Anda di halaman 1dari 4

Soal latihan manajemen farmasi

Soal no 5.

Apoteker Ahmad membuka apotek di jl. Adisucipto, dengan margin penjualan ditetapkan sebesar
20%. Biaya sewa sebesar Rp. 2.000.000 / bulan. Biaya tersebut di bawah harga standar karena lokasi
tersebut milik keluarganya. Biaya tetap yang lain dihitung sebesar Rp 6.000.000. pembelian bulan
Januari 2016, sebesar Rp 60.000.000 dan perhitungan stok akhir Januari 2016 Rp 15.000.000.
perkiraan penjualan bulan januari 2016- Juni 2016 adalah tetap. Baru pada bulan juli 2016
diharapkan naik 50% dari bulan sebelumnya. Kenaikan penjualan bulan Juli 2016 diharapkan tetap
samapai dengan Desember 2016. Untuk efisiensi persediaan, stok setiap akhir bulan tetap Rp
15.000.000 sampai 31 Desember 2016.

a) Hitunglah berapa BEP yang diperhitungkan untuk bulan Januari 2016?


b) Hitunglah rencana penjualan tahun 2016!
c) Hitunglah rencana pembelian tahun 2016!
d) Hitunglah rencana TOR tahun 2016 !

Jawaban no 5.

Diketahui :

Margin = 20%

Biaya sewa Rp 2.000.000 / bulan

Biaya tetap yang lain Rp 6.000.000 / bulan

Sehingga biaya tetapnya = Rp 8.000.000

Pembelian (Jan 2016) Rp 60.000.000

Stok akhir (Jan 2016) Rp 15.000.000

Perkiraan penjualan Jan-Juni adalah tetap

Penjualan bulan Juli diharapkan naik 50% dan diharapkan tetap sampai Des 2016

Stok akhir tiap bulan tetap sampai 31 des 2016 Rp 15.000.000

a) Hitunglah berapa BEP yang diperhitungkan untuk bulan Januari 2016?

b) Hitunglah rencana penjualan tahun 2016!


HPP = Rp 60.000.000 + 0 Rp 15.000.000

HPP = Rp 45.000.000

Penjualan / bulan Januari =

Penjualan Jan-Jun 2016 = 6 x = Rp 337.500.000

Penjualan Juli Des 2016 naik 50% =

Penjualan Juli Des 2016 =

Total penjualan tahun 2016 = Rp 337.500.000 +

c) Hitunglah rencana pembelian tahun 2016!


pembelian (tahun 2016) = HPP- stok awal + tok akhir
HPP = 80% x total penjualan
HPP = 80% x
HPP = Rp 675.000.000

pembelian (tahun 2016) = HPP- stok awal + stok akhir


pembelian (tahun 2016) = Rp 675.000.000 - 0 + Rp 15.000.000
pembelian (tahun 2016) = Rp 690.000.000

d) Hitunglah rencana TOR tahun 2016 !

TOR =

Soal no 6.

Dari kasus no 5, buatlah :

a) laporan laba rugi apotek


b) hitung modal minimal yang harus disediakan, jika biaya inventaris cukup Rp 10.000.000
c) Hitung pay back period apotek ahmad

Jawaban no 6.

a) laporan laba rugi apotek


Penjualan =
HPP = Rp 675.000.000
Laba bruto = Rp 168.750.000
Biaya operasional = Rp 8.000.000 x 12 bulan = Rp 96.000.000
Laba bersih = Rp 72.750.000

b) hitung modal minimal yang harus disediakan, jika biaya inventaris cukup Rp 10.000.000
modal minimal = biaya tetap + inventaris + pembelian bulan januari 2016
modal minimal = Rp 8.000.000 + Rp 10.000.000 + Rp 60.000.000
modal minimal = Rp 78.000.000

c) Hitung pay back period (PBP) apotek ahmad

PBP =

Soal no 7.

Apotek Buya Husada BUMN, PKP, laporan pajak dengan perhitungan dari laporan laba rugi tahun
2015 dilaporkan penjualan Rp 6.000.000. Margin 25%. Laba sebelum pajak didapat Rp 600.000.000.
Stok opnam oabt dan alkes 1 jan 2015 adalah Rp 200.000.000 dan stok opnam di akhir tahun 2015
(31 des 2015) sebesar Rp 250.000.000

a) Hitung PPh tahun 2015 yang mendapat dispensasi !


b) Hitung PPh tahun 2015 yang tidak mendapat dispensasi !
c) Berapa pph tahun 2015 yang harus dibayar apotek Buya Husada?
d) Hitung pajak keluaran tahun 2015 (pph keluaran)
e) Hitung pajak masukan tahun 2015 (pph masukan)
f) Berapa pph (PMPK) tahun 2015 yang harus dibayar apotek Buya Husada

Jawaban soal no 7.

Diketahui :

Penjualan = Rp 6.000.000.000

Margin 25%

Laba sebelum pajak Rp 600.000.000

Stok awal 1 januari 2015 Rp 200.000.000

a) Stok akhir tahun 2015 Rp 250.000.000 Hitung PPh tahun 2015 yang mendapat dispensasi !

Pph 2015 (dispensasi) =

b) Hitung PPh tahun 2015 yang tidak mendapat dispensasi !


Pph 2015 (tidak dispensasi) = laba sebelum pajak pph dispensasi
Pph 2015 (tidak dispensasi) = Rp 600.000.000 -
Pph 2015 (tidak dispensasi) = Rp 120.000.000

c) Berapa pph tahun 2015 yang harus dibayar apotek Buya Husada?
Pph yang harus dibayar (2015)
= (50% x 25% x pph kena pajak dispensasi) + (25% x pph tidak dispensasi)
= (50% x 25% x Rp 480.000.000) + (25% x Rp 120.000.000)
= Rp 60.000.000 + Rp 30.000.000
= Rp 90.000.000

d) Hitung pajak keluaran tahun 2015 (pph keluaran)

Pajak keluaran (penjualan) = 6.000.000.000 = Rp 545.454.545,5

e) Hitung pajak masukan tahun 2015 (pph masukan)

Pajak masukan (pembelian) =

Pembelian = HPP Stok awal + stok akhir


Pembelian = (Penjualan - margin) Stok awal + stok akhir
Pembelian = (Penjualan (laba sebelum pajak + biaya tetap) Stok awal + stok akhir

HPP = penjualan x (100% - margin)


HPP = Rp 6.000.000.000 x (100% - 25%)
HPP = Rp 4.500.000.000

Pembelian = HPP Stok awal + stok akhir


Pembelian = Rp 4.500.000.000 Rp 200.000.000 + Rp 250.000.000
Pembelian = Rp 4.550.000.000

Pajak masukan (pembelian) =

Pajak masukan (pembelian) = Rp 413.636.363,6

f) Berapa pph (PMPK) tahun 2015 yang harus dibayar apotek Buya Husada

Pmpk = pajak keluaran pajak masukan

Pmpk = Rp 545.454.545,5 Rp 413.636.363,6

Pmpk = Rp 131.818.181,9