Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

TENTANG

RELEVANSI IDIOLOGI PANCASILA DIMASA SEKARANG

Disususun Oleh:

PRABOWO JATI GUSTIAWAN E1A011211

HARGUNA YOGA SUGAMA E1A012199

ZIAD ABDULLAH E1A012295

ARI EKO PRATOMO E1A013053

ANGGIT SANTOSA E1A013321

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS HUKUM

PURWOKERTO

2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Apakah sesungguhnya Pancasila itu ? Adanya kekurang pastian mengenai arti sesungguhnya
Pancasila terlihat yaitu ada yang menterjemahkan sebagai filsafat, filsafat negara, filsafat nasional,ajaran
Bung Karno dan apakah juga tepat jika diperingati tiap 1 Juni?. Dikarenakan pada tanggal tersebut, pada
tahun 1945 yang lalu dalam rapat Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai Ir. Soekarno mengemukakan ide
pikirannya yang lima dasar itu ?. Apakah bukan Mr. M. Yamin yang seharusnya kita sebut sebagai
penemu Pancasila ?. Terlepas dari polemik diatas, Pancasila sebagai dasar negara telah banyak
mengalami lika - liku sebagai suatu Staatside bangsa yang besar ini. Sebagai inti dari jiwa dan semangat
bangsa Indonesia yang sejak ratusan tahun telah ada dan sempat tenggelam selama 350 tahun akibat
penjajahan.

Pancasila, sebagaimana tercantum dalam Pembukaaan UUD 1945 dalam perjalanan sejarah
kemerdekaan bangsa Indonesia telah mengalami persepsi dan interpretasi sesuai dengan kepentingan
zaman, yaitu sesuai dengan kepentingan rezim yang berkuasa.Pancasila telah digunakan sebagai alat
untuk memaksa rakyat setia kepada pemerintah yang berkuasa dengan menempatkan Pancasilasebagai
satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Masyarakat tidak
diperbolehkan menggunakan asas lain, walaupun tidak bertentangan dengan Pancasila. Sehingga
contohnya secara nyata pada era reformasi ini setelah rezim Soeharto jatuh maka Pancasila ikut jatuh
dantenggelam. Dikarenakan teori politik Pancasila kita tidak sesuai dengan teori politik secara umum.
Bahkan sekarang pun tidak ada cahaya sedikit pun dari Pancasila kita.

Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945adalah dasar negara dari negara
kesatuan Republik Indonesia yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.

B. Rumusan Masalah

Apakah Pancasila masih relevan sebagai ideologi negara kita ?


BAB II

PEMBAHASAN

A. SEJARAH DAN PANDANGAN HIDUP SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA INDONESIA

Pancasila yang berarti lima dasar atau lima asas merupakan nama dari dasar Negara kita. Istilah
pancasila sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Majapahit. Istilah tersebut terdapat dalam buku Negara
kertagama karangan Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Mpu Tantular. Dalam buku Sutasoma,
istilah Pancasila mempunyai arti berbatu sendi yang lima (bahasa Sansekerta) yang berarti pelaksanaan
kesusilaan yang lima (Pancasila Krama), yaitu

1. Tidak boleh melakukan kekerasan


2. Tidak boleh mencuri
3. Tidak boleh berjiwa drengki
4. Tidak boleh berbohong
5. Tidak boleh mabuk minuman keras1

Munculnya istilah Pancasila terjadi pada tanggal 1 Juni 1945 dalam Sidang Badan Penyelidik
usaha- usaha kesiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam siding BPUPKI itu, Sukarno
mengusulkan agar dasar Negara Indonesia merdeka diberi nama Pancasila. Oleh karena itu, pada tanggal
1 Juni 1945 adalah hari lahirnya istilah Pancasila.

Dasar Negara Pancasila diterima dan disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945
bersamaan dengan disahkannya pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945. Namun pancasila
sendiri sebenarnya tidak terdapat dalam pembukaan UUD 1945 ataupun batang tubuh UUD 1945.
Pancasila yang kita kenal adalah lima dasar Negara seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945
alinea ke IV.

Istilah untuk Pancasila, yaitu sebagai berikut :

1. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia


2. Pancasila sebagai kepribadian hidup bangsa Indonesia
3. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
4. Pancasila sebagai dasar Negara republik Indonesia

1
Amir Achmad,H.1987.Pembangunan Politik dalam Negeri Iindonesia.PT Gramedia Jakarta
5. Pancasila sebgai sumbver dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum bagi Negara
repulik Indonesia
6. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu mendirikan Negara
7. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia2

Pancasila disebut dasar falsafah Negara (philoophische grondslag) dari Negara, ideology negara,
dan setaat side . Dalam hal ini pancasila dipergunakan sebagai dasar untuk mengaturpemerintahan
Negara.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia mempunyai pengertian way of


life (pandangan hidup), weltanschauung (pegangan hidup), wereldbeschouwing (petunjuk hidup), wereld
en levens beschouwing. Dalam hal ini pancasila dipergunakan sebagai petunujk hidup sehari-hari,
pancasila di amalkan dalam hidup sehari-hari. Disini pancasila juga digunakan sebagai penunjuk arah
semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan dalam segala bidang. Hal ini berarti bahwa semua
tingkah laku dan tindak perbuatan setiap manusia Indonesia ini harus dijiwai dan merupakan pancaran
dari semua sila Pancasila. Selain itu Pancasila dipergunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan
Negara. Dengan kata lain Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara.3

Penjabaran lima pancasila sebagai berikut :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Pada garis besarnya rakyat Indonesia ini percaya kepada Tuhan.bahkan tuhan yang sebagai kita
kenal di dalam agama kita.dan formulering Tuhan Yang Maha Esa bisa di terima oleh semua golongan
agama di Indonesia ini.kalau kita tidak memasukkan sila ini ,kita kehilangan salah satu leitstar yang
utama.sebab kepaercayaan kepada tuhan ini,bahkan itulah yang menjadi leitstar kita yang utama.untuk
menjadi satu bangsa yang mengejar kebaikan .

Bukan saja meja statis tetapi juga leitstar dinamis menuntut kepada kita supaya elemen ketuhanan
ini dimasukkan.dan itulah sebabnya maka di dalam pancasila elemen ketuhanan ini di masukkan nyata
dan tegas.

2
Syarbaini, S. 2003. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.
3
Amir Achmad,H.1987.Pembangunan Politik dalam Negeri Iindonesia.PT Gramedia Jakarta .
2. Peri kemanusiaan dalam pancasila

Nasionalisme kita yang hidup di dalam suasana perikemanusiaan:nasionalisme yang mencari agar
segala umat manusia ini akhirnya nanti hidup dalam satu keluarga besar yang sama bahagianya.

3. Kebangsaan Dalam Pancasila

Dulu alat perjuangan kita ialah partai,protest meetingen,staking,dan lain- lain.itu alat perjuangan
kita zaman dulu tatkala kita belum mempunyai Negara.sekarang alat perjuangan kita meningkat satu
tingkat lagi yaitu Negara untuk menentang musuh yang hendak menyerang kita,menentang
interfensi,menentang peperangan, menentang apasaja yang mengganggu kedaulatan kita.

4. Kedaulatan Rakyat Dalam Pancasila

Demokrasi bagi kita sebenarnya bukan sekedar satu alat teknis ,tetapi satu alam jiwa pemikiran
dan perasaan kita.tetapi kita harus bisa meletakkan alam jiwa dan pemikiran kita itu di atas kepribadian
kita sendiri,di atas penyelenggaraan cita-cita suatu masyarakat yang adil dan makmur.

5. Keadilan Sosial Dalam Pancasila

Cita-cita dengan keadilan social ialah suatu masyarakat yang adil dan makmur.yang saya
tekankan adil dan makmur dengan mempergunakan alat alat industry,alat-alat technology yang sangat
modern.4

Nilai- nilai luhur pancasila tidak perlu diragukan lagi oleh bangsa Indonesia, yang mendorong
sikap positif untuk bergerak menjalani kehidupan yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-
hari.Untuk mewujudkan nilai- nilai tersebut kita dituntut untuk bersikap positif. Sikap positif yang harus
diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbagsa dan bernegara .

4
Karto hadiprodjo, S. 1986. Pancasila dan/ dalam Undang-UndangDasar 1945. Bina Cipta. Bandung.
Wujud sikap positif dari nilai-nilai pancasila adalah sebagai berikut:

1. Sikap positif dalam nilai ketuhanan:

a. Menjalankan ibadah sesuai kepercayaan secara tekun


b. Menghormati sesame umat beragama
c. Tidak bersikap fanatic dan tidak bersikap agama

2. Sikap positif terhadap nilai kemanusiaan:

a. Membela kebenaran dan keadilan


b. Menghormati hak dan kewajiban setiap orang
c. Menolong sesame yang membutuhkan bantuan

3. Sikap positif terhadap nilai persatuan:

a. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa


b. Mencintai Tanah Air (Nasionalisme )

4. Sikap positif terhadap nilai kerakyatan:

a. Ikut serta dalam pemilihan umum


b. Memutuskan sesuatu secara demokratis
c. Tidak memaksakan kehendak

5. Sikap positif dalam terhadap sikap keadilan:

a. Melaksanakan hidup sederhana


b. Mengupayakan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat
c. Menerapkan keadilan dalam kehidupan bersama5

Pancasila dapat dikatakan sebagai sumber nilai artinya, pancasila sebagai ideologi nasional
membawa konsekuensi logis bahawa nilai- nilai pancasila dijadikan landasan pokok/ fundamental bagi
penyelenggaraan Negara.6

5
Ahmad Kosasih Djahiri,Pancasila sebagai ideologi bangsa, Jakarta: Prenada Media,2008.
6
Aman, S. 1997. Filsafat Pancasila. (Kumpulan Biografi dan Pidato para Maestro Bangsa Indonesia).
Istilah Ideologi bersasal dari yunani yang merupakan gabungan daridua kata eidos dan logos yang
secara sederhana berarti suatu ideatau gagasan yang berdasarkan pemikiran yang sedalam-dalamnyadan
merupakan pemikiran filsafat. Dalam arti kata luas atau terbukaistilah ideologi dipergunakan untuk
seluruh kelompok cita-cita, nilai -nilai dasar dan keyakinan -keyakinan yang mau dijunjung tinggisebagai
pedoman normatif.

Secara filosofis, ide adalah pengertian umum yang menyatakanhakikat dari benda dan hal yang
nyata dan alami. Segala-galanyayang nyata alami adalah penjelmaan belaka dari benda dan hal yangdapat
dijumpai dalam hidup kita. Ada yang beranggapan bahwa ideadalah sesuatu pengertian yang hanya
berdasarkan akal manusia ;jadi ide gunanya untuk mengatur dan memimpin manusia untukberfikir.

sedangkan menurut Machiavelli

Ideologi adalah system perlindungan kekuasaan yang dimiliki olehpenguasa.

Dan menurut Thomas H Ideologi adalah suatu acara untu kmelindungi kekuasaan pemerintah
agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya. Sedangkan pengertian ideology menurut Karl
MarxadalahAlat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersamadalam masyarakat. Tujuan utama
Idelogi adalah untuk menawarkanperubahan melalui proses pemikiran normatif yang diterapkan
padamasalah public. Diantaranya:

a. bidang sosial
b. bidang kebudayaan
c. bidang keagamaan

sehingga Ideologi Negara dalam arti cita-cita Negara atau cita-citayang menjadi basis bagi suatu teori
atau sitem kenegaraan untukseluruh rakyat dan bangsa yang bersangkutan, pada hakikatnyamerupakan
asas kerohanian yang antara lain memiliki ciri sebagaiberikut7:

a. mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaandan kenegaraan .


b. oleh karena itu mewujudkan suatu asas kerohanian, pandangandunia, pandangan hidup, pegangan
hidup yang harus dipeliharadikembangkan diramalkan, dilestarikan kepada generasi
penerusbangsa, diperjuangkan dan dipertahankan dengan keadilan danberkorban.8

7
Alfian .1992.Pemikiran Perubahan Politik Indonesia.PT Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.
8
Syarbaini, S. 2003. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.
B. Ideologi Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Negara

Ideology pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara tumbuh dan berkembang melalui dan
dalam pandangan hidup masyarakat dan bangsa Indonesia sendiri dan wakil-wakil bangsa dalam lembaga
pembentuk Negara dengan suatu kesepakatan serta perjanjian yang luhur diangkat menjadi ideology
bangsa dan Negara Indonesia. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara,
melainkan ditemukan dalam masyarakatnya sendiri. Oleh sebab itu, Ideologi pancasila adalah milik dari
semua rakyat dan masyarakat dapat menemukan dirinya di dalamnya. Ideologi pancasila bukanhanya
dapat dibenarkan melainkan dibutuhkan. Sehingga bentuk Pancasila sebagai nalar publik lebih dekat
dengan demokrasi konstitusional, ketimbang dengan ajaran organisisme atau integralisme. Pandangan
dasar tentang negara dalam demokrasi konstitusional adalah bahwa kekuasaan di manapun bisa
bersalahguna. Karena itu demokrasi konstitusional menyarankan bahwadalam merancang sebuah
pemerintahan yang diatur oleh manusia terhadap manusia, kesulitan terbesar akan terletak dalam dua hal,
pertama, bagaimana memberikan kemungkinan pemerintah mengontrol yang diperintah, dan kedua,
bagaimana menentukan kewajiban pemerintah untuk mengontrol dirinya sendiri. Ketika praktek
bernegara, dalam negara yang mengakui berdasarkan Pancasila, tidak banyak memperhatikan persyaratan
untuk membatasi kekuasaan pemerintah agar bisa mengontrol dirinya sendiri, maka hal ini pasti
menimbulkan skeptisisme dan bahkansinisme yang meluas tentang relevansi Pancasila untuk mengatur
kehidupan bersama9.

Kecenderungan globalisasi dan interdependensi dunia dewasa ini juga memperlihatkan beragam
aktor dan kekuatan saling berinteraksi dengan cara yang sangat cepat dan tak dapat
dikendalikan.Pancasila, dan juga banyak masyarakat di seluruh dunia sama sama mendambakan tatanan
kehidupan yang lebih adil dan bermartabat. Cara kita menterjemahkan keadilan dan martabat dalam
kehidupan kongkrit politik dan ekonomi menentukan seperti apa bentuk Negara Pancasila yang kita
bayangkan.

Karena itu salah satu masalah yang terkait dengan pertanyaan tentang apakah Pancasila masih
relevan, juga terletak pada kemampuan kita menafsirkan kembali arti Pancasila dan terutama
menterjemahkan dengan lebih baik hubungan antara negara dan masyarakat sipil atau rakyatnya.
Akibatnya, Pancasila juga di kembangkan dalam bentuk usaha menjabarkan nilai - nilai yang terdapat
dalam masing - masing sila. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah Pancasila masih relevan,
karena itu orang juga bias dengan sangat optimis memberikan jawaban Ya, karena kita memang harus

9
Ahmad Kosasih Djahiri,Pancasila sebagai ideologi bangsa, Jakarta: Prenada Media,2008.
menyelesaikan berbagai masalah mendasar politik, ekonomi dan moral yang sedang kita hadapi dengan
cara yang lebih cerdas, namun pendekatannya bukan dengan mengulang Pancasila seperti yang pernah
dikembangkan oleh regim Orde Baru, karena visi politik, ekonomi, dan moral Orde Baru nampaknya
tidak memadai untuk menjawab relevansi Pancasila untuk masa kini. Jadi,kemungkinan cara yang dapat
dilakukan adalah dengan mengembangkan Pancasila sebagai nalar publik yang merupakan makna
penting dan mendasar dari sejarah lahirnya Pancasila yang sudah lama terlupakan.

Pancasila itu masih sangat relevan dengan kepentingan masyarakat Indonesia. Misalnya yang
terkandung dalam butir ketiga yang menyebutkan bahwa bangsa Indonesia harus bersatu karena
masyarakatnya heterogen, multietnik, multikultural, dan sebagainya. Dalam hal ini Pancasila sesuai
dengan kepentingan masyarakat karena ia dijadikan sebagai ideologi kesatuan/penyatuan etnik, budaya
dan lainnya, Indonesia adalah negara kesatuan atau disebut NKRI. Akan tetapi, saat Pancasila berbenturan
dengan arus globalisasi, maka ideologi dirasakan tak cukup lagi dapat mengakomodasi berbagai
kepentingan masyarakat Indonesia. Globalisasi menciptakan babak baru, di mana hubungan interpersonal
kini menjadi lebih individualistik, mementingkan diri sendiri, dan pragmatis. Globalisasi juga menjadikan
hubungan interpersonal kini tak dibatasi lagi dengan letak geografis. Hubungan itu dapat dilakukan lewat
dunia maya, internet, telepon genggam, jaringan TV kabel, dan sebagainya.

Globalisasi tak diciptakan oleh siapa-siapa, tak diciptakan oleh Timur atau Barat, melainkan ia
dikehendaki bersama-sama. Jelas semangat keduanya berbeda sekali, oleh karenanya pertanyaan apakah
Pancasila masih relevan dengan kepentingan manusia zaman kita sekarang ini, nampaknya akan sulit
menemukan relevansinya. Kini kita harus berangkat dari pengalaman bangsa Eropa Timur yang dulu
berideologi komunis. Komunisme pada masanya menjadi hantu yang menyebar di hampir seluruh
belahan Eropa, karena asumsinya ideologi itu relevan dengan kepentingan masyarakat. Sebelumnya kaum
proletar ditindas oleh penguasa ekonomi, kapitalisme menjadi momok, sehingga ideologi komunisme
dijadikan sebagai instrumen perlawanan. Namun kini ideologi itu ditinggalkan pasca ambruknya pada
akhir Abad ke-19. Masyarakat Eropa Timur meninggalkan komunisme karena ideologi itu sudah benar-
benar tak mencerminkan kepentingan masyarakat; para penguasa ekonomi, kaum kapitalis telah
memenuhi kewajibannya, dan kaum buruh telah mendapatkan hak-hak mereka.
BAB III

PENUTUP

A. kesimpulan

Dari uraian mengenai relevansi pancasila tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pancasila sebagai ideologi negara dapat diartikan sebagai suatu pemikiran yang memuat
pandangan dasar dan cita - cita mengenai sejarah, manusia, masyarakat, recht dan negara
Indonesia, yang bersumber dari kebudayaan Indonesia.
2. Pancasila merupakan nilai dan cita bangsa Indonesia yang tidak dipaksakan dari luar, melainkan
digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat kita sendiri.
3. Perwujudan atau pelaksanaan nilai - nilai instrumental dan nilai nilai praktis harus tetap
mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya.
4. Dengan demikian, keterbukaan ideologi Pancasila ada batas - batasnya yang tidak boleh
dilanggar.

Sehingga Pancasila sebagai ideologi negara sebenarnya sangat relevan dengan suasana pemikiran
di alam reformasi ini yang menuntut transparansi di segala bidang namun masih tetap menjunjung kaidah
nilai dan norma kita sebagai bangsa timur yang beradab. Namun dalam kenyatannya di masyarakat masih
ada yang berfikir seperti orde lama atau orde baru dikarenakan masih kuatnya doktrin dari penguasa
terdahulu, bahkan tidak sedikit yang acuh terhadapnya.
DAFTAR PUSTAKA

- AmirAchmad,H.1987.Pembangunan Politik dalam Negeri Iindonesia.PT Gramedia Jakarta .


- Aman, S. 1997. Filsafat Pancasila. (Kumpulan Biografi dan Pidato para Maestro Bangsa
Indonesia).
- Ahmad Kosasih Djahiri,Pancasila sebagai ideologi bangsa, Jakarta: Prenada Media,2008.
- Alfian .1992.Pemikiran Perubahan Politik Indonesia.PT Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.
- Karto hadiprodjo, S. 1986. Pancasila dan/ dalam Undang-UndangDasar 1945. Bina Cipta.
Bandung.
- Syarbaini, S. 2003. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi. Penerbit Ghalia Indonesia.
Jakarta.