Anda di halaman 1dari 6

REVIEW RTRW KABUPATEN TASIKMALAYA

A. LINGKUP WILAYAH PERENCANAAN


Lingkup wilayah dalam RTRW Kabupaten adalah wilayah administrasi Kabupaten
seluas kurang lebih 270.881 (dua ratus tujuh puluh ribu delapan ratus delapan
puluh satu) hektar, terbagi kedalam 39 (tiga puluh sembilan) kecamatan dan 351
(tiga ratus lima puluh satu) desa. Batas koordinat Kabupaten 702'29" - 749'08"
Lintang Selatan dan 10754'10" - 10826'42" Bujur Timur.
Batas-batas wilayah Kabupaten terdiri atas :
a. sebelah Utara berbatasan dengan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka
dan Kabupaten Ciamis;
b. sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Garut;
c. sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Ciamis; dan
d. sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.

B. Muatan RTRW KABUPATEN

1. RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH

Secara Umum Rencana Struktur ruang wilayah Kabupaten terdiri atas:


a. sistem pusat kegiatan; dan
b. sistem jaringan prasarana.
Rencana struktur ruang wilayah digambarkan dalam peta dengan tingkat
ketelitian 1: 50.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
A. Sistem Pusat Kegiatan

- Sistem Perkotaan

PKL meliputi:
a. Perkotaan Singaparna; dan
b. Perkotaan Karangnunggal.
PKLp meliputi:
a. Perkotaan Manonjaya; dan
b. Perkotaan Ciawi.
PPK meliputi:
a. Perkotaan Rajapolah;
b. Perkotaan Taraju;
c. Perkotaan Cipatujah;
d. Perkotaan Cibalong;
e. Perkotaan Mangunreja;
f. Perkotaan Bantarkalong;
g. Perkotaan Cikatomas; dan
h. Perkotaan Cineam.

-Sistem Perdesaan
PPL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
Kecamatan Kadipaten; Kecamatan Pagerageung; Kecamatan Sukaresik;
Kecamatan Jamanis; Kecamatan Sukahening; Kecamatan Sukaratu; Kecamatan Cisayong;
Kecamatan Sariwangi; Kecamatan Leuwisari; Kecamatan Cigalontang; Kecamatan Salawu;
Kecamatan Tanjungjaya; Kecamatan Sukarame; Kecamatan Sukaraja; Kecamatan
Padakembang; Kecamatan Puspahiang; Kecamatan Sodonghilir; Kecamatan Bojonggambir;
Kecamatan Jatiwaras; Kecamatan Cikalong; Kecamatan Gunungtanjung; Kecamatan
Salopa; Kecamatan Karangjaya; Kecamatan Bojongasih; Kecamatan Parungponteng;
Kecamatan Culamega; dan Kecamatan Pancatengah.

B. Sistem Jaringan Prasarana

- Prasarana Utama

Sistem prasarana utama kabupaten terdiri atas:

a. sistem jaringan transportasi darat;


b. sistem jaringan perkeretaapian; dan
c. sistem jaringan transportasi laut.

- Prasarana Lainnya

Sistem prasarana lainnya terdiri atas:

a. sistem jaringan prasarana energi;


b. sistem jaringan prasarana telekomunikasi;
c. sistem jaringan sumber daya air; dan
d. sistem jaringan prasarana lainnya.

2. Rencana Pola Ruanag

Rencana pola ruang wilayah Kabupaten terdiri atas:


a. kawasan lindung; dan
b. kawasan budidaya.
Rencana pola ruang wilayah Kabupaten digambarkan dalam peta dengan
skala ketelitian 1 : 50.000 dan tabel sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

- Rencana Kawasan Lindung


Rencana kawasan lindung Kabupaten Tasikmalaya terdiri atas:
a. kawasan hutan lindung;
b. kawasan konservasi;
c. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya;
d. kawasan perlindungan setempat;
e. kawasan suaka alam dan cagar budaya;
f. kawasan rawan bencana alam;
g. kawasan lindung geologi; dan
h. kawasan lindung lainnya.

- Rencana Kawasan Budidaya


Rencana kawasan budidaya Kabupaten Tasikmalaya terdiri atas:

a. kawasan peruntukan hutan produksi;


b. kawasan peruntukan pertanian;
c. kawasan peruntukan perikanan;
d. kawasan peruntukan pertambangan;
e. kawasan peruntukan industri;
f. kawasan peruntukan pariwisata;
g. kawasan peruntukan permukiman; dan
h. kawasan peruntukan lainnya.

3. PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN

Penetapan kawasan strategis Kabupaten terdiri atas:


a. kawasan strategis Provinsi (KSP); dan
b. kawasan strategis Kabupaten (KSK).
Rencana kawasan strategis digambarkan dalam peta dengan tingkat ketelitian
1 : 50.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII dan merupakan bagian
tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini

a. Kawasan Strategis Provinsi


Kawasan strategis Provinsi yaitu kawasan strategis dari sudut pertahanan dan
keamanan berada di Pulau Manuk Kecamatan Cikalong.
b. Kawasan Strategis Kabupaten
(1) KSK dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi meliputi:
a. KSK Perkotaan Singaparna;
b. KSK Perkotaan Ciawi;
c. KSK Perkotaan Manonjaya;
d. KSK Perkotaan Karangnunggal;
e. KSK Industri dan Perdagangan Kerajinan Rajapolah;
f. KSK Wisata Pantai Karangtawulan; dan
g. KSK Wisata Alam Gunung Galunggung.
(2) KSK dari sudut kepentingan sosial budaya meliput:
a. KSK Kampung Naga;
b. KSK Wisata Ziarah Pamijahan;
c. KSK Pesantren Suryalaya;
d. KSK Pesantren Miftahul Huda; dan
e. KSK Pesantren Cipasung.
(3) KSK dari sudut kepentingan pendayagunaan sumberdaya alam dan atau
teknologi tinggi meliputi:
a. KSK Geothermal Karaha Bodas berada di Kecamatan Kadipaten;
b. KSK Batu Mulia Jasper berada di Desa Buni Asih Kecamatan Pancatengah;
c. KSK Plasma Nutfah Sirah Cimunjul berada di Kecamatan Cipatujah;
d. KSK kawasan pertambangan meliputi :
1. Kecamatan Cipatujah;
2. Kecamatan Cikalong; dan
3. Kecamatan Karangnunggal.
e. KSK Kawasan Pesisir meliputi :
1. Kecamatan Cipatujah; dan
2. Kecamatan Cikalong.
(5) Penetapan kawasan stategis Kabupaten tercantum dalam Lampiran VIII dan
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

4. Arahan Pemanfaatan Ruang


Arahan pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten berisi indikasi program
utama penataan ruang terdiri atas:
- perwujudan rencana struktur ruang;
Perwujudan rencana struktur ruang wilayah terdiri atas:
a. perwujudan sistem perkotaan;
b. perwujudan sistem perdesaan;
c. perwujudan sistem jaringan prasarana utama;
d. perwujudan sistem jaringan prasarana energi;
e. perwujudan sistem jaringan prasarana telekomunikasi;
f. perwujudan sistem jaringan prasarana sumber daya air; dan
g. perwujudan sistem jaringan prasarana lainnya.

- perwujudan rencana pola ruang; dan


Perwujudan rencana pola ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf b
terdiri atas:

a. perwujudan kawasan lindung;

- perwujudan kawasan hutan lindung;


- perwujudan kawasan konservasi;
- perwujudan kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan
bawahannya;
- perwujudan kawasan perlindungan setempat;
- perwujudan kawasan suaka alam dan cagar budaya;
- perwujudan kawasan rawan bencana alam;
- perwujudan kawasan lindung geologi; dan
- perwujudan kawasan lindung lainnya.
b. perwujudan kawasan budidaya.

- perwujudan kawasan peruntukan hutan produksi;


- perwujudan kawasan peruntukan hutan rakyat;
- perwujudan kawasan peruntukan pertanian;
- perwujudan kawasan peruntukan perikanan;
- perwujudan kawasan peruntukan pertambangan;
- perwujudan kawasan peruntukan industri;
- perwujudan kawasan peruntukan pariwisata;
- perwujudan kawasan peruntukan permukiman; dan
- perwujudan kawasan peruntukan lainnya.
c. perwujudan kawasan strategis.

1) Perwujudan kawasan strategis sudut kepentingan ekonomi meliputi:


a. Penyusunan RTR KSK/ RDTR Perkotaan Singaparna;
b. penyusunan RTR KSK/ RDTR Perkotaan Ciawi;
c. penyusunan RTR KSK/ RDTR Perkotaan Manonjaya;
d. penyusunan RTR KSK / RDTR Perkotaan Karangnunggal
e. penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Wisata Pantai Karangtawulan di
Kecamatan Cipatujah;
f. penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Wisata Alam Gunung
Galunggung di Kecamatan Sariwangi; dan
g. penataan kawasan Wisata Alam Galunggung.

2) Perwujudan kawasan strategis sudut kepentingan sosial budaya meliputi:


a. penyusunan Rencana Tata Ruang kawasan Strategis Kampung Naga di
Kecamatan Salawu;
b. penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Wisata Ziarah
Pamijahan di Kecamatan Bantarkalong;
c. penyusunan RTR KSK Pesantren Suryalaya;
d. penyusunan RTR KSK Pesantren Miftahul Huda; dan
e. penyusunan RTR KSK Pesantren Cipasung.
3) Perwujudan kawasan strategis sudut kepentingan sumber daya alam
meliputi:
a. penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Geothermal Karaha
Bodas di Kecamatan Kadipaten;
b. penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Plasma Nuftah Sirah
Cimunjul di Kecamatan Cipatujah;
c. penyusunan Master Plan Kawasan Strategis Batu Mulia Jasper di
Kecamatan Pancatengah;
d. penyusunan Master Plan Kawasan Strategis Pertambangan di Kecamatan
Cipatujah, Cikalong dan Karangnunggal; dan
e. penyusunan Master Plan Kawasan Strategis Kelautan dan Pulau pulau
Kecil Pesisir di Kecamatan Cipatujah dan Cikalong.

4. Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang


Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang digunakan sebagai acuan
pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang. Ketentuan pengendalian
pemanfaatan ruang terdiri atas:
a. ketentuan umum peraturan zonasi;
b. ketentuan perizinan;
c. ketentuan pemberian insentif dan disinsentif; dan
d. arahan sanksi.