Anda di halaman 1dari 4

Analisa Network Performance Serta Optimasi Network Studi Kasus

Stasiun Rawabuntu
Achmad Malik1 dan Mudrik Alaydrus2
Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Mercu Buana, Jakarta1,2
achmad_malik@ymail.com, mudrikalaydrus@yahoo.com
Abstract Community of people needs for tidak memungkinkan untuk dibangun suatu teknologi
telecommunications needs progressively increased. We need a nirkabel maka teknologi kabel adalah solusinya.
reliable telecommunication network that meets those needs.
Apalagi kita lihat saat ini persaingan bisnis di dunia
WCDMA or 3G that has reliability and advantages when
compared with the previous technology. Just like other telekomunikasi semakin ketat, operator seluler harus fokus
telecommunication systems, the technology is vulnerable to pada peningkatan efisiensi dan penggunaan pengeluaran
disruptions caused by multiple factors in the field. We need a biaya yang paling minimum dengan hasil efektif, pada sisi
measure to determine how well the network at a given location. lain operator juga harus memberikan layanan yang terbaik
if the area being measured has a bad performance ke pengguna telepon seluler.
optimization requires a process in order to have good Setiap operator besar memiliki jaringan yang sangat
performance according to standard conditions of Key
kompleks dan didukung oleh perangkat perangkat jaringan
Performance Index (KPI).
dari berbagai vendor. Setiap daerah dapat memiliki
Keyword WCDMA, 3G, Optimization, KPI karakteristik berbeda misalnya daerah kota Bandung yang
bergunung gunung pasti memiliki karakteristik berbeda
Abstrak - Optimasi dilakukan apabila terjadi bad dengan Jakarta yang banyak memiliki gedung gedung
performance pada suatu lokasi seluler terutama WCDMA atau 3G pencakar langit . apalagi sebuah jaringan seluler pasti
tertentu. Pada jurnal ini akan dibahas mengenai optimasi pada berhubungan dengan karakteristik gelombang radio di udara
suatu lokasi yang mengalami bad performance kemudian menjadi bebas.
good performance menurut standar Key Peformance Index (KPI).
Dan pada sebuah stasiun kereta api yang pada jam
Kata Kunci - WCDMA, 3G, Optimasi, KPI jam tertentu terjadi penumpukan pelanggan sehingga suatu
BTS / NodeB tidak dapat bekerja secara maksimal. Oleh
I. PENDAHULUAN sebab itu diperlukan suatu optimasi pada jaringan tersebut
agar didapatkan suatu jaringan yang bagus untuk melayani
Pertambahan penduduk dunia yang begitu pesat dengan kebutuhan para pengguna.
berbagai latar belakang yang mereka miliki, minat, serta Baik serta buruknya suatu jaringan dapat ditentukam
tingkatan sosial yang berbeda menimbulkan berbagai berdasarkan Key Performance Index (KPI) yang dapat
kebutuhan. Dari berbagai kebutuhan yang paling mendasar dibagi menjadi beberapa parameter seperti, Received Signal
bagi manusia ialah kebutuhan untuk saling bertukar Code Power (RSCP), Energy chip per Noise
informasi atau saling berkomunikasi. Manusia yang pada (EcNo), Call Setup Success Ratio (CSSR), Call Completion
dasarnya adalah makhluk sosial yang artinya mereka tidak Success Ratio (CCSR), Data Throughput, Serta Handover
dapat hidup sendiri dan membutuhkan bantuan orang lain, Success Ratio (HSR) [5] yang dapat juga sebagai parameter
memerlukan suatu bentuk komunikasi yang mendukung Quality of Service (QoS) [1] suatu jaringan.
segala aktifitas yang mereka jalani dala kehidupan sehari
hari. Dengan kebutuhan tersebut maka perkembangan
teknologi komunikasi sangatlah pesat untuk menunjang II. DASAR TEORI
kebutuhan manusia yang mempunyai kesibukan serta UMTS merupakan suatu revolusi dari GSM yang
mobilitas yang tinggi. Teknologi komunikasi nirkabel atau mendukung kemampuan generasi ketiga (3G). UMTS
wireless merupakan salah satu bentuk teknologi komunikasi menggunakan teknologi akses WCDMA dengan system DS-
yang paling banyak dipilih dibandingkan dengan teknologi WCDMA (Direct Seqence Wideband CDMA). Terdapat dua
kabel. Hal ini dikarenakan teknologi nirkabel memiliki mode yang digunakan dalam WCDMA dimana yang
kemampuan moblitas yang tinggi serta perkembangannya pertama menggunakan FDD (Frequency Division Duplex)
yang begitu cepat untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan kedua dengan menggunakan TDD (Time Division
bila dibandingkan dengan teknologi kabel. Akan tetapi Duplex). FDD dikembangkan di Eropa dan Amerika
teknologi komunikasi kabel tetap mempunyai peran lebih sedangkan TDD dikembangkan di Asia. Pada WCDMA
dalam suatu jaringan komunikasi. Jika dalam suatu area FDD, digunakan sepasang frekuensi pembawa 5 MHz pada
uplink dan downlink dengan alokasi frekuensi untuk uplink EcNo
yaitu 1945 MHz 1950 MHz dan untuk downlink yaitu Ec/No merupakan perbandingan antara daya sinyal
2135 MHz 2140 MHz. terima per chip terhadap sinyal noise. Ec/No menunjukkan
Proses optimasi adalah proses yang penting untuk threshold minimum yang dapat diterima oleh MS. Berikut
menjaga performansi sebuah jaringan, baik itu jaringan 2G nilai Ec/No yang disepakati :
maupun jaringan 3G. dimana sebuah jaringan dengan
kualitas baik akan berdampak langsung kepada kepuasan
pelanggan. Sedangkan keterlambatan pengindikasian Tabel 2 Nilai Ec/No
masalah dan keterlambatan penanganan masalah pada Tipe Metode
jaringan secara langsung akan berdampak kepada Parameter Target KPI
Layanan Pengukuran
ketidakpuasan pelanggan sehingga akan memacu
Quality Ec/No Walktest - 14 dB
munculnya keluhan dari pelanggan. Beberapa metode
optimasi yang sering digunakan adalah :
CSSR
Metode Kontrol Daya (Power Control) CSSR (Call Setup Success Ratio) merupakan persentase
tingkat keberhasilan pembangunan hubungan dengan
Power Control merupakan suatu upaya untuk
ketersediaan kanal suara. Berikut nilai CSSR yang
mengontrol daya pancar dari BTS atau dari MS agar
disepakati :
mendapatkan kualitas komunikasi yang baik,
Tabel 3 Nilai CSSR
Metode Neighborlist Priority (Handover Control) Tipe Metode
Parameter Target KPI
Handover merupakan fungsionalitas dasar dari sebuah Layanan Pengukuran
jaringan GSM. Handover memungkinkan MS tetap Quality CSSR Walktest 90%
terhubung ke jaringan dalam keadaan idle maupun sedang
melakukan panggilan meski posisi MS berpindah-pindah
(mobile).
.(1)
Metode Tilting Antenna CCSR
Tilting Antenna merupakan langkah optimasi yang CCSR (Call Completion Success Ratio) adalah
dilakukan padaantena di BTS yang ditujukan untuk prosentase dari keberhasilan proses panggilan yang dihitung
mengubah coverage area yang dilayani oleh BTS dapat dari MS si penelepon melakukan panggilan sampai
dilakukan dengan teknik tilting, yaitu pemiringan / panggilan tersebut terjawab oleh si penerima panggilan.
perubahan antena yang dilakukan untuk mengatur coverage Berikut nilai CCSR yang disepakati :
dari antenna.

Key Perfomance Index (KPI) Key Performance Index Tabel 4 Nilai CCSR
atau KPI adalah suatu parameter yang dapat Tipe Metode
Parameter Target KPI
mempresentasikan bagus atau tidaknya suatu jaringan. Layanan Pengukuran
Beberapa parameter yang dapat melihat performansi dari Quality CCSR Walktest 90%
jaringan UMTS atau 3G adalah seperti RSCP, EcNo, CSSR,
CCSR, Data Troughput, dan SHR.

RSCP (2)
RSCP atau Received Signal Code Power merupakan Data Throughput
besarnya daya yang diterima oleh MS dari Base Station atau Dalam layanan 3G peran data throughput sangat berperan
NodeB. RSCP dapat digunakan sebagai parameter coverage. penting dalam kepuasan pelanggan. Maka dibutuhkan
Berikut tabel nilai dari RSCP yang disepakati : kecepatan data yang baik untuk memenuhi target
pengukuran. Berikut nilai data throughput yang telah
disepakati :
Tabel 1 Nilai RSCP
Tipe Metode
Layanan
Parameter
Pengukuran
Target KPI Tabel 5 Nilai Data Throughput
- 92 Tipe Metode Target
Coverage RSCP Walktest Parameter
dBm Layanan Pengukuran KPI
Quality Throughput Walktest 128
kbps Gambar 2 Parameter Optimasi
Dapat kita lihat dari gambar parameter di atas yang
SHR dilakukan beberapa kali percobaan untuk mendapatkan hasil
yang optimal. Neighbouring Cell Individual Offset adalah
Success Handover Ratio adalah perpindahan MS dari
yang berkaitan dengan proses handover, CIOOFFSET
satu NodeB ke NodeB yang lain. Berikut nilai handover
adalah threshold atau ambang batas dari kualitas sinyal dari
yang telah disepakati :
sel atau sektor pemancar ke sel atau sektor penerima.
Karena itu, mengubah CIOOFFSET akan berdampak
Tabel 6 Nilai SHR pada proses handover, apakah proses handover tersebut
akan menjadi lebih cepat atau lambat tergantung dari nilai
Tipe Metode
Parameter Target KPI yang dimasukkan.
Layanan Pengukuran
Dari beberapa kali percobaan didapatkan 4 hasil yang
Quality SHR Walktest 98%
terbaik. Untuk perubahan CIOOFFSET sebanyak 5
didapatkan hasil yang berbeda. Berikut hasil percobaan
untuk beberapa parameter yang dibawah standar KPI.
.......(2)
Tabel 7 Hasil Percobaan
III. METODOLOGI PENELITIAN CIOOFFSET EcNo Data Troughput CSSR CCSR
Proses optimasi secara garis besar dapat dijabarkan 0 -29 dBm 64 kbps 92% 100%
berupa gambar blok diagram alur. Berikut diagram alur
5 -25 dBm 64 kbps 92% 75%
proses optimasi yang akan dilakukan :
10 -9 dBm 1000 kbps 92% 100%
15 -12 dBm 500 kbps 83% 100%
20 -12 dBm 500 kbps 62% 100%

EcNo
Untuk mengukur parameter Ec/No menggunakan MS3
dengan kondisi dedicated, yakni dilakukan dengan kondisi
MS3 melakukan panggilan selama 60 detik dengan jeda
waktu 10 detik secara kontinyu. Berikut hasil pengukuran
Ec/No pada Stasin Rawabuntu:

Gambar 1 Flowchart

Metodologi Penelitian yang dipakai ialah dengan cara


pengumpulan data melalui proses pengukuran yang
dilakukan pada stasiun Rawabuntu sebanyak dua kali untuk
pengambilan data awal serta untuk pengambilan data
pembanding sesudah dilakukan optimasi.
Gambar 2 EcNo
IV. PROSES OPTIMASI DAN PENGUKURAN
Dapat dilihat terjadi perubahan yang cukup signifikan
dari hasil proses optimasi yang dilakukan sebelumnya. Dari
hasil optimasi didapatkan nilai Ec/No berkisar pada -9 dB.
Data Throughput
V. KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat dari hasil pengukuran dan
proses optimasi Mengubah parameter CIO sebesar 10 detik
yang mengakibatkan lebih lamanya proses handover terjadi.
Kemudian Terjadi perubahan yang cukup besar kondisi
sebelum dilakukan optimasi dan sesudah optimasi. Dan
terjadi peningkatan performance menjadi good performance
berdasarkan KPI. Dimana dengan parameter RSCP berada
pada level -6 dBm, EcNo berada pada angka -9 dB, data
troughput berada pada kecepatan 1000 kbps, CSSR sebesar
92 %, CCSR sebesar 100%, dan SHR sebesar 100% .

Gambar 3 Data Throughput VI. DAFTAR PUSTAKA

Dapat dilihat terjadi perubahan yang cukup signifikan [1] Hader, Bilal, M. Zafrullah, dan M.K. Islam. 2009.
dari hasil proses optimasi yang dilakukan sebelumnya. Dari Radio Frequency Optimization & QoS Evaluation in
hasil optimasi didapatkan nilai data throughput mengalami Operational GSM Network. Proceeding of the World
kenaikan 500 kbps. Congress on Engineering and Computer Science, Vol.1.

[2] Kiswanto, Heri, Arifin. 2011. Analisa Unjuk Kerja


CSSR Jaringan Operator 3G (WCDMA-UMTS) Menggunakan
Metode Drivetest. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh
Tabel 8 Hasil CSSR Nopember.

Call Call Call Call [3] Usman, Uke Kurniawan. 2008. Pengantar Ilmu
Attempt Setup Established Blocked Telekomunikasi. Bandung : Informatika.
13 12 12 1
[4] Wardhana, Lingga. 2011. 2G 3G Planning and
Optimization for Consultant. Jakarta : Nulis Buku.
Dari data pada tabel di atas dapat kita hitung presentase
dari CSSR dengan menggunakan rumus :
[5] Zhu, Huato dan Theodore Buot. 2004. Multi-Parameter
Optimization in WCDMA Radio Networks. Vehicular
Technology Conference, 2004. VTC 2004-Spring. 2004
IEEE 59th. Vol.4.

CCSR

Tabel 9 Hasil CCSR


Call Call Call Call
Attempt Setup Established Drop
12 12 12 0

Dari data pada tabel di atas dapat kita hitung presentase


dari CSSR dengan menggunakan rumus :