Anda di halaman 1dari 5

BBLR

Identitas Pasen (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)

Nama : By. Ny Nurhayati ETIOLOGI


TTL : 18 Mei 2017 PENATALAKSANAAN MEDIS
1. Prematur : 50 % yang diketahui
DX Medis : BBLR diantaranya:
1. Mempertahankan suhu badan KOMPLIKASI
bayi a. Kehamilan ganda
BB ketika lahir: 1501 gram
2. Pengaturan dan pengawasan 1. Gangguan pernapasan b. Hidramnion
intake nutrisi (ASI) a. Sindroma gangguan c. Perdarahan antepartum
P1A0 Prematur 34 minggu
3. Pencegahan infeksi pernapasan d. Penyakit pada wanita hamil
4. Penimbangan berat badan b. Asfiksia induksi atau persalinan
5. Pemberian oksigen c. Aspirasi mekonium prematur.
6. Pengawasan jalan nafas d. Retrolental fibroplasia 2. SGA / KMK
7. Tali pusat dalam keadaan bersih 2. Gangguan metabolik a. Kongenital
a. Hipotermi b. Infeksi
b. Hipoglikemia c. Gangguan aliran darah ke
c. Masalah pemberian ASI janin.
3. Gangguan imunitas
a. Gangguan imunologik
KLASIFIKASI BBLR PEMERIKSAAN b. Ikterus
Menurut harapan hidup: PENUNJANG/DIAGNOSTIK 4. Gangguan sistem peredaran darah
1. Bayi berat lahir rendah (BBLR), berat lahir a. Masalah perdarahan MANIFESTASI KLINIS
1. Pemeriksaan diagnostic
1.500-2,500 gram. b. Anemia
Leukosit
2. Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR), berat c. Gangguan jantung a. Berat kurang dari 2.500 gram
Hematokrit (Ht) d. Gangguan pada otak
lahir 1.000-1.500 gram. b. Panjang kurang dari 45 cm
Hemoglobin (Hb) 5. Gangguan cairan elektrolit
3. Bayi dengan berat badan ekstrim rendah c. Lingkar dada <30 cm dan
Bilirubin a. Gangguan eliminasi
(BBLER), berat lahir < 1000 gram. lingkar kepala <33 cm
Menurut masa gestasinya: Destrosix b. Distensi abdomen d. Umur kehamilan <37 minggu
1. Bayi prematur sesuai masa kehamilan (SMK) Pemantauan elektrolit ( Na, c. Gangguan pencernaan e. Kulit tipis, transparan, rambut
terdapat derajat prematuritas di golongkan K, CI. d. Gangguan elektrolit lanuago banyak, lemak
menjadi 3 kelompok: Pemeriksaan Analisa gas berkurang
a. Bayi sangat prematur (extremely prematur darah. f. Otot hipotonik lemah dan
): 24-30 minggu. 2. Pemeriksaan Penunjang pernafasan tidak teratur dapat
b. Bayi prematur sedang (moderately Pemeriksaan gula darah terd=jadi apnea
prematur ) : 31-36 minggu. Pemeriksaan darah rutin g. Ekstremitas : paha abduksi,
c. Borderline Premature : 37-38 minggu. Bayi Periksaan Ballard Scor sendi lutut fleksi
ini bersifat premature dan mature. h. Pernafasan 40-50 kali
2. Bayi prematur kecil untuk masa kehamilan permenit dan nadi 100-140x
(KMK) terdapat banyak istilah untuk per menit
menunjukkan bahwa bayi KMK dapat
menderita gangguan pertumbuhan di dalam
uterus (intra uterine growth retardation /
IUGR).
PATOFISIOLOGI
FAKTOR IBU FAKTOR JANIN

- Toksemia Gravidarum: Preeklampsia Deklampsi Prematuritas, - Kehamilan Ganda ( Gamelli )


- Kelainan Bentuk Uterus Cmis, Uterus bikorni, Inkompeten seruiks dismaturitas, - Hidralunion
- Tumor Cmis: Mioma Uteri, Sistoma SGA/KMK - Ketugan pecah dini
- Ibu yang memderita penyekit antara lain - Cacat bawaan
Akut dengan gejala panas tinggi ( Mis: Tifus Abdominalis, Malaria - Intrauteri
Kronik ( Mis: TBC, Peny, Jantung, Ojomerulonefintis, Malaria Gangguan sirkulasi
- Infeksi ( Mis:Rubeolla,Sifilis,Toksoplasmosis
- Trauma, pada masa kehamilan,antara lain: - Insufisiensi Plasenta
uretoplasenta
Fisik ( Mis:Jatuh) - Inkompatibilitasdarah ibu dan janin ( Faktor Rhesus Gol.Darah
Psikologis ( Mis : Stress) A, B, O)
- Usia Ibu pada waktu kehamilandari 20 tahun /lebih dari usia 35 tahun - Kelainan Kromosomn
- Plasenta, antara lain:Plasenta Previa, solusio Plasenta. Insufisiensi plasenta
Sebablain, Mis:Merokok

Suplai nutrient dan O2 FAKTOR PLASENTA


tidak adekuat - Plasenta Previa
- Solusio Plasenta

Gangguan pertumbuhan
intraurine

BBLR

NIC NIC
Kurangnya jaringan Imatur organ Imaturitas paru
1. Monitor tanda-tanda 1. Monitor tanda tanda
lemak di bawah kulit pencernaan
hipertermi dan vital
dan struktur kulit
hipotermi 2. Pertahankan jalan nafas
imatur Alveoli sulit
2. Rawat bayi dengan Refleks isap, telan dan
mengembang yang paten
suhu lingkungan sesuai. batuk belum sempurna
3. Hindarkan bayi kontak 3. Auskultasi suara nafas,
langsung dengan benda Resiko catat adanya suara nafas
sebagai sumber Ketidakseimbangan tambahan
dingin/panas. Intake Ketidak
Suhu Tubuh 4. Monitor suhu, warna
4. Ukur suhu bayi setiap 3 Efektifan Pola
menurun dan kelembaban kulit
jam atau kalau perlu. Nafas
5. Berikan oksigen dengan
5. Ganti popok bila basah.
metode yang sesuai.
6. Ajarkan perawatan
Intake protein
metode kangguru Ketidakseimbangan Nutrisi menurun
Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
Kurangnya imunoglobin

NIC
1. Berikan ASI/PASI dengan metode
Kurangnya NIC
yang tepat.
imunnoglobin 1. Hindari bayi dari orang-
2. Kaji maturitas refleks berkenaan
orang yang terinfeksi kalau
dengan pemberian makan (misalnya :
perlu rawat dalam incubator.
mengisap, menelan, dan batuk)
2. Cuci tangan sebelum dan
3. Timbang berat badan setiap hari Pertahanan imunologis
sesudah kontak dengan bayi.
4. Auskultasi adanya bisisng usus, kaji kurang
3. Lakukan tehnik aseptik dan
status fisik dan pernapasannya.
antiseptik bila melakukan
5. Cata intake dan output, monitor
Resiko Infeksi prosedur invasive
pemberian nutrisi.
6. Kolaborasi dalam pemberian total
parentral nutrision jika diperlukan.

Risiko/ikterus Hiperbilirubin Konjugasi bilirubin Hati


neonatus belum baik

Risiko infeksi
Sepsis piodermal Halus mudah lecet Kulit

Retoleransi mata
Retynopati Sekunder efek O2
fibroplasia

Ketidakefektifan Penyakit membrane Insuf pernapasan Vaskuler paru imatur Paru


pola napas hialin

Ketidakseimbangan Diskontiunitas Reflek menelan Imaturitas sentrum- otak


nutrisi kurang dari pemberian ASI belum sempurna sentrum vital
kebutuhan tubuh
DAFTAR PUSTAKA

Arief, N. (2008). Panduan Lengkap Kehamilan dan Kelahiran Sehat. Yogyakarta : AR Group.

Maryunani, A. (2009). Ilmu Kesehatan Anak dalam Kebidanan. Jakarta : TIM.

Nurarif, A.H & Kusuma, H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda Nic-Noc Edisi Revisi Jilid .
jogjakarta : Mediaction.