Anda di halaman 1dari 41

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

DAFTAR ISI

PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iv

BAB I PENDAHULUAN 1
A Latar Belakang 1
B Maksud danTujuan 3
C Hasil yang diharapkan 3

BAB II RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER 5


A Pengertian 5
B Fungsi 5
C Ketentuan umum 5
D Dasar hukum 6
E Prinsip 8
F Strategi dan langkah-langkah dalam menyusun RPS 9
G Komponen Rencana Pembelajaran Semester 13

BAB III PENUTUP 20

LAMPIRAN 21
1. Contoh RPS 22
2. Contoh Kata Kerja Operasional 34

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kegiatan pembelajaran adalah suatu rangkaian proses, yang di
dalamnya mencakup 3 kegiatan pokok yang saling berkaitan yaitu
(1) perencanaan pembelajaran (2) pelaksanaan proses belajar
mengajar dan (3) evaluasi hasil belajar. Keberhasilan kegiatan
pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor. Salah satunya
adalah tersedianya rencana pembelajaran yang sistematik dan
sesuai dengan kebutuhan. Rencana pembelajaran merupakan
kegiatan tahap awal yang memiliki fungsi sangat penting dan
strategis. Rencana pembelajaran berfungsi sebagai rambu-rambu
yang akan memberi arah dalam pelaksanaan pembelajaran
sehingga kegiatan dapat berlangsung secara efisien dan efektif.
Rencana pembelajaran juga berfungsi sebagai kontrak
(kesepakatan kerja) antara mahasiswa dan dosen, tentang apa
yang akan dicapai dalam satu semester ke depan, kompetensi-
kompetensi apa yang harus dikuasai, topik-topik apa yang harus
dipelajari, bagaimana proses pembelajaran akan dilaksanakan,
tugas-tugas apa yang harus dipenuhi, dan bagaimana penilaian
akan dilaksanakan.

Dosen memiliki kewajiban untuk menyusun rencana


pembelajaran. Keharusan menyusun rencana pembelajaran
merupakan tanggung jawab moral dan profesional yang harus
dilakukan oleh dosen untuk menjamin terselenggaranya kegiatan
pembelajaran yang sistematik dan bermutu. Menyusun rencana
pembelajaran juga merupakan kewajiban formal sebagai dosen
untuk memenuhi tuntutan aturan perundangan yang berlaku. Di
dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
(Permenristekdikti) Nomor 44 tahun 2015 tentang standar
nasional pendidikan tinggi, disebutkan bahwa menyusun rencana
pembelajaran merupakan bagian dari standar proses yang harus
dijalankan oleh dosen (pasal 10 ayat 1 dan 2). Di dalam pasal
selanjutnya (pasal 12) disebutkan bahwa rencana pembelajaran

2
wajib dibuat untuk setiap mata kuliah yang disajikan dalam
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau istilah lain.

Untuk memenuhi kewajiban formal dan profesional sebagaimana


disebutkan di atas, dosen dituntut untuk memiliki pengetahuan
dan keterampilan dalam menyusun rencana pembelajaran. Dosen
harus memiliki pengetahuan tentang hakikat rencana
pembelajaran, komponen-komponen yang harus dicakup di dalam
rencana pembelajaran serta memiliki kemampuan dalam
mengembangkannya. Kemampuan mengembangkan rencana
pembelajaran harus merupakan bagian yang integral dari
kemampuan pedagogis yang harus dimiliki oleh dosen. Selain
dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan, dosen juga harus
memiliki semangat dan komitmen dalam mengembangkan
rencana pembelajaran. Semangat dan komitmen untuk
mengembangkan rencana pembelajaran harus sama kuatnya
dengan semangat dan komitmen untuk mengajar itu sendiri.
Separuh dari kesuksesan mengajar terletak pada rancangan
pembelajaran yang disusun sebelum pelaksanaan proses
pembelajaran.

Universitas Negeri Jakarta dan seluruh unit pengelola akademik


yang ada di dalamnya (fakultas, jurusan, program studi, lembaga,
pusat) memiliki kewajiban untuk memfasilitasi para dosen dalam
megembangkan rencana pembelajaran. Para dosen perlu
didorong dan difasilitasi agar memiliki pengetahuan, keahlian dan
komitmen dalam menyusun rencana pembelajaran. Untuk
merespon pemikiran dan kebutuhan tersebut, perlu disediakan
naskah tertulis yang akan menjadi pedoman, rujukan dan sumber
bagi dosen dalam memahami dan mengembangkan rencana
pembelajaran. Naskah pedoman ini diharapkan akan berfungsi
sebagai wahana untuk mendorong dan mengkondisikan para
dosen mengembangkan rencana pembelajaran secara bermutu
dan merata pada semua dosen. Naskah pedoman ini sekaligus
juga berfungsi sebagai ikatan legal untuk memperkuat kewajiban

3
dosen dalam mengembangkan rencana pembelajaran
sebagaimana diamanahkan di dalam aturan perundangan.

Rencana pembelajaran, khususnya di perguruan tinggi, memiliki


ragam istilah dan format. Ada istilah silabus, garis besar program
perkuliahan, satuan acara perkuliahan, rencana program kegiatan
pembelajaran semester (RPKPS), rencana kegiatan pembelajaran
semester (RKPS) dan lain-lain. Adanya keragaman tersebut
merupakan konsekuensi logis dari adanya keragaman dalam
sumber rujukan yang digunakan baik berupa buku, teori, aturan
perundangan dan lain-lain. Dalam naskah ini, digunakan istilah
Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Pemakaian istilah
tersebut didasarkan kepada alasan bahwa nama tersebut secara
langsung dan tersurat disebut di dalam Permenristekdikti Nomor
44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi (lihat
pasal 12).

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Naskah ini dimaksudkan sebagai pedoman, petunjuk atau rambu-
rambu bagi semua dosen yang ada di Universitas Negeri Jakarta
(UNJ) dalam menyusun rencana pembelajaran semester.
Tujuannya supaya semua dosen mengembangkan rencana
pembelajaran semester dengan standar mutu yang sama. Tujuan
akhirnya, supaya terselenggara kegiatan perkuliahan yang efektif
dan efisien untuk menghasilkan lulusan yang bermutu.

C. HASIL YANG DIHARAPKAN


Tersedia naskah pedoman penyusunan rencana pembelajaran
semester yang simpel, informatif dan komprehensif.
Naskah pedoman penyusunan rencana pembelajaran
semester terdistribusikan dan tersosialisasikan kepada semua
dosen.
Tersedia rencana pembelajaran semester (RPS) yang
memenuhi standar mutu, untuk setiap mata kuliah di setiap
program studi.

4
Terselenggara kegiatan peninjauan (review) dan pembaharuan
(revisi) rencana pembelajaran semester oleh setiap dosen
secara periodik pada setiap periode perkuliahan (semester/
tahun) untuk disesuaikan dengan perkembangan dan
kebutuhan.
Tersedia dokumen rencana pembelajaran semester (RPS) di
program studi, dalam bentuk soft copy dan print out untuk
semua mata kuliah yang ada di prodi.

5
BAB II
RANCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

A. PENGERTIAN
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) adalah rencana
pelaksanaan pembelajaran yang dibuat untuk kurun waktu satu
semester untuk satu matakuliah. Ada beberapa istilah yang
kurang lebih memiliki arti yang sama dengan RPS, yaitu silabus,
Rencana Kegiatan Pebelajaran Semester (RKPS), Rencana
Program Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS). Dalam
naskah ini dipilih dan ditetapkan nama RPS, karena didasarkan
kepada bunyi pasal 12 permenristekdikti nomor 44 tahun 2015
tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Istilah Rencana
Pembelajaran Semester (RPS) disebut secara langsung dan
tersurat di dalam pasal tersebut.

B. FUNGSI
RPS berfungsi sebagai petunjuk, pedoman, dan/atau rambu-
rambu pelaksanaan pembelajaran suatu matakuliah pada kurun
waktu satu semester. RPS juga berfungsi sebagai kontrak
perkuliahan antara dosen dan mahasiswa pada matakuliah dan
semester tersebut.

C. KETENTUAN UMUM
1. Setiap dosen wajib membuat rencana pembelajaran semester
(RPS).
2. RPS wajib dikomunikasikan kepada mahasiswa di awal
perkuliahan.
3. Setiap dosen wajib menyampaikan/ menyerahkan naskah RPS
kepada ketua Program Studi masing-masing.
4. Setiap dosen wajib meninjau, merevisi, memutakhirkan
rencana pembelajaran semester pada awal tahun atau
semester berikutnya sebelum perkuliahan baru dimulai

6
5. RPS wajib dipresentasikan dan dibahas dalam rapat kerja
dosen program studi.
6. Fakultas, jurusan atau program studi wajib memfasilitasi dosen
untuk menyusun/ merevisi/ memutakhirkan dan membahas
rencana pembelajaran semester, melalui rapat kerja, lokakarya
atau sejenisnya.

D. DASAR HUKUM
a. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
b. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan
Dosen.
c. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar
nasional pendidikan.
d. Undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan
Tinggi, khususnya bab III bagian pertama tentang penjaminan
mutu, dan bagian kedua tentang standar pendidikan tinggi.
e. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
(Permenristekdikti) Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar
Nasional Pendidikan Tinggi. Berikut disajikan beberapa pasal
dan ayat yang secara operasional berkaitan dengan
pembelajaran dan rencana pembelajaran:
a. Pasal 10 ayat (1): Standar proses pembelajaran merupakan
kriteria minimal tentang pelaksanaan pembelajaran pada
program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran
lulusan.
b. Pasal 10 ayat (2): Standar proses sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) mencakup:
1) karakteristik proses pembelajaran;
2) perencanaan proses pembelajaran;
3) pelaksanaan proses pembelajaran; dan
4) beban belajar mahasiswa.
c. Pasal 12, ayat (1): Perencanaan proses pembelajaran
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf b

7
disusun untuk setiap mata kuliah dan disajikan dalam
rencana pembelajaran semester (RPS) atau istilah lain.
d. Pasal 12 ayat (2): Rencana pembelajaran semester (RPS)
atau istilah lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri
atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang
ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam program studi.
e. Pasal 12 ayat (3): Rencana pembelajaran semester (RPS)
atau istilah lain paling sedikit memuat;
1) Nama program studi, nama dan kode mata kuliah,
semester, sks, nama dosen pengampu;
2) Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada
mata kuliah;.
3) Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap
tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian
pembelajaran lulusan;
4) Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang
akan dicapai;
5) Metode pembelajaran;
6) Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan
pada tiap tahap pembelajaran;
7) Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam
deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa
selama satu semester;
8) Kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan
9) Daftar referensi yang digunakan.
f. Pasal 10 ayat (4): Rencana pembelajaran semester (RPS)
atau istilah lain wajib ditinjau dan disesuaikan secara
berkala dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi
g. Pasal 13 ayat (1): Pelaksanaan proses pembelajaran
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf c
berlangsung dalam bentuk interaksi antara dosen,
mahasiswa, dan sumber belajar dalam lingkungan belajar
tertentu.

8
h. Pasal 13 ayat (2): Proses pembelajaran di setiap mata
kuliah dilaksanakan sesuai Rencana pembelajaran
semester (RPS) atau istilah lain dengan karakteristik
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11.

E. PRINSIP
Penyusunan RPS harus memperhatikan dan menjalankan prinsip-
prinsip sebagai berikut:
1. Kolaboratif. Rencana pembelajaran semester harus disusun
dengan melibatkan semua pihak yang terkait. Jika suatu mata
kuliah diampu oleh lebih dari satu dosen (team), maka semua
dosen harus terlibat dalam penyusunan RPS. Jika diperlukan,
dosen dapat melibatkan mahasiswa pada saat
mengembangkan RPS.
2. Berbagi (share). Rencana pembelajaran semester harus
dikomunikasikan kepada dosen satu tim perkuliahan, dosen
lain di prodi, mahasiswa dan pihak-pihak lain yang ada
keterkaitan. Rencana pembelajaran semester harus
disampaikan kepada mahasiswa, dipahami dan disepakati oleh
mereka.
3. Sistematik-cermat. Rencana pembelajaran semester
mencakup sejumlah komponen yang harus disusun secara
cermat, teratur, dan runtut dengan urutan yang logis. Sehingga
mudah untuk dipahami.
4. Mutakhir (up to date). Rencana pembelajaran semester harus
disusun dengan mempertimbangkan perkembangan terakhir
dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait
dengan mata kuliah. Dengan demikian, RPS harus ditinjau dan
direvisi setiap saat. Dengan demikian, RPS juga harus bersifat
dinamis, artinya dapat ditinjau dan direvisi setiap saat, sesuai
dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknlogi
5. Fleksibel. Rencana pembelajaran yang telah disusun
dimungkinkan untuk berubah dalam implementasinya
disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kebutuhan yang ada,

9
untuk memperoleh hasil pembelajaran yang lebih baik. Dosen
atau program studi juga dimungkikan melakukan penyesuaian
atau pengembangan terhadap format RPS yang ditetapkan
dalam naskah ini, untuk disesuaikan dengan kebutuhan/
karakteristik unik yang ada di program studi dan dimaksudkan
untuk lebih mengoptimalkan keberhasilan proses
pembelajaran terkait dengan keunikannya.
6. Praktis-efektif. RPS harus simple dan praktis tetapi efektif
untuk memfasilitasi pembelajaran yang bermutu dan
mengantarkan mahasiswa mencapai kompetensi yang
diharapkan.
7. Pembelajaran aktif-inovatif. RPS disusun dengan
berorientasi kepada proses pembelajaran yang aktif, kreatif,
dan inovatif. Pembelajaran berpusat pada mahasiswa, dengan
mengedepankan pendekatan scientifik dan keterampilan
proses.

F. STRATEGI DAN LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN


RPS

Untuk menghasilkan RPS yang baik, dosen perlu menempuh


strategi dan langkah-langkah yang logis dan sistematis. Sekurang-
kurangnya ada 9 tahap atau langkah yang harus ditempuh oleh
dosen dalam menyusun RPS. Keseluruhan tahapan tersebut
dapat dilihat pada gambar skematik berikut:

10
Gambar 01: strategi dan tahapan penyusunan RPS

Uraian lebih rinci dari masing-masing tahapan tersebut adalah


sebagai berikut:

1. Mencermati profil lulusan


Sebelum menyusun RPS, dosen harus mencermati profil
lulusan yang akan dihasilkan oleh jurusan atau program studi.
Dosen tidak perlu membuat profil lulusan karena profil lulusan
sudah dirumuskan dan tersedia di program studi. Dosen perlu
memcermati profil lulusan, supaya pembelajaran yang akan
dilaksanakan memiliki kaitan dan kontribusi untuk mewujudkan
profil lulusan.

2. Mencermati capaian pembelajaran lulusan (kompetensi


lulusan) atau program learning outcome
Kompetesi lulusan atau sering disebut juga capaian
pembelajaran program studi adalah kemampuan-kemampuan
yang harus dikuasai oleh mahasiswa setelah menyelesaikan
11
(lulus) dari program studi. Sebelum menyusun RPS dosen
harus mencermati dan berusaha menghayati kompetensi
lulusan. Tujuannya supaya mata kuliah yang akan
dilaksanakan memiliki kaitan atau kontribusi terhadap
pencapaian kompetensi lulusan. Dosen tidak perlu menyusun
kompetensi lulusan karena sudah disusun dan tersedia di
dalam kurikulum program studi. Cermati dan tandai
kompotenesi lulusan mana yang ada kaitannya dengan mata
kuliah yang akan diampu.

3. Analisis capaian pembelajaran mata kuliah (courses


learning outcome)
Pada tahap ini, dosen harus menganalisis kompetensi-
kompetensi yang akan dicapai melalui mata kuliahnya. Artinya,
dosen harus mencermati atau menyusun kemampuan-
kemampuan apa yang harus dimiliki oleh mahasiswa setelah
menyelesaikan mata kuliah. Jika prodi telah menyusun
kurikulum secara lengkap dan tuntas, rumusan kompetensi
mata kuliah sesungguhnya sudah tersedia dalam kurikulum
prodi. Jadi, dosen hanya tinggal mengutip dari kurikulum prodi.

4. Analisis ruang lingkup substansi kajian (materi)


perkuliahan
Pada tahap ini, dosen mencoba mencermati dan
mengidentifikasi ruang lingkup dan kedalaman materi yang
relevan dengan (berkontribusi terhadap) pencapaian
kompetensi mata kuliah.Oleh karena itu, pada tahap ini dosen
melakukan eksplorasi terhadap sejumlah bahan pustaka
(buku) yang relevan dengan kompetensi mata kuliah.

5. Analisis alokasi waktu belajar (bobot sks dan waktu yang


tersedia)
Pada tahap ini dosen berusaha untuk mengetahui atau
memahami berapa alokasi waktu yang disediakan untuk
malaksanakan perkuliahan dalam satu semester. Ini akan
terkait dengan jumlah bobot sks yang dimiliki mata kuliah

12
tersebut. Misalnya, jika mata kuliah berbobot 3 sks (mata
kuliah teoritik), maka dosen memahami bahwa tersedia alokasi
waktu belajar sebanyak 16 kali pertemuan tatap muka @ 150
menit.

6. Menyusun RPS
Setelah tujuan (kompetensi) dipahami, lingkup
substansi/materi teridentifikasi, dan alokasi waktu yang
tersedia juga sudah diketahui, maka sekarang saatnya dosen
mulai menyusun RPS. Pada waktu menyusun RPS, dosen
harus memperhatikan prinsip-prinsip penyusunan RPS (lihat
uraian tentang prinsip-prinsip), dan memahami sistematika
atau komponen-komponen yang harus ada dalam RPS (lihat
uraian tentang kompoenen RPS).

7. Membahas dan mengkomunikasikan RPS


RPS yang sudah disusun harus dipresentasikan dan dibahas
dalam diskusi tim dosen (team teaching), dosen serumpun
atau program studi. Kegiatan ini penting supaya ada proses
cross check, saling menguatkan dan saling menyempurnakan,
untuk mencapai RPS yang relevan, efektif dan efisien. RPS
yang sudah disusun selanjutnya harus dikomunikasikan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan, baik dosen dan
terutama mahasiswa.

8. Melaksanakan RPS
Ini merupakan tahap dimana dosen mengimplementasikan
RPS yang telah disusun dalam proses pembelajaran. Tahap ini
merupakan puncak dari rangkaian proses pengembangan
RPS. Prinsipnya adalah bahwa dosen harus menjalani proses
pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah dituangkan
dalam RPS. Kendatipun demikian, dimungkinkan bahwa ada
terjadi perubahan disebabkan karena ada perubahan pada
asumsi-asumsi yang telah ditetapkan pada waktu menyusun
RPS.

13
9. Mereview dan merevisi RPS
Jika mata kuliah yang sama akan diajarkan lagi pada semester
atau tahun berikutnya, maka wajib bagi dosen untuk
melakukukan peninjauan (review) dan perbaikan (revisi)
terhadap RPS yang sudah disusun sebelumnya. Keharusan
meninjau dan merevisi RPS berangkat dari prinsip DINAMIS.
Bahwa RPS perlu ditinjau dan direvisi sesuai dengan
kebutuhan dan perkembangan paling mutakhir. RPS pada
dasarnya adalah kontrak perkuliahan yang disusun dan
diberlakukan untuk suatu periode semester tertentu. Oleh
karena itu, perlu ditinjau dan diperbaharui pada saat memasuki
semester yang baru. Peninjauan dan pembaharuan RPS dapat
dilakukan pada komponen tujuan pembelajaran,
substansi/bahan kajian, proses pembelajaran dan/atau
komponen evaluasi. Peninjauan RPS dilakukan dengan
mempertimbangkan perkembangan terakhir terkait dengan
substansi keilmuan atau metodologi pembelajaran.

G. KOMPONEN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER


Rencana pembelajaran semester harus mampu memberikan
informasi yang detail dan komperehensif tentang apa yang akan
terjadi (akan dilakukan) dalam proses pembelajaran selama satu
semester ke depan. RPS harus memberikan gambaran rencana
pembelajaran secara umum, tetapi juga gambaran secara rinci
pada setiap pertemuan. Sehubungan hal tersebut, sekurang-
kurangnya ada 12 komponen yang harus dirumuskan dalam
rencana pembelajaran semester. Keseluruhan komponen tersebut
dapat dilihat dalam gambar skematik sebagai berikut:

14
Gambar 02: komponen Rencana Pembelajaran Semester

Uraian lebih rinci dari masing-masing komponen adalah sebagai


berikut:

1. Identitas lembaga dan mata kuliah


Rencana pembelajaran semester harus memuat identitas
lembaga dimana perkuliahan dilaksanakan. Identitas lembaga
mencakup informasi mengenai nama universitas, fakultas, serta
jurusan atau program studi. RPS juga harus mencantumkan
identitas mata kuliah, di antaranya nama mata kuliah, kode, sks,
semester, sifat, pra-syarat, waktu, tempat, dosen pengampu, dan
lain-lain yang dianggap penting untuk diinformasikan.

15
2. Tujuan
Tujuan adalah kondisi yang ingin dicapai setelah mahasiswa
menyelesaikan perkuliahan. Tujuan adalah rumusan (pernyataan)
secara umum tentang kemampuan yang harus dimiliki oleh
mahasiswa setelah selesai mengikuti perkuliahan. Rumusan
tujuan, selanjutnya akan dijabarkan secara lebih rinci ke dalam
kompetensi mata kuliah atau capaian pembelajaran mata kuliah

3. Deskripsi
Deskripsi mata kulian adalah informasi (gambaran) umum tentang
apa yang akan dipelajari dan/atau akan dilakukan dalam kegiatan
perkuliahan pada mata kuliah tersebut. Deskripsi kurang lebih
memiliki makna atau maksud yang sama dengan sinopsis atau
abstrak dari sebuah tulisan. Tujuannya untuk memberikan
gambaran umum mengenai mata kuliah tersebut dengan
melibatkan tidak lebih dari 200 kata. Deskripsi utamanya
menjelaskan tentang ruang lingkup materi (substansi kajian) yang
akan dipelajari.

4. Capaian pembelajaran lulusan (kompetensi lulusan)


Kompetensi lulusan adalah kompetensi-kompetensi yang harus
dicapai oleh mahasiswa setelah menyelesaikan studi di
jurusan/prodi bersangkutan. Dosen harus menganalisis, memilih
dan menentukan kompetensi lulusan yang akan dirujuk (dicapai)
oleh mata kuliahnya. Minimal ada satu kompetensi lulusan yang
dicantumkan dalam silabus. Hal ini penting dicantumkan agar
setiap perkuliahan yang dilaksanakan oleh dosen memiliki kaitan
(kontribusi) yang nyata dengan pencapaian kompetensi lulusan.
Dosen tidak perlu membuat kompetensi lulusan, karena
kompetensi lulusan sudah dirumuskan oleh jurusan/prodi. Jadi
tugas dosen adalah mencari dan memilih kompetensi lulusan
yang terkait dengan mata kuliahnnya.

16
5. Capaian pembelajaran mata kuliah (courses learning
outcome)
Kompetensi mata kuliah adalah kemampuan-kemampuan yang
harus dikuasai oleh mahasiswa setelah selesai mengikuti
perkuliahan. Kompetensi mata kuliah sering juga disebut dengan
istilah capaian pembelajaran. Capaian pembelajaran biasanya
sudah dirumuskan dan tersedia di kurikulum jurusan/prodi. Ada
beberapa anjuran yang penting diperhatikan dalam menyusun
kompetensi perkuliahan:
Dirumuskan dalam bentuk kemampuan (kata kerja).
Mendukung terhadap pencapaian kompetensi lulusan program
studi.
Sebaiknya mencakup ranah kemampuan kognitif, afektif dan
psikomotorik secara seimbang.
Jika ranah afektif tidak dirumuskan secara tersurat, maka
harus dikondisikan sebagai hidden curriculum (atau nurturant
effect).
Melibatkan semua level kemampuan kognitif (c1-c6). Semakin
tinggi semakin dianjurkan (c3 ke atas).

6. Materi (bahan kajian)


Substansi kajian adalah materi, konsep, teori, topik, pokok
bahasan atau tema yang harus dipelajari oleh mahasiswa untuk
mecapai kompetensi yang telah ditetapkan. Rumusan substansi
kajian bisa bersifat umum (pokok bahasan atau topik inti), dan
bisa juga bersifat rincian (sub pokok bahasan atau sub topik).
Substansi kajian harus mendukung (relevan dengan) kompetensi
pembelajaran yang akan dicapai. Substansi kajian adalah daftar
konsep, materi, topik, yang akan dipelajari oleh mahasiswa
selama satu semester dalam perkuliahan. Topik/ materi yang akan
dipelajari telah melalui proses benchmarking dengan topik/ materi
yang dikaji di minimal satu universitas terkemuka di luar negeri.

7. Kegiatan pembelajaran (strategi)


Pada bagian ini diuraikan secara umum tentang pendekatan,
strategi, metode atau kegiatan yang akan dilaksanakan dalam

17
perkuliahan. Pendekatan atau strategi yang diterapkan harus
menekankan kepada mahasiswa sebagai subjek yang aktif dalam
belajar (active learning), pendekatan proses, scientific, inquiry,
kolaboratif, dan kontekstual.

8. Tugas/tagihan
Pada bagian ini diuraikan tentang kewajiban atau tugas-tugas
yang harus dilaksanakan, diselesaikan, dan dilaporkan oleh
mahasiswa selama mengikuti perkuliahan dalam satu semester.
Tugas yang ditetapkan oleh dosen bisa tugas kelompok maupun
individu, baik tugas di dalam kampus maupun di luar kampus,
tugas praktikum maupun yang bersifat teoritik-konseptual. Contoh
tugas/tagihan yang mungkin dirumuskan oleh dosen dalam
rencana pembelajaran semester, di antaranya:
Membuat makalah individu
Membuat makalah kelompok
Membuat resume perkuliahan
Tugas studi kasus dan membuat laporan hasil studi kasus
Tugas observasi dan membuat laporan hasil observasi
Tugas praktikum di laboratorium
Tugas praktik mengajar
Tugas membuat karya (produk)
Dan lain-lain

9. Penilaian
Pada bagian ini diuraikan tentang metode/teknik penilaian,
instrument penilaian, komponen penilaian, dan kriteria/bobot
penilaian yang akan diberlakukan dalam perkuliahan. Contoh
untuk masing-masing aspek dapat dilihat pada tabel berikut:

Metode/teknik misalnya tes tulis, tes lisan, tes


performance (uji kinerja), observasi,
penugasan, portofolio, dan lain-lain
Instrumen misalnya soal tes, lembar pengamatan,
chekclist, skala penilaian (rating scale),
rubric, format portofolio, dan lain-lain

18
Komponen peniaian ujian tengah semester
ujian akhir semester
tugas studi kasus
tugas penulisan makalah dan presentasi
kehadiran
Kriteria/bobot nilai akhir ditetapkan dengan kriteria dan
penilaian bobot sebagai berikut:
ujian tengah semester (20%)
ujian akhir semester (25%)
tugas studi kasus (30%)
tugas penulisan makalah dan presentasi
(25%)

Penilaian juga diharapkan mampu menjangkau tiga ranah


kemampuan utama yaitu sikap, keterampilan (umum dan khusus)
dan pengetahuan.

10. Peraturan
Bagian ini menguraikan tentang aturan-aturan atau tata tertib
pokok yang harus ditaati/dilaksanakan oleh mahasiswa maupun
dosen selama mengikuti perkuliahan. Aturan ini penting disajikan
sebagai acuan perilaku (norma) selama perkuliahan berlangsung
sehingga perkuliahan dapat berjalan secara baik, tertib, dan
efektif. Peraturan juga penting dirumuskan dalam RPS sebagai
bagian dari upaya untuk pengembangan karakter, kebiasaan-
kebiasaan dan perilaku baik dari para mahasiswa. Peraturan pada
hakikatnya adalah pernyataan tentang perilaku-perilaku yang
diharapkan dan atau tidak diperbolehkan dilakukan oleh
mahasiswa selama perkuliahan. Aturan yang ditetapkan dalam
RPS sebaiknya jumlahnya tidak terlalu banyak. Peraturan
sebaiknya dibatasi pada hal-hal yang pokok/penting yang sangat
terkait dengan kelangsungan dan efektivitas proses pembelajaran.
Misalnya:
Berapa kahadiran minimal mahasiswa dalam pembelajaran
Kapan harus masuk kelas
Bagaimana posisi HP

19
Bagaimana etika untuk bertanya, menjawab, meninggalkan
kelas.
Anjuran untuk saling menghargai.
Larangan membuat gangguan/kegaduhan dalam kelas
Larangan plagiarisme
Dan lain-lain.

11. Sumber (Referensi)


Pada bagian ini disajikan informasi tentang bahan pustaka (buku,
paper, jurnal, dll) yang akan dijadikan rujukan dalam perkuliahan.
Disarankan pustaka yang mutakhir, sumber utama (buku
induk/dasar), bermutu, relevan dengan substansi dan kompetensi
mata kuliah dan diupayakan lebih dari satu sumber. Dipastikan
bahwa sumber bukan buku-buku yang bersifat self-help (buku
akademik, bukan buku populer)

12. Satuan acara perkuliahan


Satuan acara perkuliahan adalah rencana pembelajaran secara
lebih rinci untuk setiap pertemuan. Di dalamnya menyajikan
informasi tentang kompetensi yang akan dicapai pada suatu
pertemuan, materi yang akan dibahas, kegiatan yang akan
dilakukan, alokasi waktu tersedia, media dan sumber yang akan
digunakan dan evaluasi atau tagihan yang akan diberlakukan
pada pertemuan tersebut. Deskripsi ini dibuat untuk setiap
pertemuan selama satu semester. Satuan acara perkuliahan
dapat disusun secara naratif ke bawah, atau disusun dalam
bentuk matrik. Dalam pedoman ini, satuan acara perkuliahan
disusun dalam bentuk matrik, yang di dalamnya mencakup aspek-
aspek sebagai berikut:
a. Pertemuan ke (tanggal)
Menyajikan informasi tentang pertemuan ke berapa dan terjadi
pada tanggal berapa.
b. Capaian pembelajaran
Menyajikan informasi tentang kompetensi atau capaian
pembelajaran yang akan akan dicapai pada setiap pertemuan.
c. Materi

20
Menyajikan informasi tentang materi atau substansi kajian
yang akan dibahas pada setiap pertemuan.
d. Indikator
Menyajikan informasi tentang indikator keberhasilan yang
harus muncul atau dicapai pada setiap pertemuan.
e. Kegiatan pembelajaran (metode)
Menyajikan informasi tentang kegiatan atau aktivitas yang
akan dilakukan pada setiap pertemuan, baik aktivitas siswa
maupun dosen.
f. Alokasi waktu
Menyajikan informasi tentang barapa jumlah waktu yang akan
dihabiskan dalam setiap pertemuan. Jika mata kuliah berbobot
3 sks, maka alokasi waktu yang tersedia pada setiap
pertemuan diperkirakan 150 menit.
g. Sumber dan media
Menyajikan informasi tentang sumber dan atau media
pembelajaran yang akan digunakan pada setiap pertemuan.
h. Evaluasi/tagihan
Menyajikan informasi tentang tagihan yakni tugas yang harus
dikerjakan oleh mahasiswa dan diserahkan kepada dosen
pada suatu pertemuan. Jika pada pertemuan tersebut, dosen
akan melaksanakan evaluasi, maka deskripsikan pada bagian
ini. Dalam suatu pertemuan, mungkin dosen tidak melakukan
evaluasi, tetapi ada tugas/tagihan yang harus dikerjakan dan
diserahkan kepada dosen. Dalam pertemuan lain, mungkin
dosen melakukan evaluasi, dan dalam pertemuan lainnya,
mungkin dosen tidak melakukan kedua-duanya.

21
BAB III
PENUTUP

Melalui naskah pedoman ini, ditargetkan semua dosen menyusun


rencana pembelajaran secara periodik dengan mutu yang baik. Para
pimpinan pengelola akademik di fakultas maupun program studi
diharapkan untuk proaktif melakukan pembinaan dan pengembangan
kepada para dosen untuk mewujudkan misi ini. RPS juga harus
diupload di laman/ web UNJ agar dapat diakses oleh mahasiswa.
Lembaga Penjaminan Mutu diharapkan secara periodik melakukan
monitoring dan evaluasi untuk memastikan bahwa para dosen telah
menyusun rencana pembelajaran dan menjalankannya secara
konsisten.

Diharapkan semua pihak dapat mendukung dan memberi kontribusi


positif dan memberi komitmen yang kuat dalam program ini, sehingga
dapat meningkatkan mutu pembelajaran di UNJ secara signifikan.
UNJ berharap dapat menghasilkan lulusan yang lebih baik di masa
mendatang, untuk membangun bangsa yang lebih bermartabat, maju,
mandiri, adil, dan sejahtera.

22
LAMPIRAN

Contoh Rencana Pembelajaran Semester


Contoh daftar kata kerja

23
Contoh:
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

Universitas : Universitas Negeri Jakarta


Fakultas : ..
Program Studi : ..

Mata Kuliah : Psikologi Pendidikan


Bobot/Sks : 2 Sks
Kode Mata Kuliah : 00000000000
Sifat : 1. konseptual/teoritik
2. seminar/praktikum
3. praktik lapangan
Pra-Syarat : Psikologi Perkembangan
Semester : Genap, 2014-2015
Periode Kuliah : Januari-Juli 2015
Jumlah Pertemuan tatap muka : 16 Kali, @ 150 Menit
Jadwal Kuliah : Selasa, jam 08.00-09.40
Ruang : R. 305 Gedung Kartini Lt. 3
Dosen Pengampu : 1. Dr. Jumadil Awal, M.Psi
2. ..

A. TUJUAN
Mahasiswa memiliki pemahaman tentang teori dan/atau konsep-konsep
dalam psikologi pendidikan serta implikasinya dalam pelaksanaan
pendidikan dan pembelajaran.

B. DESKRIPSI
Mata kuliah ini membahas tentang hakekat psikologi, hakikat psikologi
pendidikan, dan berbagai teori atau konsep dalam psikologi pendidikan
serta implikasinya dalam pelaksanaan pembelajaran/pendidikan.

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN (KOMPETENSI LULUSAN)


Ada empat capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang terkait
dengan mata kuliah ini (lihat kurikulum prodi), yaitu:
1. Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pendidikan khusus
untuk semua jenis kebutuhan khusus
2. Mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi
pembelajaran pada berbagai layanan pendidikan khusus

24
3. Mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar mengajar pada tiap
jenjang dan satuan pendidikan khusus yang dilandasi dengan
nilai-nilai humanitarian dan hak asasi manusia
4. Mampu menemukenali anak dengan kebutuhan khusus
dengan menggunakan berbagai teknik dan strategi asesmen.

D. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH


Kemampuan-kemampuan yang harus dikuasai oleh mahasiswa setelah
menyelesaikan mata kuliah ini adalah:
1. Mampu menjelaskan hakikat psikologi dan psikologi pendidikan.
2. Mampu mendeskripsikan perkembangan kognitif dan bahasa
peserta didik.
3. Mampu mendeskripsikan perkembangan kepribadian, social dan
emosi.
4. Mampu menjelaskan konsep keragaman siswa (learner differences).
5. Mampu menjelaskan konsep Inteligensi dan kreativitas.
6. Mampu menjelaskan ragam siswa berkebutuhan khusus (student
with special needs/student with exceptionalities).
7. Mampu menjelaskan teori belajar behavioristik (Behavioral theories
of learning).
8. Mampu menjelaskan teori belajar kognitif (Cognitive theories of
learning).
9. Mampu menjelaskan teori belajar sosial dan konstruktivisik (Social
and constructivist theory of learning).
10. Mampu menjelaskan konsep Motivasi (motivation).
11. Mampu mendeskripsikan konsep pengelolaan kelas (classroom
management).
12. Mampu menjelaskan konsep Mengajar (teaching).
13. Mampu menjelaskan hakikat Assessment dalam pembelajaran.

E. MATERI (BAHAN KAJIAN)


Materi-materi yang akan dikaji pada mata kuliah ini adalah:
1. Hakikat psikologi dan psikologi pendidikan.
2. Perkembangan kognitif dan bahasa.
3. Perkembangan kepribadian, social dan emosi.
4. Keragaman siswa (learnerdifferences)
5. Siswa dengan kebutuhan khusus (student with special
needs/student with exceptionalities).
6. Behavioral theories of learning.
7. Cognitive (and social cognitive) theories of learning.

25
8. Social and constructivist theory of learning.
9. Motivasi (motivation).
10. Inteligensi dan kreativitas
11. Membangun lingkungan kelas yang kondusif (classroom
management).
12. Mengajar (teaching and/for learning).
13. Assessment/evaluation dalam pembelajaran.

F. KEGIATAN PEMBELAJARAN (STRATEGI)


Pembelajaran akan dilakukan dengan strategi student active learning.
Mahasiswa difasilitasi untuk aktif mencari, menemukan dan
memperoleh berbagai konsep dan atau teori dalam psikologi. Untuk
memenuhi kondisi tersebut, ada 4 kegiatan utama yang akan
dilaksanakan dalam perkuliahan:
1. Presentasi (penyajian) materi oleh dosen. Dosen mempresentasikan
materi di 2-3 kali pertemuan pertama. Materi yang dipresentasikan
adalah kontrak kuliah, garis besar keseluruhan konsep/materi yang
akan dipelajari dalam satu semester. Pembagian tugas (individu dan
kelompok) juga diinformasikan dan disepakati pada pertemuan ke-1
sampai dengan ke-2. Dosen menyampaikan pembasasan secara
garis besar (highligt) keseluruhan materi yang akan dibahas dalam
satu semester. Pada setiap diskusi kelas dosen juga mempunyai
kewajiban untuk menyajikan paparan sebagai klarifikasi dan
sekaligus penguatan terhadap konsep/materi yang dibahas dalam
diskusi kelas.
2. Penugasan. Selama perkuliahan satu semester, ada tugas yang
harus dibuat oleh mahasiswa, mencakup penugasan membuat
paper kelompok, membuat resume perkuliahan dan tugas studi
kasus.
3. Diskusi kelas. Setiap kelompok mendapat kesempatan untuk
presentasi paper kelompok dalam diskusi kelas. Pada setiap akhir
diskusi kelas, dosen harus memberikan presentasi untuk
mengklarifikasi materi yang dibahas dalam diskusi.
4. Teleconferences. Pada saat perkuliahan tatap muka tidak dapat
dilangsungkan karena suatu alasan, pembelajaran dapat dilakukan
melalui pembelajaran jarak jauh secara online.

G. TUGAS/TAGIHAN
Ada 3 tugas (sebagai tagihan) yang harus dikerjakan dan diserahkan
oleh mahasiswa, selama mengikuti perkuliahan, yaitu:

26
1. Membuat paper kelompok. Kelas dibagi kedalam 10 kelompok.
Setiap kelompok ditugaskan untuk membuat paper tentang topik
tertentu. Topik diambil dari daftar substansi kajian yang telah
ditetapkan. Paper disajikan dalam diskusi kelas. Petunjuk penulisan
paper lebih detail dapat dilihat pada lampiran.
2. Melakukan dan membuat laporan studi kasus. Setiap mahasiswa
ditugaskan untuk melakukan studi kasus, sebagai tugas akhir
perkuliahan. Tugas dan pedoman studi kasus disosialisasikan di
awal perkuliahan. Mahasiswa memiliki waktu untuk studi kasus
sepanjang semester. Petunjuk lebih detail pelaksanaan studi dapat
dilihat pada lampiran.
3. Membuat resume perkuliahan. Pada setiap akhir pertemuan
kuliah, mahasiswa ditugaskan membuat resume singkat, tentang
konsep/materi yang diperolah pada pertemuan tersebut. Resume
menggunakan format yang telah ditetapkan, dan dikirim melalui
email, paling lambat 24 jam dari waktu akhir perkuliahan. Petunjuk
pembuatan resume lebih detail dapat dilihat pada lampiran.

H. PENILAIAN
Metode/teknik penilaian:
Tes tulis
Penilaian kinerja

Instrumen penilaian:
Soal tes tulis
Rubrik penilaian makalah
Lembar penilaian kinerja

Komponen dan bobot penilaian:


1. Tugas membuat paper kelompok 15%
2. Performance presentasi paper 15%
3. Ujian tengah semester 15%
4. Ujian akhir semester 20%
5. Tugas studi kasus 25%
6. Kehadiran 10%

I. PERATURAN (TATA TERTIB)


1. Mahasiswa hadir dalam perkuliahan tatap muka minimal 80% dari
jumlah pertemuan ideal (lihat aturan akademik universitas).
2. Setiap mahasiswa harus aktif dan partisipatif dalam perkuliahan.

27
3. Dosen dan Mahasiswa tiba di kelas tepat waktu sesuai dengan
waktu yang ditetapkan/disepakati.
4. Ada pemberitahuan jika tidak hadir dalam perkuliahan tatap muka.
5. Selama perkuliahan berlangsung, HP dalam posisi off atau silent.
6. Meminta izin (dengan cara mengangkat tangan) jika ingin berbicara,
bertanya, menjawab, meninggalkan kelas atau keperluan lain.
7. Saling menghargai dan tidak membuat kegaduhan/gangguan/
kerusakan dalam kelas.
8. Tidak boleh ada plagiat dan bentuk-bentuk pelanggaran norma
lainnya.

J. SUMBER (REFERENSI)
1. Anita Woolfolk (2007). Educational Psychology (ninth edition,
International edition). Boston: Pearson education, Inc.
2. John W. Santrock (2001).Educational Psychology (international
edition). Boston: Mc Graw Hill.
3. Paul Eggen and Don Kauchak (2004). Educational Psychology:
Windows on lassrooms (sixth edition, international edition). New
Jersey: Pearson Prentice Hall.
4. Robert E. Slavin (2006). Educational psychology (edisi terjemahan).
Jakarta: PT Indeks.
5. Gerrig R.J. And Zimbardo, PG. (2005). Psychology and Life (7th ).
Boston: Pearson.

K. SATUAN ACARA PERKULIAHAN


(Lihat di halaman berikut)

28
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
Pert.ke Capaian Bahan Kajian Indikator Kegiatan Alokasi Sumber dan Tagihan/
(tgl.) Pembelajaran (materi) keberhasilan pembelajaran waktu Media Penilaian
(Metode)
1 Mahasiswa Kontrak dan orientasi Mahasiswa Dosen menyajikan 150 RPS.
Tgl...... memiliki perkuliahan: memperoleh/ dan mendiskusikan Laptop, LCD
pemahaman membahas tujuan, materi, memiliki RPS kontrak kuliah (RPS) Literatur yang
tentang tujuan, strategi, sumber dan Menyepakati bersama akan
ruang lingkup evaluasi, tugas dan kontrak mahasiswa. digunakan
materi, strategi tagihan dalam perkuliahan. perkuliahan
dan evaluasi (RPS) RPS dishare kepada
perkuliahan Menyepakati mahasiswa.
(memahami dan tugas
menyepakati Membagi dan
kontrak kuliah). menyepakati tugas.
2 Mampu Hakikat psikologi dan Mendefinisikan Diskusi kelas. 150 2:40-57 Makalah
Tgl...... menjelaskan psikologi pendidikan: psikologi Presentasi dan 3:23-35 kelompok.
hakikat psikologi Membahas tentang konsep menjelaskan klarifikasi materi Bahan
dan psikologi psikologi, tujuan tujuan oleh dosen. presentasi
pendidikan, serta mempelajari psikologi, mempelajari Laptop, LCD (PPT).
implikasinya berbagai teori/perspekstif psikologi PPT Membuat
dalam proses dalam psikologi, ruang membandingkan summary.
pendidikan. lingkup kajian psikologi, beberapa teori
cabang-cabang psikologi. dalam psikologi.
Hakekat, kedudukan, Membedakan
tujuan (kegunaan) dan cabang-cabang
ruang lingkup kajian dalam psikologi
psikologi pendidikan. Mencari
Kenapa guru harus hubungan antara

29
mempelajari psikologi psikologi dan
pendidikan. Karakteristik psikologi
dan tuntutan kompetensi pendidikan
seorang guru. Menjelaskan
pengertian
psikologi
pendidikan
Menjelaskan
tujuan psikologi
pendidikan
Mendeskripsikan
ruang lingkup
kajian psikologi
pendidikan

3 Mampu Perkembangan kognitif Diskusi kelas. 150 1:21-57 Makalah


Tgl...... mendeskripsikan dan bahasa: Presentasi dan 3:32-74 kelompok.
perkembangan Mengkaji definisi dan klarifikasi materi Bahan
kognitif dan prinsip perkembangan, oleh dosen. presentasi
Laptop, LCD
bahasa pada otak dan perkembangan (PPT).
PPT
peserta didik, kognitif, teori Piaget Membuat
serta tentang perkembangan summary.
implikasinya kognitif, pandangan Lev
dalam proses Vygotsky tentang peran
pendidikan. sosio-cultural dalam
perkembangan bahasa,
perkembangan bahasa,
implikasi teori piaget dan
vygotsky dalam
pembelajaran.

30
4 Mampu Perkembangan Diskusi kelas. 150 1:63-103 Makalah
Tgl...... mendeskripsikan kepribadian, social dan Presentasi dan 3: 78-114 kelompok.
perkembangan emosi: klarifikasi materi Bahan
kepribadian, Membahas tentang oleh dosen. Laptop, LCD presentasi
social dan emosi, perkembangan PPT (PPT).
serta kepribadian, social dan Membuat
implikasinya emosi. Pendekatan summary.
dalam proses Bronfenbrenner tentang
pendidikan. pengaruh konteks social
terhadap perkembangan,
Teori psikososial dari
Erikson, teori Kohlberg
dan piaget tentang
perkembangan moral, self
concept, self esteem.

5 Mampu Keragaman siswa Diskusi kelas. 150 1: 109-129 Makalah


Tgl...... menjelaskan (learner differences): Presentasi dan 3:116-154 kelompok.
konsep Membahas tentang klarifikasi materi Bahan
keragaman siswa hakekat dan keragaman oleh dosen. Laptop, LCD presentasi
(learner inteligensi, gaya belajar PPT (PPT).
differences), (learning style), keragaman Membuat
serta status social ekonomi, summary.
implikasinya kultur (etnis dan ras),
dalam proses gender. Implikasinya
pendidikan. dalam proses
pembelajaran/pendidikan.

6 Mampu Siswa dengan kebutuhan Diskusi kelas. 150 1:130-154 Makalah

31
Tgl...... menjelaskan khusus (student with Presentasi dan 3:158-189 kelompok.
konsep special needs/student klarifikasi materi Bahan
Inteligensi dan with exceptionalities): oleh dosen. Laptop, LCD presentasi
kreativitas, serta Membahas tentang konsep PPT (PPT).
implikasinya anak berkebutuhan Membuat
dalam proses khusus, ragam anak summary.
pendidikan. berkebutuhan khusus:
hambatan kecerdasan,
kesulitan belajar, ADHD,
physical disabilities, visual
disabilities, hearing
disabilities, communication
disorders, autism, gifted
and talented, inclusive
education.

7 Mampu Behavioral theories of Diskusi kelas. 150 1:205-240 Makalah


Tgl...... menjelaskan teori learning:. Presentasi dan 3:194-231 kelompok.
belajar Membahas tentang definisi klarifikasi materi Bahan
behavioristik belajar, contiguity, classical oleh dosen. Laptop, LCD presentasi
(Behavioral conditioning, operant PPT (PPT).
theories of conditioning, Membuat
learning), serta pelaksanaan/strategi summary.
implikasinya pembelajaran berbasis
dalam proses teori behavioral,
pendidikan.

32
8 Ujian Tengah 150
Tgl..... Semester

9 Mampu Cognitive (and social- Diskusi kelas. 150 1: 247-288 Makalah


Tgl...... menjelaskan teori cognitive) theories of Presentasi dan 3: 234-274 kelompok.
belajar kognitif learning: klarifikasi materi Bahan
(Cognitive Di antaranya membahas oleh dosen. Laptop, LCD presentasi
theories of tentang sensori, memori, PPT (PPT).
learning), serta cognitive dan meta Membuat
implikasinya cognitive, teori social- summary.
dalam proses cognitif dalam belajar:
pendidikan. learning observation, self
management, self
instruction.

10 Mampu Social and constructivist Diskusi kelas. 150 1:329-340 Makalah


Tgl...... menjelaskan teori theory of learning: Presentasi dan 3:278-307 kelompok.
belajar sosial dan Membahas tentang social klarifikasi materi Bahan
konstruktivisik cognitive theory (reciprocal oleh dosen. Laptop, LCD presentasi
(Social and determination), penerapan PPT (PPT).
constructivist teori social cognitive (self Membuat
theory of regulation, self efficacy summary.
learning), serta dll.), teori konstruktivistik
implikasinya dan
dalam proses penerapannya/implikasinya
pendidikan. dalam pembelajaran.

11 Mampu Motivasi (motivation). Diskusi kelas. 150 1: 371-407 Makalah


Tgl...... menjelaskan Membahas tentang Presentasi dan 3:348-420 kelompok.

33
konsep Motivasi konsep, jenis motivasi, dan klarifikasi materi Bahan
(motivation), berbagai teori tentang oleh dosen. Laptop, LCD presentasi
serta motivasi dintaranya teori PPT (PPT).
implikasinya behavioral, humanistik dan Membuat
dalam proses cognitive. Dibahas juga summary.
pendidikan. cara atau strategi dalam
membangkitkan motivasi
dan implementasinya
dalam praktik
pendidikan/pembelajaran.

12 Mampu Inteligensi dan Diskusi kelas. 150 Makalah


Tgl...... menjelaskan kreativitas: Presentasi dan kelompok.
konsep Membahas tentang klarifikasi materi Bahan
Inteligensi dan pengertian intelegensi, oleh dosen. presentasi
kreativitas, serta teori dan dimensi (PPT).
implikasinya inteligensi, pengukuran Membuat
dalam proses inteligensi, kecerdasan summary.
pendidikan. majemuk. Pengertian, jenis
dan proses kreativitas.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi kreativitas,
dan strategi meningkatkan
kreativitas.

13 Mampu classroom management: Diskusi kelas. 150 1: 443-475 Makalah


Tgl...... mendeskripsikan Membahas tentang upaya- Presentasi dan 3:424-458 kelompok.
konsep upaya untuk menciptakan klarifikasi materi Bahan
pengelolaan iklim/lingkungan belajar oleh dosen. Laptop, LCD presentasi
kelas (classroom yang positif, effective PPT (PPT).

34
management), classroom management, Membuat
serta rule, procedure, summary.
implikasinya consequencies,
dalam proses merencanakan dan
pendidikan. mempertahankan situasi
kelas yang kondusif,
brbagai cara mengatasi
gangguan prilaku di kelas.

14 Mampu Mengajar (teaching Diskusi kelas. 150 1:477-515 Makalah


Tgl...... menjelaskan and/for learning): Presentasi dan 3:460-487 kelompok.
konsep Mengajar Membahas tentang klarifikasi materi Bahan
(teaching), serta Pembelajaran yang efektif oleh dosen. Laptop, LCD presentasi
implikasinya (effective teaching), PPT (PPT).
dalam proses perencanaan Membuat
pendidikan. pembelajaran, strategi summary.
pembelajaran, guru yang
efektif, kompetensi
esensial guru, teacher-
directed instruction,
student centered teaching,
dll.

15 Mampu Asesmen dalam Diskusi kelas. 150 1:521-583 Makalah


Tgl...... menjelaskan pembelajaran: Presentasi dan 3:492-567 kelompok.
hakikat Membahas tentang klarifikasi materi Bahan
Assessment hakekat asesmen, oleh dosen. Laptop, LCD presentasi
dalam sejumlah pendekatan PPT (PPT).
pembelajaran, dalam asesmen seperti Membuat
serta standardized test, summary.

35
implikasinya classroom assessment,
dalam proses alternative assessment
pendidikan. (authentic assessment,
portofolios dll.).

16 Ujian Akhir 150 Laporan studi


Tgl...... Semester kasus

Mengetahui: Jakarta, 25 Januari 2016


Ketua Program Studi Dosen,

.. Dr. Jumadi Awal, M.Psi

36
CONTOH KATA KERJA OPERASIONAL

RANAH KOGNITIF
Mencipta (C7)
Pengetahuan (Cl) Pemahaman (C2) Penerapan (C3) Analisis (C4) Sintesis (C5) Penilaian (C6)
Mengutip Memperkirakan Menugaskan Menganalisis Mengabstraksi Membandingkan Merakit,
Menyebutkan Menjelaskan Mengurutkan Mengaudit Mengatur Menyimpulkan mengubah,
Menjelaskan Mengkategorikan Menentukan Memecahkan Menganimasi Menilai membuat,
Menggambar Mencirikan Menerapkan Menegaskan Mengumpulkan Mengarahkan membangun,
Membilang Merinci Menyesuaikan Mendeteksi Mengkategorikan Mengkritik mencipta,
Mengidentiflkasi Mengasosiasikan Mengkalkulasi Mendiagnosis Mengkode Menimbang merancang,
Mendaftar Membandingkan Memodifikasi Menyeleksi Mengkombinasikan Memutuskan mendirikan,
Menunjukkan Menghitung Mengklasifikasi Memerinci Menyusun Memisahkan merumuskan,
Memberi label Mengkontrasikan Menghitung Menominasikan Mengarang Memprediksi menulis.
Memberi indek Mengubah Membangun Mendiagramkan Membangun Memperjelas
Memasangkan Mempertahankan Mengurutkan Mengkorelasikan Menanggulangi Menugaskan
Menamai Menguraikan Membiasakan Merasionalkan Menghubungkan Menafsirkan
Menandai Menjalin Mencegah Menguji Menciptakan Mempertahankan
Membaca Membedakan Menentukan Mencerahkan Mengkreasikan Memerinci
Menyadap Mendiskusikan Menggambarkan Menjelajah Mengoreksi Mengukur
Menghafal Menggali Menggunakan Membagankan Merancang Merangkum
Menim Mencontohkan Menilai Menyimpulkan Merencanakan Membuktikan
Mencatat Menerangkan Melatih Menemukan Mendikte Memvalidasi
Mengulang Mengemukakan Menggali Menelaah Meningkatkan Mengetes
Mereproduksi Mempolakan Mengemukakan Memaksimalkan Memperjelas Mendukung
Meninjau Memperluas Mengadaptasi Memerintahkan Memfasilitasi Memilih
Memilih Menyimpulkan Menyelidiki Mengedit Membentuk Memproyeksikan
Menyatakan Meramalkan Mengoperasikan Mengaitkan Merumuskan
Mempelajari Merangkum Mempersoalkan Memilih Menggeneralisasi
Mentabulasi Menjabarkan Mengkonsepkan Mengukur Menggabungkan
Memberi kode Melaksanakan Melatih Memadukan

37
Menelusuri Meramalkan Mentransfer Membatasi
Menulis Memproduksi Mereparasi
Memproses Menampilkan
Mengaitkan Menyiapkan
Mensuimulasikan Memproduksi
Memecahkan Merangkum
Mel.akukan Merekonstruksi
Mentabulasi
Menyusun
Memproses
meramalkan

38
CONTOH DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL

RANAH AFEKTIF
Mengkarakterisasi (A5)
Menerima (Al) Menanggapi (A2) Menilai (A3) Mengorganisasi (A4)
(menjadi karakter)
(receivig) (responding) (valuing) (organization)
Memilih Menjawab Mengasumsikan Menganut Mengubah prilaku
Mempertanyakan Mem bantu Meyakini Mengubah Berakhlak mulia
Mengikuti Mengajukan Melengkapi Menata Mempengaruhi
Memberi Mengkompromikan Meyakinkan Mengklasifikasikan Mendengarkan
Menganut Menyenangi Memperjelas Mengkombinasikan Mengkualifikasi
Mematuhi Menyambut Memprakarsai Mempertahankan Melayani
Meminati Mendukung Mengimani Membangun Menunjukkan
Mendukung Mengundang Membentuk pendapat Membuktikan
Menyetujui Menggabungkan Memadukan memecahkan
Menampilkan Memperjelas Mengelola
Melaporkan Mengusulkan Menegosiasi
Memilih Menekankan Merembuk
Mengatakan Menyumbang
Memilah
Menolak

39
CONTOH KATA KERJA OPERASIONAL

RANAH PSIKOMOTOR

TINGKAT DESKRIPSI CONTOH AKTIVITAS KATA KERJA


KETERAMPILAN YANG DIUKUR
IMITASI Meniru tindakan dari yang Mengamati guru atau pelatih Meniru, mengikuti, mereplikasi,
(IMITATION) ditunjukkan orang lain. kemudian menirukannya mengulangi,
mengamati kemudian
mereplikasi
MANIPULASI Mereproduksi aktivitas dari Melakukan tugas dari instruksi tertulis Menciptakan kembali,
(MANIPULATION) pelatih atau ingatannya atau verbal membangun, menijukkan,
melaksanakan,
mengimplementasikan
Mempertunjukkan
PRESISI Melakukan keterampilan mempertunjukkan keahlian Mendemonstrasikan,
(PRECISION) tanpa bantuan orang lain melaksanakan tugas atau aktivitas melengkapi, mempertunjukkan,
tanpa bantuan atau instruksi, menyempurnakan,
mampu menunjukkan aktivitas pada mengkalibrasi, mengontrol.
siswa lain.
ARTIKULASI Mengadaptasi dan Mengaitkan dan mengkombinasikan Mengkonstruksikan,
(ARTICULATION) mengintegrasikan kealian aktivitas untuk mengembangkan memecahkan,
metoda mengkombinasikan,
mengkoordinasikan,
mengintgrasikan, mengadaptasi,
mengembangkan, emformulasi
NATURALISASI Melakukan aktivitas secara Mendefinisika tujuan, pendekatan dan Merancang,
(NATURALIZATION) terkait dengan tingkat strategi untuk melakukan aktivitas menspesifkasi,
keterampilan yang telah atau memenuhi keperluan mengelola,
dimiliki

40
41