Anda di halaman 1dari 59

BAB I

PENDAHULUAN

I. 1 LATAR BELAKANG
Kesehatan merupakan salah satu komponen utama dalam Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) yang dapat mendukung terciptanya SDM yang
cerdas, sehat dan ahli menuju keberhasilan Pembangunan Kesehatan.
Pembangunan Kesehatan merupakan salah satu hak dasar masyarakat yaitu hak
untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Pembangunan Kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan
nasional, dimana dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah sehat, baik secara fisik, mental,
spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif
secara sosial ekonomis.
Desentralisasi upaya Kesehatan memberi wewenang kepada kabupaten
dan kota untuk menentukan sendiri prioritas pembangunan Kesehatan daerahnya
sesuai dengan kemampuan, kondisi dan kemampuan setempat. Dalam upaya
mendukung pembangunan Kesehatan, sistem informasi Kesehatan merupakan
sesuatu yang sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan, strategi
maupun perencanaan, sehingga pembangunan Kesehatan yang dilaksanakan
dapat tepat sasaran dan mampu mengatasi masalah Kesehatan yang dihadapi.
Penyediaan data dan informasi kesehatan yang lengkap dan akurat
merupakan salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan efektifitas dan
efesiensi kebijakan, strategi dan perencanaan yang disusun.
Dalam rangka memberikan gambaran situasi dan kondisi kesehatan
Puskesmas Tanjung Karang dan untuk mengetahui gambaran hasil-hasil program
kegiatan yang dicapai selama tahun 2016 perlu dibuat profil Kesehatan
Puskesmas Tanjung Karang tahun 2016.

1
BAB I
PENDAHULUAN

I. 1 LATAR BELAKANG
Kesehatan merupakan salah satu komponen utama dalam Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) yang dapat mendukung terciptanya SDM yang
cerdas, sehat dan ahli menuju keberhasilan Pembangunan Kesehatan.
Pembangunan Kesehatan merupakan salah satu hak dasar masyarakat yaitu hak
untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Pembangunan Kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan
nasional, dimana dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah sehat, baik secara fisik, mental,
spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif
secara sosial ekonomis.
Desentralisasi upaya Kesehatan memberi wewenang kepada kabupaten
dan kota untuk menentukan sendiri prioritas pembangunan Kesehatan daerahnya
sesuai dengan kemampuan, kondisi dan kemampuan setempat. Dalam upaya
mendukung pembangunan Kesehatan, sistem informasi Kesehatan merupakan
sesuatu yang sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan, strategi
maupun perencanaan, sehingga pembangunan Kesehatan yang dilaksanakan
dapat tepat sasaran dan mampu mengatasi masalah Kesehatan yang dihadapi.
Penyediaan data dan informasi kesehatan yang lengkap dan akurat
merupakan salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan efektifitas dan
efesiensi kebijakan, strategi dan perencanaan yang disusun.
Dalam rangka memberikan gambaran situasi dan kondisi kesehatan
Puskesmas Tanjung Karang dan untuk mengetahui gambaran hasil-hasil program
kegiatan yang dicapai selama tahun 2016 perlu dibuat profil Kesehatan
Puskesmas Tanjung Karang tahun 2016.

2
I.2. TUJUAN PROFIL PUSKESMAS TANJUNG KARANG
1.2.1 Tujuan Umum :
Memberikan informasi tentang situasi dan kondisi kesehatan di wilayah
Kerja Puskesmas Tanjung Karang.

1.2.2 Tujuan Khusus :


- Memberikan informasi Derajat Kesehatan Masyarakat di wilayah Kerja
Puskesmas Tanjung Karang tahun 2020
- Memberikan informasi tentang Upaya Kesehatan yang dilakukan di
wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang tahun 2020
- Memberikan informasi tentang Sumber Daya Kesehatan di wilayah Kerja
Puskesmas Tanjung Karang 2020

I.3. VISI DAN MISI


VISI :

Terwujudnya Puskesmas Tanjung Karang dengan wilayah kerja yang


sehat dan mandiri tahun 2020

MISI :
1. Mewujudkan petugas yang sehat dan mandiri melalui upaya
peningkatan kompetensi dan pemberdayaan tenaga berdasarkan
pertanggungjawaban wilayah kerja
2. Mewujudkan pelayanan yang sehat dan mandiri pada pelaksanaan
upaya kesehatan wajib dan pilihan melalui upaya bimbingan program,
pengawasan, dan pengendalian
3. Mewujudkan masyarakat di wilayah kerja menjadi sehat dan mandiri
melalui upaya pemberdayaan optimal UKBM
4. Mewujudkan manajemen yang sehat dan mandiri melalui mekanisme
perencanaan, pencatatan dan pelaporan serta evaluasi

3
1.4 SISTEMATIKA PENULISAN
Penyajian laporan Tahunan di wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang
Tahun 2016 disajikan dengan sistematika sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
Bab ini berisi penjelasan tentang maksud dan tujuan Laporan Tahunan di
wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang 2016. dan sistematika
penulisannya.
Bab II Gambaran Umum
Bab ini menyajikan uraian tentang Gambaran Umum Puskesmas Tanjung
Karang terdiri dari Kondisi Geografi dan Topografi, Gambaran Demografi
Keadaan Pendidikan dan ekonomi.
Bab III Derajat Kesehatan
Bab ini menguraikan tentang indikator mengenai Umur Harapan Hidup,
Mortalitas dan Status Gizi.
Bab IV Upaya Kesehatan
Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, Pemberantasan
Penyakit Menular, Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar, Perbaikan
Gizi Masyarakat, Pelayanan Kefarmasian, Perilaku Kesehatan, Upaya
Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat dan Standar Pelayanan Minimal
(SPM).
Bab V Sumberdaya Kesehatan
Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan, Sumber Daya Manusia
Kesehatan dan Pembiayaan Kesehatan.
Bab VI Kesimpulan

4
BAB II
GAMBARAN UMUM

II.1. KONDISI GEOGRAFI DAN TOPOGRAFI


Puskesmas Tanjung Karang adalah salah satu Puskesmas di Kota
Mataram, letaknya diapit antara Puskesmas Karang pule dan puskesmas
Ampenan.
Gambar 1. Peta Wilayah Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

Sumber: Bappeda Kota Mataram

5
Adapun batas-batas administrasi adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kelurahan Ampenan
Sebelah Selatan : Kelurahan Jempong Baru
Sebelah Timur : Kelurahan Karang Pule
Sebelah Barat : Selat Lombok

Wilayah Puskesmas Tanjung Karang adalah 746 Km2, yang termasuk dalam 2
kecamatan yaitu kecamatan Sekarbela yang terdiri dari Kelurahan Tanjung
Karang, Kelurahan Tanjung Karang Permai, dan Kekalik Jaya, dan kecamatan
Ampenan yang terdiri dari Kelurahan Ampenen Selatan, Kelurahan Banjar dan
Kelurahan Taman sari.

II.2. GAMBARAN DEMOGRAFI


1. Jumlah, kepadatan dan laju pertumbuhan penduduk per Kelurahan

Berdasarkan hasil survei tahun 2016, jumlah penduduk di wilayah kerja


Puskesmas Tanjung Karang tercatat 58.418 jiwa, dengan jumlah penduduk dan
sasaran penduduk menurut kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung
Karang tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut :

6
Tabel 1. Luas Wilayah, Jumlah Lingkungan, Jumlah Penduduk
dan Kepadatan Penduduk Menurut Kelurahan di
wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

Luas Kepadatan
Jumlah Jumlah
No Kelurahan Wilayah Penduduk/
Lingkungan Penduduk
(Km2) Km2

Tanjung
1 6 9217
Karang
Tanjung
2 5 8388
Karang Permai

3 Kekalik Jaya 5 19279

4 Taman Sari 4 9457

5 Banjar 4 7526

Ampenan
6 5 9022
Selatan

Jumlah 29 62889

Sumber : Dikes Kota Mataram

Rata-rata kepadatan penduduk adalah 6.846 jiwa/Km. Jika dirinci


menurut keluraha maka kelurahan dengan kepadatan penduduk tertinggi
adalah kelurahan Ampenan selatan dengan kepadatan penduduk sebesar
8.592 jiwa/Km sedangkan Kelurahan yang kepadatan penduduknya paling
rendah adalah kelurahan banjar sebesar 5.474 Jiwa/Km.

7
BAB III
DERAJAT KESEHATAN

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat merupakan tujuan pembangunan


kesehatan Kota Mataram yang dilaksanakan melalui program dan kegiatan.
Pembangunan kesehatan selain diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat juga meningkatkan mutu dan kemudahan pelayanan kesehatan yang
semakin terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Derajat Kesehatan ditentukan oleh indikator-indikator kualitas hidup, mortalitas,
morbiditas dan status gizi. Kualitas hidup antara lain dapat dilihat dari indikator Umur
Harapan Hidup, sedangkan mortalitas dapat dilihat dari indikator-indikator Angka
Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu. Morbiditas dapat dilihat dari indikator-
indikator antara lain angka dan jumlah kesakitan DBD, ISPA, Diare, Malaria, TB paru,
HIV/AIDS, Acute Flaccid Paralysis (AFP). Sedangkan status gizi dilihat antara lain dari
dari indikator Persentase Balita dengan Gizi Buruk (dibawah garis merah pada KMS).

III.1. UMUR HARAPAN HIDUP (UHH)


Muara dari kualitas kesehatan masyarakat, akan tergambarkan dalam
angka harapan hidup bagi bayi yang dilahirkan saat ini. Berdasarkan perhitungan
menggunakan life table, diperoleh angka harapan hidup di Wilayah Kerja
Puskesmas tanjung Karang pada tahun 2016 mencapai 67,62 tahun. Artinya
bahwa apabila ada bayi yang dilahirkan pada saat ini, maka dia berpeluang
untuk hidup selama 67,62 tahun yang akan datang.

8
Grafik 2. Umur Harapan Hidup Kota Mataram Tahun 2007 2012

67.62
67.13
66.64
66.15
65.66
65.19

2007 2008 2009 2010 2011 2012

Sumber : IPM Kota Mataram Tahun 2012

Pada grafik diatas terlihat bahwa selama periode tahun 2007 2012 umur
harapan hidup terus mengalami peningkatan. Umur harapan hidup penduduk
Kota Mataram meningkat dari 65,19 tahun pada tahun 2007 menjadi 67,62 tahun
pada tahun 2012. Seiring teori yang ada, umur harapan hidup berbanding
terbalik dengan angka kematian (bayi lahir mati, kematian bayi dibawah 1 tahun,
kematian anak dibawah lima tahun dan kematian ibu). Makin tinggi kualitas
kesehatan menyebabkan makin rendahnya angka kematian dan berakibat
kepada meningkatnya umur harapan hidup.

III.2. MORTALITAS
1. Angka Kematian Bayi (AKB)
Angka Kematian Bayi merupakan salah satu indikator yang
menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Faktor yang mempengaruhi
Angka Kematian Bayi antara lain tingkat pengetahuan/pendidikan kedua
orang tuanya, umur perkawinan pertama, pola konsumsi, perilaku hidup
sehat, keadaan sosial ekonomi, adat istiadat, kebersihan lingkungan dan
pelayanan kesehatan.
Berdasarkan Data Survei Kependudukan dan Demografi Indonesia
(SDKI, 2012) menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) Nasional sebesar 34
per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan untuk Nusa Tenggara Barat Angka
Kematian Bayi sebesar 57 per 1.000 kelahiran hidup.

9
Data terakhir dari Buku Indeks Pembangunan Manusia Kota Mataram Tahun
2010 dijelaskan bahwa angka kematian bayi pada tahun 1999 adalah
sebesar 53 bayi per 1.000. pada tahun 2010 angka kematian bayi dapat
ditekan menjadi 38 bayi per 1.000 kelahiran hidup
Sedangkan jumlah kasus kematian bayi Tahun 2016 tidak ada kasus
kematian, sedangkan kematian bayi tahun 2015 sebanyak 3 kasus kematian
bayi, salah satu penyebabnya BBLR

2. Angka Kematian Ibu (AKI)


Jumlah kasus kematian ibu tahun 2016 di Wilayah kerja Puskesmas
Tanjung Karang sebanyak 1 orang yang disebabkan oleh PEB yaitu di
Kelurahan Banjar.

III.3 MORBIDITAS

1. Tuberkulosis
Tuberkulosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberkulosis, yakni kuman aerob yag dapat hidup
terutama di paru-paru atau di berbagai organ tubuh lainnya yang
mempunyai tekanan parsial oksigen yang tinggi. Pada penyakit
tuberkulosis, jaringan yang paling sering diserang adalah paru-paru yakni
sebesar 95,9 %. Penyakit Tuberkulosis Paru masih merupakan masalah
kesehatan masyarakat di Indonesia ,demikian juga di Kota Mataram.

Secara nasional Prevalensi TB Paru adalah 210/100.000 penduduk


dan target yang harus dicapai tahun 2016 adalah penemuan 70% dari
kasus yang diperkirakan dari prevalensi tersebut. Tujuan dari program
penanggulangan TB adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian
akibat TB dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan kesehatan
untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Target dalam penanggulangan TB adalah :

1. Proporsi Pasien TB BTA positif antara suspek 5-15%

10
2. Proporsi pasien TB Paru BTA Positif diantara semua pasien TB
di obati > 65 %

3. Angka penemuan kasus (Case Detection Rate = CDR ) minimal


70%

4. Angka konversi (convertion Rate ) minimal 80%

5. Angka Kesembuhan (Cure Rate ) minimal 85%

Sedangkan target penderita BTA positif untuk Puskesmas tahun


2014 sebanyak 96 penderita

Tabel 2. Hasil kegiatan program TB di Puskesmas Tanjung Karang


Tahun 2016
Triwulan Suspek BTA (+) BTA( ) Ro+ Ekstra Paru

I 30 6 3 0

II 45 9 5 0

III 24 9 4 0

IV 30 6 1 1

Jumlah 129 30 13 1

Case Detection Rate = 34,4%


Angka Konversi (Convention Rate)
Angka
Triwulan Diobati Konversi KET
konversi (%)
I 6 6
II 9 9
III 9 9
IV 6 6
Jumlah 30 30
Convention Rate = 100%

11
Hasil pengobatan
Triwulan Diobati Sembuh Meninggal Pindah KET
I 6
Defauter =
II 9
Sisipan =
Dalam masa
III 9
pengobatan =
Dalam masa
IV 6
pengobatan =
Jumlah 30
Angka kesembuhan (Cure Rate) = 60,6 %
Dari hasil presentase diatas terlihat tidak mencapai target yang
diharapkan dimana pada angka penemuan kasus mungkin terlalu tinggi
sedangkan pada angka konversi dan angka penyembuhan masih ada
sebagian penerima pada tahap pengobatan.

2. Pneumonia

Penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit yang termasuk 10 besar


penyakit terbanyak di Kota Mataram terutama pada bayi dan balita, dan salah
satu penyakit yang termasuk dalamnya adalah Pneumonia. Pneumonia adalah
infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) yang ditandai dengan
batuk disertai napas cepat dan atau kesukaran bernafas. Kasus pneumonia di
Kota Mataram dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan. Hal
tersebut terlihat dari cakupan penemuan penderita pneumonia cenderung
menurun dari tahun 2016 hingga tahun 2015. Capaian penemuan kasus
Pneomonia tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut :

12
Tabel 5.Jumlah pencapaian program ISPA Puskesmas Tanjung Karang tahun
2016

Target 2015 Target 2016


No Bulan
2015 2016
pencapaian % pencapaian %
1 Januari 64 59
2 Februari 42 42
3 Maret 58 45
4 April 73 50
5 Mei 51 42
6 Juni 5 55 5 40
9 9
7 Juli 8 38 8 61
8 Agustus 48 48
9 September 36 46
10 Oktober 33 48
11 November 42 46
12 Desember 47 40
98,16 94,81
Jumlah 587 567
% %

tabel kasus ISPA pada masing masing Kelurahan


Komp yg Koml yg
Target Target
Kelurahan harus sudah % KET
/TH /bulan
dicapai dicapai
Banjar 48
Ampenan
66
Selatan
Taman 5
5 1 26
Sari 5
9 7
Kekalik 0
8 206
Jaya
Tjk Permai 80
Tanjung
141
Karang
Total /
598 50 517 567 94,81%
PKM
Dari tabel diatas terlihat bahwa di kelurahan Kekalik Jaya memiliki
kasus ISPA terbanyak yaitu 260 kasus.

13
3. HIV/AIDS

Penyakit Infeksi menular seksual (IMS) atau penyakit menular seksual


(PMS) adalah infeksi yang penularannya terutama melalui hubungan seksual
yang mencakup infeksi yang disertai gejala-gejala klinis maupun asimptomatis.
Penyebab infeksi menular seksual ini sangat beragam dan setiap penyebab
tersebut akan menimbulkan gejala klinis atau penyakit spesifik yang beragam
pula. Menurut WHO, penyebab IMS dapat dikelompokan menjadi beberapa jenis
yaitu bakteri, virus, protozoa, jamur dan ektoparasit.
Data kasus IMS tahun 2016

No Bulan Jumlah kasus Jumlah kasus

tahun 2015 tahun 2016

1 Januari 6

2 Februari 7

3 Maret 3

4 April 2

5 Mei 12

6 Juni 3

7 Juli 2

8 Agustus 0

9 September 9

10 Oktober 0

11 November 0

12 Desember 0

Jumlah Total Puskesmas 44

14
Dari tabel diatas jumlah kunjungan kasus IMS pada tahun 2015 adalah
sebanyak 44 kasus sedangkan tahun 2016 paling banyak terdeteksi yaitu pada
bulan Februari yaitu sebanyak 11 kasus.

4. Diare

Diare adalah suatu penyakit yang ditandai buang air besar dengan
konsistensi lembek/cair yang frekwensinya lebih sering dari biasanya. Penyakit
diare potensial menyebabkan kematian pada bayi dan balita karena dehidrasi
yang disebabkannya. Jumlah kasus diare yang ditemukan pada tahun 2015
sebanyak 2500 kasus menurun dari tahun 2014 sebanyak 3510.
Tabel 6. Penemuan Kasus Diare di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2015

Target 2015 Target 2016


No Bulan
2015 Pencapaian % 2016 Pencapaian %
1 Januari 323 289
2 Februari 165 198
3 Maret 201 129
4 April 113 84
5 Mei 2 204 2 69
6 Juni 5 332 5 146
7 Juli 0 276 0 226
8 Agustus 0 269 0 231
9 September 230 171
10 Oktober 155 210
11 November 173 169
12 Desember 204 198
106
Jumlah 2645 2220 88,8%
%

Tabel diatas menunjukan bahwa cakupan penemuan kasus diare di


Puskesmas Tanjung Karang tahun 2015 sudah menurun dari tahun 2014.

15
5. Kusta

Penyakit kusta masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dan


beberapa negara di dunia. Penyakit kusta sampai saat ini masih ditakuti oleh
masyarakat, keluarga dan termasuk petugas kesehatan sendiri. Penyakit kusta
merupakan penyakit kronis yang menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh
lainnya. Diagnosis penyakit kusta ditegakkan dengan ditemukannya tanda-tanda
utama yaitu adanya lesi kulit yang mati rasa, penebalan saraf tepi dengan
disertai gangguan fungsi saraf serta ditemukannya bakteri tahan asam (BTA).
Menurut World Health Organizations (WHO), penyakit kusta diklasifikasikan
menjadi 2 yaitu type PB (pausi basiler) dan type MB (multi basiler). Tujuan dari
program ini adalah menurunkan angka kesakitan sehingga penyakit kusta tidak
lagi menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Sedangkan target
pencapaiannya adalah Eliminasi Kusta pada Tahun 2015 dengan prevalensi
<1/10.000 penduduk.
Penemuan penderita baru kusta puskesmas Tanjung Karang tahun 2014
dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 7. Angka Penemuan Kasus Baru Kusta Tahun 2016


No Tahun Kasus baru Kambuh

1 2015 1 1

2 2016 2 0

Jumlah 3 1

Tahun 2015 ditemukan kenaikan kasus dari 1 kasus baru pada tahun
2015 menjadi 2 kasus baru di tahun 2016 . dari 2 penderita yang diobati 2 kasus
RFT. Penyakit ini membutuhkan waktu pengobatan yang cukup lama dan apabila
tidak dilakukan pengobatan maka dapat menimbulkan kecatatan. Lembaga dunia
WHO mengklasifikasikan tingkat kecacatan kusta ini menjadi tiga tingkatan, yaitu
Tingkat 0, Tingkat 1 dan Tingkat 2. Kecacatan Tingkat 2 merupakan yang

16
terparah dimana telah terjadi kelainan anatomis (cacat) pada tangan dan kaki
serta terdapat gangguan (cacat) pada mata.

6. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi


PD3I merupakan penyakit yang diharapkan dapat diberantas/ditekan dengan
pelaksanaan program imunisasi, adapun penyakit menular yang dapat dicegah
dengan imunisasi (PD3I) adalah Difteri, Pertusis, Tetanus Neonatorum, Campak,
Polio dan Hepatitis B. Pencapaian kegiatan imunisasi di Puskesmas Tanjung
Karang adalah seperti yang tertera pada tabel berikut.

Tabel 9. Pencapaian imunisasi tahun 2015

Target 2015 Target 2016


Imunisasi
2015 Pencapaian % 2016 Pencapaian %
1 HB 1 1057 89 1146 95
2 BCG 1023 86 1133 94
3 POLIO 1 1023 86 1133 94
4 DPT/HB1 1 1121 96 1 1211 102
5 POLIO 2 2 1121 96 2 1211 102
6 DPT/HB2 0 1123 96 0 1088 92
7 POLIO 3 5 1123 96 7 1088 92
8 DPT/HB3 1156 99 11199 104
9 POLIO 4 1156 99 1199 104
10 CAMPAK 1057 90 1172 99

17
Sedangkan untuk imunisasi anak sekolah (BIAS)
Tabel 10. Pencapaian BIAS tahun 2016
2015 2016
No KLS IMUNISASI
Jlh % Jlh %
CAMPAK 892 96% 847 95%
1 I
DT 924 99% 882 97%
2 II TD/TT 868 98% 879 97%
3 III TD/TT 896 98% 863 97%
Pencapaian kegiatan imunisasi ini tidak lepas dari antara kerja sama lintas
program, peran serta kader dan masyarakat.

7. DBD

Kepadatan penduduk yang sangat tinggi, menjadikan penularan Demam


Berdarah Dengue menjadi lebih cepat, dipengaruhi juga oleh faktor demografis
dan geografis kota Mataram yang menunjang perkembangbiakan nyamuk Aedes
aegypti.

Program pemberantasan DBD mempunyai tujuan mengeliminasi kasus


DBD. Yang dilakukan pada program ini yaitu penyuluhan PSN (Pemberantasan
Sarang Nyamuk) dan PJB (Pemeriksaan Jentik Berkala).

PJB dilaksanakan oleh petugas puskesmas serta di bantu oleh kader


dalam waktu 3 bulan sekali pada tempat-tempat umum (SD, tempat ibadah, dll)
serta perumahan. Target PJB adalah angka bebas jentik sebesar 95% sehingga
dapat memutuskas siklus hidup nyamuk yang berisiko terjadinya kasus DBD.

Berikut adalah gambaran kasus DBD di Wilayah kerja Puskesmas


Tanjung Karang tahun 2015.

Tabel 10. Distribusi Kasus DBD Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2015

18
No Bulan Kasus tahun 2015 Kasus tahun 2016
1 Januari 15 3
2 Februari 17 16
3 Maret 18 16
4 April 13 14
5 Mei 13 33
6 Juni 12 13
7 Juli 6 4
8 Agustus 2 7
9 September 0 3
10 Oktober 0 1
11 November 0 1
12 Desember 0 6
Jumlah 96 117

Pada tabel diatas terlihat bahwa incidence rate (IR) kasus DBD tahun
2015 mengalami peningkatan sebesar 66 kasus, dari tahun 2014
Adapun hasil kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) dapat dilihat
pada tabel dibawah ini :

Tabel 11. Hasil Kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) Tahun 2016
Jumlah Rumah
Jumlah
No Kelurahan rumah post
kasus
yang di PE Jentik
1 Banjar 8 139 27
2 Ampenas Selatan 22 450 61
3 Taman sari 28 518 70
4 Kekalik Jaya 19 420 42
5 Tjk permai 9 154 33
6 Tanjung Karang 10 201 15
Total 96 1882 284
8. Malaria

19
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi
permasalahan kesehatan masyarakat yang sangat mempengaruhi angka
kematian dan kesakitan bayi, balita dan ibu hamil serta dapat menurunkan
produktifitas tenaga kerja.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut salah pada program P2 malaria
telah melakukan kegiatan sebagai berikut :
1. Penemuan penderita
2. Penegakan diagnosa melalui mikroskopis dan RDT (Rapid Diagnostic
Test)
3. Pengobatan menggunakan Artemisinin Combination Therapy (ACT)
4. Pembagian kelambu anti nyamuk.
Meskipun telah dilakukannya kegiatan-kegiatan seperti yang telah disebutkan
angka kasus malaria masih tinggi seperti tertera pada tabel berikut
Tabel 12. Kasus malaria Puskesmas Tanjung Karang
Malaria 2014 Malaria 2015
No Bulan
Klinis Post Klinis Post

1 Januari 52 86

2 Februari 60 102

3 Maret 36 107

4 April 67 1 (PF) 95

5 Mei 16 85

6 Juni 50 55

7 Juli 39 38

8 Agustus 56 43

9 September 60 50

10 Oktober 60 70

11 November 64 75

20
12 Desember 41 53

Jumlah 351 601 859

Dari tabel diatas terlihat bahwa terdapat kasus pada bulan april, akan
tetapi kasus tersebut merupakan pasien dari luar wilayah Puskesmas Tanjung
Karang.

9. Penyakit Tidak Menular

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di


Indonesia. Keadaan dimana penyakit menular masih merupakan masalah
kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan morbiditas dan mortalitas PTM
makin meningkat merupakan beban ganda dalam pelayanan kesehatan,
tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di
Indonesia.
Tabel 13. Hasil Pemantauan Penyakit Tidak Menular (PTM) Tahun 2016

No Nama Penyakit Th 2014 Th 2015


1 Hipertensi 1320 689

2 Diabetes Mellitus 491 211

3 Obesitas 109 47
4 Struma 0 3
5 Thyrotoksikosis 0 0
6 Stroke 28 26
7 Asma 490 289
8 PPOK Klinis 22 13
9 Osteoporosis 417 0
10 Penyakit Ginjal Kronik 8 5
11 Gagal Jantung 0 22
12 Kecelakaan Lalu Lintas 1097 420
13 Tumor Payudara 9 9
14 Tumor Kulit 0 0
15 Tumor Pada Retina Mata 0 0
16 Tumor Pada Bibir Rongga Mulut 3 0

21
17 Tumor Genetalia Externa 0 0
18 Tumor Cervik 0 0
Tumor Genetalia interna 0
19 0
Perempuan (kecuali Cervik)
20 Angina Pektoris 9 0

10. Kesehatan Jamaah Haji

Pemeriksaan kesehatan jamaah calon haji dilaksanakan satu kali dalam


setahun. Rekapitulasi hasil pemeriksaan kesehatan jemaah calon haji tahun
2016.
Tabel 13. Tabel Tahun 2016

Pemeriksaan Labo Imunisasi K3JH


Th rator influe Menin mening
M O P ium sehat sakit
nza gitis gal
20
30 17 0 47 47 46 0 1
15
20
33 24 0 57 57 55 0 0
16

11. Kejadian Luar Biasa


Tabel 15. Kejadian Luar Biasa (KLB) diPuskesmas Tj. Karang Tahun 2016
KLB di Desa/Kelurahan
No Kelurahan
Jumlah Ditangani <24 %
jam
1 Tj.Karang 0 0 0
2 Tj.Karang Permai 0 0 0
3 Kekalik Jaya 0 0 0
4 Taman Sari 0 0 0
5 Banjar 0 0 0
6 Ampenan Selatan 0 0 0
JUMLAH 0 0 0

22
Sumber : P2M pkm Tj Karang Tahun 2015

Kejadian Luar Biasa (KLB) pada tahun 2015 ini yaitu tidak terjadi KLB
BAB IV
SITUASI UPAYA KESEHATAN

Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka meningkatkan upaya


pembangunan kesehatan secara lebih berdayaguna dan berhasil guna serta
mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, meningkatkan pemerataan
dan mutu pelayanan dan sekaligus dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia.
Dalam pelaksanaan kegiatannya, Puskesmas Tanjung Karang didukung oleh
sarana pelayanan kesehatan yang yaitu Puskesmas Perawatan yang terdiri dari 2
Puskesmas Pembantu ,2 Polindes,34 Posyandu dengan jumlah Kader aktif 162 orang ,
,Dukun terlatih 6 orang
IV.1. Pelayanan Kesehatan
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan jangkauan dan mutu
pelayanan kesehatan. Untuk itu berbagai upaya telah dilakukan yang antara lain
dengan meningkatkan mutu pelayanan.

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan jangkauan dan mutu


pelayanan kesehatan. Untuk itu berbagai upaya telah dilakukan yang antara lain
dengan meningkatkan mutu pelayanan.

1. Cakupan K1 dan K4 serta Pertolongan Persalinan


Cakupan kunjungan Ibu hamil K4 adalah cakupan ibu hamil yang
mendapatkan pelayanan selama masa kehamilan sesuai standar paling
sedikit empat kali selama masa kehamilan. Tahun 2015 cakupan kunjungan
ibu hamil K1 sebesar 100,15% dan K4 sebesar 95,02%.

23
Tabel 16. Cakupan K1 dan K4 menurut Kelurahan wilayah PKM Tanjung
Karang Tahun 2016

Target K1 K4
No Kelurahan
Bumil Jumlah % Jumlah %
1 Tanjung Karang 195 212 108,72 204 104,62
2 Tj. Karang Permai 177 192 108,47 184 103,95
3 Kekalik Jaya 407 282 69,29 261 64,13
4 Taman sari 200 205 102,50 191 95,50
5 Banjar 159 203 127,67 197 123,90
6 Ampenen Selatan 190 234 127,16 225 123,16
Pkm Thn 2016 1326 1328 100,00 1262 95,05
Tahun 2015 1325 1329 100,30 1259 95,02
Sumber : Laporan PWS KIA tahun 2016

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat cakupan K1 dan K4 tahun


2016. Cakupan K1 pada tahun 2016 ini sebesar 100,00% dan cakupan K4
sebesar 95,05%. Cakupan K1 dan K4 tertinggi terdapat di Kelurahan Banjar
dan cakupan K1 dan K4 terendah adalah Kelurahan Kekalik Jaya.
Selain cakupan K1 dan K4 indikator lain yang digunakan dalam
pelayanan kesehatan ibu dan anak adalah cakupan tenaga yang memberikan
pertolongan pada saat persalinan. Tenaga yang memberikan pertolongan
persalinan dapat dibedakan menjadi dua yaitu tenaga kesehatan dan tenaga
non kesehatan (dukun). Tahun 2015 cakupan pertolongan persalinan oleh
bidan / tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi menurut Kelurahan
adalah sebagai berikut :

24
Tabel 17.Cakupan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan dan
Tenaga Non Kesehatan Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016
Persalinan Non
Persalinan Nakes
Target Nakes
No Kelurahan
Bulin Cakup
% Cakupan %
an

1 Tanjung Karang 186 187 100,52 0 0

2 Tj Karang Permai 169 159 94,08 0 0


3 K. jaya
Permai 388 245 63,14 0 0
4 Taman Sari 191 172 90,05 0 0
5 Banjar 152 183 120,36 0 0
6 Ampenen Selatan 181 200 110,50 0 0
Pkm Tj karang 2016 1267 1146 90,45 0 0
Tahun 2015 1256 1149 91,48 0 0
Sumber : Laporan PWS KIA tahun 2016

Dari tabel tersebut diatas diperoleh gambaran bahwa cakupan persalinan


oleh tenaga kesehatan terlatih Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016
sebesar 90,45%, Namun cakupan persalinan oleh Tenaga Non Kesehatan
tidak ada ini menunjukan bahwa bidan tetap bermitra dengan dukun dalam
rujukan persalinan ,Kelurahan dengan cakupan persalinan oleh tenaga
kesehatan yang memiliki kompetensi tertinggi adalah Kelurahan Banjar
sebesar 120,39,60 % .
2. Berat Bayi Lahir rendah (BBLR)
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat
badannya saat lahir kurang dari 2500 gram. Berkaitan dengan penanganan
dan harapan hidupnya, bayi berat lahir rendah dibedakan dalam: (1) Bayi
Berat Lahir Rendah (BBLR), berat lahir 1500 2500 gram; (2) Bayi Berat
Lahir Sangat Rendah (BBLSR), berat lahir < 1500 gram ; (3) Bayi Berat Lahir
Ekstrim Rendah (BBLER) berat lahir < 1000 gram.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR antara lain : Gizi yang
kurang saat hamil, umur, jarak hamil dan bersalin terlalu dekat, Paritas ibu,

25
Asma bronkiale, Infeksi Saluran Kemih, Hipertensi dan Gaya Hidup. Adapun
kejadian BBLR Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016 sebagai berikit :
Tabel 18. Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Puskesmas
Tanjung Karang Tahun 2016
BAYI BAYI
JUMLAH
LAHIR BBLR
NO Kelurahan LAHIR
DITIMBANG
HIDUP
Jumlah % Jumlah %
1 Tanjung Karang 187 187 100 4 2,14
2 Tanjung Karang 159 159 100 3 1,89
Permai
3 Kekalik Jaya 245 245 100 6 2,45
4 Taman Sari 172 172 100 2 1,16
5 Banjar 183 183 100 2 1,09
6 Ampenan Selatan 200 200 100 8 4,00
Pkm Tj Karang 2016 1146 1146 100 25 2,18
Tahun 2015 1149 1149 100 25 2,18
Sumber : Data KIA pkm Tahun 2016
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa kejadian BBLR Puskesmas Tanjung
Karang tahun 2016 sebanyak 25 bayi. Dimana kejadian BBLR paling banyak
di Kelurahan Ampenan Selatan yaitu sebanyak masing-masing 8 kasus
(4,8%).

3. Kunjungan Neonatal 3 (KN3), Neonatal Komplikasi dan Kunjungan Bayi

Kunjungan Neonatal (KN) adalah neonatus (bayi berumur 0 28 hari)


yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar oleh tenaga
kesehatan yang memilki kompetensi klinis minimal 3 kali selama bayi
berumur 0 28 hari. Tahun 2016 tercatat cakupan Kunjungan Neonatal (KN)
minimal 3 kali yaitu 94,61 %.
Neonatus komplikasi tertangani adalah neonatus komplikasi yang
mendapat pelayanan oleh tenaga kesehatan yang terlatih, dokter dan bidan
di sarana pelayanan kesehatan. Cakupan neonatus komplikasi yang
ditangani pada tahun 2016 sebanyak 33,69 %

26
Sedangkan cakupan kunjungan bayi adalah cakupan bayi (29 hari
11 bulan) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar
oleh dokter, bidan dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan
paling sedikit 4 kali disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Tahun
2016 cakupan kunjungan bayi minimal 4 kali di Puskesmas Tanjung Karang
cukup besar yaitu 92,71% dari target sasaran bayi.
Data kunjungan neonatal minimal 3 kali, neonatal komplikasi yang
ditangani dan kunjungan bayi minimal 4 kali menurut Kelurahan di wilayah
Puskesmas Tanjung Karang tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 19. Cakupan Kunjungan Neonatal 3 (KN3), Neonatal Komplikasi
dan Kunjungan Bayi Pskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

Kunjungan Neonatal
Kunjungan Bayi
Target Neonatus 3 Komplikasi
4
(KN3) tertangani
No Kelurahan
Bayi
Lahir Bayi Jml % Jml % Jml %
Hidup
1. Tanjung Karang 187 177 185 104,52 16 60,26 183 103,39
2. Tanjung Karang Permai 159 161 159 98,76 11 45,55 169 104,97
3. Kekalik Jaya 245 370 245 66,62 13 23,43 211 57,03
4. Taman Sari
ppPermai 172 182 172 94,51 4 14,65 174 95,60
5. Banjar 183 144 183 127,08 4 18,52 195 135,42
6. Ampenan Selatan 200 173 198 114,45 13 50,10 187 108,09
Tahun 2016 1146 1207 1142 94,61 61 33,69 11.19 92,71
Tahun2015 1149 1196 1142 95,48 137 76,37 121 101,84
Sumber : Laporan PWS KIA (Anak) tahun 2016

Dari tabel di atas menunjukkan cakupan KN3 di Puskesmas Tanjung


Karang pada tahun 2016 sebesar 94,61% dengan capaian cakupan KN3
tertinggi pada kelurahan Banjar sebesar 127,08 %. Sedangkan cakupan
Kunjungan Bayi minimal 4 kali pada tahun 2016 sebesar 92,71 %. Cakupan
kunjungan bayi minimal 4 kali tertinggi pada kelurahan Banjar sebesar 135,42
% dan terendah pada Kelurahan Kekalik Jaya sebesar 57,03 %.

27
4. Imunisasi
a. Imunisasi Bayi
Tolak ukur keberhasilan kegiatan imunisasi adalah pencapaian
Cakupan desa/kelurahan UCI (Universal Child Immunization) dimana 80
dari jumlah bayi yang ada di desa/kelurahan tersebut sudah mendapat
imunisasi lengkap (masing-masing antigen) dalam waktu satu tahun.
Cakupan UCI Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2015 sebesar >80%.
Imunisasi dasar lengkap pada bayi (0 11 bulan) meliputi 1 dosis
BCG, 3 dosis DPT-Hb, 4 dosis Polio, 1 dosis Campak. Adapun Cakupan
imunisasi bayi di Puskesmas Tanjung Karang tahun 2015 dapat dilihat
pada tabel berikut :
Tabel 20. Cakupan Imunisasi Bayi di Puskesmas Tanjung Karang Tahun
2015

Cakupan (%) Imunisasi


DO Dasar
No Kelurahan DPT- DPT- Rate Lengkap
BCG Polio4 Campak (%)*
HB1 HB3

1 Tanjung Karang 111 87 102 102 93 18 93


2 Tanjung Karang 107 89 112 112 93 14 93
pppPPermai
3 Kekalik Jaya 88 76 88 88 76 12 76
4 Taman Sari 88 86 86 86 87 1 87
5 Banjar 97 94 103 103 98 -1 98
6 Ampenan Selatan 91 90 105 105 105 -6 105
Puskesmas (2015 97 87 99,33 99,33 92 6,33 92
Th. 2014 92 94 94 94 86 6 94
Sumber : P2M Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2015
* DO Rate = DPT HB1 Campak
Dari tabel cakupan imunisasi lengkap diatas, dapat dilihat bahwa
cakupan imunisasi lengkap Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2015
sebesar 92 %. Puskesmas dengan cakupan tertinggi adalah Kelurahan
Ampenan Selatan (105%) sedangkan Kelurahan dengan cakupan
imunisasi dasar lengkap terendah adalah Kelurahan Kekalik Jaya (76 %)

28
b. Imunisasi ibu hamil
Salah satu upaya untuk menekan kematian bayi akibat tetanus
neonatorum adalah melalui pemberian imunisasi TT pada ibu hamil.
Pemberian imunisasi TT pada ibu hamil dilaksanakan 2 kali semasa
kehamilan yaitu TT1 dan TT2. Tahun 2015 cakupan imunisasi TT ibu hamil
di Puskesmas Tanjung Karang cukup tinggi yaitu 100,15 % (TT1) dan
95,06% (TT2). Sedangkan cakupan imunisasi TT pada ibu hamil menurut
Kelurahan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 21. Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Puskesmas Tanjung


Karang
Tahun 2015

Jumlah TT IH1 TT IH2


No Kelurahan
Bumil Jumlah % Jumlah %
1 Tanjung Karang 198 213 107,58 202 102,02

2 TJK Permai 183 193 105,46 186 101,64

3 Kekalik Jaya 337 238 70,62 217 64,39

4 Taman Sari 212 197 92,92 188 88,68

5 Banjar 177 200 112,99 199 112,43

6 Ampenan Selatan 208 276 132,69 258 124,04

Puskesmas (2015) 1315 1317 100,15 1250 96,06

Tahun 2014 1325 1329 100,30 1259 95,02


Sumber : P2M Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2015

Dari tabel tersebut terlihat bahwa semua Kelurahan yang ada di


Puskesmas Tanjung Karang sudah mencapai target harapan TTIH1
100,15%, kecuali kelurahan kekalik jaya sedangkan cakupan TTIH2
96,06%. Persentase cakupan imunisasi tertinggi di kelurahan Ampenan
Selatan sebesar 132,69% (TTIH1) dan 124,04% (TTIH2) pada kelurahan
Ampenan Selatan. Sedangkan Persentase cakupan imunisasi terendah
tercatat di Kelurahan Kekalik Jaya sebesar 70,64% (TT IH1) dan sebesar
64,39% (TTIH2).
29
5. Peserta KB
Peserta KB aktif adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang salah satu
pasangannya masih menggunakan alat kontrasepsi dan terlindungi oleh alat
kontrasepsi tersebut. Sedangakan Pasangan Usia Subur adalah pasangan
Suami Istri, yang istrinya berusia 15 49 tahun. Adapun jumlah peserta KB
aktif di Puskesmas Tanjung Karang tahun 2016 dapat dilihat pada tabel
berikut :
Tabel 22. Cakupan Jumlah Peserta KB Aktif Puskesmas Tanjung Karang
Tahun 2016
NO JUMLAH Peserta KB baru Peserta KB Aktif
KELURAHAN
PUS Jumlah % Jumlah %
1 Tanjung
Karang
1438 44 74,6 1221 84,91
2 TJK Permai
1163 26 108,0 867 74,54
3 Kekalik Jaya
1432 54 90 1124 78,4 9
4
Taman Sari 1168 44 89,8 1085 92,89
5 Banjar
1086 40 87 1007 92,72
6 Ampenan
Selatan
1567 37 74 1287 82,131
Puskesmas
7854 241 83,7 6480 82,51
2016
Thn 2015 7885 594 7,53 6169 77,5
Sumber : KIA PKM Tj Karang tahun 2016

Jumlah pasangan usia subur tahun 2016 sebanyak 7854 yang terdiri dari
peserta KB baru sebanyak 241 akseptor (83,7%) sedangkan jumlah peserta
KB aktif sebanyak 6480 (82,51%) akseptor.

6. Asi Ekslusif

ASI Eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) tanpa makanan dan
minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. ASI
Eksklusif adalah makanan terbaik yang harus diberikan kepada bayi karena
didalamnya terkandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi.

30
Cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas Tanjung Karang dapat dilihat pada grafik di
bawah ini:
Grafik 7. Cakupan ASI Ekslusif di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

NO KELURAHAN 2015 2016

1 Tanjung 86,08 86,25


Karang
2 TJK Permai 60,49 61,84

3 Kekalik Jaya 70,00 69,03

4 67,74 59,26
Taman Sari

5 Banjar 72,87 70,27

6 Ampenan 68,24 57,64


Selatan
Puskesmas 70,82 67,33

Sumber : Laporan F/III/Gizi/Puskesmas 2016.

Tabel diatas menunjukkan bahwa cakupan ASI ekslusif di Kelurahan


Tanjung Karang merupakan yang tertinggi (86,25%) dan Kelurahan Ampenan
Selatan (57,64,%) memiliki cakupan ASI ekslusif terendah. Untuk lebih
meningkatkan pencapaian target, diharapkan petugas lebih aktif memotivasi ibu-
ibu terutama ibu hamil agar nantinya jika melahirkan agar menyusukan bayinya
secara ekslusif selama 6 bulan dan meneruskan ASI sampai usia balita 2 tahun.

Distribusi MP-ASI
Tujuan pemberian MP-ASI adalah untuk menanggulangi dan mencegah
terjadinya gizi buruk dan gizi kurang sekaligus mempertahankan status gizi baik
pada bayi usia 6 11 bulan dan anak 12 24 bulan. MP-ASI ini dialokasikan
untuk penanggulangan gizi kurang dan gizi buruk dan prioritas balita gakin.
Selama tahun 2016 balita yang telah diberikan MP-ASI sejumlah 32 balita
dengan jumlah sasaran 333 balita (9,6 %). Ketersediaan MP-ASIdi Puskesmas
Tanjung Karang berdasarkan droping dari Dikes Kota Mataram.

31
7. Vitamin A

Penanggulangan kekurangan Vitamin A adalah kegiatan menurunkan prevalensi


kekurangan vitamin A melalui upaya meningkatkan konsumsi vitamin A melalui
makanan sumber vitamin A dan suplementasi kapsul vitamin A.
Waktu pemberian Vitamin A serentak dilakukan pada bulan Februari dan
Agustus sebagai bulan utama pemberian kapsul paling lambat 1 (satu) bulan
berikutnya diupayakan untuk menjaring kelompok sasaran yang belum mendapat
kapsul vitamin A yang dilaksanakan melalui sweeping.

Tabel 24.Cakupan Distribusi Vitamin A bayi usia 6-11 bulan Puskesmas Tanjung
Karang Tahun 2016

Bayi 6-11 bln (laki-laki) Bayi 6-11 bln(perempuan)


KELURAHAN
NO Prys % Riil % Prys % Riil %
1 Tanjung
Karang
55 63,64 35 100 49 59,18 29 100

2 TJK Permai 25 100 20 100


35 71,43 49 40,82
3 Kekalik Jaya 29 100 25 100
111 26,13 84 29,76
4 18 100 11 100
Taman Sari 50 36,00 50 22,00
5 Banjar 28 100 34 100
38 73,68 35 97,14
6 Ampenan 33 100 33 100
Selatan
50 66,00 48 68,75

Puskesmas 339 49,56 168 100 315 48,25 152 100

Sumber : Lap.Vitamin A dan F/III/Gizi.Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

Hasil pencapaian distribusi vitamin A (biru) pada bayi 6 11 dari tahun


2016 sudah mencapai 100% dari sasaran pendataan.(Riil).

32
Tabel 24.Cakupan Distribusi Vitamin A anak balita Usia 1-5 Tahun Puskesmas Tanjung
Karang tahun 2016

Bayi 1-5 tahun(laki-laki) Bayi 1-5 tahun(perempuan)


NO KELURAHAN
Prys % Riil % Prys % Riil %
1 Tanjung Karang
392 66,07 259 100 316 93,67 296 100

2 TJK Permai 134 100 163 100


326 41,10 318 51,26
3 Kekalik Jaya 225 100 175 100
777 28,96 703 24,86
4 139 100 131 100
Taman Sari 346 40,17 382 34,29
5 Banjar 241 100 245 100
283 85,16 293 83,62
6 Ampenan 290 100 288 100
Selatan
360 80,56 332 86,75

Puskesmas 2484 51,85 1288 100 2344 55,38 1298 100

Sumber : Lap.Vitamin A dan F/III/Gizi.Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

Hasil pencapaian distribusi vitamin A (merah) pada Anak balita usia 1-5
sudah mencapai 100% dari sasaran pendataan.(Riil).

8. Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita


Kegiatan Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita merupakan alat
pemantau kinerja di posyandu dan keadaan gizi masyarakat setiap bulan melalui
indikator : D/S,N/D-O-B,BGM/D. Tabel berikut ini menunjukkan hasil
penimbangan balita di Puskesmas Tanjung Karang periode 2016.

Tabel 25. Data Hasil Penimbangan Bulanan Balita Puskesmas Tanjung Karang
Tahun 2016
NO Kelurahan D/S Riil N/D-O-B BGM/D
1 Tanjung Karang 98,0 67,0 2,8
2 TJK Permai 80,8 58,9 4,2
3 Kekalik Jaya 69,8 59,6 2,0
4 Taman Sari 74,6 70,7 0,9
5 Banjar 81,1 60,2 2,1
6 Ampenan Selatan 78,7 59,1 1,8
Puskesmas 81,0 62,1 2,3
Sumber : Rekap F/ III/GIZI Puskesmas Tanjung Karang tahun 2016.

33
Cakupan Partisipasi masyrakat (D/S) di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016
mencapai 81,0 % dengan target 80 % dengan cakupan tertinggi dikelurahan Tanjung
Karang (98,0 % dan terendah di Kelurahan Kekalik Jaya 69,8 % .

Sedangkan cakupan keberhasilan program (N/D-O-B) di Puskesmas Tanjung


Karang Tahun 2016 mencapai 62,1 % belum mencapai target (80%) dengan cakupan
tertinggi di Kelurahan Taman Sari (70,7 %)dan terendah dikelurahan Tanjung Karang
Permai ( 58,9 %.)
Cakupan Balita di bawah Garis Merah (BGM) Puskesmas Tanjung Karang
Tahun 2016 sebesar 2,3 % dengan target 5% dengan cakupan tertinggi di Kelurahan
Tanjung Karang Permai (2,8 % ) dan Cakupan terendah dikeluran Taman Sari 0,9 %
Indikator BGM/D yang menggambarkan besarnya intensitas masalah gizi.

9. Status Gizi
Status gizi balita sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
balita di masa yang akan datang. Pemantauan Status Gizi Balita tahun 2016
dilaksanakan dengan pengumpulan data dilaksanakan oleh Petugas Pengumpul
data yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram dan pengolahan data
di lakukan di Dinas Kesehatan Kota Mataram.
Sedangkan dari hasil pelacakan kasus gizi buruk di Puskesmas Tanjung
Karang pada tahun 2016 ditemukan 6 kasus gizi buruk di Lingkungan Bendega
Kelurahan Tanjung Karang sedangkan kasus gizi buruk tahun 2016 sebanyak 1
orang hal ini mengalami penurunan

34
10. Penjaringan Anak Sekolah Dasar
Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan
yang bertujuan untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan
agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Sasaran dari pelaksanaan kegiatan ini diutamakan untuk siswa kelas 1 SD/MI.
Dalam kegiatan ini, dilakukan pemeriksaan kesehatan umum seperti mengukur
berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui tumbuh kembang anak. serta
pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta mata dan telinga. Tim Puskesmas
yang turun kali ini adalah dokter, petugas gizi dan petugas UKS.
Pada tahun 2016 ini cakupan penjaringan siswa sekolah adalah 100%.

Tabel 27. Cakupan Pelayanan Kesehatan (Penjaringan) siswa SD & setingkat


Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

Mendapat SD Mendapat
Jumlah Pelayanan Jumlah Pelayanan
No Kelurahan Kesehatan Kesehatan
Siswa SD
Jumlah % Jumlah %
1 Tanjung Karang 90 90 100 3 3 100
100
2 TJK Permai 149 149 3 3 100
100
3 Kekalik Jaya 97 97 3 3 100
100
4 Taman Sari 317 317 3 3 100
100
5 Banjar 201 201 4 4 100
100
6 Ampenan Selatan 102 102 3 3 100

Puskesmas tanjung Karang2016 956 956 100 19 19 100

Sumber : UKS Puskesmas Tj KarangTahun 2016


Kegiatan pengumpulan data status gizi dan hb remaja putri diwilayah
Puskesmas Tanjung Karang tahun 2016 dilaksanakan pada bulan Oktober 2016.
Lokasi kegiatan pada SMP 18 Mataram, MA Nurul Jannah dan SMAN 2
Mataram dengan jumlah sampel 171 remaja putri.

35
Tabel 28. Cakupan Pelayanan Kesehatan (Penjaringan) siswa SMP & SMA
setingkat Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016
Sekolah Diperiksa Sgt Kurus Normal Gemuk Obesitas Anemi Tdk
kurus anemi
n n n n n n n
SMP 18 71 0 0 57 10 4 11 60
Mataram
MA Nurul 15 0 1 13 1 0 11 4
Jannah

SMA N 2 100 0 6 80 10 4 22 78
Mataram

Jumlah 186 0 7 150 21 8 44 142

Berdasarkan tabel diatas bahwa dari jumlah siswa sekolah lanjutan yang
dilakukan penjaringan diwilayah Puskesmas Tanjung Karang didapatkan kasus
Anemia (23,65 %) dari sasaran 186 orang dan kegiatan yang telah dilakukan
yaitu memberikan penyuluhan tantang nutrisi dan pemberian Fe pada
siswa/siswi anak sekolan lanjutan .

11. Kesehatan Usia Lanjut


Salah satu keberhasilan program pembangunan kesehatan adalah
meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH), meningkatnya UHH berdampak
terhadap meningkatnya populasi lansia. Program kesehatan lansia bertujuan
meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua
yang bahagia dan berguna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai
dengan keberadaannya dalam masyarakat. Untuk Puskesmas Tanjung Karang
tahun 2016 Cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut baru mencapai 6,70% dari
total usia lanjut 3.805 orang.

36
IV.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan

Pembangunan kesehatan adalah sebagai bagian dari pembangunan


nasional, dalam pembangunan kesehatan tujuan yang ingin dicapai adalah
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Pemerintah dalam hal ini telah berupaya memenuhi hak setiap warga
negara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Dengan di
Undangkannya Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan
Sosial Nasional merupakan perubahan yang mendasar bagi perasuransian di
Indonesia khusunya Asuransi Sosial dimana salah satu program jaminan sosial
adalah jaminan kesehatan. Dalam Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Nomor 40
tahun 2004 dinyatakan bahwa jaminan kesehatan diselenggarakan dengan
tujuan agar peserta memperolah manfaat pemeliharaan kesehatan dan
perlindungan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dasar, hal ini merupakan
salah satu bentuk atau cara agar masyarakat dapat dengan mudah melakukan
akses ke fasilitas kesehatan atau mendapatkan pelayanan kesehatan. Sehingga
Seluruh Warga Negara Indonesia berhak mendapat jaminan pemeiharaan
kesehatan.
Gambar 7. Adapun cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan di Kota
Mataram Tahun 2013

32%
umum
askes/jkn

68%
Dari Gambar diatas dapat dilihat bahwa, tidak semua masyarakat yang
berkunjung memiliki kartu Askes / JKN. 68% dari pasien yang berkunjung ke

37
Puskesmas Tanjung Karang adalah pasien umum yang belum memilki
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

9. Kunjungan Puskesmas
Puskesmas dan jaringannya merupakan sarana pelayanan kesehatan
terdepan yang memberikan pelayanan kesehatan baik yang bersifat promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif. Perkembangan jumlah kunjungan
puskesmas Puskesmas Tanjung Karang tahun 2016 adalah sebagai berikut :
Tabel 13 .
Jumlah Kunjungan Jalan Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

No Unit rawat jalan Jumlah


Kunjungan
1 LANSIA 3805
2 MTBS 6699
3 GIGI 4264
4 IGD 4418
5 UMUM 12195
6 KIA / KB 5064
7 REMAJA 946
8 KONSELING 713
9 LABORATORIUM 5100

Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan puskesmas Tanjung Karang Tahun 2015

Distribusi kunjungan puskesmas menurut status kunjungan tahun 2016


adalah sebagai berikut :
No STATUS Jumlah JUMLAH
KUNJUNGAN Kunjungan KUNJUNGAN
RAWAT RAWAT INAP
JALAN
1 UMUM 16100 260
2 JKN 6765 441
3 GRATIS 69 0
Total 22934 701

38
Tabel 29. Distribusi Kunjungan Rawat Inap Puskesmas Tj.Karang Th. 2016

No Bulan Jumlah
Jumlah Alos BOR
PasienHari (Hari) 0%
Rawat
1 Januari 57 123 2 37,82%
2 Februari 55 175 3 51,30%
3 Maret 71 294 2 49,00%
4 April 107 155 2 50,00%
5 Mei 99 314 3 53,03%
6 Juni 62 175 2 40,60%
7 Juli 50 122 2 26,36%
8 Agustus 59 132 3 40,00%
9 September 60 155 2 32,33%
10 Oktober 53 151 2 37,00%
11 November 67 194 2 53,63%
12 Desember 61 194 3 46,66%
Puskesmas 701 1670 2,00 41,75%
Hasil kunjungan Puskesmas tahun 2016 ditunjukkan dengan 10
penyakit terbanyak, yaitu :

Tabel 30. Sepuluh Penyakit Terbanyak Di Rawat Jalan Tahun 2016


Jumlah
No. Nama Penyakit
Kunjungan
1. Nasofaringitis Akut (common cold) 4.830
2. Hypertensi esensial primer 2.955
3. Other and Unspecified Disiases Of Pulp and periapicical Tissue 2.899
4. Gastritis, tidak spesifik 1.570
5. Non insulin dependent diabetes melitus Without complication 1.0130
6. Abses, Furunkel,Karbunkel kutan 1.084
7. Diamhoea and gastroenteritis Infectious origin 856

39
8. Exposure to Unspecified faktor 647
9. Fever, Unspecified 580
10. Artritis lainnya 510
Sumber pelayanana kesehatan pkm Tanjung Karang Tahun 2016
Tabel 30. Sepuluh Penyakit Terbanyak Ruang Rawat InapTahun 2016
Jumlah
No. Nama Penyakit Kode
Kunjungan
1. Gastritis K29 10
2. Gastroenteritis A09 12
3 Thypoid Ao1 3
4 Hypertensi I10 1
5 Diabetes mellitus non insulin E11 4
6 Disentri A06 2
8. Colik Abdomen N23 -
9. Hyperemisis I21 4
10. Anemia D50 3
Total 39
Sumber pelayanana kesehatan pkm Tanjung Karang Tahun 2016
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa seperti tahun-tahun
sebelumnya penyakit dengan jumlah kunjungan terbesar adalah Gastritis
dengan jumlah kunjungan pada tahun 2016 sebesar 10 Kasus .

IV.3 Perilaku Hidup Masyarakat


Salah satu indikator yang dipakai untuk melihat keadaan perilaku
masyarakat adalah jumlah rumah tangga yang melaksanakan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di rumah tangga adalah
upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan
mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif
dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Hasil survey PHBS Puskesmas
Tanjung Karang Tahun 2015 dan 2016 adalah sebagai berikut :

40
Tabel 31.Hasil Survey PHBS Tingkat Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016
Hasil Survey (%)
No Indikator Target Tahun Tahun
2015 2015
1. Persalinan oleh Nakes 90 % 100 % 100 %
2. ASI Ekslusif 90 % 82,0 % 78,0 %
Menimbang Balita Tiap Bulan di
3. 80 % 99,40% 76,50
Posyandu
4. Tidak Merokok 80 % 92,20% 49,5%
5. Aktifitas Fisik 80 % 96,50% 80,4%
6. Konsumsi Sayur & Buah 80 % 94,50% 60,00%
7. Menggunakan Jamban 80 % 93,50% 87,60%
8. Sumber Air Bersih 90 % 92,9 % 89,5 %
9. Cuci Tangan Pakai Sabun 80 % 95,8 % 73,8 %
10. Rumah Bebas dari Jentik 95 % 92,3 % 89,4 %
Rumah Tangga Sehat 32,40%

Sumber : Bidang Promosi Kesehatan PKM Tj Karang Tahun 2016

Berdasarkan Tabel diatas di atas, Pada Tahun 2016 pencapaian Rumah


Tangga Sehat di Puskesmas Tanjung Karang mengalami penurunan yaitu
32,40% pada tahun 2014 dan 32,90% (0,5%). Apabila dilihat dari 10 Indikator
PHBS, terdapat 6 indikator yang hampir semua sudah memenuhi target yaitu
indikator Persalinan oleh Tenaga Kesehatan, Balita ditimbang setiap Bulan,
Aktifitas Fisik, Jamban Keluarga,Sumber Air Bersih kecuali Rumah bebas jentik
Asi ekslusif yaitu

1) Rumah bebas jentik (92,30% dari target 95 %)


2) ASI Ekslusif (82,0% dari target 90%)

IV.4 Keadaan lingkungan

41
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam
peningkatan derajat kesehatan masyarakat, karena lingkungan akan
mempengaruhi berbagai aktifitas kehidupan dan merupakan salah satu media
penularan penyakit infeksi terutama penyakit-penyakit menular seperti ISPA,
Diare, TB Paru, dan DBD.

Gambaran kondisi lingkungan terlihat dari Penyediaan Air Bersih,


Penyehatan Lingkungan Pemukiman (Perumahan Sehat, Jamban Keluarga dan
Saluran Pembuangan Air Limbah), Penyehatan Makanan dan Minuman serta
Penyehatan Tempat-Tempat Umum.

a. Akses Air Minum

Air adalah merupakan unsur terpenting bagi manusia. Kualitas air yang dan
kuantitas yng cukup sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup manusia. Di
wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karangmeskipun masyarakat tidak punya
jamban, tapi sarana air bersih mereka punya.

Tabel 14. Jumlah dan Prosentase Sarana Air Bersih di Wilayah Kerja
Puskesmas Tanjung karang

Cakupan
Jlh Jlh
No Kel Jlh kk Jlh sab ms Jiwa %
jiwa rmh
SR KU SGL PMA
1 Banjar 7301 1479 1573 1237 4 128 6600 98,00
2 Amp sel 8795 2314 2492 1685 0 30 8000 98,79
3 Tmn sari 9206 1696 1708 1254 8 195 7645 90,13
4 Kklkjaya 17327 5274 5896 1604 10 1071 12695 80,23
5 Tjk permai 7504 1705 1715 1428 0 36 6770 99,28
6 Tj Karang 8285 1660 1858 1079 10 423 7010 93,82
puskesmas 58418 14146 15242 8287 32 1883 48720 91,19

Sumber : Bidang P2M Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

42
Grafik 14. Sarana air bersih (SAB) puskesmas tanjung karang tahun 2016

120

100

80

60

40

20

0
banjarampenan selatan
taman sarikekalik jayatjk permai tj karang puskesmas
Series1 98 98.79 90.13 80.23 99.28 93.82 91.19

1. Program Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PLP)

Tingginya kepadatan penduduk di Kota Mataram menjadikan banyaknya


lingkungan padat penghuni dan kumuh yang dapat mempengaruhi tingkat
kesehatan penghuninya. Hasil kegiatan PLP dapat dilihat dari cakupan Rumah
Sehat, Cakupan Jamban Keluarga dan Cakupan Saluran Pembuangan Air
Limbah. Hasil dicapai pada tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

a. Rumah Sehat

Grafik 15. Cakupan Rumah Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

43
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
ampena taman kekalik tjk puskesm
banjar tj karang
n selatan sari jaya permai as
Series1 78.96 72.82 85.26 77.87 87.86 72.95 78.67

Sumber : Bidang P2M Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

Dari grafik di atas terlihat bahwa kondisi rumah sehat yang memenuhi
syarat pada tahun 2014 sebesar 78.67%. Bila dilihat wilayah kelurahan,
yang tertinggi adalah kelurahan Tanjung Karang Permai sebesar 87.86 %
dan terendah di wilayah kelurahan Ampenan Selatan sebesar 72.82 %.

b. Jamban Keluarga (JAGA)


Jamban keluarga merupakan sanitasi dasar yang harus dimiliki oleh
masyarakat Penyediaan jamban keluarga yang memenuhi syarat diharapkan
dapat mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare. Cakupan
jamban keluarga memenuhi syarat di Puskesmas Tanjung karang Tahun
2015 telah cukup tinggi yaitu 92.71%. Berikut cakupan jamban keluarga
Puskesmas Tanjung Karang tahun 2016

Grafik 16. Cakupan Jamban Keluarga Puskesmas Tanjung Karang tahun


2015

44
100

95

90

85

80

75

70
ampena taman kekalik tjk puskesm
banjar tj karang
n selatan sari jaya permai as
Series1 97.97 97.28 82.5 89.26 97.96 97.11 92.71

Sumber : Bidang P2M Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

Dari Grafik di atas terlihat bahwa cakupan Jamban keluarga dengan layak
sanitasi di wilayah Puskesmas Tanjung Karang tahun 2015 sebesar 92.71%.
Rata-rata cakupan jamban keluarga dengan layak sanitasi di masing-masing
kelurahan cukup tinggi kecuali kelurahan Taman Sari dan kekalik Jaya.

2. Program Penyehatan Makanan dan Minuman

Hygiene sanitasi sarana Pengolahan Makanan dan Minuman merupakan


faktor penting yang mempengaruhi kualitas pangan yang dihasilkan.
Pengawasan dan pembinaan terhadap sarana Tempat Pengolahan Makanan
sangat diperlukan untuk peningkatan hygiene sanitasi tempat pengolahan,
peralatan pengolahan, kesehatan karyawan yang menjamah makanan dan
kualitas pangan yang dihasilkan. Hasil kegiatan dari Program Penyehatan
Makanan Minuman adalah sebagai berikut :

Tabel 32. Jumlah TPM (Tempat Pengolahan Makanan) yang Terdaftar dan
Diperiksa di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

No Jenis TPM Yang ada Diperiksa %

1 IRT 177 150 84.74

2 Rumah Makan 28 15 53.57

45
Catering / Jasa
3 25 10 40.00
Boga

4 Depot 192 137 71,35

5 Kantin 20 18 90.00

Makanan
6 30 15 50.00
Jajanan

Jumlah 472 341 72.24

Sumber : Bidang P3PPL Puskesmas Tanjung KarangTahun 2015


Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah TPM yang memehuhi syarat tahun
2015 sebesar 70.55 %.

3. Program Penyehatan Tempat-Tempat Umum

Tempat-Tempat Umum (TTU) adalah suatu tempat dimana setiap orang dapat
masuk ke tempat tersebut untuk berkumpul mengadakan kegiatan. Pengawasan
TTU sangat penting untuk mengendalikan faktor fisik yang dapat merugikan
kesehatan. Hasil pemeriksaan TTU Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016
dapat dilihat pada grafik berikut :

Tabel 33.
Cakupan pengawasan tempat-tempat umum (TTU) puskesmas Tanjung
Karang tahun 2016

No Jenis TTU Yang ada Diperiksa %

1 Tempat ibadah 37 32 86,49

2 Tempat pendidikan 66 46 100

3 Perkantoran 23 8 100

4 Sarana kesehatan 8 7 87,50

5 Panti asuhan 3 3 100

6 Poskesdes 2 2 100

46
7 Salon 18 5 35,71

8 Hotel 1 1 100

9 Kolam renang 1 1 100

Jumlah 103 88 85,44

Sumber : Bidang P2M Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016

Dari tabel tersebut di atas terlihat Tempat-Tempat Umum yang diperiksa


tahun 2015 sebesar 85,44%. Dari 103 tempat-tempat umum yang ada, yang
diperiksa memenuhi syarat sebesar 88. Desa STBM (Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat)

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan untuk


mengubah perilaku hygiene dan sanitasi meliputi 5 pilar yaitu tidak buang air
besar (BAB) sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum
dan makanan yang aman, mengelola sampah dengan benar serta mengelola
limbah cair rumah tangga dengan aman melalui pemberdayaan masyarakat
dengan metode pemicuan. Desa STBM adalah desa yang telah mencapai 100%
penduduk melaksanakan 5 pilar STBM. Berikut Cakupan Desa STBM
Puskesmas Tanung Karang sebagai berikut :

Tabel 34. Cakupan Desa STBM Puskesmas Tanjung KarangTahun 2016

Akses jamban
JSP JSSP SHARING OD
No Kelurahan JUMLAH kk

1192 145 236 0


1 Banjar 1573
2463 17 12 0
2 Ampenan selatan 2492
1663 30 15 0
3 Taman sari 1708

47
2830 166 95 0
4 Kekalik jaya 3091
1301 40 12 0
5 Tjk permai 1353
1667 75 28 0
6 Tanjung karang 1770
11116 473 398 0
Jumlah 11987
Sumber : P2M puskesmas Tanjung Karang Tahun 2015
Ket JSP : jamban sederhana permanen
JSSP : jamban sangat sederhana permanen
Sharing : menumpang
OD : open defecation (BAB sembarang tempat)

Pada tabel diatas untuk Kota Mataram tahun 2014 seluruh kelurahan telah
melaksanakan STBM, tetapi belum ada Desa/kelurahan yang telah 100%
melaksanakan 5 pilar STBM.

BAB V
SUMBER DAYA KESEHATAN

V.1 Sarana Kesehatan


Pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini telah berhasil
meningkatkan Derajat Kesehatan secara cukup bermakna, walaupun masih
dijumpai berbagai masalah dan hambatan. Hal ini tidak terlepas dari dukungan
berbagai sumber daya kesehatan yaitu sarana kesehatan, tenaga kesehatan,
pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya.
a. Sarana Pelayanan Kesehatan
Puskesmas Tanjung Karang yang memiliki berbagai macam fasilitas pelayanan
kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, Tersedianya fasilitas
kesehatan yang memadai sangat diperlukan dalam upaya peningkatan status

48
kesehatan masyarakat. Hal ini akan terwujud bila adanya dukungan pemerintah
dan swasta sekaligus. Jumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas
Tanjung Karang tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 35. Fasilitas pelayanan Kesehatan di Puskesmas Tanjung Karang Tahun
2016
No Keterangan
Pelayanan Kesehatan Jumlah

1. Rumah sakit pemerintah Rumah 2 RSIA Permata Hati


2. Sakit
Rumah Swasta
Sakit Swasta 1
3. Bidan Praktek swasta 10
4. Balai Pengobatan/Klinik 2
5. Puskesmas Pembantu 2
6. Poskesdes 2
7.
8.
Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Tanjung KarangTahun 2016

Penyediaan fasilitas kesehatan baik secara kualitatif maupun kuantitatif yang


dikelola Pemerintah ataupun swasta berperanan penting dalam kondisi
kesehatan masyarakat.
b. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
Pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan, telah diakui
oleh semua pihak. Hasil pengamatan menentukan terhadap keberhasilan,
kemandirian dan kesinambungan pembangunan kesehatan.
Peran serta masyarakat melalui Posyandu yang merupakan salah satu bentuk
upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM), memiliki peranan penting
masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Bentuk lain peran serta
masyarakat melalui UKBM selain Posyandu adalah Polindes, Desa Siaga, POD,
Pos UKK, TOGA, Dana Sehat dan lain-lain. Keberadaan jenis UKBM di
Puskesmas Tanjung Karang yang menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat
dalam bidang kesehatan antara lain :
Tabel 36.Telaah Kemandirian UKBM di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016
No Kelurahan Pos- Pos Pos To SBH Pos Dana Desa Bat

49
Yand kes kes ga UKK Sehat Siaga tra
u tren des
1 Tanjung Karang 6 1 0 0 -0 0 Ada Ya 0

2 Tj krg Permai 7 0 0 1 0 0 Ada Ya 3

3 Kekalik Jaya 7 0 1 1 0 0 Ada Ya 0

4 Tamam sari 4 0 0 1 0 0 Ada Ya 1

5 Banjar 4 1 0 1 0 0 Ada Ya 0

6 Ampenan
7 0 1 1 0 0 Ada Ya 2
Selatan
Puskesmas 34 2 2 5 0 0 Ada Ya 6

Sumber : Promosi Kesehatan Pkm Tan jung Karang Tahun 2016

Dari Tabel di atas ternyata upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat
sebagian besar berupa Posyandu sebanyak 34(100,0%) dari UKBM yang ada.

1. Posyandu
Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya
masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan
bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna
memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat
penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Puskesmas Tanjung Karang terdiri dari 34 Posyandu ,Tingkat kemandirian
posyandu menunjukkan tingkatan peran serta masyarakat yang terbagi dalam 5
kelompok, yaitu : Pratama, Madya, Utama, Purnama dan Mandiri.
Tabel 37. Strata Posyandu Wilayah Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016
Tahun 2014 Tahun 2015
Posyandu Aktif Posyandu Aktif
Target Total Jumlah Total
No Puskesmas Jumlah
Pos- Purnam Pos-
% Purnama %
yand a+ yand
+ Mandiri
u Mandiri u
1 Tj Karang 40 % 6 5 100% 6 1/5/0 100%
2 Tj krg Permai 40 % 7 3 100% 7 4/3/0 100%
3 KekaliJaya 40 % 7 4 100% 7 3/4/0 100%
4 Tamam sari 40 % 4 3 100% 4 1/3/0 100%
5 Banjar 40 % 4 4 100% 4 0/3/1 100%

50
Ampenan 7 100% 6 100%
6 40 % 5 1/5/0
Selatan
Puskesmas 40 % 34 24 100% 10/32/1 100%
Sumber : Data Primer Tahun 20156 Dari Tabel di atas terlihat bahwa Posyandu Aktif
di masing-masing Kelurahan, Tahun 2016 tertinggi dicapai Kelurahan (100 %)

2. Desa Siaga

Desa/Kelurahan Siaga Aktif merupakan salah satu indikator dalam


Standar Pelayanan Minimal Puskesmas Tanjung Karang 2015. Target yang
harus dicapai pada tahun 2015 adalah 80% desa dan kelurahan yang ada di
Indonesia telah menjadi Desa dan Kelurahan Siaga Aktif. Di Puskesmas Tanjung
Karang yang ada telah menjadi kelurahan siaga. Data desa/kelurahan siaga
menurut tingkat kemandirian di Puskesmas Tanjung Karang tahun 2015 adalah
sebagai berikut :

Tabel 38. Desa Siaga di Puskesmas Tanjung Karang tahun 6


NO DESA/KELURAHAN SIAGA
JUMLAH
Kelurahan Lingkungan/Posy PRAT MAD PURN MAND JUM
andu %
AMA YA AMA IRI LAH
1
Tj Karang 6 1 0 0 0 1 100.00
2
Tj krg Permai 7 1 0 0 0 1 100.00
3
KekaliJaya 7 1 0 0 0 1 100.00
4
Tamam sari 4 1 0 0 0 1 120.00
5
Banjar 4 0 0 1 0 1
6 Ampenan
Selatan 6 1 0 0 0 1

Puskesmas
34 5 0 1 0 6
Sumber : Promosi Kesehatan pkm Tj Karang Tahun 2016

51
Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa untuk Puskesmas Tanjung Karang
tahun 2014 bahwa semua kelurahan yang ada merupakan Desa/kelurahan siaga
(100%).

c. STANDART PELAYANAN MINIMAL

Standart Pelayanan Bidang Kesehatan pada hakekatnya merupakan pelayanan


kesehatan yang selama ini dialaksanakan oleh pemerintah Kabupaten/Kota
Yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
741/Menkes/Per/VII/2008. Adapun pencapaian Standart Pelayanan Minimal
Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016 adalah sebagai berikut :

Tabel 39. Standart Pelayanan Minimal (SPM) Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2015
TARGET REALISASI REALISA KET
INDIKATOR SPM
2015 2014 SI 2015
A. Pelayanan Kesehatan Dasar
1 Kunjungan ibu hamil K4 93,00% 102,04% 95,06%
2 Komplikasi kebidanan yang ditangani 78,00% 115,85% 119,39%
3 Pertolongan persalinan oleh bidan 88,00% 90,51% 91,48%
atau tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi kebidanan
4 Pelayanan Nifas 88,00% 90,87% 91,40%

5 Neonatus dengan komplikasi yang 45,00% 83,43% 76,37%


ditangani
6 Kunjungan bayi 89,00% 102,24% 101,84%

7 Desa/Kelurahan Universal Child 100,00% 100,00%


Immunization (UCI)
8 Pelayanan Anak Balita 72,00% 42,66% 88,73%
9 Pemberian Makanan Pendamping ASI 100,00% 26,33% 7,5%
pada anak usia 6-24 bulan keluarga
miskin

52
TARGET REALISASI REALISA KET
INDIKATOR SPM
2015 2014 SI 2015
10 Balita gizi buruk mendapat perawatan 100,00% 100,00% 100%
11 Penjaringan kesehatan siswa SD dan 100,00% -
setingkat
12 Peserta KB aktif 68,00% 77,22% 83,6 %
13 Acute Flacid Paralysis (AFP) Rate per 3 per 100 -
100.000 penduduk pendd usia
>15 thn
14 Penemuan Penderita Pneumonia 100,00% 100,0% 91,8%
Balita
15 Penemuan Pasien Baru TB BTA Positif 100,00% 38,89% 42,8%
16 Penderita DBD yang ditangani 100,00% 100,00% 100%
17 Penemuan Penderita Diare 100,00% 100,0% 108,1%
18 Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien 100,00% 0
Masyarakat Miskin
B. Pelayanan Kesehatan Rujukan
19 Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien 100,00%
Masyarakat Miskin
20 Pelayanan Gawat Darurat Level 1 100,00%
yang harus diberikan Sarana
Kesehatan (RS) di Kab/Kota
C. Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan KLB
21 Desa/Kelurahan mengalami KLB yang 100,00% 100 % 100%
dilakukan penyelidikan epidemiologi <
24 jam
D. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
22 Desa Siaga Aktif 80,00% 100 % 100%

V.2 Tenaga Kesehatan

Tenaga di bidang Kesehatan merupakan Sumber Daya Manusia yang diperlukan


dalam menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan karena keberhasilan
pembangunan kesehatan tidak terlepas dari peran tenaga kesehatan sebagai
pemikir, perencanaan, penggerak dan sekaligus pelaksana pembangunan. Oleh
karena itu salah satu syarat keberhasilan pembangunan kesehatan adalah
tersedianya tenaga kesehatan dalam jumlah, jenis dan kualitas yang mencukupi
serta tersebar secara merata.
Informasi mengenai ketenagaan di bidang kesehatan mempunyai kaitan yang
sangat erat dengan upaya peningkatan kuantitas dan perbaikan kualitas tenaga
kesehatan. Informasi tenaga di bidang kesehatan sangat diperlukan dalam

53
menunjang peningkatan pengelolaan pelayanan kesehatan, khususnya dan aspek
perencanaan kebutuhan tenaga, pendayagunaan serta peningkatan kualitas melalui
pendidikan dan pelatihan.
Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Puskesmas Tanjung
Karang tahun 2016 sebanyak 80 orang yang terdiri dari 62 orang tenaga kesehatan
dan 18 orang tenaga non kesehatan yang di antaranya meliputi pejabat struktural
dan staf administrasi. Proporsi tenaga kesehatan menurut 8 jenis tenaga kesehatan
berdasarkan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang
ada di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2016 adalah sebagai berikut:

No Jenis Tenaga Jumlah


1 Medik
- Dokter Umum 5
- Dokter Gigi 1
2 Sarjana Kesehatan
- S. Keperawatan / SKM.MM 1 ( Kepala Puskesmas )
- Sarjana Kes. Lingk 1
3 Paramedik Perawatan
- S. Kep. Ners 6
- Sarjana Keperawatan 2
- Akper 16
- SPK -
- D4 Kebidanan 2
- Akbid/D.3 13
4 - Bidan -
- Akademi Perawat Gigi 3
Paramedik Non Perawatan

54
- AKL / APK 5
- AAK 3
- AKZI 3
- DIII Farmasi -
- SPAG -
- Rekam Medik 1
- SPPH -
5 - SMF / SAA 2/0
- Pekarya Kesehatan -
- SMAK -
Non Medik
- Sarjana ( S1 ) 2
- Sarjana Muda ( DIII ) 1
- SLTA 10
- SMP 2
- SD/Tidak Tamat SD 2
JUMLAH 80

Gambar 9. Proporsi Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tanjung Karang 2016

55
Keterapian
Fisik
1,42%
Gizi Tehnisi Medis Medis
4,64% 11,56% 20,21%

Kesmas
6,00%

Kefarmasian
7,85%

Keperawatan
48,33%

Dari gambar di atas menunjukkan bahwa sebagian besar Tenaga


Kesehatan yang ada di Puskesmas Tanjung Karang tahun 2016 adalah tenaga
keperawatan (60,00%) yang meliputi dokter/dokter gigi,perawat, perawat gigi dan
bidan.
V.3 Pembiayaan Kesehatan

1. Pendapatan
Sektor Kesehatan juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah
(PAD) Kota Mataram melalui retribusi pelayanan kesehatan. Realisasi
penerimaan pendapatan melalui Dinas Kesehatan Kota Mataram tahun 2016
seperti pada dalam tabel berikut :

Tabel 40. Target dan Realisasi Pendapatan Puskesmas Tanjung Karang Tahun
2016
No Jenis Penerimaan Target Realisasi %

56
1 Retribusi Pelayanan Kesehatan
Penerimaan dari Pengunjung Puskesmas 18.908.500
18.908.500 100
2 Penerimaan APBD 144.054.000
125.045.630 86.80
3 Bantuan Operasional Puskesmas (BOK) 212.399.000
129.894.000 61,15
4. Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) 2.012.658.292
1.557.489.296 68,13
Jumlah 1.831.337.426
2.388.019.792 76.68
4,244,845,854
Sumber : Sub Bagian Keuangan pkm Tj Karang Tahun 2016
4,244,845,854
Dari tabel diatas terlihat Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2016
sebagian besar penerimaan berasal dari Jamkesmas dan BOK sebesar Rp
2.388.019.792 ( 76,68% ).

2. Anggaran
Rata-rata alokasi anggaran kesehatan Puskesmas Tanjung Karang per
kapita tahun 2016 adalah Rp 2.388.019.792 per kapita. Alokasi anggaran Dinas
Kesehatan Kota Mataram tahun 2016 bersumber dari APBD Kota Mataram
sebesar Rp144.054.000. ( Diseraf 86,80 % ) atau sebesar Rp.125.045.630 ;
BOK sebesar Rp. 212.399.000,- dan sumber JKN Rp. 2.012.658.292,-.
Berdasarkan di atas menunjukkan bahwa anggaran pembangunan
kesehatan sebagian besar bersumber dari APBD Kabupaten/Kota (73,60%). Hal
tersebut dikarenakan karena belanja gaji dan tunjangan pegawai yang
mengambil porsi cukup besar bersumber dari APBD Kabupaten/Kota. Disamping
itu belanja DAK dan ASKES telah masuk dalam pembiayaan APBD
Kabupaten/Kota. Proporsi belanja tidak langsung (gaji dan tunjangan pegawai)
adalah sebesar 65% dari APBD Kabupaten/Kota.

BAB VI

57
PENUTUP

Profil Puskesmas Tanjung Karang ini disusun agar dapat dipergunakan


sebagai acuan dalam evaluasi dan arahan penyelenggaraan
pembangunan kesehatan yang akan datang untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat di Wilayah Puskesmas Tanjung Karang .

Dukungan dan peran serta aktif dari seluruh pihak yang terkait serta
dengan petunjuk, rahmat, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa
akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keberhasilan
pembangunan kesehatan di Wilayah Puskesmas Tanjung Karang .

DAFTAR PUSTAKA

58
Badan Pusat Statistik Kota Mataram ; Mataram Dalam Angka 2013
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Mataram; Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) Kota Mataram Tahun 2014.
Dinas Kesehatan Kota Mataram ; Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja
Pemerintah Daerah (DPA SKPD) Dinas Kesehatan Tahun 2014
Dinas Kesehatan Kota Mataram ; Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan
Kerja Pemerintah Daerah (DPA SKPD) Dinas Kesehatan Tahun 2014
Dinas Kesehatan Kota Mataram ; Informasi Tenaga Kesehatan Lingkup Dinas
kesehatan Kota Mataram Tahun 2014
Dinas Kesehatan Kota Mataram ; Laporan Hasil Kegiatan Program P3PPL Dinas
Kesehatan Kota Mataram Tahun 2014
Dinas Kesehatan Kota Mataram ; Laporan Pelaksanaan Kegiatan Program Jaminan
Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Kota Mataram Tahun 2015
Dinas Kesehatan Kota Mataram ; Laporan Tahunan Dana Alokasi Khusus (DAK)
Bidang Kesehatan Tahun 2014
Kementerian Kesehatan RI; Petunjuk Teknis Penyusunan Profil Kesehatan Kab/Kota
Edisi Data terpilah menurut Jenis Kelamin Tahun 2014

59