Anda di halaman 1dari 254

Daftar Isi

1. Pendahuluan ................................................................................................ 1-2


2. Tujuan .......................................................................................................... 1-2
3. Ruang Lingkup ............................................................................................. 1-3
4. Acuan .......................................................................................................... 1-4
5. Istilah dan Definisi ........................................................................................ 1-5
6. Ketentuan Umum 1-9
7. Tugas dan Tanggung Jawab ........................................................................ 1-10
8. Bukti Kerja .................................................................................................... 1-12
9. Lampiran ...................................................................................................... 1-13

| Pendahuluan 1-1
1. PENDAHULUAN

1. PENDAHULUAN

engawasan pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik merupakan


satu aspek penting untuk menunjang keberhasilan pembinaan Bidang Bina
Marga, utamanya keberhasilan dalam meningkatkan mutu pelaksanaan pekerjaan
fisik jalan dan jembatan.

Manual Pengawasan Teknis Pekerjaan Fisik atau disebut juga Manual Pengawasan
Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan ini dipersiapkan dalam rangka
memberikan acuan kepada para pengawas pekerjaan fisik di lapangan untuk
mengawasi pelaksanaan pekerjaan Kontraktor / Penyedia Jasa agar memenuhi
spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, sesuai dengan Detailed Engineering Design
(DED) yang dibuat, sehingga menghasilkan kualitas pekerjaan yang sesuai dengan
standar mutu yang telah ditetapkan.

Manual ini merupakan pengembangan dari manual pengawasan pekerjaan fisik


yang pernah ada dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga, yang kemudian
dikembangkan dan dilakukan penyesuaian lagi berdasarkan norma dan standar
yang masih berlaku hingga saat ini oleh tim dari Subdit Penyiapan Standar dan
Pedoman, Direktorat Bina Teknik, Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum,
dengan memperhatikan masukan-masukan yang ada dari para pemangku
kepentingan (stakeholders) terkait.

2. TUJUAN

Tujuan disusunnya buku ini untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan kegiatan fisik
dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga, tanpa adanya penyimpangan kontrak
yang dapat berakibat gagalnya pelaksanaan kegiatan fisik yang juga mengakibatkan
kerugian Negara yang disebabkan tidak tercapainya sasaran kegiatan. Yang
dimaksud penyelenggaraan pekerjaan konstruksi disini meliputi tahap perencanaan
dan tahap pelaksanaan beserta pengawasannya yang masing-masing tahap
dilaksanakan melalui kegiatan penyiapan, pengerjaan dan pengakhiran. Tahap
pengawasan menjadi salah satu tahap yang tidak kalah pentingnya sebagai proses

| Pendahuluan 1-2
pengendalian terhadap pelaksanaan pekerjaan fisik. Salah satu upaya mendasar
dalam mewujudkan prasarana jalan dan jembatan yang berkualitas adalah
peningkatan Sistem Manajemen Mutu yang dilaksanakan oleh seluruh Unit Kerja/
Satuan Kerja/ Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Bina
Marga.

Sedangkan fungsi dasar pengawasan pekerjaan konstruksi (Supervisi) yaitu


mempunyai beberapa wujud karakter antara lain:
a. Quality Control yaitu mengamankan seluruh komponen secara menyeluruh dan
mendetail (tidak secara random) untuk memenuhi persyaratan mutu yang
ditetapkan dan selalu dilengkapi daftar simak apa yang akan diperiksa.
b. Quality Assurance yaitu suatu kegiatan yang sistematik dan terencana yang
ditetapkan dalam sistem mutu, untuk menyakinkan apakah proses Quality
Control cukup terarah sesuai sasaran dan cukup efektif, secara random
dilakukan kontrol pengamanan kualitas sebagai sarana counter check.
c. Safety Control yaitu menekankan pada pengamanan dalam seluruh proses
pekerjaan yang terlibat, secara teknis lebih banyak kearah mengamankan
struktur pekerjaan dan langkah pengendalian resiko dalam cara pelaksanaan
(kemungkinan kecelakaan, kebakaran dll).
d. Observasi berkala yaitu mengamankan tercapainya sasaran desain dengan
segala konsep, metode, asumsi, perilaku struktur, urutan pelaksanaan, dan
observasi cermat serta detail.

Untuk itu diperlukan suatu manual atau pedoman pengawasan pekerjaan konstruksi
sesuai ketentuan teknis yang disyaratkan, sebagai acuan dalam implementasi
kegiatan pengawasan di lapangan.

3. RUANG LINGKUP

Lingkup pekerjaan yang tercakup dalam manual pengawasan pekerjaan konstruksi


jalan dan jembatan ini meliputi :
- Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan atau Pre Construction Meeting (PCM);
- Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP);
- Rencana Mutu Kontrak (RMK);
- Pengawasan Mobilisasi Proyek;
- Evaluasi Time Schedule berikut metode kerja Penyedia Jasa;

| Pendahuluan 1-3
- Penyiapan Gambar Kerja (Shop Drawing);
- Pemeriksaan Pengajuan Permohonan Pelaksanaan Pekerjaan;
- Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan;
- Pengendalian Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan/Kerja;
- Pemeriksaan Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan;
- Prosedur Perubahan Kontrak (Amandemen);
- Eskalasi / De-Eskalasi Harga (untuk kontrak tahun jamak);
- Serah Terima Pekerjaan Konstruksi Jalan;
- Pelaporan Kegiatan Pengawasan Konstruksi secara berkala.

4. ACUAN

a) Undang-undang no.18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi;


b) Undang Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan;
c) Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 tentang
Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta
perubahan - perubahannya;
d) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2000 tentang
Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi;
e) Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 349/KPTS/M/2004 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Kontrak Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Pemborongan);
f) Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 181/KPTS/M/2005 tentang Standar
dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi untuk Tahun Jamak;
g) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.33/PRT/M/2006 tentang Pedoman
Pelaksanaan Sistem Pengendalian Manajemen Jasa Pelaksanaan Konstruksi
di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum;
h) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.34/PRT/M/2006 tentang Pedoman
Pelaksanaan Sistem Pengendalian Manajemen Penyelenggaraan Kontrak
Jasa Konsultansi di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum;
i) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 43/PRT/M/2007 tentang Standar dan
Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi untuk Tahun Tunggal;
j) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum;
k) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 23/PRT/M/2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Balai Besar dan Balai di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina

| Pendahuluan 1-4
Marga dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan
Umum;
l) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 04/PRT/M/2009 tentang Sistem
Manajemen Mutu (SMM);
m) Peraturan Menteri PU Nomor 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang
Pekerjaan Umum.
n) Pedoman Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Untuk
Konstruksi Jalan dan Jembatan No.004/BM/2006.
o) Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 19-9001 tahun 2001;
p) Spesifikasi Umum/ Spesifikasi Khusus Bina Marga;
q) Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP);
r) Rencana Mutu Kontrak (RMK);
s) Dokumen Standar (SNI, AASTHO, ASTM, dll yang terkait).
t) Surat Edaran Dirjen Bina Marga No.UM.01.03-Db/895 tanggal 30 November
2009 perihal Penyampaian Petunjuk Pelaksanaan/Bagan Alir Amandemen
Kontrak dengan Revisi Desain dan Perubahan/Perpanjangan Waktu Sumber
Dana APBN dan Loan.

5. ISTILAH DAN DEFINISI

a. Mutu
adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang
menunjukkan kemampuannya (kinerjanya) dalam pemenuhan persyaratan yang
ditentukan atau yang tersirat.

b. Manajemen Mutu
adalah kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi
dalam hal mutu.

c.Sistem Manajemen
suatu sistem untuk menetapkan kebijakan dan sasaran serta untuk mencapai
sasaran itu.

| Pendahuluan 1-5
d.Sistem Manajemem Mutu (SMM)
adalah Sistem manajemen untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi
dalam hal mutu.

e.Kebijakan Mutu
adalah Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait
dengan mutu seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak.

f.Sasaran Mutu
adalah sesuatu yang dicari atau dituju berkaitan dengan mutu.

g.Manajemen Mutu
adalah kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi
dalam hal mutu.

h.Perencanaan Mutu
adalah Bagian dari manajemen mutu yang difokuskan pada penetapan sasaran
mutu dan merincikan proses operasional dan sumber daya terkait yang diperlukan
untuk memenuhi sasaran mutu.

i.Pengendalian Mutu
adalah bagian dari manajemen mutu difokuskan pada pemenuhan persyaratan.

j.Penjaminan Mutu
adalah bagian dari manajemen yang difokuskan pada pemberian keyakinan bahwa
persyaratan mutu telah dipenuhi.

k.Perbaikan Mutu
adalah bagian dari manajemen yang difokuskan pada peningkatan kemampuan
memenuhi persyaratan mutu.

l.Perbaikan Berkelanjutan
adalah kegiatan berulang untuk meningkatkan kemampuan memenuhi persyaratan.

| Pendahuluan 1-6
m.Rencana Mutu Kontrak
adalah suatu dokumen sistem manajemen mutu yang disusun oleh Penyedia Jasa
untuk setiap kontrak pekerjaan.

n. Rencana Mutu Proyek


adalah suatu dokumen sistem manajemen mutu yang disusun oleh Direksi
Pekerjaan sebagai Wakil Manajemen/Pengguna Jasa dalam rangka penjaminan
mutu yang digunakan sebagai panduan pelaksanaan dan pemantauan kegiatan
proyek agar sasaran tercapai sesuai perencanaannya.

o. Wakil Manajemen
orang yang ditetapkan oleh manajemen puncak untuk bertanggung jawab atas
penyelenggaraan dan peningkatan sistem manajemen mutu di lingkungan
organisasi yang bersangkutan.

p. Manajemen Puncak
orang atau kelompok yang mengarahkan dan mengendalikan organisasi pada
tingkat tertinggi.

q. Unit Pelaksana Kegiatan


Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan (SNVT/PPK) yang berada di lingkungan
Departemen Pekerjaan Umum yang kegiatannya dibiayai oleh Pemerintah
berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku.

r. Perubahan Pekerjaan
adalah suatu kondisi pekerjaan yang tidak sesuai dengan gambar rencana sehingga
memerlukan penyesuaian kuantitas dan harga agar dapat dicapai pekerjaan secara
keseluruhan, yang dapat menyebabkan pekerjaan tambah atau pekerjaan kurang.

s. Pekerjaan Tambah
adalah suatu tambahan pekerjaan yang terjadi sebagai akibat kondisi
lapangan, yang tidak dapat dielakkan dalam rangka penyelesaian pekerjaan
secara keseluruhan.

| Pendahuluan 1-7
t. Pekerjaan Kurang
adalah berkurangnya volume pekerjaan yang karena alasan tertentu dipandang
tidak perlu/tidak dapat dilaksanakan walaupun sudah tercantum di dalam kontrak.

u. Percepatan Waktu
adalah kondisi yang memungkinkan bagi Direksi Pekerjaan untuk memerintahkan
penyelesaian pekerjaan oleh Penyedia Jasa lebih cepat dari waktu rencana dalam
Kontrak.

w. Instruksi Lapangan
adalah memo tempat Direksi Pekerjaan mencatat instruksi/pengarahan kepada
penyedia jasa.

x. Dokumen Mutu
seluruh dokumentasi yang digunakan sebagai acuan penerapan sistem manajemen
mutu di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Dokumen mutu tersebut berupa
Norma penerapan sistem manajemen mutu, Manual mutu, Prosedur mutu, Rencana
mutu, Petunjuk pelaksanaan, Instruksi kerja, Catatan mutu, Petunjuk teknis
pelaksanaan pekerjaan, Standar teknis pekerjaan dan material, Daftar simak
pemeriksaan serta daftar simak pengujian.

y. Rekaman
dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi bukti pelaksanaan.

z. Inspeksi
adalah evaluasi kesesuaian melalui pengamatan dan penetapan, jika perlu dengan
pengukuran, pengujian atau pembandingan.

aa. Uji
adalah penentuan satu atau lebih karakteristik sesuai dengan prosedur.

ab. Validasi
adalah konfirmasi melalui penyediaan bukti obyektif, bahwa persyaratan bagi
pemakaian atau aplikasi dimaksud telah dipenuhi.
| Pendahuluan 1-8
ac. Verifikasi
adalah konfirmasi melalui penyediaan bukti obyektif, bahwa persyaratan yang
ditentukan telah dipenuhi.

ad. Audit
adalah Proses sistematis, mandiri dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit
dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit
telah terpenuhi.

ae. Kompetensi
adalah kemampuan yang diperagakan untuk menerapkan pengetahuan dan
ketrampilan

af. Direksi pekerjaan


adalah pejabat atau orang yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa atau Pemilik untuk
mengelola administrasi kontrak dan mengendalikan pekerjaan. Pada umumnya
direksi pekerjaan dijabat oleh Pejabat Pembuat Komitmen, namun dapat dijabat oleh
orang lain yang ditunjuk oleh Pejabat Pembuat Komitmen.

ag. Direksi Teknis


adalah tim yang ditunjuk oleh direksi pekerjaan atau pengguna jasa yang bertugas
untuk mengawasi pekerjaan.

6. KETENTUAN UMUM

Direksi Teknis yang bertugas untuk mengawasi pekerjaan konstruksi dengan


melakukan pengendalian pelaksanaan pekerjaan dilapangan, agar pelaksanaan
pekerjaan tersebut sesuai dengan rencana mutu, biaya, waktu dan sasaran hasil
kinerja pekerjaan berdasarkan ketetapan di dalam kontrak jasa konstruksi.
Disamping itu Direksi Teknis juga berperan membantu Satuan Kerja/PPK dalam
Pengendalian mutu pekerjaan dilapangan dengan menerapkan prosedur kerja dan
uji mutu bahan pada setiap tahapan pekerjaan sesuai dokumen kontrak dan
melakukan evaluasi teknis jika terjadi perubahan kinerja pekerjaan.

| Pendahuluan 1-9
Pengawasan kegiatan konstruksi jalan dan jembatan dapat dilakukan oleh Penyedia
Jasa Konsultansi sebagai Konsultan Supervisi yang bertindak sebagai Direksi
Teknis yang bertugas membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selaku
Direksi Pekerjaan dalam pengawasan pekerjaan di lapangan baik secara teknis
dan administrasi kegiatan dan Penyedia Jasa Pemborongan atau Kontraktor
sebagai Pelaksana Pekerjaan. Secara Umum lingkup pekerjaan
pengawasan/supervisi jalan dan jembatan antara lain :
a. Melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis pada ruas jalan dan jembatan yang
ditangani agar dipreroleh hasil pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi teknik,
sehingga terhindar dari resiko kegagalan konstruksi .
b. Melaksanakan pengawasan teknis terhadap pekerjaan di lapangan secara
profesional, efektif dan efisien, pada setiap tahapan kegiatan dan memahami
prosedur atau metode pelaksanaan pekerjaan.
c. Pengendalian mutu pekerjaan dilapangan dengan menerapkan prosedur kerja,
uji mutu bahan olahan dan hasil pekerjaan pada setiap tahapan kegiatan
pekerjaan sesuai persyaratan dalam dokumen kontrak.
d. Menyiapkan laporan progress pekerjaan dilapangan, dan sistem administrasi
pekerjaan serta membuat rekomendasi setiap permasalahan yang timbul
dilapangan.
e. Membuat laporan teknis (bila diperlukan) pada setiap terjadinya perubahan
kinerja pekerjaan.
f. Monitoring secara berkala dan mengevaluasi performa/kinerja hasil pekerjaan
dilapangan.
g. Verifikasi progres fisik dan progres keuangan yang diajukan oleh penyedia jasa
konstruksi (kontraktor).

7. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

Adapun Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Teknis sekurang kurangnya antara
lain :

1). Inspeksi dan Persetujuan yang meliputi :

| Pendahuluan 1-10
(a) Persetujuan gambar kerja dan spesifikasi untuk pekerjaan sementara;
(b) Persetujuan ijin pekerjaan (Request of Works);
(c) Penerbitan instruksi kepada Penyedia Jasa;
(d) Persetujuan usulan program kerja Penyedia Jasa;
(e) Persetujuan Metode Kerja Penyedia Jasa;
(f) Instruksi kepada Penyedia Jasa berkaitan dengan Pemberitahuan Dini;
(g) Cek kelaikan peralatan yang digunakan Penyedia Jasa;
(h) Instruksi Pekerjaan Harian.

2). Pengetesan Material (Uji Mutu) yang meliputi :


(a) Pengesahan Rancangan Mutu Kerja;
(b) Penerimaan Hasil Pengujian Material;
(c) Penerimaan Hasil Pekerjaan di lapangan;
(d) Identifikasi Pekerjaan Cacat Mutu;
(e) Instruksi pengujian tambahan;
(f) Pengesahan perbaikan Pekerjaan Cacat Mutu;
(g) Instruksi kepada Penyedia Jasa untuk memperbaiki Pekerjaan Cacat.

3). Pengujian untuk Pengukuran dan Pembayaran yang meliputi :


(a) Pengesahan jumlah tertentu yang dapat dibayarkan;
(b) Pengesahan nilai pekerjaan yang selesai di kerjakan;
(c) Pengesahan Sertifikat Bulanan;
(d) Pengesahan pembayaran pekerjaan harian;
(e) Pengesahan Pekerjaan Selesai;
(f) Pengesahan pembayaran akhir.

4). Laporan Progres dan Administrasi Pekerjaan yang meliputi :


(a) Laporan Harian (Daily Report);
(b) Laporan Progress Mingguan (Weekly Progress Report);
(c) Laporan Progress Bulanan (Monthly Progress Report);
(d) Laporan Teknik (Technical Report);
(e) Menyiapkan Sistem Informasi Laporan/Pekerjaan.
Adapun secara garis besar diagram Delegasi dan Kewenangan yang diberikan oleh
Direksi Teknis dapat digambarkan seperti pada lampiran no.9.

| Pendahuluan 1-11
8. BUKTI KERJA

Setiap aktifitas pekerjaan maupun kegiatan rapat koordinasi pekerjaan harus dibuat
bukti kerja baik itu hasil survey pekerjaan, hasil pengujian, hasil perhitungan dan
hasil rapat koordinasi yang dibuat dalam berita acara rapat. Semua kewajiban,
tanggung jawab dan wewenang setiap personil yang terlibat pada organisasi Direksi
Teknis telah ditetapkan sebagaimana dalam Kontrak Penyedia Jasa Konsultansi,
untuk itu tugas-tugas masing personil harus dirinci dengan jelas sesuai lingkup
pekerjaannya, sehingga tidak ada lagi bagian dari pekerjaan yang tersisa yang tidak
memiliki petugas untuk menanganinya.
Didalam rapat pra-pelaksanaan harus telah ditetapkan tatacara untuk
mengendalikan semua bukti kerja, dengan cara mencatat, memberi penomoran
berdasarkan katagori atau jenis pekerjaan.

Bukti kerja harus diagendakan berdasarkan masing masing jenis pekerjaan,


penyimpanan bukti kerja harus diurut sedemikian rupa berdasarkan tanggal
pelaksanaan atau penerbitan bukti kerja, agar memudahkan dalam penelusuran
data.

Contoh bukti kerja antara lain :


a. Berita Acara Rapat.
b. Hasil Pengisian Daftar Simak setiap kegiatan pekerjaan.
c. Hasil Survey.
d. Hasil Perhitungan.
e. Hasil Pengetesan/Pengujian.
f. Laporan laporan (mingguan, bulanan, triwulan).
g. Laporan Khusus/Teknis/Justifikasi Teknis.
h. dan perangkat pengawasan lainnya.

| Pendahuluan 1-12
9. LAMPIRAN
Lampiran 1.1
Diagram Delegasi dan Kewenangan

PENGGUNA JASA / PEMILIK


(BINA MARGA)

KASATKER P2JJ KASATKER PHISIK


(PENGAWASAN) (SNVT)

Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK)

PENYEDIA JASA PENYEDIA JASA


(KONTRAKTOR) (KONSULTAN)

Kewenangan yang Kewenangan yang


diberikan ke GS diberikan pada
Direksi Teknis
(Engineer's)

GENERAL DIREKSI TEKNIS


SUPERINTENDENT
DIREKSI TEKNIS
(Konsultan Supervisi)
(G S)

Pendelegasian ke Pendelegasian sesuai


Personil GS Organisasi Direksi
Teknis

Inspeksi dan Penerimaan / Pengujian untuk Laporan Progres


Persetujuan Penolakan Hasil Pengukuran dan dan Administrasi
Pekerjaan Material Test Pembayaran Pekerjaan

DIAGRAM DELEGASI DAN KEWENANGAN


Keterangan :
Garis Komando
Garis Koordinasi

| Pendahuluan 1-13
Daftar Isi

1. Tujuan........................................................................................................... .. 2-2
2. Ruang Lingkup .............................................................................................. 2-2
3. Acuan ............................................................................................................. 2-3
4. Definisi ............................................................................................................ 2-3
5. Ketentuan Umum .......................................................................................... 2-3
6. Kondisi Khusus .................................................. 2-5
7. Prosedur, Tugas dan Tanggungjawab ... .............................................. 2-6
8. Pengecualian ................................................................................................. 2-11
9. Bukti Kerja ...................................................................................................... 2-11
10. Lampiran ........................................................................................................ 2-11

| Rapat PCM 2-1


2. RAPAT PERSIAPAN
PELAKSANAAN PEKERJAAN
PRE-CONSTRUCTION MEETING (PCM)

1. TUJUAN
a) Mengatur tatacara pelaksanaan rapat persiapan pekerjaan (Pre Construction
Meeting/PCM) untuk menghilangkan keragu-raguan dan perbedaan persepsi
tentang dokumen kontrak dan turunannya.
b) Menyatukan pengertian terhadap seluruh Dokumen Kontrak, dan membuat
kesepakatan terhadap hal-hal penting yang belum terdapat dalam Dokumen
Kontrak maupun kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan terjadi dalam
pelaksanaan pekerjaan.
c) Petunjuk dalam rangka penyusunan kerangka kerja yang sebaik-baiknya,
Kasatker/PPK diharapkan mampu untuk menggalang kekompakan semua
unsur yang terkait di dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang terdiri dari
pihak Satuan Kerja (Satker)/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai Direksi
Pekerjaan, Direksi Teknis sebagai wakil Direksi Pekerjaan selaku Pengawas
Teknis yang umumnya dari Konsultan Supervisi, dan Kontraktor yang
selanjutnya disebut Penyedia Jasa sebagai Pelaksana pekerjaan.
d) Uraian ini dimaksudkan sebagai pedoman untuk mendapatkan kesepakatan
bersama di dalam menyelesaikan masalah-masalah yang diperkirakan akan
timbul dilapangan saat pelaksanaan, sebagai tahapan awal dari tindakan
pengendalian oleh Direksi Pekerjaan terhadap pelaksanaan pekerjaan
konstruksi.

2. RUANG LINGKUP

raian ini memuat proses penyelenggaraan rapat persiapan pelaksanaan


pekerjaan (pre construction meeting/PCM) yang dapat diselenggarakan
segera setelah kontrak ditandatangani atau selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari
setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan
selesainya Berita Acara PCM yang merupakan bagian dari dokumen Kegiatan.

| Rapat PCM 2-2


3. ACUAN
a. Keppres Republik Indonesia No. 80 tahun 2003 dan perubahan-
perubahannya.
b. Peraturan Menteri PU Nomor 34/PRT/M/2006.
c. Peraturan Menteri PU Nomor 43/PRT/M/2007.
d. Peraturan Menteri PU Nomor 04/PRT/M/2009.
e. Peraturan Menteri PU Nomor 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang
Pekerjaan Umum.
f. Pedoman Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Untuk
Konstruksi Jalan dan Jembatan No.004/BM/2006.
g. Dokumen kontrak.

4. DEFINISI

Rapat persiapan pelaksanaan (Pre Construction Meeting) adalah pertemuan yang


diselenggarakan oleh unsur-unsur yang terkait dengan pelaksanaan Kegiatan
seperti pihak Direksi Pekerjaan sebagai unsur pengendalian, Direksi Teknis
sebagai pengawas teknis dan Penyedia Jasa sebagai pelaksana pekerjaan untuk
menyamakan persepsi terhadap seluruh Dokumen Kontrak dan membuat
kesepakatan terhadap hal-hal penting yang belum terdapat dalam dokumen kontrak
maupun kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan terjadi dalam pelaksanaan
pekerjaan.

5. KETENTUAN UMUM

a) Sebelum pelaksanaan kontrak, Kasatker/PPK bersama-sama dengan Penyedia


Jasa, Unsur Perencanaan dan Direksi Teknis harus mengadakan Rapat
Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre-construction Meeting/PCM).

b) Pelaksanaan Pre Construction Meeting (PCM) harus diselenggarakan paling


lambat 7 (tujuh) hari sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK).

c) Rapat Persiapan Pekerjaan dituangkan dalam Berita Acara dan ditanda tangani
oleh 3 (tiga) pihak, Direksi Pekerjaan, Wakil Direksi Pekerjaan dan Penyedia

| Rapat PCM 2-3


Jasa. Berita Acara Rapat Persiapan Pekerjaan menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari Dokumen Kontrak yang berlaku.

d) Beberapa hal yang perlu dibahas dan disepakati dalam Rapat Persiapan
Pelaksanaan Kontrak adalah:
1. Struktur Organisasi kerja.
2. Persamaan persepsi tentang pasal-pasal atau butir butir yang tertuang dalam
dokumen kontrak. (Kepmen 349/KPTS/M/2004 Bab IV K).
Pasal-pasal dalam dokumen kontrak, perihal ;
 Asuransi pekerjaan.
 Pekerjaan tambah kurang.
 Penyelesain perselisihan.
 Pemeliharaan pekerjaan.
 Kompensasi.
 Denda.
 Pemutusan kontrak dan
 Hal-hal lain yang dianggap perlu (yang berhubungan dengan pasal-pasal
dalam kontrak dan muncul dalam pembahasan).
3. Usulan usulan perubahan mengenai isi dalam pasal pasal dokumen kontrak,
seperti jadwal mobilisasi, schedule atau segala sesuatu yang telah
disepakati saat penanda tanganan kontrak.
4. Pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai
rencana kerja.
5. Pembahasan prosedur administrasi penyelenggaraan pekerjaan, sebagai
berikut :
 Tata cara pengajuan Permintaan Pekerjaan (Request).
 Tata cara pengajuan pengetesan.
 Tatacara pengajuan Pembayaran Sertifikat Bulanan.
 Pengajuan perubahan pekerjaan.
 Tatacara pelaksanaan Mutual Check dan Pengajuan Revisi Desain.
 Pengajuan Gambar Kerja.
 Pengajuan PHO dan FHO dan lainnya yang dianggap perlu.
6. Presentasi Penyedia Jasa dalam rencana penanganan pekerjaan melalui
program mutu penyedia jasa (RMK), yang meliputi ;
a. Struktur Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan dan Hubungan Kerja;

| Rapat PCM 2-4


b. Jadual Pelaksanaan Kegiatan;
c. Jadual Mobilisasi tenaga kerja dan kompetensinya;
d. Jadual Peralatan dan kendalanya;
e. Prosedur dan Instruksi Kerja;
f. Detail Penanganan Konstruksi yang Dominan dianggap sulit;
g. Metode Kerja yang diusulkan;
h. Rencana Penempatan Lokasi Base Camp;
i. Rencana Quarry, Pembahasan deposit;
j. Rencana Pemeriksaan Mutu;
k. Rencana Pengendalian Lingkungan;
l. Rencana Pengendalian K3, termasuk pemeliharaan dan pengaturan lalu
lintas;
m. Pendokumentasian arsip proyek
n. Rencana Sosialisasi kepada Masyarakat dan Pemda setempat tentang
Rencana Kerja;
o. Penyusunan Rencana Pemeriksaan Lapangan (Mutual Check);
p. Format format yang akan dipakai.
7. Presentasi Konsultan Supervisi tentang prosedur pengawasan pekerjaan
berdasarkan uraian kegiatan pekerjaan penyedia jasa.
8. Pembahasan kendala yang diperkirakan akan timbul, beserta rencana
penanganannya.
9. Masalah masalah lapangan terkait dengan Ruang Milik Jalan, Lokasi
Quarry, Lokasi Base Camp .
10. Rencana Pemeliharaan dan Pengaturan Lalu lintas (Manajemen Lalu Lintas)
selama pelaksanaan konstruksi, meliputi pemasangan rambu sementara,
pengaturan jalan sementara/ detour (jika ada), antrean lalu lintas bergiliran,
pembatasan kecepatan, dll.
11. Dalam hal rencana pemeliharaan dan pengaturan lalu lintas (Manajemen
Lalu Lintas) harus melibatkan unsur-unsur Kepolisian dan DLLAJR.

6. KONDISI KHUSUS
a. Apabila pada saat pelaksanaan Rapat Persiapan Pekerjaan, keberadaan
Konsultan Supervisi belum tersedia dilapangan, maka Rapat Persiapan
Pekerjaan tetap dapat dilaksanakan, berita acara Rapat Persiapan

| Rapat PCM 2-5


Pekerjaan harus menyusul disampaikan kepada konsultan supervisi untuk
dipedomani.
b. Dalam hal konsultan supervisi memiliki pandangan yang berbeda dengan
hasil rapat yang telah ditentukan, maka usulan atau persamaan persepsi
dapat dilakukan melalui rapat rapat koordinasi yang dilaksanakan pada
tahap selanjutnya.

7. PROSEDUR,TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

Pelaku
No Kegiatan Rekaman
Penanggungjawab

1. Kasatker Fisik/ a. Membuat Undangan dan mengadakan Rapat PCM Formulir Undangan
PPK / Direksi yang akan dihadiri Satker, Penyedia Jasa, Dinas Rapat
Pekerjaan Ke-Bina Marga-an terkait, Kasatker Pembangunan,
Kasatker Preservasi dan Kasatker P2JJ.
b. Menginstruksikan Penyedia Jasa menyiapkan
materi PCM.
c. Memerintahkan Direksi Teknis menyiapkan konsep
pengawasan dan tata laksananya.
d. Membuat Berita Acara PCM dan menjadikannya
sebagai bagian dari Dokumen Kontrak.

2 Unsur Balai a. Sebagai moderator dan nara sumber.


(Besar) b. Memberikan pengarahan secara umum
Pelaksanaan pelaksanaan Kegiatan.
Jalan Nasional c. Menjelaskan bahwa PPK ikut bertanggungjawab
terhadap revisi design, beserta prosedur survey
sampai dengan penyelesaiannya sebagai pedoman
awal pelaksanaan pekerjaan.
d. Menjelaskan tentang rencana mutu kontrak dan
gambaran umum metode pekerjaan.
e. Menjelaskan Prosedur mengenai serah terima
sementara (PHO) dan serah terima akhir (FHO).

3 Unsur Dinas Ke- a. Sebagai nara sumber (bila perlu).


Bina Marga-an b. Menjelaskan kebijaksanaan Aspek Lingkungan
terkait Hidup.
c. Menjelaskan kebijaksanaan Penghijauan.
d. Menjelaskan penggunaan fasilitas Balai Pengujian
Dinas PU/Bina Marga setempat untuk Quality
Control pekerjaan jalan dan jembatan (untuk
peralatan pengujian yang tidak ada dalam
mobilisasi Penyedia Jasa).

4 Unsur P2JJ a. Menjelaskan prosedur revisi desain; termasuk:


1. Cara survey;
2. Pembuatan gambar kerja;
3. Pembuatan Justifikasi teknis dan laporannya;
4. Proses administrasi revisi desain dan proses

| Rapat PCM 2-6


amandemen.
b. Menjelaskan kapan revisi desain harus
diselesaikan.
c. Menjelaskan prosedur kerja dan jadwal kerja
seluruh tenaga Direksi Teknis serta kualifikasi
personilnya.
d. Menjelaskan TOR / tugas-tugas dan tanggung
jawab Direksi Teknis serta kualifikasi personilnya.
e. Menjelaskan laporan-laporan fisik yang akan dibuat
oleh Direksi Teknis dan distribusi laporan yang
terdiri dari:
1. Laporan Pendahuluan (Inception Report);
2. Laporan Bulanan (Monthly Progress Report);
3. Laporan Triwulan (Quarterly Report);
4. Laporan Pengendalian Mutu (Quality Control
Report);
5. Laporan Teknis (Technical Report):
i) Revisi desain (Laporan Justifikasi Teknis);
ii) Laporan Teknis spesifik;
iii). Draft Final Report serta kapan laporan
tersebut harus selesai dan dikirim.
6. Laporan Akhir (Final Report).
f. Menjelaskan bahwa, Direksi Teknis bertanggung
jawab dalam pengarsipan dokumen-dokumen
Administrasi Proyek.
g. Menjelaskan adanya penilaian kinerja Direksi
Teknis dan Penyedia Jasa yang sedang
melaksanakan pekerjaan.
h. Menjelaskan tentang akomodasi dan fasilitas untuk
kegiatan pengawasan yang disediakan oleh
Kontrak Konsultan.
i. Secara periodik melaksanakan uji petik.
j. As Built Drawing harus dibuat sesuai standar Bina
Marga.
k. Menjelaskan perlunya mencari data input Original
Design kepada Perencana Semula, antara lain
dalam hal:
1. Tipe perkerasan setiap segmen;
2. Besar lendutan Benklemen Beam setiap
segmen;
3. CBR setiap segmen;
4. Lebar perkerasan setiap segmen, IRI, RCI;
5. Data sondir dan bor pondasi jembatan.
Untuk itu Direksi teknis harus berkoordinasi
dengan P2JJ/Balai, Direktorat Bina Teknik.

5 Unsur Kegiatan a. Sebagai Pimpinan Rapat. Berita Acara PCM


a. KASATKER / b. Menjelaskan Struktur Organisasi Satker Fisik/PPK.
PPK / Direksi c. Membahas struktur organisasi yang diusulkan
Pekerjaan Penyedia Jasa maupun Direksi Teknis;
d. Membahas tugas Penyedia Jasa mengenai:
1. Survey dan membuat gambar kerja;
2. Rencana pengadaan peralatan personil dan
bahan;
3. Penyiapan jadwal pelaksanaan.

| Rapat PCM 2-7


e. Rencana penyelesaian a.l dengan Critical Path
Method (CPM) setelah hasil revisi design.
f. Menjelaskan bahwa keterlambatan mobilisasi
dapat dikenakan denda.
g. Menjelaskan kapan dan bagaimana proses PHO
dan FHO.
h. Menjelaskan perlunya Rapat Pembuktian (SHOW
CAUSE MEETING/SCM) bila terjadi keterlambatan
di dalam pelaksanaan pekerjaan yang
mengakibatkan tidak sesuai dengan jadwal
semula.
i. Menjelaskan bahwa 1 (satu) bulan sebelum PHO
(Provisional Hand Over)/Taking Over Certificate/
Serah Terima Pekerjaan Sementara) dikeluarkan,
PPK mengeluarkan pengumuman kepada
masyarakat sekitar Kegiatan, bahwa Kegiatan akan
selesai dengan maksud menghindari adanya
tagihan hutang yang belum dibayar oleh Penyedia
Jasa.
j. Menjelaskan mekanisme kerja antara ketiga unsur
Kegiatan dalam hal perlunya "Request" Penyedia
Jasa sebelum mulai pekerjaan, dan sebelum
mulainya penerimaan pekerjaan (waktunya
ditetapkan PPK).
k. Menjelaskan kapan serah terima lapangan
dilakukan.
l. Menjelaskan kewajiban pembayaran pungutan
retribusi, asuransi kepada Pemda.
m. Menjelaskan prosedur pembongkaran dan
pengarahan barang bekas, misalnya: Bangunan
Atas Jembatan.
n. Menjelaskan tanggal mobilisasi terakhir dan
menjelaskan kapan akhir masa konstruksi serta
sanksi-sanksinya apabila tanggal tersebut dilewati.
o. Menjelaskan standar laporan harian dan mingguan
sesuai standar Bina Marga.
p. Menjelaskan proses pengusulan dan pembayaran
bulanan (Monthly Certificate).
q. Menjelaskan proses pengujian bahan jalan dan
proses pengujian bahan jembatan.
r. Menjelaskan perlu atau tidak perlu dilakukan
sendiri Pengujian Lapangan pada awal sebelum
dimulainya pekerjaan pondasi jembatan.
s. Membahas metode pelaksanaan yang diajukan
kontrakor pada saat tender.
t. Menjelaskan bahwa Quality Control pekerjaan jalan
menggunakan fasilitas laboratories yang
disediakan Penyedia Jasa dari item pembayaran
MOBILISASI.
u. Menekankan bahwa tidak ada biaya tambahan
biaya test bahan untuk Quality Control, dan
menegaskan bahwa biaya tersebut sudah
termasuk di dalam harga satuan masing-masing
pekerjaan.
v. Menjelaskan perlunya pendekatan terhadap
masyarakat setempat dan Pemerintah Daerah

| Rapat PCM 2-8


setempat sehubungan dengan rencana kerja yang
berkaitan dengan musim tanam petani setempat,
masalah jalan akses ke quarry / angkutan bahan,
pembebasan lahan, pagar, tiang listrik, telepon,
PDAM, dan sebagainya.
w. Menjelaskan bahwa pemilik dibebaskan dari
tuntutan pihak ketiga, bilamana terjadi kelalaian
Penyedia Jasa dalam pelaksanaan pekerjaan.
x. Menjelaskan barang-barang yang menjadi milik
Pengguna Jasa setelah selesainya Kegiatan.
y. Menekankan dan mengutamakan penggunaan
produksi dalam negeri.
z. Membahas tentang item pembayaran yang
spesifik, antara lain:
1 Pemeliharaan rutin;
2 Agregat kelas B pada bahu jalan;
3 Pelaksanaan pekerjaan pada masa pemeliharaan
(Defect Notification Period).
4 Penyiapan badan jalan dibayar setelah kekuatan
tanah dasarnya diterima.
aa. Menjelaskan adanya pemeriksaan audit selama
periode kontrak.
bb. Menjelaskan mengenai pekerjaan yang boleh
disub kontrakkan dan persyaratannya.
b. Penyedia Jasa a. Menjelaskan rencana kerja pada saat mobilisasi Rencana Mutu Kontrak
/ Kontraktor yang meliputi:
1 Mobilisasi peralatan dan personil.
2 Survey lapangan, meliputi:
Drainase;
Perkerasan Jalan;
Struktur;
3 Pekerjaan Pengembalian Kondisi dan Minor
(Reinstatement) yang dilakukan setelah survey
lapangan selesai pada Perkerasan Jalan, Bahu
Jalan, dan saluran.
4 Pemeliharaan Rutin selama periode
pelaksanaan (dilakukan setelah diterbit-kannya
SPMK / dimulainya pekerjaan).
b. Rencana Kerja dan revisi desain:
Melaksanakan Survey untuk pembuatan gambar
kerja, (Membuat gambar kerja (standar survey
dan gambar kerja mengacu pada standar Bina
Marga).
c. Menjelaskan metode / cara pelaksanaan
konstruksi.
d. Menjelaskan struktur organisasi serta tugas dan
tanggung jawabnya.
e. Menjelaskan kualifikasi personil Penyedia Jasa yang
akan dimobilisasi.
f. Menjelaskan rencana Mobilisasi Personil.
g. Menjelaskan bagian pekerjaan yang akan di sub-
kontrakkan serta calon sub Penyedia Jasanya.
h. Menjelaskan rencana penggunaan peralatan,
termasuk:
Jumlah dan jenis peralatan
| Rapat PCM 2-9
Rencana kedatangan peralatan
i. Menjelaskan rencana pengadaan bahan serta surat
ijinnya.
Jalan
Aspal
Agregat
Tanah timbunan
Jembatan
Bangunan atas
Lokasi quarry
Kualitas bahan jalan / struktur termasuk cara
pengujiannya
Deposit material quarry
j. Menjelaskan Rencana Kerja S-Curve
k. Prosedur dan Instruksi Kerja
l. Rencana Pemeriksaan Mutu
m. Rencana Pengendalian Lingkungan
n. Rencana Pengendalian K3
o. Pendokumentasian Arsip Proyek dll.
c. Direksi a. Mencatat seluruh kesepakatan dalam Pre Berita Acara PCM RMK
Pekerjaan Construction Meeting dan dituangkan dalam Berita Konsultan Supervisi
/Direksi Acara tersendiri sebagai Dokumen Kegiatan.
Teknis b. Mempersiapkan formulir-formulir isian, antara lain:
1. Laporan Harian
2. Laporan Mingguan
3. Laporan Bulanan / Monthly Progress Report
4. Laporan Teknis (jika diperlukan).
5. pengecekan kesesuaian desain di lapangan.
6. Persiapan Gambar Kerja untuk:
Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan Berkala
Betterment
7. Perhitungan Volume / Back-up Data serta
Monthly Certificate.
8. Quality Control / kontrol kualitas selama periode
pelaksanaan.
9. Request Penyedia jasa untuk:
Memulai Pekerjaan
Pengujian Bahan
c. Menjelaskan struktur organisasi dan personil
Direksi Teknis yang sudah dimobilisasi dan rencana
personil lainnya yang akan dimobilisasi.
d. Menjelaskan Struktur Organisasi Direksi Teknis dan
tugas dari masing-masing personil Direksi Teknis.
e. Memberikan usulan teknik pelaksanaan yang lebih
efisien.
f. Menjelaskan rencana kerja Revised Design (bila
ada):
a. Waktu yang diperlukan untuk survey lapangan;
b. Personil yang terlibat dalam survey lapangan;
c. Kelengkapan peralatan yang diperlukan untuk
survey lapangan;

| Rapat PCM 2-10


d. Lingkup pekerjaan survey;
e. Alternatif penanganan hasil survey lapangan;
f. Rencana dan Gambar Kerja yang harus dibuat;
g. Menegaskan pengambilan lokasi foto
dokumentasi: dimana, kapan, berapa kali yang
harus dilaksanakan Penyedia Jasa.
6 DIREKSI a. Membuat Berita Acara PCM dan menjadikannya Formulir Berita Acara
PEKERJAAN menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.

8. PENGECUALIAN

Tidak Ada

9. BUKTI KERJA
9.1 Berita Acara Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan;
9.2 RMK Penyedia Jasa;
9.3 RMK Konsultan Supervisi.

10. LAMPIRAN

a. Daftar Simak Rapat Persiapan Pekerjaan;


b. Contoh Berita Acara Rapat Persiapan Pelaksanaan (PCM).

| Rapat PCM 2-11


Lampiran 2.1.
a. Daftar Simak
Rapat Persiapan Pekerjaan (Pre Construction Meeting PCM)

NO JENIS PEMERIKSAAN URAIAN


1 Surat Undangan dibuat Ya Tdk
2 Agenda Rapat ditetapkan Ya Tdk
3 Dihadiri minimal oleh:
o PPK, Kontraktor, Konsultan Ya Tdk
4 Pembahasan tugas, tanggung jawab Direksi Pekerjaan,
Ya Tdk
Wakil Direksi Pekerjaan dan Kontraktor
5 Pembahasan item-item kontrak yang perlu diklarifikasi Ya Tdk
6 Penjelasan mengenai administrasi pekerjaan
o Tata cara permintaan pekerjaan Ya Tdk
o Tata cara permintaan pembayaran Ya Tdk
o Permintaan perubahan pekerjaan Ya Tdk
o Dlsb (penjelasan lainnya dituangkan dalam kolom
Ya Tdk
catatan di bawah)
7 o Ada presentasi Kontraktor mengenai Rencana Mutu
Ya Tdk
Kontrak
o Penjelasan Rencana Kegiatan (Curva S) Ya Tdk
o Penjelasan mengenai Rencana Mobilisasi, Peralatan
Ya Tdk
dan Laboraturium
o Rencana Mobilisasi Tenaga Kerja Ya Tdk
o Prosedur dan Instruksi Kerja/Metode Pelaksanaan Ya Tdk
o Usulan dan keberatan kontraktor tentang butir-butir
Ya Tdk
pada kontrak
8 o Ada penjelasan Rencana Kegiatan Konsultan Ya Tdk
o Ada penjelasan, metoda kerja pengawasan Ya Tdk
o Memuat sistem pelaporan kegiatan Ya Tdk
o Konsultan menyertakan format-format bukti kerja
Ya Tdk
pengawasan
o Ada penjelasan tentang struktur organisasi Ya Tdk
9 Ada penyampaian resume rapat dan disepakati Ya Tdk

10 Berita Acara Rapat dibuat dan disahkan Ya Tdk


TANDA TANGAN CATATAN

Nama :
Jabatan :

| Rapat PCM 2-12


Lampiran 2.2.

DEP ARTEMEN PEKERJ AAN UMUM


DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
S AT U AN K E R J A .
KEGIATAN

No.Dok : Hal :.. dari ..


Tanggal Diterbitkan :
No.Rev.:.. Paraf : ..

b. CONTOH BERITA ACARA


RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN (P.C.M)

NO : ..........................................................
TANGGAL : ..........................................................

PAKET : ............................................................

TANGGAL & NO KONTRAK : ............................................................

| Rapat PCM 2-13


DEP ARTEMEN PEKERJ AAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
S AT U AN K E R J A .
KEGIATAN

No.Dok : Tanggal Diterbitkan : Hal :.. dari ..

No.Rev.:.. Paraf : ..

Pada hari ini ...................................... tanggal .................................... bulan


..................... tahun dua ribu ....................... bertempat di .............................. telah
diadakan Rapat Persiapan Pelaksanaan Paket ................................. Kontrak No.
.............................. tanggal ................................. antara :

1. Nama : ...............................................................................................
Jabatan : Pejabat Pembuat Komitmen .......................................................
Selaku pengendali kegiatan, selanjutnya disebut PIHAK KESATU.

2. Nama : ...............................................................................................
Jabatan : Direktur / General Superintendent paket .....................................
Selaku yang diberi kuasa PT/CV ............................... sebagai Penyedia Jasa,
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

3. Nama : ...............................................................................................
Jabatan : SUPERVISION ENGINEER Paket ................................................
Yang ditugaskan atas nama PT/CV ............................................ .....................
Selaku DIREKSI TEKNIS / PENGAWAS, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KETIGA.

Dengan hasil kesepakatan - kesepakatan sebagai uraian tersebut :

I. MAKSUD & TUJUAN RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN :


Menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan / rencana kerja agar pada saat
pelaksanaannya diperoleh kelancaran dalam mencapai target kontrak (kwalitas,
kwantitas dan waktu). Didalamnya termasuk mencari kesamaan persepsi dari pasal-
pasal dalam Dokumen Kontrak.

II. HAL-HAL YANG DIBAHAS :


Sesuai Bab. IV.A.16.3 (Syarat-syarat Umum Kontrak); hal-hal yang dibahas dalam
rapat meliputi :
A. ORGANISASI KERJA
B. TATA CARA PENGATURAN PELAKSANAAN
C. JADUAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

| Rapat PCM 2-14


D. JADUAL PENGADAAN BAHAN, MOBILISASI PERALATAN DAN PERSONIL
E. PENYUSUNAN RENCANA PEMERIKSAAN LAPANGAN
F. SOSIALISASI KEPADA MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DAERAH SETEMPAT
MENGENAI RENCANA KERJA
G. PENYUSUNAN PROGRAM MUTU (RMK Kontraktor dan Konsultan)

III. HASIL KESEPAKATAN :

Hasil kesepakatan Rapat tertuang dalam lampiran Berita Acara ini yang ditanda tangani
masing-masing pihak dengan uraian sebagai berikut :
Lampiran A : ORGANISASI KERJA
Lampiran B : TATA CARA PENGATURAN PELAKSANAAN
Lampiran C : JADUAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
Lampiran D : JADUAL PENGADAAN BAHAN, MOBILISASI PERALATAN DAN
PERSONIL
Lampiran E : PENYUSUNAN RENCANA PEMERIKSAAN LAPANGAN
Lampiran F : SOSIALISASI KEPADA MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DAERAH
SETEMPAT MENGENAI RENCANA KERJA
Lampiran G : PENYUSUNAN PROGRAM MUTU

Demikian Berita Acara ini dibuat untuk digunakan seperlunya.

PIHAK KESATU PIHAK KEDUA PIHAK KETIGA

( ) ( ) ( )
PPK DIREKTUR / GS S.E

| Rapat PCM 2-15


DEP ARTEMEN PEKERJ AAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
S AT U AN K E R J A .
KEGIATAN

No.Dok : Tanggal Diterbitkan : Hal :.. dari ..

No.Rev.:.. Paraf : ..

ORGANISASI KERJA

A.1 ORGANISASI KERJA PENYEDIA JASA YANG DISEPAKATI

A.2 DAFTAR PERSONIL PENYEDIA JASA YANG DISEPAKATI

NAMA
NO POSISI/JABATAN Dalam Dokumen Usulan yang KETERANGAN
Penawaran disetujui

CATATAN :
PPK selaku Direksi Pekerjaan berhak menggunakan kewenangan penggantian
Personil dan Penyedia Jasa seperti diatur dalam Bab IV.B (Ketentuan Khusus) pasal
52.1 s/d 2.
Bila Direksi Pekerjaan memberlakukan Bab IV.B.52.2 Syarat syarat Kontrak,
namun Pihak Penyedia Jasa tidak mampu memenuhi pada batas waktu yang

| Rapat PCM 2-16


ditentukan, maka Direktur Perusahaan / Jajaran Pimpinan Penyedia Jasa yang
diberi Kuasa harus mengambil tugas lapangan Personil yang diganti.

A.3 URAIAN TUGAS PERSONIL PENYEDIA JASA ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

A.4 DOMISILI KANTOR LAPANGAN

A.5 ORGANISASI KERJA DIREKSI TEKNIS YANG DISEPAKATI (Termasuk Personil)

A.6 URAIAN TUGAS DIREKSI TEKNIS YANG DISEPAKATI

CATATAN :
 Tugas tugas dari Direksi Teknis seperti terurai dalam A.6 merupakan tugas
pengawasan yang di DELEGASIKAN Direksi Pekerjaan kepada Direksi Teknis.
 Direksi Pekerjaan berhak membatalkan pendelegasian tugas tersebut seperti yang
diatur dalam Bab IV.A.13.1 Syarat syarat Kontrak

A.7 STAF/PERSONIL PPK YANG DITUGASKAN DALAM PENGAWASAN / PENGENDALIAN


KEGIATAN ADALAH :

Nama : ..............................; tugas : ....................................

| Rapat PCM 2-17


A.8 FASILITAS

 Fasilitas yang digunakan bersama (tiga Pihak) untuk kepentingan koordinasi,


adalah sebagai berikut :
a. No. Telpon : .......................
b. Ruang Rapat di Kantor lapangan berikut perlengkapannya.
c. dan seterusnya
 Pengadaan dan Biaya Operasional fasilitas tersebut menjadi tanggung jawab
Penyedia Jasa.
 Penyedia Jasa berhak mengontrol / mengendalikan pengendalian fasilitas tersebut.

PIHAK PARAF / TT

II

III

| Rapat PCM 2-18


DEP ARTEMEN PEKERJ AAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
S AT U AN K E R J A .
KEGIATAN

No.Dok : Tanggal Diterbitkan : Hal :.. dari ..

No.Rev.:.. Paraf : ..

TATA CARA PENGATURAN PELAKSANAAN

B.1 METODA KERJA

(Cara kerja untuk menghasilkan suatu jenis pekerjaan / bagian pekerjaan terterntu
sesuai dengan Spek).

B.2 METODA PELAKSANAAN

(Cara kerja yang layak, realistik dan dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan seluruh
pekerjaan sesuai Spesifikasi dengan tahapan pelaksanaan yang sistimatis berdasar
sumber daya yang dimiliki)

B.3 PROSEDUR KERJA :

 Sebelum mulai pelaksanaan setiap pekerjaan, Penyedia Jasa harus mengajukan


request dilampiri gambar kerja (shop drawing) hasil uji material, dan persyaratan
persyaratan lain (misalnya pemenuhan keamanan kerja).

 Format request for approval yang disepakati terlampir diajukan paling lambat 1 x
24 jam sebelum rencana pekerjaan dilaksanakan dengan ditanda tangani
................., persetujuan dari Direksi Teknis ditanda tangani .........................,
dan seterusnya.

 Sebelum memberikan persetujuan Direksi Teknis dengan dimonitor P.O / P.L wajib
mengisi Daftar Simak.

 Shop drawing berukuran ..........., harus ditanda tangani .........................., dan


seterusnya.

 Pekerjaan yang dilaksanakan tanpa disertai request bisa tidak diterima Direksi
kecuali Direksi mempertimbangkan menerima dengan kewajiban Kontraktor
melakukan uji yang diminta Direksi.

| Rapat PCM 2-19


B.4 UJI MATERIAL DAN PRODUK

 Pengambilan sample (contoh benda uji) dan pengiriman ke Laboratorium baik


untuk meterial maupun produk dilakukan bersama sama dari ketiga Pihak.

 Pengambilan sample ditentukan sebagai berikut :

 Hasil uji dari Laboratorium 1 exemplar asli harus dikirim ke Direksi Pekerjaan.

 Hasil uji meterial yang tidak memenuhi syarat dalam Spek langsung diambil
tindakan dengan penolakan oleh Direksi Teknis, untuk hasil uji produk yang tidak
memenuhi persyaratan, Penyedia Jasa bisa mengajukan metoda uji lain yang bisa
disetujui Direksi.

B.5 ASURANSI

 Penyedia Jasa harus menyerahkan copy program asuransi yang telah diikuti
Penyedia Jasa kepada PPK.

 Bila dirasa pertanggungjawaban asuransi / nilai manfaat yang diperoleh tidak


sesuai dengan ketentuan Dokumen Kontrak maka PPK bisa meminta Penyedia Jasa
untuk merubah isi asuransi terutama yang menyangkut perluasan pertanggungan
sesuai keperluan yang diatur dalam kontrak, atau langsung menolak asuransi yang
diajukan Penyedia Jasa tersebut.

 Bila Penyedia Jasa tidak melaksanakan program asuransi atau tidak merubah
asuransi sesuai permintaan sampai batas waktu yang ditetapkan, maka PPK bisa
mengurus program asuransi tersebut dengan beban biaya dari Penyedia Jasa.

B.6 SERTIFIKAT BULANAN

 Sertifikat bulanan dibuat berdasar progress sampai tanggal 25 tiap bulan.


 Format sertifikat bulanan, back up MC dan back up sheet seperti contoh terlampir.

 MC dari Penyedia Jasa harus diterima PPK paling lambat tanggal


Apabila batas waktu tersebut terlambat tanpa alasan yang bisa diterima, PPK
berhak menunggakkan pembayaran progress bulan tersebut sampai dengan Bulan
berikutnya.

 Pengajuan MC harus dilampiri :


a. Back up lengkap
b. BHS berikut rekapitulasinya

| Rapat PCM 2-20


c. Kumpulan hasil uji material, hasil uji produk
d. Kumpulan ticket pengiriman, form request, shop drawing, dan lain lain.

B.7 LAPORAN LAPORAN / DOKUMENTASI

 Laporan harian dengan BHS diisi oleh tiga Pihak setiap hari, direkap tiap bulan
sebagai lampiran pengajuan MC BHS didistribusi sesuai kebutuhan oleh PPK

 Laporan akhir pelaksanaan harus diserahkan kepada PPK paling lambat ....... hari
setelah PHO

 Foto foto 0 %; 50 %; 100 % dibuat ......................... dengan titik ambil .........


dst.

 As built drawing dibuat dalam ukuran .......................... digandakan sebanyak


........... x; harus selesai dan diserahkan ke Direksi Pekerjaan paling lambat 14 hari
setelah PHO. Bila Penyedia Jasa gagal menyiapkan As built drawing sampai batas
toleransi yang diberikan PPK maka PPK bisa menunjuk orang untuk membuat As
Built Drawing tersebut dengan biaya dari Kontraktor seperti yang ditetapkan dalam
Dokumen penawaran.

B.8 PENGATURAN LALU LINTAS & DETOUR

 Apabila Penyedia Jasa harus mengalihkan lalu lintas sementara, maka harus
dipastikan ada izin dari pihak berwenang, tidak ada keberatan dari masyarakat.
Untuk hal tersebut pengurusan sepenuhnya ditanggung Penyedia Jasa termasuk
kompensasi yang diperlukan Pihak PPK membantu koordinasi antar instansi yang
diperlukan.

B.9 JAM KERJA


Jam kerja ditetapkan :
Senin s/d Kamis, Sabtu : ............. s/d .............
Jumat : ............. s/d .............
Untuk lembur harus mengajukan usulan kepada Direksi dan tidak dapat dilaksanakan
tanpa persetujuan Direksi.
 Kompensasi kerja lembur, Penyedia Jasa harus memberikan uang lembur Rp.
........ / jam untuk Direksi Teknis.

B.10 PROSEDUR PHO / FHO

 Penyedia Jasa sudah harus mengajukan permintaan Serah Terima I Pekerjaan


(PHO) paling lambat ......... hari sebelum batas akhir masa pelaksanaan untuk
memberi waktu Panitia PHO melaksanakan penelitian (maximum 7 hari kerja sejak
tanggal permintaan Penyedia Jasa).

| Rapat PCM 2-21


 Saat mengajukan permintaan PHO; Progres Fisik sudah harus 100 % (termasuk
syarat uji mutu telah terpenuhi) yang dinyatakan dengan Berita Acara pemeriksaan
bersama (G.S; SE dan PO/PL).

 Bila Penyedia Jasa mengajukan permintaan PHO terlambat yang mengakibatakan


dengan waktu yang dimiliki Panitia selama 7 hari kerja tersebut berakibatkan
tanggal Berita Acara PHO melewati akhir masa pelaksanaan, maka kepada
Penyedia Jasa akan dikenakan sangsi denda keterlambatan.

B.11 PENANGANAN KONTRAK KRITIS

 Prosedur penanganan kontrak kritis mengikuti Dokumen Bab IV.A.33 (33.1 s/d
33.2.2).

 Karena keterbatasan waktu dalam Tahun Anggaran yang tersedia, maka


penanganan kontrak kritis pada paket ini mengabaikan / tidak memberlakukan Bab
IV.A.33.2.1.b (kesepakatan tiga pihak).

B.12 PENGENDALIAN ARUS UANG

 Rencana arus uang yang disetujui terlampir.

 Apabila dalam pelaksanaan Penyedia Jasa tiak menggunakan uang muka yang
sudah diterima seperti rencana yang diajukan saat pembayaran uang muka, maka
PPK akan membuat teguran tertulis. Apabila teguran diabaikan oleh Penyedia Jasa
maka PPK akan mempercepat pengembalian uang muka pada pembayaran bulan
bulan berikutnya dengan menaikkan prosentase pengembalian uang muka menjadi
....... %

B.13 PEKERJAAN YANG DISUB KONTRAKKAN & SUB PENYEDIA JASA

 Pekerjaan pekerjaan yang di Sub kontrakkan adalah :

1. (Item Pekerjaan) vol ....................., nilai Rp. ........................

2. (Item Pekerjaan) vol ....................., nilai Rp. ........................

 Penyedia Jasa yang disetujui sebagai Sub Penyedia Jasa adalah :

..................................

| Rapat PCM 2-22


 Penyedia Jasa tetap bertanggung jawab kepada Pengguna Jasa atas pekerjaan
yang dikerjakan Sub Penyedia Jasa.

PIHAK PARAF / TT

II

III

| Rapat PCM 2-23


DEP ARTEMEN PEKERJ AAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
S AT U AN K E R J A .
KEGIATAN

No.Dok : Tanggal Diterbitkan : Hal :.. dari ..

No.Rev.:.. Paraf : ..

JADUAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

C.1 JADUAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

S Curve

Catatan :
Jadwal tersebut bisa direvisi bila ada perubahan vol item pekerjaan, dan perubahan
waktu pelaksanaan.

C.2 RINCIAN WAKTU EFFEKTIF & PRODUK HARIAN PEKERJAAN UTAMA

C.2.a RINCIAN WAKTU EFFEKTIF


MASA PELAKSANAAN : 210 HARI KALENDER (Tanggal ...... s/d
......)
LIBUR MINGGU & LIBUR NASIONAL : ............ HARI
UJI PRODUK AKHIR &
WAKTU UK PANITIA PHO : . HARI
REKAYASA LAPANGAN : ............ HARI
LEBARAN, NATAL & TAHUN BARU : ............ HARI

WAKTU KERJA EFFEKTIF : ............ HARI


Pada hari Lebaran diasumsikan kegiatan berhenti selama 14 hari (H 7 s/d H + 7).

| Rapat PCM 2-24


C.2.b Dengan waktu effektif dan jam kerja effektif ( 80 %) maka perkiraan produksi
harian pekerjaan utama sebagai berikut :

MATA JADWAL
NO VOL. SAT. KET
PEMBAYARAN 1 2 3 4 5 6
1. Aggregate Class
B m3/hr
2.
Hot Mix
m3/hr

PIHAK PARAF / TT

II

III

| Rapat PCM 2-25


DEP ARTEMEN PEKERJ AAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
S AT U AN K E R J A .
KEGIATAN

No.Dok : Tanggal Diterbitkan : Hal :.. dari ..

No.Rev.:.. Paraf : ..

JADUAL PENGADAAN BAHAN, MOBILISASI PERALATAN DAN PERSONIL

D.1 JADUAL PENGADAAN BAHAN

JENIS VOL/ ASAL RENCANA MOBILISASI


NO KET
BAHAN SAT *) 1 2 3 4 5 6

Keterangan :
 Bahan yang dimobilisasi adalah bahan yang telah lulus uji mutu.
*) Lokasi Base camp / Quarry / Pabrik

D.2 JADUAL MOBILISASI PERALATAN

JENIS RENCANA MOBILISASI


NO MERK KAPASITAS JUMLAH KET
ALAT 1 2 3 4 5 6

 Jenis alat yang disetujui merupakan revisi dari peralatan yang diajukan pada
penawaran (jenis dan jumlah)

| Rapat PCM 2-26


D.3 JADUAL MOBILISASI PERSONIL
JUMLA RENCANA MOBILISASI
NO POSISI KET
H 1 2 3 4 5 6

PIHAK PARAF / TT

II

III

| Rapat PCM 2-27


DEP ARTEMEN PEKERJ AAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
S AT U AN K E R J A .
KEGIATAN

No.Dok : Tanggal Diterbitkan : Hal :.. dari ..

No.Rev.:.. Paraf : ..

PENYUSUNAN RENCANA & PEMERIKSAAN LAPANGAN

E.1 JADUAL PEMERIKSAAN LAPANGAN & PEMERIKSAAN LAPANGAN


Pengukuran : tanggal ........................ s/d ..........................
tanggung jawab Penyedia Jasa
Perhitugan hasil pengukuran
dan usulan perubahan : tanggal ........................ s/d ..........................
tanggung jawab Penyedia Jasa & Direksi Teknis
Penelitian dan
Persetujuan usulan : tanggal ........................ s/d ..........................
tanggung jawab PPK

E.2 PERSONIL YANG DILIBATKAN DARI MASING MASING PIHAK

Penyedia Jasa : ....................................................

Direksi Teknis : ....................................................

PPK : ....................................................

E.3 PERALATAN YANG HARUS DISIAPKAN PENYEDIA JASA


Jenis, .......... Kapasitas, ............ Jumlah

E.4 UJI LAPANGAN YANG HARUS DILAKSANAKAN

 Evaluasi hasil uji dilaksanakan oleh ..........................


 Segala biaya untuk rekayasa lapangan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
(tidak ada pembayaran tersendiri).

| Rapat PCM 2-28


DEP ARTEMEN PEKERJ AAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
S AT U AN K E R J A .
KEGIATAN

No.Dok : Tanggal Diterbitkan : Hal :.. dari ..

No.Rev.:.. Paraf : ..

SOSIALISASI KEPADA MASYARAKAT DAN


PEMDA SETEMPAT MENGENAI RENCANA KERJA

DITUJUKAN YANG
NO BENTUK SOSIALISASI KET
KEPADA MELAKUKAN

1. PAPAN PROYEK, berisi data  UMUM PENYEDIA JASA Dengan


singkat kegiatan meliputi : ukuran
program, volume, dana, standard
sumber dana, nilai pekerjaan,
waktu pelaksanaan, penyedia
jasa, PPK, Direksi Teknik.
2. Surat pemberitahuan berisi (id.
 PEMDA PPK
Butir 1, dilampiri gambar
SETEMPAT
rencana.
 Pemilik PPK
3. Surat pemberitahuan berisi
utilitas (PLN,
jenis pekerjaan, waktu
TELKOM,
pelaksanaan & data-data teknis
PDAM, PN
lain, disertai penampakan data
GAS, dll)
(gambar) utilitas yang ada di
Rumija.

4. Pemberitahuan tertulis / tidak  MUSPIKA PENYEDIA JASA


tertulis. SETEMPAT
5.
Sosialisasi terhadap
 Masyarakat TIGA PIHAK
masyarakat sekitar, bila ada
Sekitar
dampak lingkungan yang
cukup berarti.

6. Pemberitahuan dengan  POLISI, PENYEDIA JASA


permintaan koordinasi untuk DLLAJ
pengaturan lalu lintas.

PIHAK PARAF / TT

II

III

| Rapat PCM 2-29


DEP ARTEMEN PEKERJ AAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
S AT U AN K E R J A .
KEGIATAN

No.Dok : Tanggal Diterbitkan : Hal :.. dari ..

No.Rev.:.. Paraf : ..

PROGRAM MUTU

a. Informasi Pengadaan
b. Organisasi PPK dan Penyedia Jasa
c. Jadual Pelaksanaan Pekerjaan
d. Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan
e. Prosedur Instruksi Kerja
f. Pelaksanaan Kerja

PIHAK PARAF / TT

II

III

| Rapat PCM 2-30


DEP ARTEMEN PEKERJ AAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
S AT U AN K E R J A .
KEGIATAN

No.Dok : Tanggal Diterbitkan : Hal :.. dari ..

No.Rev.:.. Paraf : ..

Nomor : , .. 20..
Lampiran :

Kepada Yth :
. (daftar terlampir)
di
_______________

Perihal : Undangan Rapat

Bersama ini kami mengharap kedatangan saudara-saudara pada Rapat Pertemuan yang akan
diselenggarakan pada:

Hari / Tanggal : .. / ..
Jam : ...
Tempat : ...
...
Acara : Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan (Pre Construction
Meeting) Satker/Kegiatan .
Paket ....
Atas kehadiran saudara-saudara kami ucapkan terima kasih.

Satker/Kegiatan .
Paket ..
Pemimpin

( _____________________ )
NIP. .

Tembusan:
1. Kasatker Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi ............
2. Kasatker Preservasi Jalan dan Jembatan Provinsi...
3. Kasatker Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Prov. .
4. Arsip

| Rapat PCM 2-31


| Rapat PCM 2-32
Daftar Isi

1. Tujuan......................................................................................................... .. 3-2
2. Ruang Lingkup ............................................................................................ 3-2
3. Acuan ........................................................................................................... 3-2
4. Definisi .......................................................................................................... 3-3
5. Ketentuan Umum ......................................................................................... 3-3
6. Isi Rencana Mutu Kontrak ............................................................................ 3-4
7. Prosedur, Tugas dan Tanggungjawab .......................................................... 3-9
8. Pengecualian ................................................................................................ 3-9
9. Bukti Kerja .................................................................................................... 3-9
10. Lampiran....................................................................................................... 3-9

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-1


3. PROSEDUR EVALUASI RENCANA MUTU KONTRAK

1. TUJUAN
Prosedur ini dimaksudkan sebagai referensi untuk mengevaluasi Rencana Mutu
Kontrak sebagai dokumen yang berisi tentang prosedur dan sumber daya yang
diperlukan, yang harus diterapkan oleh Penyedia Jasa pada suatu kegiatan proyek
dengan hasil pekerjaan dan proses pekerjaan pada kontrak tertentu.

2. RUANG LINGKUP
Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Penyedia jasa harus memiliki rencana
mutu, dokumen mutu dibedakan sebagai berikut :

2.1.Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) merupakan dokumen rencana penetapan


kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program tahunan berjalan yang
disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin
mutu.

2.2. Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP) merupakan dokumen sistem manajemen


mutu pelaksanaan yang disusun oleh Kepala Satker, SNVT, SKS dan PPK dalam
rangka menjamin mutu.

2.3. Rencana Mutu Kontrak (RMK) merupakan dokumen sistem manajemen mutu
yang disusun oleh Penyedia Jasa untuk setiap kontrak pekerjaan dalam rangka
menjamin mutu.

Dalam manual pengawasan ini yang dibahas lebih detail hanya Rencana Mutu
Kontrak (RMK) untuk Penyedia Jasa saja, sedangkan untuk Rencana Mutu Unit
Kerja (RMU) dan Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP) tidak diuraikan dalam buku ini.

3. ACUAN
a. Peraturan Menteri PU Nomor 43/PRT/M/2007.
b. Peraturan Menteri PU Nomor 34/PRT/M/2006.
c. Peraturan Menteri PU Nomor 04/PRT/M/2009.
d. SNI Nomor 19-9001-2001 tentang Sistem Manajemen Mutu Persyaratan.
e. Dokumen Kontrak.

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-2


4. DEFINISI
a. Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Yang dimaksud RMK disini adalah Dokumen Rencana kegiatan Penyedia Jasa,
yang memerincikan proses dan operasional yang mengarahkan menunjukkan
kemampuan organisasi dalam dan mengendalikan sumberdayanya untuk
mencapai tujuan yang berkaitan mutu.
b. Penyedia Jasa
Adalah Organisasi yang memiliki ikatan kerja dengan pelanggan yang diatur
dengan kontrak kerja, dan mempunyai kewajiban memberikan produk atau
jasanya kepada pelanggannya (Pengguna Jasa),
c. Produk Tidak Sesuai atau ketidaksesuaian
Hasil suatu proses yang tidak mencapai ketentuan persyaratan yang ditetapkan,
baik dalam lingkungan internal maupun eksternal. Produk tidak sesuai dapat
berupa antara lain, produk, atau jasa perorangan atau organisasi.
d. Sasaran Mutu
Yaitu Sesuatu yang dicari atau dituju, yang berkaitan dengan mutu.
e. Kepuasan Pelanggan
Persepsi Pelanggan tentang derajat telah dipenuhinya persyaratan pelanggan.
f. Pelanggan
Pihak lain baik perorangan maupun organisasi, pada tahapan selanjutnya yang
menggunakan hasil proses dari tahap sebelumnya.

5. KETENTUAN UMUM
o Evaluasi RMK dilakukan oleh Pengguna Jasa pada saat dilaksanakan nya
Pre Construction Meeting.
o Disahkan oleh Pengguna Jasa (Ka SNVT) dan dicek oleh PPK.
o Dibuat sebagai acuan pelaksanaan kegiatan.
o RMK adalah dokumen yang dinamis, dalam arti dapat berubah sesuai
kebutuhan pada saat kegiatan berjalan, dengan tetap ,memperhatikan
kaidah kaidah penyusunan dan persetujuan.
o RMK harus disosialisasikan, dipahami oleh semua unsur yang terlibat dalam
kegiatan organisasi penyedia jasa.
o Evaluasi RMK dilakukan oleh Pengguna Jasa pada saat dilaksanakannya
Pre Construction Meeting.
| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-3
6. ISI RENCANA MUTU KONTRAK

a. Cover
Pastikan cover memuat antara lain, identitas Pengguna Jasa, identitas Penyedia
Jasa,
Nama Paket dan Nomor Kontrak dan tahun serta Judul Dokumen.
b. Lembar Pengesahan
RMK harus memiliki lembar pengesahan, sebagai bukti keabsahan dokumen.
Lembar ini harus dapat menunjukkan :
o Adanya identitas dan nomor dokumen.
o Tanggal diterbitkan, nomor revisi dan tanggal (jika telah ada).
o Harus tersedia kolom konseptor , yang memeriksa (PPK) dan identitas yang
mengesahkan dokumen (Ka SNVT).
c. Daftar Isi
Pastikan RMK yang diajukan Penyedia Jasa setidaknya meliputi ;
1. Sasaran Mutu Proyek.
2. Informasi proyek.
3. Lingkup proyek.
4. Pihak Yang terlibat.
5. Struktur organisasi Penyedia Jasa.
6. Tugas tanggung jawab dan wewenang.
7. Daftar induk bukti Kerja.
8. Bagan alir pelaksanaan pekerjaan.
9. Jadwal pelaksanaan pekerjaan.
10. Jadwal tenaga Kerja.
11. Jadwal Material.
12. Jadwal Peralatan.
13. Jadwal arus kas.
14. Jadwal inspeksi uji dan tes.
15. Daftar Dokumen, Prosedur dan Instruksi Kerja.
16. Daftar keberterimaan.
17. Daftar Gambar Kerja.

d. Sasaran Mutu
Pastikan dalam RMK, Penyedia Jasa telah mencantumkan Sasaran Mutu nya, jika

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-4


menurut pertimbangan kegiatan ini cukup signifikan, maka Sasaran Mutu harus
dibuat pada setiap level Bagian/Divisi organisasi penyedia jasa.
Pastikan Sasaran Mutu merupakan gambaran nyata, tujuan dari masing masing
level pada organisasi maupun induk organisasi Penyedia Jasa.

e. Informasi Proyek
Pastikan informasi proyek disajikan secara sistimatis dapat berupa tabel yang
menjelaskan tentang aspek antara lain ;
o Pemilik Proyek.
o Direksi Pekerjaan
o Alamat lengkap Direksi Pekerjaan.
o Sumber Dana.
o Proporsi Dana (jika ada).
o Lokasi Proyek.
o Nama Paket.
o Nomor Kontrak dan tanggal.
o Biaya.
o Cara pembayaran.
o Jangka waktu pelaksanaan konstruksi
o Nomor dan tanggal SPMK.
o Tanggal mulai pekerjaan.
o Tanggal akhir pekerjaan.
o Masa Pemeliharaan.
o Pelaksana Pekerjaan.
o Alamat lengkap Pelaksana Pekerjaan.
o Pengawas Pekerjaan.
o Alamat lengkap Pengawas Pekerjaan.
o Nomor dan tanggal Kontrak Pengawasan Pekerjaan.

f. Lingkup Proyek
Harus ada penjelasan lingkup proyek, yang dapat memberikan gambaran, bahkan
kepada pihak luar sekalipun yang tidak terlibat langsung, untuk secara cepat
memahami apa yang akan dikelola oleh proyek dan hasil akhir yang harus dicapai.
Penjelasan dapat disajikan dalam bentuk redaksional dan disertai dengan sketsa
(bilamana perlu) sebagai tambahan penjelasan, penjelasan cukup pada elemen

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-5


elemen yang utama saja.
g. Pihak yang terlibat
Nyatakan pihak yang terlibat, dalam bentuk diagram organisasi yang
menggambarkan hubungan Pengguna Jasa (dan hirarkhi diatasnya), penyedia
jasa (Konsultan dan Kontraktor). Cantumkan alamat lengkap masing masing
bagian yang terlibat dalam kegiatan proyek ini, serta nama pejabatnya.

h. Struktur organisasi Penyedia Jasa


Harus ada penjelasan Struktur Organisasi Penyedia Jasa yang disajikan dalam
bentuk Diagram Organisasi, lengkap dengan penjelasan nama bagian bagiannya,
serta nama pejabatnya.

i. Tugas tanggung jawab dan wewenang


Pastikan tugas, tanggung jawab dan wewenang setiap personil yang terlibat pada
organisasi Penyedia Jasa telah ditetapkan, sehingga tidak ada lagi bagian dari
pekerjaan yang tersisa yang tidak memiliki petugas untuk menanganinya.
Harus ada pembagian wewenang untuk menangani masalah masalah khusus,
yang berkaitan dengan masalah dengan kemasyarakatan, dengan lembaga
pemerintah lainnya, masalah komplain dan penanganan sistem manajemen mutu
yang harus dijalankan.

j. Daftar Induk Bukti Kerja


Penyedia jasa harus telah menetapkan tatacara untuk mengendalikan semua bukti
kerja, dengan cara mencatat, memberi penomoran berdasarkan kategori.
Bukti kerja harus diagendakan berdasarkan masing masing jenis, penyimpanan
bukti kerja harus diurut sedemikian rupa berdasarkan tanggal pelaksanaan atau
penerbitan bukti kerja, agar memudahkan dalam penelusuran.
Contoh bukti kerja adalah ;
o Berita Acara Rapat.
o Hasil Pengisian Daftar Simak setiap kegiatan pekerjaan.
o Hasil Survey.
o Hasil Perhitungan.
o Hasil Pengetesan.
o Laporan laporan (mingguan, bulanan, triwulan).
o . . . . . . . . dlsb.

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-6


k. Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan
Pastikan Pelaksanaan Kegiatan penyedia jasa dituangkan dalam bentuk Bagan Alir,
amati pada setiap simpul kegiatan harus disertai dengan Petunjuk Pelaksanaan
(Prosedur), atau Instruksi Kerja ataupun Daftar Simak dan pada setiap kegiatan yang
menghendaki adanya persyaratan, pengetesan ataupun pengecekan kesesuaian
terhadap ketentuan yang mengikat atau harus merujuk persyaratannya.

l. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan


Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Kegiatan atau lebih dikenal
dengan nama "Curva S", curva S dibuat detail per item pekerjaan, dengan
menyediakan lajur rencana kegiatan dan realisasi kegiatan. Dinyatakan dalam bobot
terhadap total pekerjaan dan dinyatakan dalam persen (%). Curva S dapat berbentuk
bar diagram maupun vektor.

m. Jadwal Tenaga Kerja


Jadwal tenaga kerja dibuat berdasarkan kebutuhan yang relevan dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan. Harus menunjukkan kapan saat dimobilisasi dan kapan saat
berakhirnya (demobilisasi).

n. Jadwal Material
Jadwal material harus dibuat oleh penyedia jasa untuk setiap jenis material utama.
Menunjukkan jumlah kebutuhan total masing masing material, kapan saat harus
didatangkan dan berapa jumlahnya.

o. Jadwal Peralatan
Jadwal peralatan disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan, dapat disajikan
dalam diagram mingguan ataupun bulanan, tergantung kebutuhan. Kinerja peralatan
akan dilihat dari perbandingan rencana penempatan peralatan dengan realisasinya,
dalam bobot prosentase terhadap rencana per item jenis peralatan.

p. Jadwal Arus Kas


Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Arus Kas, jadwal arus kas dibuat dengan
memuat rencana pencairan tagihan dan rencana pengeluaran. Pengeluaran terdiri
atas biaya bahan, material, tenaga kerja, alat, overhead dan keuntungan.

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-7


q. Jadwal Inspeksi Uji dan Tes
Jika sesuai, jadwal inspeksi uji dan test dituangkan dalam bentuk diagram kegiatan
pengetesan atau verifikasi versus waktu. Penjadwalan inspeksi uji dan tes dapat
berupa kegiatan tes atau pengujian Formula Campuran Rencana ataupun Formula
Campuran Kerja agar sesuai dengan jadwal pekerjaan, sehingga FCR dan FCK
selesai sebelum kegiatan dimulai. Atau tes berkala disesuaikan dengan kegiatan
pengadaan material maupun produk pekerjaan, jika tes adalah untuk produk jadi.

r. Daftar Dokumen, Prosedur dan Instruksi Kerja


Penyedia Jasa harus mengendalikan dokumen yang digunakan diproyek secara
sistimatis, dengan cara mencatatkan pada Daftar Dokumen, Prosedur dan Instruksi
Kerja. Mengidentifikasi dengan cara penomoran serta mengendalikan pendistribusian
dokumen dokumen tersebut dengan cara memberi tanda pada dokumen "terpakai"
dan "tidak terpakai". Dengan demikian penyedia jasa harus memiliki mekanisme yang
mengatur tatacara tersebut, dengan cara menyediakan format yang berkaitan dengan
kegiatan yang disyaratkan.

s. Daftar Kriteria penerimaan


Jika sesuai, Kriteria Penerimaan dibuat dalam suatu daftar untuk memudahkan bagi
yang memerlukan, melihat persyaratan yang diminta tanpa harus melihat pada
referensi aslinya, yang adakalanya berupa buku tebal atau yang jumlahnya
tidaksedikit. Daftar Kriteria Penerimaan setidaknya meliputi nomor urut, nomor
verifikasi, kegiatan, kriteria penerimaan dan rujukannya. Nomor verifikasi adalah
nomor sesuai pada bagan alir pelaksanaan pekerjaan yang menunjukkan kegiatan
pengecekan atau penyesuaian dengan persyaratan. Kriteria penerimaan adalah
persyaratan atau ketentuan dari Dokumen Kontrak dan lampirannya, sedangkan
rujukan menunjukkan sumber persyaratan lengkap dengan nomor atau edisi serta
pasal yang berkaitan.

t. Daftar Gambar Kerja


Seluruh gambar kerja harus didaftarkan perkategori, diprediksi sebelum kegiatan
dimulai. Gambar kerja yang telah selesai diberi catatan jika gambar tersebut dapat
dipergunakan sebagai "gambar terlaksana". Daftar gambar setidaknya
mengidentifikasikan nomor, nama dan judul gambar serta tempat penyimpanannya.

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-8


Distribusi gambar harus diatur sehingga tidak ada penggunaan yang keliru akibat
pemakaian gambar yang tidak sesuai.

7. PROSEDUR, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

Pelaku
No Kegiatan Rekaman
Penanggungjawab
1. PPK 1. Menyampaikan Rencana Mutu Kontrak Daftar
kepada atasan langsung dan melakukan Simak RMK
sosialisasi kepada seluruh jajaran satuan
kerjanya.

2. Penyedia Jasa 1. Menyusun Rencana Mutu Kontrak RMK


Penyedia Jasa (RMK).
2. Menyampaikan dan melakukan
presentasi RMK kepada Direksi
Pekerjaan pada saat PCM, untuk
mendapatkan persetujuan rencana mutu
kontrak.
3. Bertanggung jawab dan menjamin bahwa
RMK yang telah disetujui dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan.

3. Direksi Teknis 1. Menyusun Rencana Mutu Kontrak Daftar


Pengawasan Kegiatan pekerjaan. Simak RMK
2. Menyampaikan dan mempresentasikan
RMK kepada Direksi Pekerjaan pada
saat PCM..
3. Membantu PPK dalam mengkaji rencana
mutu kontrak (RMK) penyedia jasa
konstruksi.

8. PENGECUALIAN : Tidak ada


9. BUKTI KERJA : Daftar Simak Evaluasi Rencana Mutu Kontrak
10. LAMPIRAN

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-9


Lampiran 3.1
Daftar Simak Evaluasi Rencana Mutu Kontrak

NO PEMERIKSAAN JENIS PEMERIKSAAN URAIAN


o Ada identitas pemilik peker Ada Tdk
Jaan.
o Tercantum identitas Direksi Pekerjaan Ya Tdk
1 KEMASAN o Judul jelas Ya Tdk
o Ada nama paket. Ya Tdk
o Tertera nomor kontrak/thn Ya Tdk
o Ada identitas penyedia jasa Ya Tdk
o Ada lembar pengesahan? Ya Tdk
LEMBAR PENGE-
2 o Mencantumkan tiga pihak yang terlibat Ya Tdk
SAHAN
,konseptor, pemeriksa dan pengesah.
o Daftar isi lengkap memuat substansi
3 DAFTAR ISI Ya Tdk
RMK
o Ada sasaran mutu Ya Tdk
o Tersedia sasaran mutu bagian? Ya Tdk
4 SASARAN MUTU o Sasaran mutu disosialisasikan, dan diko Ya Tdk
munikasikan.
o Sasaran mutu relevan? Ya Tdk
o Berisi data mengenai Pemilik Pekerjaan. Ya Tdk
o Identitas Direksi Pekerjaan &alamatnya. Ya Tdk
o Identitas Penyedia Jasa dan alamatnya. Ya Tdk
o Identitas Pengawas Pek. dan alamatnya. Ya Tdk
o Ada penjelasan sumber dana. Ya Tdk
INFORMASI PRO- o Tercantum identifikasi nomor sumber
5 Ya Tdk
YEK dana
o Ada penjelasan identitas proyek, nama
paket , nomor kontrak, besarnya biaya, Ya Tdk
jenis kontrak dan cara pembayaran.
o Ada penjelasan waktu pelaksanaan, pe-
meliharaan, tanggal mulai dan berakhir- Ya Tdk
nya
o Ada penjelasan lingkup proyek pd RMK Ya Tdk
o Informatif dan dapat memberikan gam- Ya Tdk
6 LINGKUP PROYEK
baran penjelasan
o Lingkup proyek redaksional & gambar? Ya Tdk
o Tercantum pihak yang terlibat, Pemilik
PIHAK YANG TER- Pekerjaan, Direksi Pekerjaan, atasan
7 Langsung Direksi Pek. dan hirarkhi lain Ya Tdk
LIBAT
nya.
o Lengkap dan sesuai? Ya Tdk
o Tidak ada link yang terputus untuk
Ya Tdk
memenej kegiatan pekerjaan.
o Ada Struktur Organisasi Penyedia Jasa Ya Tdk
8 STR. ORGANISASI o Lengkap & sesuai kebutuhan kontrak Ya Tdk
o Menunjukkan garis instruksi& koordinasi Ya Tdk

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-10


o Ada uraian tugas tanggung jawab dan
Wewenang. Ya Tdk

o Lengkap untuk masing masing personil


yang terlibat. Ya Tdk

TUGAS,TG JAWAB o Ada penugasan untuk penanganan mutu Ya Tdk


9
& WEWENANG o Ada petugas yg mengendalikan masalah
dengan eksternal, pemerintahan dan Ya Tdk
Masyarakat.
o Ada pengaturan pelimpahan wewenang
Jika terjadi kondisi khusus Ya Tdk

o Ada pengendalian bukti kerja dengan


Ya Tdk
cara penomoran.
o Bukti kerja mencakup seluruh prediksi
PENGENDALIAN bukti kerja yang diperkirakan akan Ya Tdk
10
BUKTI KERJA muncul selama masa konstruksi.
o Pastikan bahwa bukti kerja telah dipaha
mi oleh personil yang terlibat dlm organi Ya Tdk
sasi penyedia jasa.
o Ada bagan alir pelaksanaan pekerjaan Ya Tdk
o Menggunakan kaidah Flow Chart. Ya Tdk
o Memuat seluruh aktifitas utama
Ya Tdk
BAGAN ALIR PE- kegiatan dan lengkap.
11 LAKSANAAN PE- o Setiap simpul kegiatan menunjukkan
KERJAAN referensi kepada Prosedur atau Instruksi Ya Tdk
Kerja.
o Setiap kegiatan Pengecekan dan penge
tesan direferensikan dengan persyarat Ya Tdk
an, atau kriteria penerimaannya.
o Tersedia Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Ya Tdk
o Dalam bentuk vektor Ya Tdk
o Dalam bentuk bar diagram Ya Tdk
JADWAL PELAKSA
12 o Menguraikan rinci item pekerjaan Ya Tdk
NAAN PEKERJAAN
o Menggambarkan bobot dalam % Ya Tdk
o Ada kolom untuk rekod realisasi progres Ya Tdk
o Ada akumulasi rencana dan realisasi Ya Tdk
o Ada jadwal tenaga kerja Ya Tdk
o Sesuai dengan kebutuhan untuk mendu
JADWAL TENAGA Ya Tdk
13 kung pelaksanaan pekerjaan
KERJA
o Tenaga kerja mempunyai kompetensi
Ya Tdk
yang sesuai dan memadai.
o Tersedia jadwal pengiriman dan penga-
Ya Tdk
daan material
o Sesuai dengan jadwal pelaksanaan
Ya Tdk
pekerjaan
JADWAL o Menunjukkan jumlah yg harus diadakan
14 Ya Tdk
MATERIAL dalam volume/tonase versus waktu
o Ada catatan pengadaan material yang
Ya Tdk
dianggap kritis?
o Ada metode penanggulangan kelangka-
Ya Tdk
an material yg kritis?
JADWAL PERALAT o Ada jadwal peralatan/daftar peralatan
15
AN o Sesuai jumlah dalam kontrak

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-11


o Tersedia jadwal arus kas Ya Tdk
o Jadwal memperlihatkan rincian rencana
Ya Tdk
pencairan tagihan (cash in)
JADWAL ARUS
16 o Jadwal arus kas memperlihatkan renca
KAS Ya Tdk
na pengeluaran (cash out)
o Jadwal arus kas memperlihatkan cash
Ya Tdk
flow positip?
o Ada jadawal inspeksi uji dan tes Ya Tdk
o Ada uraian jadwal pembuatan Formula
JADWAL INSPEK Campuran Rencana (DMF) dan Formula Ya Tdk
17
SI, UJI DAN TES Campuran Kerja (JMF)
o Ada jadwal pengetesan berkala atau
Ya Tdk
pengetesan produk
o Tersedia Daftar Dokumen, Prosedur &
Ya Tdk
Instruksi Keja.
o Memerincikan jenis jenis dokumen yang
Ya Tdk
dimiliki penyedia jasa
o Lengkap dan sesuai dengan kebutuhan? Ya Tdk
DAFTAR DOKU- o Dokumen diberi kode penomoran Ya Tdk
MEN, PROSEDUR o Ada daftar Prosedur? Ya Tdk
18
DAN INSTRUKSI o Sesuai dengan kebutuhan prosedur utk
Ya Tdk
KERJA melaksanakan kegiatan
o Prosedur diberi kode penomoran Ya Tdk
o Ada daftar Instruksi Kerja? Ya Tdk
o Sesuai dengan kebutuhan Instruksi
Ya Tdk
Kerja utk melaksanakan kegiatan
o Inst. Kerja diberi kode penomoran Ya Tdk

NO PEMERIKSAAN JENIS PEMERIKSAAN URAIAN


o Ada daftar Kriteria Penerimaan Ya Tdk
o Sesuai dengan Bagan Alir Pelaksanaan
Ya Tdk
KRITERIA PENERI Kegiatan
19
MAAN o Memenuhi, sesuai dengan kebutuhan Ya Tdk
o Menyatakan rujukannya, dan mudah di
Ya Tdk
fahami
o Ada daftar gambar kerja Ya Tdk
DAFTAR GAMBAR o Pengelompokan berdasarkan kategori Ya Tdk
20
KERJA o Gambar kerja diidentifikasi dengan
Ya Tdk
penomoran
TANDA TANGAN CATATAN
Nama :
Jabatan :

| Prosedur Evaluasi Rencana Mutu Kontrak 3-12


Daftar Isi

1. Tujuan ........................................................................................................ .. 4-2


2. Ruang Lingkup ............................................................................................ 4-2
3. Acuan ........................................................................................................... 4-2
4. Definisi .......................................................................................................... 4-2
5. Ketentuan Umum ......................................................................................... 4-2
6. Prosedur, Tugas dan Tanggungjawab .......................................................... 4-5
7. Pengecualian/Kondisi Khusus ...................................................................... 4-6
8. Bukti Kerja .................................................................................................... 4-6
9. Lampiran ...................................................................................................... 4-6

| Pedoman Pengawasan Mobilisasi Proyek 4-1


4. PEDOMAN PENGAWASAN MOBILISASI PROYEK

1. TUJUAN

Pedoman ini dimaksudkan sebagai referensi untuk melaksanakan pengawasan


pekerjaan mobilisasi sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.

2. RUANG LINGKUP
Pedoman ini memuat proses saat mengadakan, memasang/setting sampai siap
untuk dipakainya peralatan, fasilitas laboratorium dan perlengkapan-perlengkapan
yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan-ketentuan dalam
Kontrak.

3. ACUAN

a. Permen PU nomor 34/PRT/M/2006.


b. Permen PU Nomor 43/PRT/M/2007.
c. Permen PU Nomor 04/PRT/M/2009.
d. Dokumen Lelang (termasuk Spesifikasi dan Gambar Rencana).

4. DEFINISI

Mobilisasi adalah proses mengadakan sampai siap pakai peralatan-peralatan,


personil dan perlengkapan-perlengkapan lainnya seperti peralatan laboratorium, alat
berat dan fasilitas pendukung yang diperlukan sesuai rencana penggunaannya
seperti diatur dalam kontrak.

5. KETENTUAN UMUM
a. Mobilisasi harus sudah dilaksanakan paling lambat dalam waktu 30 (tiga puluh)
hari sejak diterbitkan SPMK atau sesuai dengan ketentuan dokumen kontrak.

b. Mobilisasi meliputi kegiatan:


i). Mendatangkan peralatan-peralatan berat dan kendaraan-kendaraan yang
diperlukan dalam pelaksanaan proyek.
ii). Mempersiapkan fasilitas lapangan base camp dimana terdapat kantor
proyek, kantor Direksi Teknis, kantor Penyedia Jasa, rumah-rumah staf dan

| Pedoman Pengawasan Mobilisasi Proyek 4-2


karyawan untuk proyek, Direksi Teknis dan Penyedia Jasa, bengkel, gudang
dan sebagainya yang telah disebutkan dalam spesifikasi umum kontrak.
iii). Mendatangkan alat-alat laboratorium untuk pemeriksaan bahan-bahan dan
pemeriksaan mutu, serta alat-alat ukur sesuai rencana.
iv). Mendatangkan personil-personil Penyedia Jasa dan Direksi Teknis.

c. Mobilisasi peralatan terkait dan personil Penyedia Jasa dapat dilakukan secara
bertahap, sesuai kebutuhan yang diatur dalam kontrak.

d. Pemeriksaan Quarry:
Untuk bahan-bahan timbunan dan bahan/material agregat (material alam)
umumnya selalu diusahakan dicari di sekitar lokasi proyek. Pungutan-pungutan,
iuran-iuran, retribusi, royalti atas perolehan, bahan-bahan material dan
sebagainya yang akan digunakan pada Proyek/Kegiatan sepenuhnya menjadi
tanggungjawab Penyedia Jasa.

Apabila Direksi Pekerjaan memberikan rekomendasi terhadap penggunaan


Quarry, sebelum menentukan lokasi quarry, terlebih dahulu dilakukan
pemeriksaan laboratorium atas keandalan mutu bahan serta volume deposit
yang ada. Kemudian dilanjutkan dengan rencana pembuatan akses ke lokasi
quarry perlu perhatian dan pemecahannya atas dampak yang diakibatkan jalan
akses tersebut oleh kendaraan-kendaraan dengan muatan berat terhadap
lingkungan sekitarnya.

e. Ijin Menggunakan Quarry/Borrow Area


Permohonan izin ini ditujukan kepada Pemerintah Daerah dengan menyebutkan
data lokasi quarry, luas lahan yang akan digarap, volume dan jenis bahan yang
akan diambil/digali, rencana penggunaan dan cara pengambilan/eksploitasinya.

f. Bahan yang akan didatangkan dari luar lokasi Proyek seperti aspal, semen, besi
beton, kapur dan sebagainya harus terlebih dahulu diambil contohnya (sample)
untuk diuji keandalannya di laboratorium, apabila tidak memenuhi syarat, harus
segera diperintahkan untuk diangkut ke luar lokasi proyek dalam waktu 3 x 24
jam.

g. Mendatangkan peralatan-peralatan berat.

Sebelum mendatangkan peralatan-peralatan berat ke lokasi pekerjaan, Penyedia


Jasa wajib meneliti kondisi jalan, jembatan, gorong-gorong, dermaga dan lain-
lainnya yang akan dilalui alat-alat berat tersebut dan juga harus
| Pedoman Pengawasan Mobilisasi Proyek 4-3
mempertimbangkan kekuatan strukturnya setelah peralatan berat tersebut
digunakan dan dimuati beban.

Bila perlu Penyedia Jasa harus melakukan perkuatan-perkuatan dan perbaikan-


perbaikan konstruksi seperlunya sehingga tidak akan menimbulkan
masalah/hambatan bagi lalu lintas umum.

Dalam hal ini Direksi Pekerjaan harus melakukan pengawasan dengan seksama
didalam pemasangannya, Direksi Pekerjaan harus mengacu pada daftar
peralatan yang dilampirkan oleh Penyedia Jasa pada waktu mengajukan
penawaran dalam pelelangan.

h. Ijin Pemasukan Barang/Peralatan


i). Penyedia Jasa mengajukan Master List of Equipment/peralatan yang akan
didatangkan ke lokasi Proyek untuk mendapat persetujuan Direksi Pekerjaan.
Untuk peralatan Asphalt Mixing Plant (AMP), Stone Crusher dan Asphalt
Finisher harus melalui uji kelaikan peralatan.
ii). Apabila Penyedia Jasa mengimpor barang/peralatan yang belum diproduksi
di dalam negeri, diperlukan permohonan dari Penyedia Jasa dengan
persetujuan Direksi Pekerjaan.
iii). Direksi Pekerjaan/lnstansi Pusat mengajukan/membuat rekomendasi yang
ditujukan kepada Direktorat Impor, Ditjen Perdagangan Luar Negeri,
Departemen Perdagangan untuk memperoleh persetujuan impor dengan
fasilitas OR-23.
iv). Apabila disetujui, maka Direktorat Impor akan menerbitkan Surat Persetujuan
Impor yang ditujukan kepada Proyek/lnstansi Pusat.
v). Dengan dasar persetujuan ini dan pemberitahuan dari Penyedia Jasa tentang
data shipment barang/peralatannya, Proyek/lnstansi Pusat akan membuat
rekomendasi yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk
memperoleh fasilitas pemasukan barang impor.
vi). Direktorat Jenderal Bea Cukai akan menerbitkan Surat Persetujuan berupa
Surat Keputusan.

i. Ijin mengoperasikan peralatan/kendaraan.


Ijin ini dapat diperoleh dari pihak kepolisian dengan mengikuti prosedur yang
berlaku.

| Pedoman Pengawasan Mobilisasi Proyek 4-4


j. Ijin/Dispensi/Rekomendasi Pemanfaatan/Penggunaan Rumija, Rumaja dan
Ruwasja.
Perlunya mendapat ijin/dispensasi/rekomendasi ini antara lain untuk
menghindarkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan misalnya : rusaknya jalan
karena repitisi beban kendaraan yang berlebihan atau ambruk/ collapse-nya
jembatan karena beban yang melebihi kapasitas jembatan, sehingga perlu
batasan berat muatan. ljin ini dimintakan persetujuannya kepada Menteri PU
melalui Balai/Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dengan mengikuti prosedur
yang berlaku.

k. Komposisi Peralatan.
Direksi Pekerjaan harus memeriksa tentang kecukupan dan komposisi armada
peralatan (fleet) yang dimobilisasi oleh Penyedia Jasa ke lapangan, kapasitas
alat berat tersebut harus sesuai dengan keperluan, kondisi setempat serta jenis
dan jumlahnya telah mencukupi untuk melaksanakan pekerjaan.

l. Mobilisasi Personil
Dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Untuk tenaga-tenaga inti
Penyedia Jasa maka Direksi Pekerjaan harus mengacu pada Daftar Personil Inti
(keypersonnel) yang dilampirkan oleh Penyedia Jasa dalam berkas
penawarannya.

Direksi Pekerjaan juga harus selalu meneliti keterampilan/keahlian/kemampuan


personil, terutama tenaga inti yang dibawa Penyedia Jasa ke proyek (lokasi
pekerjaan), agar sesuai dengan yang dibutuhkan.

6. PROSEDUR, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB


Pelaku
No Kegiatan Rekaman
Penanggungjawab
1 Direksi a. Memerintahkan pemeriksaan kuantitas dan - BA
Pekerjaan/PPK kualitas serta kelayakan pakai peralatan, fasilitas Mobilisasi
dan kelengkapan-kelengkapan yang dimobilisasi - Back Up
oleh Penyedia Jasa terhadap Kontrak. data
b. Menerima laporan pelaksanaan mobilisasi dari
Direksi Teknis.
c. Menerima rekomendasi pelaksanaan mobilisasi
dari Direksi Teknis.
d. Menyusun dan mengesahkan Berita Acara
Mobilisasi.
e. Merekam dan membuat arsip sebagai Dokumen
Proyek.

| Pedoman Pengawasan Mobilisasi Proyek 4-5


2 Penyedia Jasa a. Melaksanakan kegiatan mobilisasi peralatan,
fasilitas dan perlengkapan di lokasi pekerjaan
sesuai schedule mobilisasi yang telah disepakati.
b. Membuat daftar peralatan, fasilitas dan
perlengkapan yang telah dimobilisasi.
c. Menyampaikan Daftar peralatan, fasilitas dan
perlengkapan yang telah dimobilisasi kepada
Direksi Teknis.
d. Menandatangani Berita Acara mobilisasi.
e. Menyampaikan kepada Direksi Pekerjaan dan
Direksi Teknis.
3 Direksi Teknis a. Melakukan pengawasan, pengujian, pengecekan
kuantitas dan kualitas serta kelayakan peralatan,
fasilitas dan perlengkapan yang dimobilisasi
Penyedia Jasa.
b. Mengecek Daftar peralatan, fasilitas dan
perlengkapan yang disampaikan Penyedia Jasa.
c. Mengecek masa laku kalibrasi peralatan yang
akan digunakan oleh Penyedia Jasa.
d. Menyampaikan rekomendasi kepada Direksi
Pekerjaan tentang jumlah, mutu dan kelaikan
peralatan, fasilitas dan perlengkapan yang
dimobilisasi Penyedia Jasa.
e. Menandatangani Berita Acara mobilisasi.
f. Menyampaikan laporan pelaksanaan mobilisasi
kepada Direksi Pekerjaan.

7. PENGECUALIAN

Tidak ada

8. BUKTI KERJA :

8.1 Berita Acara Mobilisasi

8.2 Back Up Kuantitas dan Kualitas serta kelaikan pakai peralatan, fasilitas dan
kelengkapan yang dimobilisasi oleh Penyedia Jasa.

9. LAMPIRAN

- Tidak ada

- Format dan isi Berita Acara Mobilisasi dibuat menyesuaikan kebutuhan.

| Pedoman Pengawasan Mobilisasi Proyek 4-6


Daftar Isi

1. Tujuan ........................................................................................................ .. 5-2


2. Ruang Lingkup ............................................................................................ 5-2
3. Acuan ........................................................................................................... 5-2
4. Definisi ......................................................................................................... 5-2
5. Ketentuan Umum ........................................................................................ 5-2
6. Prosedur, Tugas dan Tanggungjawab ......................................................... 5-3
7. Pengecualian................................................................................................ 5-4
8. Bukti Kerja .................................................................................................... 5-4
9. Lampiran ...................................................................................................... 5-5

| Prosedur Penyiapan Gambar Kerja (Shop Drawing) 5-1


5. PROSEDUR PENYIAPAN GAMBAR KERJA
(SHOP DRAWING)

1. TUJUAN
Pedoman ini dimaksudkan sebagai referensi dalam menyiapkan gambar kerja
pada suatu proyek penanganan jalan dan jembatan.

2. RUANG LINGKUP
Pedoman ini memuat tahapan proses penyiapan gambar kerja (shop drawing)
pada suatu kegiatan dari bagian atau sub bagian penanganan pekerjaan jalan,
jembatan dan bangunan pelengkap lainnya dimulai dari penyerahan dokumen
kontrak sampai dengan persetujuan gambar kerja yang dituangkan dalam Berita
Acara.

3. ACUAN
Dokumen Kontrak :
1) Spesifikasi
2) Gambar Rencana
3) Metode Kerja

4. DEFINISI
Gambar Kerja (shop drawing) adalah gambar yang digunakan untuk pelaksanaan
suatu bentuk konstruksi yang akan dikerjakan yang disusun berdasarkan gambar
rencana (design drawing) dan telah disesuaikan ( secara detail termasuk dimensi
dan elevasi, perhitungan dan estimasi ) dengan kondisi lapangan terkini dan akan
digunakan sebagai dasar pelaksanaan rencana mutu kontrak Penyedia Jasa
(Contractors Quality Plan/CQP).

5. KETENTUAN UMUM
Penyedia jasa harus membuat gambar kerja sebelum pekerjaan dilaksanakan dan
harus mendapatkan persetujuan direksi teknis baik untuk pelaksanaan pekerjaan
permanen maupun pekerjaan sementara (sesuai bagan alir persetujuan gambar
kerja dibawah).

| Prosedur Penyiapan Gambar Kerja (Shop Drawing) 5-2


Kontraktor juga harus mengajukan ijin kerja (Request of Work) sebelum
melaksanakan pekerjaan kepada Direksi Teknik (Engineer) yang dilampiri Gambar
Kerja (Shop Drawing) yang telah disetujui. Direksi Teknis akan memberi
rekomendasi Menyetujui/Menolak/Merevisi request of work paling lambat dalam
waktu 48 jam setelah diterima pengajuan ijin kerja. Kontraktor segera melaksanakan
pekerjaan paling lambat 24 jam setelah disetujuinya ijin kerja oleh Direksi Teknis
dan apabila melebihi ketentuan akan dilakukan pengecekan ulang oleh Direksi
Teknis tentang kesiapan pekerjaan, sedangkan prosedur pengajuan ijin kerja dan
gambar kerja dapat dilihat pada lampiran dibawah ini.

Seluruh perubahan data yang ditunjukkan dalam Dokumen Kerja dari Gambar Kerja
harus dipindahkan dengan teliti ke dalam Gambar Rekaman Akhir (As built Drawing)
menurut masing-masing gambar aslinya, dan penjelasan yang lengkap dari semua
perubahan selama pelaksanaan dan lokasi aktual dari semua jenis pekerjaan harus
ditunjukkan dengan jelas. Berilah tanda perhatian pada setiap catatan dengan tanda
awan yang mengelilingi tempat atau tempat-tempat yang mengalami perubahan.
Buatlah semua catatan perubahan pada dokumen yang asli dengan rapi, konsisten,
dan ditulis dengan tinta atau pinsil hitam keras.

6. PROSEDUR, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

Pelaku
No Kegiatan Rekaman
Penanggungjawab
1 Direksi Pekerjaan a. Memeriksa hasil survey lapangan yang
terkait dengan gambar kerja yang diajukan
dan membandingkan dengan gambar desain
atau rencana semula;

b. Persetujuan gambar kerja sebagai acuan


pelaksanaan pekerjaan.

| Prosedur Penyiapan Gambar Kerja (Shop Drawing) 5-3


2 Direksi Teknis a. Membuat analisis untuk merumuskan
parameter desain berdasarkan gambar kerja
dan parameter desain;
b. Melakukan pemeriksaan dan pembahasan
konsep gambar kerja;
c. Memberikan rekomendasi terhadap konsep
gambar kerja kepada Direksi Pekerjaan dan
Penyedia Jasa.
d. Memeriksa gambar kerja yang terkait dengan
metode kerja diajukan oleh Penyedia Jasa dan
kontrol terhadap kuantitas pekerjaan.

3 Penyedia Jasa a. Setelah pekerjaan survei lapangan lengkap


selesai, Penyedia Jasa menyerahkan laporan
lengkap dan detil dari hasil survei ini kepada
Direksi Pekerjaan/Direksi Teknis, sebagai acuan
pelaksanaan pekerjaan;
b. Menyampaikan konsep gambar kerja kepada
Direksi Teknis untuk dibahas.
c. Menyerahkan gambar pelaksanaan untuk
pemeriksaan / pembahasan dan meyiapkan
perhitungan metode kerja (jika diperlukan)
kepada Direksi Teknis.
d. Memperbaiki gambar kerja jika terdapat koreksi
atau perbaikan hingga mendapat persetujuan
dari Direksi Teknis atau Direksi Pekerjaan.

7. PENGECUALIAN

Tidak ada

8. BUKTI KERJA
a. Gambar Kerja yang telah disetujui.
b. Risalah hasil pemeriksaan perhitungan terkait dengan gambar kerja.
c. Foto lapangan, laporan teknis dan bukti penyimpangan (jika ada) yang
berkaitan dengan gambar kerja.
d. Seluruh bukti kerja tersebut diatas disimpan kedalam arsip dengan
identifikasi berdasarkan penomoran.
e. Penyimpanan berdasarkan kategori pengelompokan pekerjaan.

| Prosedur Penyiapan Gambar Kerja (Shop Drawing) 5-4


9. LAMPIRAN

Lampiran 5.1
PROSEDUR PENGAJUAN GAMBAR KERJA
PENGGUNA JASA KONSULTAN SUPERVISI PENYEDIA JASA
DIREKSI PEKERJAAN DIREKSI TEKNIK KONTRAKTOR

QUANTITY SURVEYOR PERSIAPAN

a. Survai Lapangan a. Survai Lapangan


b. Daftar Kuantitas b. Daftar Kuantitas
c. Spesifikasi c. Spesifikasi

DITOLAK GAMBAR KERJA

PROJECT DIPERIKSA
OFFICER (P.O) YA 3 COPY
mengetahui CHIEF INSPEKTOR

DISETUJUI 1 COPY

PEJABAT GENERAL
1 COPY SUPERINTENDENT
PEMBUAT SITE ENGINEER
KOMITMEN

PEDOMAN PELAKSANAAN DAN


PENGUKURAN

| Prosedur Penyiapan Gambar Kerja (Shop Drawing) 5-5


Daftar Isi

1. Tujuan .......................................................................................................... .. 6-2


2. Ruang Lingkup .............................................................................................. 6-2
3. Acuan ............................................................................................................. 6-2
4. Definisi ............................................................................................................ 6-2
5. Ketentuan Umum ........................................................................................... 6-3
6. Prosedur, Tugas dan Tanggungjawab ............................................................ 6-3
7. Pengecualian .................................................................................................. 6-5
8. Bukti Kerja ............ 6-5
9. Daftar Simak ............ 6-5
10. Lampiran ........................................................................................................ 6-5

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-1


6. PEMERIKSAAN PENGAJUAN REQUEST

1. TUJUAN
Pemeriksaan terhadap Ijin Kerja (Request) yang diajukan oleh Penyedia Jasa
selaku Pelaksana Pekerjaan bertujuan untuk memastikan kesiapan lapangan dan
sumber daya yang akan digunakan serta kesiapan Penyedia Jasa untuk
melaksanakan pekerjaan yang diajukannya. Melalui pemeriksaan terhadap Request,
maka Direksi Teknis dapat merencanakan penugasan Tim Supervisi yang
diperlukan untuk mengontrol persiapan pekerjaan yang diajukan.

2. RUANG LINGKUP
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kesiapan lapangan, tenaga kerja, bahan yang
dipersiapkan dan peralatan yang dicantumkan pada Formulir Request beserta Data
Pendukung seperti gambar kerja, estimasi kuantitas dan lainnya yang diajukan oleh
Penyedia Jasa.

3. ACUAN
a. Dokumen Kontrak,
b. Berita Acara dan Risalah Pre Construction Meeting,
c. Rencana Mutu Kerja (RMK) Penyedia Jasa yang telah disepakati pada Pre
Construction Meeting.

4. DEFINISI
a. Request adalah bukti tertulis yang diajukan oleh Penyedia Jasa (Kontraktor)
yang harus diverifikasi (sesuai prosedur yang ditentukan) oleh pihak pihak yang
terkait, yang disertai dengan lampiran pendukungnya.
b. Pengecekan Request adalah langkah kerja atau tindakan verifikasi yang
dilakukan oleh Direksi Pekerjaan melalui Direksi Teknis untuk mengecek
kebenaran dan kelengkapan prosedur kerja yang diajukan melalui Request.
c. Lembar Kendali Request adalah tempat Supervision Engineer mencatat
pergerakan Data Pendukung Request selama proses pemeriksaan Request.
d. Formulir Pemeriksaan Request adalah tempat Chief Inspector dan Quality
Engineer mencatat hasil pemeriksaaan atas Data Pendukung Request.

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-2


5. KETENTUAN UMUM
a. Formulir Request beserta Data Pendukungnya seperti gambar kerja (shop
drawing) diterima oleh Direksi Teknis di Kantornya, selambat-lambatnya dalam
waktu 2 x 24 jam sebelum Penyedia Jasa memulai pelaksanaan di lapangan.
b. Segera setelah menerima Formulir Request dan Data Pendukungnya, Direksi
Teknis harus memeriksa kelengkapan berkas, kesiapan lapangan dan kesiapan
Penyedia Jasa.
c. Direksi Teknis harus menyediakan waktu yang cukup bagi Direksi Pekerjaan
untuk pengambilan keputusan atas rekomendasi yang dibuatnya.
d. Apabila pada tanggal rencana pelaksanaan pekerjaan belum ada keputusan dari
Direksi Pekerjaan, maka Penyedia Jasa dapat memulai pekerjaan dibawah
pengawasan Tim Supervisi, dan persetujuan untuk Request yang bersangkutan
harus tetap diterbitkan oleh Direksi Pekerjaan.
e. Lembar Kendali Request dan Formulir Pemeriksaan Request harus tersedia
sebagai rekaman bukti kerja .
f. Semua Rekaman Pemeriksaan Request disimpan di Kantor Direksi Teknis di
bawah pengendalian Supervision Engineer.

6. PROSEDUR, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

PELAKU
No & KEGIATAN REKAMAN
PENANGGUNG
JAWAB
1. Supervision 1. Menerima dan memeriksa kelengkapan Formulir Daftar Simak
Engineer Request beserta Data Pendukungnya dari pemeriksaan
Penyedia Jasa Konstruksi. request
2. Memberikan Bukti Tanda Terima kepada yang
menyerahkan Formulir Request dan membuat
catatan pada agenda request.
3. Memeriksa kesesuaian lokasi yang diajukan
dengan status validasi pekerjaan sebelumnya.
4. Mempelajari Data Pendukung serta
mendistribusikannya kepada Chief Inspector dan
Quality Engineer sesuai dengan tugas masing-
masing untuk melakukan pemeriksaan.
5. Memberikan batas waktu pemeriksaan kepada
Chief Inspector dan Quality Engineer dengan
memperhitungkan penyediaan waktu yang cukup
untuk penyusunan rekomendasi oleh Supervision
Engineer dan pengambilan keputusan oleh
Direksi Pekerjaan.

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-3


2. Chief 1. Menerima Data Pendukung dari Supervision Daftar Simak
Inspector & Engineer. Pemeriksaan
Quality 2. Memeriksa kesesuaian isi Data Pendukung. Request
Engineer 3. Memeriksa kesiapan di lapangan.
4. Menyerahkan Data Pendukung serta Hasil
Pemeriksaan kepada Supervision Engineer
setelah mengisi tanda periksa dan
membubuhkan paraf pada Formulir Request.

3. Supervision 1. Menerima Data Pendukung beserta Hasil Daftar Simak


Engineer Pemeriksaan masing-masing dari Chief Inspector Pemeriksaan
dan Quality Engineer. Request dan
2. Mengevaluasi Hasil Pemeriksaan dan catatan- Perangkat
catatan pada Data Pendukung, serta Pengawasan
mendiskusikannya dengan Chief Inspector dan lainnya.
Quality Engineer.
3. Membuat Catatan / Rekomendasi kepada Direksi
Pekerjaan serta membubuhkan tanda tangan
pada Formulir Request.
4. Apabila isi Rekomendasi kepada Direksi
Pekerjaan tidak untuk penolakan, segera
memberitahukan kepada Chief Inspector untuk
menugaskan Inspector agar pada saatnya siap
melakukan pengawasan pekerjaan Penyedia
Jasa.
5. Menyerahkan Formulir Request, Data
Pendukung dan Hasil Pemeriksaan kepada
Direksi Pekerjaan.
4. Direksi 1. Menerima Formulir Request, Data Pendukung dan Formulir
Pekerjaan Hasil Pemeriksaan dari Supervision Engineer. Request
2. Mempelajari dan mendiskusikan dengan
Supervision Engineer tentang isi Catatan /
Rekomendasi pada Formulir Request.
3. Membuat keputusan menyetujui atau menolak
Request dengan memberi Catatan / Kesimpulan
dan membubuhkan tanda tangan pada Formulir
Request.
4. Menyerahkan Formulir Request, Data Pendukung,
dan Hasil Pemeriksaan kepada Supervision
Engineer.
5. Direksi 1. Menerima Formulir Request, Data Pendukung dan Lembar Kendali
Teknis Hasil Pemeriksaan dari Direksi Pekerjaan. Request
2. Apabila keputusan Direksi Pekerjaan adalah
penolakan, segera memberitahukan penolakan
kepada Penyedia Jasa.
3. Membuat catatan distribusi berkas pada Lembar
Kendali Request.
4. Menyerahkan Lembar Kendali Request, Formulir
Request, Data Pendukung, dan Hasil Pemeriksaan
kepada Sekretaris.

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-4


7. PENGECUALIAN

Ditetapkan secara khusus oleh Direksi Pekerjaan.

8. BUKTI KERJA

1. Daftar Simak Pemeriksaan oleh Chief Inspector.


2. Daftar Simak Pemeriksaan oleh Quality Engineer.
3. Kendali Request.
4. Pemeriksaan Request.

9. DAFTAR SIMAK

1. Formulir Pengajuan Memulai Pekerjaan (Request);


2. Formulir Pemeriksaan Request oleh Chief Inspector;
3. Formulir Pemeriksaan Request oleh Quality Engineer;
4. Formulir Kendali Request;
5. Formulir Pemeriksaan Request.

10. LAMPIRAN

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-5


LAMPIRAN-LAMPIRAN

a) Bagan Alir Tugas, Tanggungjawab dan Wewenang


b) Daftar Simak
1. Formulir Pengajuan Memulai Pekerjaan (Request)
2. Formulir Pemeriksaan Request oleh Chief Inspector
3. Formulir Pemeriksaan Request oleh Quality Engineer
4. Formulir Kendali Request
5. Formulir Pemeriksaan Request

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-6


Lampiran 6.1

a. Bagan Alir Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang

DIR.
KONTRAKTOR SE QE CI TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG
PEK
1 o Pengajuan request oleh kontraktor & data
1 pendukung
o Kirim kepada Site Engineer
2 o Membuat agenda penomoran request, sesuai tata
cara penomoran konsultan.
3 o Memeriksa kesesuaian lokasi pekerjaan.
2
o Mempelajari data pendukung.
o Memberikan catatan penting untuk QE dan CI.
o Menetapkan batasan waktu verifikasi pd QE dan CI.
o Menginformasikan informal status request pada
Direksi Pekerjaan (3)
4 o Cek status Formula Campuran Kerja (JMF) atau
4 5 Formula Campuran Rancangan (DMF)
o Cek berkas pekerjaan sebelumnya.
o Cek kualitas bahan mentah dari segi kualitas dan
kuantitas (lapangan dan stock pile).
o Cek bahan olahan (jika ada dan diadakan oleh pihak
ketiga).
Tdk o Cek bahan jadi ((fabrikan), dari spesifikasi fabrikan
6 dan random sampling yg telah dilakukan.
Ya 5 o Cek peralatan, dilapangan dan unit produksi (DS)
12 7
o Cek kesiapan lapangan gunakan Daftar Simak(DS)
o Cek kebutuhan jumlah tenaga kerja & keahliannya.
o Periksa SOP pekerjaan dan pengaturan lalu lintas.
o Periksa perlengkapan pendukung (antisipasi hujan
dan lainnya).
o Berikan rekomendashasil verifikasi pada request.
6 o Cek kesesuaian rekomendasii QE dan CI.
9 8 o Jika sesuai berikan tanda persetujuan dan catatan
kemudian kirim ke Direksi Pekerjaan (7).
o Jika tidak sesuai beri catatan penolakan dan kirim
kembali ke Kontraktor (12)
7 o Beri catatan, dan kirim ke Direksi Pekerjaaan.
o Cek persetujuanjuan dan rekomendasi.
o Jika diperlukan, lakukan uji petik.
10 11
o Bubuhkan persetujuan atau penolakan dengan
alasan penolakan.
8 o Terima persetujuan atau penolakan, kirim berkas
keseluruhan jika ditolak, kirim berkas lembar untuk
kontraktor bila disetujui.
9 o Menerima berkas persetujuan atau penolakan.
o Mempersiapkan kegiatan pelaksanaan pekerjaan jika
pengajuan request disetujui.
10 o Menerima informasi pelaksanaan atau penolakan
pengajuan memulai pekerjaan.
11 o Menerima informasi pelaksanaan atau penolakan
pengajuan memulai pekerjaan.

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-7


Lampiran 6.2

D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
D I R E K T O R A T J E N D E R A L B I N A M A R G A
SATUAN KERJA : ..................
KEGIATAN : ....................................

DAFTAR SIMAK

PENGAJUAN MEMULAI PEKERJAAN (REQUEST)


KONTRAKTOR : REQUEST NO/TGL :
KONSULTAN : PERIHAL :
LOKASI :

STATUS
NO DATA PENDUKUNG NO DOKUMEN KETERANGAN
PEMERIKSAAN

1 Formula Campuran Kerja atau No. Ada Tdk


Formula Campuran Rencana No. Ada Tdk
(JMF atau JMD)
2 Gambar kerja. No. Ada Tdk
3 Berkas Pekerjaan sebelumnya No. Ada Tdk
4 Status Peralatan
Peralatan Lapangan DS Ya Tdk
Peralatan Unit Produksi DS Ya Tdk
5 Status bahan mentah No. Ya Tdk
6 Status bahan olahan No. Ya Tdk
7 Status bahan jadi No. Ya Tdk
8 Status Tenaga Kerja DS Ya Tdk
9 Kesiapan Lapangan DS Ya Tdk
10 SOP atau Inst. Kerja No. Ada Tdk
11 Jadwal Pelaksanaan Request Ya Tdk
12 Pengendalian lalu lintas (SOP No. Ada Tdk
13 Perlengkapan pendukung DS Ada Tdk

DIPERIKSA OLEH CATATAN/REKOMENDASI PEMERIKSAAN


WAKIL DIREKSI PEKERJAAN

Keterangan :
DS : Daftar Simak, kegiatan pengecekan dengan menggunakan format standar. Hasilnya merupakan
lampiran sebagai pendukung/rekomendasi Permintaan Pekerjaan (Request).
No. : No dokumen (Bukti Kerja), dicatat dari system penomoran bukti kerja yang diterapkan pada
organisasi.

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-8


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKT ORAT JENDERAL BINA MARGA
SATUAN KERJA .
KEGIATAN .

PAKET :
PENYEDIA JASA : NO KONTRAK :

PENGAJUAN MEMULAI PEKERJAAN ( REQUEST ) NO : TGL JAM

NO. MATA PERKIRAAN


JENIS PEKERJAAN SATUAN LOKASI
PEMBAYARAN KUANTITAS
Sta. - Ka / Ki
Sta. - Ka / Ki
Sta. - Ka / Ki

HASIL PEMERIKSAAN
RUJUKAN GAMBAR KERJA
DATA PENDUKUNG URAIAN

AWC
ACC
YANG DILAMPIRKAN

NA
PARAF

1. Berkas Pekerjaan sebelumnya. No.


2. Status Peralatan. .lembar
3. Status Bahan Mentah. No.
4. Status Bahan Olahan. No.
5. Status Bahan Jadi. No.
DIAJUKAN OLEH 6. Status Tenaga Kerja. .lembar
PENYEDIA JASA 7. Kondisi / Kesiapan Lapangan. .lembar
8. Metoda Pelaksanaan. No.
9. Jadwal Pelaksanaan. hari
10. Metoda Pengend. Lalu-lintas. No.
11. Perlengkapan antisipasi cuaca .lembar

(___________________ )

DIPERIKSA OLEH CATATAN / REKOMENDASI PEMERIKSAAN:


DIREKSI TEKNIS

( _________________________ )

DISETUJUI CATATAN / KESIMPULAN PERSETUJUAN:


DIREKSI PEKERJAAN

( _________________________ )

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-9


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKT ORAT JENDERAL BINA MARGA
SATUAN KERJA .
KEGIATAN .
Request No. :
FORMULIR PEMERIKSAAN REQUEST Hari / Tanggal :
OLEH CHIEF INSPECTOR Penyedia Jasa :
Direksi Teknis :

URAIAN PEKERJAAN JENIS PEKERJAAN:


.
..

AWC
ACC

NA
U R A I A N CATATAN

1. Pemeriksaan Dokumen Kerja (Job set).


- Pemenuhan terhadap gambar rencana/gambar kerja
- Kesesuaian lokasi pekerjaan
- Kesesuaian dimensi dan elevasi
1. Pemeriksaan Hasil Pengukuran Pekerjaan sebelumnya.
- Keberadaan Hasil Ukur (No. & tanggal)
2. Pemeriksaan Status Peralatan.
- Keberadaan peralatan.
- Kelaikan peralatan.
- Jenis kebutuhan peralatan.
- Kesesuaian Jumlah kebutuhan peralatan.
3. Pemeriksaan Status tenaga kerja.
- Keberadaan dan jumlah tenaga.
- Jumlah tenaga sesuai kebutuhan pekerjaan
- Evaluasi keahlian tenaga kerja
4. Pemeriksaan kondisi/kesiapan lapangan.
- Inventarisasi lokasi pekerjaan yang harus diperbaiki.
- Periksa adanya gangguan terhadap pelaksanaan.
- Periksa keberadaan Patok Pengukuran.
5. Pemeriksaan QP Pelaksanaan Penyedia Jasa.
- Periksa penempatan & kecukupan rambu sementara.
- Periksa posisi dan kondisi lampu pengaman malam hari.
- Kesesuaian terhadap jadwal total ltem Pekerjaan ybs.
6. Pemeriksaan Perlengkapan antisipasi cuaca. (bila ada).
- Kecukupan terpal/pelindung cuaca sejenis.
- Kecukupan pompa air/drainase.
TANDA TANGAN REKOMENDASI KETERANGAN
ACC : Acceptable / diterima.
: Acceptable with
AWC comment.
diterima dg catatan.
NA : Not Acc. / ditolak.

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-10


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKT ORAT JENDERAL BINA MARGA
SATUAN KERJA .
KEGIATAN .
Request No. :
FORMULIR PEMERIKSAAN REQUEST Hari / Tanggal :
OLEH QUALITY ENGINEER Penyedia Jasa :
Direksi Teknis :

URAIAN PEKERJAAN JENIS PEKERJAAN:


.
..

AWC
ACC

NA
U R A I A N CATATAN

1. Pemeriksaan Hasil Uji Pekerjaan sebelumnya.


- Kesesuaian Hasil Uji saat pengajuan Request.
2. Pemeriksaan Status Bahan Mentah / Dasar.
- Kesesuaian terhadap contoh bahan diuji.
- Ketersediaan/kecukupan bahan yang telah diuji.
- Periksa cara stok bahan ( tidak segregasi ).
3. Pemeriksaan Status Bahan Olahan.
- Kesesuaian terhadap contoh bahan diuji.
- Ketersediaan/kecukupan bahan yang telah diuji.
- Periksa stok material/bahan (tidak segregasi).
4. Pemeriksaan Status Bahan Jadi.
- Ketersediaan / kecukupan bahan yang telah diuji.
- Periksa cara stok bahan ( tidak segregasi ).
- Kesesuaian material thd contoh material pada JMF.
- Kesuaian Peralatan terhadap hasil Trial JMF.
KETERANGAN
ACC : Acceptable / diterima.
AWC : Acceptable with
comment.
diterima dg catatan.
NA : Not Acc. / ditolak.
Pengisian kolom Daftar Simak
disesuaikan Jenis Pekerjaan.

TANDA - TANGAN REKOMENDASI

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-11


FORMULIR KENDALI REQUEST

No. Request : Tanggal Terima : Jam Terima :

Nama Pekerjaan : Tanggal Selesai : Jam Selesai :

Jumlah SE CI QE
NO Nama Berkas
Lembar Tgl Terima Tgl Kembali Tgl Terima Tgl Kembali Tgl Terima Tgl Kembali

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-12


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
D I R E K T O R A T J E N D E R A L B I N A M A R G A Penyedia Jasa:
SATUAN KERJA .
KEGIATAN . Direksi Teknis :

FORMULIR PEMERIKSAAN Request No. :

REQUEST Hari Tanggal :

JENIS PEKERJAAN
PEKERJAAN TANAH (DIV PELEBARAN & BAHU PERK. BER PERK. ASPAL STRUKTUR
DRAINASE (DIV 2)
3) JALAN (DIV 4) BTR (DIV5) (DIV 6) (DIV 7)
Pas. Batu Peny. Lapis Wet
NO URAIAN SIMAK Selokan & Gorong - Tim- Pele- baran Prime Coat - Camp. Pas. Perk. Jalan
dgn Ga lian Badan Bahu Jalan pondasi Lean Con-
Sal. Air Gorong bunan Perk. Tack Coat Aspal Panas Batu Beton
Mortar Jalan Agregat crete
(2.1)
Tidak (2.2) (2.3) (3.1) (3.2) (3.3) (4.1) (4.2) (5.1) (6.1) (6.3) (7.9) (7.16) (7.17)

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak
Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada
Kelengkapan Request :
1 Berkas Pekerjaan sebelumnya.
2 Status Peralatan.
3 Status Bahan Mentah.
4 Status Bahan Olahan.
5 Status Bahan Jadi.
6 Status Tenaga Kerja.
7 Kondisi/Kesiapan Lapangan
8 Metoda Pelaksanaan.
9 Jadwal Pelaksanaan.
10 Metoda Pengendalian Lalu-lintas
11 Perlengkapan antisipasi cuaca

| Pemeriksaan Pengajuan Request 6-13


Daftar Isi

1. Tujuan............................................................................................................. .. 7-2
2. Ruang Lingkup ................................................................................................ 7-2
3. Acuan ............................................................................................................... 7-3
4. Definisi .............................................................................................................. 7-3
5. Ketentuan Umum ............................................................................................. 7-4
6. Prosedur, Tugas dan Tanggungjawab .............................................................. 7-5
7. Pengecualian .................................................................................................... 7-6
8. Bukti Kerja ........................................................................................................ 7-6
9. Lampiran........................................................................................................... 7-6

| Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan 7-1


7. PENGAWASAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
KONSTRUKSI JALAN

1. TUJUAN
Tujuan Pengawasan dalam pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan yaitu untuk
pengendalian pelaksanaan pekerjaan dilapangan agar pelaksanaan pekerjaan
tersebut sesuai dengan rencana mutu, biaya, dan waktu serta sasaran kinerja yang
telah ditetapkan di dalam kontrak jasa konstruksi. Fungsi Dasar Pengawasan adalah
membentuk sistem pengaman untuk penerapan desain/rencana dan spesifikasi
teknik dalam pelaksanaan suatu pekerjaan supaya dapat berjalan sesuai dengan
sasaran yang diharapkan, dengan resiko yang sekecil mungkin. Disamping itu
pengawasan juga berperan membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) didalam
melaksanakan administrasi teknis pekerjaan pada lokasi kegiatan yang sedang
berlangsung.

2. RUANG LINGKUP

Lingkup pekerjaan supervisi jalan dan jembatan secara umum adalah :


a. Melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis pada ruas jalan dan jembatan yang
ditangani agar diperoleh hasil pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi teknik,
sehingga terhindar dari resiko kegagalan konstruksi .
b. Melaksanakan pengawasan teknis terhadap pekerjaan di lapangan secara
profesional, efektif dan efisien, pada setiap tahapan kegiatan dan memahami
prosedur atau metode pelaksanaan pekerjaan.
c. Pengendalian mutu pekerjaan dilapangan dengan menerapkan prosedur kerja,
uji mutu bahan olahan dan hasil pekerjaan pada setiap tahapan kegiatan
pekerjaan sesuai persyaratan dalam dokumen kontrak.
d. Menyiapkan laporan progress pekerjaan dilapangan, dan sistem administrasi
pekerjaan serta membuat rekomendasi setiap permasalahan yang timbul
dilapangan.
e. Membuat laporan teknis (bila diperlukan) pada setiap terjadinya perubahan
kinerja pekerjaan.
f. Monitoring secara berkala dan mengevaluasi performa/kinerja hasil pekerjaan
dilapangan.

| Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan 7-2


g. Melakukan pengujian untuk pengukuran dan pembayaran atau Verifikasi progres
fisik dan progres keuangan yang diajukan oleh penyedia jasa konstruksi
(kontraktor).

Pekerjaan yang dapat dimulai pelaksanaannya hanya pekerjaan yang Request-nya


telah diterima oleh Direksi Teknis. Dalam tahapan aktivitas konstruksi, Direksi Teknis
akan melakukan aktivitas pengawasan teknis terhadap pekerjaan Penyedia Jasa
(Kontraktor), dari aktivitas pengendalian mutu sejak proses pengolahan bahan
hingga prosedur kerja sampai hasil pekerjaan dapat terlaksana sesuai ketentuan.
Team Supervisi akan membantu dan mengarahkan Penyedia Jasa agar :
Pekerjaan selesai tepat waktu (Pengendalian Waktu).
Pekerjaan selesai dengan hasil sesuai yang disyaratkan (Pengendalian Mutu).
Pekerjaan selesai dengan biaya terkendali (Pengendalian Biaya).
Pelaksanaan pekerjaan tidak mengganggu kelancaran arus lalu-lintas
(Pengaturan Lalu Lintas).
Pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan kerja.

3. ACUAN

a. Dokumen Kontrak dan perubahannya,


b. Berita Acara dan Risalah Pre Construction Meeting (PCM),
c. Rencana Mutu Kontrak yang telah disepakati,
d. Peraturan peraturan yang terkait seperti SNI dan sebagainya.

4. DEFINISI

a. Instruksi Lapangan adalah memo tempat Direksi Teknis mencatat instruksi /


pengarahan kepada Penyedia Jasa.
b. Lembar Monitoring Penerimaan Material adalah lembar pemeriksaan tempat
Inspector mencatat hasil pengawasan penerimaan material di lokasi pekerjaan.
c. Lembar Pemeriksaan Pekerjaan adalah lembar pemeriksaan tempat Inspector
mencatat hasil pengawasan pelaksanaan pekerjaan.
d. Lembar Pemeriksaan Pengujian adalah lembar pemeriksaan tempat Lab.
Technician mencatat hasil pengawasan pelaksanaan pengujian mutu pekerjaan.

| Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan 7-3


e. Buku Komunikasi adalah buku tempat Direksi Teknis mencatat semua kegiatan,
rencana kegiatan dan kondisi lapangan. Berfungsi sebagai alat komunikasi antar
personil Direksi Teknis.

5. KETENTUAN UMUM
a. Lembar Pemeriksaan dan Lembar Monitoring tersedia dikantor Direksi Teknis
dan harus dibawa oleh personil yang bersangkutan, diisi pada saat melakukan
pengawasan dan disimpan sampai proses validasi dilakukan.
b. Instruksi Lapangan dibuat rangkap 2 (dua), asli diberikan kepada Penyedia Jasa
dan salinan disimpan sebagai arsip.
c. Buku Komunikasi harus berada di kantor Direksi Teknis dan diisi setiap hari oleh
setiap personil Direksi Teknis sesuai dengan kegiatan dan kondisi di lokasi
pekerjaan yang diawasinya.
d. Semua personil Direksi Teknis harus membaca Buku Komunikasi setiap pagi
untuk mengetahui tugas masing-masing.
e. Inspector harus mengawasi dari waktu ke waktu pelaksanaan pekerjaan di lokasi
pekerjaan.
f. Lab. Technician harus mengawasi dari waktu ke waktu pelaksanaan pengujian
mutu pekerjaan di lokasi pekerjaan dan di laboratorium
g. Lab. Technician harus meminta copy lembar pengujian yang telah
ditandatangani bersama.
h. Chief Inspector secara berkala melakukan pengawasan kegiatan Inspector di
lokasi pekerjaan.
i. Quality Engineer secara berkala melakukan pengawasan kegiatan Lab.
Technician di lokasi pekerjaan dan di laboratorium.
j. Semua peralatan yang digunakan harus sesuai dengan yang diusulkan dan telah
disetujui dalam pemeriksaan Request pekerjaan bersangkutan.

| Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan 7-4


6. PROSEDUR, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

PELAKU
No & KEGIATAN REKAMAN
PENANGGUNG
JAWAB
1. Inspector 1. Memeriksa kesiapan kerja khususnya terkait 1. Daftar Simak
dengan instruksi/catatan yang ada pada Data 2. Catatan
Pendukung Request dan/atau Lembar Pelaksanaan
Pemeriksaannya. 3. Back up data
Apabila ada instruksi/catatan terkait dengan
yang akan dikerjakan dan instruksi/catatan
tersebut belum dilaksanakan, buat dan
berikan peringatan atau instruksi
penghentian pekerjaan tergantung dari sifat
penyimpangan yang dilakukan.
Apabila tidak ada instruksi/catatan atau
instruksi/catatan telah dilaksanakan, awasi
pelaksanaan pekerjaan.

2. Mengawasi pasokan bahan jika pekerjaan 1. Lembar


membutuhkannya. Monitoring
Periksa tiket pengiriman bahan, sumber Penerimaan
bahan harus sesuai dengan Data Material yang
Pendukung Request. Jika tidak buat dan sesuai
berikan instruksi penolakan. 2. Instruksi
Periksa mutu bahan secara visual diatas Lapangan
alat angkut, jika meragukan koordinasikan
dengan Lab. Technician. Jika memenuhi
syarat, instruksikan untuk menuang bahan
pada tempat yang sudah ditentukan.

3. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan sesuai 1. Lembar


dengan ketentuan pada Spesifikasi, untuk Pemeriksaan
masing-masing Jenis Pekerjaan. Pergunakan Pekerjaan
Instruksi Kerja yang sesuai. yang sesuai
Apabila hasil pekerjaan sudah layak secara 2. Buku
visual, koordinasikan pengawasan Komunikasi
pengujian mutu dengan Lab. Technician.

2. Lab. Technician 1. Segera setelah mendapat permintaan dari Lembar


Inspector melakukan pengawasan pengujian Pemeriksaan
mutu pekerjaan, sesuai dengan ketentuan Pengujian yang
pada Spesifikasi. Pergunakan Instruksi Kerja sesuai
yang sesuai.

2. Informasikan hasil pengujian mutu pekerjaan Buku


kepada Inspector. Komunikasi
3. Chief Inspector 1. Chek dan evaluasi metode kerja yang 1. Daftar Simak
(Quantity diajukan oleh penyedia jasa sesuai dengan 2. Catatan
Engineer) ketentuan. Pelaksanaan
2. Chek persiapan kondisi lapangan dan 3. Back up data
peralatan yang akan digunakan serta material
sesuai dengan kebutuhan lapangan (dengan
menggunakan daftar simak), pastikan
| Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan 7-5
peralatan kerja layak digunakan.
3. Pengawasan selama proses pekerjaan
dilaksanakan dan pastikan tidak mengalami
penyimpangan.
4. Evaluasi hasil pekerjaan dan pastikan hasil
pekerjaan sesuai ketentuan yang disyaratkan.

4. Quality Engineer 1. Check hasil uji mutu bahan olahan atau


material lain yang akan digunakan,
informasikan kepada Chief Inspector.
2. Pastikan mutu material bahan olahan sesuai
ketentuan, jika tidak buat catatan atau
rekomendasi material hasil pengujian.
3. Chek mutu hasil pekerjaan sesuai ketentuan
spesifikasi teknik.

5. Site Engineer 1. Kontrol terhadap metode kerja yang diajukan


(SE) Penyedia Jasa dan kecukupan material serta
kesiapan peralatan yang diperlukan.
2. Evaluasi Performa/Kinerja hasil pekerjaan
apakah sesuai dengan ketentuan yang
disyaratkan, jika tidak buat catatan atau
rekomendasi hasil pekerjaan.

7. PENGECUALIAN

Ditetapkan secara khusus oleh Direksi Pekerjaan.

8. BUKTI KERJA

8.1 Daftar simak yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan, uji mutu,
pengawasan pekerjaan dan metode kerja.
8.2 Back up data pelaksanaan pekerjaan.

9. LAMPIRAN

 Lembar Komunikasi
 Instruksi Kerja

| Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan 7-6


LAMPIRAN-LAMPIRAN
a) Lembar Komunikasi
b) Instruksi Kerja Penyusunan Dokumen SMM
c) Instruksi Kerja Penyusunan RMP dan RMK
d) Instruksi Kerja Pengawasan

| Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan 7-7


7
Daftar Isi
Lampiran Instruksi Kerja Pengawasan
1. Instruksi Kerja 01 Penyusunan Dokumen Sistem Mutu
2. Instruksi Kerja 02 Penyusunan Rencana Mutu Proyek
3. Instruksi Kerja 02a Evaluasi Rencana Mutu Kontrak
4. Instruksi Kerja 03 Pembuatan Asbuton Panas
5. Instruksi Kerja 04 Pembuatan Asbuton Panas Sistem Pencampuran Basah
6. Instruksi Kerja 05 Pembuatan Asbuton Hangat Sistem Pencampuran Kering
7. Instruksi Kerja 06 Pembuatan Asbuton Hangat Sistem Pencampuran Basah
8. Instruksi Kerja 07 Persiapan Penghamparan Asbuton-Hotmix
9. Instruksi Kerja 08 Penghamparan Asbuton Hangat, Sistem Basah Kering
10. Instruksi Kerja 09 Penghamparan Asbuton Panas, Sistem Basah Kering
11. Instruksi Kerja 10 Pembuatan DMF&JMF Asbuton Hangat,Sistem
Basah&Kering
12. Instruksi Kerja 11 Pembuatan DMF&JMF Asbuton Panas, Sistem
Basah&Kering
13. Instruksi Kerja 12 Pembuatan Campuran Asbuton Panas (Hotmix)
14. Instruksi Kerja 13 Pekerjaan Pengecoran Perkerasan Jalan Beton (Rigid
Pavement)
15. Instruksi Kerja 14 Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA-A) dan
Kelas B (LPA-B)
16. Instruksi Kerja 15 Pekerjaan Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)
17. Instruksi Kerja 16 Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat)
18. Instruksi Kerja 17 Pekerjaan Bahu Jalan
19. Instruksi Kerja 18 Penghamparan Campuran Panas (Hot Mix)
20. Instruksi Kerja 19 Pekerjaan Penyelesaian Perkerasan Jalan Beton (Rigid
Pavement)
21. Instruksi Kerja 20 Persiapan Pekerjaan Pengecoran Beton
22. Instruksi Kerja 21 Pekerjaan Pengecoran Beton
23. Instruksi Kerja 22 Pekerjaan Akhir Pengecoran Beton
24. Instruksi Kerja 23 Pekerjaan Wet Lean Concrete
| Daftar Isi Instruksi Kerja
Daftar Isi

1. Gambaran Umum ....................................................................................... .. 8-2


2. Manajemen Mutu ......................................................................................... 8-3
3. Proses dan Pelaksanaan Kegiatan ............................................................... 8-8
4. Monitoring dan Pengendalian Kegiatan ........................................................ 8-10

| Sistem Manajemen Mutu 8-1


8. SISTEM MANAJEMEN MUTU

1. Gambaran Umum
Manajemen Mutu merupakan suatu kegiatan yang terkoordinasi untuk
mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. Sedangkan
Mutu adalah suatu gambaran dan karakteristik menyeluruh dari suatu
barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan
persyaratan yang ditentukan atau tersirat. Untuk mengarahkan dan
pengendalian organisasi dalam hal tercapainya sasaran mutu, maka
diperlukan Sistem Manajemen Mutu yang terintegrasi dan terdokumentasi.

Pengarahan dan Pengendalian yang terkait dengan mutu pada umumnya


mencakup penetapan kebijakan mutu, sasaran mutu, perencanaan mutu,
pengendalian mutu, pemastian/penjaminan mutu dan perbaikan mutu. Dalam
buku Manual Pengawasan ini, sebelum melaksanakan pengendalian mutu,
perlu ditetapkan rencana mutu terlebih dahulu yang merupakan bagian dari
perencanaan mutu. Perencanaan Mutu merupakan penetapan sasaran mutu
dan merincikan proses operasional dan sumber daya terkait yang diperlukan
untuk memenuhi sasaran mutu.

Penerapan sasaran mutu akan berjalan efektif jika seluruh unit kerja yang
terkait dalam organisasi memelihara sistem mutu yang sesuai jenis, ruang
lingkup dan volume kegiatannya. Setiap proses perbaikan menghasilkan suatu
prosedur baru yang merupakan revisi atau tambahan dari prosedur
sebelumnya yang sudah ada dan digunakan sebagai acuan.

Mutu hasil proses pelaksanaan pada dasarnya akan selalu berkembang sesuai
tuntutan masyarakat. Oleh karena itu metoda dan proses kerja yang
didokumentasikan dalam bentuk standar (pedoman, prosedur dan instruksi kerja)
harus selalu disempurnakan. Acuan untuk perbaikan tersebut merupakan
dokumen mutu yang telah dilaksanakan dan didokumentasi dengan baik, proses
ini akan memicu perbaikan yang berkesinambungan. Perbaikan
berkesinambungan dimulai dalam suatu gugus tugas pada masing-masing unit
pelaksana (bottom up).
| Sistem Manajemen Mutu 8-2
Untuk menjaga kualitas suatu produk diperlukan pengendalian mutu yang berupa
aktivitas inspeksi, yaitu memeriksa produk, menerima yang memenuhi syarat dan
menolak yang tidak memenuhi syarat. Melalui sistem pengendalian mutu yang
didasarkan pada inspeksi produk akhir tersebut sulit untuk menghindari
terbuangnya bahan, waktu dan tenaga karena adanya produk yang ditolak
karena tidak memenuhi persyaratan. Oleh karena itu kemudian timbul pemikiran
untuk menciptakan sistem yang dapat mencegah timbulnya masalah yang
berhubungan dengan mutu. Tuntutan tersebut kemudian melahirkan keinginan
untuk lebih berorientasi kepada sistem dan proses, yaitu apa yang dikenal
Sistem Manajemen Mutu atau disingkat SMM.

2. Manajemen Mutu
Manajemen Mutu merupakan suatu kegiatan yang terkoordinasi untuk
mengarahkan dan pengendalian yang terkait dengan mutu dan pada umumnya
mencakup penetapan tentang Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu, Perencanaan
Mutu, Pengendalian Mutu, Penjaminan Mutu dan Perbaikan Mutu. Sedangkan
didalam pengawasan pelaksanaan pekerjaan jalan dan jembatan dokumen
Sistem Manajemen Mutu yang harus dipersiapkan sekurang-kurangnya terdiri
dari :
a. Sasaran Mutu;
b. Rencana Mutu;
c. Manual Mutu;
d. Prosedur Mutu;
e. Dokumen lainnya seperti petunjuk pelaksanaan, instruksi kerja dsb;
f. Rekaman.

A) Sasaran Mutu;
Sasaran Mutu merupakan target yang terukur dan pencapaiannya dimonitor dan
dievaluasi secara periodik. Sasaran yang harus dicapai merupakan penjaminan
mutu kegiatan yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak pada setiap unit
kerja kegiatan dan tidak bertentangan dengan visi dan misi unit kerja. Sasaran
Mutu harus sesuai dengan sasaran mutu atasan langsung dari unit kerja kegiatan
dan harus selalu dikomunikasikan dan dimengerti pada setiap tingkat dan jajaran
unit unit kerja yang bersangkutan.

| Sistem Manajemen Mutu 8-3


B) Rencana Mutu;
Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh unit kerja/unit pelaksanan kegiatan
dan penyedia jasa/barang harus memiliki rencana mutu. Dokumen rencana
mutu dibedakan menjadi :

1) Rencana Mutu Unit Kerja (RMU)


RMU merupakan dokumen rencana penetapan kinerja sebagai penjabaran
dari sasaran dan program tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja
Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka penjaminan mutu.
Penetapan Kinerja tahunan dari rencana kerja tahunan pada unit kerja guna
mendukung pencapaian RENSTRA Departemen. Isi dari Rencana Mutu Unit
Kerja antara lain Rincian Program Tahunan, kebutuhan sumber daya
manusia, prasarana dan sarana, keuangan, informasi dan teknologi. RMU ini
disusun setelah DIPA ditandatangani, untuk menjamin mutu kegiatan atau
hasil pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

2) Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP)


Rencana Mutu Pelaksanaan merupakan dokumen sistem manajemen mutu
pelaksanaan yang disusun oleh Kepala Satker, SNVT dan PPK dalam
rangka penjaminan mutu. Rencana Mutu Pelaksanaan berisi antara lain :
a. Informasi kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama dan
kode kegiatan, sumber dana, lokasi kegiatan, lingkup pekerjaan, waktu
pelaksanaan dan penanggung jawab kegiatan.
b. Sasaran Mutu Kegiatan.
c. Persyaratan teknis dan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsi
masing-masing Satuan Kerja/SNVT/PPK.
d. Struktur Organisasi Pelaksanaan kegiatan.
e. Tugas, tanggung jawab dan wewenang masing-masing personil yang ada
dalam struktur organisasi.
f. Kebutuhan sumber daya dalam rangka memenuhi mutu yang
dipersyaratkan.
g. Bagan alir pelaksanaan kegiatan dengan menguraikan urutan proses
kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir
kegiatan termasuk verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan
pengujian (sesuai keperluannya).
| Sistem Manajemen Mutu 8-4
h. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan
sesuai dengan perencanaan waktu.
i. Jadwal penggunaan Prasarana dan sarana yaitu menguraikan
perencanaan penggunaan peralatan dan kelengkapan yang diperlukan
dalam melaksanakan kegiatan.
j. Jadwal Personil yaitu menguraikan rencana tugas personil, tenaga ahli
dan staff pendukungnya dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi
yang dipersyaratkan.
k. Rencana terhadap metode verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi,
inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya.
l. Daftar kriteria penerimaan yang menguraikan ketentuan-ketentuan dari
setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratkan.
m. Daftar dokumen sistem manajemen mutu dalam rangka mencapai
kesesuaian mutu yang dipersyaratkan.
n. Daftar induk rekaman (bukti kerja) untuk membuktikan bahwa
pelaksanaan kegiatan telah memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan.

3) Rencana Mutu Kontrak (RMK)


Rencana Mutu Kontrak nerupakan dokumen sistem manajemen mutu yang
disusun oleh Penyedia Jasa/Barang untuk setiap kontrak pekerjaan dalam
rangka penjaminan mutu. Rencana Mutu Kontrak berisi antara lain :
a. Informasi kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama dan
kode kegiatan, sumber dana, lokasi kegiatan, lingkup pekerjaan, waktu
pelaksanaan dan penanggung jawab kegiatan.
b. Sasaran Mutu kegiatan yang menguraikan target pencapaian mutu yang
terukur sesuai dengan rencana kerja dan syarat.
c. Struktur Organisasi yang berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan
pekerjaan dari pihak organisasi unit pelaksana kegiatan (SNVT/PPK)
berikut organisasi konsultan pengawas pekerjaan (jika ada).
d. Struktur Organisasi Penyedia Jasa termasuk uraian tugas tanggung jawab
dan wewenang masing-masing kedudukan.
e. Bagan alir pelaksanaan kegiatan yang menguraikan urutan proses
kegiatan dari tahap persiapan sampai tahap penyerahan akhir kegiatan,
termasuk kegiatan verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan
pengujian yang diperlukan.
| Sistem Manajemen Mutu 8-5
f. Jadwal pelaksanaan kegiatan yang menguraikan tahapan pelaksanaan
sesuai dengan perencanaan waktu termasuk perencanaan bobot
pekerjaan.
g. Jadwal peralatan yang akan digunakan dan Jadwal material yang
diperlukan pada setiap tahapan kegiatan.
h. Jadwal personil yang diperlukan termasuk tenaga ahli dan staff pendukung
dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan.
i. Rencana terhadap metode verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi,
inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya.
j. Daftar kriteria penerimaan yang menguraikan ketentuan-ketentuan dari
setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratkan.
k. Daftar Induk Dokumen yaitu daftar dokumen (internal dan eksternal) yang
diperlukan dalam proses pelaksanaan kegiatan berupa standar kerja,
prosedur kerja, instruksi kerja dan peraturan perundang undangan yang
berlaku dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan.
l. Daftar induk rekaman (bukti kerja) untuk membuktikan bahwa proses
kegiatan telah dilaksanakan.

C) Manual Mutu
Manual Mutu merupakan dokumen mutu yang diperlukan untuk mengatur
penerapan sistem manajemen mutu dilingkungan unit kerja sesuai dengan tugas
dan fungsinya. Pendokumentasian manual mutu wajib ditetapkan berdasarkan
peraturan yang berlaku dan wajib diikuti serta diterapkan oleh semua jajaran unit
kerjanya termasuk unit pelaksana kegiatan.
Manual Mutu dikembangkan dengan mengacu pada peraturan yang terkait dan
apabila terdapat ketentaun yang tidak dapat diterapkan maka harus diberikan
penjelasan atau alasan pengecualian dan jika ada perubahan maka manual mutu
harus direvisi.
Manual Mutu sekurang kurangnya mencakup :
- Lingkup Penerapan sistem manajemen mutu
- Sasaran mutu unit kerja.
- Struktur organisasi unit kerja
- Bagan alir interaksi antar proses beserta penjelasannya dalam rangka
penjaminan mutu kegiatan.

| Sistem Manajemen Mutu 8-6


- Pengaturan penerapan sistem manajemen mutu dan daftar dokumentasi yang
digunakan.

D) Prosedur Mutu
Prosedur Mutu merupakan dokumen yang menjelaskan metode dan tindakan
tertentu yang dipersyaratkan dalam sistem manajemen mutu yang wajib
dilaksanakan seluruh unit kerja/unit pelaksana kegiatan dalam lingkup
kewenangannya.
Prosedur mutu sekurang kurangnya berisi :
1. Prosedur pengendalian dokumen.
2. Prosedur pengendalian rekaman.
3. Prosedur audit internal SMM.
4. Prosedur pengendalian pekerjaan tidak sesuai.
5. Prosedur tindak korektif.
6. Prosedur tindakan pencegahan.

E) Dokumen yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan


Dokumen dokumen yang digunakan untuk mengatur kegiatan pada setiap unit
kerja untuk memastikan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian proses
untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan secara efektif sesuai sistem
manajemen mutu Departemen Pekerjaan Umum mencakup antara lain :
1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 602/PRT/M/2006 tentang
Tata Persuratan dan Kearsipan.
2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2008 tentang
Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang
merupakan kewenangan pemerintah dan dilaksanakan sendiri.
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 04/PRT/M/2009 tentang
Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum.
4. SNI Nomor 19-9001-2001 tentang Sistem Manajemen Mutu Persyaratan.
5. SNI Nomor 19-19011-2003 tentang Pedoman Pengauditan Sistem
Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan.
6. SNI Nomor 19-9000-2005 tentang Sistem Manajemen Mutu Dasar-dasar
dan Kosakata.
7. Dokumen-dokumen standar nasional, internasional, buku literatur dan
peraturan perundang-undangan yang bersal dari eksternal unit kerja.
| Sistem Manajemen Mutu 8-7
8. Dokumen yang diterbitkan secara internal unit kerja kegiatan yang dapat
berbentuk petunjuk pelaksanaan atau instruksi kerja yang disusun oleh
pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang
memiliki kompetensi pada substansi terkait bagi keperluan spesifik
penerapan SMM dimasing masing unit kerja/unit pelaksana kegiatan.
Untuk contoh format Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP) dan Rencana Mutu
Kontrak (RMK) dapat dilihat dalam lampiran dibawah.

3. Proses dan Pelaksanaan Kegiatan


Setiap kegiatan pekerjaan selalu memerlukan perencanaan, proses, metode
kerja dan pelaksanaan kegiatan yang akan diperlukan hingga hasil suatu
kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Untuk setiap unit
kerja/unit pelaksana kegiatan harus merencanakan dan melaksanakan proses
dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang meliputi :
a). Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah
ditetapkan dalam rencana mutu unit kerja atau rencana mutu pelaksanaan
kegiatan atau rencana mutu kontrak.
b). Setiap kegiatan dapat diketahui ketersediaan informasi yang
menggambarkan karakteristik kegiatan dan ketersediaan dokumen
kegiatan.
c). Setiap kegiatan memenuhi persyaratan ketersediaan sumber daya yang
diperlukan dalam proses kegiatan.
d). Ketersediaan peralatan monitoring dan pengukuran pelaksanaan
pekerjaan serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan
hasil pekerjaan.
Setiap jenis kegiatan harus mempunyai petunjuk pelaksanaan yang
merupakan dokumen standar kerja yang diperlukan guna memastikan
perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara efektif
dan efisien. Adapun Petunjuk Pelaksanaan sekurang-kurangnya :
a. Halaman Muka berisi :
- Judul dan nomor identifikasi petunjuk pelaksanaan
- Status validasi dan status perubahan.
- Kolom sahkan petunjuk pelaksanaan.
b. Riwayat Perubahan;
c. Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan;
| Sistem Manajemen Mutu 8-8
d. Ruang Lingkup penerapan;
e. Referensi atau acuan yang digunakan;
f. Definisi (penjelasan istilah-istilah) jika diperlukan;
g. Tahapan proses atau kegiatan (dengan bagan alir jika perlu);
h. Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratan-persyaratan yang harus
Dipenuhi dalam melaksanakan proses);
i. Tanggung jawab dan wewenang;
j. Kondisi khusus (penyimpangan dsb.);
k. Rekaman/Bukti kerja (yang menjadi persyaratan)
l. Lampiran berupa contoh format rekaman/bukti kerja.

Sedangkan untuk melaksanakan Validasi terhadap proses pelaksanaan


pekerjaan dalam kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dan dengan hasil
kegiatan setelah selesai dilaksanakan harus dapat dilakukan pada setiap
tahap kegiatan, jika verifikasi tidak dapat dilakukan secara langsung melalui
monitoring atau pengukuran secara berurutan. Validasi pada plekasanaan
kegiatan harus mempertimbangkan ketentuan berikut :

- Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan persetujuan


proses.

- Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan


kriteria yang ditetapkan, setelah dilakukan perbaikan atau
penyempurnaan.
Disamping itu setiap unit kerja/unit pelaksana kegiatan harus mampu
mengidentifikasi hasil setiap tahapan kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan
dan mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut. Tujuan identifikasi untuk
memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi
ketidaksesuaian pada proses dan hasil kegiatan. Rekaman hasil identifikasi
harus selalu terpelihara dalam pengendalian rekaman/bukti kerja.

Untuk memastikan bahwa pemeliharaan hasil pekerjaan pada saat penyerahan


tetap sesuai sebagaimana pada saat produksi maka harus dilakukan
pemeliharaan hingga sampai waktu penyerahan. Pada proses penyerahan
hasil pekerjaan, setiap unit kerja harus mensyaratkan dan menerapkan proses
pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi bagian hasil pekerjaan agar
mutu tetap terjaga.

| Sistem Manajemen Mutu 8-9


4. Monitoring dan Pengendalian Kegiatan

Monitoring dan pengendalian Kegiatan merupakan suatu proses evaluasi yang


harus dilaksanakan untuk mengetahui kinerja hasil pelaksanaan kegiatan,
sehingga dapat dilakukan pengukuran atau penilaian hasil dari produk
penyedia jasa. Monitoring merupakan bagian dari pengendalian mutu hasil
pekerjaan, agar semua hasil kegiatan yang diserahkan dapat memenuhi
persyaratan kriteria penerimaan pekerjaan. Hal hal yang harus diperhatikan
dalam melaksanakan monitoring antara lain :
a. Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menetapkan
metode yang tepat untuk monitoring dan pengukuran hasil pekerjaan dari
setiap tahapan pekerjaan.
b. Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi bahwa
persyaratan telah dipenuhi.
c. Setiap monitoring dan pengukuran dilaksanakan pada tahapan yang
sesuai berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan.
d. Rekaman bukti monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara
kedalam pengendalian rekaman/bukti kerja.

Disamping itu setiap unit kerja harus menentukan, mengumpulkan dan


menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan kesesuaian
dan keefektifan. Analisis data bertujuan untuk mengevaluasi dimana dapat
dilaksanakan perbaikan berkesinambungan dan analisis harus didasarkan pada
data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan pengukuran atau dari
sumber terkait lainnya. Hasil analisis harus berkaitan dengan manfaat hasil
pekerjaan, kesesuaian terhadap persyaratan hasil pekerjaan dan karakteristik
dari proses-proses kegiatan termasuk peluang untuk tindakan pencegahan.

Sedangkan pengendalian hasil pekerjaan yang tidak sesuai atau tidak


memenuhi persyaratan harus di-identifikasi dan dipisahkan dari hasil pekerjaan
yang sesuai untuk mencegah penggunaanyang tidak terkendali. Tindakan yang
harus dilaksanakan pada pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan antara
lain :
a. Penanggung jawab pada setiap kegiatan harus memastikan bahwa hasil
dari setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi persyaratan diidentifikasi

| Sistem Manajemen Mutu 8-10


dan dikendalikan untuk tindak lanjut tahapan kegiatan yang berhubungan
dengan tahapan sebelumnya.
b. Pelaksanaan pengendalian hasil pekerjaan yang tidak sesuai harus diatur
dalam prosedur pengendalian hasil pekerjaan tidak sesuai yang merupakan
bagian dari prosedur mutu.
c. Prosedur hasil pekerjaan yang tidak sesuai minimal harus mencakup :
- Penetapan personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk
menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan.
- Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tatacara
pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai.
- Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan
persyaratan yang ditetapkan.
d. Pengendalian pekerjaan tidak sesuai harus dilaksanakan dengan
mengesahkan penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsensi oleh
pengguna atau pemanfaatan hasil pekerjaan.

Dalam upaya menghilangkan penyebab ketidaksesuaian dan mencegah


terulangnya hasil pekerjaan yang tidak sesuai, diperlukan tindakan korektif dan
tindakan pencegahan yang diatur dalam prosedur mutu. Prosedur tindakan
korektif minimal harus mencakup kegiatan antara lain :
a. Menguraikan ketidaksesuaian,
b. Menentukan/menganalisa penyebab ketidaksesuaian
c. Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan, bahwa
ketidaksesuaian tidak akan terulang dan jadwal waktu penanganan.
d. Menetapkan petugas yang melaksanakan tindak perbaikan.
e. Mencatat hasil tindakan yang dilakukan.
f. Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan.

Sedangkan tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan


potensi ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya. Tindakan
pencegahan harus mempertimbangkan dampak potensialnya dan efek dari
tindakan pencegahan kegiatan yang lainnya. Untuk itu perlu mengidentifikasi
potensi ketidaksesuaian dan merencanakan kebutuhan tindakan untuk
mencegah terjadinya ketidaksesuaian serta melakukan verifikasi tindakan
pencegahan yang telah dilaksanakan. Setiap pelaksanaan tindakan korektif dan
| Sistem Manajemen Mutu 8-11
tindakan pencegahan harus ada pengendalian rekaman/bukti kerja tidakan
korektif atau tindakan pencegahan.

| Sistem Manajemen Mutu 8-12


Lampiran 8.1

LAMPIRAN FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

PENGESAHAN

NAMA & JABATAN TANDA TANGAN TANGGAL

KONSEPTOR

DIPERIKSA
OLEH

DISAHKAN
OLEH

RENCANA MUTU PELAKSANAAN


KEGIATAN TAHUN .

STATUS DOKUMEN 1 :

TGL. DISTRIBUSI :

DISTRIBUSI KE :

No.Urut Nama Unit Kerja No.Urut Nama Unit Kerja

1. Diisi Status Dokumen (Asli/Terkendali/Tidak Terkendali).

| Sistem Manajemen Mutu 8-13


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

SEJARAH DOKUMEN

TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

Menguraikan kronologis dokumen.


Setiap terjadi revisi RMP, harus dicatat
dalam sejarah dokumen.

| Sistem Manajemen Mutu 8-14


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

DAFTAR ISI

| Sistem Manajemen Mutu 8-15


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

1. LATAR BELAKANG



(Menguraikan rencana kegiatan tahun berjalan).

2. INFORMASI KEGIATAN
Informasi kegiatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran sesuai daftar isian
pelaksanaan anggaran tahun .. no.. sebagai berikut :

No. Program Nama Kegiatan Jumlah Anggaran Jangka Waktu Keterangan


1
2
3
4

3. SASARAN MUTU


..
(Menguraikan sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja PPK tahun berjalan)

4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI


Persyaratan Teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan Tahun adalah
persyaratan yang tercantum dalam dokumen-dokumen sebagai berikut :
a. Kerangka Acuan Kerja
b. Dokumen Kontrak termasuk Spesifikasi Teknik.
c. Peraturan Perundang-Undangan yang terkait.
d. DIPA.

5. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi untuk pengelolaan kegiatan (SNVT/PPK) sebagai berikut :

| Sistem Manajemen Mutu 8-16


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

6. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG


a. Pejabat Pembuat Komitmen
Tugas : .
Tanggung Jawab : .....
Wewenang : .
b. Assisten Teknis
Tugas : .
Tanggung Jawab : .....
Wewenang : .
c. Asisten Administrasi
Tugas : .
Tanggung Jawab : .....
Wewenang : .
d. Bendahara :
Tugas : .
Tanggung Jawab : .....
Wewenang : .

7. KEBUTUHAN SUMBER DAYA


Kebutuhan sumber daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun. Terdiri dari :
a. Sumber Daya Keuangan : (Uraikan Jumlah setiap paket pekerjaan)
b. Sumber Daya Manusia : (Uraikan jumlah personil dan persyaratan kompetensinya)
c. Sarana : (Uraikan sarana peratan pendukung termasuk alat transportasi)
d. Prasaran : (Uraikan jenis dan persyaratannya seperti ruang kerja, rapat dll.)
e. Lingkungan : (uraikan persyaratannya jika diperlukan).

8. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN


Proses kegiatan unit kerja selama satu tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau
menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan didalam bagan alir bila diperlukan.
Bila menggunakan bagan alir, tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup
kegiatan yang dijelaskan pada informasi kegiatan diatas dan cara penulisan bagan alir harus
memenuhi kaidah penulisannya.

| Sistem Manajemen Mutu 8-17


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

9. JADWAL KEGIATAN

NO. Jenis Tahun . Bulan ke Keterangan


Kegiatan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

10. JADWAL PERSONIL


(Uraikan jadwal personil yang terlibat dalam unit kegiatan).

NO. Jabatan Tahun . Bulan ke Keterangan


01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

11. JADWAL PENGGUNAAN SARANA DAN PRASARANA


(Uraikan Saran dan Prasarana yang digunakan dalam menunjang setiap kegiatan).

NO. Nama Tahun . Bulan ke Keterangan


Sarana & 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
Prasarana
1.
2.
3.
4.
5.

| Sistem Manajemen Mutu 8-18


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

12. RENCANA DAN METODE VERIFIKASI, VALIDASI, MONITORING, EVALUASI,


INSPEKSI, PENGUJIAN DAN KRITERIA PENERIMANNYA.
Rencana verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan observasi dengan
mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Sedangkan rencana monitoring dan
evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan rapat
koordinasi yang terjadwal setiap. Bulan/minggu dan bila ada hal-hal yang membutuhkan
tindak lanjut yang mendesak dari Satker/PPK dapat dilakukan rapat tambahan sesuai
keperluan.

No. Pemeriksaan Metode Kriteria Waktu Keterangan


Pemerikasaan Penerimaan
1
2
3
4

13. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN


Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan Tahun berdasarkan pernyaratan teknis
dan administrasi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam persyaratan teknis dan
administrasi.
No. Pemeriksaan Kriteria Referensi Penanggung Keterangan
Pemeriksaan Jawab
1
2
3
4

14. DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU


Didalam pelaksanaan kegiatan Tahun , Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara
lain :
a. Prosedur Mutu Tindakan Korektif.
b. Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan.
c. Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman.
d. Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai.
e. Petunjuk Pelaksanaan dan Instruksi Kerja lainnya.
f. Peraturan perundangang lainnya yang terkait dengan substansi kegiatan.

| Sistem Manajemen Mutu 8-19


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

15. DAFTAR REKAMAN


Dalam pelaksanaan kegiatan , rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah
dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat
dalam daftar induk rekaman.

No. Nama Rekaman / Lokasi Penyimpanan Masa Simpan


Bukti Kerja Rekaman Rekaman
1.
2.
3.
4.

Masa simpan Rekaman/Bukti Kerja mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No.39/PRT/M/2007 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan
Umum.

| Sistem Manajemen Mutu 8-20


LAMPIRAN FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK

KOP PERUSAHAAN PENYEDIA JASA

Kegiatan ...........................................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

LEMBAR PENGESAHAN

PERSETUJUAN
URAIAN DISUSUN OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKA OLEH
NAMA
JABATAN
TANDA TANGAN
TANGGAL

RENCANA MUTU KONTRAK

KEGIATAN

UNIT PENERIMA
1. . 4. ..
2. .. 5. ..
3. . 6.

STATUS DOKUMEN (1)

STATUS

TANGGAL

(1) Status Dokumen diisi : asli / terkendali / tidak terkendali.

| Sistem Manajemen Mutu 8-21


KOP PERUSAHAAN PENYEDIA JASA

Kegiatan ...........................................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

SEJARAH DOKUMEN

TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

Menguraikan kronologis dokumen.


Setiap terjadi revisi RMK, harus dicatat
dalam sejarah dokumen.

| Sistem Manajemen Mutu 8-22


KOP PERUSAHAAN PENYEDIA JASA

Kegiatan ...........................................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

DAFTAR ISI

| Sistem Manajemen Mutu 8-23


KOP PERUSAHAAN PENYEDIA JASA

Kegiatan ...........................................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

1. LATAR BELAKANG



(Menguraikan rencana kegiatan tahun berjalan).

2. INFORMASI KEGIATAN
Nama Kegiatan : .
Lokasi Kegiatan : .
Jangka Waktu Pelaksanaan : .
Sumber Pembiyaan : .
Besarnya Pebiayaan : .
Nama Pengguna Jasa : .
Nama Penyedia Jasa : .
Lingkup Kegiatan : ..

3. SASARAN MUTU


..
(Menguraikan sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan yang akan
dilaksanakan).

4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI


Persyaratan Teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan Tahun adalah
persyaratan yang tercantum dalam dokumen-dokumen sebagai berikut :
e. Kerangka Acuan Kerja
f. Dokumen Kontrak termasuk Spesifikasi Teknik.
g. Peraturan Perundang-Undangan yang terkait.
h. DIPA.

5. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Struktur Organisasi Pengguna Jasa,
Struktur Organisasi Penyedia Jasa dan Struktur Organisasi Konsultan yang terlibat dalam
kegiatan ini (jika ada).

6. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG


Menguraikan tugas, tanggung jawab dan wewenang seluruh fungsi yang ada dalam struktur
organisasi yang terlibat dalam kegiatan ini.

| Sistem Manajemen Mutu 8-24


7. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN
Proses kegiatan unit kerja selama satu tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau
menngunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan didalam bagan alir bila diperlukan.
Bila menggunakan bagan alir, tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup
kegiatan yang dijelaskan pada informasi kegiatan diatas dan cara penulisan bagan alir harus
memenuhi kaidah penulisannya.

8. JADWAL KEGIATAN

NO. Jenis Tahun . Bulan ke Keterangan


Kegiatan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

9. JADWAL PERSONIL

NO. Jabatan Tahun . Bulan ke Keterangan


01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

10. JADWAL MATERIAL

NO. Jenis Tahun . Bulan ke Keterangan


Material 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

11. JADWAL PERALATAN

NO. Jenis Tahun . Bulan ke Keterangan


Peralatan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.
| Sistem Manajemen Mutu 8-25
12. JADWAL ARUS KAS.

NO. Uraian Tahun . Bulan ke Keterangan


01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1. Penerimaan

2. Pengeluaran

3. Balance
Cash Flow

13. RENCANA DAN METODE VERIFIKASI, VALIDASI, MONITORING, EVALUASI,


INSPEKSI, PENGUJIAN DAN KRITERIA PENERIMANNYA.
Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan
dalah memadai atau sesuai persyaratan, setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan
rencana dan produk kegiatan sesuai dengan yang disyaratkan beserta metode pemerikasaan
dan criteria penerimannya.

No. Pemeriksaan Metode Kriteria Waktu Keterangan


Pemerikasaan Penerimaan
1
2
3
4

14. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN


Uraian peneriksaan, kriteria penerimaan serta referensi yang digunakannya untuk
pelaksanaan pemerikasaan pada kegiatan ini sebagai berikut :

No. Pemeriksaan Kriteria Referensi Penanggung Keterangan


Kegiatan Penerimaan Jawab
1
2
3
4

15. DAFTAR INDUK DOKUMEN


Diuraikan dokumen acuan yang digunakan oleh tim pelaksana kegiatan beserta acuan yang
berupa standar atau peraturan perundang undangan yang terkait dengan substansi kegiatan.
.

| Sistem Manajemen Mutu 8-26


16. DAFTAR REKAMAN
Dalam pelaksanaan kegiatan , rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah
dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat
dalam daftar induk rekaman.

No. Nama Rekaman / Lokasi Penyimpanan Masa Simpan


Bukti Kera Rekaman Rekaman
1.
2.
3.
4.

Masa simpan Rekaman/Bukti Kerja mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No.39/PRT/M/2007 tentang Peoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan
Umum.

17. LAMPIRAN LAMPIRAN (Jika diperlukan).

| Sistem Manajemen Mutu 8-27


Lampiran 8.1

LAMPIRAN FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

PENGESAHAN

NAMA & JABATAN TANDA TANGAN TANGGAL

KONSEPTOR

DIPERIKSA
OLEH

DISAHKAN
OLEH

RENCANA MUTU PELAKSANAAN


KEGIATAN TAHUN .

STATUS DOKUMEN 1 :

TGL. DISTRIBUSI :

DISTRIBUSI KE :

No.Urut Nama Unit Kerja No.Urut Nama Unit Kerja

1. Diisi Status Dokumen (Asli/Terkendali/Tidak Terkendali).

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-13


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

SEJARAH DOKUMEN

TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

Menguraikan kronologis dokumen.


Setiap terjadi revisi RMP, harus dicatat
dalam sejarah dokumen.

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-14


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

DAFTAR ISI

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-15


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

1. LATAR BELAKANG



(Menguraikan rencana kegiatan tahun berjalan).

2. INFORMASI KEGIATAN
Informasi kegiatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran sesuai daftar isian
pelaksanaan anggaran tahun .. no.. sebagai berikut :

No. Program Nama Kegiatan Jumlah Anggaran Jangka Waktu Keterangan


1
2
3
4

3. SASARAN MUTU


..
(Menguraikan sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja PPK tahun berjalan)

4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI


Persyaratan Teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan Tahun adalah
persyaratan yang tercantum dalam dokumen-dokumen sebagai berikut :
a. Kerangka Acuan Kerja
b. Dokumen Kontrak termasuk Spesifikasi Teknik.
c. Peraturan Perundang-Undangan yang terkait.
d. DIPA.

5. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi untuk pengelolaan kegiatan (SNVT/PPK) sebagai berikut :

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-16


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

6. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG


a. Pejabat Pembuat Komitmen
Tugas : .
Tanggung Jawab : .....
Wewenang : .
b. Assisten Teknis
Tugas : .
Tanggung Jawab : .....
Wewenang : .
c. Asisten Administrasi
Tugas : .
Tanggung Jawab : .....
Wewenang : .
d. Bendahara :
Tugas : .
Tanggung Jawab : .....
Wewenang : .

7. KEBUTUHAN SUMBER DAYA


Kebutuhan sumber daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun. Terdiri dari :
a. Sumber Daya Keuangan : (Uraikan Jumlah setiap paket pekerjaan)\
b. Sumber Daya Manusia : (Uraikan jumlah personil dan persyaratan kompetensinya)
c. Sarana : (Uraikan sarana peratan pendukung termasuk alat transportasi)
d. Prasaran : (Uraikan jenis dan persyaratannya seperti ruang kerja, rapat dll.)
e. Lingkungan : (uraikan persyaratannya jika diperlukan).

8. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN


Proses kegiatan unit kerja selama satu tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau
menngunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan didalam bagan alir bila diperlukan.
Bila menggunakan bagan alir, tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup
kegiatan yang dijelaskan pada informasi kegiatan diatas dan cara penulisan bagan alir harus
memenuhi kaidah penulisannya.

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-17


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

9. JADWAL KEGIATAN

NO. Jenis Tahun . Bulan ke Keterangan


Kegiatan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

10. JADWAL PERSONIL


(Uraikan jadwal personil yang terlibat dalam unit kegiatan).

NO. Jabatan Tahun . Bulan ke Keterangan


01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

11. JADWAL PENGGUNAAN SARANA DAN PRASARANA


(Uraikan Saran dan Prasarana yang digunakan dalam menunjang setiap kegiatan).

NO. Nama Tahun . Bulan ke Keterangan


Sarana & 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
Prasarana
1.
2.
3.
4.
5.

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-18


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

12. RENCANA DAN METODE VERIFIKASI, VALIDASI, MONITORING, EVALUASI,


INSPEKSI, PENGUJIAN DAN KRITERIA PENERIMANNYA.
Rencana verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan observasi dengan
mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Sedangkan rencana monitoring dan
evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan rapat
koordinasi yang terjadwal setiap . Bulan/minggu dan bila ada hal-hal yang
membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker/PPK dapat dilakukan rapat
tambahan sesuai keperluan.

No. Pemeriksaan Metode Kriteria Waktu Keterangan


Pemerikasaan Penerimaan
1
2
3
4

13. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN


Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan Tahun berdasarkan pernyaratan teknis
dan administrasi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam persyaratan teknis dan
administrasi.
No. Pemeriksaan Kriteria Referensi Penanggung Keterangan
Pemeriksaan Jawab
1
2
3
4

14. DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU


Didalam pelaksanaan kegiatan Tahun , Dokumen Sistem Mutu yang digunakan
antara lain :
a. Prosedur Mutu Tindakan Korektif.
b. Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan.
c. Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman.
d. Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai.
e. Petunjuk Pelaksanaan dan Instruksi Kerja lainnya.
f. Peraturan perundangang lainnya yang terkait dengan substansi kegiatan.

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-19


D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL BINA M A R G A
UNIT KERJA : .......................................

SATUAN KERJA :....................................

No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

15. DAFTAR REKAMAN


Dalam pelaksanaan kegiatan , rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah
dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat
dalam daftar induk rekaman.

No. Nama Rekaman / Lokasi Penyimpanan Masa Simpan


Bukti Kera Rekaman Rekaman
1.
2.
3.
4.

Masa simpan Rekaman/Bukti Kerja mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No.39/PRT/M/2007 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan
Umum.

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-20


LAMPIRAN FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK

KOP PERUSAHAAN PENYEDIA JASA

Kegiatan ...........................................................
No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

LEMBAR PENGESAHAN

PERSETUJUAN
URAIAN DISUSUN OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH
NAMA
JABATAN
TANDA TANGAN
TANGGAL

RENCANA MUTU KONTRAK

KEGIATAN

UNIT PENERIMA
1. . 4. ..
2. .. 5. ..
3. . 6.

STATUS DOKUMEN (1)

STATUS

TANGGAL

(1) Status Dokumen diisi : asli / terkendali / tidak terkendali.

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-21


KOP PERUSAHAAN PENYEDIA JASA

Kegiatan ...........................................................
No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

SEJARAH DOKUMEN

TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

Menguraikan kronologis dokumen.


Setiap terjadi revisi RMK, harus dicatat
dalam sejarah dokumen.

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-22


KOP PERUSAHAAN PENYEDIA JASA

Kegiatan ...........................................................
No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

DAFTAR ISI

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-23


KOP PERUSAHAAN PENYEDIA JASA

Kegiatan ...........................................................
No. Dok. : ............ Tgl. Diterbitkan : .................. Hal : ..... dari .....
No. Rev. : ............ Tgl. Kaji Ulang : .................. Paraf :

1. LATAR BELAKANG



(Menguraikan rencana kegiatan tahun berjalan).

2. INFORMASI KEGIATAN
Nama Kegiatan : .
Lokasi Kegiatan : .
Jangka Waktu Pelaksanaan : .
Sumber Pembiyaan : .
Besarnya Pebiayaan : .
Nama Pengguna Jasa : .
Nama Penyedia Jasa : .
Lingkup Kegiatan : ..

3. SASARAN MUTU


..
(Menguraikan sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan yang akan
dilaksanakan).

4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI


Persyaratan Teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan Tahun adalah
persyaratan yang tercantum dalam dokumen-dokumen sebagai berikut :
e. Kerangka Acuan Kerja
f. Dokumen Kontrak termasuk Spesifikasi Teknik.
g. Peraturan Perundang-Undangan yang terkait.
h. DIPA.

5. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Struktur Organisasi Pengguna
Jasa, Struktur Organisasi Penyedia Jasa dan Struktur Organisasi Konsultan yang terlibat
dalam kegiatan ini (jika ada).

6. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG


Menguraikan tugas, tanggung jawab dan wewenang seluruh fungsi yang ada dalam struktur
organisasi yang terlibat dalam kegiatan ini.

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-24


7. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN
Proses kegiatan unit kerja selama satu tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau
menngunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan didalam bagan alir bila diperlukan.
Bila menggunakan bagan alir, tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup
kegiatan yang dijelaskan pada informasi kegiatan diatas dan cara penulisan bagan alir harus
memenuhi kaidah penulisannya.

8. JADWAL KEGIATAN

NO. Jenis Tahun . Bulan ke Keterangan


Kegiatan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

9. JADWAL PERSONIL

NO. Jabatan Tahun . Bulan ke Keterangan


01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

10. JADWAL MATERIAL

NO. Jenis Tahun . Bulan ke Keterangan


Material 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

11. JADWAL PERALATAN

NO. Jenis Tahun . Bulan ke Keterangan


Peralatan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1.
2.
3.
4.
5.

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-25


12. JADWAL ARUS KAS.

NO. Uraian Tahun . Bulan ke Keterangan


01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12
1. Penerimaan

2. Pengeluaran

3. Balance
Cash Flow

13. RENCANA DAN METODE VERIFIKASI, VALIDASI, MONITORING, EVALUASI,


INSPEKSI, PENGUJIAN DAN KRITERIA PENERIMANNYA.
Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang
digunakan dalah memadai atau sesuai persyaratan, setiap proses yang dilakukan
adalah sesuai dengan rencana dan produk kegiatan sesuai dengan yang disyaratkan beserta
metode pemerikasaan dan kriteria penerimannya.

No. Pemeriksaan Metode Kriteria Waktu Keterangan


Pemerikasaan Penerimaan
1
2
3
4

14. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN


Uraian peneriksaan, kriteria penerimaan serta referensi yang digunakannya untuk
pelaksanaan pemerikasaan pada kegiatan ini sebagai berikut :

No. Pemeriksaan Kriteria Referensi Penanggung Keterangan


Kegiatan Penerimaan Jawab
1
2
3
4

15. DAFTAR INDUK DOKUMEN


Diuraikan dokumen acuan yang digunakan oleh tim pelaksana kegiatan beserta acuan yang
berupa standar atau peraturan perundang undangan yang terkait dengan substansi kegiatan.
.

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-26


16. DAFTAR REKAMAN
Dalam pelaksanaan kegiatan , rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah
dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat
dalam daftar induk rekaman.

No. Nama Rekaman / Lokasi Penyimpanan Masa Simpan


Bukti Kerja Rekaman Rekaman
1.
2.
3.
4.

Masa simpan Rekaman/Bukti Kerja mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No.39/PRT/M/2007 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan
Umum.

17. LAMPIRAN LAMPIRAN (Jika diperlukan).

Lampiran| Sistem Manajemen Mutu 8-27


Daftar Isi

1. Tujuan........................................................................................................ .. 9-2
2. Ruang Lingkup ........................................................................................... 9-2
3. Acuan .......................................................................................................... 9-2
4. Definisi ......................................................................................................... 9-2
5. Ketentuan Umum ........................................................................................ 9-3
6. Prosedur, Tugas dan Tanggungjawab ......................................................... 9-3
7. Pengecualian ............................................................................................... 9-5
8. Bukti Kerja ................................................................................................... 9-5
9. Lampiran...................................................................................................... 9-5

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-1


9. PEMERIKSAAN, PENGUKURAN DAN
VALIDASI PEKERJAAN KONSTRUKSI
JALAN

1. TUJUAN

Memastikan bahwa hasil pekerjaan yang diajukan oleh Penyedia Jasa untuk
divalidasi telah sesuai dengan ketentuan Kontrak yang ditunjukkan dalam rekaman
pengawasan pelaksanaan dan data hasil pengukuran pekerjaan, sehingga hasil
pekerjaan tersebut dapat diajukan untuk dibayar.

2. RUANG LINGKUP

Permohonan pengukuran dan validasi pekerjaan hanya untuk jenis pekerjaan (mata
pembayaran) yang ada didalam daftar kuantitas dan harga didalam kontrak dan
telah dikerjakan sesuai request yang bersangkutan serta waktu yang telah
ditentukan.

3. ACUAN

a. Dokumen Kontrak,
b. Berita Acara dan Risalah Pre Construction Meeting (PCM),
c. Rencana Mutu Kontrak (RMK).

4. DEFINISI

a. Validasi adalah konfirmasi melalui penyediaan bukti obyektif, bahwa persyaratan


bagi pemakaian atau aplikasi dimaksud telah dipenuhi.
b. Verifikasi adalah konfirmasi melalui penyediaan bukti obyektif, bahwa
persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi.
c. Bukti Obyektif adalan data pendukung keberadaan atau kebenaran sesuatu.
d. Inspeksi adalah evaluasi kesesuaian melalui pengamatan dan penetapan jika
perlu dengan pengukuran, pengujian atau pembandingan.
e. Uji adalah penentuan atau atau lebih karakteristik sesuai dengan prosedur.

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-2


f. Rekaman adalah dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi
bukti pelaksanaan.

5. KETENTUAN UMUM

a. Formulir Pengajuan Pengukuran dan Validasi beserta Data Pendukungnya


diterima oleh Wakil Direksi Pekerjaan, dalam hal ini adalah Direksi Teknis di
Kantornya selambat-lambatnya 1x24 jam sebelum penyedia jasa memulai
pengukuran pekerjaan.
b. Sebelum pengukuran pekerjaan, Supervision Engineer harus melaksanakan
inspeksi secara visual kinerja hasil pekerjaan (Performance of Work) dan dibuat
catatan apabila terdapat penyimpangan dalam pekerjaan (termasuk cacat mutu)
serta rekomendasi tindak lanjutnya yaitu untuk dilaksanakan pengukuran hasil
pekerjaan atau perbaikan pekerjaan.
c. Segera setelah pekerjaan pengukuran selesai, dilakukan penghitungan volume
pekerjaan.
d. Penyedia Jasa harus menjamin pengamanan setiap pekerjaan yang telah
mendapat validasi.
e. Rekaman proses pengawasan pekerjaan mulai dari Request hingga Validasi
merupakan satu kesatuan berkas yang disimpan dikantor Wakil Direksi
Pekerjaan, dibawah pengendalian Supervision Engineer.

6. PROSEDUR, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

PELAKU &
No PENANGGUNG KEGIATAN REKAMAN
JAWAB
1. Sekretaris 1. Menerima dan memeriksa kelengkapan Formulir 1. Lembar
Pengajuan Pengukuran dan Validasi beserta Data Kendali
Pendukungnya yang diserahkan Penyedia Jasa. Pengukuran
2. Memberikan Rekaman Tanda Terima kepada yang dan Validasi
menyerahkan Formulir Pengajuan Pengukuran dan 2.Back Up data
Validasi. hasil
3. Mengisi jam penerimaan pada Formulir Pengajuan pengukuran
Pengukuran dan Validasi. dan validasi
4. Menyiapkan Lembar Kendali Pengukuran dan
Validasi.
5.Bandingkan Data Pendukung dengan Rangkuman
Hasil Pengujian yang telah disetujui oleh Pengawas
Lapangan.
6. Buat catatan pada Gambar Kerja lokasi pekerjaan

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-3


yang memenuhi persyaratan untuk dilakukan
pengukuran.
7. Berikan Formulir Pengajuan Pengukuran dan Validasi
beserta Data Pendukung kepada Chief Inspector.
2. Chief Inspector 1. Menerima Formulir Pengajuan Pengukuran dan
Validasi beserta Data Pendukung dari Supervision
Engineer.
2. Memeriksa Status Peralatan dan Juru Ukur dan
memberi tanda periksa pada Formulir Pengajuan
Pengukuran dan Validasi serta membubuhkan paraf.
3. Membuat catatan pada Data Pendukung.
4. Menyerahkan Data Pendukung kepada Surveyor.
3. Surveyor 1. Menerima Data Pendukung dari Chief Inspector . Hasil
2. Memeriksa kesesuaian alat ukur dan Juru Ukur Perhitungan
dengan Data Pendukung. Volume
3. Mengawasi pelaksanaan pengukuran dan membuat Pekerjaan
catatan pada Lembar Pemeriksaan Pengukuran. hasil
pengukuran
4. Mendampingi penghitungan volume pekerjaan oleh
Juru Ukur.
5. Menyerahkan Data Pendukung, Hasil Perhitungan
Volume dan Lembar Pemeriksaan Pengukuran
kepada Chief Inspector.
4. Chief Inspector 1. Menerima Data Pendukung, Hasil Perhitungan Hasil
Volume dan Lembar Pemeriksaan Pengukuran dari Perhitungan
Surveyor. Volume
2. Meneliti kebenaran hasil perhitungan volume Pekerjaan
pekerjaan dan melakukan koreksi. terkoreksi dan
3. Menyerahkan Data Pendukung, Formulir Pengajuan tervalidasi
Pengukuran dan Validasi, Lembar Pemeriksaan
Pengukuran dan Hasil Perhitungan Volume pekerjaan
kepada Supervision Engineer.
5. Supervision 1. Menerima Data Pendukung, Formulir Pengajuan Daftar Simak
Engineer Pengukuran dan Validasi, Lembar Pemeriksaan
Pengukuran dan Hasil Perhitungan Volume pekerjaan
dari Chief Inspector.
2. Mempelajari hasil perhitungan volume pekerjaan dan
membuat Catatan / Rekomendasi kepada Direksi
Pekerjaan serta membubuhkan tanda tangan pada
Formulir Pengajuan Pengukuran dan Validasi.
3. Menyerahkan Formulir Pengajuan Pengukuran dan
Validasi, Gambar Kerja dan Hasil Perhitungan Volume
pekerjaan kepada Direksi Pekerjaan.

6. Direksi 1. Menerima Formulir Pengajuan Pengukuran dan Volume


Pekerjaan Validasi, Gambar Kerja dan Hasil Perhitungan Volume Pekerjaan
pekerjaan dari Supervision Engineer. Yang Disetujui
2. Mempelajari dan mendiskusikan dengan Supervision
Engineer tentang isi Catatan / Rekomendasi pada
Formulir Pengajuan Pengukuran dan Validasi.
3. Membuat keputusan menyetujui atau menolak
pengajuan validasi dengan memberi Catatan /
| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-4
Kesimpulan pada Formulir Pengajuan Pengukuran
dan Validasi dan membubuhkan tanda tangan.
4. Menyerahkan Formulir Pengajuan Pengukuran dan
Validasi, Gambar Kerja dan Hasil Perhitungan Volume
pekerjaan kepada Supervision Engineer.

7. Supervision 1. Menerima Formulir Pengajuan Pengukuran dan


Engineer Validasi, Gambar Kerja dan Hasil Perhitungan Volume
pekerjaan dari Direksi Pekerjaan.
2. Membuat catatan hasil proses akhir pada Lembar
Kendali Pengukuran dan Validasi.
3. Menyerahkan Lembar Kendali Pengukuran dan
Validasi, Formulir Pengajuan Pengukuran dan
Validasi, Data Pendukung, dan Hasil Perhitungan
Volume pekerjaan kepada Sekretaris.

7. PENGECUALIAN
Ditetapkan secara khusus oleh Direksi Pekerjaan.

8. BUKTI KERJA
8.1 Data Hasil Pengukuran
8.2 Rekaman Proses Pengukuran dan Validasi 9.1 s/d 9.8

9. LAMPIRAN
Ada

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-5


LAMPIRAN-LAMPIRAN
9.1) Permohonan Persetujuan
9.2) Formulir Pemeriksaan Pengajuan Pengukuran oleh CI
9.3) Daftar Simak Pemeriksaan Pengajuan Pengukuran Oleh QE
9.4) Daftar Simak Pemeriksaan Pengajuan Pengukuran Oleh CI
9.5) Bagan Alir Prosedur Pemeriksaan Pengajuan Validasi Pekerjaan
9.6) Lembar Pemeriksaan Pengukuran Pekerjaan
9.7) Lembar Pemeriksaan Perbaikan Pengukuran Pekerjaan
9.8) Lembar Kendali Pengukuran dan Validasi

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-6


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKT ORAT JENDERAL BINA MARGA
SATKER . .
KEGIATAN ..
PAKET : PENYEDIA JASA :

NO KONTRAK : DIREKSI TEKNIS :


NO : TANGGAL:
PERMOHONAN PERSETUJUAN (VERIFIKASI)

NO. MATA PERKIRAAN


JENIS PEKERJAAN SATUAN LOKASI PEKERJAAN
PEMBAYARAN KWANTITAS
Sta. - Ka / Ki
Sta. - Ka / Ki
Sta. - Ka / Ki
SKETSA GAMBAR TERLAKSANA/ HASIL PEMERIKSAAN
RUJUKAN NOMOR GAMBAR
DATA PENDUKUNG URAIAN

AWC
ACC

NA
TERLAKSANA YANG PARAF
DILAMPIRKAN

No tgl
1. Perincian Pengukuran.
Jml hal Lembar
No tgl
2. Rincian Perhitungan Volume.
Jml hal Lembar
DIAJUKAN OLEH
PENYEDIA JASA
No tgl
3. Rincian Uji Mutu Pelaksanaan
Jml hal lembar
4. Jangka waktu pelaksanaan. hari

DIPERIKSA OLEH
CATATAN / REKOMENDASI PEMERIKSAAN :
DIREKSI TEKNIS

DISETUJUI
CATATAN / KESIMPULAN PERSETUJUAN :
DIREKSI PEKERJAAN

Catatan
Pengisian kolom Uraian untuk Data Pendukung.
No. 1 : Nomor dan tanggal berkas Perincian Pengukuran.
No. 2 : Nomor dan tanggal berkas Perincian Perhitungan Volume.
No. 3 : Nomor dan tanggal berkas Perincian Uji Mutu Pelaksanaan.
: Jumlah aktual hari pelaksanaan.
No. 4

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-7


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKT ORAT JENDERAL BINA MARGA
SATKER .. .
KEGIATAN ..

PAKET : PENYEDIA JASA :


NO KONTRAK : DIREKSI TEKNIS :

FORMULIR PEMERIKSAAN PENGAJUAN PENGUKURAN OLEH CHIEF INSPECTOR


STA : s/d STA : JALUR : Ka / Ki

NO U R A I A N CATATAN

1 Pemeriksaan Gambar Kerja ( Shop Drawing ).


- Apakah lokasi pada Gambar Kerja sesuai dengan yg
tercantum pada formulir Pengajuan Pengukuran.
2 Pemeriksaan Status tenaga kerja.
- Apakah keahliannya sesuai kebutuhan pekerjaan.
3 Jumlah hari pelaksanaan berdasarkan jumlah peralatan dan
tenaga kerja.
4 Pemeriksaan Rencana Mutu Kontrak (RMK) Pelaksanaan
Penyedia Jasa.

5 Pemeriksaan secara visual kondisi lapangan.


- Apakah masih sesuai dengan kondisi pada saat pengujian
mutu pekerjaan.
6 Pemeriksaan status peralatan.
- Jenis, keberadaan, kelaikan peralatan dilapangan.

TANDA - TANGAN REKOMENDASI

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-8


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKT ORAT JENDERAL BINA MARGA
SATKER . .
KEGIATAN ..
PAKET : PENYEDIA JASA :
NO KONTRAK : DIREKSI TEKNIS :
DAFTAR SIMAK PEMERIKSAAN PENGAJUAN PENGUKURAN
OLEH QUALITY ENGINEER
STA : s/d STA : JALUR : Ka / Ki

AWC
ACC

NA
U R A I A N CATATAN

1. Pemeriksaan Hasil Uji Pekerjaan sebelumnya.


- Kesesuaian Hasil Uji thd kondisi saat pengajuan Request.

2. Pemeriksaan Status Bahan Mentah / Dasar.


- Kesesuaian terhadap contoh bahan diuji.
- Ketersediaan / kecukupan bahan yang telah diuji.
- Periksa cara stok bahan ( tidak segregasi ).

3. Pemeriksaan Status Bahan Olahan.


- Kesesuaian terhadap contoh bahan diuji.
- Ketersediaan / kecukupan bahan yang telah diuji.
- Periksa cara stok bahan ( tidak segregasi ).

4. Pemeriksaan Status Bahan Jadi.


- Ketersediaan / kecukupan bahan yang telah diuji.
- Periksa cara stok bahan ( tidak segregasi ).
- Kesesuaian material terhadap contoh material pada JMF.
- Kesuaian Peralatan terhadap hasil Trial JMF.

KETERANGAN
ACC : Acceptable / diterima.
AWC : Acceptable with
comment.
diterima dg catatan.
NA : Not Acc. / ditolak.
Pengisian kolom Daftar
Simak
disesuaikan Jenis
Pekerjaan.

TANDA - TANGAN REKOMENDASI

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-9


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKT ORAT JENDERAL BINA MARGA
SATKER . .
KEGIATAN ..
PAKET : PENYEDIA JASA :
NO KONTRAK : DIREKSI TEKNIS :
DAFTAR SIMAK PEMERIKSAAN PENGAJUAN PENGUKURAN
OLEH CHIEF INSPECTOR
STA : s/d STA : JALUR : Ka / Ki

AWC
ACC

NA
U R A I A N CATATAN

1. Pemeriksaan Hasil Pengukuran Pekerjaan sebelumnya.


- Keberadaan Hasil Ukur ( No. & tanggal )
2, Pemeriksaan Status Peralatan.
- Keberadaan peralatan.
- Kelaikan peralatan.
- Jenis kebutuhan peralatan.
- Jumlah kebutuhan peralatan terhadap Jadwal Pelaksanaan
3. Pemeriksaan Status tenaga kerja.
- Keberadaan dan jumlah tenaga.
- Jumlah tenaga yg dibutukan terhadap jadwal yang diajukan
- Evaluasi keahlian tenaga thd kebutuhan pekerjaan.
4. Pemeriksaan kondisi / kesiapan lapangan.
- Inventarisasi lokasi pekerjaan yang masih harus diperbaiki.
- Periksa keberadaan Patok Elevasi.
5. Pemeriksaan SOP Pelaksanaan Penyedia Jasa.
- Evaluasi pengecualian SOP thd ketentuan Spesifikasi / PCM
6. Pemeriksaan Jadwal Pelaksanaan.
- Kesesuaian terhadap jadwal total ltem Pekerjaan ybs. KETERANGAN
7. Pemeriksaan SOP Pengendalian lalu-lintas. ACC : Acceptable / diterima.
- Periksa penempatan & kecukupan concrete barier/sejenisnya. : Acceptable with
AWC comment.
- Periksa posisi dan kondisi lampu. diterima dg catatan.
8. Pemeriksaan Perlengkapan antisipasi cuaca. (bila ada). NA : Not Acc. / ditolak.
Pengisian kolom Daftar
- Kecukupan terpal / sejenis.
Simak
disesuaikan Jenis
Pekerjaan.

TANDA - TANGAN REKOMENDASI

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-10


DIAGRAM ALIR PROSEDUR PEMERIKSAAN
PENGAJUAN VALIDASI PEKERJAAN

MULAI Periksa 1 :
- Menerima Pengajuan dan data
pendukungnya.
- Memberi tanda-terima.
MENERIMA PENGAJUAN
DARI PENYEDIA JASA
Periksa 2 :
- Mempelajari data pendukung.
- Mendistribusi kepada CI & QE dengan
memberi batas waktu pemeriksaan.
DISTRIBUSI OLEH SE
KEPADA CI & QE
2 Periksa 3 :
- Memeriksa Perincian Perhitungan
Volume.
- Memeriksa kesesuaian Data Ukur.

PERIKSA OLEH CI PERIKSA OLEH QE Periksa 4 :


3 4
- Memeriksa Perincian Pengujian Mutu.
- Memeriksa Data Ukur.

CATATAN & CATATAN & REKOMENDASI Periksa 5 & 6 :


REKOMENDASI OLEH CI OLEH QE - Memberi catatan & rekomendasi atas
5 6
pemeriksaanya.
- Membubuhkan paraf.

Periksa 7 :
- Mendiskusikan hasil rekomendasi
EVALUASI OLEH SE dengan CI & QE.
7

Periksa 8 :
- Memberi rekomendasi kepada direksi
CATATAN & Pekerjaan.
REKOMENDASI OLEH SE - Membubuhkan tanda-tangan.
8

Periksa 9 :
- Mempelajari rekomendasi dari SE.
- Mendiskusikan dengan SE.
tidak
PERSETUJUAN OLEH - Membuat keputusan dengan memberi
DIREKSI catatan / kesimpulan.
9
- Membubuhkan tanda-tangan.

ya

SELESAI

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-11


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKT ORAT JENDERAL BINA MARGA
SATKER .
KEGIATAN ..
PAKET : PENYEDIA JASA :
NO KONTRAK : DIREKSI TEKNIS :
LEMBAR PEMERIKSAAN PENGUKURAN
PEKERJAAN: ............................................
STA REQUEST :
No. REQUEST: .......................................................................
................................................................

LOKASI PEMERIKSAAN
NO CATATAN PARAF
STA KA/KI

-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

REKOMENDASI TANDA - TANGAN

(__________________)

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-12


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKT ORAT JENDERAL BINA MARGA
SATKER . .
KEGIATAN ..
PAKET : PENYEDIA JASA :
NO KONTRAK : DIREKSI TEKNIS :
LEMBAR PEMERIKSAAN PERBAIKAN PENGUKURAN
PEKERJAAN: ............................................
STA REQUEST :
No. REQUEST: .......................................................................
................................................................

LOKASI PEMERIKSAAN
NO CATATAN PARAF
STA KA/KI

-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

REKOMENDASI TANDA - TANGAN

(__________________)

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-13


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA Penyedia Jasa:
SATKER ..
KEGIATAN .. Direksi Teknis :

LEMBAR KENDALI PENGUKURAN DAN VALIDASI


TANGGAL PEMERIKSAAN DIREKSI
TANGGAL JUMLAH BERKAS JUMLAH BERKAS
/JAM NO JENIS
NO /JAM DIBERIKAN KE DITERIMA DARI TANGGAL / JAM KETERANGAN
HARUS REQUEST PEKERJAAN
DITERIMA CI CI
SELESAI DIKIRIM DITERIMA

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-14


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA Penyedia Jasa:
SATKER .
KEGIATAN .. Direksi Teknis :

PEMERIKSAAN REQUEST
JENIS PEKERJAAN
PERK.
PELEBARAN &
PEKERJAAN TANAH BER- PERK. ASPAL
DRAINASE (DIV 2) BAHU JALAN STRUKTUR (DIV 7)
(DIV 3) BTR (DIV 6)
(DIV 4)
(DIV5)
Selokan Pas. Peny. Pele- Lapis Prime Camp. Perk. Wt Lean
NO URAIAN SIMAK Go-rong Tim- Bahu Pas.
& Salu- Batu dg Galian Badan baran pondasi Tack Aspal Jalan Con-
-Gorong bunan Jalan Batu
ran Air Mortar Jalan Perk. Agregat Coat Panas Beton crete
(2.1) (2.2) (2.3) (3.1) (3.2) (3.3) (4.1) (4.2) (5.1) (6.1) (6.3) (7.9) (7.16) (7.17)
Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak
Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada
I Apakah semua kolom untuk
II Penyedia JasaRequest
Kelengkapan sudah terisi.
:
1. Data Uji Pek. sebelumnya.
2. Data Ukur Pek. sebelumnya.
3. Status Peralatan.
4. Status Bahan Mentah.
5. Status Bahan Olahan.
6. Status Bahan Jadi.
7. Status Tenaga Kerja.
8. Kondisi/Kesiapan Lapangan
9. SOP Pelaksanaan.
10. Jadwal Pelaksanaan.
11. SOP Pengend. Lalu-lintas
12. Perlengk. Antisipasi cuaca

| Pemeriksaan, Pengukuran dan Validasi Pekerjaan Konstruksi Jalan 9-15


Daftar Isi

1. Umum ........................................................................................................ .. 10-2


2. Syarat-Syarat Kontrak ................................................................................. 10-2
3. Proses Verifikasi .......................................................................................... 10-3
4. Revisi Schedule .......................................................................................... 10-6
5. Prosedur, Tugas dan Tanggungjawab ......................................................... 10-17
6. Pengecualian ............................................................................................... 10-17
7. Bukti Kerja ................................................................................................... 10-17
8. Lampiran...................................................................................................... 10-17

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-1


10. PROSEDUR PERUBAHAN KONTRAK

1. UMUM
Umumnya di dalam pelaksanaan kontrak pekerjaan jalan dan jembatan hampir
selalu mengalami perubahan kontrak atau yang lebih dikenal 'Addendum'.
Addendum kontrak bisa disebabkan adanya perpanjangan waktu (time extension)
atau bisa juga disebabkan karena ada pengurangan nilai kontrak (negative
addendum) atau karena penambahan nilai kontrak (positive addendum) sebagai
akibat adanya revisi design atau penambahan pekerjaan item baru.

Faktor-faktor yang penting didalam mengajukan suatu proses perubahan kontrak


adalah apa yang menjadikan `alasan utama' (Why) sehingga addendum perlu
diadakan. Selanjutnya, uraian pekerjaan apa atau subyek apa (What) yang
akan dijadikan issue sehingga terjadi suatu perubahan pada kontrak yang sedang
berjalan. Kemudian bagaimana Revisi/kajiannya (How) terhadap usulan
perubahan tersebut dapat memenuhi kelayakan teknis maupun finansialnya atau
biasa disebut technical and financial justifications. Ketiga unsur pertanyaan
tersebut di atas merupakan sesuatu keharusan yang perlu dibahas dan
dikembangkan untuk dapat dipertanggung jawabkan dalam kelayakan teknis
maupun finansialnya.

2. SYARAT-SYARAT KONTRAK
Acuan yang digunakan dalam perubahan kontrak atau pekerjaan tambah/kurang
harus sesuai dengan syarat-syarat kontrak yang antara lain :
a. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan pada saat
pelaksanaan dengan spesifikasi teknis dan gambar yang ditentukan dalam
dokumen kontrak, maka Pejabat Pembuat Komitmen bersama penyedia jasa
dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain:
i). Menambah atau mengurangi kuantitas pekerjaan yang tercantum dalam
kontrak;
ii). Menambah atau mengurangi jenis pekerjaan/mata pembayaran;
iii).Mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan
lapangan.

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-2


b. Pekerjaan tambah tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) dari nilai harga
yang tercantum dalam kontrak awal.
c. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen secara
tertulis kepada penyedia jasa, ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan harga
dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak.
d. Hasil negosiasi dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penyusunan
amandemen kontrak.

Apabila kuantitas mata pembayaran utama yang akan dilaksanakan berubah lebih
dari 10% (sepuluh persen) dari kuantitas awal, maka harga satuan pembayaran
utama tersebut disesuaikan dengan negosiasi. Apabila diperlukan mata pembayaran
baru, maka penyedia jasa harus menyerahkan analisa harga satuannya kepada
Pejabat Pembuat Komitmen. Penentuan harga satuan mata pembayaran baru
dilakukan dengan negosiasi.
Sedangkan prosedur amandemen kontrak dilakukan sebagai berikut:
a) Pejabat Pembuat Komitmen memberikan perintah tertulis kepada penyedia jasa
untuk melaksanakan perubahan kontrak, atau penyedia jasa mengusulkan
perubahan kontrak;
b) Penyedia jasa harus memberikan tanggapan atas perintah perubahan dari
Pejabat Pembuat Komitmen dan mengusulkan perubahan harga dan/atau
waktu pelaksanaan (bila ada) selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari;
c) Atas usulan perubahan harga dilakukan negosiasi dan dibuat berita acara hasil
negosiasi;
d) Berdasarkan berita acara hasil negosiasi dibuat amandemen kontrak.

3. PROSES VERIFIKASI
Biasanya usulan perubahan kontrak (amandemen kontrak) biasanya berkenaan
dengan adanya usulan revisi desain atau perpanjangan waktu (Time Extension).
Pada Bagan alur terlampir sudah jelas unit-unit kerja mana yang harus dilalui
guna mengkaji dan memeriksa usulan revisi desain berdasarkan wewenang dan
kepentingan masing-masing unit kerja.
Peran Satker Fisik dan PPK yang dibantu Supervision Engineer merupakan unit
awal yang perlu menguji kebenaran data, misalnya data lalu lintas, pengujian
tanah, data kondisi existing dan lain sebagainya. Namun tidak terbatas pada
kajian teknis saja tetapi juga harus mencakup pada faktor pembiayaan.

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-3


Bilamana dalam suatu kondisi diperlukan adanya perubahan seperti, pekerjaan
tambah atau kurang atau mungkin perlu perpanjangan waktu, maka hal ini harus
dianggap sebagai suatu akibat. Oleh karena itu di dalam mengkaji suatu usulan
revisi desain, Kasatker dan PPK harus mengetengahkan alasan pokok (main
reason) yang mengakibatkan perlunya perubahan.

Umumnya jenis perubahan dibagi dua jenis, yaitu Perintah Perubahan Kontrak
(Contract Change Order) dengan tidak ada penambahan biaya maupun waktu,
dan Amandemen Kontrak yang disebabkan adanya revisi desain yang
mengakibatkan adanya penambahan atau pengurangan biaya atau perubahan
waktu pelaksanaan. Masing-masing tipe dijelaskan sebagai berikut di bawah ini.

Contract Change Order (CCO)


Apabila tidak ada perubahan (penambahan/pengurangan ) dalam keseluruhan
lingkup pekerjaan seperti : panjang efektif dalam kilometer tidak berubah.
Apabila tidak ada perubahan (penambahan/pengurangan ) dalam lamanya
waktu kontrak.
Ada sedikit perubahan di dalam masing-masing item pekerjaan (kurang dari
10%).
Tidak ada item pekerjaan baru.
Tidak ada perubahan (pengurangan /penambahan) di dalam keseluruhan
biaya.

Dokumen Pendukung
Pembenaran secara teknis (Justifikasi Teknis) yang dihasilkan oleh PPK,
Direksi Teknis dan Penyedia Jasa serta ditandatangani (PPK, SE dan GS);
Hasil rapat yang tertulis (notulen) untuk negosiasi antara PPK dan Penyedia
Jasa;
Revisi Schedule kurva S;
Ringkasan tabel dari perubahan per item pekerjaan;
Photo dokumentasi sesuai keperluan.

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-4


Amandemen Kontrak
Digunakan apabila :
Perubahan (penambahan / pergurangan) di dalam keseluruhan lingkup
pekerjaan seperti : panjang efektif kontrak dalam kilometer tidak berubah;
Penambahan / pengurangan dalam lamanya waktu kontrak;
Ada perubahan (penambahan / pengurangan) kuantitas per item pekerjaan
yang melebihi 10% yang nilainya lebih besar 1 % dari harga kontrak awal;
Terdapat item pekerjaan baru;
Perubahan(penambahan/pengurangan) keseluruhan biaya kontrak.

Dokumen Pendukung
Justifikasi secara teknis yang dihasilkan oleh PPK dan Direksi Teknis serta
ditandatangani oleh PPK, SE dan GS mencakup ketentuan sebagai berikut:
Untuk item-item yang mengalami perubahan (bertambah atau berkurang)
sebanyak 10% atau lebih dimungkinan untuk merubah (menambah atau
mengurangi) rata-rata unit harga satuan pekerjaan melalui negosiasi dengan
Penyedia Jasa, dengan menggunakan harga satuan rata-rata yang relevan
dari kontrak lain yang sudah dilelang sebagai acuan untuk backup data dan
kebenaran kontrak nantinya.
Untuk penambahan item pekerjaan baru harus dilakukan negosiasi untuk
masing-masing unit harga satuan pekerjaan. Dalam hal ini pemilik harus
mempertimbangkan unit harga satuan pekerjaan paling tidak dari dua atau
tiga kontrak yang sedang berjalan sebagai acuan untuk menentukan harga
satuan item kontrak baru serta sebagai backup data dalam justifikasi hasil
akhir kontrak nantinya.
Revisi Schedule kurva S.
Photo dokumentasi sesuai keperluan.
Berita acara hasil rapat negosiasi (notulen) antara PPK dan Direksi Teknis
dan Penyedia Jasa.

Proses Persetujuan
Adapun matrix tentang prosedur dan wewenang perubahan kontrak (contract
change order/CCO) dan amandemen kontrak dapat dilihat dalam lampiran
dibawah ini. Untuk Amandemen Kontrak dengan revisi desain diproses sebelum
pekerjaan fisik revisi dimulai, Balai Pelaksana Jalan (BBPJN/BPJN) sebagai
| Prosedur Perubahan Kontrak 10-5
fasilitator / pengundang kegiatan pembahasan justifikasi teknik dan dibentuk
Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak.
Tim Pembahas Teknis menandatangani hasil justifikasi teknik pada lembar Berita
Acara dan disetujui oleh Kepala BBPJN/BPJN melalui surat persetujuan, jika
dalam berita acara justifikasi teknik belum dapat disetujui karena adanya
perbaikan, maka dibuat notulen rapat yang ditandatangani bersama sebagai
acuan dalam penyusunan berita acara.

4. REVISI SCHEDULE

Berdasarkan Surat Ditjen Bina Marga No.KU 0808.D6/975 tanggal 19 Juli 1988
mengenai "Pedoman Perpanjangan Waktu Kontrak dan Revisi Schedule
Pelaksanaan Pekerjaan Borongan". Maka untuk menyegarkan ingatan kembali
(me-refresh) didalam merubah (revisi) schedule, di dalam tulisan ini akan
diuraikan lebih rinci mengenai prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam
menghadapi setiap bentuk perubahan.
Prinsip utama yang perlu diperhatikan pada perubahan (revisi) schedule adalah
sebagai berikut:
a. Kurva 'S' awal (original 'S' curve) yang-sudah disepakati pada saat awal
kontrak harus tetap dipertahankan. Jadi walaupun terjadi revisi, bentuk dan
trend kurva S tidak mengalami perubahan.
b. Revisi schedule tidak bertujuan untuk memperkecil deviasi keterlambatan.
yang dapat memperkecil deviasi hanya re-schedule akibat perpanjangan
waktu.
c. Pembuatan re-schedule selalu pada kurva S, dimulai pada titik dimana
tanggal terjadinya perubahan. Jadi kurva re-schedule tidak melanjutkan kurva
realisasi.

Berdasarkan prinsip tersebut di atas, dapat dikembangkan sebagai berikut :


a. Pada grafik re-schedule terdapat tiga bagian, yaitu:
a. Bagian sebelah kiri dari titik batas re-schedule; yaitu bagian priode kontrak
yang sudah dilewati
b. Titik transisi atau titik batas re-schedule, yaitu pada tanggal terjadinya re-
schedule.
c. Bagian sebelah kanan dari titik batas re-schedule; yaitu bagian periode
kontrak yang belum dijalankan dimana akan dilakukan re-schedule.

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-6


Bagian Kiri
Apapun alasan re-schedule, kurva di 'wilayah' ini harus tetap (tidak berubah),
dengan dimikian bar charts yang menyatakan % bobot (representasi dari
volume atau harga) harus tetap (tidak berubah) atau tidak dapat digeser.
Penggeseran hanya dimungkinkan oleh perpanjangan waktu, itupun pada
bagian sepanjang perpanjangan waktu (dari titik transisi).
Semua bobot bar charts yang ada di bagian ini memungkinkan berubah apabila
ada pengurangan volume (CCO) atau ada penambahan dana.

Titik Transisi / Titik Batas Reschedule


Titik ini berada pada grafik schedule awal dimana saat (tanggal) terjadinya re-
schedule. Jadi titik ini bukan pada kurva realisasi.
Bilamana pada design revision ada penambahan biaya kontrak, letak titik
tersebut di atas kemungkinan dapat turun dilihat pada grafik reschedule.
Walaupun demikian, pada dasarnya tidak mengalami perubahan. Kita lihat
ilustrasi berikut :

Contoh Revisi Schedule terjadi pada tanggal 25 Agustus 2008.


Nilai Kontrak (awal) Rp.1.000.000.000,-
Re-Schedule s/d 25 Agustus 2008 = 30/100 x Rp.1.000.000.000 = Rp.
300.000.000,-
Re-Schedule terjadi karena perubahan nilai kontrak menjadi Rp.
1.500.000.000,-
Jadi titik awal re-schedule (25 Agustus 2008) = 300.000.000/1.500.000.000 x
100% = 20,0 %.
Dengan demikian 2 (dua) titik pada tanggal 25 Agustus 2008, pertama 30% dan
kedua 20,0% pada dasarnya sama, karena mempunyai nilai yang sama, yakni
Rp. 300.000.000,-

Bagian Kanan
Bagian kanan grafik dari schedule awal / sebelumnya adalah bagian revisi
schedule. Walaupun ada revisi, bentuk kurva S awal harus tetap dipertahankan,
yakni :

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-7


- Apabila perpanjangan waktu, dengan menggeser kurva tersebut (termasuk
Bar-Chartnya) sesuai perpanjangan waktunya. (lihat Gambar Sket no.1).
- Apabila tidak ada tambahan dana atau CCO balance, kecenderungan
bentuk kurva tetap dipertahankan, tidak melakukan pergeseran Bar - Chart
schedule dengan tujuan memperkecil deviasi.

b. Cara mengontrol atau menguji bahwa schedule dengan perubahannya


sudah benar.
i). Setiap ada revisi schedule harus digambarkan kurva schedule sebelumnya
(Original or Previous Schedule). Selalu terdapat bagian kiri, batas transisi
titik re-schedule, dan bagian kanan.
ii). Apabila terjadi perpanjangan waktu, maka perlu ditarik garis horizontal dari
titik transisi ke bagian kiri sepanjang perpanjangan waktu. Sepanjang garis
horizontal tersebut tanpa ploting batangan schedule per-item.
iii). Schedule awal dan revisinya (termasuk apabila dilakukan berulang-ulang)
pada dasarnya satu kesatuan yang utuh. Bagian schedule satu dengan
lainnya saling berangkai tidak berdiri terpisah.
iv). Untuk menguji secara kuantitatip schedule keseluruhan:
- Jumlah bobot (%) pada tiap-tiap 'batangan' schedule per-item harus
sama dengan bobot item tersebut dalam kontrak.
- Demikian juga apabila bobot tersebut dikonversikan ke dalam volume
atau finansialnya.

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-8


BAGAN ALIR AMANDEMEN KONTRAK DENGAN REVISI DESAIN
(Sumber Dana APBN untuk Pekerjaan Bukan Teknologi Kompleks/Baru/Non Standar)

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-9


BAGAN ALIR AMANDEMEN KONTRAK DENGAN REVISI DESAIN
(Sumber Dana LOAN untuk Pekerjaan Bukan Teknologi Kompleks/Baru/Non Standar)

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-10


BAGAN ALIR AMANDEMEN KONTRAK DENGAN PERUBAHAN/PERPANJANGAN WAKTU
(Sumber Dana APBN)

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-11


BAGAN ALIR AMANDEMEN KONTRAK DENGAN PERUBAHAN/PERPANJANGAN WAKTU
(Sumber Dana LOAN)

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-12


MATRIX PERUBAHAN KONTRAK DENGAN CCO, PERUBAHAN WAKTU SERTA REVIEW DESIGN/REVISI DESAIN
UNTUK PEKERJAAN JALAN DAN JEMBATAN DENGAN SUMBER DANA APBN DAN LOAN

Lokasi
Type Perubahan Persetujuan
No Usulan Pembahasan/F Tim Pembahas Keterangan
Kontrak Teknik
asilitator

1. Perintah Penyedia Satker Fisik Panitia Peneliti Kontrak+Satker Fisik + Ka Satker Fisik  Nilai Kontrak Tetap.
Perubahan Jasa/ PPK Penyedia Jasa + Konsultan Supervisi + atau Balai  Waktu pelaksanaan tetap.
Kontrak (Contract Fisik P2JJ  Jenis konstruksi tidak berubah, tidak ada item pekerjaan baru.
Change Order  Mata Pembayaran Utama tidak berubah
/CCO)  Kuantitas Major Pay Item jika berubah >10% maka wewenang
persetujuan CCO berada pada Balai.
 Proses Amandemen sampai dengan persetujuan teknis paling lama
2 minggu sejak usulan diterima, bila dalam jangka waktu tersebut
persetujuan teknis belum terbit maka dianggap setuju.
2. Amandemen Satker/ Satker Fisik Panitia Peneliti Kontrak/Satker + Penyedia Ka Balai  Nilai Kontrak Tetap.
(Perubahan PPK Fisik Jasa + Konsultan Supervisi + P2JJ + Balai  Terjadi diluar kendali Penyedia Jasa (Mis : Kebijakan, Keadaan
waktu) Kahar).
 Jenis konstruksi tidak berubah, tidak ada item pekerjaan yang baru
dan target tetap.
 Proses Amandemen sampai dengan persetujuan teknis paling lama
2 minggu sejak usulan diterima, bila dalam jangka waktu tersebut
persetujuan teknis belum terbit maka dianggap setuju.
3. Amandemen Satker Balai  APBN : Ka Balai atau
(Review Fisik Panitia Peneliti Kontrak/Satker + Bintek**)  Revisi desain mencakup perubahan desain termasuk jenis
Design/Revisi Penyedia Jasa + Konsultan Supervisi / konstruksi yg berimplikasi terhadap perubahan target,biaya,waktu.
Desain) Perencana + P2JJ + Balai + Dit.  Revisi desain dilaksanakan bila menurut analisis Balai terdapat:
Wilayah*) + Dit. Bintek*) + Dit. Bipran*) o Kebutuhan perubahan/penambahan jenis konstruksi.
o Kebutuhan perubahan target panjang / lebar.
 Loan : o Kebutuhan perubahan desain/volume yang signifikan selama
Panitia Peneliti Kontrak/Satker + CCO tidak memungkinkan.
Penyedia Jasa + Konsultan Supervisi / o Bencana alam.
Perencana + P2JJ + Balai + Dit. Wilayah  Proses amandemen sampai persetujuan teknis diterbitkan paling
+ Dit. Bipran/PMU + Dit. Bintek lambat 1 bulan sejak usulan diterima..
 Persetujuan teknis paling lama diterbitkan 1 bulan sebelum waktu
pelaksanaan berakhir.
Catatan :
- Untuk amandemen jalan kota metropolitan pada Direktorat Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Kota.
- Materi pembahasan disiapkan oleh Panitia Peneliti Kontrak
- Bila Nilai Kontrak fisik awal > Rp. 50 Milyar atau menggunakan teknologi kompleks / baru / non standar, maka:
*) Dit. Bintek, Dit. Wilayah dan Dit. Bipran ikut membahas revisi desain untuk APBN
**) Bintek memberikan persetujuan teknis revisi desain untuk APBN dan Loan

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-13


GAMBAR SKETS RE-SCHEDULE
2 BULAN
1. Perpanjangan Waktu (BENAR)

max
2 BULAN

al
Aw
e

ul
ed
ch
2 BULAN

-s
Re
= (Real - Rencana baru) < 0
realisasi BENAR !

batas re-schedule
Pada bagian ini tanpa plotting batang
schedule per item

2. Perpanjangan Waktu (SALAH) 2 BULAN


al
Aw

le
du
he
-sc
Re

>0
realisasi Berarti ada kelebihan
Perpanjangan waktu
SALAH !

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-14


2 BULAN
3. Perpanjangan Waktu (SALAH)

al

le
w

du
A

he
sc
e-
R
Salah ! ( melanjutkan kurva
Realisasi)

4. Perubahan Volume, Balance Budget, Waktu Tetap

d ule
c he
-s
Re
=
al
Aw

Idealnya kurva S tetap


kalaupun ada perubahan sedikit
trend tetap dipertahankan

realisasi

batas re-schedule

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-15


2 BULAN
5. Perubahan volume, Tambah Dana, Waktu Tetap

al
w
A

i
is
ev
R
A = A
untuk nilai uangnya

meskipun bentuk asal tidak


dapat dipertahankan, namun
realisasi tidak berbeda ekstrem

bagian ini direvisi sebatas bobot (%)


batangan per item, mengingat ada tambah dana

6. Perubahan Volume, Perpanjangan Waktu, Tambah dana / tetap 2 BULAN


p)
ta
al

te
w
A

)
an

na
(d

da
si

2 BULAN
h
vi

ba
Re

A = A
ta
i(

untuk nilai uangnya


vis
Re

A
d
A

realisasi

batas re-schedule
Apabila ada tambah dana :
bagian ini direvisi sebatas bobot batangan per item mengingat nilai kontraknya naik

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-16


5. PROSEDUR, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

Pelaku &
No Penanggungjawab Kegiatan Rekaman

1 Penyedia Jasa a. Mengadakan Pengukuran Lapangan berdasarkan


General gambar rencana, bersama Direksi Pekerjaan dan
Superintendent Direksi Teknis.
b. Hasil pengukuran lapangan dihitung ulang dan
dibuat tabel kuantitas awal dan kuantitas revisi
berdasarkan pengukuran lapangan.
c. Menyiapkan data teknis lainnya terkait perubahan
pekerjaan tambah/kurang.
2 Direksi Teknis a. Mengecek hasil perhitungan dari Penyedia Jasa
dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
b. Membuat rekomendasi hasil pengecekan dan
menyiapkan justifikasi teknik bila terjadi perubahan
pekerjaan.
3 Kasatker NVT a. Membentuk Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak.
b. Meneruskan usulan addendum ke Balai untuk
mendapatkan persetujuan dan ditembuskan ke
Direktorat Wilayah, terkait dengan perubahan
desain ditembuskan ke Bintek dan jika terkait
dengan perubahan harga kontrak harus
mendapatkan persetujuan dari Bipran.
c. Meneruskan persetujuan kepada PPK agar segera
menyusun dokumen addendum kontrak.
4 PPK a. Menginstruksikan Panitia Peneliti melaksanakan
penelitian dan menyusun rekomendasi.
b. Menyusun/membuat konsep usulan perubahan
(addendum) dan menyerahkannya kepada
Kasatker SNVT.
c. Memberitahukan dan menyampaikan usulan
perubahan pekerjaan dan menyiapkan dokumen
pendukung teknis.
d. Menyusun addendum kontrak setelah mendapat
persetujuan dari Dirjen Bina Marga dan membahas
perubahan pelaksanaan dengan Penyedia Jasa
5 Panitia Peneliti a. Mengadakan penelitian/rencana perubahan
kontrak.
b. Merumuskan hasil penelitian berikut perubahan
yang diperlukan, yang dibuat dalam berita acara
peneliti kontrak.
c. Membuat dan menyampaikan Berita Acara kepada
PPK penelitian dan disampaikan ke PPK.

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-17


6 Dirjen Bina Marga a. Berdasarkan rekomendasi dari Direktorat
Wilayah/Bintek/Bipran, Ditjen Bina Marga
mengeluarkan surat persetujuan bila usulan
tersebut didukung dengan alasan kuat.
7 Penyedia Jasa a. Melaksanakan pekerjaan sesuai Addendum
Kontrak.

6. PENGECUALIAN

Tidak ada

7. BUKTI KERJA
7.1. Daftar Simak

8. LAMPIRAN
1) Contoh Surat Permohonan perubahan pekerjaan, pekerjaan tambah/kurang.
2) Contoh Berita Acara Rekayasa Lapangan.
3) Contoh Surat Perintah perubahan pekerjaan, pekerjaan tambah/kurang.
4) Contoh Berita Acara hasil Penelitian Kontrak
5) Contoh Surat Permohonan perubahan anggaran ke Lembaga Pemberi Pinjaman.

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-18


DAFTAR SIMAK
PERUBAHAN PEKERJAAN, PEKERJAAN
TAMBAH/KURANG DAN PERCEPATAN WAKTU PELAKSANAAN

PEMENUHAN PERSYARATAN
No. U R A I A N
SUDAH BELUM DASAR
1 Apakah ada perintah/ permintaan tertulis
sebagai dasar perubahan dari :
a. Kasatker/ PPK.
b. Penyedia Jasa
c. Direksi Teknis
2 Apakah perubahan telah dibuat secara tertulis
dan di tandatangani (Validasi) oleh ketiga Pihak
(Direksi/PPK, Penyedia Jasa dan Direksi Teknis)
3 Apakah perubahan mengakibatkan nilai kontrak
:
a. Tetap
b. Berkurang
c. Bertambah

4 Apakah ada persetujuan perubahan dari :


a. Kasatker/ PPK
b. Atasan Langsung/Eselon I
c. Menteri
d. Nilai tertentu sesuai Dokumen Kontrak
Catatan *) : sesuai dokumen kontrak yang berlaku pada paket yang bersangkutan.

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-19


LAMPIRAN-LAMPIRAN
a) Contoh Surat Permohonan perubahan pekerjaan, pekerjaan
tambah/kurang.
b) Contoh Berita Acara Rekayasa Lapangan.
c) Contoh Surat Perintah perubahan pekerjaan, pekerjaan
tambah/kurang.
d) Contoh Berita Acara hasil Penelitian Kontrak
e) Contoh Surat Permohonan perubahan anggaran

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-20


KOP PERUSAHAAN

Nomor : , .. 20 ..
Lampiran :

Kepada Yth:
Bapak Kasatker/PPK

di .

Perihal : Permohonan Perubahan Disain Pekerjaan.

Dengan Hormat,
Berdasarkan Berita Acara hasil peninjauan lapangan dan rekayasa teknik Nomor:
_________________, tanggal _______, tahun _______, dan pasal ____________Surat
Perjanjian Pekerjaan (Kontrak) Nomor : _____________________, Paket
__________________ Satker/Kegiatan ______________________, dan kami mohon dapat
diberikan Perubahan Disain Pekerjaan sebagai berikut:
Mata Konstruksi Usulan Sta s/d
No.
Pembayaran Awal Perubahan

Catatan : Terlampir gambar perubahan pekerjaan dan perhitungan-perhitungannya.


Sebagai bahan pertimbangan dan penelitian alasan perubahan tersebut, kami lampirkan
data pengukuran dan gambar usulan perubahan disain beserta justifikasi teknisnya.
Demikian surat permohonan ini kami sampaikan dan atas perhatiannya diucapkan terima
kasih.

Hormat kami,
PT _________________________

( _____________________ )
Direktur Utama

Tembusan :
1. Konsultan Supervisi.
2. Arsip

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-21


BERITA ACARA

PENELITIAN UNTUK PERUBAHAN PEKERJAAN


Nomor : ..

Pada hari ini, ________tanggal, ____________________, bulan ____________, tahun ______,


yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : ________________________
Jabatan : PPK ________________________
Berdasarkan Surat Keputusan ____________________ Nomor _____________, tanggal
___________.
Nama : ________________________
Jabatan : ________________________ (General Superintendent)
Perusahaan : ________________________ (Penyedia Jasa)

Nama : ________________________
Jabatan : ________________________ (Supervision Engineer)
Perusahaan : ________________________ (Konsultan Pengawas)

Dengan ini menyatakan bahwa telah diadakan penelitian dan penilaian untuk perubahan
pekerjaan untuk :

Paket Pekerjaan : _________________________


Lokasi : _________________________
Kegiatan : _________________________
Satker : _________________________
Daftar Isian Satker : No______, tanggal__________
Surat Perjanjian Pemborongan : No______, tanggal__________
Harga Borongan : Rp. ___________________ (terbilang)
Penyedia Jasa : _______________________________,

Berdasarkan pada data pengukuran, gambar usulan perubahan pekerjaan dan peninjauan
lapangan serta telah diadakan penelitian, maka perlu diadakan usulan perubahan pekerjaan
sebagai berikut :

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-22


No. Mata Pembayaran Konstruksi Awal Usulan Perubahan Sta s/d

Catatan : Terlampir gambar perubahan pekerjaan dan perhitungan-perhitungannya.

Demikian Berita Acara Penelitian dan Penilaian perubahan pekerjaan ini dibuat dan
ditandatangani di ____________ dalam rangkap _______ (terbilang) untuk dipergunakan
seperlunya.

Penyedia Jasa Konsultan Pengawas


PT. _____________________ PT _________________________

( _____________________ ) ( _____________________ )
General Superintendent Supervision Engineer

Pejabat Pembuat Komitmen


Paket _________________________

( _____________________ )
NIP. .

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-23


KOP PPK/KEGIATAN

SURAT PERINTAH
PERUBAHAN PEKERJAAN
Nomor : ..

Pada hari ini, ________tanggal, ____________________, bulan ____________, tahun ______,


yang bertandatangan dibawah ini :

Nama : ________________________
Jabatan : PPK ________________________
Berdasarkan Surat Keputusan ____________________ Nomor _____________,
tanggal ___________.
Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama : ________________________
Jabatan : ________________________ (Direktur)
Perusahaan : ________________________ (Penyedia Jasa)
Alamat : ________________________
________________________
Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Pihak Pertama memerintahkan kepada Pihak Kedua untuk melaksanakan perubahan


pekerjaan yang meliputi :

No. Mata Pembayaran Konstruksi Awal Perubahan Sta s/d

Catatan : Terlampir gambar perubahan pekerjaan dan perhitungan -perhitungannya.

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-24


Dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Penambahan/pengurangan biaya akibat perubahan pekerjaan tersebut diatas sebesar Rp.


_________________ (terbilang)
b. Perubahan-perubahan pekerjaan tersebut diatas akan dibuat addendum/amandemen
kontrak oleh kedua belah pihak.

Demikian Surat Perintah Perubahan Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah

pihak di _________________, pada tanggal tersebut diatas dalam rangkap _______ (terbilang)

untuk dipergunakan seperlunya.

Pihak Pertama Pihak Kedua

( _____________________ ) ( _____________________ )
NIP. .. Direktur

| Prosedur Perubahan Kontrak 10-25


Daftar Isi

11.1.Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO).................................................. 11-2


1. Tujuan .......................................................................................................... 11-2
2. Ruang Lingkup ............................................................................................ 11-2
3. Definisi .......................................................................................................... 11-2
4. Ketentuan Umum ......................................................................................... 11-2
5. Prosedur, Tugas dan Tanggungjawab .......................................................... 11-5
6. Pengecualian ................................................................................................ 11-6
7. Bukti Kerja .................................................................................................... 11-6
8. Lampiran ...................................................................................................... 11-6

11.2.Serah Terima Akhir Pekerjaan/Final Handover (FHO) ........................... 11-31


1. Tujuan .......................................................................................................... 11-31
2. Ruang Lingkup ............................................................................................ 11-31
3. Definisi .......................................................................................................... 11-31
4. Ketentuan Umum ......................................................................................... 11-31
5. Prosedur, Tugas dan Tanggungjawab .......................................................... 11-31
6. Pengecualian ................................................................................................ 11-33
7. Bukti Kerja .................................................................................................... 11-34
8. Lampiran ...................................................................................................... 11-34
8. Lampiran 11-6

| Serah Terima Pekerjaan 11-1


11. SERAH TERIMA PEKERJAAN

11.1. SERAH TERIMA PERTAMA PEKERJAAN (PHO)

1. TUJUAN
Untuk mendapatkan hasil pelaksanaan yang sesuai dengan ketentuan dan dapat
dipertanggung jawabkan secara teknis dan administrasi.

2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini memuat proses Serah Terima Sementara Pekerjaan dimulai dari
permohonan Penyedia Jasa, evaluasi dan penelitian baik teknis maupun
administrasi terhadap hasil pekerjaan oleh Panitia sampai dengan selesainya Berita
Acara Serah Terima Pekerjaan.

3. DEFINISI
a). Serah Terima Sementara Pekerjaan (Provisional Hand Over) adalah peristiwa
penyerahan hasil pekerjaan Penyedia Jasa secara menyeluruh sesuai kontrak
dan amendemennya kepada Pemilik / Direksi Pekerjaan, yang masih harus
dipelihara dan dijamin mutunya sampai dengan masa jaminan selesai sesuai
yang diatur dalam Kontrak.
b). List of Defect & Deficiencies adalah daftar kerusakan dan cacat-cacat hasil
pekerjaan yang harus diperbaiki disertai cara pelaksanaan perbaikannya.
c). Warranty Period (masa jaminan pemeliharaan) adalah suatu ukuran waktu yang
ditentukan dalam dokumen kontrak untuk menjamin & memelihara hasil
pelaksanaan pekerjaan.

4. KETENTUAN UMUM
a). Permintaan Serah Terima Pertama Pekerjaan (Provisional Hand Over) dapat
diajukan oleh Penyedia Jasa setelah pekerjaan mencapai prestasi 100% sesuai
dengan yang tertuang dalam kontrak dan amandemennya dan sisa pekerjaan
hanya pekerjaan minor, Penyedia Jasa dapat, mengajukan permintaan secara
tertulis kepada PPK dengan menyebutkan perkiraan waktu penyelesaian
pekerjaan dan menunjuk wakilnya untuk keperluan tersebut.

| Serah Terima Pekerjaan 11-2


b). Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah menerima surat tersebut, Direksi
memberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Jasa mengenai jadual waktu
rencana pemeriksaan pekerjaan oleh staf PPK atau oleh Panitia Serah Terima
Pekerjaan yang ditunjuk oleh PPK.
c). Dalam tempo paling lama 28 hari sejak surat pemberitahuan dari Pemilik, Panitia
harus sudah ke Proyek / site / lapangan.
d). Penilaian hasil pekerjaan yang dilakukan Panitia yang ditunjuk oleh PPK harus
dibahas dalam rapat Panitia Serah Terima Pekerjaan, dibuatkan jadwal
pelaksanaannya, jenis-jenis test yang akan dilaksanakan, dan penilaian Panitia
harus meliputi :
1. Penilaian Visual, penilaian yang dilakukan dari hasil penelitian secara visual
di lapangan terhadap hasil pekerjaan Penyedia Jasa.
2. Penilaian Teknis, pemeriksaan terhadap kualitas (mutu) hasil pekerjaan yang
telah diselesaikan oleh Penyedia Jasa melalui uji keandalan mutu.
3. Penilaian Administrasi, pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi
pelaksanaan Kontrak, serta kesesuaian antara hasil dan administrasi
pendukungnya.
e). Susunan kepanitiaan tersebut pada butir 3 tersebut dapat terdiri atas:
1. Ketua : Unsur Pengendalian
2. Sekretaris : Unsur Administrasi PPK
3. Anggota : Unsur Bidang Pengujian
4. Anggota : Unsur Pembinaan Pelaksanaan dan Sistem Mutu
5. Anggota : Unsur Pembinaan Perencanaan
6. Anggota : Unsur Keuangan
7. Anggota : Unsur Pelaksana (PPK)

Dalam hal-hal tertentu atau apabila diperlukan, ketua panitia dapat menunjuk
atau mendelegasikan wewenangnya kepada pejabat lain namun demikian
tanggung jawab tetap kepada yang bersangkutan. Demikian pula Ketua Panitia
dapat membentuk Tim Pembantu yang terdiri dari unsur Direksi Teknis,
pengawas proyek dan dari Penyedia Jasa untuk membantu tugas-tugas Panitia.
f). Penyerahan sementara pekerjaan (Provisional Hand Over), dapat
dilakukan dengan ketentuan antara lain :
1. Penyedia Jasa telah menyelesaikan pekerjaan fisik keseluruhan (100%)
dari lingkup pekerjaan atau sesuai ketentuan yang tercantum dalam
dokumen sementara.
| Serah Terima Pekerjaan 11-3
2. Direksi Teknik mengadakan penelitian dan dalam 7 (tujuh) hari dari
tanggal diterimanya surat permohonan Penyerahan Sementara Pekerjaan
/ PHO.
3. Pemilik setelah memberitahukan tersebut akan mengirimkan
pemberitahuan secara tertulis kepada Penyedia Jasa dengan
memberitahukan komposisi dari panitia.
4. Direksi Teknik harus sudah membuat program pengujian yang akan
dilakukan oleh panitia dan diberitahukan kepada Penyedia Jasa.
5. Penyedia Jasa mempersiapkan segala sesuatu sehubungan dengan
kunjungan panitia ke site dan menyelenggarakan test-test yang diperlukan
yang disaksikan oleh Direksi Teknik.
6. Panitia kemudian membuat daftar kekurangan-kekurangan dan cacat-
cacat (list of defects & deficiencies) dan melampirkan hasil test yang
bersangkutan yang dilampirkan dalam Berita Acara.
7. Untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dan cacat-cacat
tersebut, panitia harus memberikan tenggang waktu sebagaimana diatur
dalam syarat-syarat kontrak.
8. Apabila defects & deficiencies tersebut disebabkan oleh material
dan workmanship Penyedia Jasa yang kurang baik (kesalahan Penyedia
Jasa), maka perbaikan tersebut menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.
Apabila bukan kesalahan Penyedia Jasa, maka perbaikan juga harus
dikerjakan Penyedia Jasa dan merupakan pekerjaan tambah dalam
kontrak.
9. Konfirmasi bahwa defects & deficiencies telah diperbaiki sernuanya
oleh Penyedia Jasa dilampirkan lagi dalam Berita Acara dan tanggal
Penyerahan Pekerjaan Sementara dicertified. Dengan sendirinya harus
didahului Penyedia Jasa dan merupakan pekerjaan tambah dalam
kontrak.
g). Selama masa pemeliharaan (Warranty Period = WP) Penyedia Jasa wajib
memelihara sehingga kondisi tetap seperti pada saat Penyerahan Sementara
Pekerjaan/PHO disahkan oleh Panitia. Untuk maksud tersebut Penyedia Jasa
harus menyediakan beberapa peralatan dan personil secukupnya di tempat
pekerjaan.

| Serah Terima Pekerjaan 11-4


h). Apabila terdapat kerusakan-kerusakan dan cacat-cacat selama WP karena
penggunaan material dan cara kerja Penyedia Jasa, maka Penyedia Jasa
dibebani untuk memperbaiki dan membiayainya.

Sebaliknya apabila bukan kesalahan Penyedia Jasa, maka Penyedia Jasa wajib
memperbaiki dan dimasukkan dalam tambahan pekerjaan.
i). Apabila Penyedia Jasa tidak bisa memperbaiki kerusakan-kerusakan selama
WP karena berbagai sebab, maka Pemilik dapat menunjuk pihak lain untuk
memperbaiki kerusakan-kerusakan tersebut dan biayanya dibebankan kepada
Penyedia Jasa dengan dipotongkan dari uang Penyedia Jasa yang masih
ditahan oleh Pengguna yang berupa Uang Retensi.
j). Serah Terima Pekerjaan Sementara harus dituangkan dalam Berita Acara yang
ditandangani oleh PPK dan Penyedia Jasa, berdasarkan rekomendasi dari
Panitia Serah Terima Pekerjaan.

5. PROSEDUR, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

Pelaku
No Penanggung Kegiatan Rekaman
Jawab
1 Penyedia Jasa 1. Memberitahukan bahwa pelaksanaan pekerjaan
sudah selesai 100 %.
2. Menyiapkan data administrasi dan mutu pekerjaan
serta rencana pengoperasian dan pemeliharaan
sebagai penjaminan pekerjaan.
3. Berdasarkan pengesahan penyelesaian pekerjaan
oleh Panitia PHO, dapat mengajukan Pembayaran
akhir pekerjaan.
2 PPK 1. Membuat rencana kerja/persiapan PHO.
2. Menugaskan Direksi Teknis memeriksa kelayakan
paket- paket yang akan PHO.
3. Melaporkan rencana pelaksanaan PHO kepada
Satker SNVT dan Balai.
4. Penandatanganan Berita Acara PHO dan
menyampaikannya kepada Satker dan Balai.
3 Satker SNVT 1. Melaporkan rencana pelaksanaan PHO kepada Balai
untuk mendapat persetujuan.
2. Membentuk dan menetapkan Panitia Serah Terima
Pekerjaan.
3. Melaporkannya Berita Acara PHO kepada Balai dan
Direktorat Wilayah.

| Serah Terima Pekerjaan 11-5


4 Direksi Teknis 1. Melaporkan progres pekerjaan yang telah
diselesaikan Penyedia Jasa.
2. Membuat daftar kekurangan (Defect & Dificiencies)
berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan.
3. Membantu PPK dalam pengecekan data adminstrasi
dan teknis pekerjaan.
5 Panitia PHO 1. Mengadakan rapat pleno menyusun rencana dan
penugasan Panitia PHO.
2. Melaksanakan pemeriksaan lapangan (fisik) dan
verifikasi administratif (dokumen kontrak).
3. Melakukan pengujian lapangan dan laboratorium.
4. Bila belum terpenuhi atau terdapat cacat mutu
(fisik), hasil pekerjaan belum bisa diterima,
Penyedia Jasa diperintahkan melakukan perbaikan
dan perlu pemeriksanan lapangan kembali.
5. Bila semuanya persyaratan dalam dokumen dan
ketentuan telah terpenuhi , disusun Berita Acara
Penyelesaian Pekerjaan dan diserahkan kepada
Pinbagpro serta menentukan grace period.
6. Menentukan Periode Perbaikan dan tanggal
definitif PHO

6. PENGECUALIAN

Tidak ada

7. BUKTI KERJA

7.1. Daftar Simak

8. LAMPIRAN

a. Contoh Surat Permohonan Serah Terima Sementara Pekerjaan.


b. Contoh SK. Pembentukan Panitia PHO
c. Contoh Surat Rekomendasi Panitia kepada PPK.
d. Contoh Berita Acara PHO
e. Contoh Format Surat Jaminan Pemeliharaan.

| Serah Terima Pekerjaan 11-6


LAMPIRAN-LAMPIRAN
a) Daftar Simak Serah Terima Sementara Pekerjaan
b) Contoh Surat Permohonan Penyedia Jasa untuk Serah
Terima Sementara Pekerjaan.
c) Contoh Surat Rekomendasi Permohonan Serah Terima
Sementara Pekerjaan
d) Contoh Surat Keputusan Pembentukan Panitia Serah Terima
Sementara Pekerjaan
e) Contoh Surat Rekomendasi Panitia kepada PPK.
f) Contoh Surat Pemeriksaan Pekerjaan, PPK untuk Serah
Terima Sementara Pekerjaan
g) Contoh Undangan Rapat Serah Terima Sementara Pekerjaan
h) Contoh Berita Acara Serah Terima Sementara Pekerjaan
i) Formulir-formulir Pemeriksaan dan Pengujian.

| Serah Terima Pekerjaan 11-7


DAFTAR SIMAK
SERAH TERIMA SEMENTARA PEKERJAAN
(PROVISIONAL HAND OVER)

PEMENUHAN PERSYARATAN
No. U R A I A N
SUDAH BELUM DASAR
1 Surat Pemberitahuan Pekerjaan telah mencapai
100%, dari Penyedia Jasa

2 Surat Permohonan untuk diadakan Serah Terima


Pekerjaan Sementara (PROVISIONAL HAND OVER)
dari Penyedia Jasa ke PPK.

3 Surat Penunjukan Wakil Penyedia Jasa untuk


keperluan PHO.

4 Surat Permohonan Panitia PHO, dari PPK ke Satker


tembusan Balai.

5 Surat Rekomendasi Direksi Teknis tentang pekerjaan


selesai 100%.

6 Surat Keputusan tentang pembentukan Panitia Serah


Terima Pekerjaan, yang terdiri dari unsur Balai,
Satker dan PPK.

7 Penyampaian Surat Keputusan Panitia Serah Terima


Pekerjaan, kepada PPK.

8 Penjelasan tugas Tim PHO dan masing-masing


personil sudah dijelaskan dalam Surat Keputusan
Satker.

9 Apakah susunan kepanitiaan untuk Proyek sudah


terdiri-dari :
Unsur Pengendalian dan Pengawasan
Unsur Administrasi dan Umum
Unsur Bidang Pengujian
Unsur Pembinaan
Unsur Perencanaan dan Program

10 Apakah susunan kepanitiaan sudah terdiri dari :


Unsur Pengawas Lapangan
Unsur Administrasi dan Umum
Unsur Pengendalian Mutu
Unsur Pengendalian Kuantitas

| Serah Terima Pekerjaan 11-8


PEMENUHAN PERSYARATAN
No. U R A I A N
SUDAH BELUM DASAR

11 Apakah PPK telah membuat jadwal pemeriksaan


pekerjaan yang akan dilakukan oleh Tim Panitia PHO

12 Apakah sudah ada Surat pemberitahuan kepada


Penyedia Jasa tentang jadwal pemeriksaan dan
susunan Panitia Serah Terima Pekerjaan (PHO),
paling lambat 7 (tujuh) hari setelah Surat
Permohonan Serah Terima Pekerjaan dari Penyedia
Jasa diterima PPK.

13 Apakah Direksi Pekerjaan telah melakukan


investigasi dan memberitahukan secara tertulis
kepada Panitia Serah Terma Pekerjaan dan PPK
mengenai perkiraan tanggal Serah Terima Pekerjaan,
dalam waktu paling lama 10 (sepuluh) hari setelah
menerima Surat Permintaan Serah Terima Pekerjaan
dari Penyedia Jasa.

14 Apakah telah dilakukan kunjungan pertama Panitia


PHO untuk pemeriksaan lapangan dan test-test yang
programnya disiapkan oleh Direksi Pekerjaan, dalam
waktu paling lama 30 (tiga puluh hari) setelah
menerima Surat Pemberitahuan dari Direksi
Pekerjaan.

15 Apakah Panitia telah membuat daftar kekurangan-


kekurangan dan cacat-cacat (list of defect &
deficiencies) hasil test sebagai lampiran Berita Acara
Serah Terima Pertama (PHO)

16 Apakah Penyedia Jasa telah memperbaiki


kekurangan-kekurangan dan cacat-cacat sesuai
dengan daftar butir 12, dalam batas waktu yang
diberikan sesuai Syarat-syarat Kontrak.

17 Apakah telah dilakukan kunjungan kedua Panitia


PHO setelah Penyedia Jasa memperbaiki kekurangan
dan cacat dalam daftar kunjungan pertama

18 Apakah Panitia telah membuat daftar perbaikan dan


pemeriksanaan sebagai lampiran Berita Acara Serah
Terima Pertama (PHO) yang ditandatangani oleh
PPK, Panitia dan Penyedia Jasa.

19 Apakah telah dibuat Berita Acara Serah Terima


Pertama Pekerjaan (PHO) yang ditandatangani oleh
PPK, Panitia dan Penyedia Jasa.

| Serah Terima Pekerjaan 11-9


PEMENUHAN PERSYARATAN
No. U R A I A N
SUDAH BELUM DASAR
Apakah dalam Berita Acara Serah Terima telah
20
disebutkan :
a. Tanggal ditetapkannya Serah Terima Pekerjaan,
Tanggal, ..
b. Masa Pemeliharaan (Waranty Period) dihitung
sejak tanggal Serah Terima Pekerjaan Pertama,
365 hari. *)
c. Kewajiban Penyedia Jasa untuk tetap
memelihara sehingga kondisi tetap seperti pada
saat Serah Terima Pekerjaan Pertama.
d. Perkiraan tanggal dilakukan Serah Terima
Pekerjaan Kedua (Final Hand Over), Tanggal,
.
Apakah selama masa pemeliharaan, Penyedia Jasa
21
telah melakukan perbaikan atas kerusakan-kerusakan
yang terjadi :
a. Kerusakan yang terjadi akibat kesalahan
Penyedia Jasa, tanggungjawab oleh Penyedia
Jasa.
b. Kerusakan yang terjadi bukan akibat kesalahan
Penyedia Jasa, maka dapat diajukan klaim kerja
tambah.
22 Apakah telah dilakukan pemotongan Uang Jaminan
Pemeliharaan (Retention of Money), akibat Penyedia
Jasa tidak melaksanakan perbaikan kerusakan selama
masa pemeliharaan sehingga PPK menunjuk pihak lain
untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Dibuat oleh : Catatan :

Nama : _________________
Jabatan :
_________________

Catatan *) : sesuai dokumen kontrak yang berlaku pada paket yang bersangkutan.

| Serah Terima Pekerjaan 11-10


KOP PERUSAHAAN PENYEDIA JASA

Nomor : , .. 20 ..
Lampiran :

Kepada Yth :
Bapak PPK

di
.

Perihal : Permohonan Serah Terima Pekerjaan Pertama (PHO)

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan hampir selesainya pelaksanaan pekerjaan ., Paket ..
sesuai Pasal . ( ), Syarat-Syarat Umum Kontrak Nomor tanggal .
bulan .. tahun Dua Ribu., telah mencapai 100 % , pada tanggal
.., untuk itu mohon dapat dilaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan ( P H O ),
dan kami menugaskan :
1. Saudara bertugas Pelaksana lapangan.
2. Saudara bertugas Quality Control.
3. Saudara bertugas Quantity.
4. Saudara bertugas .
Sebagai Wakil Penyedia Jasa untuk melaksanakan Serah Terima Pertama Pekerjaan tersebut.
Demikian surat permohonan ini kami sampaikan dan atas perhatiannya diucapkan terima
kasih.

Hormat kami,
PT.

..
Direktur

Tembusan :
- Konsultan Supervisi
- Arsip

| Serah Terima Pekerjaan 11-11


LAMBANG
DEPARTEMEN KOP SATUAN KERJA
PU

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SATUAN KERJA
NOMOR : .

TENTANG
PEMBENTUKAN PANITIA SERAH TERIMA PEKERJAAN
PAKET ..

Satuan Kerja ., Propinsi .

Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka penyerahan hasil Pelaksanaan Pekerjaan


Paket ., yang telah selesai dikerjakan oleh
Penyedia Jasa PT. , kepada Pejabat Pembuat
Komitmen Pekerjaan .., sesuai dengan ketentuan-
ketentuan dalam Kontrak mengenai Serah Terima Pertama dan
Serah Terima Akhir Pekerjaan dipandang perlu untuk dibentuk
Panitia Serah Terima Pekerjaan.
2. Bahwa Para Pejabat/Petugas yang namanya tercantum dalam
lampiran Surat Keputusan ini, dipandang mampu dan memenuhi
syarat untuk diserahi tugas yang dimaksud.
3. Bahwa untuk maksud tersebut diatas perlu dibuat Surat Keputusan.
Mengingat : 1. Keppres Nomor : 80 Tahun 2003
2. Permen 34/PRT/M/2006.
3. Permen 43/PRT/M/2007.
4. Dokumen Kontrak
Menetapkan :
Susunan Anggota Panitia Serah Terima Pekerjaan untuk Satuan Kerja
Kesatu : Pekerjaan .., seperti tercantum dalam lampiran Surat
Keputusan ini.
Kedua : Tugas dan tanggungjawab Panitia Serah Terima Pekerjaan meliputi :
a. Mengadakan pemeriksaan dan penilaian atas hasil pekerjaan
konstruksi yang telah selesai dikerjakan oleh Penyedia Jasa PT.
, pada Pejabat Pembuat Komitmen ..,
Paket .., baik dalam Serah Terima Pekerjaan
Pertama (PHO) dan Serah Terima Pekerjaan Akhir (FHO).
b. Menyusun dan melaporkan Berita Acara Hasil Pemeriksaan dan
Penilaian dalam rangka Serah Terima Pekerjaan Pertama dan
Serah Terima Pekerjaan Akhir, berikut berkas-berkas yang
diperlukan untuk maksud tersebut kepada PPK ,
untuk diproses lebih lanjut.

| Serah Terima Pekerjaan 11-12


c. Dalam tugasnya Panitia Serah Terima Pekerjaan
bertanggungjawab kepada PPK .

Ketiga : Surat Keputusan ini berlaku untuk Satuan Kerja Pekerjaan


. Paket .., sejak tanggal
ditetapkan dan berakhir sampai dengan diterbitkannya Berita Acara
Serah Terima Akhir Pekerjaan.

Keempat : Bilamana dikemudian hari terdapat kesalahan/ kekeliruan dalam Surat


Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Salinan : Surat Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada :


1. Direktur Wilayah ..
2. Kepala Kepala Balai ...
3. Satker P2JJ Propinsi ..
4. Ketua dan Anggota Panitia Serah Terima Pekerjaan
5. Pertinggal

Ditetapkan di : .
Pada Tanggal : .
Satuan Kerja Pekerjaan ...
.

(..)
NIP. .

| Serah Terima Pekerjaan 11-13


Lampiran :
Nomor :
Tanggal :

SUSUNAN PANITIA SERAH TERIMA PEKERJAAN


SATUAN KERJA PEKERJAAN
Paket:

No. N A M A UNSUR/INSTANSI JABATAN

Kasatker NVT ..
.

(..)
NIP. .

| Serah Terima Pekerjaan 11-14


KOP KONSULTAN SUPERVISI

Nomor: , .. 20 ..
Lampiran :

Kepada Yth :
Pejabat Pembuat Komitmen

di
.

Perihal : Rekomendasi Permohonan Serah Terima Pertama (PHO)

Dengan Hormat,

Menanggapi surat Penyedia Jasa Nomor perihal tersebut diatas dan sesuai
dengan Pasal . ( ), Syarat-Syarat Umum Kontrak tentang syarat-syarat PHO dan
mengingat Pasal ( ), Syarat-Syarat Umum Kontrak dapat dijelaskan bahwa
permohonan Penyedia Jasa dapat diterima, karena total pekerjaan yang terselesaikan telah
mencapai 100 %, pada tanggal ....
Demikian disampaikan tanggapan kami ini untuk menjadi masukan bagi bapak dalam
membuat keputusan.

Hormat kami,

..
Supervision
Engineer

Tembusan :
- Penyedia Jasa
- Arsip

| Serah Terima Pekerjaan 11-15


LAMBANG
DEPARTEMEN KOP PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
PU

Nomor: , .. 20 ..
Lampiran :

Kepada Yth :
Ketua Panitia Serah Terima Pertama Pekerjaan
...................................
Paket ..

Perihal : Pemeriksaan Pekerjaan Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO)

Menunjuk surat Penyedia Jasa PT, .. No. . tanggal . 20 perihal


Permohonan PHO dan surat Konsultan Supervisi PT. . No .. tanggal .. 20
dimana dinyatakan bahwa pekerjaan telah mencapai 100 %, untuk itu kami sampaikan
kepada Panitia Serah Terima Pertama Pekerjaan .......................... Paket .
dengan segera melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap hasil Pelaksanaan
Pekerjaan yang diperlukan dalam rangka Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO).

Demikian atas perhatian dan kerja samanya yang baik diucapkan terima kasih.

Pejabat Pembuat Komitmen


Pekerjaan ..


Nip.

Tembusan disampaikan kepada Yth :


1. Direktur ..
2. Kepala Balai
3. Kastker Fisik .
4. Konsultan Supervisi PT. ..
5. Penyedia Jasa PT. .
6. Pertinggal

| Serah Terima Pekerjaan 11-16


LAMBANG
DEPARTEMEN KOP PANITIA SERAH TERIMA
PU

Nomor : , .. 20 ..
Lampiran :

Kepada Yth :
Para Anggota Panitia Serah Terima Pertama
Pekerjaan ..
Paket ..

Perihal : Undangan Rapat

Bersama ini kami mengharap kedatangan saudara-saudara pada Rapat Pertemuan yang akan
diselenggarakan pada :

Hari / Tanggal : .. / ..
Jam : ...
Tempat : ...
...
Acara : Rapat Pertemuan Panitia Serah Terima Pertama Pekerjaan

Paket ....

Atas kehadiran saudara-saudara kami ucapkan terima kasih.


, .. 20 ..
Panitia Serah Terima Pertama Pekerjaan
............. .
Paket ..
Ketua


Nip.

| Serah Terima Pekerjaan 11-17


DAFTAR HADIR

Hari/Tanggal : / . s/d /.
Waktu : s/d / s/d .
Tempat : .


Acara : Rapat Pertama Dalam Rangka
Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO)
Paket ..

No NAMA JABATAN TANDATANGAN


1 PANITIA SERAH TERIMA

1.1
1.1
1.2
1.2
1.3
1.3
1.4
1.4 ..
2 UNSUR PROYEK

2.1
2.1
2.2
2.2
2.3
2.3
3 PENYEDIA JASA

3.1
3.1
3.2
3.2
3.3
3.3
4 DIREKSI TEKNIS

4.1
4.1
4.2
4.2

4.3
4.3

| Serah Terima Pekerjaan 11-18


LAMBANG
DEPARTEMEN KOP PANITIA SERAH TERIMA
PU

Nomor : .., ..
20 ..
Lampiran :

Kepada Yth :
PPK ..
Paket ..

Perihal : Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kunjungan Lapangan Pertama

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Kerja Pekerjaan


..................................................., Paket .............................. Nomor ...............................
tentang Pembentukan Panitia Serah Terima Pekerjaan, Pasal (..) tentang Masa
Pelaksanaan, Pasal . (.) tentang Serah Terima Pertama Pekerjaan dalam Syarat-syarat
Umum Kontrak, Berita Acara Hasil Kunjungan Lapangan Pertama Nomor :
................................. dan Berita Acara Hasil Kunjungan Lapangan Kedua Nomor :
......................................, Bahwa Pekerjaan Fisik telah selesai 100 % pada tanggal
....................................... dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan (Ya/Tidak) melampaui batas
Waktu yang ditentukan dalam Kontrak dan diputuskan masa Pemeliharaan selama ............
hari, mulai tanggal ....................... sampai|dengan tanggal ...................... .
Demikian hasil Pemeriksaan Pekerjaan Dalam Rangka Serah Terima Pertama Pekerjaan ini
kami sampaikan untuk dapat dipakai dasar untuk Serah Terima Pekerjaan.

, .. 20 ..
Panitia Serah Terima Pertama Pekerjaan
.
Paket ..
Ketua


Nip.
Tembusan disampaikan kepada Yth :
1. Kepala Balai
2. Kastker Pekerjaan .
3. Konsultan Supervisi PT. ..
4. Penyedia Jasa PT. .
5. Pertinggal

NJUNGAN LAPANGAN PERTAMA

| Serah Terima Pekerjaan 11-19


PEMERIKSAAN HASIL PEKERJAAN
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ..
PAKET ..
T A H U N A N G G A R A N 20
NOMOR KONTRAK :
NOMOR : ..

Pada hari ini ., tanggal . Bulan tahun, Panitia Serah


Terima Pekerjaan bersama-sama dengan PPK, Penyedia Jasa PT. . Dan Direksi
Teknis, seperti terdaftar dalam Daftar Hadir (terlampir) mengadakan Rapat Kunjungan
Lapangan Pertama yang diselenggarakan pada tanggal . Bulan ... tahun bertempat di
.
Setelah diadakan pembahasan dalam rapat pada tanggal tersebut diatas, maka telah sepakat
untuk menggambil Keputusan sebagai berikut :

PASAL I
Untuk melaksanakan kegiatan Pemeriksaan, dibentuk Kelompok-Kelompok Kerja, yaitu :
KELOMPOK A : Untuk Pemeriksaan Secara Visual
( Pemeriksaan Visual dibagi menjadi 3 Sub Kelompok )
Ketua Kelompok I merangkap Ketua Sub Kelompok I.1
A.1. Sub Kelompok : ( Untuk Pemeriksaan Perkerasaan )
1. Ketua Sub Kelompok : Unsur Panitia
2. Anggota : Unsur PPK/SNVT
3. Anggota : Unsur Direksi Teknis
4. Anggota : Unsur Penyedia Jasa
A.2. Sub Kelompok : ( Untuk Pemeriksaan Bahu Jalan dan Saluran Samping )
1. Ketua Sub Kelompok : Unsur Panitia
2. Anngota : Unsur PPK/SNVT
3. Anggota : .. Unsur Direksi Teknis
4. Anggota : Unsur Penyedia Jasa
A.3. Sub Kelompok : ( Untuk Pemeriksaan Struktur dan Pekerjaan Lain-Lain )
1. Ketua Sub Kelompok : Unsur Panitia
2. Anggota : Unsur PPK/SNVT
3. Anggota : Unsur Direksi Teknis
4. Anggota : Unsur Penyedia Jasa
KELOMPOK B : Untuk Pemeriksaan Teknik / Kualitas
1. Ketua Kelompok : . Unsur Panitia
2. Anggota : . Unsur PPK/SNVT
3. Anggota : . Unsur Direksi Teknis
4. Anggota : . Unsur Penyedia Jasa
KELOMPOK C : Untuk Pemeriksaan Kantor ( Administrasi dan Umum )
1. Ketua Kelompok : . Unsur Panitia
2. Anggota : . Unsur PPK/SNVT
3. Anggota : . Unsur Direksi Teknis
4. Anggota : . Unsur Penyedia Jasa

| Serah Terima Pekerjaan 11-20


PASAL II

Rencana Kerja Pemeriksaan Serah terima Pertama Pekerjaan ini ditetapkan sbb :
I. Kunjungan Lapangan Pertama
1. Rapat Pertama tgl s/d tgl
2. Pemeriksaan Visual tgl s/d tgl
3. Pemeriksaan Teknik/Mutu tgl s/d tgl
4. Pemeriksaan Administrasi tgl s/d tgl
5. Rapat Kedua tgl s/d tgl

II. Kunjungan Lapangan Kedua tgl s/d tgl

PASAL III
Setelah semua Kelompok melaksanakan Pemeriksaan Pekerjaan sesuai dengan tugas masing-masing dan

melaporkan hasilnya Panitia menyimpulkan sebagai berikut :

1. Setelah diadakan pemeriksaan visual selama (..). hari terhadap kualitas-kualitas


dan Performance Proyek, masih ditemukan beberapa kerusakan/cacat mutu/kekurangan-
kekurangan pekerjaan sesuai Daftar Kekurangan/Cacat Mutu (terlampir).
2. Pemeriksaan Tim Teknik/Mutu, melakukan beberapa Pengujian di Laboratorium dengan Test
sesuai dengan Kontrak yang dituangkan dalam Daftar Hasil Pemeriksaan Teknik/Mutu
(terlampir).
3. Pemeriksaan Administrasi Kantor, berdasarkan ketentuan-ketentuan Kontrak, dapat
disimpulkan keseluruhannya memenuhi persyaratan Kontrak yang dituangkan dalam Daftar
Hasil Pemeriksaan Administrasi (terlampir).

PASAL IV
Sesuai dengan hasil Pemeriksaan di atas, Panitia memutuskan, periode perbaikan/Grace periode
selama hari mulai tanggal bulan . tahun .
Selama periode tersebut, Penyedia Jasa harus menyelesaikan Pekerjaan rusak/kurang, sesuai
dengan Daftar Kekurangan/Cacat Mutu (terlampir) dari berita acara Pemeriksaan Lapangan
Hasil Pekerjaan ini.

PASAL V
Risalah Rapat, Daftar Hadir dan lampiran-lampiran seperti tersebut diatasa merupakan satu
kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Berita Acara ini.

PASAL VI
Demikian Berita Acara ini ditandatangani pada hari tanggal tersebut diatas dan dalam rangkap
(), untuk dapat dipergunakan.

| Serah Terima Pekerjaan 11-21


Mengetahui dan Menyetujui
Berita Acara Hasil Kunjungan Lapangan Pertama
Pemeriksaan Hasil Pekerjaan

PANITIA TANDA TANGAN


1. Ketua .
2. Sekretaris .
3. Anggota .
4. Anggota .
5. Anggota .
6. Anggota .
7. Anggota .

DIREKSI TEKNIS
1. Supervision Engineer .
2. Quality Control .
3. Quantity Surveyor/CI .

PENYEDIA JASA
1. General Superintendent .
2. Pelaksana Lapangan .
3. Laboratorium Technician .

| Serah Terima Pekerjaan 11-22


BERITA ACARA
SERAH TERIMA PERTAMA
PEKERJAAN
P A K E T ..
T A H U N A N G G A R A N 20
NOMOR KONTRAK : ..

Pada hari ini 1) tanggal ..2) bulan ..4) tahun Dua Ribu .,
kami yang bertanda tangan di bawah ini :
1. N a m a : .
A l a m a t : .
Jabatan : PPK .
Berdasarkan SK Menteri Pekerjaan Umum Nomor

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA


2. N a m a :
A l a m a t :
Jabatan : Direktur PT. ...
Berdasarkan Akte Notaris Nomor ..tanggal .
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Berdasarkan :
1. Kontrak Nomor .., tanggal dan Addendum Nomor
.. antara Pihak Pertama dengan Pihak Kedua tentang Kontrak
Pemborongan Pekerjaan ...., Paket ...
2. Surat Ketua Panitia Serah Terima Pekerjaan ...... Paket
.., tentang Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan Dalam Rangka Serah
Terima Pertama Pekerjaan Nomor , tanggal .
3. Pasal Syarat-Syarat Umum Kontrak tentang Berita Acara Serah Terima Pertama
Pekerjaan.
Menyatakan bahwa :
1. Pihak kedua untuk pertama kali menyerahkan Hasil Pekerjaan Pemborongan
. kepada Pihak Pertama dan Pihak Pertama Menerima penyerahan tersebut.
2. Waktu Pelaksanaan Pekerjaan (Ya/Tidak) melampaui waktu yang telah ditentukan
dalam Kontrak.
3. Masa Pemeliharaan ditetapkan . (...) hari, mulai tanggal sampai dengan tanggal

4. Selama Masa Pemeliharaan Pihak Kedua wajib memelihara Hasil Pekerjaan tersebut
sehingga kondisi tetap seperti pada saat Serah Terima Pertama Pekerjaan.
5. Serah Terima Pekerjaan Akhir (FHO) akan dilaksanakan pada tanggal...
Demikian Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap . ( .. )
untuk dapat dipergunakan.
Yang menyerahkan Yangmenerima
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

...
Direktur Nip. ...

| Serah Terima Pekerjaan 11-23


PANITIA SERAH TERIMA PERTAMA PEKERJAAN
.
PAKET. ..

RENCANA KEGIATAN
MASA PEMELIHARAAN

No URAIAN KEGIATAN KETERANGAN


1 Lapis Permukaan
2 Bahu jalan
3 Drainase dan Selokan
4 Struktur
5 Pekerjaan Lain-Lain

PENYEDIA JASA DIREKSI TEKNIS PANITIA SERAH TERIMA


PT. . PEKERJAAN
KETUA

( ) ( ) ( )
General Superintendent NIP. ..

| Serah Terima Pekerjaan 11-24


PANITIA SERAH TERIMA PERTAMA PEKERJAAN
...
PAKET. ..

DAFTAR PERSONIL PENYEDIA JASA


MASA PEMELIHARAAN

No NAMA JABATAN JUMLAH KETERANGAN


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

PENYEDIA JASA DIREKSI TEKNIS PANITIA SERAH TERIMA


PT. . PEKERJAAN
KETUA

( ) ( ) ( )
General Superintendent NIP. ..

| Serah Terima Pekerjaan 11-25


PANITIA SERAH TERIMA PERTAMA PEKERJAAN
.
PAKET. ..

DAFTAR PERALATAN PENYEDIA JASA


MASA PEMELIHARAAN

No NAMA KAPASITAS JUMLAH KETERANGAN


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

PENYEDIA JASA DIREKSI TEKNIS PANITIA SERAH TERIMA


PT. . PEKERJAAN
KETUA

( ) ( ) ( )
General Superintendent NIP. ..

| Serah Terima Pekerjaan 11-26


PANITIA SERAH TERIMA PERTAMA PEKERJAAN
..
PAKET. ..

DAFTAR PERSONIL DIREKSI TEKNIS


MASA PEMELIHARAAN

Tanggal Inspeksi :
Nomor Kontrak : Kelompok : C

Tanggal
No NAMA JABATAN Tiba Di Meninggalkan
Lapangan Lapangan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

PENYEDIA JASA DIREKSI TEKNIS PANITIA SERAH TERIMA


PT. . PEKERJAAN
KETUA

( ) ( ) ( )
General Superintendent NIP. ..

| Serah Terima Pekerjaan 11-27


PANITIA SERAH TERIMA PERTAMA PEKERJAAN
.
PAKET. ..

DAFTAR PERSONIL PENYEDIA JASA


MASA PEMELIHARAAN

Tanggal Inspeksi :
Nomor Kontrak : Kelompok : C

Tanggal
No NAMA JABATAN Tiba Di Meninggalkan
Lapangan Lapangan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

PENYEDIA JASA DIREKSI TEKNIS PANITIA SERAH TERIMA


PT. . PEKERJAAN
KETUA

( ) ( ) ( )
General Superintendent NIP. ..

| Serah Terima Pekerjaan 11-28


PANITIA SERAH TERIMA PERTAMA PEKERJAAN
.
PAKET. ..

DAFTAR DOKUMEN
REKAMAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
Tanggal Inspeksi :
Nomor Kontrak : Kelompok : C
STATUS
No URAIAN JUMLAH KETERANGAN
ADA TIDAK

1 PRA KONTRAK
1.1 Perincian DIP
1.2 Dokumen Lelang
1.3 Penetapan Pemenang
1.4 Surat Perintah Mulai Kerja

2 DOKUMEN KONTRAK
2.1 Instruksi Kepada Peserta Lelang
2.2 Syarat-Syarat Umum Kontrak
2.3 Spesifikasi
2.4 Gambar Rencana
2.5 Daftar Kuantitas dan Harga
2.6 Perjanjian/Kontrak
2.7 Addendum

3 PROSES VERBAL
3.1 Risalah Rapat Preconstruction Meeting
3.2 Berita Acara Evaluasi dan Negosiasi
3.3 Contract Change Order
3.4 Justifikasi Teknik Untuk Addendum

4 LAPORAN-LAPORAN
4.1 Instruksi Kepada Pemborong
4.2 Laporan Harian
4.3 Laporan Mingguan
4.4 Laporan Bulanan
4.5 Laporan Triwulan
4.6 Back Up Data Kuantitas
4.7 Back Up Data Kuantitas
4.8 Sertifikat Bulanan
4.9 Sertifikat Bulanan Akhir
4.10 Status Pembayaran
4.11 Job Mix Formula
4.12 Gambar Terlaksana

PENYEDIA JASA DIREKSI TEKNIS PANITIA SERAH TERIMA


PT. . PEKERJAAN
KETUA

( ) ( ) ( )
General Superintendent NIP. ..

| Serah Terima Pekerjaan 11-29


PANITIA SERAH TERIMA PERTAMA PEKERJAAN
........................................
PAKET. ..
HASIL PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN

Tanggal Inspeksi :
Nomor Kontrak : Kelompok B

LOKASI :
A Berat Pasir Sebelum - Gram
B Berat Pasir Sesudah - Gram
C Berat Pasir Terpakai AB Gram
D Berat Pasir Dalam Corong - Gram
E Berat Pasir Dalam Lubang CD Gram
F Berat Jenis Pasir - Gram/Cm3
G Volume Lubang E/F Gram
H Berat Tanah Basah + Tempat - Gram
I Berat Tempat - Gram
J Berat Tanah Basah - Gram
K Kepadatan Basah J/G Gram/Cm3
L Kepadatan Kering (K / 100 + g) Gram/Cm3
M Kadar Air Optimum - %
N Kepadatan Kering Maksimum - Gram/Cm3
O Prosen Kepadatan Lapangan L/N Gram/Cm3
P Req Percent Kep. Kering Max - Gram/Cm3
MENENTUKAN KADAR AIR
a. Nomor Cawan - Gram
b. Berat Tanah Basah + Cawan - Gram
c. Berat Tanah Kering + Cawan - Gram
d. Berat Cawan - Gram
e. Berat Air b-c Gram
f. Berat Tanah c- d Gram
g. Kadar Air e/f Gram
PROSEN BERAT TERTAHAN # 4 : %

PENYEDIA JASA DIREKSI TEKNIS PANITIA SERAH TERIMA


PT. . PEKERJAAN
KETUA

( ) ( ) ( )
General Superintendent NIP. ..

| Serah Terima Pekerjaan 11-30


11.2. SERAH TERIMA AKHIR PEKERJAAN / FINAL HANDOVER (FHO)

1. TUJUAN
Untuk memperoleh hasil pekerjaan yang sesuai dengan ketentuan dan secara teknis
dapat dipertanggungjawabkan setelah melalui proses Warranty Period (masa
pemeliharaan) dari Penyedia Jasa.

2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini memuat proses penyerahan / serah terima akhir pekerjaan dimulai
dengan permohonan Penyedia Jasa, pemeriksaan lapangan sampai dengan
diterbitkannya Berita Acara Serah Terima Akhir Pekerjaan.

3. DEFINISI
Serah Terima Akhir Pekerjaan (Final Hand Over) adalah peristiwa penyerahan hasil
pekerjaan Penyedia Jasa secara menyeluruh sesuai kontrak berikut
amandemannya kepada Pemilik/Direksi Pekerjaan, setelah selesainya masa
pemeliharaan sesuai ketentuan yang diatur dalam kontrak.

4. ACUAN
a. Keppres Nomor : 18 tahun 2000
b. Permen 34/PRT/M/2006.
c. Permen 43/PRT/M/2007.
d. Dokumen Lelang

5. KETENTUAN UMUM
Serah Terima Akhir Pekerjaan ( Final Hand Over) dapat diajukan oleh Penyedia
Jasa secara tertulis kepada Direksi paling lambat 21 (dua puluh satu) hari sebelum
berakhirnya masa pemeliharaan (Waranty Period) atau sesuai yang diatur dalam
kontrak.
a. Panitia FHO yang dibentuk oleh Kasatker yang akan memeriksa kelapangan.
Apabila Panitia menilai masih terdapat kerusakan / cacat baru yang muncul
dalam masa Waranty Period sehingga belum dapat menerima pekerjaan, maka
Penyedia Jasa harus diberitahu secara tertulis dengan menyebutkan sebab-
sebabnya dan perbaikan apa saja yang harus dikerjakan serta Penyedia Jasa
wajib memperbaiki sebagaimana mestinya sesuai permintaan Panitia.
| Serah Terima Pekerjaan 11-31
b. Rekomendasi Panitia kepada PPK akan dikeluarkan apabila Penyedia Jasa
dinilai telah menyelesaikan semua kewajibannya selama Warranty Period
dengan baik yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Akhir Pekerjaan.
c. Tanggal keabsahan berlakunya serah terima pekerjaan akhir (FHO) tersebut
diatas adalah pada saat tercapainya kesepakatan dapat diterimanya serah
terima pekerjaan dilapangan (berdasarkan hasil opname lapangan), walaupun
belum semua anggota panitia menandatangani, oleh karena suatu hal dan
sehingga berhalangan hadir.
d. Serah Terima Pekerjaan Akhir (FHO) harus dituangkan dalam Berita Acara yang
ditandangani oleh PPK dan Penyedia Jasa, berdasarkan rekomendasi dari
Panitia.
e. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Akhir, Retention of Money bisa
dibayarkan atau Jaminan Pemeliharaan dikembalikan kepada Penyedia Jasa.

| Serah Terima Pekerjaan 11-32


6. PROSEDUR, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

Pelaku
No Kegiatan Rekaman
Penanggungjawab
1 Penyedia Jasa 1. Mengajukan Surat Permohonan Serah
Terima Akhir Pekerjan kepada PPK. Surat
2. Setelah penandatanganan berita acara serah Permohonan
terima akhir pekerjaajn, Penyedia Jasa FHO
mengajukan penarikan jaminan pemeliharaan
2 PPK 1. Melaporkan rencana pelaksanaan FHO
terhadap paket tertentu kepada Satker.
2. Mengajukan kepada panitia serah terima
kahir pekerjaan tembusan kasatker.
3. Melaksanakan penandatanganan Berita
Acara FHO dengan Penyedia Jasa.
4. Memberikan rekomendasi pengembalian
jaminan pemeliharaan kepada Penyedia
Jasa.
5. Melaporkan penyelesaian pelaksanaan FHO
kepada Kasatker dan Balai.
3 Kasatker 1. Pembentukan penitia serah terima akhir
pekerjaan.
2. Melaporkan rencana pelaksanaan FHO
kepada Balai untuk mendapat persetujuan.
3. Menginstruksikan kepada panitia untuk
pemeriksaaan pekerjaan.

4 Panitia FHO 1. Mengadakan rapat pleno dan mengatur


penugasan Panitia FHO
2. Mengadakan pemeriksaan lapangan ( fisik )
dan pemenuhan kewajiban pemeliharaan
dan perbaikan yang disyaratkan
sebelumnya(bila ada) dan menyampaikan
hasil pemeriksaan kepada PPK.
3. Bila masih ada yang belum terselesaikan atau
masih terdapat cacat mutu (fisik), Penyedia
Jasa diperintahkan melakukan perbaikan

| Serah Terima Pekerjaan 11-33


dan perlu pemeriksanan lapangan kembali.
4. Bila semuanya kewajiban telah terpenuhi dan
perbaikan kerusakan-kerusakan sudah
diselesaikan, disusun Berita Acara FHO dan
diserahkan kepada PPK untuk
ditandatangani.
5. Menentukan tanggal definitif Serah Terima
Akhir (FHO).

7. PENGECUALIAN
Tidak ada

8. LAMPIRAN
a) Contoh Surat Permohonan Serah Terima Akhir Pekerjaan.
b) Contoh SK. Pembentukan Panitia FHO.
c) Contoh Surat Rekomendasi Panitia kepada Kasatker/PPK.
d) Contoh Berita Acara FHO.

| Serah Terima Pekerjaan 11-34


DAFTAR SIMAK
SERAH TERIMA AKHIR PEKERJAAN
(Final Hand Over)

PEMENUHAN PERSYARATAN
No. U R A I A N
SUDAH BELUM DASAR
1 Surat Permohonan Serah Terima Akhir (FHO) dari Dok.Kontrak
Penyedia Jasa kepada PPKpaling lambat 21 hari SK-55.1
sebelum masa pemeliharaan berakhir.
2 Rekomendasi tertulis dari Panitia/Direksi Pekerjaan
kepada PPK atas pemeliharaan pekerjaan yang
dilakukan Penyedia Jasa, selambat-lambatnya 21 hari
setelah menerima Surat Permohonan FHO dari
Penyedia Jasa.
3 Surat Pemberitahuan PPKbahwa Serah Terima
Pekerjaan Akhir (FHO) dapat dilaksanakan dengan
ketentuan :
a. PPKtelah menerbitkan Surat Pemberitahuan
kepada Penyedia Jasa bahwa Serah Terima
Pekerjaan Akhir dapat dilaksanakan, jika
pelaksanaan pemeliharaan selama masa
pemeliharaan dilaksanakan dengan baik.
b. Surat Pemberitahuan dari PPKkepada Penyedia
Jasa bahwa masih terjadi kerusakan, sebab-
sebab kerusakan dan cara perbaikan yang harus
dilakukan Penyedia Jasa.
c. Perbaikan pekerjaan telah dilaksanakan dengan
baik oleh Penyedia Jasa.
d. PPKtelah menerbitkan Surat Pemberitahuan
kepada Penyedia Jasa bahwa Serah Terima
Pekerjaan Akhir dapat dilaksanakan
4 Apakah Panitia telah melakukan kunjungan lapangan
untuk memeriksa hasil pekerjaan pemeliharaan oleh
Penyedia Jasa.
5 Apakah Panitia telah membuat laporan pemeriksaan,
sebagai lampiran Berita Acara Serah Terima Akhir
(FHO).
6 Apakah telah dibuat Berita Acara Serah Terima
Pekerjaan Akhir (FHO), yang ditandatangani oleh PPK
dan Penyedia Jasa
7 Apakah Bank Garansi untuk Jaminan Pemeliharaan
(retention of money) telah dikembalikan ke Penyedia
Jasa.
Catatan *) : sesuai dokumen kontrak yang berlaku pada paket yang bersangkutan.

| Serah Terima Pekerjaan 11-35


BERITA ACARA
SERAH TERIMA AKHIR PEKERJAAN
..
P A K E T ..
T A H U N A N G G A R A N 20
NOMOR KONTRAK : ..

Pada hari ini 1) tanggal ..2) bulan ..3) tahun Dua Ribu .,
kami yang bertanda tangan di bawah ini :
1. N a m a : .
A l a m a t : .
Jabatan : PPK.
Berdasarkan SK Menteri PU nomor

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA


2. N a m a :
A l a m a t :
Jabatan : Direktur PT. ...
Berdasarkan Akte Notaris Nomor ..tanggal .
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Berdasarkan :
1. Kontrak Nomor .., tanggal dan Addendum Nomor
.. antara Pihak Pertama dengan Pihak Kedua tentang Kontrak
Pemborongan Pekerjaan ...., Paket ...
2. Surat Ketua Panitia Serah Terima Akhir Pekerjaan Proyek/Bagian Proyek
Paket .., tentang Berita Acara Hasil Pemeriksaan
Pekerjaan Dalam Rangka Serah Terima Akhir Pekerjaan Nomor ,
tanggal .
3. Pasal Syarat-Syarat Umum Kontrak tentang Berita Acara Serah Terima Akhir
Pekerjaan.
Menyatakan bahwa :
1. Pihak kedua untuk terakhir kali menyerahkan Hasil Pekerjaan Pemborongan
. kepada Pihak Pertama dan Pihak Pertama Menerima penyerahan tersebut.
2. Berakhirnya Masa Pemeliharaan Pihak Kedua.
Demikian Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap . ( .. )
untuk dapat dipergunakan.

Yang Menyerahkan Yang Menerima


PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

( ) ( . )
NIP. NIP.

| Serah Terima Pekerjaan 11-36


KOP PERUSAHAAN

Nomor: , .. 20 ..
Lampiran :

Kepada Yth :
Pejabat Pembuat Komitmen Pekerjaan

di
.

Perihal : Permohonan Serah Terima Akhir Pekerjaan (FHO)

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan telah selesainya masa pemeliharaan dan pelaksanaan pekerjaan ..
Paket .. sesuai Pasal . ( ), Syarat-Syarat Umum Kontrak Nomor
tanggal . bulan .. tahun Dua Ribu., untuk itu mohon dapat
dilaksanakan Serah Terima Akhir Pekerjaan (FHO), dan kami menugaskan :
1. Saudara bertugas Pelaksana lapangan.
2. Saudara bertugas Quality Control.
3. Saudara bertugas Quantity.
4. Saudara bertugas .
Sebagai Wakil Penyedia Jasa untuk melaksanakan Serah Terima Akhir Pekerjaan tersebut.
Demikian surat permohonan ini kami sampaikan dan atas perhatiannya diucapkan terima
kasih.

Hormat kami,
PT. .

( . )
Direktur Utama

Tembusan :
1. Kasatker Pekerjaan
2 Arsip

| Serah Terima Pekerjaan 11-37


KOP PPK
ALAMAT

Nomor : , .. 20 .
Lampiran :

Kepada Yth :
Ketua Panitia Serah Terima Akhir Pekerjaan
Satuan Kerja Pekerjaan ..
Paket ..

Perihal : Pemeriksaan Pekerjaan Serah Terima Akhir Pekerjaan (FHO)

Menunjuk surat Penyedia Jasa PT, .. No. . tanggal . 20 perihal


Permohonan Serah Terima Akhir Pekerjaan (FHO), dimana dinyatakan bahwa Masa
Pemeliharaan Pekerjaan telah selesai, untuk itu kami sampaikan kepada Panitia Serah
Terima Akhir Pekerjaan PPK Paket . dengan segera melakuakan pemeriksaan
dan penilaian terhadap hasil Pelaksanaan Pemeliharaan Pekerjaan yang diperlukan dalam
rangka Serah Terima Akhir Pekerjaan (FHO).

Demikian atas perhatian dan kerja samanya yang baik diucapkan terima kasih.

.., ., 20 .
PPk..

( .. )
NIP.

| Serah Terima Pekerjaan 11-38


KOP KASATKER
ALAMAT PPK

SURAT KEPUTUSAN

NOMOR : .

TENTANG
PEMBENTUKAN PANITIA SERAH TERIMA AKHIR PEKERJAAN
..
PAKET ..

Kasatker .

Menimbang 1. Bahwa dalam rangka penyerahan hasil akhir Pelaksanaan dan


: Pemeliharaan Pekerjaan Paket ., yang telah
selesai dikerjakan oleh Penyedia Jasa PT. ,
kepada PPK.., sesuai dengan ketentuan-ketentuan
dalam Kontrak mengenai Serah Terima Akhir Pekerjaan dipandang
perlu untuk dibentuk Panitia Serah Terima Ahir Pekerjaan.
2. Bahwa Para Pejabat/Petugas yang namanya tercantum dalam
lampiran Surat Keputusan ini, dipandang mampu dan memenuhi
syarat untuk diserahi tugas yang dimaksud.
3. Bahwa untuk maksud tersebut diatas perlu dibuat Surat Keputusan.
Mengingat 1. Keppres Nomor : 18 Tahun 2000
: 2. SKB Menkeu dan Kepala Bapenas Nomor : S-42/A/2000
Nomor : S-2262/D.2/05/2000
3. Inmen Kimbangwil Nomor 32/In/2000
4. Kepmen PU Nomor 67/KPTS/1998
5. Dokumen Kontrak
Menetapkan
Susunan Anggota Panitia Serah Terima Akhir Pekerjaan untuk
:
PPK.., seperti tercantum dalam
Kesatu lampiran Surat Keputusan ini.
:
Kedua Tugas dan tanggungjawab Panitia Serah Terima Akhir Pekerjaan
: meliputi :
a. Mengadakan pemeriksaan dan penilaian atas hasil pekerjaan
konstruksi dan pemeliharaan pekerjaan yang telah selesai
dikerjakan oleh Penyedia Jasa PT. , pada
PPK.., Paket .., baik dalam Serah
Terima Akhir Pekerjaan (FHO).
b. Menyusun dan melaporkan Berita Acara Hasil Pemeriksaan dan
Penilaian dalam rangka Serah Terima Pekerjaan Akhir, berikut
| Serah Terima Pekerjaan 11-39
berkas-berkas yang diperlukan untuk maksud tersebut kepada
PPK, untuk diproses lebih lanjut.
c. Dalam tugasnya Panitia Serah Terima Pekerjaan Akhir
bertanggungjawab kepada PPK ...

Ketiga Surat Keputusan ini berlaku untuk PPK .. Paket


: .., sejak tanggal ditetapkan dan berakhir
sampai dengan diterbitkannya Berita Acara Serah Terima Akhir
Pekerjaan.

Keempat Bilamana dikemudian hari terdapat kesalahan/ kekeliruan dalam Surat


: Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Salinan Surat Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada :


:
1. Direktur Wilayah .
2. Kepala Balai ..
3. PPK ....
4. Ketua dan Anggota Panitia Serah Terima Pekerjaan
5. Pertinggal

Ditetapkan di : .
Pada Tanggal : .
Kasatker Propinsi ..
.

(..)
NIP. .

| Serah Terima Pekerjaan 11-40


Lampiran :
Nomor :
Tanggal :

SUSUNAN PANITIA SERAH TERIMA PEKERJAAN AKHIR


PPK
PAKET

No. N A M A UNSUR/INSTANSI JABATAN

Kasatker ..
.

(..)
NIP. .

| Serah Terima Pekerjaan 11-41


KOP
PANITIA SERAH TERIMA PEKERJAAN AKHIR
ALAMAT PANITIA SERAH TERIMA PEKERJAAN AKHIR

Nomor: .., .. 20 ..
Lampiran :

Kepada Yth :
PPK Pekerjaan ...................................
Paket ..

Perihal : Hasil Pemeriksaan Lapangan Dalam Rangka Serah Terima


Pekerjaan Akhir (FHO)

Berdasarkan Surat Keputusan Kasatker.........................................................., Paket


.............................. Nomor ............................... tentang Pembentukan Panitia Serah
Terima Pekerjaan Akhir, Pasal .(..) tentang Masa Pemeliharaan, Pasal .. (.)
tentang Serah Terima Pekerjaan Akhir dalam Syarat-syarat Umum Kontrak, Berita Acara
Hasil Kunjungan Lapangan Nomor : ..............................., Bahwa Pekerjaan
telah dilaksanakan Pemeliharaan Pekerjaan.
Demikian hasil Pemeriksaan Pekerjaan dan Pemeliharaan Pekerjaan dalam Rangka Serah
Terima Pekerjaan Akhir ini kami sampaikan untuk dapat dipergunakan sebagai dasar untuk
Serah Terima Pekerjaan Akhir.

., .,200
Panitia Serah Terima Pekerjaan Akhir
Pekerjaan .............. ..
Ketua

(..)
NIP. .

Tembusan disampaikan kepada Yth :


1. Direktur Wilayah .
2. Kepala Balai ..
3. PPK ....
4. Ketua dan Anggota Panitia Serah Terima Pekerjaan
5. Pertinggal.

| Serah Terima Pekerjaan 11-42


BERITA ACARA
SERAH TERIMA AKHIR PEKERJAAN
No. ..
PEKERJAAN
P A K E T .
KONTRAK NOMOR : ..
TAHUN ANGGARAN ..

Pada hari ini 1) tanggal ..2) bulan ..3) tahun Dua Ribu .,
kami yang bertanda tangan di bawah ini :
1. N a m a : .
A l a m a t : .
Jabatan : PPK .
Berdasarkan SK Menteri PU No.., tanggal
., tentang ..
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
2. N a m a :
A l a m a t :
Jabatan : Direktur PT. ...
Berdasarkan Akte Notaris Nomor ..tanggal .
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Berdasarkan :
1. Kontrak Nomor .., tanggal dan Addendum ke ., tanggal
.. antara Pihak Pertama dengan Pihak Kedua tentang Kontrak
Pemborongan Pekerjaan ...., Paket ...
2. Surat Ketua Panitia Serah Terima Akhir Pekerjaan , tentang Berita
Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan Dalam Rangka Serah Terima Akhir Pekerjaan Nomor
, tanggal .
3. Pasal Syarat-Syarat Umum Kontrak tentang Serah Terima Akhir Pekerjaan.
Menyatakan bahwa :
1. Pihak Kedua untuk terakhir kali menyerahkan Hasil Pekerjaan Paket
., kepada Pihak Pertama dan Pihak Pertama Menerima penyerahan
tersebut.
2. Dengan ditandatangani Berita Acara ini, maka Masa Pemeliharaan yang menjadi
kewajiban Pihak Kedua untuk memelihara hasil pekerjaannya telah berakhir.
Demikian Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap . ( .. )
untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Yang Menyerahkan Yang Menerima


PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

( ) ( . )
Direktur Utama NIP.

| Serah Terima Pekerjaan 11-43


Daftar Isi

1. Umum ........................................................................................................... 12-2


2. Format Laporan ........................................................................................... 12-3
3. Ringkasan Kemajuan Bulanan ..................................................................... 12-7
4. Lampiran ...................................................................................................... 12-8

| Pelaporan (Report Of Contractor Activities) 12-1


12. PELAPORAN (REPORT OF CONTRACTOR
ACTIVITIES)

1. Umum
Laporan kegiatan Penyedia Jasa adalah rekaman otentik yang dibuat oleh unit
yang memiliki otoritas, yaitu:
1. KaSatker/PPK;
2. Team Leader;
3. Supervision Engineer.

Guna meliput segala kegiatan konstruksi maupun financial cash flow di lapangan
secara periodik, jenis laporan meliputi :
1. Laporan Harian,
2. Laporan Mingguan,
3. Laporan Bulanan,
4. Laporan Triwulan,
5. Laporan Akhir.

Laporan-!aporan ini akan menjadi dokumen legal yang bisa dipakai sebagai bahan
pendukung dan monitoring bagi para pejabat terkait, atau pada hal-hal tertentu
bisa kemungkinan dibutuhkan tim auditor untuk dipakai sebagai bahan pendukung
dalam pemeriksaan suatu temuan. Oleh karena itu, Laporan Kegiatan Proyek
(Fisik) adalah 'Penting" dan harus akurat serta benar informasi yang dibuatnya.

Perlu disadari bahwa laporan, progress kegiatan fisik sesungguhnya adalah


menyangkut `investasi' pemerintah yang perlu dilaporkan tingkat kemajuannya
(realisasi progres) berupa:
1. Aspek fisik untuk setiap periode maupun,
2. Keuangan untuk setiap periode.

Progres realisasi di lapangan tersebut kemudian diperbandingkan dengan progres


yang sudah terikat (commited) dalam kontrak (original schedule).

Proses membandingkan antara kedua progres ini setiap bulan atau triwulan
merupakan hal yang penting, karena pada tingkat keterlambatan progress tertentu
diperlihatkan suatu remedial action (tindakan turun tangan) dari mulai tingkat PPK
hingga Satker.

| Pelaporan (Report Of Contractor Activities) 12-2


Membuat Laporan Bulanan yang baik, informatif dan jelas serta padat tapi minim
jumlah halaman dapat menginformasikan seluruh aktifitas pekerjaan dan
permasalahan yang terjadi serta rekomendasinya. Yang dibutuhkan disini adalah
kualitas bukan hanya kuantitas pelaporan saja. Oleh karena itu di bawah ini
dibuatkan pedoman mengenai penjelasan pembuatan Laporan Bulanan sesuai
kebutuhan, sehingga diharapkan dapat diperoleh keseragaman dan mudah
dimengerti bagi yang membacanya.

2. Format Laporan
Yang dimaksud pelaporan disini adalah pelaporan pekerjaan yang harus
disiapkan oleh Tim Pengawas Lapangan/Supervision Engineers (SE), adapun
format pelaporan dan isi dari pelaporan sebagai berikut :

1. Laporan Bulanan
Setiap akhir bulan, Tim Pengawas Lapangan (SE) akan menyerahkan
laporan kemajuan secara singkat yang menggambarkan pencapaian
pemenuhan untuk masing-masing kegiatan-kegiatan proyek , seperti:
1. Cara mengatasi masalah Penyedia Jasa (salah satu,
administrasi/teknis untuk keuangan).
2. Memberikan rekomendasi bagaimana masing-masing penyelesaian
masalah.
Secara substansional Laporan Bulanan terdiri atas 5 format standar yang
dilengkapi oleh masing-masing pengawas, adalah sebagai berikut :
a. Surat pengantar;
b. Satu halaman "Progress Summary", rangkuman status fisik dan
keuangan dari proyek dan identifikasi permasalahan yang berdampak
pada kemajuan pekerjaan dan biaya;
c. Foto copy sertifikat Monthly Payment secara lengkap dan jelas dengan
ditandai "for Monitoring Used Only";
d. Jadwal Pelaksanaan dilengkapi S Curve.
e. Satu halaman laporan "Supervision Consultants". Suatu contoh dari
format ditunjukkan dalam halaman berikut.

Masing-masing laporan bulanan harus sudah lengkap setiap minggu


pertama bulan berikutnya. Laporan beserta copy dokumen yang dibuat SE
harus didistribusikan oleh PPK.
| Pelaporan (Report Of Contractor Activities) 12-3
2. Laporan Triwulan
Setiap akhir triwulan tahun anggaran (akhir Maret, Juni, September dan
Desember) SE akan menyerahkan laporan Triwulanan, terdiri dari
kegiatan Penyedia Jasa selama tiga bulan yang telah berjalan.
Laporan Triwulan ini termasuk informasi status personil yang
dimobilisasi, kemajuan dari pekerjaan lapangan, variasi kontrak dan
Change Order, status klaim Penyedia Jasa termasuk usulan eskalasi
harga jika ada, deskripsi singkat mengenai masalah teknis atau masalah
kontrak yang terjadi termasuk terjadinya keterlambatan pencapaian
kemajuan pekerjaan dan informasi lain yang berkaitan dengan semua
jaringan jalan yang sedang berjalan dan pekerjaan penggantian jembatan
di dalam propinsi dibawah pengawasannya.
Isi dari masing-masing laporan disajikan dalam 16 format :
1. Judul lembar
2. Surat Pengantar
3. Daftar isi
4. Data Proyek
5. Peta Lokasi
6. Peta Mobilisasi
7. Daftar Peralatan Penyedia Jasa
8. Daftar Personil Penyedia Jasa,
9. Sertifikat Pembayaran Bulanan
10.Ringkasan Kemajuan Pekerjaan Bulanan
11.Kurva S
12.Status Change Order
13.Status klaim Penyedia Jasa
14.Narrative.
15.Status konstruksi struktur .
16.Laporan Direksi Teknis

| Pelaporan (Report Of Contractor Activities) 12-4


3. Laporan Teknis

Direksi Teknis akan membuat laporan sesuai keperluan, laporan teknis


dan/atau persetujuan teknis yang muncul selama berlangsungnya kegiatan.
Terutama, untuk perubahan pekerjaan utama yang memerlukan
pembicaraan sebelumnya dengan pihak Pengguna Jasa, Field Team akan
membantu PPK untuk mempersiapkan suatu laporan justifikasi teknis atau
revisi desain yang terdiri atas:
Data original yang menjadi dasar desain tender dibuat :
a. Rekaman semua data desain yang lengkap berkaitan dengan revisi
desain.
b. As-built drawing yang menunjukan lokasi dan detail dimensi dari semua
pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai kontrak.
c. Foto copy dari Change Order dan Addendum kontrak sebelumnya yang
telah disetujui.
d. Foto copy dokumen lelang Penyedia Jasa, termasuk semua analisa
harga satuan dan harga satuan bahan, upah, analisa peralatan.
e. Suatu penjelasan mengenai asumsi desain yang digunakan.
f. Gambar yang secara jelas menunjukan gambar desain original dan
revisinya.
g. Penjadwalan ulang daftar kuantitas dan biaya, berkaitan dengan usulan
revisi desain.
h. Gambar yang menunjukan lokasi yang tepat dari usulan perubahan
desain.

4. Laporan Akhir

Dengan berakhirnya jasa pelayanan Direksi Teknis (akhir kegiatan konstruksi


untuk tiap-tiap kontrak), suatu laporan akhir harus diserahkan, merupakan
ringkasan metode konstruksi, pelaksanaan pengawasan konstruksi,
rekomendasi pada kebutuhan pemeliharaan di masa yang akan datang,
semua aspek teknis yang muncul selama masa konstruksi pekerjaan jalan
dan jembatan, permasalahan potensial untuk konstruksi baru yang mungkin
muncul, dan pemberian solusinya, jika ada, untuk beberapa variasi
perbaikan dalam kegiatan akan datang dengan tampilan yang sama dalam
lingkup tanggung jawab Pengguna Jasa. Laporan akhir juga melampirkan

| Pelaporan (Report Of Contractor Activities) 12-5


foto kegiatan dan foto copy "As Built Drawing" dari jalan sebagaimana
kelengkapan data untuk "leger" jalan.
Masing-masing laporan terdiri dari suatu ringkasan laporan akhir
pengawasan lapangan dan kegiatan-kegiatan mereka selama periode
pelayanan Direksi Teknis. Satu bulan sebelum berakhirnya pelayanan
sebuah draft Iaporan akhir sudah harus diserahkan ke PPK yang berisi
penjelasan sebagai berikut :
- Deskripsi mendetail dari pelaksanaan pelayanan, dan pemenuhan
penyelesainnya, dalam kerangka perbaikan kegiatan-kegiatan
Pengawasan di lingkungan unit kerjanya.
- Rekomendasi dalam perubahan kebijakan-kebijakan, prosedur, dan
operasional dengan maksud memperbaiki kemampuan pengawasan pada
program pekerjaan di lingkungan unit kerjanya.

| Pelaporan (Report Of Contractor Activities) 12-6


3. Ringkasan Kemajuan Bulanan

Ringkasan Kemajuan Bulanan


(Monthly Progress Summary)

Data Pokok (Basic Data)


Propinsi :
Kontrak No :
Nama Penyedia Jasa :
Tanggal Mulai Kontrak :
Jangka Waktu Kontrak :
Tanggal Penyelesaian Kontrak :
Dlsb.
Kemajuan Fisik (Physical Progress)
Uraian/ data tentang kemajuan menyeluruh dibandingkan dengan "Rencana kerja
Penyedia Jasa". Sebutkan kegiatan yang secara signifikan melebihi jadwal atau
terlambat dari jadwal.
Pembayaran (Monthly Certificate)
Total yang tersertifikasi sampai laporan kemajuan terakhir
Pembayaran yang tersertifikasi Bulan ini
Total yang tersertifikasi sampai saat ini

Variasi dan Addendum (Variations and Addendum)


Uraian singkat tentang variasi terhadap kontrak yang tidak mempengaruhi Nilai
Kontrak.
Penjelasan singkat tentang Addendum yang diajukan Penyedia Jasa, Konsultan
Regional (jika ada) atau P2JJ bersama dengan kenaikan dan pengurangan terhadap
kontrak.

Pokok Persoalan Lain ( Other Issues )


Berikan penjelasan singkat tentang permasalahan (kasus) lainnya yang terjadi pada
bulan laporan di Lapangan, umpamanya: Kasus Pembebasan Tanah, Sosial dan
masalah Lingkungan atau Bencana Alam (BA). Bila diperlukan, lampirkan foto-foto
penting mengenai kasus-kasus tersebut di atas.
Berikan uraian singkat (bila ada) tentang persetujuan permasalahan lainnya.

| Pelaporan (Report Of Contractor Activities) 12-7


LAMPIRAN
Contoh Format Laporan Bulanan

| Pelaporan (Report Of Contractor Activities) 12-8


DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKT OR AT JE NDER AL BIN A M AR G A
DI RE KTO R AT . .
S AT K E R K E R J A .
KEGIATAN ..

PAKET :

LAPORAN BULANAN
No. .

.., 200..

P T .
LOGO
PERUSAHAAN
(NAMA KONSULTAN)
LOGO Jl.. Telp. , Fax
PERUSAHAAN

No. : . ,

Kepada Yth.

Perihal : .

Dengan hormat,

Bersama ini kami sampaikan Laporan Bulanan (kemajuan pekerjaan) untuk paket
pekerjaan.sebanyak 15 (lima belas) buah , selama periode pekerjaan
bulan.s/d.

Atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih

mengetahui,

..
Supervision Engineer

Tembusan laporan ;
1..
2..
3..

PT.
PETA LOKASI PROYEK
PETA LOKASI PROYEK
BASE CAMP PENYEDIA JASA DAN PETA LOKASI QUARRY
Laporan Bulanan No.
.., 200..

DAFTAR ISI

HALAMAN
SURAT PENGIRIMAN
PETA LOKASI PROYEK

1. PENDAHULUAN
1.1. Sasaran dan Latar Belakang Proyek ..................................................................... 1-1
1.2. Maksud Penyusunan laporan ................................................................................ 1-2
1.3. Lokasi dan Detil proyek ......................................................................................... 1-2
1.4. Data Proyek .......................................................................................................... 1-3

2. KEGIATAN & ORGANISASI KONSULTAN


2.1. Catatan Umum Supervision Engineers ................................................................. 2-1
2.2. Lingkup & Layanan Konsultan ............................................................................... 2-1
2.3. Mobilisasi/Demobilisasi ......................................................................................... 2-2
2.4. Organisasi dan Manajemen Proyek ...................................................................... 2-7
2.5. Rapat/Kunjungan .................................................................................................. 2-10
2.6. Ringkasan Laporan Konsultan ............................................................................... 2-10
2.6.1 Ringkasan Laporan Supervision Engineer .................................................. 2-10
2.6.2 Ringkasan Laporan Chief Inspector/Quantity Engineer. ............................. 2-10
2.6.3 Ringkasan Laporan Quality Engineer. ........................................................ 2-10
2.7. Diagram Organisasi Penyedia Jasa ....................................................................... 2-10

3. STATUS REVIEW DESIGN & CHANGE ORDER


3.1. Revisi Desain and Field Engineering Survey .......................................................... 3-1
3.2. Status Contract Change Order (CCO) dan Addendum............................................ 3-4

4. LAPORAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI


4.1 Monitoring Kemajuan Pekerjaan ........................................................................... 4-1
4.2 Status Sertifikat Pembayaran Bulanan .................................................................. 4-2

5. MONITORING QUALITY CONTROL & LINGKUNGAN


5.1 Quality Control .......................................................................................................... 5-1
5.2 Pengukuran Dampak Lingkungan dan Perbaikannya Pada Tahap Konstruksi .......... 5-12

LAMPIRAN
A Peta Quarry Proyek
B - Foto
BAB - 1
PENDAHULUAN
1.1 Sasaran dan Latar Belakang Proyek
1.2 Maksud Penyusunan Laporan
1.3 Lokasi dan Detil Proyek
1.4 Data proyek
BAB - 2
KEGIATAN DAN ORGANISASI KONSULTAN
2.1 Catatan Umum Supervision Engineers
2.2 Lingkup dan Layanan Konsultan
2.3 Mobilisasi/Demobilisasi
2.4 Organisasi dan Manajemen Proyek
2.5 Rapat/Kunjungan
2.6 Ringkasan Laporan Konsultan
2.7 Diagram Organisasi Penyedia Jasa
BAB - 3
STATUS REVISI DESAIN & CHANGE ORDER
3.1 Revisi Desain dan Field Engineering Survey
3.2 Status Contract Change Order (CCO) dan Addendum
BAB - 4
LAPORAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI
4.1 Monitoring Kemajuan Pekerjaan
4.2 Status Sertifikat Pembayaran Bulanan
4.1 Monitoring Kemajuan Pekerjaan
4.1.1 Sketsa Peta
4.1.2 Diagram Monitoring Kemajuan Konstruksi
4.1.3 Jadual Kemajuan Konstruksi
4.1.4 Diagram Cuaca
4.2 Status Sertifikat Pembayaran Bulanan
4.2.1 Status Finansial
4.2.2 Status Sertifikat Pembayaran Bulanan
4.2.3 Fotocopy Sertifikat Pembayaran Bulanan
4.2.4 Permasalahan dan Rencana Solusi
BAB - 5
MONITORING KUALITAS & LINGKUNGAN
5.1 Quality Control
5.2 Pengukuran Dampak Lingkungan dan Perbaikannya
Pada Tahap Konstruksi
LAMPIRAN
A - Peta Quarry Proyek
B - Foto