Anda di halaman 1dari 15

(Lampiran I)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN MASJID RAYA PROVINSI JAWA BARAT (TAHUN JAMAK)

Uraian Pendahuluan

1. Latar Belakang : 1. Pekerjaan manajemen konstruksi ini merupakan bagian lingkup Kegiatan
Pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat di Gedebage.

2. Pengguna Anggaran adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dalam


hal ini adalah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

3. Untuk menyelenggarakan kegiatan termaksud, dibentuk Organisasi


Pengelola Kegiatan berdasarkan :

a. Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan


Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Jawa Barat tentang Program/
Kegiatan Pembangunan Infrastruktur dan Bangunan Gedung yang
didanai melalui pembiayaan Pembangunan Tahun Jamak Nomor
640 / 69 / Ass -......
............................. Ekbang tanggal 6 Desember 2016;
640/3655-Setwan Prsd
b. Keputusan Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi
Jawa Barat Nomor : 821.2/Kep.06/2017 tanggal 11 Januari 2017
tentang Penunjukan Pejabat/Pelaksana Penatausahaan Keuangan
pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat
Tahun Anggaran 2017;

c. Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Satuan Kerja Perangkat


Daerah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat
Kegiatan Perencanaan dan Pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa
Barat Tahun Anggaran 2017 Nomor1.03.01.20.02.5.2 Tanggal 5
Januari 2017

2. Maksud dan : 1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan
Tujuan Manajemen Konstruksi yang memuat masukan, azas, kriteria, keluaran,
dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan
ke dalam pelaksanaan tugas sebagai Manajemen Konstruksi;

2. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Manajemen Konstruksi


dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk
menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini.

3. Agar pelaksanaan proses penyelenggaraan pekerjaan Pembangunan


Masjid Raya Provinsi Jawa Barat (Tahun Jamak) sesuai dengan tahapan
yang diatur dalam peraturan yang berlaku dan pengawasan pelaksanaan
konstruksi dapat berjalan dengan efisien serta efektif baik sisi teknis
pelaksanaan, waktu pelaksanaan serta biaya pelaksanaan serta dapat
memenuhi standar teknis yang disyaratkan.

3. Sasaran : a. Terarahnya pelaksanaan Pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat


(Tahun Jamak) sesuai dengan tahapan kegiatan pengawasan
pelaksanaan konstruksi sampai pelaporan yang memenuhi azaz standard
dan kriteria teknis;
b. Terkendalinya kegiatan pengawasan pelaksanaan konstruksi
Pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat (Tahun Jamak) secara
berkualitas, tepat waktu, dapat tepat biaya serta diselenggarakan secara
tertib administrasi;
c. Adanya rekomendasi pengendalian, koordinasi dan evaluasi pada semua
tahapan pelaksanaan konstruksi oleh Penyedia Jasa sehingga terwujud
tertib administrasi;
d. Tersedianya data dan informasi tentang kegiatan Penyedia Jasa
Konstruksi dalam bentuk pelaporan sehingga proses pengendalian dapat
berjalan sesuai dengan rencana
e. Lingkup pekerjaan Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pembangunan
Masjid Raya Provinsi Jawa Barat (Tahun Jamak), yang meliputi
Manajemen Konstruksi :
1. Pekerjaan Pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat
2. Pekerjaan Pembebasan Lahan Masjid Gedebage
3. Pekerjaan Review Perencanaan Interior Marodh
4. Pekerjaan Struktur
5. Pekerjaan Arsitektur
6. Pekerjaan Mekanikal
7. Pekerjaan Elektrikal

4. Lokasi Kegiatan : Jalan Cimincrang,


Kecamatan Gedebage, Kota Bandung

KEYPLAN
5. Sumber : Untuk pelaksanaan kegiatan ini tersedia biaya sebesar Rp.
Pendanaan 7.093.020.000,00,- (Tujuh Milyar Sembilan Puluh Tiga Juta Dua Puluh Ribu
rupiah) sudah termasuk PPN. Sumber biaya kegiatan ini dibebankan pada
Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Pembangunan Masjid Raya Provinsi
Jawa Barat di Gedebage Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi
Jawa Barat Tahun Jamak Tahun Anggaran 2017-2018 sesuai Nota
Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat tentang Program/Kegiatan
Pembangunan Infrastruktur dan Bangunan Gedung yang didanai melalui
pembiayaan pembangunan Tahun Jamak Nomor 640 / 69 / Ass - Ekbang
tanggal 6 Desember 2016. 640/3655-Setwan Prsd

Dana yang tersedia dalam DPA Biaya pekerjaan Jasa Konsultansi


Manajemen Konstruksi dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual
setelah melalui tahapan proses pengadaan Jasa Konsultansi Manajemen
Konstruksi sesuai peraturan yang berlaku, yaitu meliputi komponen sebagai
berikut :

a. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang.

b. materi dan penggandaan laporan.

c. jasa dan overhead Manajemen Konstruksi.

d. Biaya Langsung Non Personil.

6. Nama dan : 1. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) : Ir. Barmansyah Bursyah. M.Si
Organisasi
Pejabat Pembuat 2. Nama Kegiatan : Perencanaan dan Pembangunan Masjid Raya Provinsi
Komitmen (PPK) Jawa Barat (Tahun Jamak)

3. Alamat :

Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat


Jl. Asia Afrika No. 79 Bandung

Data Penunjang

7. Data Dasar 1. Untuk melaksanakan tugasnya, penyedia jasa Konsultansi Manajemen


Konstruksi mendapatkan informasi yang diberikan oleh Kepala
Unit/Seksi yang lainnya terdiri dari :

a. Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

b. Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Para Kepala Seksi di Dinas Bina
Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

c. Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Masjid Raya Provinsi


Jawa Barat di Gedebage Tahun Anggaran 2017.

d. Instansi terkait lainnya.


2. Untuk melaksanakan tugasnya, penyedia jasa Konsultansi Manajemen
Konstruksi harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari
informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja / Bagian Kegiatan
termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja.

3. Konsultan Manajemen Konstruksi harus memeriksa kebenaran


informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya, baik yang
berasal dari Kegiatan / Bagian Kegiatan maupun yang dicari sendiri.
Kesalahan / kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan
informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Konsultan
Manajemen Konstruksi.

8. Standar Teknis : SNI-SNI tentang Bangunan Gedung serta standar


teknis terkait.

9. Studi-studi : -
terdahulu

10. Referensi : 1. UU RI No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;


Hukum
2. UU RI No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
3. UU RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
4. Peraturan pemerintah RI No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan
Jasa Konstruksi;
5. Peraturan Pemerintah RI No. 59 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa
Konstruksi;
6. Peraturan Pemerintah RI No. 36 Tahun 2005 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan
Gedung;
7. Peraturan Pemerintah RI No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang
Milik Negara/Daerah;
8. Peraturan Pemerintah RI No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup;
9. Perpres RI No. 54 Tahun 2010 jo. Perpres RI No.
35 Yahun 2010 jo Pepres RI No. 4 Tahun 2015
tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
10. Permen PU No. 29/PRT/M/2006 tentang Persyaratan Teknis Bangunan
Gedung.
11. Permen PU No.07/PRT/M/2011 tentang Standar dan Pedoman
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi.
12. Permen PU No. 30/PRT/M/2007 tentang Pedoman rencana Tata
Bangunan;
13. Permen PU No. 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman teknis Pembangunan
Bangunan Gedung Negara;
14. Permen LH No. 13 Tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan
Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan
Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup;
15. Pergub Jabar No. 99 Tahun 1999 tentang Pedoman Pelaksanaan Jasa
Konstruksi Pembangunan Bangunan Gedung Daerah.
16. Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 910/Kep.711.Org/2015 tanggal 30
Juni 2015 tentang Standar Belanja Biaya Daerah Pemerintah Provinsi
Jawa Barat Tahun Anggaran 2016.
17. SNI-SNI tentang Bangunan Gedung serta standar teknis terkait.
18. Peraturan Daerah setempat tentang Bangunan Gedung.

11. Lingkup : Kegiatan Jasa Konsultansi Manajemen Konstruksi yang dilaksanakan oleh
Kegiatan dan Penyedia Jasa Konsultansi, yang berpedoman pada ketentuan yang berlaku,
Pekerjaan yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tanggal 27
Desember 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung
Negara, Kegiatan Manajemen Konstruksi tersebut antara lain :

1. Pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat (Tahun Jamak) :

a. Lingkup pekerjaan dengan biaya konstruksi sebesar Rp.


913.874.490.000,- yang dilaksanakan secara bertahap diawali dengan
Pembiayaan Tahun Jamak Tahun Anggaran 2017 2018 sebesar Rp.
511.444.000.000,- yang meliputi :
- Struktur bawah : Pondasi Borepile dengan kedalaman 54 m, T-
Beam, Pile Cap Area Masjid, Plat Lantai;
- Struktur Atas : Balok, Kolom, Share Wall Lantai Dasar, Lantai 1 dan
Lantai Mezzanine Masjid;
- Struktur Atap/Kubah dengan rangka pipa baja bentang 99 m x 99 m
tanpa tiang, dengan ketinggian 58 m;
- Lantai Dasar :
Pasangan Dinding Masjid (Finishing Plester, Acid an Cat), Pintu
dan Jendela;
Lantai, Dinding Area Toilet dan Tempat Wudhu;
Pintu Koridor Maradh, Pintu Area Penunjang Masjid, Pintu
Engineering Office, Pintu GWT dan Genset, Pintu Gudang dan
Trafo, Pintu Janitor dan Gudang, Pintu Shaft;
Sanitair.
Pekerjaan AC dan Ventilasi Mekanik ; Ex Hause Fan termasuk
Ducting (tidak seluruhnya) dan Instalasi Kabel Power;
Pekerjaan Plumbing : Pompa Transfer, Pompa Booster,
Rooftank Air Bersih;
Pekerjaan WTP (Water Treathment Plant) Filter Pump, Filter,
Iron Remover, Karbon Filter, Unit Control Panel, Doosing Pump,
Deep Well (1 unit);
Instalasi Air Bersih;
Instalasi Air Kotor dan Air Bekas;
Pompa Hidrant, Jokey Pump, Instalasi Kabel Power Pompa;
- Lantai 1 :
Finishing sebagian Lantai Marmer Ruang Utama Shalat;
Pasangan Dinding Masjid (Finishing Plester, Acid an Cat), Pintu
dan Jendela;
Pintu Entrance Masjid, Pintu Audio, Pintu Janitor dan Gudang,
Pintu Shaft;
Jendela Ruang Shalat;
Instalasi Air Kotor;
Isntalasi Air Bersih.
- Lantai Mezzanine :
- Atap :
Kanopi Kubah (Mahkota)/ Atap Masjid termasuk rangka Pipa
Baja;
Penutup atap kubah utama (termasuk Kaca + Rangka +
asesoris);
Talang Air Hujan Siphonic.
- Pekerjaan Elektrikal : listrik, Penangkal Petir, Penerangan dalam
dan luar, Fire Alarm
- Biaya Penyambungan Daya Listrik berdasarkan jumlah Daya yang
terpakai.

b. Menyiapkan SOP (Standard Operating Procedure) dalam pelaksanaan


pekerjaan Konstruksi.

c. Mengadakan evaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik


yang disusun oleh Penyedia Jasa, yang meliputi program program
pencapaian konstruksi, penyediaan dan penggunaan tenaga kerja,
peralatan dan perlengkapan, bahan bangunan, informasi, dana,
program Quality Assurance / Quality Control, dan program kesehatan
dan keselamatan kerja (K3).

d. Mengendalikan dan mengawasi program pelaksanaan konstruksi fisik,


yang meliputi program pengendalian sumber daya, pengendalian
biaya, pengendalian waktu, pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan
kualitas) pekerjaan, pengendalian tertib administrasi, pengendalian
kesehatan dan keselamatan kerja.

e. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan


manajerial yang timbul, usulan koreksi program dan tindakan turun
tangan, serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.

f. Membantu Menyiapkan Dokumen untuk kelengkapan Surat Ijin


Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota Bandung

g. Melakukan koordinasi antara pihak pihak yang terlibat dalam


pelaksanaan konstruksi fisik.

(1) Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas :


- Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan
konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan
pekerjaan lapangan.
- Mengendalikan dan mengawasi pemakaian bahan,
peralatan dan metode pelaksanaan, serta ketepatan waktu
dan biaya pekerjaan konstruksi.
- Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan
konstruksi dari segi kualitas, kuantitas dan laju pencapaian
volume / realisasi fisik.
- Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk
memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan
konstruksi.
- Menyelenggarakan kegiatan rapat koordinasi secara
berkala, dan rapat teknis lapangan secara rutin/mingguan
membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan
pengendalian dan pengawasan, dengan masukan hasil
rapat rapat lapangan dan laporan laporan pekerjaan
konstruksi yang dibuat oleh Penyedia Jasa.
- Menyusun laporan dan berita acara kemajuan pekerjaan,
pemeliharaan pekerjaan, dan serah terima pertama dan
kedua pekerjaan konstruksi.
- Meneliti dan menyetujui gambar gambar pelaksanaan
(shop drawings) yang diajukan oleh Penyedia Jasa.
- Melaksanakan pemeriksaan terhadap bahan material
terutama besi, material beton, material baja, material kaca
dan material lainnya yang dianggap perlu sebelum material
tersebut masuk ke lapangan.
- Memeriksa Izin Kerja, Izin Material, Izin Peralatan, Izin
Pengecoran dan Izin lainnya untuk pelaksanaan konstruksi.
- Memeriksa Laporan Cuaca, Laporan Tenaga Kerja, Laporan
Progres Fisik Harian, Mingguan, Bulanan.
- Melaksanakan Pemeriksaan Testing and Commisioning.
- Meneliti gambar gambar yang telah sesuai dengan
pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum serah terima
pertama dalam bentuk buku dan CD/DVD.
- Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima
pertama, mengendalikan dan mengawasi perbaikannya
pada masa pemeliharaan.
- Bersama dengan Penyedia Pekerjaan Konstruksi dan
Konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan dan
penggunaan bangunan gedung.
- Menyusun Berita Acara persetujuan kemajuan pekerjaan,
Serah Terima Pertama, Berita Acara Pemeliharaan dan
Serah Terima Pekerjaan Konstruksi, sebagai kelengkapan
untuk pembayaran pekerjaan konstruksi.
- Memeriksa dan menyetujui bahan material dan alat yang
diajukan oleh pihak Penyedia Pekerjaan Konstruksi
(2) Membantu pengelola proyek dalam menyusun dokumen untuk
kelengkapan pendaftaran gedung sebagai gedung negara :
I. Foto copy DPA (Pembiayaan),
II. Foto copy sertifikat atau bukti pemilikan hak atas tanah,
III. Kontrak / Surat Perjanjian Pelaksanaan Pemborongan,
IV. Berita Acara Serah Terima Pertama dan Kedua,
V. Gambar Situasi dan gambar gambar yang sesuai dengan
pelaksanaan di lapangan (As-Built Drawings) disertai
gambar legger.
VI. Salinan atau foto copy Surat Ijin Mendirikan Bangunan
(IMB) dari Pemerintah Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.
(3) Membantu pengelola kegiatan dalam penyiapan kelengkapan
dokumen Sertifikat Laik Fungsi IPB (SLF) dari Pemerintah Kota
Bandung Provinsi Jawa Barat.
(4) Memberikan penilaian untuk mendapatkan persetujuan dari
Pengelola kegiatan tentang sub kontraktor / Penyedia Pekerjaan
Konstruksi yang akan dilibatkan oleh Penyedia Jasa.
(5) Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di
lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi
selama pekerjaan konstruksi.
(6) Tahap Pemeliharaan Pekerjaan Konstruksi :
- Melakukann pengawasan pada proses pemeliharaan hasil
pelaksanaan konstruksi agar berjalan sesuai dengan syarat
dan peraturan yang berlaku sehingga kondisi hasil
pelaksanaan konstruksi tetap terjaga dengan baik.
- Pemeriksaan cacat pekerjaan dalam hal kuantitas dan
kualitas pekerjaan.
- Pemeriksaan lapangan berkala yang dilaksanakan setiap
bulan minimal 2 kali pemeriksaan.
- Membuat laporan terhadap pelaksanaan perbaikan hasil
ketidaksempurnaan pekerjaan sampai tahap serah terima
kedua.
2. Tahap Pengadaan Tanah

Membantu Pengelola dalam hal koordinasi dalam pengadaan lahan terkait


kegiatan Pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat di Gedebage
Bandung

3. Tahap Perencanaan (Pekerjaan DED Marodh)

a. Mengadakan evaluasi program kerja dan jadwal kegiatan perencanaan


yang diusulkan oleh penyedia jasa konsultansi Perencana yang
meliputi program penyediaan dan penggunaan sumber daya, strategi
pentahapan serta penyusunan konsep dokumen lelang.

b. Memberikan layanan konsultasi kegiatan perencanaan yang terdiri


atas:

(1) Konsultasi pekerjaan perencanaan dari sudut efisiensi sumber


daya serta kemungkinan pelaksanaan, dan kemudahan
pelaksanaannya.

(2) Perumusan evaluasi status serta koneksi teknis bila terjadi


penyimpangan.

(3) Penyusunan laporan kegiatan tahap perencanaan secara periodik


(mingguan atau bulanan).

c. Mengendalikan dan mengawasi program yang terdiri atas evaluasi


program terhadap hasil perencanaan, evaluasi program terhadap
perubahan lingkungan, evaluasi program terhadap penyimpangan
teknis dan manajerial atas persoalan yang timbul, serta pengusulan
koreksi program.
d. Menyusun laporan pemantauan atas kegiatan perencanaan dan
konsep berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan konsep
Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan.

e. Melakukan penelitian kelengkapan dokumen perencanaan dan


dokumen pelelangan untuk pelaksanaan konstruksi, serta bersama
penyedia jasa Konsultansi Perencana menyusun program pelelangan
dan membantu Panitia Lelang dalam kegiatan pelelangan.

f. Membantu Pengelola kegiatan dalam mengadakan dan memimpin


rapat rapat koordinasi perencanaan, menyusun laporan hasil rapat
koordinasi, dan membuat konsep laporan kemajuan pekerjaan
Manajemen Konstruksi.

4. Tahap Pembangunan Embung dan Landscape

Membantu Pengelola dalam hal koordinasi dengan pihak BBWS dan


Instansi lainnya seperti Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa
Barat dalam melaksanakan kegiatan yang terkait dengan pekerjaan Masjid
Raya Provinsi Jawa Barat

12. Keluaran : Keluaran yang diminta dari konsultan Manajemen Konstruksi berdasarkan
Kerangka Acuan Kerja ini adalah :
A. Koordinasi, pengendalian dan pengawasan terhadap pekerjaan
Pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat (Tahun Jamak), yang
dilaksanakan oleh Konsultan Perencana dan Penyedia Jasa Pekerjaan
Konstruksi yang menyangkut kuantitas, kualitas, biaya dan waktu serta
kelengkapan dan kelancaran administrasi ketepatan pekerjaan yang
efisien, sehingga dicapai wujud akhir bangunan dan kelengkapannya
yang sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan, serta dapat diterima dengan
baik oleh Pemberi Tugas.
Dokumen yang dihasilkan selama proses Manajemen Konstruksi adalah:
1. SOP (Standard Operating Procedure) Pelaksanaan Pekerjaan.
2. Program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan Manajemen
Konstruksi.
3. Buku harian yang memuat semua kejadian, perintah atau petunjuk
penting dari Konsultan Manajemen Konstruksi, yang dapat
mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan, konsekuensi keuangan,
kelambatan penyelesaian dan tidak terpenuhinya syarat teknis.
4. Laporan Mingguan dan Laporan Bulanan, Triwulan, Teknis dan
Akhir dari resume kemajuan pekerjaan, tenaga,dan hari kerja.
5. Berita Acara kemajuan pekerjaan, untuk pembayaran angsuran.
6. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara
Pemeriksaan Pekerjaan Tarnbah / Kurang, bilamana terdapat
perubahan pekerjaan.
7. Berita Acara Penyerahan Pekerjaan.
8. Berita Acara Pernyataan Selesainya Pekerjaan.
9. Berita Acara Penyerahan II Pekerjaan
10. Memeriksa gambar gambar sesuai dengan pelaksanaan (as
builtdrawing)
11. Laporan rapat dilapangan (sitemeeting).
12. Memeriksa gambar kerja terperinci (shop drawings), Barchart dan
S curve serta Net-Work Planning yang dibuat oleh Penyedia
Pekerjaan Konstruksi.
B. Konsultan Manajemen Konstruksi diminta menghasilkan keluaran yang
lengkap sesuai dengan kebutuhan kegiatan satuan kerja. Kelancaran
pelaksanaan kegiatan satuan kerja yang berhubungan dengan pekerjaan
Konsultan Manajemen Konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab
Konsultan Manajemen Konstruksi.

13. Peralatan : Sesuai dengan ketentuan yang berlaku


Material,
Personil dan
Fasilitas dari
PPK

14. Peralatan : Sesuai kebutuhan.


Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Penyedia Jasa :

15. Lingkup : Memberikan masukan / usulan / pendapat teknis dalam penyesuaian rencana
Kewenangan sesuai petunjuk / pengarahan dari PPK sesuai ketentuan yang berlaku
Penyedia Jasa :

16. Jangka Waktu : Jangka Waktu pelaksanaan kegiatan jasa Konsultansi Manajemen Konstruksi
Penyelasaian adalah 600 (Enam Ratus) hari kalender ditambah Masa Pemeliharan selama 6
Pekerjaan (enam) bulan kalender terhitung sejak SPMK sampai dengan Serah Terima
Kedua, dengan perincian sebagai berikut :
a. Tahap Konstruksi Fisik 600 (Enam Ratus) hari kalender ditambah Masa
Pemeliharan selama 6 (enam) bulan
b. Tahap pengadaan Konsultan Interior Marodh dan Pengadaan Konsultan
Site plan
c. Tahap Review Perencanaan (DED) Marodh dan Review Perencanaan
(DED) Site plan
17. Personil :

Jml
No. Tenaga Ahll Kualifikasi Pengalaman Jurusan
(Org)
A. TENAGA AHLI
>=10 Thn,
Pernah
Penanggung Jawab melaksanakan
Kegiatan (Project S2-Ahli Utama, pekerjaan
Teknik
1 Manager) T. Arsitektur Ahli Manajemen 1 Manajemen
Arsitektur/Sipil
/T.Sipil Konstruksi Kontruksi
Bangunan
Gedung
Negara
>=8 Thn,
Pernah
melaksanakan
S2-Ahli Madya
Penanggung Jawab pekerjaan
Ahli Teknik
2 Lapangan (Site 1 Manajemen Teknik Sipil
Bangunan
Manager) T.Sipil Kontruksi
Gedung
Bangunan
Gedung
Negara
Ahli Teknik Sipil
3 Bangunan Gedung S1-Ahli Madya 1 >=8 Thn Teknik Sipil
(Struktur)
Ahli Arsitektur (S1
4 Arsitektur)
S1-Ahli Madya 1 >=8 Thn Teknik Arsitektur
Ahli Mekanikal (S1
5 Mesin)
S1-Ahli Madya 1 >=6 Thn Teknik Mesin
Ahli Elektrikal (S1
6 Elektro)
S1-Ahli Madya 1 >=6 Thn Teknik Elektro
Ahli Teknik Lingkungan (
7 S1 T. Lingkungan)
S1-Ahli Madya 1 >=6 Thn Teknik Lingkungan
Ahli Teknik Sipil ( K3 Teknik Sipil K3
8 S1-Ahli Madya 1 >=6 Thn
Konstruksi) Konstruksi
Ahli Quantity Surveyor ( Teknik
9 S1-Ahli Madya 1 >=6 Thn
Cost Estimator) Sipil/Ars Sipil/Arsitektur
Ahli Quantity Surveyor (
Teknik Mesin /
10 Cost Estimator) MEP S1-Ahli Madya 1 >=6 Thn
(mesin/elektro) Elektro (MEP)

11 Ahli Geoteknik S1-Ahli Madya 1 >=6 Thn Teknik Sipil

12 Ahli Geodesi S1-Ahli Madya 1 >=6 Thn Teknik Geodesi


Ahli Hukum/Dokumen
13 Kontrak
S2 1 >=6 Thn Hukum
B. PENGAWAS LAPANGAN
1 Pengawas Struktur S1-Teknisi 3 >=4 Thn Teknik Sipil
2 Pengawas Arsitektur S1-Teknisi 2 >=4 Thn Teknik Arsitektur
3 Pengawas Mekanikal S1-Teknisi 3 >=4 Thn Teknik Mesin
4 Pengawas Elektrikal S1-Teknisi 2 >=4 Thn Teknik Elektro
Surveyor T. Geodesi (T.
5 Geodesi)
S1-Teknisi 1 >=4 Thn Teknik Geodesi

C. TENAGA PENDUKUNG
S1 >=3 Thn /
1 Operator CAD S1/ D3 2
D3 >=5 Thn
2 Office Manager D3 1 D3 >=3thn
D3
3 Operator Komputer Administrasi 2
>=3 Thn
4 Personil Keamanan SMA Sederajat 2 >= 2 Thn
SMP/SMA
5 Office Boy (OB) 2 >= 2 Thn
Sederajat

Sesual dengan ketentuan, maka Tanaga Ahli diatas harus memiliki Sertifikat tenaga ahli SKA/SKT dari
Asosiasi dan lengkapi dengan Curiculum Vitae (pangalaman dilengkapi dengan referensi/surat keterangan)
serta ijazah.

18. Jadwal Tahapan : Penyedia Jasa Konsultansi Manajemen Konstruksi menyusun program yang
Pelaksanaan terdiri dari :
Kegiatan - Program Kerja berupa jadwal kegiatan secara terperinci
- Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disipin ilmu dan jumlah).
- Uraian konsepsi konsultan Manajemen Konstruksi atas pekerjaan
Pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat
- Jadwal program kerja :
Jadwal/Rencana Waktu Kerja
Jadwal/Rencana Penggunaan Tenaga Ahli
Struktur Organisasi
Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab
Jadwal Rencana Pengadaan Material

Untuk pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari :


a. Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Masjid.
b. Tahap Pengadaan Konsultan Ma;rodh.
c. Tahap Review Perencanaan Marodh
a. Tahap Review Perencanaan Site plan
b. Tahap Masa Pemeliharaan

19. Laporan : Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi berdasarkan
Kerangka Acuan Kerja meliputi :
a. Pada Tahap Perencanaan Konstruksi
Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan perencanaan yang telah dibuat
oleh penyedia jasa perencanaan dan Konsultan Manajemen Konstruksi
Tahun Anggaran 2016, yang meliputi program penyediaan dan
penggunaan sumber daya, strategi dalam rangka penyusunan DED ;
b. Pada Tahap Pelelangan Pekerjaan Konstruksi
Mengevaluasi dari hasil Pelelangan penyedia jasa konstruksi yang perlu
ditindaklanjuti dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi Pembangunan
Masjid Raya Provinsi Jawa Barat.
c. Pada Tahap Konstruksi
(1) Laporan Tahapan Pembebasan lahan Masjid Raya Provinsi Jawa
Barat.
(2) Revisi Program dan Kegiatan Pengendalian dan Pengawasan
Waktu, Mutu, Biaya dan Administrasi Kontrak Tahap Pelaksanaan
(bila ada revisi).
(3) Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pelaksanaan dari
aspek Pengendalian dan Pengawasan Waktu, Mutu, Biaya dan
Administrasi Kontrak termasuk setiap lampirannya seperti risalah
rapat lapangan, laporan pengujian, visual lapangan, kemajuan
pekerjaan, surat menyurat dan lain lain.
(4) Laporan Bulanan Manajemen Konstruksi Tahap Pemeliharaan.
(5) Dokumen gambar gambar sesuai pelaksanaan dan
kelengkapannya (as-built drawings) dalam bentuk kertas HVS
ukuran A3 dan CD.
(6) Kelengkapan Dokumen untuk Perijinan Mendirikan Bangunan (IMB)
(7) Kelengkapan Dokumen untuk Pendaftaran Bangunan Gedung
Negara.
(8) Laporan Akhir pekerjaan Manajemen Konstruksi yang mencakup
keseluruhan kegiatan Manajemen Konstruksi dari tahap persiapan
sampai dengan serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan.

Semua Produk No. 19 diserahkan juga dalam bentuk Soft Copy nya.

Hal-Hal Lain
20. Produksi Dalam : Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam
Negeri wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam KAK dengan
pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

21. Persyaratan : Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk
Kerja sama. pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus
dipatuhi : ---
22. Pedoman : Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut : ---
Pengumpulan
Data lapangan.

23. Alih : Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk


Pengetahuan menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih
pengetahuan kepada personil proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen
berikut : ---

Bandung, Februari 2017

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


KEGIATAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN MASJID RAYA
PROVINSI JAWA BARAT

Ir. BARMANSYAH BURSYAH, MSi


Pembina Tk. I
NIP. 19611105 198903 1 006