Anda di halaman 1dari 3

BAB 3

KERANGKA KONSEPTUAL
Agent

Pengetahuan PKPR yang bisa


didapat dari
Leaflet, baliho, buku
pendidikan, seminar
keteladanan.

Peran serta siswa dalam


Host program PKPR Lingkungan
Siswa/kader Fisik:
Guru Sarana terpenuhi
Orang Tua Psikososial:
Keluarga Kemitraan
Pembibing Program scholarship
Tokoh masyarakat sekolah

Fasilitas kesehatan Pelayanan Kesehatan Tenaga kesehatan

- Obat-obatan 1. Promotif :
- Alat penunjang Pendidikan dan pembagian leaflet PKPR.
diagnosa 2. Preventif:
Kegiatan konseling
3. Kuratif:
Terhadap anemia, korban NAPZA, dll.
4. Rehabilitatif:
Fisik/medis maupun psikososial sesuai kasus.

Keterangan:

Ditelit
Tidak ditelit

46
Konsep H.L Blumm dapat digunakan sebagai konsep untuk memahami

letak permasalahan dari suatu masalah. Faktor yang berperan penting untuk

mencegah dan meningkatkan kesehatan remaja meliputi faktor agent, host,

lingkungan, dan pelayanan kesehatan.

Faktor agent yang terlibat dalam kasus ini adalah pengetahuan PKPR yang

didapat dan host-nya adalah siswa kader.

Faktor lingkungan yang berperan adalah kesadaran lingkungan sekolah

mengenai Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).

Faktor layanan kesehatan yang berperan meliputi pelayanan promosi,

seperti berupa penyuluhan materi & pembagian leaflet mengenai Gizi Remaja,

HIV/NAPZA, Kesehatan Reproduksi dan Pengenalan Gender, Pendidikan

Ketrampilan Hidup Sehat dan Konseling, serta materi UKS dan PKPR supaya

derajat kesehatan remaja semakin meningkat. Preventif disini seperti pencegahan

dini supaya tidak terjerumus ke dalam hal negatif seperti diet yang tidak benar,

obesitas, kesehatan reproduksi yang tidak bertanggung-jawab (seks bebas,

kehamilan yang tidak diinginkan, perilaku seksual yang menyimpang), tertular

penyakit AIDS akibat infeksi HIV, penggunaan NAPZA, perilaku konsumerisme,

dan rendahnya ketrampilan sosial. Tindakan kuratif dalam pelatihan ini

diharapkan siswa yang aktif dalam mendidik sekaligus menjadi konselor yang

mampu membantu memberi solusi terhadap permasalahan remaja yang terjadi

serta mencetak kader-kader baru dalam lingkungannya. Tindakan rehabilitatif

ditujukan bagi siswa yang sedang/pernah mengalami masalah remaja, melalui

pemberian motivasi bahwa mereka pun bisa merubah keadaannya. Pelatihan

47
seperti ini juga diharapkan mampu memelihara kelestarian program PKPR di

lingkungan sekolah.

48