Anda di halaman 1dari 30

1

ANALISA SISTEM INFORMASI JARINGAN KOMPUTER PADA


KANTOR ADMINISTRASI PLTU NAGAN RAYA

LAPORAN KERJA PRAKTEK


Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas
Dan Memahami Syarat-Syarat Mata Kuliah
Kerja Praktek

Oleh:

MAZKUR. B
NIM : 12110065

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN


KOMPUTER (STMIK) ABULYATAMA ACEH
ACEH BESAR
2017
2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jaringan komputer adalah kumpulan dari beberapa komputer yang saling

berhubungan satu sama lain dan dapat menggunakan perangkat lain secara bersama.

Dalam mengikuti perkembangan teknologi saat ini banyak bidang yang

membutuhkan jaringan komputer. Jaringan komputer memberikan kemudahan antar

pengguna komputer, dengan adanya jaringan komputer transformasi data antar

komputer dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu efektifitas dan

efisiensi bisa dicapai yang akhirnya produktifitas lebih tinggi.

Karena begitu pentingnya jaringan komputer pada suatu Instansi dan

perusahaan, hampir semua perusahaan pada zaman ini menggunakan jaringan

komputer untuk keperluan transfer data dari satu pengguna ke pengguna yang lain.

Tidak terkecuali pada perusahaan PLTU Nagan Raya. Pada PLTU Nagan Raya

jaringan internet diambil dari PT. Telkom Indonesia yang terhubung dengan antena

Omni sebagai pemancar dan setting jaringan komputer pada PLTU Nagan Raya

disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi pada saat tersebut.

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk menganalisa tentang

Sistem Informasi Jaringan komputer pada PLTU Nagan Raya.


3

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan analisa

tentang sistem jaringan komputer dikantor administrasi PLTU Nagan Raya.

1. Bagai mana Sruktur Jaringan Komputer pada kantor Adminisrasi PLTU

Nagan Raya.

2. Topologi apa yang digunakan pada kantor Administrasi PLTU Nagan

Raya.

3. Server apa saja yang digunakan pada kantor Administrasi Nagan Raya.

4. Bagai manakah kegunaan Mikrotik yang ada pada kantor Administrasi

PLTU Nagan Raya.

1.3 Batasan Masalah

Untuk memudahkan pembahasan pada Tugas Akhir ini, maka dibuat

pembatasan masalah sebagai berikut :

1. Analisa sruktur Jaringan Komputer pada PLTU Nagan Raya.

2. Analisa Infrastruktur Jaringan-jaringan Komputer pada PLTU Nagan

Raya.
4

1.4 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan Kerja Praktek ini adalah :

1. Untuk mengetahui Sistem Informasi Jaringan Komputer di Kantor

Administrasi PLTU Nagan Raya.

2. Mengetahui topologi yang telah digunakan agar dapat shering data dari

komputer ke komputer (user ke user).

1.5 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penelitian ini antara lain :

1. Mahasiswa dapat memahami tentang sitem informasi jaringan komputer

di PLTU Nagan Raya, khususnya di kantor Admin.

2. Mendapatkan pengalaman yang nantinya dapat digunakan untuk bekal

di dunia kerja.

1.6. Jadwal Kerja Praktek

Kerja praktek yang dilaksanakan bertempat di PT PLN (Persero) Sektor

Pembangkitan Nagan Raya yang berlokasi di Jalan Raya Meulaboh-Tapaktuan Km

8.5, Desa Suak Puntong, Kab. Nagan Raya, NAD. Selama (1) satu bulan, dengan

jadwal kerja praktek tanggal 27 juli s/d 28 Agustus 2015.


5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Jaringan Komputer Secara Umum

Jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling

berhubungan satu dengan yang lainnya menggunakan protokol komunikasi sehingga

dapat seling berbagi informasi, aplikasi dan perangkat keras secara bersama-sama.

(sukmaaji dan Rianto, 2008 : 1).

Jaringan komputer dapat juga diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal

komunikasi yang berbeda di berbagai lokasi yang terdiri lebih dari satu komputer

yang saling berhubungan (Tanenbaum, 2007)

Tujuan membangun jaringan komputer adalah membawa informasi secara

tepat tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) menuju ke sisi penerima

(receiver) melalui media komunikasi. (Sukmaaji dan Rianto, 2008 : 2).

Menurut Sukmaaji dan Rianto, (2008) dalam buku meraka yang berjudul

Jaringan Komputer menyatakan bahwa beberapa manfaat yang terdapat pada jaringan

komputer sebagai berikut :

1. Pengguna dapat saling berbagi printer dengan kualitas tinggi, dibanding

menggunakan printer kualitas rendah dimasing-masing meja kerja. Selain itu,


6

lisensi perangkat lunak jaringan komputer dapat lebih murah dibandingkan

lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama.

2. Jaringan komputer membantu mempertahankan informasi agar tetap handal

dan up-to-date. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik

memungkinkan banyak pengguna mengakses data dari berbagai lokasi yang

berbeda dengan hak akses yang bisa diatur bertingkat.

3. Jaringan Komputer membantu mempercepat proses berbagi data (data

sharing). Transfer data pada jaringan komputer lebih cepat dibandingkan

dengan sarana berbagi data lainnya.

4. Jaringan komputer memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi dengan

lebih efisien. Subtansinya adalah penyampaian pesan secara elektronik

misalnya sistem penjadwalan, pemantauan proyek, konferensi online dan

groupware yang bertujuan membantu tim bekerja lebih efektif.

5. Jaringan komputer juga membantu perusahaan dalam melayani pelanggan

dengan lebih efektif.

2.2 Jenisjenis Jaringan

Dalam jaringan komputer klasifikasi khusus atau pembagian menurut luas

cakupannya, beberapa klafikasi dalam jaringan komputer menurut luas cakupan dan

teknologi yang di gunakan ada 3 jenis jaringan komputer yaitu :


7

1) Local Area Network (LAN)

Sebuah LAN adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil,

umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran, gudung

atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari 1 km persegi. Beberapa

model LAN menggunakan komputer, biasanya dijadikan sebuah file server.

Yang digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur

aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh

komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Komputerkomputer

yang terhubung ke dalam jaringan (network), itu biasanya disebut dengan

workstation. Bisasanya kemampuan workstation lebih dibawah dari file server

dan mempunyai aplikasi lain didalam harddisknya, selain aplikasi untuk

jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan

satu komputer dengan komputer lainnya.

2) Metropolitan Area Network (MAN)

Sebuah MAN, biasanya meliputi yang lebih besar dari LAN, missal

dalam area suatu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa

buah jaringan- jaringan kecil ke dalam area yang lebih besar.

3) Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) adalah jaringan lingkungannya udah

menggunakan sarana Setelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh

keseluruhan jaringan LAPAN Badung dan Stasiun Pengamat Dirgantara yang

ada di Indonesia. Stasiun Pengamat Dirgantara yang ada di Pameungpeuk bisa


8

menghubungi Stasiun Pengamat Dirgantara yang berada di Biak, hanya dalam

beberapa menit. Biasanya WAN hanya sedikit lebih rumit dan sangat komplit,

menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN

ke dalam Komunikasi Global seperti internet. Tapi bagaimanapun juga antara

LAN, MAN, dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya

lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.

2.3 Topologi Jaringan

Topologi pada dasarnya adalah pete dari sebuah jaringan dimana topologi

suatu jaringan didasarkan pada cara penghubung sejumlah node atau sentral dalam

membentuk suatu sistem jaringan. Topologi jaringan terbagi lagi menjadi dua yaitu

topologi secara fisik (physical topology). Topologi secara logika (logical topology).

Topologi secara fisik menjelaskan bagaimana susunan dari kabel, komputer, dan

lokasi dari semua komponen jaringan. Sedangkan topologi secara logika menerapkan

bagaimana informasi atau aliran data dalam jaringan. Topologi jaringan yang umum

dipakai adalah: Mess, Bintang (Star), Bus, dan lainnya.

2.3.1 Topologi BUS

Pada topologi ini sentral dihubungkan secara langsung pada medium

transmisi dengan konfigurasi yang di sebut Bus. Transmisi sinyal dari suatu sentral

tidak dialihkan bersamaan dalam dua arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang

terjadi pada topologi jaringan mesh atau bintang, yang pada kedua sistem tersebut
9

dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antara sentral secara bersamaan.

Topologi jaringan bus digunakan untuk interkoneksi antara sentral, tetapi biasanya

digunakan untuk introkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem

jaringan komputer.

Gambar 2.1 Topologi BUS

Topologi BUS mempunyai karakteristik jaringan sebagai berikut :

Nodenode dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada ditutup

kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.

Sangat sederhana dalam instalasi, karena hanya menghubungkan antara

simpul saja.

Juga sangat ekonomis dalam biaya(hanya dibutuhkan kabel dan conektor

harganya tidak terlalu mahal / murah).


10

Paketpaket data saling bersimpangan pada satu kabel sehingga jika node

yang dihubungkan semakin banyak, kinerja jaringan akan semakin turun

subab sering terjadi collision.

Tidak diperluhkan hub, yang banyak diperluhkan adalah Tconnector pada

setiap Ethernet card.

Plobel yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka

jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa

berkomunikasi dalam jaringan tersebut.

Jenis kabel yang digunakan adalah coaxial (jenis yang paling murah).

Keuntungan topologi BUS

Jumlah node tidak dibatasi, tidak seperti hub yang dibatasi oleh jumlah

dari port (missal : 16 port untuk 60 node).

Kevepatan pengiriman data lebih cepat, karena data berjalan searah.

Lebih mudah dan murah jika ingin menambah atau mengurangi jumlah

node, karena yang dibutuhkan hanya kabel dan konektornya saja.

Kekurangan Topologi BUS

Jika lalulintas yang diolah terlalu besar dapat mengakibatkan kemacetan.

Diperluhkan untuk menguatkan sinyal pada pemasangan jarak jauh.

Jika salah satu node mengalami kerusakan, maka jaringan tidak dapat

beroperasi.
11

2.3.2 Topoligi STAR

Dalam topologi jaringan bintang, salah satu dibuat sebagai sental pusat.

Bila dibandingkan dengan sistem mesh, sitem ini mempunyai tingkat kerumitan

jaringan yang lebih sederhana sehingga sistem menjadi lebih ekonomis, tetapi

beban yang dipikul sentral pusat cukup berat. Dengan demikian tungkat kerusakan

atau gangguan dari sentral ini lebih besar.

Gambar 2.2 Topologi STAR

Kelebihan Topologi STAR

Jika terjadi penambahan atau pengurangan terminal tidak mengganggu

operasi yang sedang berlangsung dan jika salah satu terminal rusak,

maka terminal lainnya tidak mengalami gangguan.

Arus lalulintas informasi data lebih optimal.

Kekurangan Topologi STAR

Jumlah terminal terbatas, tergantung pada port yang ada pada hub.

Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih

lambat.
12

2.4 Profil PLTU Nagan Raya

PT.PLN (Persero) Sektor Nagan Raya berawal dari cikal bakal pembangunan

proyek 10.000 MW penugasan pemerintah kepada PT.PLN (Persero) pada tahun

2006 sesuai Perpes RI No.71 Tahun 2006 tanggal 5 Juli 2006, proyek tersebut

terletak di desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya,

pada akhir tahun 2011 menjelang direncanakan Comercial On Date baru dibuat

Kepdir5 PT.PLN pembentukan pusat listrik di bawah PT.PLN (Persero) Sumatra

Bagian Utara Sektor Pembangkitan Lueng Bata yang terletak di ibukota Propinsi

Banda Aceh.

Keputusan Direksi selanjutnya muncul pada bulan Juni 2012 yang mengubah

pusat listrik Nagan Raya menjadi Sektor Nagan Raya dan Sektor Lueng Bata menjadi

Pusat Listrik sesuai SK Dir No.285.K/DIR/2012 dan No.287.K/DIR/2012, pada saat

perubahan status tersebut PT.PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Lueng Bata baru

Pulo Pisang dan PLTD Cot Trueng.

2.4.1 Visi dan Misi

Visi dan Misi PL PLN (Persero) pembangkit Sumatra Bagian Utara

Sektor Pembangkit Nagan Raya adalah sebagai berikut:

Visi
Diakui sebagai pengelola pembangkit listrik CFB terbaik Indonesia dengan tata

kelola yang berwawasan lingkungan dan bertumpu pada potensial insani


13

Misi
1. Menjalankan usaha pembangkit energi listrik yang efesien, andal, dan

berwawasan lingkungan.

2. Menerapkan tata kelola pembangkitan dengan mengimplementasikan EAM

dan OPI.

3. Mengembangkan SDM dengan budaya saling percaya, integritas, peduli, dan

pembelajaran dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.

2.4.2 Lima Filosofi Perusahaan

1. Mengutamakan pasar dan pelanggan.


Berorientasi kepada pasar serta memberikan pelayanan yang terbaik

dan nilai tambah kepada pelanggan.

2. Menciptakan keunggulan untuk memenangkan persaingan.

Menciptakan keunggulan melalui sumberdaya manusia, teknologi

financial dan proses bisnis yang handal dengan semangat untuk

memenangkan persaingan.

3. Mempelopori pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Terdepan dalam memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi secara optimal.


14

4. Menjunjung tinggi etika bisnis.

Menerapkan etika bisnis sesuai standar etika bisnis internasional.

5. Memberi penghargaan atas prestasi.

Memberi penghargaan atas prestasi untuk mencapai kinerja perusahaan

yang maksimal.

2.4.3 Tujuh Nilai Perusahaan PLTU Nagan Raya

1. Integritas.

Sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberikan yang terbaik

kepada perusahaan.

2. Profeional.

Menguasai pengetahuan, keterampilan, dan kode etik sesuai bidang.

3. Harmoni.

Serasi, selaras, seimbang, dalam :

a. Pengembangan kualitas pribadi,

b. Hubungan dengan stakeholder (pihak terkait)

c. Hubungan dengan lingkungan hidup.


15

4. Pelayanan Prima.

Memberi pelayanan yang memenuhi kepuasanme lebihi harapan

stakeholder.

5. Peduli.

Peka-tanggap dan bertindak untuk melayani stakeholder serta

memelihara lingkungan sekitar.

6. Pembelajar.

Terus menerus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta

kualitas diri yang mencakup fisik, mental, sosial, agama, dan

kemudian berbagi dengan orang lain.

7. Inovasi.

Terus menerus dan berkesinambungan menghasilkan gagasan baru

dalam usaha melakukan pembaharuan untuk penyempurnaan baik

proses maupun produk dengan tujuan peningkatan kinerja

\
16

2.4.4 Struktur Organisasi

Adapun struktur organisasi kantior PLTU Nagan Raya digambarkan

dalam bentuk diagram sebagai berikut :

ASMAN
OPERASI
ASMAN COAL & SUPERVISOR
ASH HANDLING Operasi Shift A

SUPERVISOR SUPERVISOR
Operasi Coal & Operasi Shift B
Ash Handling
SUPERVISOR
SUPERVISOR Operasi Shift C
Pemeliharaan Coal
& Ash Handling SUPERVISOR
Operasi Shift D
SUPERVISOR
Pengelolaan Bahan SUPERVISOR
Bakar Analisa Kimia

ASMAN ENJINIRING ASMAN


PEMELIHARAA
MENEJER
ASMAN SDM &
SUPERVISOR
KEUANGAN
Pemeliharaan
Turbin
SUPERVISOR
SUPERVISOR
K3 dan Umum
Pemeliharaan
SUPERVISOR SUPERVISOR
Keuangan Pemeliharaan
Listrik
SUPERVISOR
SUPERVISOR
Logistik
HAR Kontrol
Instrumen
Gambar 2.3 Diagram Struktur Organisasi PLTU Nagan Raya
17

2.4.5 Keterangan Kerjaan

Pada tahun 2015 PLTU Nagan Raya memiliki karyawan yang aktif

sejumlah 168 orang. Dengan perusahaan lain yang ikut bekerja sama dengan

PLTU Nagan Raya diantaranya PT Tanduk Perkasa, PT Syukur Nikmat, dan PT

Arains.

Masingmasing perusahaan tersebut mempunyai karyawan yang

bekerja aktif sebagai berikut :

Tabel 2.1 Jumlah Karyawan dari Perusahaan Penyedia PLTU Nagan Raya

No Perusahaan penyedia Jumlah Karyawan

1 PT Tanduk Perkasa 91 Orang

2 PT Syukur Nikmat 101 Orang

3 PT ARAINS 8 Orang

Jumlah Keseluruhan 200 Orang

2.4.6 Dampak Lingkungan

Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dilakukan

pengendalian dan pemantauan secara terus menerus agar memenuhi

persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah dalam hal ini keputusan Menteri

Negara Lingkungan Hidup no. 02/MENLH/1988/1901-1988 tentang


18

nilaiambang batas dan no. 13/MENLH/1995/07031995 tentang baku mutu

emisi sumber tidak bergerak.

Untuk itu PLTU Nagan Raya dilengkapi peralatan antara lain:

1. Electrostatic Precipitator, yaitu alat penangkapan abu hasil sisa

pembakaran dengan efisiensi 99,5%.

2. Cerobong asap setinggi 218 m dan 275 m, agar kadungan gas dan debu

pembekaran sampai ground level masih di bawah ambang batas.

3. Peredam suara untuk mengurangi kebisingan oleh mesin produksi di unit

5-7 kebisingan suara mencapai 85-90 dB.

4. Alat-alat pemantau lingkungan hidup yang ditempatkan disekitar PLTU

Nagan Raya.

5. CW Discharge Cannel sepanjang 1,9 km dengan sistem saluran terbuka.

6. Pemasangan Stuck Emision.

7. Penggunaan Low Nox Burners


19

BAB III

ANALISA DAN PEMBAHASAN

3.1 Struktur Sistem Jaringan Komputer Administrasi PLTU Nagan Raya

Gambar 3.1 Struktur Sistem Jaringan Komputer di Kantor PLTU Nagan Raya

Dalam pemikiran masyarakat awam menilai bahwasanya PLTU Nagan Raya

ini hanya berhubungan dengan arus kuat dan alat beratnya saja, namun sebenarnya

hampir seluruh pabrik dimuka bumi ini memiliki jaringan komputer yang digunakan

untuk mengakses internet maupun berkomunikasi dengan Kantor pusat dan lainlain.

Hanya saja mungkin struktur dari pada jaringan komputernya yang berbedabeda.
20

Kecepatan internet atau bandwidth yang dibeli oleh pihak PLTU Nagan Raya

dari Telkom adalah 10 Mbps. Seperti yang diketahui, PLN (Persero) Nagan Raya

memiliki pusat di Jakarta yang diwajibkan member informasi mengenai

perkembangan keuangan, SDM, pengadaan barang PLTU Nagan Raya. Maka PLN

memiliki satu aplikasi yang dapat menghubungkan itu semua yaitu SAP (Standar

Aplication Programing). Dimana aplikasi ini bersifat online dan rahasia atau tidak

umum, dan berbayar pertiap tahunnya. Berikut adalah gambarnya :

Gambar 3.2 Tampilan Logging SAP


21

3.2 Antena Rocket M5

Gambar 3.3 Rocket M5

Antenna Rocket M5 memiliki sistem PTP (Point-To-Point) berfungsi sebagai

penerima paket data yang dikirim dari pihak Telkom yang kemudian di transfer

kepada server di Kantor Administrasi, antena ini dipasang PTP dengan milik Telkom

dengan jarak kurang lebih 10 KM dengan ketinggian beberapa meter diatas

pepohonan sehingga tidak ada yang menggangu pancaran sinyalnya.


22

3.3 Server di Kantor Admin

Gambar 3.4 Server PLTU Nagan Raya

Seperti yang terlihat pada gambar diatas (Gambar 3.6) lemari server di Kantor

PLTU Nagan Raya terdiri dari beberapa perangkouter, Komputer Server, Switch,

UPS, dan TP-Link (Wireless). Dimana masingmasing perangkat memiliki fungsi

sendri.

Paket data yang telah diterima melaluiantena Rocket M5 di transfer ke router

di server melalui kabel LAN, kemudian dihubungkan ke komputer server agar dapat

setting ip addressnya untuk di bagikan ke berbagai client atau switch. Cara kerja

router adalah untuk mengetahui arah rute pengiriman informasi (paket) yang akan
23

berada pada network yang berbeda. Namun di Kantor Admin PLTU Nagan Raya

semua komputernya masih dalam satu network yang sama.

Selanjutnya pada komputer server di Kantor Admin PLTU Nagan Raya

merupakan komputer sangat sederhana yang memakai OS Windows Server 2003 dan

berfungsi sebagai sistem file shering saja. Hal ini dikarenakan tidak adanya data atau

website yang harus disimpan oleh aplikasi SAP tersebut dan untuk keamanan

komputer server digunakan antivirus Internet Security Kaspersky 2015 Pro yang

menjamin jaringan tetap aman dan stabil tampa takut ada ganguan dari luar yang

memeras bandwitdth secara tidak langsung.

Kemudian dari server akan ada dua jalur kabel LAN yang akan keluar, yaitu

kabel pertama menuju ke switch yang nantinya akan dibagikan ke beberapa wireless

di masing-masing ruang dengan menggunakan jaringan topologi STAR, dimana

dengan menerapkan topologi ini semua client terhubung langsung dengan server

sehingga tidak adanya gangguan terhadap client lain salah satu jaringan terganggu.

Berikut adalah gambar wireless dari salah satu ruangan :


24

Gambar 3.5 Wireless TP-Link

Wireless yang digunakan adalah 820.11n, dimana wireless bekerja dengan

cara mengutilasi banyak komponen pemancar dan penerima sinyal sehingga transmisi

data dapat dilakukan parallel untuk meningkatkan nilai tharoughput (50-144 Mbps).

Yang mana memiliki maksimum jangkauan 70 meter indoor dan 250 meter outdoor.

Dan yang satu lagi menuju antena Omni untuk dipancarkan kegedung lainnya.

Berikut adalah gambar letak gedung dan posisi antenenya :


25

Gambar 3.6 Lokasi Access Point di PLTU Nagan Raya

Tabel 3.1 Keterangan Lokasi Bangunan Accass Point

No Nama Bangunan Keterangan

1 Gedung Administrasi Transmiter

2 Gedung CCR (Central Control Room) Receiver

3 Control Room WTP Receiver

4 Lab. WTP Receiver

5 PLC COAL Receiver


26

Gambar 3.7 Antena Omni sebagai pemancar

Berhubung antena Omni adalah jenis antena yang dapat digunakan untuk

Point-to-Multipoint sistrem, maka antena ini adalah perangkat yang tepat untuk

digunakan sebagai penghubung network antara gedung satu dan lainnya. Namun

selain untuk gedung admin tidak ada pembagian ip address lagi (penggunaan router)

dari antena receiver langsung dihubungkan kr switch melalui kabel LAN.

3.4 Mikrotik

Mikrotik adalah bagian yang terpenting yang mengatur pemakain bendwidth

dan sebagai web proxy yang membatasi beberapa situs yang tidak boleh di akses

disaat jam kerja. Berikut adalah gambar mikrotik PLTU Nagan Raya :
27

Gambar 3.8 Tampilan Mikrotik

Pada Kantor PLTU Nagan Raya ini fungsi mikrotik tidak diterapkan pada

komputer server, melainkan komputer client yang memiliki aplikasi winbox untuk

meremote mikrotik dan mempunyai akses login yang sesuai dengan router yang

digunakan.

Hal-hal yang dikendalikan oleh mikrotik adalah berupa routing beberapa ip

yang tidak seharusnya diakses pada saat jam kerja, pengaturan bandwidth yang dapat

digunakan untuk Browsing, Streaming, dan juga Download. Khusus untuk akses

Browsing bandwidth yang dilepaskan lebih besar dikarenakan pemakaian jauh lebih

besar dan penting dibandingkan dengan download bandwidth yang dilepas jauh lebih

dari sedikit kapasitasnya.


28

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil kerja praktek dan pembahasan dari bab-bab sebelumnya,

maka dapat diambil kesimpulan :

1. Sistem Jaringan Komputer pada PLTU Nagan Raya adalah kumpulan dari

beberapa sistem jaringan komputer yang saling berhubungan dan struktur

dengan rapi dan detail. Bermula dari jaringan Telkom yang mengirim sinyal

radio kemudian yang diterima oleh Kantor Admin PLTU Nagan Raya untuk

di bagikan ke client.

2. Sistem Jaringan Komputer pada PLTU Nagan Raya dominan menggunakan

struktur jaringan LAN (Lokal Area Network) seperti yang diterapkan di

Kantor Admin PLTU Nagan Raya, namun bukan berarti srruktur jaringan

komputer hanya berpacu pada metode ini saja, terkadang ada beberapa pabrik

yang menggunakan WAN (Wida Area Network) pada struktur jaringan

komputernya.

3. Pada server di Kantor PLTU Nagan Raya teknologi yang digunakan hanya

sebatas file sharing (proses pengiriman dan penyimpanan data), dikarenakan


29

pada jaringan server ini tidak adanya halaman Website resmi atau

pengumpulan data pada server.

4. Hal terpenting lainnya adalah Mikrotik, dimana Mikrotik ini bertugas untuk

mengatur Bandwidth serta memantau kendala yang terjadi pada client.

Mikrotik ini terletak pada komputer client karena bukan aplikasi yang wajib

untuk harus ada di server, karena Mikrotik tidak sembarang user bisa masuk

aplikasi ini, harus login terlebih dahulu sebelum dapat memfungsikannya dan

password yang digunakan sama dengan pada saat diatur settingan di router.

5. Sruktur pada Kantor PLTU Nagan Raya terbilang lengkap.

4.2 Saran

1. Pengaturan Ip Addess untuk setiap gedung di PLTU Nagan Raya seharusnya

tidak disamarkan, agar dapat lebih mudah untuk pemantauan jarinngan dan

keberadaan komputer yang memiliki kendala.

2. Untuk membatasi jumlah client yang memasuki jaringan di ruangan Kantor

Admin PLTU Nagan Raya alangkah lebih baiknya jika di Mikrotik diterapkan

sistem penguncian Mac Address Client dengan Set Ip Address dari Mikrotik

melalui Winbox, pasti ada kelebihan dan kekurangannya, umumnya

managemen Bandwith dilakukan agar pemakaian rat (pembatas) agar tidak

ada yang pakai bandwith lebih.


30

DAFTAR PUSTAKA

Oetomo, Budi Sutedjo Dharma, S.kom, MM. 2003. Konsep dan Perancangan

Jaringan Komputer (Bagunan satu Lantai, Gedung Bertingkat & Kawasan).

Andi. Yogyakarta.

PLTU Nagan Raya. 2013. Profil PT. PLTU Nagan Raya. NAD

Rafiudin, Rahmat.2013.Cara Cepat dan Mudah Membangun Sistem Jaringan

Komputer.Andi. Yogyakarta.

Sofana,Iwan.2008. Membangun Jaringan Komputer.Informatika.Jakarta.

Stalling, William. 2002. Komunikasi Data dan Komputer, Jaringan Komputer.

Salemba Teknika. Jakarta

Syafrizal, Melwin. 2005. Pengantar Jaringan Komputer. Andi. Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai