Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

DINAMIKA TEKNIK
GAYA STATIK PADA CRANE BANGUNAN

Dosen Pembimbing:
Legisnal Hakim, ST.,MT

Disusun Oleh:
Kelompok 1
Rahmat Hidayat / 150102053
Syamsu Harman / 150102072
M. Imam Ridwan / 150102083
Andri Kurniawan / 130102048

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU
2017

PENDAHULUAN
Didalam pengerjaan proyek bangunan, kita sering kali melihat banyak alat berat yang
digunakan untuk mempercepat suatu pekerjaan. Alat alat berat yang digunakan dalam proyek
bangunan bervariasi jenis dan fungsinya. Termasuk yang paling tampak mencolok adalah
Tower Crane.

Alat Tower Crane sangat dibutuhkan pada proyek proyek bangunan, khususnya pada
proyek pembangunan gedung bertingkat tinggi yang lantai bangunannya mencapai puluhan.
Keberadaan dari Tower Crane itu sendiri menjadi sangat penting karena banyaknya fungsi
yang bisa digunakan melalui alat Tower Crane ini.

Fungsi utama dari alat ini adalah sebagai media lalu lintas material bangunan dari
bawah ke atas ataupun sebaliknya dari atas ke bawah, seperti pada pengerjaan pengecoran
beton, campuran / adonan beton dapat diangkat dengan menggunakan Concrete Bucket dari
truk mixer menuju area pengecoran, Tower Crane juga dapat difungsikan untuk
memindahkan besi atau mengangkat material bangunan dari yang panjangnya sejengkal
sampai panjangnya bermeter meter, sebagai alat angkat bahan material dan alat-alat seperti
mesin-mesin konstruksi, beton, besi, baja, dan lain sebagainya.

Tower Crane Pada prinsipnya merupakan pesawat pengangkat dan pengangkut yang
memiliki mekanisme gerakan yang cukup lengkap, yakni : kemampuan mengangkat muatan
(lifting) menggeser (trolleying), menahannya tetap di atas bila diperlukan dan membawa
muatan ke tempat yang ditentukan (slewing dan travelling). Operasi kerja yang identik dan
muatan yang seragam yang diangkutnya, memungkinkan fasilitas transport dilakukan secara
otomatis. Bukan hanya untuk memindahkan, melainkan juga untuk proses bongkar muatan.

Dalam penggunaannya, Tower Crane harus direncanakan terlebih dahulu dengan baik.
Penempatan, pondasi, dan jadwal penggunaan alat ini haruslah tepat agar dapat difungsikan
secara maksimal
Tower Crane ini dipasang atau dirakit di lokasi proyek pembangunan, secara bertahap
mengikuti perkembangan pembanguan gedung, semakin tinggi gedung maka semakin tinggi
juga Tower Cranenya.

Untuk membangun Tower crane dibutuhkan beberapa komponen sepert:

1. Pondasi
Pondasi dibuat sekuat mungkin agar dapat menyangga Tower Crane, pada bagian inilah
kaki tower crane dibaut dengan tiang pancang, pile cap dengan ukuran sesuai gambar
rekomendasi dari suppler.

2. Section / Tiang
Bagian ini merupakan bagian vertikal tiang dari tower crane sesuai yang saya ketahui
biasanya tinggi dari tiang persectionnya yaitu 3 Meteran, yang bisa terus tumbuh seiring
dengan kebutuhan tinggi gedung yag sedang dibangun. Pada bagian ini terdapat tangga
vertikal yang nantinya akan digunakan oleh operator untuk naik ke atas dan turun
kebawah.

3. Unit yang berputar


Unit berputar ini terbagi menjadi Tiga bagian yaitu Horizontal jib, yang berfungsi
sebagai bagian pengangkat beban. Lalu ada mesin penggerak tower crane bernama
Machinery jib, selain sebagai mesin penggerak alat ini juga digunakan sebagai
penyeimbang saat mengangkat beban. Dan yang terakhir tentunya harus ada ruangan
pengendali tower crane/ Cabin. Ruangan ini tidak begitu besar dan ruangan operator ini
gak bisa untuk selonjoran apalagi tidur berbaring heheh, ini berfungsi sebagai ruang
kendali. Ruangan ini memiliki jendela besar untuk memastikan operatordapat melihat
secara keseluruhan. Di bagian depan atau bagian samping kiri dan kanan

Tower Crane Pada prinsipnya merupakan pesawat pengangkat dan pengangkut yang
memiliki mekanisme gerakan yang cukup lengkap, yakni : kemampuan mengangkat
muatan (lifting) menggeser (trolleying), menahannya tetap di atas bila diperlukan dan
membawa muatan ke tempat yang ditentukan (slewing dan travelling). Operasi kerja
yang identik dan muatan yang seragam yang diangkutnya, memungkinkan fasilitas
transport dilakukan secara otomatis. Bukan hanya untuk memindahkan, melainkan juga
untuk proses bongkar muatan.

Berdasarkan tipenya, tower crane dibagi berdasarkan cara crane tersebut berdiri, yakni :

1. Tower crane berdiri bebas (free standing crane)


2. Tower crane berdiri di atas rel (rail mounted crane)
3. Tower crane yang ditambatkan pada bangunan (tied-in tower crane)

Dari berbagai tipe ini prinsip kerjanya hampir sama, mengangkat pada gerakan horisontal,
berputar, bergerak secara radial dan sebagainya. Hampir semua fasilitas transport
memindahkan muatan dengan berbagai sudut atau secara vertkal dapat dilakukan.
Sementara itu, untuk kapasitas tower crane tergantung beberapa faktor. Jika material yang
diangkut oleh crane melebihi kapasitasnya, maka akan terjadi jungkir. Oleh karena itu, berat
material yang diangkut harus mengikuti ketentuan dan perlu memperhatikan faktor-faktor,
antara lain :

Kekuatan angin terhadap alat


Ayunan beban pada saat dipindahkan
Kecepatan pemindahan material
Pengereman mesin dalam pergerakannya

Bagian-bagian Tower Crane

Spesifikasi tower crane berkaitan dengan operasi pengangkatan dan pemindahan material.,
meliputi :

Ketinggian tower rencana


Jangkauan Jib
Hoist
Trolley
Seling

Ketinggian tower crane bergantung dari ketinggian yang ingin dicapai. Jika diperlukan,
ketinggiannya dapat ditambah dengan mengikatkannya ke bangunan.
Jib Section

Untuk jib atau boom, merupakan lengan tower crane yang terdiri dari elemen-elemen
besi yang tersusun menjadi satu bagian rangka batang. Pemasangan jib harus sesuai dengan
keperluan dan persyaratannya, baik dengan panjang yang standard maupun yang mencapai
maksimum. Pemasangan jib ini, selanjutnya mempengaruhi terhadapa beban yang diangkat.
Untuk tiap panjang jib tertentu, ada batasan beban maksimum.

Counter Jib

Selain jib, juga terdapat counter jib yang berfungsi sebagai jib penyeimbang terhadap boom
yang terpasang. Counter jib dilengkapi counter weight, yang berfungsi sebagai bebannya.

Untuk hoist adalah bagian tower crane yang berfungsi sebagai alat angkut arah vertikal.
Sedangkan trolley, adalah bagian tower crane yang berfungsi sebagai alat angkut tower crane
arah horisontal. Sedangkan seling merupakan bagian tower crane yang berupa kabel baja dan
menjadi bagian hoist. Pemakaian seling bisa diubah-ubah diameternya atau dapat
ditambahkan(double-seling), tergantung pada kebutuhan di lapangan.

Gambar detail crane yang lain dapat dilihat pada gambar di bawah :
Pondasi Tower Crane

Mast Section

Slewing Mechanism
Tower Top

Pada Tower Crane terdapat dua buah limit switch

1. Switch beban maksimum, : untuk memonitor pada kabel dan memastikan tidak
terjadinya overload
2. Switch momen beban, : untuk memastikan operator tidak melebihi rating ton-meter
bagi crane, ketika beban bergerak pada jib. Sebuah alat yang dinamakan cat head
assembly pada slewing unit, dapat mendeteksi secara dini bila terjadi kondisi
overload.

Menurut beberapa sumber , tipikal tower crane memiliki spesifikasi tinggi maksimum 80
meter, jangkauan maksimum 70 meter dan daya angkat maksimum hingga 20 ton, tetapi
tower crane tidak boleh mengangkat beban sebesar itu pada ujung terjauh jib nya. Semakin
dekat posisi beban yang diangkat dengan tiang tower crane, semakin besar beban yang dapat
diangkat dengan aman.

Oleh karena itu pembebanan tower crane mengikuti prinsip pengurangan dan
perhitungan beban. Maksudnya apabila beban berada sejauh 30 meter dari tiang, maka beban
yang diperbolehkan sebesar 10 ton. Apabila beban berada sejauh 50 meter, maka beban yang
diperbolehkan sebesar 6 ton dan seterusnya.

Untuk pengadaannya tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit, biasanya biayanya
sudah dihitung oleh Kontraktor struktur bangunan dan bagian peralatan.
ANALISA

Berikut ini contoh perhitungan pondasi TC ( Tower Crane )

Data perhitungan tower Crane

Type TC = FO-23 B (HUH 106 M)

Counter Weight = 16.0 ton

Max Angkut = 8.0 ton

Jib Length = 52.0 m

Pjg Counter Weight = 13.0 m

Jarak Max Angkut = 12.2 m

Max Beban Ujung = 1.8 ton

Lebar Section TC = 1.9 m

Mutu Beton fc = 29.1 mpa K = 350 kg/cm2

Mutu Baja fy = 400.0 mpa

Diameter Tulangan = 25.0 mm

Lebar Pondasi ( B ) = 5.0 m

Panjang Pondasi ( L ) = 5.0 m

Tinggi Pondasi ( d ) = 1.4 m


BEBAN TOWER CRANE ( BROSUR TC )

a. Kondisi TC Dalam Keadaan Operasi ( Crane In Operation )

Momen Yang Bekerja ( M ) = 1730 KN.m

Gaya Horisontal ( H ) = 32 KN

Gaya Axial ( V ) = 636 KN

Momen Torsi ( MT ) = 0 KN.m

b. Kondisi TC Dalam Keadaan Tak Operasi ( Crane Out Operation )

Momen Yang Bekerja ( M ) = 0 KN.m

Gaya Horisontal ( H ) = 0 KN

Gaya Axial ( V ) = 0 KN

Momen Torsi ( MT ) = 0 KN.m

PERENCANAAN PONDASI TC

a. direncanakan ukuran poer pondasi ssb : 5.0 x 5.0 x 1.4 m

50 m ( d = kedalaman) pondasi

[* lihat panjang minimum angkur tower crane]

5.0 m ( B = lebar )

1.4 m ( L = panjang )

Berat Pondasi Tower Crane : = 5.0 x 5.0 x 1.4 x 2400 kg/m3

= 81000 kg

= 81 KN

Total Gaya Axial Yang Bekerja : = 636 KN + 81 KN

= 717 KN
Perhitungan pondasi TC

PERHITUNGAN PONDASI :

a. Kontrol Terhadap Guling

M = 0

VM + VL/2 + Hd/2 = 0

M L = (( M + Hd/2 ) x 2)/ V

H 1.35 L = ({ 1730 + 21.6 } x 2)/ 717

= 3503.2 /717

= 4.89 m

Jadi Ukuran Pondasi Tower Crane = 4.89 x 4.89 x 1.4

4.9 m ( B = lebar )

4.9 m ( L = panjang )

1.4 m ( d = kedalaman)
b. Kontrol Terhadap Geser

Momen Yang Bekerja ( M ) = 1730 KN.m

Gaya Horisontal ( H ) = 32 KN

Gaya Axial ( V ) = 717 KN

Momen Torsi ( MT ) = 0 KN.m

Vc = ( 1 + 1/c ) x 1/6 x fc x bo x d -( SKSNI T 15 1991 Ayat 3.4.26 )

dimana :

c = rasio sisi pendek dengan panjang = 1

bo = 2 ( hk + d ) + 2 ( bk + d )

= 2 ( 1.9 + 1.4 ) x 2 = 13.08

hk / bk = lebar section/badan TC

sehingga :

Vc = 3172439.336 N

= 3172.439336 KN > 717 KN

c. Perhitungan Tulangan Poer

Mu lentur = 1730 KN = 1730000 kg

Rn = Mu / (0.8 x b x d )

= 1186.556927 KN / m2

= 0.001186557 Kg / mm2

m = fy / ( 0.85 x fc)

= 16.19925078

perlu = 1/m ( 1 (1-(2 x m x Rn)/fy))

= 1.1865E-05
min = 1,4 / fy

= 0.0035 > perlu Dipakai p min!!

As perlu = x b x d

= 0.0035 x b x d

= 0.023085941 m2

= 23085.94142 mm2

Dipakai Tulangan Diameter = 25 mm

As Terpasang = 490.625 mm2/btg

Jumlah (b ) = 47.05414812

= 47 bh

Jarak Tulangan = 0.103835979 m

= 103.8359788 mm

= 104 mm

Jadi Tulangan Pondasi Tower Crane : -> D 25 104

d. Perhitungan Tulangan Puntir

Mu Puntir = 0 KN = 0 kg

Rn = Mu / (0.8*b*d )

= 0 KN / m2

= 0 Kg / mm2

m = fy / ( 0.85*fc)

= 16.19925078

perlu = 1/m ( 1 (1-(2*m*Rn)/fy))

=0
min = 1,4 / fy

= 0.0035 > perlu Dipakai p min!!

As perlu = * b * d

= 0.0035 * b*d

= 0.023085941 m2

= 23085.94142 mm2

Dipakai Tulangan Diameter = 25 mm

As Terpasang = 490.625 mm2/btg

Jumlah (b ) = 47.05414812

47 bh

Jarak Tulangan = 0.103835979 m

= 103.8359788 mm

104 mm
Jadi tulangan Tower Crane: D 25 104
PENUTUP

1. Kesimpulan
Tower crane ataupun yang biasa juga kita sebut sebagai crane bangunan adalah suatu
alat berat yang pada zaman sekarang ini merupakan alat berat yang wajib ada pada
pengerjaan proyek pembangunan gedung bertingkat yang mempunyai ketinggian yang
lumayan. Alat ini sangat membantu dalam proses pembangunan tersebut. Dengan alat
ini pekerjaan yang aslinya sangat sulit dan melelahkan dapat kita kerjakan dengan
cepat dan efisien. Crane ini memiliki fungsi serbaguna. Crane juga memiliki bagian-
bagian yang sangat vital yang harus selalu kita perhatikan mulai dari hal yang kecil
sekalipun guna kelancaran dan keamanan lingkungan kerja itu sendiri.

2. Saran
Dalam pengadaan crane dalam sebuah proyek pembangunan harus kita perhatikan
beberapa factor. Mulai dari kontur tanah, lingkungan sekitar dan yang pasti
pendanaan. Semua harus kita atur sebaik mungkin agar tidak ada ketimpangan dan hal
hal yang tidak perlu atau bahkan membahayakan lainnya.
Daftar Pustaka

1. http://www.ilmusipil.com/perhitungan-pondasi-tc-tower-crane
2. http://www.mangyono.com/2014/05/alat-berat-tower-crane-dan-mengetahui.html
3. http://www.rumahmaterial.com/2014/05/contoh-perhitungan-biaya-sewa-tower.html