Anda di halaman 1dari 73

BUPATI BATANG

PROVINSI JAWA TENGAH

PERATURAN BUPATI BATANG


NOMOR TAHUN 2015

TENTANG

PEDOMAN PENGELOLAAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH
DI KABUPATEN BATANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BATANG,

Menimbang: a. bahwa dalam rangka menyelenggarakan tata kelola


anggaran pendapatan d a n belanja sekolah secara tertib,
t a a t p a d a p e r a t u r a n p e r u n d a n g - u n d a n g a n , efektif, efisien,
ekonomis, transparan dan bertanggungjawab dengan
memperhatikan asas keadilan, kepatutan dan manfaat
u n t u k m e l a k s a n a k a n l a y a n a n p e n d i d i k a n bagi masyarakat,
perlu disusun pedoman pengelolaan anggaran pendapatan
dan belanja sekolah yang menjadi acuan penyelenggaraan
pendidikan di sekolah;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
d a l a m h u r u f a, p e r l u m e n e t a p k a n Peraturan Bupati
tentang Pedoman Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Sekolah di Kabupaten Batang;

Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1965 tentang


Pembentukan Daerah Tingkat II Batang (Lembaran Negara
Republik Indonesia T a h u n 1965 Nomor 52, Tambahan
L e m b a r a n N e g a r a R e p u b l i k I n d o n e s i a N o m o r 2 7 5 7 );
2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik
Indonesia T a h u n 1999 Nomor 75, T a m b a h a n Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
3. U n d a n g - U n d a n g N o m o r 17 T a h u n 2 0 0 3 tentang K e u a n g a n
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n 2003
Nomor 47, T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4286);
4. Undang-Undang Nomor 20 T a h u n 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 78 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4301);
5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
I n d o n e s i a T a h u n 2 0 0 4 N o m o r 5, T a m b a h a n Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
2

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang


Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia T a h u n 2004 Nomor 126, T a m b a h a n Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
7. Undang-Undang N o m o r 14 T a h u n 2 0 0 5 tentang G u r u dan
Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4586);
8. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia T a h u n 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia T a h u n 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1988 tentang
P e r u b a h a n Batas W i l a y a h K o t a m a d y a D a e r a h Tingkat II
Pekalongan, Kabupaten Daerah Tingkat II Pekalongan
dan Kabupaten Daerah Tingkat II Batang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor 42,
T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3381);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 19 T a h u n 2 0 0 5 tentang
Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 4 1 , Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun
2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor
19 T a h u n 2 0 0 5 tentang S t a n d a r Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n 2013 Nomor
71, T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5410);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 T a h u n 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia T a h u n 2005 Nomor 140, T a m b a h a n Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi, D a n Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4737);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 47 T a h u n 2008 tentang Wajib
Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n 2008
Nomor 90, T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4863);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang
Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 9 1 , Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4864);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 17 T a h u n 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran
3

Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 53,


T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 66 T a h u n 2010 tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 17 T a h u n 2 0 1 0 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran
Negara Republik Indonesia T a h u n 2010 Nomor 112,
T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5157);
16. Peraturan Presiden Nomor 54 T a h u n 2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden
Nomor 4 T a h u n 2015 tentang Perubahan Keempat Atas
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara
R e p u b l i k I n d o n e s i a T a h u n 2 0 1 5 N o m o r 5);
17. P e r a t u r a n M e n t e r i D a l a m Negeri N o m o r 13 T a h u n 2 0 0 6
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Menteri D a l a m Negeri Nomor 21 T a h u n 2 0 1 1
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam
Negeri N o m o r 13 T a h u n 2 0 0 6 t e n t a n g P e d o m a n Pengelolaan
Keuangan Daerah;
18. P e r a t u r a n M e n t e r i P e n d i d i k a n N a s i o n a l N o m o r 19 T a h u n
2 0 0 7 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah;
19. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 T a h u n
2009 tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia T a h u n
2009 u n t u k sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI),
sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah
(SMP/ MTs), sekolah menengah atas /madrasah aliyah
(SMA/MA), sekolah menengah k e j u r u a n (SMK), sekolah
dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama luar
biasa (SMPLB), dan sekolah menengah atas luar biasa
(SMALB);
20. P e r a t u r a n M e n t e r i P e n d i d i k a n Nasional N o m o r 15 T a h u n
2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar
di Kabupaten/Kota sebagaimana diubah dengan Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 23 T a h u n 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional 15 T a h u n 2 0 1 0 tentang
Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di
Kabupaten/Kota (Berita Negara Republik Indonesia T a h u n
2013 Nomor 464);
21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 44 T a h u n 2012 tentang Pungutan dan
Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan
Dasar (Berita Negara Republik Indonesia T a h u n 2012
N o m o r 66);
22. Peraturan Daerah Provinsi J a w a Tengah Nomor 4 T a h u n
2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran
Daerah Provinsi J a w a Tengah T a h u n 2012 Nomor 4,
Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor
40);
4

23. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 1 Tahun 2008


tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan
Pemerintahan Daerah Kabupaten Batang (Lembaran
Daerah Kabupaten Batang T a h u n 2008, Nomor 1 Seri E
N o m o r 1);
24. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 3 T a h u n 2008
tentang Pembentukan S u s u n a n Organisasi dan Tata Kerja
Dinas Daerah Kabupaten Batang (Lembaran Daerah
K a b u p a t e n B a t a n g T a h u n 2 0 0 8 N o m o r 3 S e r i : D N o m o r : 2)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 9 Tahun 2013
tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten
Batang Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah
Kabupaten Batang (Lembaran Daerah Kabupaten Batang
T a h u n 2 0 1 3 N o m o r 9);
25. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 3 T a h u n 2013
tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di
Kabupaten Batang (Lembaran Daerah Kabupaten Batang
T a h u n 2 0 1 3 N o m o r 3);
26. Peraturan Bupati Batang N o m o r 16 T a h u n 2014 tentang
Pendanaan Pendidikan di Kabupaten Batang (Berita Daerah
K a b u p a t e n B a t a n g T a h u n 2 0 1 4 N o m o r 16);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN


ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH DI
KABUPATEN BATANG.

BAB I
KETENTUAN U M U M

Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati iniyang dimaksud dengan:


1. P e m e r i n t a h P u s a t y a n g s e l a n j u t n y a d i s e b u t P e m e r i n t a h a d a l a h P r e s i d e n
Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara
Republik Indonesia yang dibantu oleh Wakil Presiden dan menteri
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia T a h u n 1945.
2. K e m e n t e r i a n a d a l a h K e m e n t e r i a n P e n d i d i k a n d a n K e b u d a y a a n Republik
Indonesia.
3. P e m e r i n t a h P r o v i n s i a d a l a h P e m e r i n t a h P r o v i n s i J a w a T e n g a h .
4. D a e r a h a d a l a h K a b u p a t e n Batang.
5. P e m e r i n t a h Daerah adalah Bupati sebagai unsur penyelenggara
Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.
6. B u p a t i a d a l a h B u p a t i B a t a n g .
7. D i n a s P e n d i d i k a n P e m u d a d a n O l a h r a g a K a b u p a t e n B a t a n g , yang
selanjutnya disebut Dinas adalah Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga Kabupaten Batang.
8. K e p a l a D i n a s a d a l a h K e p a l a D i n a s P e n d i d i k a n P e m u d a d a n O l a h r a g a
Kabupaten Batang.
5

9. Sekolah adalah bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan


pendidikan, meliputi Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah
Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan T a m a n Kanak-Kanak.
10. Sekolah Dasar yang selanjutnya disingkat SD adalah salah satu bentuk
satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan u m u m
pada jenjang pendidikan dasar.
11. Sekolah Menengah Pertama yang selanjutnya disingkat S M P adalah salah
satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan u m u m pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari
S D a t a u b e n t u k lain y a n g sederajat a t a u l a n j u t a n dari hasil belajar yang
diakui sama a t a u setara SD.
12. Sekolah Menengah Atas yang selanjutnya disingkat S M A adalah salah
satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan u m u m pada jenjang pendidikan m e n e n g a h sebagai lanjutan
dari S M P a t a u b e n t u k lain y a n g sederajat a t a u l a n j u t a n dari hasil belajar
yang diakui sama atau setara SMP.
13. Sekolah Menengah Kejuruan yang selanjutnya disingkat S M K adalah
salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan k e j u r u a n pada jenjang pendidikan m e n e n g a h sebagai lanjutan
dari S M P a t a u b e n t u k lain y a n g sederajat a t a u l a n j u t a n dari hasil belajar
yang diakui sama atau setara SMP.
14. T a m a n Kanak-Kanak yang selanjutnya disingkat T K adalah salah satu
bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan
bagi a n a k u s i a 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) tahun, agar a n a k
memiliki kesiapan dalam m e m a s u k i pendidikan lebih lanjut.
15. Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk
memimpin SD, SMP, SMA, SMK, atau TK, berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
16. Komite Sekolah yang selanjutnya disebut Komite adalah lembaga mandiri
yang beranggotakan orangtua/wali peserta didik, k o m u n i t a s sekolah,
serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.
17. Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah yang disingkat R K J M adalah
dokumen perencanan dan pengembangan sekolah yang disusun untuk
jangka waktu sekurang-kurangnya empat tahun.
18. Rencana Kerja T a h u n a n Sekolah yang disingkat R K T adalah d o k u m e n
perencanaan dan pengembangan sekolah u n t u k periode satu tahun yang
merupakan penjabaran dari RKJM.
19. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah yang disingkat
RAPBS adalah rancangan penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan
sekolah d a l a m satu t a h u n pelajaran.
20. Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah yang disingkat APBS adalah
R A P B S yang telah d i m u s y a w a r a h k a n dan disetujui bersama oleh Kepala
Sekolah dan Komite serta mendapatkan pengesahan dari Dinas.
21. Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah yang disingkat RKAS adalah
rencana kegiatan dan program sekolah yang akan dilaksanakan selama
satu t a h u n anggaran, yang m e m u a t pendapatan dan belanja yang
digunakan sebagai dasar p e n y u s u n a n anggaran oleh sekolah.
22. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Sekolah adalah dokumen yang
menjabarkan secara rinci APBS yang digunakan sebagai acuan
pelaksanaan program dan kegiatan sekolah selama satu tahun.
23. Pendapatan sekolah adalah h a k yang diakui sebagai p e n a m b a h a n nilai
kekayaan bersih sekolah.
24. Belanja sekolah adalah kewajiban sekolah yang d i a k u i sebagai pengurang
kekayaan bersih sekolah.
25. Penerimaan sekolah adalah u a n g yang m a s u k ke kas sekolah.
26. Pengeluaran sekolah adalah uang yang keluar dari kas sekolah.
6

27. Pengelolaan keuangan sekolah adalah seluruh kegiatan yang meliputi


perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggung-
jawaban, dan pengawasan keuangan sekolah.
28. Penatausahaan adalah kegiatan menerima, mencatat, menyimpan,
mendokumentasikan, menyetor, membayar, dan mempertanggung-
jawabkan keuangan yang menjadi tanggungjawabanya.
29. S u r p l u s anggaran sekolah adalah selisih lebih antara pendapatan sekolah
dan belanja sekolah.
30. Defisit anggaran sekolah adalah selisih k u r a n g antara pendapatan
sekolah dan belanja sekolah.
31. Masyarakat adalah kelompok Warga Negara Indonesia non Pemerintah
yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan.
32. Warga sekolah adalah peserta didik, pendidik d a n tenaga kependidikan,
serta komite d a n masyarakat yang terkait langsung dengan kegiatan
sekolah.

B A B II
RUANG LINGKUP

Pasal 2

(1) Ruang lingkup keuangan sekolah, meliputi:


a. h a k s e k o l a h u n t u k m e n e r i m a d a n a p e n d i d i k a n y a n g b e r s u m b e r d a r i
Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Masyarakat sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. p e r e n c a n a a n p e n g e l o l a a n k e u a n g a n s e k o l a h .
c. k e w a j i b a n s e k o l a h u n t u k m e n g g u n a k a n k e u a n g a n s e k o l a h d a l a m
rangka menyelenggarakan layanan pendidikan
d. p e n e r i m a a n d a n p e n g e l u a r a n k e u a n g a n y a n g m e n j a d i p e n d a p a t a n
dan belanja sekolah.
(2) Pengelolaan keuangan sekolah, meliputi:
a. a s a s u m u m ,
b. p e r e n c a n a a n p e n g e l o l a a n k e u a n g a n s e k o l a h ,
c. k e w e n a n g a n d a n t u g a s p e n g e l o l a k e u a n g a n s e k o l a h ,
d. s t r u k t u r A P B S ,
e. p e n y u s u n a n r a n c a n g a n A P B S ,
f. penetapan APBS,
g. p e l a k s a n a a n A P B S ,
h. perubahan APBS, penatausahaan keuangan sekolah,
i. pertanggung-jawaban pelaksanaan APBS,
j. pembinaan, pengawasan, dan
k. pemeriksaan k e u a n g a n sekolah.

B A B III
ASAS U M U M

Bagian Kesatu
Asas U m u m Pengelolaan Keuangan Sekolah

Pasal 3

(1) K e u a n g a n sekolah dikelola secara tertib, taat pada p e r a t u r a n perundang-


u n d a n g a n , efektif, efisien, e k o n o m i s , t r a n s p a r a n , d a n bertanggungjawab
dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan, dan manfaat u n t u k
mencapai tujuan pembangunan pendidikan nasional di sekolah.
7

(2) Secara tertib sebagaimana d i m a k s u d p a d a a y a t (1) a d a l a l i bahwa


k e u a n g a n sekolah dikelola secara tepat w a k t u d a n tepat g u n a yang
didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat
dipertanggungjawabkan.
(3) Taat pada peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada
a y a t (1) a d a l a h b a h w a p e n g e l o l a a n k e u a n g a n s e k o l a h h a r u s b e r p e d o m a n
pada peraturan perundang-undangan.
(4) E f e k t i f s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) m e r u p a k a n pencapaian
hasil program dengan target yang telah ditetapkan dengan cara
m e m b a n d i n g k a n k e l u a r a n dengan hasil.
(5) E f i s i e n s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) m e r u p a k a n pencapaian
keluaran yang m a k s i m u m dengan m a s u k a n tertentu atau penggunaan
m a s u k a n terendah u n t u k mencapai keluaran tertentu.
(6) E k o n o m i s s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) m e r u p a k a n p e m e r o l e h a n
masukan dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga
yang terendah.
(7) T r a n s p a r a n s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) m e r u p a k a n p r i n s i p
keterbukaan yang m e m u n g k i n k a n warga sekolah untuk mengetahui dan
mendapatkan akses informasi seluas-luasnya tentang keuangan sekolah.
(8) Bertanggungjawab s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) m e r u p a k a n
perwujudan kewajiban seseorang u n t u k mempertanggungjawabankan
pengelolaan dan pengendalian sumber daya dan pelaksanaan kebijakan
yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang
telah ditetapkan.
(9) K e a d i l a n s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) a d a l a h keseimbangan
distribusi kewenangan dan pendanaanya dan /atau keseimbangan
distribusi h a k d a n kewajiban berdasarkan p e r t i m b a n g a n y a n g obyektif.
(10) K e p a t u t a n s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) a d a l a h t i n d a k a n a t a u
suatu sikap yang dilakukan dengan wajar dan proporsional.
(11) Manfaat u n t u k mencapai tujuan p e m b a n g u n a n pendidikan di sekolah
s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) a d a l a h b a h w a k e u a n g a n s e k o l a h
diutamakan u n t u k pemenuhan kebutuhan sekolah dalam rangka
melaksanakan program dan kegiatan yang berorientasi pada tujuan
p e m b a n g u n a n pendidikan nasional di sekolah.

Bagian Kedua
Asas U m u m Pengelolaan APBS

Pasal 4

(1) APBS disusun sesuai dengan k e b utuhan penyelenggaraan pendidikan di


sekolah dan k e m a m p u a n pendapatan sekolah.
(2) P e n y u s u n a n A P B S s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) b e r o r i e n t a s i
pada pemenuhan standar minimal pendidikan dan/atau standar
nasional pendidikan secara berkelanjutan u n t u k pencapaian tujuan
satuan pendidikan serta m e w u j u d k a n tujuan pembangunan nasional;
(3) P e n j o i s u n a n A P B S s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) m e n g a c u p a d a
R K T satuan pendidikan yang telah ditetapkan.
(4) A P B S d a n p e r u b a h a n A P B S ditetapkan oleh Kepala Sekolah setelah
mendapatkan persetujuan dari Komite dan pengesahan Dinas.
(5) Pelaksanaan APBS dipertanggungjawabkan oleh Kepala Sekolah kepada
Komite dan Orangtua/Wali peserta didik, serta Dinas.
(6) Pertanggungjawaban pelaksanaan APBS secara ringkas kepada
masyarakat disampaikan melalui papan p e n g u m u m a n sekolah.
8

(7) APBS merupakan dasar pengelolaan keuangan sekolah dalam masa 1


(satu) t a h u n pelajaran t e r h i t u n g m u l a i tanggal 1 (satu) J u l i s a m p a i
d e n g a n tanggal 3 0 (tiga p u l u h ) J u n i t a h u n b e r i k u t n y a .

BAB IV
PERENCANAAN PENGELOLAAN KEUANGAN SEKOLAH

Bagian Kesatu
U m u m

Pasal 5

(1) Perencanaan Pengelolaan Keuangan Sekolah dilaksanakan sebagai


penjabaran dari:
a. R K J M s e k o l a h ; d a n
b. R K T s e k o l a h .
(2) Perencanaan Pengelolaan Keuangan Sekolah harus disusun 2 (dua)
bulan sebelum t a h u n pelajaran dimulai.
(3) Perencanaan Pengelolaan Keuangan Sekolah dituangkan dalam RAPBS.

Bagian Kedua
Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah

Pasal 6

(1) R K J M disusun sekali u n t u k jangka w a k t u selama empat tahun,


(2) R K J M dievaluasi p a l i n g sedikit 2 (dua) t a h u n sekali.
(3) Perubahan R K J M dilaksanakan setelah R K J M dievaluasi.
(4) RKJM sekurang-kurangnya memuat:
a. P e n d a h u l u a n , m e l i p u t i
1. L a t a r B e l a k a n g ;
2. D a s a r H u k u m P e n y u s u n a n ;
3. M a k s u d d a n T u j u a n ;
4. H u b u n g a n a n t a r a R K J M d e n g a n D o k u m e n R e n c a n a Strategis
Pembangunan Pendidikan Daerah; dan
5. S i s t e m a t i k a P e n u l i s a n ;
b. K o n d i s i U m u m S e k o l a h
c. A n a l i s a Strategis Pengembangan Sekolah terhadap Pemenuhan
Standar Pelayanan Minimal Pendidikan dan/atau Standar Nasional
Pendidikan
d. Visi, M i s i d a n T u j u a n S e k o l a h ;
e. P r o g r a m K e r j a S e k o l a h ; m e l i p u t i :
1. S a s a r a n ;
2. Program;
3. I n d i k a t o r Keberhasilan; d a n
4. Kegiatan.
f. R e n c a n a A n g g a r a n S e k o l a h , s e l a m a e m p a t t a h u n ; d a n
g. P e n u t u p .
(5) R K J M d a n p e r u b a h a n R K J M ditetapkan oleh Kepala Sekolah setelah
dimusyawarahkan bersama dengan Komite, dan mendapatkan
pengesahan Dinas.
9

Bagian Ketiga
Rencana Kerja T a h u n a n Sekolah

Pasal 7

(1) RKT disusun untuk jangka waktu satu tahun.


(2) R K T d i s u s u n sebagai penjabaran dari R K J M pada periode tahun tertentu
dengan memperhatikan hasil Evaluasi Diri Sekolah.
(3) RKT menjadi dasar penyusunan RAPBS.
(4) R K T paling sedikit m e m u a t :
a. P e n d a h u l u a n ; m e l i p u t i
1. L a t a r B e l a k a n g ;
2. D a s a r H u k u m P e n y u s u n a n ; d a n
3. H u b u n g a n R K T sebagai p e n j a b a r a n d a r i R K J M ;
b. Profil S e k o l a h ; m e l i p u t i :
1. I d e n t i t a s S e k o l a h ; d a n
2. V i s i , M i s i d a n T u j u a n S e k o l a h .
c. E v a l u a s i D i r i S e k o l a h ; m e l i p u t i :
1. K o n d i s i S e k o l a h ;
2. H a r a p a n S e k o l a h ; d a n
3. R e n c a n a T i n d a k Lanjut.
d. P r o g r a m d a n K e g i a t a n S e k o l a h ; m e l i p u t i :
1. S a s a r a n ;
2. P r o g r a m ;
3. Kegiatan; d a n
4. I n d i k a t o r Keberhasilan.
e. R e n c a n a A n g g a r a n B i a y a ;
f. J a d w a l K e g i a t a n ; d a n
g. P e n u t u p .
(5) R K T ditetapkan oleh Kepala Sekolah setelah d i m u s y a w a r a h k a n bersama
dengan Komite, dan mendapatkan pengesahan Dinas.
(5) RKT ditetapkan paling lama akhir bulan Januari t a h u n berkenaan.

BAB V
KEWENANGAN DAN TUGAS
PENGELOLA KEUANGAN SEKOLAH

Pasal 8

(1) Pengelola keuangan pada SMA, S M K dan S M P yang diseienggarakan


Pemerintah, Pemerintah Provinsi d a n Pemerintah Daerah, terdiri dari
kepala sekolah, bendahara sekolah dan bendahara pembantu.
(2) Pengelola keuangan pada S D dan TK, terdiri dari kepala sekolah dan
bendahara sekolah.
(3) B e n d a h a r a S e k o l a h s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) d a n a y a t (2)
adalah pendidik atau tenaga kependidikan yang ditunjuk untuk
menerima, menyimpan, menyetorkan, membayarkan, menyerahkan,
menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan
sekolah u n t u k keperluan belanja sekolah dalam rangka pelaksanaan
APBS.
(4) B e n d a h a r a P e m b a n t u s e b a g a i m a a n d i m a k s u d p a d a a y a t (1) adalah
tenaga kependidikan yang ditunjuk u n t u k melaksanakan sebagian tugas
Bendahara Sekolah dalam mengelola keuangan sekolah pada sumber
anggaran tertentu.
10

Pasal 9

(1) Kepala Sekolah selaku penanggungjawab pengelolaan keuangan sekolah,


mempunyai kewenangan dalam:
a. m e r u m u s k a n kebijakan pengelolaan keuangan sekolah yang
dituangkan dalam rencana kerja sekolah, yang meliputi R K J M dan
RKT;
b. m e n u n j u k d a n m e n e t a p k a n B e n d a h a r a S e k o l a h ;
c. m e n g a n g k a t d a n m e m b e r h e n t i k a n p e m b a n t u b e n d a h a r a s e k o l a h p a d a
SMA, SMK dan SMP;
d. m e m p e r t a n g g u n g j a w a b k a n pelaksanaan A P B S , baik secara formal
m a u p u n material;
e. m e n g e l o l a b a r a n g m i l i k d a e r a h d a n / a t a u b a r a n g m i l i k s e k o l a h y a n g
menjadi tanggungjawabnya; dan
f. m e l a k s a n a k a n p e m b i n a a n i n t e r n a l d a n p e n g a w a s a n m e l e k a t t e r h a d a p
pengelolaan keuangan sekolah;
(2) Kepala Sekolah selaku penanggungjawab pengelolaan keuangan sekolah,
m e m p u n y a i tugas:
a. m e l a k s a n a k a n p e n g k a j i a n k e u a n g a n t e r h a d a p r e n c a n a k e b u t u h a n
anggaran satuan pendidikan dalam rangka memenuhi standar
minimal pendidikan dan/atau standar nasional pendidikan;
b. m e n y u s u n R K J M s e s u a i d e n g a n k e t e n t u a n ;
c. m e n y u s u n R K T s e s u a i d e n g a n k e t e n t u a n ;
d. m e n y u s u n R K A S sebagai d a s a r p e n y u s u n a n R A P B S s e s u a i d e n g a n
ketentuan;
e. m e n 3 a i s u n R A P B S d a n r a n c a n g a n p e r u b a h a n A P B S s e s u a i d e n g a n
ketentuan;
f. m e n j a b a r k a n A P B S ke dalam d o k u m e n pelaksanaan anggaran
sekolah sesuai dengan ketentuan;
g. m e n y u s u n d a n m e n y a m p a i k a n l a p o r a n k e u a n g a n s e k o l a h setiap
triwulan, semester dan akhir t a h u n anggaran;
h. meneliti dan memveriflkasi kelengkapan dokumen pertanggung-
jawaban keuangan sekolah sesuai dengan ketentuan akuntansi
daerah dan/atau peraturan perundang-undangan;
i. m e n g u m u m k a n i k h t i s a r p e l a k s a n a a n A P B S setiap akhir tahun
pelajaran di papan pengumuman sekolah, sebagai
pertanggungjawaban pengelolaan keuangan sekolah kepada
masyarakat; dan
j. melaksanakan tugas lain dan /atau menerima pelimpahan
kewenangan pengelolaan keuangan sekolah;
(3) B e n d a h a r a S e k o l a h s e b a g a i m a n a d i m a k s u d d a l a m Pasal 8, m e m p u n y a i
tugas dan kewenangan melaksanakan pengelolaan keuangan sekolah
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
(4) B e n d a h a r a P e m b a n t u s e b a g a i m a n a d i m a k s u d d a l a m P a s a l 8 a y a t (1),
m e m p u n y a i tugas dan kewenangan m e m b a n t u Bendahara Sekolah
dalam m e l a k s a n a k a n sebagian pengelolaan keuangan sekolah yang
menjadi tanggungjawabnya.
11

BAB VI
STRUKTUR APBS

Pasal 1 0

Struktur A P B S m e r u p a k a n satu kesatuan yang terdiri dari:


a. pendapatan; dan
b. belanja;

Bagian Kesatu
Pendapatan Sekolah

Pasal 1 1

(1) Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 0 huruf a, meliputi


semua penerimaan uang, baik yang bersumber dari Pemerintah,
Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, masyarakat, m a u p u n sumber
lain yang sah.
(2) Pendapatan yang bersumber dari Pemerintah adalah seluruh komponen
p e n d a n a a n y a n g b e r s u m b e r dari A n g g a r a n Pendapatan d a nBelanj a
Negara, yang meliputi: b a n t u a n operasional sekolah, dana alokasi
k h u s u s , blockgrant, h i b a h d a n / a t a u d a n a / b a n t u a n l a i n n y a .
(3) Pendapatan yang bersumber dari Pemerintah Provinsi adalah seluruh
komponen pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah Provinsi, yang meliputi: pendampingan bantuan
o p e r a s i o n a l s e k o l a h , b a n t u a n k e u a n g a n , blockgrant, hibah dan/ atau
dana/bantuan lainnya.
(4) Pendapatan yang bersumber dari Pemerintah Daerah adalah seluruh
komponen pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
B e l a n j a D a e r a h , y a n g m e l i p u t i gaji d a n t u n j a n g a n pegawai, t a m b a h a n
penghasilan, bantuan operasional sekolah, bantuan operasional
p e r s o n a l i a , d a n a o p e r a s i o n a l r u t i n , b a n t u a n k e u a n g a n , blockgrant, h i b a h
dan/atau dana/bantuan lainnya.
(5) Pendapatan yang bersumber dari masyarakat meliputi:
a. p u n g u t a n p a d a s a t u a n p e n d i d i k a n a n a k u s i a d i n i ;
b. p u n g u t a n p a d a s a t u a n p e n d i d i k a n m e n e n g a h ;
c. s u m b a n g a n d a r i p e s e r t a d i d i k a t a u o r a n g t u a / w a l i p e s e r t a d i d i k ;
d. s u m b a n g a n dari masyarakat d i luar dari peserta didik atau
orangtua/wali peserta didik;
(6) Pendapatan asli sekolah adalah keseluruhan k o m p o n e n pendapatan
yang bersumber dari usaha sekolah dalam melaksanakan suatu kegiatan
yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan serta melalui persetujuan dengan komite, meliputi:
a. h a s i l k e b u n s e k o l a h ;
b. h a s i l u s a h a p r o d u k t i f s e k o l a h ;
c. h a s i l u s a h a l a i n y a n g s a h .
(7) Pendapatan dari sumber lain yang sah adalah pendapatan yang berasal
dari dunia usaha dan/atau dunia industri, unit produksi masyarakat,
a t a u lainnya yang bersifat tidak mengikat.
12

Bagian Kedua
Belanja Sekolah

Pasal 12

(1) Belanja sekolah dikelompokkan menjadi belanja tidak langsung dan


belanja langsung.
(2) B e l a n j a t i d a k l a n g s u n g s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) m e r u p a k a n
belanja y a n g tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program
dan kegiatan sekolah.
(3) Belanja langsung sebagaimana d i m a k s u d p a d a a y a t (1) m e r u p a k a n
belanja yang terikat secara langsung dengan pelaksanaan program d a n
kegiatan sekolah.

Pasal 13

(1) B e l a n j a t i d a k l a n g s u n g s e b a g a i m a n a d i m a k s u d d a l a m P a s a l 1 2 a y a t (2),
meliputi:
a. b e l a n j a p e g a w a i ;
b. b e l a n j a b e a s i s w a / b a n t u a n p e n d i d i k a n ;
c. b e l a n j a t i d a k t e r d u g a .
(2) Belanja pegawai sebagaimana dimaksud pada a y a t (1) h u r u f a
m e r u p a k a n belanja k o m p e n s a s i d a l a m b e n t u k gaji d a n t u n j a n g a n , serta
tambahan penghasilan lainnya yang diberikan kepada pendidik dan
tenaga kependidikan yang ditetapkan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
(3) B e l a n j a t i d a k t e r d u g a s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h u r u f c
m e r u p a k a n belanja u n t u k kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak
diharapkan berulang seperti belanja yang diakibatkan karena bencana
alam/bencana sosial yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya.

Pasal 14

(1) B e l a n j a l a n g s u n g s e b a g a i m a n a d i m a k s u d d a l a m p a s a l 1 2 a y a t (3), d i b a g i
m e n u r u t jenis belanja yang meliputi:
a. b e l a n j a p e g a w a i ;
b. b e l a n j a b a r a n g d a n j a s a ; d a n
c. b e l a n j a m o d a l .
(2) B e l a n j a p e g a w a i s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h u r u f a u n t u k
pengeluaran honorarium/upah dalam melaksanakan program dan/atau
kegiatan sekolah.
(3) B e l a n j a b a r a n g d a n j a s a s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h u r u f b
d i g u n a k a n u n t u k pengeluaran pembelian/pengadaan barang yang nilai
m a n f a a t n y a k u r a n g dari 12 (dua belas) b u l a n d a n / a t a u p e m a k a i a n j a s a
dalam melaksanakan program dan kegiatan sekolah.
(4) Pembelian/ pengadaan barang dan/ atau jasa sebagaimana dimaksud
p a d a a y a t (3) m e n c a k u p b e l a n j a b a r a n g p a k a i h a b i s , b a h a n / m a t e r i a l ,
jasa kantor, cetak/penggandaan, sewa, m a k a n a n d a n m i n u m a n , pakaian
dinas/seragam sekolah dan atributnya serta perjalanan dinas.
(5) B e l a n j a m o d a l s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h u r u f c d i g u n a k a n
u n t u k pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/ pengadaan
a t a u p e m b a n g u n a n aset tetap b e r w u j u d y a n g m e m p u n y a i nilai manfaat
lebih dari 12 (dua belas) b u l a n .
13

Bagian Ketiga
Surplus / Defisit R A P B S

Pasal 15

(1) Selisih antara anggaran pendapatan sekolah dengan anggaran belanja


sekolah m e n g a k i b a t k a n terjadinya s u r p l u s a t a u defisit R A P B S .
(2) Surplus RAPBS terjadi apabila anggaran pendapatan sekolah
diperkirakan lebih besar dari anggaran belanja sekolah.
(3) Surplus RAPBS dipergunakan dalam APBS tahun pelajaran berkenaan.
(4) Defisit R A P B S terjadi apabila anggaran pendapatan sekolah diperkirakan
lebih kecil dari anggaran belanja sekolah.
(5) Batas m a k s i m a l defisit R A P B S u n t u k setiap t a h u n pelajaran tidak boleh
lebih dari 1 0 % (sepuluh per seratus) dari j u m l a h pendapatan.
(6) D a l a m h a l R A P B S d i p e r k i r a k a n defisit, d i t e t a p k a n s u m b e r d a n a lain
u n t u k m e n u t u p defisit tersebut y a n g d i a n t a r a n y a dapat b e r s u m b e r dari
s u m b a n g a n orangtua/wali peserta didik d a n / a t a u sumber pendanaan
yang sah lainnya.

Pasal 16

(1) Kepala Sekolah wajib melaporkan posisi surplus/defisit RAPBS kepada


Kepala Dinas dalam hal men3nasun rencana penggunaan surplus RAPBS
pada t a h u n pelajaran b e r i k u t n y a a t a u m e n u t u p defisit R A P B S pada
tahun berkenaan, apabila melalui pendanaan sumbangan atau dari
orangtua/wali peserta didik.
(2) Kepala Sekolah yang tidak melaporkan posisi surplus/defisit RAPBS
sebagaimana d i m a k s u d p a d a a y a t (1), d a p a t d i l a k u k a n p e n u n d a a n
pengesahan APBS.

BAB VII

PENYUSUNAN RANCANGAN APBS

Pasal 17
(1) Kepala sekolah menetapkan RKT.
(2) Sebelum t a h u n pelajaran dimulai, kepala sekolah bersama pendidik dan
tenaga kependidikan, serta komite m e n y u s u n R K A S berdasarkan RKT.
(3) Format penjrusunan RKAS sebagaimana d i m a k s u d pada ayat (2)
tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tak terpisahkan dari
peraturan ini.
(4) R K A S u n t u k 1 (satu) t a h u n pelajaran disepakati d a l a m rapat komite,
u n t u k dijadikan dasar penyusunan RAPBS.
(5) RKAS m e r u p a k a n bagian tak terpisahkan dari RAPBS.

Pasal 18

(1) Pada awal tahun pelajaran baru, sekolah dan komite berkewajiban
melaksanakan pendataan, pemetaan, analisa dan kajian kemampuan
sosial e k o n o m i orang t u a peserta didik b a r u sebagai bahan koreksi
terhadap penyusunan RAPBS sebelum disahkan menjad APBS.
(2) Sekolah bersama komite men5n_isun RAPBS.
(3) Format penjoasunan RAPBS sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tak terpisahkan dari
peraturan ini.
14

(4) Dalam menyepakati RAPBS menjadi APBS, dilaksanakan dalam rapat


komite dan orangtua/wali peserta didik baru serta perwakilan
orangtua/wali peserta didik melalui m u s y a w a r a h mufakat, dan dihadiri
oleh m i n i m a l setengah d i t a m b a h 1 (satu) dari j u m l a h peserta rapat y a n g
harus hadir.
(5) D a l a m hal terjadi k e b u n t u a n dalam menyepakati RAPBS menjadi APBS,
m a k a disepakati alternatif pilihan kesepakatan yang selanjutnya diambil
suara terbanyak.
(6) Format berita acara kesepakatan RAPBS menjadi APBS sebagaimana
d i m a k s u d p a d a a y a t (3) t e r c a n t u m d a l a m l a m p i r a n y a n g m e r u p a k a n
bagian tak terpisahkan dari peraturan ini.

B A B VIII
PENETAPAN APBS

Pasal 19

(1) P e n e t a p a n A P B S p a l i n g l a m b a t 2 (dua) b u l a n setelah pengumuman


penerimaan peserta didik baru.
(2) J i k a 2 (dua) b u l a n setelah p e n g u m u m a n p e n e r i m a a n peserta didik b a r u
APBS belum ditetapkan dan/atau disahkan, maka sekolah
menggunakan APBS t a h u n pelajaran sebelumnya sampai disetujuinya
APBS yang baru.
(3) Apabila Kepala Sekolah terlambat dalam menetapkan APBS tahun
tertentu, m a k a diberi sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 20

(1) APBS ditetapkan melalui Keputusan Kepala Sekolah.


(2) APBS yang sudah ditetapkan oleh Kepala Sekolah, paling lambat 7
(tujuh) hari kerja d i m i n t a k a n persetujuan dan pengesahan oleh Dinas.
(3) APBS SMP, SMA, S M K dan TK yang diseienggarakan Pemerintah Daerah
mendapat persetujuan dan pengesahan oleh Kepala Dinas.
(4) Sebelum mendapat persetujuan dan pengesahan oleh Kepala Dinas,
terhadap A P B S d i l a k u k a n pencermatan d a n evaluasi oleh t i m yang
dibentuk oleh Kepala Dinas.
(5) T i m yang dibentuk untuk melakukan pencermatan dan evaluasi
s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (4) m e l i p u t i :
a. K e p a l a D i n a s ;
b. S e k r e t a r i s D i n a s ;
c. K e p a l a B i d a n g t e r k a i t ;
d. K e p a l a S e k s i p a d a B i d a n g t e r k a i t ;
e. K e p a l a S u b B a g i a n P r o g r a m ;
f. K e p a l a S u b B a g i a n K e u a n g a n ; d a n
g. P e n g a w a s S e k o l a h t e r k a i t .
(6) APBS SD yang diseienggarakan Pemerintah Daerah mendapat
persetujuan dan pengesahan oleh Kepala UPT Dinas Kecamatan.
(7) Sebelum mendapat persetujuan dan pengesahan oleh Kepala UPT Dinas
Kecamatan, terhadap APBS dilakukan pencermatan dan evaluasi oleh
tim yang dibentuk oleh Kepala UPT Dinas Kecamatan.
(8) Tim yang dibentuk untuk melakukan pencermatan dan evaluasi
s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (7) m e l i p u t i :
a. K e p a l a U P T D i n a s K e c a m a t a n ; d a n
b. P e n g a w a s S e k o l a h t e r k a i t .
15

(9) Hasil pencermatan dan evaluasi oleh T i m sebagaimana dimaksud pada


a y a t (4) d a n (7) d i s a m p a i k a n k e p a d a s e k o l a h .
(10) A P B S pada Sekolah yang diseienggarakan masyarakat mendapat
persetujuan dan pengesahan oleh Ketua Yayasan / Lembaga
penyelenggara masing-masing sesuai dengan anggaran dasar dan/atau
anggaran rumah tangga masing-masing penyelenggara yang
bersangkutan.
(11) D i n a s m e l a k u k a n m o n i t o r i n g d a n p e n g a w a s a n t e r h a d a p pencermatan
dan evaluasi APBS pada SD yang diseienggarakan Pemerintah Daerah
dan Sekolah yang diseienggarakan masyarakat.

Pasal 2 1

(1) Pencermatan dan evaluasi APBS SMA, SMK, SMP dan TK yang
diseienggarakan oleh P e m e r i n t a h D a e r a h d i l a k s a n a k a n paling l a m a 15
(lima belas) h a r i kerja.
(2) Apabila sampai dengan 15 (lima belas) h a r i kerja, A P B S belum
mendapatkan persetujuan dan pengesahan m a k a APBS belum dapat
dilaksanakan di sekolah.
(3) Apabila APBS yang telah dievaluasi oleh Dinas dan ternyata tidak
disetujui, m a k a A P B S dikembalikan ke sekolah, selanjutnya Kepala
Sekolah wajib m e l a k u k a n penyempurnaan sesuai dengan hasil evaluasi
selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kerja setelah menerima hasil
evaluasi APBS.
(4) Apabila dalam w a k t u 20 (dua puluh) hari kerja, Sekolah tidak
m e n y a m p a i k a n penyempurnaan sesuai hasil evaluasi APBS, m a k a Dinas
mengeluarkan S u r a t Keterangan agar Sekolah menggunakan APBS
tahun pelajaran sebelumnya.
(5) APBS yang sudah disetujui dan disahkan oleh Dinas, dikembalikan ke
sekolah untuk disosialisasikan dan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan.

Pasal 22

(1) Pencermatan dan evaluasi APBS SD yang diseienggarakan oleh


P e m e r i n t a h D a e r a h d i l a k s a n a k a n paling l a m a 15 (lima belas) hari kerja.
(2) Apabila sampai dengan 15 (lima belas) h a r i kerja, A P B S belum
mendapatkan persetujuan dan pengesahan m a k a APBS belum dapat
dilaksanakan di sekolah.
(3) Apabila APBS yang telah dievaluasi oleh UPT Dinas Kecamatan dan
ternyata tidak disetujui, m a k a APBS d i k e m b a l i k a n ke sekolah,
selanjutnya Kepala Sekolah wajib m e l a k u k a n penyempurnaan sesuai
dengan hasil evaluasi selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kerja
setelah m e n e r i m a hasil evaluasi APBS.
(4) Apabila dalam w a k t u 20 (dua puluh) hari kerja, Kepala S D tidak
menyampaikan penyempurnaan sesuai hasil evaluasi APBS, m a k a UPT
Dinas Kecamatan menyampaikan laporan kepada Dinas.
(5) Dinas memanggil Sekolah yang tidak menyampaikan penyempurnaan
sesuai hasil evaluasi A P B S selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja
setelah m e n d a p a t k a n laporan dari U P T Dinas Kecamatan dan m e l a k u k a n
pembinaan kepada sekolah yang bersangkutan.
(6) Apabila setelah d i l a k u k a n pembinaan oleh Dinas, Kepala SD tidak
m e l a k u k a n perbaikan, m a k a Dinas mengeluarkan S u r a t Keterangan agar
Sekolah menggunakan APBS tahun pelajaran sebelumnya.
16

(7) A P B S yang sudah disetujui dan disahkan oleh Dinas, dikembalikan ke


sekolah untuk disosialisasikan dan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan.

BAB IX
PELAKSANAAN APBS

Bagian Kesatu
U m u m
Pasal 23

(1) Semua penerimaan dan pengeluaran sekolah dalam rangka pelaksanaan


pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dianggarkan dalam APBS.
(2) J u m l a h belanja yang dianggarkan dalam A P B S merupakan batas
tertinggi u n t u k setiap pengeluaran belanja.
(3) Sekolah dilarang melakukan pungutan dan/atau sumbangan dana dan
pengeluaran belanja di luar APBS.
(4) Pengeluaran tidak dapat dibebankan pada anggaran belanja, jika u n t u k
pengeluaran tersebut tidak tersedia a t a u tidak c u k u p tersedia dalam
APBS.
(5) Pengeluaran belanja sekolah menggunakan prinsip hemat, tidak mewah,
efektif d a n efisien serta sesuai dengan k e t e n t u a n p e r a t u r a n perundang-
undangan.

Bagian Kedua
Penyiapan D o k u m e n Pelaksanaan Anggaran Sekolah

Pasal 24

(1) Kepala Sekolah m e n j a b a r k a n rincian belanja setiap program dan


kegiatan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan dalam APBS,
serta rencana p e n a r i k a n d a n a setiap tiga b u l a n a n .
(2) D o k u m e n pelaksanaan anggaran sekolah m e r u p a k a n penjabaran secara
rinci A P B S yang sudah ditetapkan.
(3) D o k u m e n pelaksanaan anggaran sekolah d i g u n a k a n sebagai dasar
pelaksanaan A P B S oleh sekolah selama satu tahun.
(4) Format d o k u m e n pelaksanaan anggaran sekolah sebagaimana dimaksud
p a d a a y a t (2) t e r s e b u t d a l a m l a m p i r a n p e r a t u r a n i n i .

Bagian Ketiga
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Sekolah

Pasal 25

(1) S e m u a pendapatan sekolah harus didukung dengan bukti yang lengkap


dan sah sesuai dengan standar pertanggungjawaban keuangan daerah.
(2) Komisi, rabat, potongan atau pendapatan lain dengan n a m a dan dalam
bentuk apa p u n yang dapat dinilai dengan uang, baik secara langsung
akibat penjualan, tukar menukar, hibah, asuransi dan/atau pengadaan
b a r a n g d a n j a s a t e r m a s u k p e n d a p a t a n b u n g a , j a s a giro, a t a u pendapatan
lain sebagai akibat penyimpanan dana anggaran pada bank serta
pendapatan dari hasil pemanfaatan barang sekolah atas kegiatan lainnya
m e r u p a k a n pendapatan sekolah.
(3) S e m u a penerimaan sekolah disimpan dalam rekening atas n a m a sekolah.
17

Bagian Keempat
Pelaksanaan Anggaran Belanja Sekolah

Pasal 26

(1) Setiap pengeluaran belanja atas beban A P B S h a r u s d i d u k u n g dengan


bukti yang lengkap dan sah.
(2) B u k t i s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h a r u s m e n d a p a t p e n g e s a h a n
oleh bendaraha sekolah dan kepala sekolah.
(3) P e m b u k u a n pelaksanaan anggaran belanja sekolah dilaksanakan sesuai
standar akuntansi daerah dan/atau peraturan perundang-undangan.
(4) Bendahara Sekolah sebagai wajib p u n g u t pajak penghasilan dan pajak
lainnya, wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajak
yang dipungutnya ke rekening kas negara dan/atau kas daerah sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Kelima
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran T a h u n Pelajaran Sebelumnya

Pasal 27

(1) Sisa lebih perhitungan anggaran tahun pelajaran sebelumnya menjadi


saldo a w a l t a h u n pelajaran berikutnya.
(2) Sisa lebih perhitungan anggaran t a h u n pelajaran sebelumnya dapat
digunakan untuk:
a. m e n u t u p defisit a n g g a r a n a p a b i l a r e a l i s a s i p e n d a p a t a n l e b i h kecil d a r i
pada realisasi belanja;
b. m e n d a n a i pelaksanaan kegiatan lanjutan atas beban belanja
langsung;
c. m e n d a n a i k e w a j i b a n l a i n n y a y a n g s a m p a i d e n g a n akhir tahun
pelajaran b e l u m dapat diselesaikan;
d. m e n a m b a h b e l a n j a m o d a l .

B A B X
PERUBAHAN APBS

Pasal 28

(1) Sekolah dapat m e l a k u k a n perubahan APBS.


(2) P e r u b a h a n A P B S s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) d i l a k u k a n s e s u a i
dengan mekanisme penyusunan APBS.
(3) P e r u b a h a n A P B S s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h a n y a d a p a t
d i l a k u k a n 1 (satu) kali d a l a m 1 (satu) t a h u n pelajaran.
(4) Perubahan APBS sebagaimana d i m a k s u d p a d a a y a t (1), d i l a k u k a n
apabila:
a. t e r j a d i p e n a m b a h a n dan/atau pengurangan anggaran dan/atau
kegiatan;
b. t e r j a d i p e r g e s e r a n a n g g a r a n a n t a r k e l o m p o k b e l a n j a a t a u b i a y a ;
dan / atau
c. k e a d a a n d a r u r a t .
(5) P e n a m b a h a n a n g g a r a n s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (4) h u r u f a
dilakukan terhadap penambahan yang bersumber dari APBN, APBD
Provinsi, A P B D yang telah ditetapkan pada awal t a h u n anggaran,
dan/atau masyarakat.
18

(6) D a l a m h a l t e r j a d i p e r u b a h a n A P B S s e b a g a i a m a n d i m a k s u d p a d a a y a t (1)
harus dilaporkan d a l a m laporan pertanggungjawaban realisasi keuangan
sekolah pada akhir t a h u n pelajaran.
(7) W a k t u pelaksanaan perubahan APBS berkisar antara bulan November
sampai dengan b u l a n Februari t a h u n berjalan.

BAB XI
PENGELOLAAN KAS DAN
PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH

Bagian Kesatu
Pengelolaan Kas

Pasal 29

(1) Penyelenggaraan pengelolaan kas sekolah terdiri dari:


a. m e r e n c a n a k a n p e n e r i m a a n d a n p e n g e l u a r a n k a s ;
b. m e n y i m p a n k a s d a n m e n g e l o l a r e k e n i n g b a n k ;
c. m e l a k u k a n p e m b a y a r a n ;
d. m e n y u s u n p e r t a n g g u n g j a w a b a n p e n g e l o l a a n k a s s e k o l a h .
(2) Untuk mengelola kas, bendahara sekolah dan/atau bendahara
p e m b a n t u m e m b u k a rekening kas atas n a m a sekolah pada bank yang
sehat dan/atau bank yang ditunjuk.

Bagian Kedua
Azas U m u m
Penatausahaan Keuangan Sekolah

Pasal 30

(1) Pengelola keuangan sekolah yang menerima, menguasai uang, barang,


atau kekayaan sekolah wajib menyelenggarakan penatausahaan
keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Kepala Sekolah secara berkala wajib m e l a k u k a n pemeriksaan terhadap
p e n a t a u s a h a a n k e u a n g a n s e k o l a h p a l i n g s e d i k i t s e t i a p 3 (tiga) b u l a n
sekali dan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Keuangan
Sekolah.
(3) Dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar
penerimaan dan /atau pengeluaran atas pelaksanaan APBS
ditandatangani oleh bendahara sekolah a t a u bendahara pembantu, serta
disahkan oleh Kepala Sekolah.
(4) Kepala Sekolah yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen
yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar penerimaan
dan/atau pengeluaran atas pelaksanaan APBS bertanggungjawab
terhadap kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan
surat bukti dimaksud.

Bagian Ketiga
Penatausahaan Keuangan Sekolah

Pasal 3 1

(1) Penataausahaan keuangan sekolah menggunakan:


a. B u k u k a s u m u m ;
b. B u k u p e m b a n t u k a s t u n a i ;
19

c. B u k u p e m b a n t u p a j a k ; d a n
d. B u k u p e m b a n t u b a n k .
(2) B u k u kas u m u m sebagaimana d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h u r u f a
merupakan b u k u yang digunakan bendahara sekolah untuk mencatat
semua penerimaan dan pengeluaran sekolah.
(3) Buku kas u m u m sebagaimana d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h u r u f a
merupakan b u k u yang digunakan bendahara pembantu untuk mencatat
semua penerimaan dan pengeluaran sesuai dengan sumber anggaran
tertentu.
(4) B u k u p e m b a n t u k a s t u n a i s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h u r u f b
merupakan b u k u yang digunakan bendahara pembantu untuk mencatat
rincian semua penerimaan dan pengeluaran sekolah.
(5) B u k u p e m b a n t u p a j a k s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h u r u f c
merupakan b u k u yang digunakan u n t u k mencatat semua transaksi yang
harus dipungut pajak serta pengendalian atas p u n g u t a n dan penyetoran
pajak yang dipungut selaku wajib p u n g u t pajak.
(6) B u k u p e m b a n t u b a n k s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) h u r u f d
m e r u p a k a n b u k u yang d i g u n a k a n u n t u k mencatat setiap transaksi yang
dilakukan melalui bank.
(7) Buku-buku sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditutup oleh
B e n d a h a r a Sekolah d a n / a t a u B e n d a h a r a P e m b a n t u setiap akhir b u l a n
serta diketahui Kepala Sekolah.

Bagian Keempat
Penatausahaan Penerimaan

Pasal 32

(1) Bendahara sekolah wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap


seluruh penerimaan yang menjadi tanggungjawabnya.
(2) D a l a m hal penyelenggaraan penatausahaan penerimaan u n t u k sumber
dana tertentu, bendahara sekolah dapat melimpahkan kewenangannya
kepada bendahara pembantu.
(3) S e m u a penerimaan h a r u s dicatat dalam b u k u kas u m u m .
(4) Selain dicatat dalam b u k u kas u m u m sebagaimana dimaksud pada ayat
(3), s e m u a p e n e r i m a a n d i c a t a t d a l a m b u k u p e m b a n t u k a s t u n a i s e s u a i
dengan jenis sumber anggarannya.
(5) P e n e r i m a a n s e k o l a h s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) d i c a t a t d a l a m
b u k u pembantu bank.

Bagian Kelima
Penatausahaan Pengeluaran

Pasal 33

(1) Bendahara sekolah wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap


seluruh pengeluaran atau penggunaan dana yang menjadi tanggung
jawabnya.
(2) Dalam hal penyelenggaraan penatausahaan pengeluaran u n t u k sumber
dana tertentu, bendahara sekolah dapat melimpahkan kewenangannya
kepada bendahara pembantu.
(3) S e m u a pengeluaran h a r u s dicatat dalam b u k u kas u m u m .
(4) Selain dicatat pada b u k u kas u m u m sebagaimana d i m a k s u d pada ayat
(3), s e m u a p e n g e l u a r a n d i c a t a t d a l a m b u k u p e m b a n t u k a s t u n a i s e s u a i
dengan sumber anggaranya.
20

Pasai 34

(1) Bendahara sekolah dan/atau bendahara pembantu wajib


mempertanggungjawabkan pengelolaan uang yang menjadi
tanggungjawabnya dengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban
kepada kepala sekolah.
(2) S e m u a bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran belanja dalam rangka
penatausahaan keuangan sekolah, didokumentasikan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
(3) Penatausahaan keuangan sekolah yang dapat mengakibatkan perubahan
terhadap aset sekolah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
pencatatan aset sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

Bagian Keenam
Pengadaan Barang/Jasa

Pasal 35

Pengadaan Barang/Jasa pada Sekolah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan


Peraturan Perundang-undangan tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

BAB XII
PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBS

Pasal 36

(1) K e p a l a s e k o l a h m e n y u s u n l a p o r a n r e a l i s a s i A P B S s e t i a p 3 (tiga) b u l a n a n
sebagai hasil pelaksanaan anggaran yang menjadi tanggungjawabnya.
(2) L a p o r a n r e a l i s a s i A P B S s e t i a p 3 (tiga) b u l a n a n s e b a g a i m a n a d i m a k s u d
p a d a a y a t (1) d i s i m p a n d i s e k o l a h .
(3) Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBS untuk sumber
anggaran yang berasal dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan/atau
Pemerintah Daerah disampaikan kepada Dinas berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Pasal 37

(1) Pada akhir tahun pelajaran Kepala Sekolah menyusun laporan


pertanggungjawaban pelaksanaan APBS dan disampaikan kepada
Komite dan Dinas.
(2) Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBS sebagaimana dimaksud
p a d a a y a t (1) m e l i p u t i :
a. l a p o r a n r e a l i s a s i a n g g a r a n ;
b. r e k a p i t u l a s i r e a l i s a s i p e l a k s a n a a n k e g i a t a n s e k o l a h .
(3) L a p o r a n r e a l i s a s i a n g g a r a n s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (2) h u r u f a
berisi informasi anggaran pendapatan d a n belanja beserta realisasinya
d a l a m 1 (satu) t a h u n pelajaran.
(4) Rekapitulasi realisasi pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada
a y a t (2) h u r u f b b e r i s i i n f o r m a s i k e g i a t a n y a n g s u d a h d i l a k s a n a k a n
sekolah d a l a m 1 (satu) t a h u n pelajaran.
(5) Setelah mencermati laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBS dari
Kepala Sekolah d a n m e n y a t a k a n sesuai, Komite mengesahkan laporan
pertanggungjawaban.
21

(6) Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBS sebagaimana dimaksud


p a d a a y a t (1) d i s a m p a i k a n k e d i n a s s e l a m b a t - l a m b a t n y a p a d a t a n g g a l 3 1
(tiga p u l u h satu) b u l a n J u l i setiap t a h u n n y a .
(7) Format Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBS sebagaimana
d i m a k s u d p a d a a y a t (1) t e r c a n t u m d a l a m l a m p i r a n y a n g m e r u p a k a n
bagian tak terpisahkan dari peraturan ini.

B A B XIII
PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN KEUANGAN SEKOLAH

Bagian Kesatu
Pembinaan

Pasal 38

(1) Pemerintah Daerah melaksanakan pembinaan pengelolaan keuangan


pada sekolah yang diseienggarakan oleh Pemerintah Daerah.
(2) P e m b i n a a n s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) m e l i p u t i p e m b e r i a n
pedoman, bimbingan, konsultasi, sosialisasi d a n pelatihan.
(3) Pemberian pedoman sebagaimana dimaksud p a d a a y a t (2) m e n c a k u p
pelaksanaan, penatausahaan dan akuntansi keuangan sekolah,
pertanggungjawaban keuangan sekolah, p e m a n t a u a n dan evaluasi.
(4) Pemberian bimbingan dan konsultasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) m e n c a k u p perencanaan dan penyusunan APBS, pelaksanaan,
penatausahaan dan akuntansi keuangan sekolah, pertanggungjawaban
keuangan sekolah yang dilaksanakan secara berkala dan atau sewaktu-
waktu, baik secara m e n y e l u r u h kepada s e l u r u h sekolah m a u p u n kepada
sekolah tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Bagian Kedua
Pengawasan

Pasal 39

(1) Dinas melaksanakan pengawasan terhadap peraturan bupati ini,


(2) Dinas m e l a k s a n a k a n pengawasan pengelolaan keuangan pada sekolah
yang diseienggarakan masyarakat yang menerima pendanaan pendidikan
yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan APBD.
(3) Pengawasan pengelolaan keuangan sekolah juga d i l a k u k a n oleh Instansi
Pengawas Fungsional dan Instansi Pengawas Eksternal yang berwenang.
(4) Masyarakat dapat ikut serta mengawasi pengelolaan keuangan pada
sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(5) P e n g a w a s a n o l e h m a s y a r a k a t s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (4) t i d a k
termasuk pemeriksaan yang menjadi kewenangan otoritas pengawasan
fungsional.
(6) Pengawasan pengelolaan keuangan sekolah yang dilaksanakan oleh
Dinas dan Instansi Pengawas berpedoman pada ketentuan peraturan
perundang-undangan.
22

Bagian Kedua
Pengendalian Internal

Pasal 40

(1) Dalam rangka meningkatkan kinerja, tranparansi dan akuntabilitas


pengelolaan keuangan sekolah, Dinas melaksanakan pengendalian
internal secara berkala.
(2) Pengendalian internal dimaksudkan untuk memastikan proses
pencapaian tujuan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan yang
tertuang d a l a m A P B S dapat berjalan efektif d a n efisien sesuai dengan
ketentuan.
Bagian Ketiga
Pemeriksanaan Keuangan

Pasal 4 1

Pemeriksaan atas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan sekolah


dilakukan oleh Dinas, Instansi Pengawas Internal dan Instansi Pengawas
eksternal yang berwenang dalam pemeriksanaan keuangan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB XIV
SANKSI

Pasal 42

(1) Pengelola keuangan sekolah yang tidak melaksanakan tugas dan


tanggungjawabnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 9, maka
dikenakan sanksi administratif
(2) Pengelola keuangan sekolah yang m e n y a l a h g u n a k a n kewenangannya
dalam pelaksanaan APBS sehingga terbukti menimbulkan kerugian
keuangan negara dan/atau keuangan daerah, m a k a dikenakan sanksi
administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
(3) S a n k s i a d m i n i s t r a t i f s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (1) d a n a y a t (2)
meliputi:
a. t e g u r a n t e r t u l i s ;
b. p e n u n d a a n a t a u p e m b a t a l a n p e m b e r i a n s u m b e r d a y a p e n d i d i k a n ;
c. p e m i n d a h a n a t a u p e m b e b a s a n j a b a t a n k e p a l a s a t u a n p e n d i d i k a n b a g i
satuan pendidikan yang diseienggarakan Pemerintah Daerah; atau
d. p e n c a b u t a n izin penyelenggaraan bagi satuan pendidikan yang
diseienggarakan masyarakat.
(4) Tahapan pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada
a y a t (3) d i l a k u k a n s e b a g a i b e r i k u t :
a. s a t u a n p e n d i d i k a n y a n g m e l a k u k a n p e l a n g g a r a n t e r h a d a p k e t e n t u a n
s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (2) d i b e r i k a n t e g u r a n t e r t u l i s ;
b. t e g u r a n t e r t u l i s s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a h u r u f a, m e r u p a k a n
tindakan awal sebelum pengenaan sanksi administratif selanjutnya;
c. t e g u r a n t e r t u l i s d i b e r i k a n p a l i n g b a n y a k 3 ( t i g a ) k a l i d a l a m t e n g g a n g
w a k t u masing-masing 10 (sepuluh) hari kalender;
d. a p a b i l a s a m p a i d e n g a n t e g u r a n t e r t u l i s y a n g k e 3 (tiga) j a t u h t e m p o ,
ketentuan dalam teguran tersebut belum dipenuhi, m a k a dikenakan
s a n k s i s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (3) h u r u f b , d a n
23

e. apabila setelah dikenakan sanksi sebagaimana d i m a k s u d pada huruf d


tidak ada upaya perbaikan dari pelanggar, m a k a dikenakan sanksi
s e b a g a i m a n a d i m a k s u d p a d a a y a t (3) h u r u f c a t a u h u r u f d
(5) Proses pengenaan sanksi pidana dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan h u k u m pidana.

BAB X V
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 43

(1) Dokumen R K J M dan RKT yang sudah disusun sebelum peraturan ini
ditetapkan, agar dapat dilakukan penyesuaian dengan peraturan ini
s e l a m b a t - l a m b a t n y a 1 (satu) t a h u n setelah p e r a t u r a n i n i d i u n d a n g k a n .
(2) Sekolah yang sampai dengan peraturan ini diundangkan, belum
men3aisun d o k u m e n R K J M d a n RKT, h a r u s segera menyxisun R K J M d a n
R K T mengikuti peraturan ini sebelum pen5aisunan APBS T a h u n Pelajaran
2015/2016.
(3) APBS T a h u n Pelajaran 2014/2015 yang sudah disahkan sebelum
peraturan ini ditetapkan, masih tetap berlaku sepanjang tidak
bertentangan dengan peraturan ini.
(4) P e n y u s u n a n APBS T a h u n Pelajaran 2 0 1 5 / 2 0 1 6 harus sudah mengikuti
ketentuan dalam peraturan ini.

BAB XVI
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 44

Peraturan B u p a t i ini m u l a i berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, m e m e r i n t a h k a n pengundangan Peraturan


Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Batang.

Ditetapkan di Batang
pada tanggal 2015

BUPATI BATANG,

YOYOK RIYO SUDIBYO

Diundangkan di Batang
pada tanggal 2015

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BATANG,

NASIKHIN

BERITA DAERAH KABUPATEN BATANG TAHUN 2015 NOMOR


24

DAFTAR LAMPIRAN

1. L A M P I R A N I KLASIFIKASI PROGRAM DAN KEGIATAN


SEKOLAH
2. L A M P I R A N II KLASIFIKASI PENDAPATAN DAN BELANJA
SEKOLAH
3. L A M P I R A N I I I FORMAT RAPBS DAN RKAS

4. L A M P I R A N I V FORMAT BERITA ACARA KESEPAKATAN RAPBS


MENJADI APBS

5. L A M P I R A N V FORMAT SURAT KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH


TENTANG PENETAPAN ANGGARAN PENDAPATAN
DAN BELANJA SEKOLAH

6. L A M P I R A N V I FORMAT LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


PELAKSANAAN APBS

7. L A M P I R A N V I I FORMAT PENATAUSAHAAN KEUANGAN


SEKOLAH
LAMPIRAN I
PERATURAN BUPATI BATANG
NOMOR TAHUN 2015
TENTANG
PEDOMAN PENGELOLAAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN
BELANJA SEKOLAH DI
KABUPATEN BATANG

KLASIFIKASI PROGRAM DAN KEGIATAN SEKOLAH

NO PROGRAM DAN KEGIATAN

1 PROG RAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI LULUSAN


1.01 Penjoasunan Kompetensi Ketuntasan Minimal
1.02 P e n y u s u n a n Kriteria Kenaikan Kelas
1.03 Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk. Kecamatan
1.04 Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk. Kabupaten
1.05 Pelaksanaan Ujian Sekolah
1.06 Pelaksanaan Ujian Nasional
1.07 Pelaksanaan Test Peningkatan M u t u (TPM)
1,08 Pelaksanaan Test K e m a m p u a n Dasar (TKD)
1.09 Pengayaan TIK u n t u k memfasilitasi kegiatan pembelajaran
1.10 P e n g e m b a n g a n diri: p e n g e m b a n g a n kreativitas d a n inovasi
1.11 P e n g e m b a n g a n diri: u n t u k m e n i n g k a t k a n integritas kebangsaan
1.12 P e n g e m b a n g a n diri: P e m a n f a a t a n p e r p u s t a k a a n sekolah
1.13 P e n g e m b a n g a n diri: Pembiasaan perilaku h i d u p bersih d a n sehat
Penyelenggaraan Kegiatan Pencegahan penyalahgunaan
1.14 narkotika, psikotropika, zat adiktif (narkoba), m i n u m a n keras,
merokok, dan HIV AIDS
1.15 P e n g e m b a n g a n diri: M e n i n g k a t k a n k e s e h a t a n reproduksi remaja
^ Penyelenggaraan Kegiatan orientasi siswa baru yang bersifat
akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan
^ ^^ Penyelenggaraan Kegiatan penghij a u a n dan perindangan
lingkungan sekolah
1.18 Penyelenggaraan Kegiatan 7 K

2 PROG RAM P E N G E M B A N G A N STANDAR ISI


2.01 P e n y n s u n a n Pembagian Tugas G u r u dan Jadwal Pelajaran
2.02 Penyusunan Program Tahunan
2.03 Penyusunan Program Semester
2.04 Penyusunan Silabus
2.05 Penyusunan RPP
2.06 Pen3aisunan Program BP/BK
2.07 Workshop validasi RPP semua mapel dalam M G M P S / M G M P K
Workshop peningkatan kompetensi semua guru mapel tentang
analisis input peserta didik dalam penentuan K K M
2 09 ^^^^^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i s e m u a g u r u m a p e l t e n t a n g
tingkat kesulitan mata pelajaran dalam penentuan K K M
2.10 Penyxisunan Pembagian Tugas G u r u dan Jadwal Pelajaran
2.11 Penyusunan Program Perpustakaan
2.12 P e n y u s u n a n Program Pengelolaan Laboratorium I PA
NO PROGRAM DAN KEGIATAN

2.13 Penjoisunan Program Pengelolaan Laboratorium Bahasa


2.14 P e n y u s u n a n Program Pengelolaan Laboratorium Komputer
2.15 P e n y u s u n a n Program Pengelolaan Bengkel Keterampilan
2.16 P e n y u s u n a n Program Pengelolaan Multimedia
2.17 Penjoisunan Program Ekstrakurikuler
2.18 Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
2.19 Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal
2.20 d s t

3 PROG RAM PENGEMBAGNAN STANDAR PROSES


3.01 Pelaksanaan Kegiatan Proses Pembelajaran
3.02 Pelaksanaan Kegiatan Penerimaan Peserta Didik B a r u
3.03 Pelaksanana Pengawasan Proses Pembelajaran
3.04 Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah
3.05 Penyelenggaraan Kelas Olahraga
3.06 Penyelenggaraan J a m T a m b a h a n
3.07 Pengelolaan Majalah Dinding
3.08 Pelaksanaan Kegiatan Aero Modelling
3.09 Penyelenggaraan Perbaikan/Pengayaan (Remedial)
3.10 Pelaksanaan Studi Wisata
3.11 Konsultasi peningkatan m u t u pendidikan (Konsultan Psikolog)
3 12 ^^^^^^'^P peningkatan kompetensi p e n g e m b a n g a n b a h a n ajar
bagi g u r u s e m u a maple
2 ^^ W o r k s h o p p e n y u s u n a n d a n p e n g e m b a n g a n s e r t a p e n g a d a a n
b a h a n ajar s e m u a maple
3.14 W o r k s h o p p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i pengelolaan kelas bagi g u r u
3.15 Magang guru dalam pengelolaan kelas di sekolah lain
3 1 6 ^^^^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i g u r u t e n t a n g m e t o d e / s t r a t e g i
pembelajaran semua maple
^ J^ M a g a n g guru peningkatan kompetensi guru tentang
metode/strategi pembelajaran semua mapel
3.18 W o r k s h o p C T L bagi s e m u a g u r u mapel
3 1 9 ^^^^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i g u r u t e n t a n g p e m b e l a j a r a n
tuntas
2 2Q M a g a n g a t a u studi b a n d i n g p e l a k s a n a a n pembelajaran tuntas
(remidi, pengayaan, akselerasi)
3 2 1 ^^^^^*^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i p e n i l a i a n b e r b a s i s k e l a s b a g i
guru semua mapel
3 2 2 ^*^^^^^P p e n g e m b a n g a n i n s t r u m e n p e n i l a i a n h a s i l b e l a j a r b a g i
semua guru mapel
3 2 3 ^^^^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i p e n g o l a h a n h a s i l p e n i l a i a n
hasil belajar peserta didik
2 24 Pelaksanaan pemantauan pembelajaran semua mapel/guru d i
sekolah
3.25 Workshop Peningkatan kompetensi supervisi pembelajaran
2 25 Pelaksanaan supervisi pembelajaran semua mapel/guru d i
sekolah
3.27 W o r k s h o p Peningkatan kompetensi evaluasi pembelajaran
3.28 Pelaksanaan evaluasi pembelajaran semua mapel/guru di sekolah
3.29 P e n y u s u n a n Program Kesiswaan
NO PROGRAM DAN KEGIATAN

3,30 Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik B a r u (PPDB)


3.31 Pelaksanaan Test IQ
3.32 Pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran
3.33 Pelaksanaan Lomba OSN
3.34 Pelaksanaan Lomba 02SN
3.35 Pelaksanaan Lomba MIPA
3.36 Pelaksanaan Loketa
3.37 Penyelenggaraan PORSENI
3.38 Penyelenggaraan Pentas Seni
3.39 Penyelenggaraan Koperasi Sekolah
3.40 P e r t u k a r a n Pelajar
3.41 Pengadaan Native Speaker
3.42 Penyusunan Program Ekstrakurikuler
3.43 Pelaksanaan Ekstrakurikuler Kepramukaan
3.44 Pelaksanaan Ekstrakurikuler Kesenian
3.45 Pelaksanaan Ekstrakurikuler Olahraga
3.46 Pelaksanaan Ekstrakurikuler Paskibra
3.47 Pelaksanaan Ekstrakurikuler PMR Pemula
3.48 Pelaksanaan Ekstrakurikuler English Club
3.49 Pelaksanaan Ekstrakurikuler UKS/KKR
3.50 P e l a k s a n a a n E k s t r a k u r i k u l e r Patroli K e a m a n a n S e k o l a h (PKS)
3.51 Pelaksanaan Ekstrakurikuler D r u m Band
3.52 Pelaksanaan Ekstrakurikuler Komputer
3.53 Pelaksanaan Ekstrakurikuler
3.54 Penyelenggaraan Pesantren Kilat
3.55 Peringatan Hari Besar Agama dan Nasional
3.56 Pembayaran langganan koran dan majalah
3.57 Pengadaan Sarana Penunjang Kegiatan Belajar Mengajar
3.58 Pengadaan Alat Pembelajaran
3.59 Pengadaan Bahan/Alat Laboratorium
3.60 Pengadaan Bahan Praktik Bahasa
3.61 Pengadaan Bahan Praktik Komputer
3.62 Pengadaan Bahan Praktik Pendidikan Teknologi Dasar
3.63 Pengadaan Bahan Praktik Internet
3.64 Pengadaan Bahan Praktik Keterampilan
3.65 Pengadaan B a h a n Referensi
3.66 Pengadaan Media Pembelajaran
3.67 Pengadaan B u k u Perpustakaan
3.68 Pengadaan Majalah Sekolah
3.69 Pemberdayaan Multimedia
3.70 Pemberdayaan Perpustakaan
3.71 Pemberdayaan Toga
3.72 Seleksi Peserta Didik Program Kelas Akselerasi
3.73 Seleksi Siswa Program Bilingual
3.74 dst....

4 PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


4.01 Peningkatan Kualitas G u r u Kelas d a n G u r u M a t a Pelajaran
4.02 Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah
NO PROGRAM DAN KEGIATAN

4.03 Pembinaan Administrasi Sekolah


4.04 Pembuatan Media Pembelajaran
4.05 Penyelenggaraan Kursus ICT
4.05 Penyelenggaraan K u r s u s B a h a s a Inggris G u r u d a n Karyawan
4.07 Penyelenggaraan G u r u Berprestasi
4 08 ^^^^^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i b i d a n g s t u d i s e s u a i d e n g a n
tugas g u r u u n t u k tiap guru mapel
4 0 9 ^^^^^*^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i p e r e n c a n a a n pembelajaran
bagi s e m u a g u r u mapel
^ ^Q W o r k s h o p p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i p e l a k s a n a a n pembelaj a r a n
bagi s e m u a g u r u mapel
^ ^-^ W o r k s h o p p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i m e n g e v a l u a s i pembelajaran
bagi s e m u a g u r u mapel
4 1 2 ^^^^^^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i p e m a n f a a t a n T I K d a l a m
manajemen sekolah
^ ^2 W o r k s h o p peningkatan kompetensi pengelolaan keuangan
sekolah
4 1 4 ^^^s^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i b i d a n g a d m i n i s t r a s i s e k o l a h ,
laboran, dan layanan k h u s u s sekolah
4 1 5 ^^^^*^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i p e m a n f a a t a n T I K d a l a m
administrasi sekolah/perpustakaan, laboratorium, dan lainnya
Workshop peningkatan kompetensi bidang tugas sesuai
4.16 tupoksinya u n t u k pustakawan, laboran, tenaga layanan khusus,
dll
^ Jy P e n g h a r g a a n d a n Perlindungan Pendidik d a n Tenaga
Kependidikan
^ ^g P e l a k s a n a a n Penilaian Kinerj a d a n Pengembangan
Keprofesionalan Berkelanjutan
4.19 Pembinaan Tenaga Perpustakaan
4.20 Pembinaan Tenaga Laboratorium
4.21 Pembinaan Tenaga UKS
4.22 Pembinaan Tenaga Ekstrakurikuler
4.23 Pembinaan Tenaga Ketatausahaan
4.24 Pembinaan
4.25 d s t

5 PROG RAM PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA


5.1 Pengadaan Tanah
5.2 Pengadaan Alat-alat Bengkel
5.3 Pengadaan Peralatan Kantor
5.4 Pengadaan Perlengkapan Kantor
5.5 Pengadaan Komputer
5.6 Pengadaan Mebelair
5.7 Pengadaan Peralatan Dapur
5.8 Pengadaan Penghias Ruangan R u m a h Tangga
5,9 Pengadaan Alat-alat studio
5.10 Pengadaan Alat-alat komunikasi
5.11 Pengadaan Alat-alat u k u r
5.12 Pengadaan Alat-alat Laboratorium
5.13 Pengadaan Instalasi Listrik, Air d a n Telepon
NO PROGRAM DAN KEGIATAN

5.14 Pengadaan Konstruksi Bangunan


5.15 Pengadaan B u k u dan Kepustakaan
5.16 Pengadaan Barang Bercorak Budaya dan Kesenian
5.17 Pengadaan Alat Peraga Pendidikan
5.18 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung/Bangunan Sekolah
5.19 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan dan Perlengkapan
5.20 Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Sekolah
5.21 Rehabilitasi Sedang/Berat R u a n g Kelas
5.22 Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kantor
5.23 Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Perpustakaan
5.24 Perbaikan Ringan Bangunan Sekolah
5.25 Perbaikan Ringan R u a n g Kelas
5.26 Perbaikan Ringan Ruang Kantor
5.27 Perbaikan Ringan Ruang Perpustakaan
5.28 Perbaikan Fasilitas W C
5.29 Perbaikan Meubeler
5.30 Perbaikan Peralatan Kantor
5.31 Perbaikan Sanitasi Sekolah
5.32 Pemeliharaan T a m a n Sekolah
5.33 Pemeliharaan Lapangan Olahraga
5.34 Pengadaan Mesin Tik
5.35 Pengadaan mesin Stensil/ Mesin Pengganda
5.36 Pengadaan Komputer
5.37 Pengadaan Scanner
5.38 Pengadaan AC
5.39 Pengadaan LCD
5.40 Alat Dokumentasi
5.41 Pengadaan dan langganan Jaringan Internet
5.42 Pembuatan Website
5.43 Pengadaan TV, Tape Recorder
5.44 Pengadaan Alat Pelajaran
5.45 Pengadaan Alat transportasi Bagi Siswa Miskin
5.46 Pengadaan B u k u Pegangan G u r u
5.47 Pengadaan B u k u Pelajaran Pokok Peserta Didik
5.48 Instalasi telepon
5.49 Pengadaan tambahan lahan sekolah
5.50 P e n a m b a h a n daya listrik
5.51 Penambahan ruang kelas b a r u
5.52 Penambahan Meja Kursi Murid
5.53 Penambahan Meja Kursi guru
5.54 Penambahan Lemari/etalase
5.55 P e n a m b a h a n L e m a r i file
5.56 P e n a m b a h a n Lemari Piala
5.57 Pengadaan Papan Pengumuman
5.58 Pengadaan Meubelair Ruang Perpustakaan
5.59 Pengadaan Meubelair Ruang UKS
5.60 Pengadaan Meubelair Ruang Laboratorium IPA
5.61 Pengadaan Meubelair Ruang Komputer
5.62 Pengadaan Meubelair Ruang Musik
NO PROGRAM DAN KEGIATAN

5.63 Pengadaan Meubelair Ruang Laboratorium Bahasa


5.64 Pengadaan Meubelair Ruang Multi Media
5.65 Pengadaan Meubelair Ruang Keterampilan
5.66 Pengadaan Meubelair R u m a h Ibadah
5.67 P e m b a n g u n a n R u a n g kelas
5.68 Pembangunan Ruang laboratorium
5.69 Pembangunan Ruang perpustakaan
5.70 Pembangunan Ruang media
5.71 Pembangunan Ruang Kepala Sekolah
5.72 Pembangunan Ruang Guru
5,73 Pembangunan Ruang Tata Usaha
5.74 Pembangunan Ruang aula
5,75 Pembangunan Ruang BP/BK
5.76 Pembangunan Ruang Ibadah
5,77 Instalasi air
5.78 Instalasi listrik (termasuk penggantian lampu)
5.79 Kamar mandi/wc guru/karyawan
5.80 K a m a r m a n d i / w c Peserta Didik
5.81 Taman dan Lapangan
5.82 Pembangunan Pagar Sekolah
5.83 Revitalisasi lantai ruang/kelas/lab
5.84 Pembenahan administrasi/inventarisasi bangunan
5.85 Penambahan / pembangunan laboratorium
5.86 dst

6 PROGRAM PENGEMBANGAN STANDAR PENGELOLAAN


6.01 Penyusunan Visi dan Misi
6.02 P e n y u s u n a n Profil S e k o l a h
6.03 Pelaksanaan Rapat Kerja Kepala Sekolah
6.04 Pembuatan Program Kerja Kepala Sekolah
6.05 Penjoisunan Program R A P B S / R A K S
6.06 Lokakarya Aplikasi M B S
6.07 P e n y u s u n a n Program Supervisi, Monitoring dan Evaluasi
6.08 Pelaksanaan Supervisi Akademik
6.09 Pelaksanaan Supervisi Non-Akademik
6.10 Pelaksanaan Supervisi Ekskul
6.11 Pelaksanaan Supervisi Perpustakaan
6.12 Pelaksanaan Supervisi Laboratorium
6.13 Pelaksanaan Supervisi Administrasi Tata Usaha
6.14 Pelaksanaan Supervisi Pemberdayaan Alat
6.15 Pelaksanaan Monitoring Keuangan
6.16 Pelaksanaan Monitoring Kesiswaan
6.17 Pelaksanaan Monitoring kegiatan belajar Mengajar
6.18 Pelaksanaan Monitoring kegiatan Sarana Prasarana
6.19 Kompetensi Pengembangan Status Sekolah
6.20 Pelaksanaan Penerapan Standar Manajemen M u t u ISO
6.21 Kajian-kajian yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing
6.22 Pengelolaan Sekolah Berbasis ICT/TIK
6.23 P e n g e m b a n g a n S i s t e m I n f o r m a s i M a n a j e m e n S e k o l a h (SIM)
NO PROGRAM DAN KEGIATAN

6.24 Workshop penjmsunan pedoman S I M sekolah, PAS, DAPODIK


6.25 Penyusunan Program Ketatausahaan
6.26 Updating data guru dan Karyawan
6.27 Updating data Kesiswaan
6.28 Penyusunan Laporan
6.29 Pengelolaan Inventaris Barang
6.30 Kerjasama dengan sekolah Bertaraf Internasional d a l a m negeri
6.31 Kerjasama dengan sekolah Bertaraf Internasional luar negeri
6 32 ^^^^^*^P p e n i n g k a t a n k o m p e t e n s i S I M b e r b a s i s T I K b a g i P T K
sekolah
6.33 Pengembangan Sistem Informasi Manajemen
6.34 P e n y n s u n a n Leaflet
6.35 Sosialisasi Kebijakan-Kebijakan
6.36 Rapat Koordinasi Komite Sekolah
6.37 Penyelenggaraan Lintas A l a m
6.38 Penyelenggaraan Karang Pamitran
6.39 Pelaksanana Kegiatan Akreditasi Sekolah
6.40 Kegiatan Pengelolaan Administrasi Sekolah
6.41 d s t

7 PROG RAM PENGEMBANGAN STANDAR PEMBIAYAAN


7.1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat
7.2 Penyediaan Jasa Komunikasi, S u m b e r Daya Air dan Listrik
7.3 Penyediaan Jasa Kebersihan
7.4 Penyediaan Alat Tulis Kantor
7.5 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
7.6 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
7.7 Penyediaan k o m p o n e n instalasi listrik d a n penerangan bangunan
7.8 Penyediaan m a k a n a n dan m i n u m a n
7.9 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam dan luar daerah
7.10 Pengadaan Pakaian Dinas
7.11 Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
7.12 Pembelian Gas
7.13 Pengadaan Peralatan Sekolah
7.14 Pengadaan Alat Kebersihan
y -^^ Penyelenggaraan kegiatan p e n d o k u m e n t a s i a n nilai aset s e m u a
sarpras sekolah pada tahun berjalan
Workshop peningkatan kompetensi P T K dalam aspek
7.16 transparansi dan akuntabilitas pengelolaa program, kegiatan,
hasil-hasil, dan keuangan sekolah
^ Penyelenggaraan sosialisasi d a n pelaporan program, kegiatan
hasil-hasil, d a n pengelolaan keuangan sekolah
7.18 Pembayaran Retribusi k e a m a n a n d a n s a m p a h
^ ^g Penyelenggaraan penerimaan sumbangan pendidikan dari
masyarakat
7 2 0 ^^^^^P penggalian dana pendidikan bersama komite
sekolah / lainnya
7.21 W o r k s h o p pengelolaan dana dari masyarakat dan lainnya
7.22 dst....
NO PROGRAM DAN KEGIATAN

8 PROG RAM PENGEMBANGAN STANDAR PENILAIAN


8.01 Penyusunan Kisi Kisi Ulangan Harian
8.02 Penyusunan Kisi Kisi Ulangan Tengah Semester
8.03 Penyusunan Kisi Kisi Ulangan Akhir Semester
8.04 P e n y u s u n a n Kisi Kisi Ulangan K e n a i k a n Kelas
8.05 Penyusunan Kisi Kisi Ujian sekolah
8.06 Penynsunan Soal Ulangan Harian
8.07 Penynsunan Soal Ulangan Tengah Semester
8.08 Penyusunan Soal Ulangan Akhir Semester
8.09 P e n y u s u n a n Soal Ulangan Kenaikan Kelas
8.10 P e n y u s u n a n Soal Ujian sekolah
8.11 Pelaksanaan Penilaian Ulangan Harian
8.12 Pelaksanaan Penilaian Ulangan Tengah Semester
8.13 Pelaksanaan Penilaian Ulangan Akhir Semester
8.14 Pelaksanaan Penilaian Ulangan Kenaikan Kelas
8.15 Pelaksanaan Penilaian Ujian sekolah
8.16 Pelaksanaan Penilaian Ujian Nasional
8.17 Analisis
8.18 Kegiatan Remedial
8.19 Kegiatan Pengayaan
8.20 Kegiatan Portofolio
8.21 Kegiatan Proyek
8.22 Kegiatan Penugasan
8.23 Workshop
8.24 IHT
8.25 Pelatihan
8.26 Inovasi dan Pengembangan Model Penilaian
8.27 dst

BUPATI BATANG,

YOYOK RIYO SUDIBYO


L A M P I R A N II
PERATURAN BUPATI BATANG
NOMOR TAHUN 2015
TENTANG
PEDOMAN PENGELOLAAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN
BELANJA SEKOLAH DI
KABUPATEN BATANG

KLASIFIKASI PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH

I. KLASIFIKASI PENDAPATAN
4 PENDAPATAN
4.1 PENDAPATAN RUTIN
4.1.1 Pendapatan Gaji
4.1.1.1 Gaji dan Tunjangan PNS
4.1.1.2 T a m b a h a n Penghasilan PNS
4.1.1.3 T a m b a h a n Penghasilan N o n PNS
4.4.2 Pendapatan Operasional Rutin Sekolah
1.1.2.1 D a n a Oper asional R u t i n

4.2 PENDAPATAN BERSUMBER DARI BANTUAN OPERASIONAL


S E K O L A H (BOS)
4.2.1 B O S Pusat
4.2.2 B O S Provinsi
4.2.3 B O S Kabupaten

4.3 PENDAPATAN BERSUMBER DARI PEMERINTAH SELAIN BOS


4.3.1 B a n t u a n APBN
4.3.1.1 D a n a Alokasi K h u s u s
4.3.1.2 D a n a Blockgrant
4.3.1.3 D a n a Hibah
4.3.1.4 Beasiswa
4.3.1.5 D a n a Lainnya
4.3.2 B a n t u a n A P B D Provinsi J a w a Tengah
4.3.2.1 B a n t u a n Keuangan
4.3.2.2 B a n t u a n H i b a h
4.3.2.3 Beasiswa
4.3.2.4 B a n t u a n Lainnya
4.3.3 B a n t u a n A P B D Kabupaten Batang
4.3.3.1 B a n t u a n Pengembangan Sarana Prasarana
4.3.3.2 B a n t u a n Pengembangan S u m b e r Daya Manusia
4.3.3.3 B a n t u a n H i b a h
4.3.3.4 Beasiswa
4.3.3.5 B a n t u a n Lainnya

4.4 PENDAPATAN SEKOLAH LAINNYA


4.4.1 Pendapatan Asli Sekolah
4.4.1.1 Hasil Usaha Produktif Sekolah
4.4.1.2 Hasil K e b u n Sekolah
4.4.1.3 Pendapatan Asli Sekolah yang sah lainnya
4.4.2 Sumbangan Pengembangan Pendidikan
4.4.2.1 S u m b a n g a n dari Orangtua/Wali Peserta Didik
4.4.2.2 S u m b a n g a n dari P e m a n g k u Kepentingan
4.4.2.3 S u m b a n g a n dari Lembaga lain yang tidak mengikat
4 . 4 . 2 . 4 S u m b a n g a n d a r i P i h a k A s i n g y a n g tidak m e n g i k a t
4.4.3 luran Pendidikan
4.4.3.1 luran
4.4.3.2 l u r a n
4.4.3.3 l u r a n
4.4.4 P u n g u t a n B i a y a S a t u a n P e n d i d i k a n (TK, S M A , S M K )
4.4.4.1 Pungutan Biaya Pendidikan

4.4.5 S u m b e r lain y a n g sah,

4.5 SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TAHUN PELAJARAN


SEBELUMNYA

II. KLASIFIKASI BELANJA

5 BELANJA
5.1 BELANJA TIDAK LANGSUNG
5.1.1 Belanj a Pegawai
5.1.1.01 Belanja Gaji dan Tunjangan
5.1.1.01.01 Gaji dan Tunjangan PNS
5.1.1.01.20 Gaji dan Tunjangan Non PNS
5.1.1.02 Tambahan Penghasilan
5.1.1.02.01 T a m b a h a n Penghasilan PNS
5.1.1.02.20 T a m b a h a n Penghasilan Non PNS

5.1.5 Belanja Beasiswa/Bantuan Pendidikan


5.1.5.03 Beasiswa Berprestasi
5.1.2.03.01 Beasiswa Prestasi
5.1.2.03.02 Beasiswa Transisi
5.1.2.03.03 Beasiswa RetrivaT
5.1.2.03.04 Beasiswa

5.1.5.04 Bantuan Siswa Miskin


5.1.2.04.01 BSM
5.1.2.04.02 BKKM
5.1.2.04.03 B a n t u a n

5.1.8 Belanja Tidak Terduga


5.1.8.01 Belanja T i d a k T e r d u g a ( M a k s i m a l 10%)

5.2 BELANJA LANGSUNG


5.2.1 Belanja Pegawai
5.2.1.01 Honorarium PNS
5.2.1.01.01 H o n o r a r i u m Panitia Pelaksana
Kegiatan
5.2.1.01.02 H o n o r a r i u m Peserta Kegiatan
5.2.1.02 Honorarium Non PNS
5.2.1.02.01 H o n o r a r i u m Tenaga
Ahli /Instxuktur / Narasumber
5.2.1.02.02 H o n o r a r i u m Peserta Kegiatan

5.2.2 Belanja Barang dan Jasa


5.2.2.01 Belanja B a h a n Pakai Habis
5.2.2.01.01 Belanja Alat Tulis Kantor
5.2.2.01.03 Belanja alat listrik dan elektronik
5.2.2.01.04 Belanja perangko, materai dan
benda pos lainnya
5.2.2.01.05 Belanja peralatan kebersihan dan
bahan pembersih
5 . 2 . 2 . 0 1 . 0 6 B e l a n j a b a h a n b a k a r m i n y a k / gas
5.2.2.01.07 Belanja pengisian tabung p e m a d a m
kebakaran
5 . 2 . 2 . 0 1 . 0 8 B e l a n j a p e n g i s i a n t a b u n g gas
5.2.2.01.09 dst....

5.2.2.02 Belanja Bahan/Material


5.2.2.02.01 Belanja bahan b a k u bangunan
5.2.2.02.02 Belanja bahan/bibit t a n a m a n
5.2.2.02.03 Belanja bibit t e m a k
5.2.2.02.04 Belanja b a h a n obat-obatan
5.2.2.02.05 Belanja b a h a n kimia
5.2.2.02.06 Belanja b a h a n praktik
5.2.2.02.07 dst....

5.2.2.03 Belanja Jasa Kantor


5.2.2.03.01 Belanja telepon
5.2.2.03.02 Belanja Air
5.2.2.03.03 Belanja Listrik
5.2.2.03.04 Belanja Langganan Surat
Kabar /Maj alah
5.2.2.03.05 Belanja Internet
5.2.2.03.06 Belanja Paket/pengiriman
5.2.2.03.07 dst...

5.2.2.05 Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor


5.2.2.05.01 Belanja Jasa Service
5.2.2.05.02 Belanja Penggantian S u k u Cadang
5.2.2.05.03 Belanja B a h a n Bakar / M i n y a k
Pelumas
5.2.2.05.04 dst....

5.2.2.06 Belanja Cetak dan Penggandaan


5.2.2.06.01 Belanja Cetak
5.2.2.06.02 Belanja Penggandaan
5.2.2.06.03 dst....

5.2.2.08 Belanja Sewa Sarana MobUitas


5.2.2.08.01 Belanja Sewa Sarana Mobilitas
Darat
5.2.2.08.02 Belanja Sewa Sarana Mobilitas Air
5.2.2.08.03 Belanja Sewa Sarana Mobilitas
Udara
5.2.2.08.04 dst

5.2.2.10 Belanja Sewa Perlengkapan dan Peralatan Kantor


5.2.2.10.01 Belanja sewa meja dan kursi
5.2.2.10.02 Belanja sewa komputer dan printer
5.2.2.10.03 Belanja sewa proyektor
5.2.2.10.04 Belanja sewa generator
5.2.2.10.05 Belanja sewa tenda/tratak
5.2.2.10.06 Belanja sewa pakaian
adat/ tradisional
5.2.2.10.07 Belanja sewa alat m u s i k
5.2.2.10.08 dst

5.2.2.11 Belanja M a k a n dan M i n u m


5.2.2.11.01 Belanja m a k a n dan m i n u m harian
5.2.2.11.02 Belanja m a k a n dan m i n u m rapat
5.2.2.11.03 Belanja m a k a n dan m i n u m t a m u
5.2.2.11.04 dst...

5.2.2.12 Belanja Pakaian Dinas / Seragam Sekolah


5 . 2 . 2 . 1 2 . 0 2 B e l a n j a P a k a i a n Sipil H a r i a n (PSH)
5 . 2 . 2 . 1 2 . 0 3 B e l a n j a P a k a i a n Sipil L e n g k a p (PSH)
5.2.2.12.04 Belanja P a k a i a n D i n a s H a r i a n (PDH)
5.2.2.12.05 Belanja Pakaian Dinas Upacara
(PDU)
5.2.2.12.06 Belanja seragam osis siswa dan
perlengkapannya
5.2.2.12.07 Belanja seragam p r a m u k a dan
perlengkapannya
5.2.2.12.08 Belanja seragam olahraga
5.2.2.12.09 Belanja seragam upacara
5.2.2.12.10 Belanja seragam batik
5.2.2.12.11 Belanja seragam drumband
5.2.2.12.13 dst...

5.2.2.13 Belanja Pakaian Kerja


5.2.2.13.01 Belanj a P a k a i a n Kerj a Lapangan
5.2.2.13.02 dst....

5.2.2.14 Belanja Pakaian Khusus dan Hari-Hari Tertentu


5.2.2.14.01 Belanja Pakaian Korpri
5.2.2.14.02 Belanja Pakaian Adat Daerah
5.2.2.14.03 Belanja Pakaian Batik Tradisional
5.2.2.14.04 Belanja Pakaian Olahraga
5.2.2.14.05 dst...

5.2.2.15 Belanja Perjalanan Dinas


5.2.2.15.01 Belanja perjalanan dinas dalam
daerah
5.2.2.15.02 Belanja perjalanan dinas luar darah

5.2.3 Belanja Modal


5.2.3.01 Belanja Modal Pengadaan Tanah
5.2.3.01.05 Belanja modal pengadaan tanah
sarana pendidikan TK
5.2.3.01.06 Belanja modal pengadaan tanah
sarana pendidikan SD
5.2.3.01.07 Belanja modal pengadaan tanah
sarana pendidikan SMP
5.2.3.01.08 Belanja modal pengadaan tanah
sarana pendidikan SMA
5.2.3.01.09 Belanja modal pengadaan tanah
sarana pendidikan SMK

5.2.3.08 Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Bengkel


5.2.3.08.01 Belanja m o d a l pengadaan m e s i n las
5.2.3.08.02 Belanja modal pengadaan mesin
bubut
5.2.3.08.03 Belanja modal pengadaan mesin
dongkrak
5.2.3.08.04 Belanja modal pengadaan mesin
kompresor
5.2.3.08.05 dst....

5.2.3.09 Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Pengolahan


P e r t a n i a n d a n Pe t e r n a k a n
5.2.3.09.01 Belanja m o d a l pengadaan penggiling
hasH pertanian
5.2.3.09.02 Belanja modal pengadaan alat
pengering gabah
5.2.3.09.03 Belanja modal pengadaan mesin
bajak
5.2.3.09.04 Belanja m o d a l pengadaan alat
penetas
5.2.3.09.05 dst

5.2.3.10 Belanja Modal Pengadaan Peralatan Kantor


5.2.3.10.01 Belanja modal pengadaan mesin tik
5.2.3.10.02 Belanja modal pengadaan mesin
hitung
5.2.3.10.03 Belanja modal pengadaan mesin
stensil
5.2.3.10.04 Belanja modal pengadaan mesin
fotocopy
5.2.3.10.05 Belanja modal pengadaan mesin
cetak
5.2.3.10.06 Belanja modal pengadaan mesin
jilid
5.2.3.10.07 Belanja modal pengadaan mesin
potong kertas
5.2.3.10.08 Belanja modal pengadaan mesin
penghancur kertas
5.2.3.10.09 Belanja modal pengadaan papan
tulis elektronik
5.2.3.10.10 Belanja modal pengadaan papan
visual elektronik
5.2.3.10.11 Belanja modal pengadaan tabung
pemadam kebakaran
5.2.3.10.12 dst

5.2.3.011 Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor


5.2.3.U.01 Belanja modal pengadaan meja
gambar
5.2.3.11.02 Belanja modal pengadaan almari
besi
5.2.3.11.03 Belanja modal pengadaan brankas
5.2.3.11.04 B e l a n j a m o d a l p e n g a d a a n filling
cabinet
5.2.3.11.05 Belanja modal pengadaan papan
tulis
5.2.3.11.06 Belanja modal pengadaan white
board
5.2.3.11.07 Belanja modal pengadaan penunjuk
waktu
5.2.3.11.08 dst

5.2.3.12 Belanja Modal Pengadaan Komputer


5.2.3.12.01 Belanja modal pengadaan komputer
server
5.2.3.12.02 Belanja modal pengadaan komputer
dekstop
5.2.3.12.03 Belanja modal pengadaan komputer
notebook
5.2.3.12.04 Belanja modal pengadaan printer
5.2.3.12.05 Belanja modal pengadaan scanner
5.2.3.12.06 Belanja modal pengadaan
m o n i t o r /display / layar
5.2.3.12.07 Belanja modal pengadaan CPU
5.2.3.12.08 Belanja modal pengadaan
UPS/Stabilizer
5.2.3.12.09 Belanja modal pengadaan peralatan
jaringan komputer
5.2.3.12.10 dst

5.2.3.13 Belanja Modal Pengadaan Mebelair


5.2.3.13.01 Belanja modal pengadaan meja
kerja
5.2.3.13.02 Belanja modal pengadaan meja
rapat
5.2.3.13.03 B elanja modal pengadaan meja
siswa
5.2.3.13.04 Belanja modal pengadaan meja
respesionis
5.2.3.13.05 Belanja modal pengadaan kursi
rapat
5.2.3.13.06 Belanja modal pengadaan kursi
kerja
5.2.3.13.07 Belanja modal pengadaan kursi
siswa
5.2.3.13.08 Belanja modal pengadaan kursi
resepsionis
5.2.3.13.09 Belanja modal pengadaan tempat
tidur U K S
5.2.3.13.10 Belanja m o d a l pengadaan sofa
5.2.3.13.11 Belanja modal pengadaan rak buku
5.2.3.13.12 Belanja modal pengadaan lemari
kayu
5.2.3.13.13 Belanja modal pengadaan lemari
kaca
5.2.3.13.14 Belanja modal pengadaan lemari
pajang
5.2.3.13.15 dst

5.2.3.14 Belanja Modal Pengadaan Peralatan Dapur


5.2.3.14.01 Belanja modal pengadaan tabung
gas
5.2.3.14.02 Belanja modal pengadaan kompor
gas
5.2.3.14.03 Belanja modal pengadaan lemari
makan
5.2.3.14.04 Belanja modal pengadaan dispenser
5.2.3.14.05 Belanja modal pengadaan kulkas
5.2.3.14.06 Belanja modal pengadaan rak piring
5.2.3.14.07 Belanja modal pengadaan
piring/ gelas /m a g k o k / sendok/ pisau
5.2.3.14.08 dst

5.2.3.15 Belanja Modal Pengadaan Penghias Ruangan


R u m a h Tangga
5.2.3.15.01 Belanja modal pengadaan lampu
hias
5.2.3.15.02 Belanja modal pengadaan j a m
dinding/jam meja
5.2.3.15.03 Belanja modal pengadaan kipas
an gin
5.2.3.15.04 Belanja m o d a l p e n g a d a a n televisi
5.2.3.15.05 Belanja modal pengadaan video/dvd
5.2.3.15.06 dst

5.2.3.16 Belanja Modal Pengadaan Alat-alat studio


5.2.3.16.01 Belanja modal pengadaan kamera
5.2.3.16.02 Belanja modal pengadaan
handycam
5.2.3.16.03 Belanja modal pengadaan proyektor
5.2.3.16.04 Belanja modal pengadaan gamelan
5.2.3.16.05 Belanja modal pengadaan alat
musik modern
5.2.3.16.06 Belanja modal pengadaan alat
musik tradisional
5.2.3.16.07 Belanja modal pengadaan
radio /tape / recorder
5.2.3.16.08 dst

5.2.3.17 Belanja Modal Pengadaan Alat-alat komunikasi


5.2.3.17.01 Belanja modal pengadaan telepon
5.2.3.17.02 B e l a n j a m o d a l p e n g a d a a n fax

5.2.3.18 Belanja Modal Pengadaan Alat-alat u k u r


5.2.3.18.01 Belanja modal pengadan timbangan
5.2.3.18.02 Belanja modal pengadan alat GPS
5.2.3.18.03 Belanja modal pengadan
kompas/alat navigasi
5.2.3.18.04 Belanja modalpengadaan bejana
ukur
5.2.3.18.05 Belanja modal pengadan barometer
5.2.3.18.06 dst

5.2.3.20 Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Laboratorium


5.2.3.20.01 Belanja modal pengadaan alat-alat
lab biologi
5.2.3.20.02 Belanja m o d a l pengadaan alat-alat
lab fisika/geologi
5.2.3.20.03 Belanja modal pengadaan alat-alat
lab k i m i a
5.2.3.20.04 Belanja modal pengadaan alat-alat
lab ipa
5.2.3.20.05 Belanja m o d a l pengadaan alat-alat
lab ips
5.2.3.20.06 Belanja modal pengadaan alat-alat
lab bahasa
5.2.3.20.07 dst

5.2.3.25 Belanja Modal Pengadaan Instalasi Listrik, Air


dan Telepon
5.2.3.25.01 Belanja Modal Pengadaan Instalasi
Listrik
5.2.3.25.02 Belanja Modal Pengadaan Instalasi
Telepon
5.2.3.25.03 Belanja Modal Pengadaan Instalasi
Air

5.2.3.26 Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Bangunan


5.2.3.26.01 Belanja Modal Pengadaan
Konstruksi Gedung Kantor
5.2.3.26.02 Belanja Modal Pengadaan
Konstruksi r u m a h dinas
5.2.3.26.03 Belanja Modal Pengadaan
Konstruksi r u a n g kelas
5.2.3.26.04 Belanja Modal Pengadaan
Konstruksi ruang perpustakaan
5.2.3.26.05 dst

5.2.3.27 Belanja Modal Pengadaan B u k u dan Kepustakaan


5.2.3.27.01 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Matematika
5.2.3.27.02 Belanja Modal Pengadaan Buku
Fisika
5.2.3.27.03 Belanja Modal Pengadaan Buku
Kimia
5.2.3.27.04 Belanja Modal Pengadaan Buku
Biologi
5.2.3.27.05 Belanja Modal Pengadaan Buku
Geografi
5.2.3.27.06 Belanja Modal Pengadaan Buku
Astronomi
5.2.3.27.07 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Arkeologi
5.2.3.27.08 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Bahasa dan Sastra
5.2.3.27.09 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Keagamaan
5.2.3.27.10 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Sejarah
5.2.3.27.11 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Seni Budaya
5.2.3.27.12 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Ilmu Pengetahuan U m u m
5.2.3.27.13 Belanja Modal Pengadaan B u k u
I l m u Pengetahuan Sosial
5.2.3.27.14 Belanja Modal Pengadaan B u k u
I l m u Politik d a n Tata Negara
5.2.3.27.15 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
5.2.3.27.16 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Ensklopedia
5.2.3.27.17 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Kamus Bahasa
5.2.3.27.18 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Ekonomi, Manajemen dan
Keuangan
5.2.3.27.19 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Industri dan Perdagangan
5.2.3.27.20 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Peraturan Perundang-Undangan
5.2.3.27.21 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Teks/Naskah
5.2.3.27.22 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Tematik
5.2.3.27.23 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Fiksi
5.2.3.27.24 Belanja Modal Pengadaan B u k u
Terbitan Berkala
5.2.3.27.25 Belanja Modal Pengadaan
Peta/Atlat/Globe
5.2.3.27.26 dst

5.2.3.28 Belanja Modal Barang Bercorak Budaya dan


Kesenian
5.2.3.28.01 Belanja modal pengadaan
lukisan/foto
5.2.3.28.02 Belanja modal pengadaan patung
5.2.3.28.03 Belanja modal pengadaan ukiran
5.2.3.28.04 Belanja modal pengadaan pahatan
5.2.3.28.05 Belanja modal pengadaan batu alam
5.2.3.28.06 Belanja modal pengadaan
maket/miniatur/diorama/prototype
5.2.3.28.07 dst

5.2.3.31 Belanja Modal Pengadaan Alat Peraga Pendidikan


5.2.3.31.01 Belanja Modal Pengadaan Alat
Peraga Penjasorkes
5.2.3.31.02 Belanja Modal Pengadaan Alat
Peraga IPA
5.2.3.31.03 Belanja Modal Pengadaan Alat
Peraga IPS
5.2.3.31.04 Belanja Modal Pengadaan Alat
Peraga M a t e m a t i k a
5.2.3.31.05 Belanja Modal Pengadaan Alat
Peraga Bahasa
5.2.3.31.06 Belanja Modal Pengadaan Alat
Peraga Prakarya, Seni dan Budaya
5.2.3.31.07 Belanja Modal Pengadaan Alat
Peraga Keagamaan
5.2.3.31.08 Belanja Modal Pengadaan Alat
Peraga E d u k a s i (APE) P A U D
5.2.3.31.09 dst

BUPATI BATANG,

YOYOK RIYO SUDIBYO


L A M P I R A N III
PERATURAN BUPATI BATANG
NOMOR TAHUN 2015
TENTANG
PEDOMAN PENGELOLAAN ANGGARAN
PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH DI
KABUPATEN BATANG

FORMAT RAPBS DAN RKAS

A. F O R M A T RAPBS
KOP SEKOLAH

RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS)


TAHUN PELAJARAN /

PENDAPATAN BELANJA

No Kode No Kode
Uraian Jumlah Uraian Jumlah
Urut Rekening Urut Rekening

I 4 1 PENDAPATAN RUTIN I 5 1 BELANJA TIDAK LANGSUNG


4 1 1 Pendapatan Gaji 5 1 1 Belanja Pegawai
4 1 1 1 Gaji d a n T u n j a n g a n PNS 5 1 1 01 Belanja Gaji dan Tunjangan
4 1 1 2 T a m b a h a n Penghasilan PNS 5 1 1 01 01 Belanja Gaji dan Tunjangan PNS
4 1 1 3 T a m b a h a n Penghasilan Non PNS 5 1 1 01 20 Belanja Gaji dan Tunjangan Non PNS

4 1 2 Pendapatan Operasional Rutin Sekolah 5 1 1 02 Belanja T a m b a h a n Penghasilan


4 1 2 1 Dana Operasional Rutin (SMP/SMA/SMK) 5 1 1 02 01 Belanja T a m b a h a n Penghasilan PNS
5 1 1 02 20 Belanja T a m b a h a n Penghasilan Non PNS
PENDAPATAN BELANJA

No Kode No Kode
Uraian Jumlah Uraian Jumlah
Urut Rekening Urut Rekening
II 4 2 PENDAPATAN B E R S U M B E R DARI BOS 5 1 2 Belanja Beasiswa / Bantuan Pendidikan
4 2 1 BOS Pusat 5 1 2 01 01 Beasiswa Berprestasi
4 2 2 BOS Provinsi 5 1 2 01 02 Beasiswa Transisi
4 2 3 BOS Kabupaten 5 1 2 01 03 Beasiswa Retrival
5 1 2 01 04 Beasiswa
PENDAPATAN BERSUMBER DARI PEMERINTAH /
III 4 3
PEMERINTAH DAERAH SELAIN BOS
4 3 1 Bantuan APBN 5 1 2 02 Bantuan Pendidikan
4 3 1 1 Dana Alokasi Khusus (DAK) 5 1 2 02 01 Bantuan Siswa Miskin (BSM)
4 3 1 2 Dana Blockgrant 5 1 2 02 02 BKKM
4 3 1 3 Dana Hibah 5 1 2 02 03 Bantuan
4 3 1 4 Beasiswa
4 3 1 5 Dana Lainnya 5 1 3 Belanja Tidak Terduga
5 1 3 01 Belanja Tidak Terduga
4 3 2 Bantuan APBD Provinsi Jawa Tengah
4 3 2 1 Bantuan Keuangan II 5 2 BELANJA LANGSUNG
Program Pengembangan Kompetensi
4 3 2 2 Bantuan Hibah 1
Lulusan
4 3 2 3 Beasiswa 5 2 1 Belanja Pegawai
4 3 2 4 Dana Lainnya 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal
4 3 2 Bantuan APBD Kabupaten Batang
Bantuan Pengembangan Sarana dan Prasarana
4 3 2 1 2 Program Pengembangan Standar Isi
Pendidikan
4 3 2 2 Bantuan Pengembangan Sumber Daya Manusia 5 2 1 Belanja Pegawai
4 3 2 3 Bantuan Keuangan 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
4 3 2 4 Bantuan Hibah 5 2 3 Belanja Modal
4 3 2 5 Bantuan Sosial
PENDAPATAN BELANJA

No Kode No Kode
Uraian Jumlah Uraian Jumlah
Urut Rekening Urut Rekening

4 3 2 6 Beasiswa 3 Program Pengembangan Standar Proses


4 3 2 7 Dana Lainnya 5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
IV 4 4 PENDAPATAN SEKOLAH LAINNYA 5 2 3 Belanja Modal
4 4 1 Pendapatan Asli Sekolah
Program Pengembangan Pendidik dan
4 4 1 1 Pendapatan Hasil Usaha Produktif Sekolah 4
Tenaga Kependidikan
4 4 1 2 Pendapatan Kebun Sekolah 5 2 1 Belanja Pegawai
4 4 1 3 Pendapatan Asli Sekolah yang sah lainnya 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal
4 4 2 Sumbangan Pengembangan Pendidikan
Program Pengembangan Sarana dan
4 4 2 1 S u m b a n g a n dari Peserta Didik 5
Prasarana
4 4 2 2 Sumbangan dari Pemangku Kepentingan 5 2 1 Belanja Pegawai
4 4 2 3 Sumbangan dari Lembaga lain yang tidak mengikat 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
4 4 2 4 Sumbangan dari Pihak Asing yang tidak mengikat 5 2 3 Belanja Modal

Program Pengembangan Standar


4 4 3 luran Pendidikan 6
Pengelolaan
4 4 3 1 luran 5 2 1 Belanja Pegawai
4 4 3 2 luran 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
4 4 3 3 luran 5 2 3 Belanja Modal

Pungutan Biaya Satuan Pendidikan (TK, Program Pengembangan Standar


4 4 4 7
SMA/SMK) Pembiayaan
4 4 4 1 Pungutan Biaya Pendidikan 5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
4 4 4 Sumber Lain yang Sah 5 2 3 Belanja Modal
PENDAPATAN BELANJA

No Kode No Kode
Uraian Jumlah Uraian Jumlah
Urut Rekening Urut Rekening
SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TAHUN Program Pengembangan dan Implementasi
V 4 5 8
PELAJARAN SEBELUMNYA Sistem Penilaian
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal

TOTAL PENDAPATAN TOTAL BELANJA


SURPLUS/DEFISIT

Batang,
Komite Sekolah Kepala Sekolah

B. F O R M A T RKAS

1. F O R M A T R K A S - 0 1
K O P S E K O L A H

R X N C A M A K E G I A T A N D A N A H O O A R A H B B K O L A H
T A H U N A J A R A N /

R I H C I A N R E H C A H A K B G I A T A H D A N A H O O A R A H S E K O L A H

R E N C A N A S U H B E R A N G C A R A H
P t R H I T U N G A H l a A S i r i K A S I B E L A N J A R U T I H BOS P E M E R I N T A H S E L A I H B O S P E N D A P A T A N S E K O L A H L A I N N T A
n o P u o c u t a a B i a y a l
K O D E U R A I A H / P R O G R A I I / K I G I A T A H / P B K X R J A A H T O T A L P a n d a p a t a K X T E R A N O A H
tIRUT P e o d a p v t a n A P B D A P B D S n m b a n f B a t u a n S n n b e r Lain S I L P A
Haiga Belanja Belaaja Belanja Pnaat Proolnai Kabu pktcD A P B N B A l U luran
ValiuuB S a t u a n Operaalonal R u t i n P T D V K a b a n P e n d i d i k a n raiif B a b
S a t a a n Pegawai B a m i c / J u a Mndal S e k o l a h
S e k o l a h I T K / S M A / S H K I
1 1 P R O G R A M P B H G B U B A N O A N X D H P E T E H S I L U L U S A H
1 01 P e n y u s u n a n KTSP, Silabus d a nR P P XXXXJUI
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 1 01 01 Honorarium Panitia Pelaksana K e ^ a t a n 205,000
- Kctua Panitia 1 org/keg 50,000 50.000
- Sekretaria 1 arg/keg 30.000 30.000
Anggota 5 org/keg 25,000 125,000

X X i d d

5 2 2 Beiuija Barang d a n J a s a
5 2 2 01 01 Belanja Alat Tulia
- Kertas H V S
Pensil
- B u k u tuUa

5 2 2 HI XX

1 02 P e n y u s u n a n Program Sekolah
5 2 1 Selanja Pcgavai
5 2 1 Oi XXKMaXlXXXlUUUIXXMJJUUt

5 2 2 Belanja Barang d a n J a a a
5 2 2 KK XX n x x n x x n a x x n c a x j c t x x x

1 03
1 04

i: 2 P R O G R A M d a t
dat P R O G R A M d i t
dat d i P R O C R A M d i t

Batang

Komite Sekolah Kepala Sekolah


2. FORMAT RKAS - 02

KOP SEKOLAH
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH
TAHUN AJARAN /

RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH BERDASARKAN RENCANA PENGGUNAAN ANGGARAN


SUMBER ANGGARAN :

TRIWULAN
NO URAIAN / PROGRAM / KEGIATAN /
KODE JUMLAH 1 2 3 4 KETERANGAN
URUT PEKERJAAN
J u n s.d Nov s.d J a n s.d
Sept s.d O k t
Ags Des Mar
PROGRAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI
I 1 LULUSAN
1 01 Penyusunan KTSP, Silabus dan RPP
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 1 01 01 Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan

X X X XX X X dst

5 2 2 Belanja Barang dan Jasa


5 2 2 01 01 Belanja Alat Tulis

5 2 2 X X XX XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

1 02 Penyusunan Program Sekolah


5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 1 X X XX XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
TRIWULAN

NO URAIAN / PROGRAM / KEGIATAN /


KODE JUMLAH 1 2 3 4 KETERANGAN
URUT PEKERJAAN
J u n s.d N o v s.d J a n s.d
S e p t s.d O k t
Ags Des Mar

5 2 2 Belanja Barang dan Jasa


5 2 2 XX XX X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

1 03 Kegiatan dst
1 04
II 2 P R O G R A M dst
dst dst P R O G R A M dst
dst dst P R O G R A M dst

TOTAL

Batang,
Komite Sekolah Kepala Sekolah

BUPATI BATANG,

YOYOK RIYO SUDIBYO


LAMPIRAN IV
PERATURAN BUPATI BATANG
NOMOR TAHUN 2015
TENTANG
PEDOMAN PENGELOLAAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN
BELANJA SEKOLAH DI
KABUPATEN BATANG

FORMAT BERITA ACARA KESEPAKATAN RAPBS MENJADI APBS

KOP SEKOLAH

BERITA ACARA KESEPAKATAN RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA


SEKOLAH XXXXXXXXXXX
TAHUN PELAJARAN /
Nomor:

Pada hari ini tanggal bulan tahun telah dilaksanakan


rapat pleno pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan d a n Belanja (RAPBS) Sekolah
xxxxxxxxxxxxx, kami masing-masing:
1. K e p a l a S e k o l a h
Nama :
NIP :
Alamat :

2. K e t u a K o m i t e S e k o l a h
Nama :
Pekerjaan :
Alamat :

Bersama seluruh D e w a n G u r u dan Perwakilan Orangtua/Wali Peserta Didik yang


hadir, Berdasarkan Rencana Kerja T a h u n a n dan Rencan Kerja Anggaran Sekolah
kami menyepakati bahwa Rencanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah
xxxxxxxxxx pada t a h u n pelajaran / sebagai berikut:

A. PENDAPATAN
1. P e n d a p a t a n R u t i n s e b e s a r R p
2. P e n d a p a t a n y a n g b e r s u m b e r d a r i B O S sebesar R p
3. P e n d a p a t a n y a n g b e r s u m b e r d a r i P e m e r i n t a h S e l a i n d a r i B O S sebesar Rp.

4. Pendapatan Sekolah l a i n n y a sebesar Rp


5. Pendapatan SILPA sebesar Rp
6. Total Pendapatan s e l u r u n y a sebesar Rp

B. BELANJA
1. B e l a n j a T i d a k L a n g s u n g s e b e s a r R p terdiri dari:
a. B e l a n j a P e g a w a i s e b e s a r R p
b. B e l a n j a B e a s i s w a s e b e s a r R p
c
2. B e l a n j a L a n g s u n g sebesar R p terdiri dari:
a. P r o g r a m sebesar Rp
b. P r o g r a m
c

C. S U R P L U S / D E F I S I T s e b e s a r yang rencanannya akan digunakan untuk


(Surplus) / yang rencananya a k a n ditutup dengan

A d a p u n secara rinci RKT, R K A S d a n R A P B S sebagaimana terlampir d a l a m berita acara


ini, yang dilengkapi dengan n o t u l a rapat dan daftar hadir.

Demikian Berita Acara i n i dibuat dengan sebenar-benamya untuk dipergunakan


sebagaimana mestinya.

Batang,

Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah

NIP,

BUPATI BATANG,

YOYOK RIYO SUDIBYO


LAMPIRAN V
PERATURAN BUPATI BATANG
NOMOR TAHUN 2015
TENTANG
PEDOMAN PENGELOLAAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN
BELANJA SEKOLAH DI
KABUPATEN BATANG

FORMAT SURAT KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH TENTANG PENETAPAN


A N G G A R A N P E N D A P A T A N D A N B E L A N J A S E K O L A H (APBS)

KOP SEKOLAH

KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH


NOMOR 420/ /

T E N T A N G
PENETAPAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN /

KEPALA SEKOLAH
KABUPATEN BATANG,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka menyelenggarakan tata kelola anggaran


pendapatan d a n belanja sekolah secara tertib, taat pada peraturan
perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan dan
bertanggungjawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan
dan manfaat untuk melaksanakan layanan pendidikan pada
Sekolah T a h u n Pelajaran maka harus dituangkan dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah.
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf
a, p e r l u m e n e t a p k a n Keputusan Kepala Sekolah tentang
Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Tahun
Pelajaran / ;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah


Tingkat II Batang (Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n 1965
Nomor 52, T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
2757);
2. Undang-Undang N o m o r 17 T a h u n 2 0 0 3 tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47,
T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 20 T a h u n 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 78 T a h u n 2003,
T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
4. Undang-Undang Nomor 1 T a h u n 2004 tentang Perbendaharaan Negara
( L e m b a r a n N e g a r a R e p u b l i k I n d o n e s i a T a h u n 2 0 0 4 N o m o r 5, T a m b a h a n
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
5. Undang-Undang Nomor 23 T a h u n 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n 2014 Nomor 244,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 9 T a h u n 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58,
T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1988 tentang Perubahan Batas
Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekalongan, Kabupaten Daerah
Tingkat II Pekalongan dan Kabupaten Daerah Tingkat II Batang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor 42,
T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3381);
7. P e r a t u r a n P e m e r i n t a h N o m o r 19 T a h u n 2 0 0 5 t e n t a n g S t a n d a r Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n 2005 Nomor
41, T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32
T a h u n 2 0 1 3 t e n t a n g P e r u b a h a n Atas P e r a t u r a n P e m e r i n t a h N o m o r 19
T a h u n 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara
Republik Indonesia T a h u n 2013 Nomor 7 1 , Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n 2005
Nomor 140, T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4578);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n 2008 Nomor
91, T a m b a h a n Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864);
10. P e r a t u r a n P e m e r i n t a h N o m o r 17 T a h u n 2 0 1 0 t e n t a n g Pengelolaan d a n
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5105} sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 66 T a h u n 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Repubhk Indonesia
Tahun 2010 Nomor 112, T a m b a h a n Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5157);
11. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah, sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 T a h u n 2015 tentang
Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 T a h u n 2010
tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara
R e p u b l i k I n d o n e s i a T a h u n 2 0 1 5 N o m o r 5);
12. Peraturan Menteri D a l a m Negeri N o m o r 13 T a h u n 2 0 0 6 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa
kali d i u b a h terakhir dengan P e r a t u r a n Menteri D a l a m Negeri Nomor 2 1
T a h u n 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam
Negeri N o m o r 13 T a h u n 2 0 0 6 tentang P e d o m a n Pengelolaan Keuangan
Daerah;
13. P e r a t u r a n M e n t e r i P e n d i d i k a n Nasional N o m o r 19 T a h u n 2 0 0 7 t e n t a n g
Standar Pengelolaan Pendidikan oleh S a t u a n Pendidikan Dasar dan
Menengah sebagaimana diubah dengan
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional N o m o r 15 T a h u n 2010 tentang
Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota
sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2013 tentang
P e r u b a h a n Atas P e r a t u r a n M e n t e r i P e n d i d i k a n Nasional 15 T a h u n 2 0 1 0
tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di
Kabupaten/Kota (Berita Negara Republik Indonesia T a h u n 2013 Nomor
464);
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya
Pendidikan pada S a t u a n Pendidikan Dasar (Berita Negara Republik
Indonesia T a h u n 2012 N o m o r 66);
16. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 T a h u n 2012 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah
T a h u n 2 0 1 2 N o m o r 4, T a m b a h a n L e m b a r a n D a e r a h Provinsi J a w a
Tengah N o m o r 40);
17. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 3 Tahun 2013 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Batang
( L e m b a r a n D a e r a h K a b u p a t e n B a t a n g T a h u n 2 0 1 3 N o m o r 3);
18. Peraturan Bupati Batang N o m o r 16 T a h u n 2 0 1 4 tentang Pendanaan
Pendidikan di Kabupaten Batang (Berita Daerah Kabupaten Batang
T a h u n 2 0 1 4 N o m o r 16);
19. Peraturan Bupati Batang Nomor Tahun 2015 tentang Pedoman
Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah di Kabupaten
Batang (Berita Daerah Kabupaten Batang T a h u n 2015 Nomor );
20. Peraturan yang relevan
Memperhatikan: Berita Acara Kesepakatan Rencana Anggaran Pendapatan Sekolah Tahun
Pelajaran / Nomor: Tanggal

M E M U T U S K A N

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH TENTANG PENETAPAN


ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH TAHUN
PELAJARAN /

KESATU : Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Tahun


Pelajaran / dengan struktur dan rincian sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tak terpisahkan dari
keputusan ini.

KEDUA Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Tahun Pelajaran


/ sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU
dijabarkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Sekolah sebagaimana
tercantum dalam Lampiran II yang m e r u p a k a n bagian tak terpisahkan dari
keputusan ini.

KETIGA Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Tahun Pelajaran


/ sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU
digunakan sebagai pedoman dan dasar pelaksanaan kegiatan sekolah yang
menyebabkan beban anggaran dan belanja sekolah.

KEEMPAT D a l a m keadaan darurat a t a u h a L h a l yang tidak terduga seperti keadaan


bencana a l a m , bencana sosial, k e a d a a n diluar kendali sekolah d a n / a t a u
tidak dapat diprediksi sebelumnya dan tidak diharapkan tidak berulang,
m a k a Sekolah dapat melakukan pengeluaran yang anggarannya tersedia
dalam belanja tak terduga.

KELIMA Apabila d i m u n g k i n k a n terdapat perubahan pendapatan dan belanja


ditengah t a h u n pelajaran, m a k a sesuai dengan ketentuan pedoman
pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah akan dilakukan
perubahan dan/atau penyesuaian sebagaimana mestinya.

KEENAM S e m u a biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini


dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah
T a h u n Pelajaran /

KETUJUH Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di B a t a n g
Pada tanggal 20.

Kepala Sekolah

Nama.
NIP

Salinan, Keputusan ini disampaikan kepada Yth.:


1. Y t h . K e p a l a D i n a s P e n d i d i k a n P e m u d a d a n O l a h r a g a K a b u p a t e n Batang;
2. Y t h . I n s p e k t u r K a b u p a t e n B a t a n g ;
3. Y t h . Kepala B i d a n g
4. Y t h . Kepala U P T D i s d i k p o r a K e c a m a t a n
5. Y t h . P e n g a w a s S e k o l a h
6. Y t h . K e t u a K o m i t e S e k o l a h
7. P e n g h i m p u n K e p u t u s a n .
LAMPIRAN I
KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH
NOMOR TAHUN
TENTANG
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
SEKOLAH TAHUN AJARAN
/

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH


TAHUN PELAJARAN /

PENDAPATAN BELANJA
No Kode No
Uraian Jumlah Kode Rekening Uraian Jumlah
Urut Rekening Urut
I 4 1 PENDAPATAN RUTIN I 5 1 BELANJA TIDAK LANGSUNG
4 1 1 Pendapatan Gaji 5 1 1 Belanja Pegawai
4 1 1 1 Gaji dan Tunjangan PNS 5 1 1 01 Belanja Gaji dan Tunjangan
4 1 1 2 Tambahan Penghasilan PNS 5 1 1 01 01 Belanja Gaji dan Tunjangan PNS
4 1 1 3 T a m b a h a n Penghasilan Non PNS 5 1 1 01 20 Belanja Gaji dan Tunjangan Non PNS

4 1 2 Pendapatan Operasional Rutin Sekolah 5 1 1 02 Belanja Tambahan Penghasilan


4 1 2 1 Dana Operasional Rutin (SMP/SMA/SMK) 5 1 1 02 01 Belanja T a m b a h a n Penghasilan PNS
5 1 1 02 20 Belanja Tambahan Penghasilan Non PNS

II 4 2 PENDAPATAN BERSUMBER DARI BOS 5 1 2 Belanja Beasiswa / B a n t u a n Pendidikan


4 2 1 BOS Pusat 5 1 2 01 01 Beasiswa Berprestasi
4 2 2 BOS Provinsi 5 1 2 01 02 Beasiswa Transisi
4 2 3 BOS Kabupaten 5 1 2 01 03 Beasiswa Retrival
5 1 2 01 04
PENDAPATAN BERSUMBER DARI
III 4 3
PEMERINTAH/PEMDA SELAIN BOS
4 3 1 Bantuan APBN 5 1 2 02 Bantuan Pendidikan
4 3 1 1 Dana Alokasi Khusus (DAK) 5 1 2 02 01 Bantuan Siswa Miskin (BSM)
4 3 1 2 Dana Blockgrant 5 1 2 02 02 BKKM
4 3 1 3 Dana Hibah 5 1 2 02 03
4 3 1 4 Beasiswa
4 3 1 5 Dana Lainnya 5 1 3 Belanja Tidak Terduga
5 1 3 01 Belanja Tidak Terduga
4 3 2 Bantuan APBD Provinsi Jawa Tengah
4 3 2 1 Bantuan Keuangan 11 5 2 BELANJA LANGSUNG
Program Pengembangan Kompetensi
4 3 2 2 Bantuan Hibah 1
Lulusan
4 3 2 3 Beasiswa 5 2 1 Belanja Pegawai
4 3 2 4 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal
4 3 2 Bantuan APBD Kabupaten Batang
Bantuan Pengembangan Sarana dan Prasarana
4 3 2 1 2 Program Pengembangan Standar Isi
Pendidikan
4 3 2 2 Bantuan Pengembangan Sumber Daya Manusia 5 2 1 Belanja Pegawai
4 3 2 3 Bantuan Keuangan 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
4 3 2 4 Bantuan Hibah 5 2 3 Belanja Modal
4 3 2 5 Bantuan Sosial
4 3 2 6 Beasiswa 3 Program Pengembangan Standar Proses
4 3 2 7 Dana Lainnya 5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
IV 4 4 PENDAPATAN SEKOLAH LAINNYA 5 2 3 Belanja Modal
4 4 1 Pendapatan Asli Sekolah
Program Pengembangan Pendidik dan
4 4 1 1 Pendapatan Hasil Usaha Produktif Sekolah 4
Tenaga Kependidikan
4 4 1 2 Pendapatan Kebun Sekolah 5 2 1 Belanja Pegawai
4 4 1 3 Pendapatan Ash Sekolah yang sah lainnya 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal
4 4 2 Sumbangan Pengembangan Pendidikan
Program Pengembangan Sarana dan
4 4 2 1 S u m b a n g a n dari Peserta Didik 5
Prasarana
4 4 2 2 Sumbangan dari Pemangku Kepentingan 5 2 1 Belanja Pegawai
Sumbangan dari Lembaga lain yang tidak
4 4 2 3 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
mengikat
4 4 2 4 Sumbangan dari Pihak Asing yang tidak mengikat 5 2 3 Belanja Modal

Program Pengembangan Standar


4 4 3 luran Pendidikan 6
Pengelolaan
4 4 3 1 luran 5 2 1 Belanja Pegawai
4 4 3 2 luran 5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
4 4 3 3 luran 5 2 3 Belanja Modal

Pungutan Biaya Satuan Pendidikan (TK, Program Pengembangan Standar


4 4 4 7
SMA/SMK) Pembiayaan
4 4 4 1 Pungutan Biaya Pendidikan 5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
4 4 4 Sumber Lain yang Sah 5 2 3 Belanja Modal

SISA LEBIH PERHITUNGAN A N G G A R A N TAHUN Program Pengembangan dan


V 4 5 8
PELAJARAN SEBELUMNYA Implementasi Sistem Penilaian
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal
TOTAL PENDAPATAN TOTAL BELANJA

Batang,
Komite Sekolah Kepala Sekolah

NIP.
LEMBAR PENCERMATAN TIM
(Untuk SMP, SMA, S M K dan TK)

Tanggal
No Nama/Jabatan/NIP Catatan Tanda Tangan
Persetujuan
1. Sekretaris Dinas
Nama
NIP

2. Kepala Bidang
Nama
NIP
3. Kepala Seksi
Nama
NIP
4. Kepala Sub Bagian
Program
Nama
NIP
5. Kepala Sub Bagian
Keuangan
Nama
NIP
6. Pengawas Sekolah
Nama
NIP
LEMBAR PENGESAHAN OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BATANG

Dengan ini mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja untuk:

Sekolah :
T a h u n Pelajaran : /

Kepala Dinas Pendidikan


Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Batang

Pangkat/Golongan Ruang
NIP
LEMBAR PENCERMATAN TIM
(Untuk SD)

Tanggal
No Nama/Jabatan/NIP Catatan Tanda Tangan
Persetujuan
1. Pengawas Sekolah....
Nama
NIP

LEMBAR PENGESAHAN OLEH KEPALA UPT DINAS KECAMATAN

Dengan ini mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja untuk:

Sekolah :
T a h u n Pelajaran : /

Kepala UPT Dinas Pendidikan


Pemuda dan Olahraga
Kecamatan

NIP.
L A M P I R A N II
KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH
NOMOR TAHUN
TENTANG
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
SEKOLAH TAHUN AJARAN
/

DOKUMEN PELAKSANAAN KEGIATAN SEKOLAH


TAHUN AJARAN /
SUMBER ANGGARAN :

RENCANA PELAKSANANA KEGIATAN


PERHITUNGAN KLASIFIKASI BELANJA Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan
NO URAIAN / PROGRAM / I 11 III tv
KODE TOTAL KET
URUT KEGIATAN / PEKERJAAN Belan
Belanja
Hajga Belanja ja J u l i s.d O k t s.d J a n s.d A p r s.d
Vol Satuan Jumlah Barang/ja
Satuan Pegawai Moda Sept Des Mar Jun
sa 1
PROGRAM PENGEMBANGAN
I 1 KOMPETENSI LULUSAN
Penyusunan KTSP. Silabus dan
1 01 RPP X X X X X X X X X X X X xxxxx

5 2 1 Belanja Pegawai
Honorarium Panitia Pelaksana
5 2 1 01 01 Keftiatan 205.000

- Ketua Panitia 1 org/keg 50.000 50.000

- Sekretaris 1 org/keg 30.000 30.000

125.00
- Anggota 5 org/keg 25.000 0

X X X X X X X dst

5 2 2 Belania Barang dan Jasa


5 2 2 01 01 Belania Alat Tulis
- Kertas H V S
- Pensil
- B u k u tulis
5 2 2 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

1 02 Penyusunan Program Sekolah


5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 1 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

5 2 2 Belanja Barang dan Jasa


5 2 2 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

1 03 Kegiatan dst
1 04

II 2 PROGEJAM dst
dst dst P R O G R A M dst

Batang,

Komite Sekolah Kepala Sekolah

NIP

BUPATI BATANG,

YOYOK RIYO SUDIBYO


LAMPIRAN VI
PERATURAN BUPATI BATANG
NOMOR TAHUN 2015
TENTANG
PEDOMAN PENGELOLAAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN
BELANJA SEKOLAH DI
KABUPATEN BATANG

FORMAT LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBS

I. SISTEMATIKA LAPORAN PERTANGGUNGJAWAB PELAKSANAAN APBS

1. H a l a m a n S a m p u l
2. S u r a t P e n g a n t a r L a p o r a n P e r t a n g g u n g j a w a b a n P e l a k s a n a a n A P B S
3. P e n d a h u l u a n
a. L a t a r B e l a k a n g
Berisi g a m b a r a n u m u m kebijakan strategis sekolah dalam rangka
pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja sekolah dalam satu
tahun ajaran.
b. M a k s u d d a n T u j u a n
Berisi maksud dan tujuan penyusunan laporan
pertanggungajwaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan
belanja sekolah.
4. C a p a i a n P r o g r a m d a n Kegiatan Sekolah, m e n c a k u p :
a. S a s a r a n
b. P r o g r a m ;
c. K e g i a t a n ;
d. I n d i k a t o r , T a r g e t d a n C a p a i a n K e b e r h a s i l a n ;
5. R e a l i s a s i A n g g a r a n P e n d a p a t a n d a n B e l a n j a S e k o l a h
6. K e n d a l a y a n g d i h a d a p i d a n S o l u s i P e m e c a h a n M a s a l a h
a. K e n d a l a y a n g d i h a d a p i
b. S o l u s i P e m e c a h a n M a s a l a h
7. P e n u t u p .
8. L a m p i r a n - L a m p i r a n

II. FORMAT CONTOH CAPAIAN PROGRAM DAN KEGIATAN SEKOLAH

Program / Indikator
No Sasaran Target Capaian
Kegiatan Keberhasilan
1. Mencetak Program Nilai Rata- 8.00 8.07
Lulusan Pengembangan rata Ujian
yang Kompetensi Nasional
Berprestasi Lulusan
2. Dst....
III. FORMAT REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH

REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH


TAHUN PELAJARAN /

ANGGARAN
No Reali Lebih/
Kode Rekening Uraian Penet Peruba %
Urut sasi Kurang
apan han
I 4 PENDAPATAN
1 4 1 PENDAPATAN RUTIN
4 1 1 Pendapatan Gaji
4 1 1 1 Gaji d a n T u n j a n g a n PNS
4 1 1 2 T a m b a h a n Penghasilan PNS
T a m b a h a n Penghasilan Non
4 1 1 3
PNS

Pendapatan Operasional Rutin


4 1 2
Sekolah
Dana Operasional Rutin
4 1 2 1
(SMP/SMA/SMK)

PENDAPATAN BERSUMBER
2 4 2
DARI BOS
4 2 1 BOS Pusat
4 2 2 BOS Provinsi
4 2 3 BOS Kabupaten

PENDAPATAN BERSUMBER
3 4 3 DARI PEMERINTAH/PEMDA
SELAIN BOS
4 3 1 Bantuan APBN
4 3 1 1 Dana Alokasi Khusus (DAK)
4 3 1 2 Dana Blockgrant
4 3 1 3 Dana Hibah
4 3 1 4 Beasiswa
4 3 1 5

Bantuan A P B D Provinsi Jawa


4 3 2
Tengah
4 3 2 1 Bantuan Keuangan
4 3 2 2 Bantuan Hibah
4 3 2 3 Beasiswa
4 3 2 4 Dana Lainnya

Bantuan APBD Kabupaten


4 3 2
Batang
Bantuan Pengembangan
4 3 2 1 Sarana dan Prasarana
Pendidikan
Bantuan Pengembangan
4 3 2 2
Sumber Daya Manusia
4 3 2 3 Bantuan Keuangan
4 3 2 4 Bantuan Hibah
4 3 2 5 B a n t u a n Sosial
4 3 2 6 Beasiswa
No ANGGARAN
Reali Lebih/
Kode Rekening Uraian Penet Peruba %
Urut sasi Kurang
apan han
4 3 2 7
PENDAPATAN SEKOLAH
4 4 4
LAINNYA
4 4 1 Pendapatan Asli Sekolah
Pendapatan Hasil Usaha
4 4 1 1
Produktif Sekolah
4 4 1 2 Pendapatan Kebun Sekolah
Pendapatan Asli Sekolah yang
4 4 1 3
sah lainnya

Sumbangan Pengembangan
4 4 2
Pendidikan
4 4 2 1 S u m b a n g a n dari Peserta Didik
Sumbangan dari Pemangku
4 4 2 2
Kepentingan
S u m b a n g a n dari Lembaga lain
4 4 2 3
yang tidak mengikat
Sumbangan dari Pihak Asing
4 4 2 4
yang tidak mengikat

4 4 3 luran Pendidikan
4 4 3 1
4 4 3 2
4 4 3 3 luran

Pungutan Biaya Satuan


4 4 4
P e n d i d i k a n (TK, S M A / S M K )
4 4 4 1 Pungutan Biaya Pendidikan

4 4 4 Sumber Lain yang Sah

SISA LEBIH PERHITUNGAN


5 4 5 ANGGARAN TAHUN
PELAJARAN SEBELUMNYA

TOTAL PENDAPATAN

II 5 BELANJA
1 5 1 BELANJA TIDAK LANGSUNG
5 1 1 Belanja Pegawai
5 1 1 01 Belanja Gaji dan Tunjangan
Belanja Gaji dan Tunjangan
5 1 1 01 01
PNS
Belanja Gaji dan Tunjangan
5 1 1 01 20
Non PNS

Belanja Tambaha n
5 1 1 02
Penghasilan
Belanja Tambaha n
5 1 1 02 01
Penghasilan PNS
Belanja Tambaha n
5 1 1 02 20
Penghasilan Non PNS

Belanja Beasiswa / Bantuan


5 1 2
Pendidikan
ANGGARAN
No Reali Lebih/
Kode Rekening Uraian Penet Peruba %
Urut sasi Kurang
apan han
5 1 2 01 01 Beasiswa Berprestasi
5 1 2 01 02 Beasiswa Transisi
5 1 2 01 03 Beasiswa Retrival
5 1 2 01 04

5 1 2 02 Bantuan Pendidikan
5 1 2 02 01 Bantuan Siswa Miskin (BSM)
5 1 2 02 02 BKKM
5 1 2 02 03

5 1 3 Belanja Tidak Terduga


5 1 3 01 Belanja Tidak Terduga

2 5 2 BELANJA LANGSUNG
Program Pengembangan
1
Kompetensi Lulusan
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal

Program Pengembangan
2
Standar Isi
5 2 1 Belanja Pegawed
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal

Program Pengembangan
3
Standar Proses
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal

Program Pengembangan
4 Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal

Program Pengembangan
5
Sarana dan Prasarana
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal

Program Pengembangan
6
Standar Pengelolaan
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal
ANGGARAN
No Reali Lebih/
Kode Rekening Uraian Penet Peruba %
Urut sasi Kurang
apan han
Program Pengembangan
7
Standar Pembiayaan
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal

Program Pengembangan dan


8
Implementasi Sistem Penilaian
5 2 1 Belanja Pegawai
5 2 2 Belanja Barang dan Jasa
5 2 3 Belanja Modal

TOTAL BELANJA

SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN

Batang,

Kepala Sekolah Bendahara Sekolah

BUPATI BATANG,

YOYOK RIYO SUDIBYO


LAMPIRAN VI
PERATURAN BUPATI BATANG
NOMOR TAHUN 2015
TENTANG
PEDOMAN PENGELOLAAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN
BELANJA SEKOLAH DI
KABUPATEN BATANG

FORMAT PENATAUSAHAAN KEUANGAN SEKOLAH

A. F O R M A T B U K U K A S U M U M

BUKU KAS U M U M

No. Kode No
Tgl Uraian Penerimaan Pengeluaran Saldo
Urut Rek Bukti
1 2 3 4 5 6 7 8

Jumlah

Saldo B u l a n Lalu
Saldo B u l a n Ini
Sisa Kas
Pada hari ini tanggal
Oleh kami didapat dalamm kas Rp (dalam huruf. )
terdiri dari:
a. U a n g T u n a i R p
b. S a l d o B a n k R p

Batang,

Mengetahui,
Kepala Sekolah Bendahara Sekolah
B. F O R M A T B U K U P E M B A N T U KAS TUNAI

BUKU PEMBANTU KAS TUNAI

Bulan :
Sumber Anggaran:

No. Kode No
Tgl Uraian Penerimaan Pengeluaran Saldo
Urut Rek Bukti
2 2 3 4 5 6 7 8

Jumlah

Batang,

Mengetahui,
Kepala Sekolah Bendahara Sekolah/
Bendahara Pembantu
C. F O R M A T B U K U P E M B A N T U BANK

BUKU PEMBANTU BANK

Bulan :

No. Kode No
Tgl Uraian Penerimaan Pengeluaran Saldo
Urut Rek Bukti
i 2 3 4 5 6 7 8

Jumlah

Batang,

Mengetahui,
Kepala Sekolah Bendahara Sekolah/
Bendahara Pembantu
D. F O R M A T B U K U P E M B A N T U PAJAK

BUKU PEMBANTU PAJAK

Bulan :

No. Kode No Penerimaan


Tgl Uraian Pengeluaran Saldo
Urut Rek Bukti PPN PPh 21 PPh 22 PPh 23
1 2 3 5 6 7 8 9 10 11

Jumlah

Batang,

Mengetahui,
Kepala Sekolah Bendahara Sekolah /
Bendahara Pembantu
E. R E A L I S A S I P E N G G U N A A N DANA TIAP JENIS ANGGARAN

REALISASI PENGGUNAAN DANA TIAP JENIS ANGGARAN


TAHUN AJARAN /
PERIODE TANGGAL ; S.D (TRIWULAN )

PENGGUNAAN DANA PER SUMBER ANGGARAN


PEMERINTAH SELAIN
Uraian RUTIN BOS PENDAPATAN SEKOLAH LAINNYA
BOS
No Program/
Jumlah Pendapatan F^ingutan Biaya
Kode Kegiatan/ Pendapat Sumber SILPA
Belanja Operasional APBD APBD Sumba Satuan
Pusat Prov Kab APBN an Asli luran Lain
Rutin Prov Kab ngan Pendidikan
Sekolah yang Sah
Sekolah (TK/SMA/SMK)

Batang,

Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara Sekolah

BUPATI BATANG.

YOYOK RIYO SUDIBYO