Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Nikel merupakan salah satu barang tambang yang penting, manfaatnya begitu

besar bagi kehidupan sehari hari, seperti pembuatan logam anti karat, campuran

pada pembuatan stainless steel, baterai nickel metal hybride, dan berbagai jenis

barang lainnya. Keserbagunaan ini pula yang menjadikan nikel sangat berharga dan

memiliki nilai jual tinggi di pasaran dunia. Batuan ultramafik yang terbentuk

kemudian mengalami proses pelapukan kimia dan mekanis menyebabkan

terbentuknya endapan nikel laterit. Pelapukan pada batuan peridotit menyebabkan

unsur-unsur yang mobile larut dan terendapkan pada zona bagian bawah laterit,

sedangkan unsur-unsur dengan mobilitas rendah sampai immobile seperti Ni, Fe, Co,

Cr, Mn, Al mengalami pengkayaan secara residual dan sekunder ( Waheed, 2002 ).

Bijih nikel diperoleh dari endapan nikel laterit yang terbentuk akibat

pelapukan batuan ultramafik yang mengandung nikel 0,2 0,4 % (Golightly, 1981).

Jenis jenis batuan tersebut antara lain batuan yang banyak mengandung mineral

olivin, piroksen, dan amphibole (Rajesh, 2004).

Nikel laterit umumnya ditemukan pada daerah tropis, dikarenakan iklim yang

mendukung terjadinya pelapukan, selain topografi, drainase, tenaga tektonik, batuan

induk, dan struktur geologi (Elias, 2001). Adanya batuan asal merupakan syarat

utama untuk terbentuknya endapan nikel laterit, macam batuan asalnya adalah batuan

1
ultramafik. Dalam hal ini pada batuan ultramafik tersebut terdapat elemen Ni yang

paling banyak diantara batuan lainnya, mempunyai mineral-mineral yang paling

mudah lapuk atau tidak stabil, seperti olivine dan piroksin mempunyai komponene-

komponen yang mudah larut dan memberikan lingkungan pengendapan yang baik

untuk nikel.

Penelitian menggunakan analisis pertografi yakni menganalisi mineral

dibawah sayatan tipis merupakan salah satu metode dalam menentukan kandungan

jenis mineral yang terdapat di dalam tubuh sampel/conto batuan serta analisis

geokimia unsur batuan dasar yang terdapat didaerah penelitian. Oleh karena itu,

penelitian ini penting dilakukan dalam penentuan jenis batuan dasar dengan

hubungannya terhadap kualitas endapan nikel laterit.

Berdasarkan yang telah diuraiakn diatas maka diakannya penelitian dengan

judul Analisis Petrografi dan Geokimia Unsur Batuan Dasar (bedrock) Terhadap

Kualitas Endapan Nikel Laterit pada PT. Teknik Alum Service Daerah Buleleng,

Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini meliputi :

1. Bagaimana mengetahui kandungan mineral dan jenis batuan dasar endapan nikel

laterit dari hasil pemboran (coring) ?

2. Bagaimana analisis petrografi dan geokimia unsur batuan dasar terhadap kualitas

endapan nikel laterit ?

2
1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam

penelitian ini adalah :

1. Menentukan kandungan mineral yang terdapat dalam batuan dasar dan jenis

batuan dasar endapan nikel laterit dari hasil pemboran (coring)

2. Menentukan analisis petrografi dan geokimia unsur batuan dasar terhadap kualitas

endapan nikel laterit

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Bagi keilmuan

Secara teoritis penelitian ini akan memberi sumbangsih bagi pemahaman kualitas

endapan nikel laterit dengan menggunakan analisis petrografi (sayatan tipis) dan

geokimia unsur batuan dasar pembentuk endapan nikel laterit.

2. Bagi perusahaan

Memberi data dan informasi mengenai kualitas endapan nikel laterit pada daerah

Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan PT. Teknik Alum Service.