Anda di halaman 1dari 1

BAB

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

Konsultan Pembinaan Teknis Pelaksanaan

Pengembangan SPAM Perdesaan Wilayah II

4.1 PENDEKATAN

Pada bab ini, Konsultan menyusun metodologi dan program kerja berdasarkan Kerangka Acuan
dan Notulensi Hasil Rapat Penjelasan yang telah diberikan oleh Pemberi Tugas. Alokasi
sumberdaya konsultan khususnya tenaga ahli untuk pekerjaan-pekerjaan survey lapangan, diskusi
dan/atau depth interview, didasarkan atas tingkat kesulitan implementasi, yang secara keseluruhan
nantinya akan berdasarkan penugasan yang diberikan oleh Pemberi Tugas. Secara umum
pendekatan dan metodologi yang dikembangkan ini bersifat dinamis, kreatif dan fleksible sehingga
dipastikan dapat mengantisipasi setiap perubahan penugasan. Dengan pemahaman terhadap
ruanglingkup kegiatan konsultan seperti tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja dalam melakukan
kegiatan Tim Konsultan akan melakukan pekerjaan melalui beberapa pendekatan, yakni :

4.1.1 Pendekatan Berdasarkan Kebijakan dan Peraturan Yang Berlaku

Efektivitas pembangunan khusunya dalam penyediaan air minum sangat bergantung kepada
kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Berbagai peraturan perundangan pada tingkat nasional
dan daerah telah dirumuskan dalam penyediaan air minum melalui kebijakan pendanaan
pembangunan infrastruktur air minum (dana APBN dan DAK) maupun perencanaan, pelaksanaan
konstruksi (pembangunan) serta pengelolaan prasaranan dan sarana air minum. Berikut ini adalah
regulasi yang mengatur pelaksanaan pembangunan infrastruktur air minum yang menjadi acuan
dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan teknis ini:

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan;

Peraturan Pemerintah Nomor 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum;

Konsultan Pembinaan Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Perdesaan Wilayah II 4-1