan tidak membebankan anggaran dari
APBD Kota tetapi dari APBD Propinsi serta APBN, Bimbingan teknis yang diikuti
berupa Bimbingan teknis tentang Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial, Penanganan
PMKS, Orsos serta Pembinaan PSKS. Dari kegiatan dapat terealisasi sebanyak 7 Orang
pegawai.

Sasaran 20 : Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang Ketenagakerjaan

Sasaran Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang ketenagakerjaan yaitu :


1. Adanya bimbingan teknis bagi bidang Ketenagakerjaan
2. Persentase jumlah pekerja di ketenagakerjaan yang telah mengikuti bimtek

Tabel 3.19
Capaian Sasaran Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang ketenagakerjaan
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Adanya bimbingan teknis bagi bidang 8 Orang 6 Orang 75,00
ketenagakerjaan
2) Persentase jumlah pekerja di ketenagakerjaan 80 % 75 % 75,00
yang telah mengikuti bimtek

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan adalah
sebagai berikut :
A. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
1. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan
Pada kegiatan ini telah dilaksanakan Bimbingan Teknis bagi Karyawan Dinas Sosial
dan Tenaga Kerja Kota Banjar pada Bidang Ketenagakerjaan baik Pejabat Eselon III,
IV maupun pelaksana, Bimbingan Teknis yang dilaksanakan tidak membebankan
anggaran dari APBD Kota tetapi dari APBD Propinsi serta APBN, Bimbingan teknis
yang diikuti berupa Bimbingan teknis tentang Pengawas Ketenagakerjaan,
Pengelolaan Padat Karya, Bursa Kerja Online, Penerbitan Ijin PJTKI, Pemberangkatan
dan pemulangan TKI. Dari kegiatan dapat terealisasi sebanyak 6 Orang pegawai.

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 41


Sasaran 21 : Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang Ketransmigrasian

Sasaran Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang Ketransmigrasian yaitu :


1. Adanya bimbingan teknis bagi bidang Ketransmigrasian
2. Persentase jumlah pekerja di ketransmigrasian yang telah mengikuti bimtek

Tabel 3.20
Capaian Sasaran Terdidik dan terlatihnya aparatur dalam bidang ketransmigrasian
NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

1 2 3 4 5
1) Adanya bimbingan teknis bagi bidang 3 Orang 3 Orang 100,00
ketransmigrasian
2) Persentase jumlah pekerja di ketransmigrasian 65 % 100 % 100,00
yang telah mengikuti bimtek

Adapun program kegiatan yang mendukung pencapaian tersebut secara keseluruhan adalah
sebagai berikut :
A. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
1. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan
Pada kegiatan ini telah dilaksanakan Bimbingan Teknis bagi Karyawan Dinas
Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar pada Bidang Ketransmigrasian baik Pejabat
Eselon III, IV maupun pelaksana, Bimbingan Teknis yang dilaksanakan tidak
membebankan anggaran dari APBD Kota tetapi dari APBD Propinsi, Bimbingan
teknis yang diikuti berupa Bimbingan teknis tentang ketransmigrasian. Dari kegiatan
dapat terealisasi sebanyak 3 Orang pegawai.

3.3 Akuntabilitas Keuangan


Selama tahun 2016 pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka menjalankan
tugas pokok dan fungsi serta untuk mewujudkan target kinerja yang ingin dicapai Dinas
Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Kota Banjar melalui Belanja Langsung pada DPA Dinas Sosial dan Tenaga
Kerja Kota Banjar dengan total nilai keseluruhan adalah sebesar Rp. 5.042.415.960,00
sedangkan realisasi anggaran mencapai Rp. 4.540.123.849,00 atau dengan serapan dana
APBD mencapai 90,04%.
Adapun rincian pagu dan realisasi anggaran yang terkait dengan pencapaian target
kinerja dan sasaran pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar pada tahun 2016 dapat
dilihat pada tabel berikut :

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 42


Tabel 3.21
Pagu dan Realisasi Anggaran Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar
Tahun Anggaran 2016

NO PROGRAM / KEGIATAN PAGU REALISASI %

A Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 303.407.000 294.674.862 97,12


1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat 500.000 499.000 99,80
2 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 60.600.000 53.988.560 89,09
3 Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah 17.000.000 16.961.163 99,77
4 Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan 10.250.000 8.210.200 80,10
Dinas/Operasional
5 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 29.800.000 29.800.000 100,00
6 Penyediaan Alat Tulis Kantor 25.000.000 24.999.550 100,00
7 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 30.257.000 30.257.000 100,00
8 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan 4.000.000 4.000.000 100,00
Bangunan Kantor
9 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 5.000.000 5.000.000 100,00
10 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang- 10.000.000 9.961.400 99,61
Undangan
11 Penyediaan Makanan dan Minuman 22.000.000 21.998.350 99,99
12 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 80.000.000 79.999.639 100,00
13 Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi/Teknis 9.000.000 9.000.000 100,00
Perkantoran
B Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 272.957.000 271.777.549 99,57
1 Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 96.307.000 95.141.000 98,79
2 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor 16.650.000 16.640.000 99,94
3 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional 145.000.000 144.996.549 100,00
4 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan dan Perlengkapan 15.000.000 15.000.000 100,00
Kantor
C Program Peningkatan Disiplin Aparatur 26.136.000 26.136.000 100,00
1 Pengadaan Pakaian Dinas beserta perlengkapannya 26.136.000 26.136.000 100,00
D Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 10.450.000 10.450.000 74,53
1 Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang- 10.450.000 7.788.750 74,53
Undangan
E Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan 42.975.000 42.904.150 99,83
Capaian Kinerja dan Keuangan
1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi 6.020.000 6.009.500 99,83
Kinerja SKPD
2 Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran 6.810.000 6.799.500 99,85
3 Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran 3.000.000 2.979.000 99,30
4 Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun 6.380.000 6.359.000 99,67
5 Penyusunan Perencanaan Anggaran SKPD 20.765.000 20.757.150 99,96
F Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat 3.583.900.000 3.097.119.716 86,42
Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan
Sosial (PMKS) Lainnya
1 Pemberdayaan Keluarga Miskin 15.000.000 14.994.716 99,96
2 Pendampingan Program Bantuan RASKIN 3.568.900.000 3.082.125.000 86,36
G Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 64.600.000 64.543.550 99,91
1 Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan bagi Lanjut 24.600.000 24.574.800 99,90
Usia dan Orang Terlantar
2 Pelayanan dan Perlindungan Sosial bagi Korban Bencana 40.000.000 39.968.750 99,92
H Program Pembinaan Anak Terlantar 30.000.000 29.981.800 99,94
Pelatihan Keterampilan dan Praktek Belajar Kerja bagi 30.000.000 29.981.800 99,94
Anak Terlantar dan Penanganan kasus anak terlantar
lainnya
I Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma 25.000.000 24.813.594 99,25
1. Pendayagunaan para penyandang disabilitas dan eks 25.000.000 24.813.594 99,25
trauma

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 43


J Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial( Eks 36.500.000 36.309.650 99,48
Narapidana,PKS, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya)
1 Penyuluhan sosial Tentang Bahaya Penyalahgunaan 25.000.000 24.884.500 99,54
NAPZA dan Penanganan ABH
2 Pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi tuna social 11.500.000 11.425.150 99,35
K Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber 160.000.000 159.732.800 99,83
Kesejahteraan Sosial
1 Peningkatan Jejaring Kerjasama Pelaku-pelaku Usaha 60.000.000 59.905.150 99,84
Kesejahteraan Sosial Masyarakat
2 Penigkatan kinerja lembaga koordinasi kesejahteraan 100.000.000 99.827.650 99,83
sosial
L Program Keluarga Harapan 145.600.000 144.926.230 99,54
1 Pendampingan Program Keluarga Harapan. 145.600.000 144.926.230 99,54
M Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga 58.000.000 57.002.500 98,28
Kerja
1 Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja 58.000.000 57.002.500 98,29
N Program Peningkatan Kesempatan Kerja 59.000.000 58.948.875 99,91
1 Pembinaan dan Penyaluran Tenaga Kerja Indonesia 23.000.000 22.999.875 100,00
2 Job Fair 2016 36.000.000 35.949.000 99,86
O Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga 118.000.000 117.643.363 99,70
Ketenagakerjaan
1 Penetapan Usulan UMK Tahun 2017 23.650.000 23.619.877 99,87
2 Optimalisasi LKS Tripartit 26.350.000 26.304.900 99,83
3 Pencegahan dan penyelesaian Perselisihan Hubungan 15.000.000 14.961.550 99,74
Industrial (HI)
4 Diseminasi (K3) 20.000.000 19.964.450 99,82
5 Peningkatan Kesadaran Hukum Norma Ketenagakerjaan 33.000.000 32.792.586 99,37
P Program Manajemen Kesejahteraan Sosial dan 15.890.960 15.889.000 99,99
Ketenagakerjaan
1 Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial, Ketenagakerjaan 15.890.960 15.889.000 99,99
dan Transmigrasi
Q Program Transmigrasi Regional 70.000.000 69.940.560 99,92
1 Pendataan dan Pembinaan Animo Transmigrasi 5.000.000 5.000.000 100,00
2 Kerjasama dengan Daerah Penerima Calon Transmigran 25.000.000 24.996.560 99,99
3 Penempatan Calon Transmigran 40.000.000 39.944.000 99,86
R Program Pengendalian Mobilitas Penduduk 20.000.000 19.990.000 99,95
1 Pendataan dan Pengawasan Mobilitas Penduduk 20.000.000 19.990.900 99,95

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2016 44


BAB IV
PENUTUP

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LKjIP) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota
Banjar Tahun 2015 ini merupakan pertanggungjawaban tertulis atas penyelenggaraan
pemerintah yang baik (Good Governance) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar Tahun
2015. Pembuatan LKjIP ini merupakan langkah yang baik dalam memenuhi harapan
Perpres Nomor 53 Tahun 2014 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP).
Sebagai upaya untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik sebagaimana diharapkan oleh
semua pihak. LKIP Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar Tahun 2015 ini dapat
menggambarkan kinerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar dan Evaluasi terhadap
kinerja yang telah dicapai baik berupa kinerja kegiatan, maupun kinerja sasaran, juga
dilaporkan analisis kinerja yang mencerminkan keberhasilan dan kegagalan.
Pada tahun 2015 Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar menetapkan sebanyak 8
(delapan) sasaran dengan 20 (dua puluh) indikator kinerja sesuai dengan Rencana Kinerja
Tahunan dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2015 yang ingin dicapai. Secara rinci
pencapaian sasaran dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Sasaran 1 terdiri dari 1 indikator dengan nilai 96,65% atau belum mencapai target
- Sasaran 2 terdiri dari 1 indikator dengan nilai 133% atau melampaui target
- Sasaran 3 terdiri dari 1 indikator dengan nilai 106,25% atau melampaui target
- Sasaran 4 terdiri dari 5 indikator dengan nilai 116,73% atau melampaui target
- Sasaran 5 terdiri dari 9 indikator dengan nilai 115,53% atau melampaui target
- Sasaran 6 terdiri dari 1 indikator dengan nilai 100% atau sesuai target
- Sasaran 7 terdiri dari 1 indikator dengan nilai 100% atau sesuai target
- Sasaran 8 terdiri dari 1 indikator dengan nilai 100% atau sesuai target
Dari hasil pengukuran terhadap pencapaian 8 (delapan) sasaran tersebut, mayoritas
pencapaian sasaran telah mampu melampaui target. Dalam pelaksanaan program dan
kegiatan pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjar untuk mencapai target kinerja
yang ingin dicapai dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Kota Banjar Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 7.842.567.125,50 sedangkan realisasi
anggaran mencapai Rp. 7.715.523.200,00 atau dengan serapan dana APBD mencapai 98,38%.
Dengan tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Sosial dan
Tenaga Kerja Kota Banjar ini, diharapkan dapat memberikan gambaran Kinerja Dinas Sosial
dan Tenaga Kerja Kota Banjar kepada pihak-pihak terkait baik sebagai stakeholders ataupun
pihak lain yang telah mengambil bagian dengan berpartisipasi aktif untuk membangun Kota
Banjar.

LAKIP Dinas Sosnaker Tahun 2015 45