Anda di halaman 1dari 6

Irlani Sismonika J 16302241040

Nurul Aini 16302241041

1. Proses terjadinya petir


Petir terjadi apabila muatan di beberapa bagian atmosfer kuat medan listriknya
mencapai nilai yang cukup tinggi menyebabkan kegagalan listrik di udara sehingga
timbul peralihan muatan listrik yang besar. Peralihan muatan ini dapat terjadi di dalam
awan, antara awan, dan dari awan ke permukaan bumi. Sumber terjadinya petir adalah
awan Commulonimbus atau awan guruh yang berbentuk gumpalan dengan ukuran
vertikal lebih besar dari ukuran horizontal. Ukuran vertikal dapat mencapai 14 km dan
ukuran horizontal dapat mencapai 1,5 km sampai 7,5 km. Karena ukuran vertikalnya
yang cukup besar maka terjadi perbedaan temperatur antara bagian bawah dengan
bagian atas. Temperatur bagian bawah mencapai 5 Celcius sedangkan bagian atas
mencapai -60 Celcius.
Loncatan diawali dengan berkumpulnya uap air di dalam awan. Karena
perbedaan temperatur yang sangat besar antara awan bagian bawah dengan bagian atas,
butiran air bagian bawah yang temperaturnya lebih hangat berusaha berpindah ke
bagian atas sehingga mengalami pendinginan dam membentuk kristal es. Kristal es
yang lebih berat dari butiran air yang naik saling mendesak sehingga timbul gesekan
yang menimbulkan pemisahan muatan. Butir air yang bergerak naik membawa mutan
positif sedangkan kristal es membawa muatan negatif sehingga terbentuknya awan
yang mirip dipole listrik. Pada saat tegangan antara ujung awan sudah cukup besar
terjadilah pelepasan muatan listrik.
Proses terjadinya petir akibat perpindahan muatan negatif (elektron) menuju ke
muatan positif (proton). Para ilmuwan menduga lompatan bunga api listriknya sendiri
terjadi, ada beberapa tahapan yang biasanya dilalui. Pertama adalah pemampatan
muatan listrik pada awan bersangkutan. Umumnya, akan menumpuk di bagian paling
atas awan adalah listrik muatan negatif, di bagian tengah adalah listrik bermuatan
positif, sementara di bagian dasar adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan
positif, pada bagian inilah petir biasa berlontaran. Petir dapat terjadi antara awan
dengan awan, dalam awan itu sendiri, antara awan dan udara, antara awan dengan tanah
(bumi)

Terdapat 2 teori yang mendasari proses terjadinya petir :


1) Proses Ionisasi
Petir merupakan peristiwa alam yaitu proses pelepasan muatan listrik
(Electrical Discharge) yang terjadi di atmosfer, hal ini disebabkan berkumpulnya ion
bebas bermuatan negatif dan positif di awan, ion listrik dihasilkan oleh gesekan antar
awan dan juga kejadian ionisasi ini disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai dari
cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan padat (es) menjadi cair. Ion bebas menempati
permukaan awan dan bergerak mengikuti angin yang berhembus, bila awan-awan
terkumpul di suatu tempat maka awan bermuatan ion tersebut akan memiliki beda
potensial yang cukup untuk menyambar permukaan bumi maka inilah yang
disebut petir.
2) Gesekan Antar Awan
Pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses ini awan
saling bergesekan satu dengan yang lainya, dari proses ini terlahir electron-electron
bebas yang memenuhi permukaan awan. Proses ini bisa di simulasikan secara
sederhana pada sebuah penggaris plastik yang digosokkan pada rambut maka penggaris
ini akan mampu menarik potongan kertas. Pada suatu saat awan ini akan terkumpul di
sebuah kawasan, saat inilah petir dimungkinkan terjadi karena electron-elektron bebas
ini saling menguatkan satu dengan lainnya. Sehingga memiliki cukup beda potensial
untuk menyambar permukaan bumi.
2. Cara kerja penangkal petir di gedung
Batang penangkal petir berupa batang tembaga yang ujungnya runcing. Dibuat
runcing karena muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung
logam yang runcing. Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik menarik
dengan muatan listrik yang ada di awan. Batang runcing ini dipasang pada bagian
puncak suatu bangunan. Kabel konduktor terbuat dari jalinan kawat tembaga
berdiameter 1 cm hingga 2 cm . Kabel konduktor berfungsi meneruskan aliran muatan
listrik dari batang muatan listrik ke tanah. Kabel konduktor tersebut dipasang pada
dinding di bagian luar bangunan. Tempat pembumian (grounding) berfungsi
mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor ke batang pembumian (ground rod)
yang tertanam di tanah. Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapis baja,
dengan diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m .
Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan
listrik positif di tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera merambat
naik melalui kabel konduktor , menuju ke ujung batang penangkal petir. Ketika muatan
listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan
semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan
negatif. Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan
mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor, dengan demikian sambaran petir
tidak mengenai bangunan. Tetapi sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan
melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di
bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat menyebabkan
kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar
petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik
(surge arrestor).

3. Proses ketika alat elektronik tersambar petir


Banyak alat elektronik rusak dikarenakan sambaran petir. Pada saat hujan turun
disertai petir, biasanya orang-orang tidak mencabut aliran listrik pada alat lektronik.
Sehingga, pada saat petir menyambar tiang listrik PLN aliran muatan petir mengalir
melalui kabel PLN menuju kabel rumah, yang mengakibatkan alat elektronik rusak.
Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor
raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng
positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui
kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan
energi sesaat (energy storage).
Pelepasan muatan listrik dapat merusak jaringan listrik dan peralatan
elektronika yang lebih sensitive. Sambaran petir pada pada tempat yang jauh sudah
mampu merusak system elektronik dan peralatanya, seperti instalasi computer,
perangkat telekomunikasi / PABX, system control, alat-alat pemancar dan instrument
serta peralatan elektronik sensitif lainnya.
Alat elektronik tersebut tidak dapat digunakan kembali dikarenakan komponen
komponen alat tersebut sudah tidak beraraturan. Pada saat hujan turun disertai petir,
masayarakat tidak mencabut aliran listrik pada alat lektronik. Sehingga, pada saat petir
menyambar tiang listrik PLN aliran muatan petir mengalir melalui kabel PLN menuju
kabel rumah, yang mengakibatkan alat elektronik rusak.

4. Sebab pesawat terbang tidak tersambar petir

Sebab pesawat terbang tidak tersambar petir setiap pesawa-pesawat sudah


dilengkapi dengan sistem yang namanya Static Discharge (SD) pada badan pesawat.
Ini untuk mengurangi terjadinya pesawat tersambar petir jadi sangt kecil. Petir terjadi
adanya perbedaan muatan listrik di udara, akibat gesekan antara awan atau benda
dengan udara maka timbul muatan listrik statis pada benda itu. Sama halnya dengan
pesawat, saat bergerak di udara akan terbentuk listrik statis di badan pesawat.

Static Discharger inilah yang bertugas melepaskan muatan-muatan listrik statis


tersebut. Pada waktu badan pesawat terbang tersambar petir, muatan listrik statis di
badan pesawat akan mengalir menuju Static Discharger dan berkumpul di sana. Ketika
muatan listrik yang terkumpul di Static Discharger sudah sedemikian banyaknya, maka
muatan listrik ini akan terlepas dengan sendirinya ke udara. Sehingga orang di dalam
pesawat terbang aman.
Jika alat Static Discharger ini tidak berfungsi, pesawat bisa saja tersambar petir dan
dampaknya adalah mulai dari terganggunya peralatan komunikasi dan navigasi pesawat
hingga terbakar di udara karena petir mengenai tangki bahan bakar atau mesin pesawat.
Daftar pustaka :

majalah elektroindonesia-online
http://www.spiderbeat.com/cara-agar-tv-tidak-rusak-terkena-petir/
http://areasains208.blogspot.co.id/2014/12/proses-terjadinya-petir.html