Anda di halaman 1dari 27

1

KATA PENGANTAR

Pedoman bagi mahasiswa sangatlah penting untuk membimbing praktikan agar lebih
praktis dalam menyelesaikan tugas pada bengkel listrik. Dalam hal ini kami hanya menyajikan
sistem pengerjaan praktis yang dikerjakan oleh mahasiswa dimana setelah menyelesaikan
tugas praktek bengkel tersebut, diharapkan mahasiswa harus sudah mampu :

- Menggunakan petunjuk teknik berdasarkan PUIL (Persyaratan Umum Instalasi


Listrik).
- Menentukan jenis peralatan yang digunakan untuk menunjang sistem operasinya
instalasi listrik.
- Menggunakan peralatan yang dibutuhkan.
- Menerapkan prinsip dasar dalam perencanaan pemasangan instalasi :
1. Keamanan
2. Keandalan
3. Ketercapaian
4. Ketersediaan
5. Keindahan
6. Ekonomis
- Membandingkan metoda-metoda sistem pemasangan instalasi.

Kami sangat menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Dengan
senang hati kami menerima saran dan kritik yang membangun dari Anda.

Medan, Juli 2007

(Emonta Sipayung)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


2

PENDAHULUAN

Latihan bengkel semester IV ini tertuju pada instalasi penerangan dan tenaga listrik
pada bangunan industri yang diperkecil yang bertujuan agar kelak dapat menginstalasi pada
bangunan sebenarnya .

Pada semester ini setiap mahasiswa dibagi atas beberapa group. Masing-masing group
berbeda pada sistem operasinya, dengan maksud agar mahasiswa dapat menyerap informasi
teknik sebanyak mungkin.

Pada akhir praktek ini mahasiswa akan mendapat tugas membuat laporan praktek.
Maksud dari tugas laporan praktek ini adalah membimbing mahasiswa agar dapat lebih
menguasai keadaan lapangan kelak.

Karena hal hal di atas maka pemasangan instalasi listrik harus benar benar di
rencanakan dari awal hingga selesai. Untuk lebih maksimal sebaiknya pekerjaan tersebut
mengikuti system yang di sarankan pada PUIL. Karena disana telah di jelaskan dengan rinci
bagaimana tentang instalasi listrik yang baik dan benar serta memenuhi standard. disana juga
diterangkan beberapa teknik pemasangan instalasi listrik sebagaimana mestinya. Misalnya ;
membengkokkan pipa, memasang pipa, penarikan kabel, penempatan peralatan,
penyambungan kabel, serta mencari kesalahan ( trouble shooting ).

Laporan praktik ini dimaksudkan untuk membimbing mahasiswa agar dapat lebih
menguasai keadaan lapangan kelak.

Ingat :

Instruktur hanya memberikan instruksi dan teknis pemasangannya, maka keaktifan


Anda pada praktek bengkel listrik semester IV ini untuk mengelola semua perencanaan yang
bersangkut paut dengan teknis pemasangannya sangatlah diharapkan.

Setiap pekerja selalu utamakan keselamatan diri Anda.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


3

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa mampu :

1. Menggunakan petunjuk teknik berdasarkan PUIL.


2. Menentukan jenis peralatan yang digunakan untuk menunjang operasinya instalasi
listrik.
3. Menggunakan peralatan yang dibutuhkan.
4. Menerapkan prinsip dasar dalam perencanaan instalasi :
Keamanan
Keandalan
Ketercapaian
Ketersediaan
Keindahan
Ekonomis
5. Membandingkan metoda-metoda system pemasangan instalasi.

Sedangkan, tujuan dari latihan bengkel listirk semester IV ini adalah :

1. Agar kelak dapat menginstalasi pada bangunan yang sebenarnya.


2. Dapat mengetahui prinsip kerja dari bahan-bahan yang digunakan.
3. Mengerti dan dapat membaca gambar rangkaian.
4. Dapat memahat dan memplester dinding dengan baik dan benar.
5. Dapat menganalisa gambar rangkaian.

ALAT DAN BAHAN

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


4

a. Alat :

1. Tang kombinasi 1 buah


2. Tang potong 1 buah
3. Obeng negatif (-) 3 buah

4. Obeng positif (+) 1 buah


5. Testpen 1 buah
6. Sendok semen 1 buah
7. Pahat tembok 1 buah
8. Anting-anting 1 buah
9. Martil 5 kg 1 buah
10. Meteran 1 buah

b. Bahan :

Untuk instalasi penerangan

1. Lampu TL 40 Watt 3 buah


2. Lampu pijar 40 Watt 3 buah
3. Kotak kontak 1 fasa 2 buah
4. Kotak kontak 3 fasa 1 buah
5. MCB 1 fasa 1 buah
6. MCB 3 Fasa 1 buah
7. Fuse 10A 3 buah
8. Fitting 3 buah
9. Kotak hubung 2 buah
10. Saklar tunggal 1 buah
11. Saklar tukar 2 buah
12. Tombol tekan dengan lampu tanda 2 buah
13. Saklar impuls 1 buah
14. Semen secukupnya
15. Pipa PVC 5/8 secukupnya
16. Pipa union 5/8 secukupnya
17. Kabel NYA merah 1,5 mm2 25 meter

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


5

18. Kabel NYA biru 1,5 mm2 20 meter


19. Kabel NYA hitam 1,5 mm2 25 meter
20. Kabel NYA kuning 1,5 mm2 25 meter
21. Kabel NYA hijau/kuning 1,5 mm2 15 meter
22. Kabel NYM 4 x 1,5 mm2 10 meter
23. Rumah panel 1 buah
24. Klem 15 buah
25. Lbow 6 buah
26. Isolasi kabel secukupnya

Untuk instalasi tenaga

1. Motor listrik 3 fasa 4 buah


2. Saklar tuas 3 fasa 2 buah
3. Saklar pilih 1 buah
4. Limit Switch 2 buah
5. MCB 3 Fasa 4 buah
6. Fuse 10A 3 buah
7. Tombol tekan NO/NC + Lampu tanda 1 buah
8. Saklar pedal 1 buah
9. Kotak hubung 2 buah
10. Panel 1 buah
11. Pipa union secukupnya
12. Klem pipa 20 buah
13. Klem kabel 15 buah
14. Pipa PVC 36 secukupnya
15. Pipa PVC 29 Secukupnya
16. Pipa PVC 16 Secukupnya
17. Kontaktor 6 buah
18. Overload 3 buah
19. Time delay 1 buah
20. Lampu tanda hijau 1 buah
21. Lampu tanda merah 1 buah

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


6

22. Kabel NYM 4 x 1,5 mm2 secukupnya


23. Kabel NYM 6 x 1,5 mm2 secukupnya
24. Kabel NYM 8 x 1.5 mm2 secukupnya
25. Kabel NYA 1.5 mm2 secukupnya

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


7

LANGKAH DALAM PEMASANGAN INSTALASI

1. Ukur daerah / lokasi / letak dimana akan anda rencanakan untuk pemasangan
peralatan listrik yang dibutuhkan. Hal ini sangatlah penting agar penempatannya
sesuai dengan ukuran fisik dari peralatan listrik tersebut.

2. Perhatikan bahwa diagram peletakan yang diinginkan oleh konsumen anda adalah
seperti tertera pada buku anda. Hal yang prlu anda ingat adalah anda merupakan
seorang Staf Lapangan oleh karena itu maka jarak serta ukuran yang
diinginkan anda sendiri yang menentukan dengan mengingat : Prinsip dasar
pemasangan instalasi listrik.

3. Setelah anda menentukan penempatannya, maka anda dapat mengatur posisi letak
peralatan yang akan dipasang sesuai dengan pengaturan pemasangan peralatan
tersebut.

4. Anda harus menguasai peralatan-peralatan yang akan anda gunakan.

5. Anda harus menguasai spesifikasi peralatan dan alat yang digunakan demi
memudahkan dalam pemasangan.

6. Sebelumnya anda sudah menerima semua bahan, barang serta peralatan yang
dibutuhkan sehingga anda bisa memeriksa bahan tersebut apakah masih bisa
dipakai atau digunakan.

7. Dalam hal peletakan anda harus mengukur lebar daerah yang akan ditempati oleh
peralatan dan alat yang bersangkutan.

8. Tahap pengerjaannya perhatikan halaman berikutnya.

TEORI PENUNTUN PRAKTEK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


8

1. Pemasangan kotak sambung


Kotak sambung ( junction box ) adalah kotak dimana dapat dilakukan penyambungan
penghantar. Pada kotak sambung biasanya terdapat terminal untuk penyambungan penghantar
tersebut. Tutup dari kotak sambung tersebut harus dapat dibuka dan bila perlu tanpa
menggangu bangunan tersebut. Kedalaman dari pemasangan dibawah plaster harus
disesuaikan agar jika penutupnya dibuka maka cat atau pasteran tidak terganggu.

Perhatikan gambar berikut ini ( pandangan atas ) :

Beton

1 mm

Tutup

Gambar 1

Jarak antara tutup dan plaster paling panjang : 1 mm

Untuk pemasangannya diletakkan > 30 cm dari langit langit bangunan.

Untuk pemasangan kotak sambung lebih dari satu maka pemasangannya harus dibuat
sejajar antara satu dengan yang lainnya agar terlihat rapi dan indah. Dan ditempatkan menurut
atau sesuai dengan kebutuhan dari kotak sambung tersebut. Jika diperlukan, dapat juga
dipasang kotak tarik, yang mana kotak tarik tersebut hanya berfungsi dalam penarikan kabel
dan tidak dibenarkan membuat sambungan di dalam kotak tarik tersebut. Pada umunya kotak
tarik tidak memiliki terminal untuk penyambungan penghantar, sedangkan kotak hubung
mempunyai terminal penghantar.

2. Pemasangan saklar
Saklar adalah suatu alat yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan suatu
rangkaian tertutup. Penggunaannya harus disesuaikan dengan kemampuan daya hantar dari
saklar tersebut. Penempatan saklar tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tinggi
pemasangannya adalah 110 130 cm. bila dipasang dibawah plaster maka kedalaman dari
kotak tanahnya harus disesuaikan agar jarak antara tutup dan plasteran tidak melebihi 1mm.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


9

Anda harus memperkirakan ketebalan dari plesteran nanti dari permukaan batu bata (pada
kenyataannya anda harus konsultasi sebelumnya dengan arsitek bangunan).

3. Pemasangan kotak kontak ( socket outlet )


Kotak kontak adalah sumber daya yang tidak bergantung pada saklar. Pemasangan
kotak kontak hamper sama dengan pemasangan saklar. Jika kotak kontak dipasang setinggi 30
cm dari atas lantai maka kotak kontak tersebut harus dilengkapi dengan pengaman (penutup)
agar terlindung dari debu atau siraman air yang mungkin dapat masuk kedalam kotak kontak
tersebut. Pada kotak kontak biasanya dilengkapi dengan pentanahan dan pada umumnya
pemasangan kotak kontak dari lantai adalah maximum 110 120 cm.

4. Pemasangan pipa dibawah plasteran


Pipa harus dipasang didalam plasteran dalam kedudukan horizontal maupun vertikal,
hal ini bertujuan agar apabila suatu saat diperlukan peletakan benda pada daerah yang
berdekatan dengan saklar maka sepanjang daerah horizontal atau vertical dari saklar tersebut
tidak boleh dilakukan peletakan karena jalur tersebut adalah jalur pemipaan. Jarak pipa
horizontal dari langit-langit sekurang-kurangnya 30 cmdari lantai.

30 cm
Benar

Salah
Sa
Benar

la
h

Gambar 2

5. Pemasangan fitting lampu


Di dalam pemasangan fitting lampu pada dinding dapat digunakan alat Bantu yaitu
roset kayu. Roset kayu ini berfungsi sebagai dudukan dari fitting lampu agar dapat diletakkan
dengan menggunakan sekrup. Roset kayu dipasang sama rata dengan dinding plasteran. Jadi

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


10

dalam pemasangannya pada tembok harus ditanam lebih dalam agar sesuai dengan tebal
plasteran namun lubang yang terdapat pada roset harus dijaga agar tidak tertutup oleh semen.
Lubang roset ini berfungsi untuk penarikan kabel penghantar. Roset kayu ini dapat diproduksi
sendiri bila dibutuhkan.

Dalam pemasangannya pada batu bata harus dipasang sekaligus semua agar semen kering
secara serentak dan dapat mengikat roset dengan kuat.

Untuk pemasangannya dapat kita lihat pada gambar :

Gambar 3

6. Pengunaan Bor Tangan


Mesin bor yang akan digunakan mempunyai fungsi ganda yaitu untuk besi, pelat,
kayu, dan pada permukaan beton. Bila dipergunakan untuk keperluan yang pertama, putarlah

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


11

alat geser bor kearah tanda < sampai berhenti. Bila untuk yang kedua, putarlah alat geser
kearah gambar palu. Pada latihan ini bor beton digunakan untuk pemasangan fisher ukuran
mata bor harus disesuaikan dengan fisher demikian juga kedalaman dari pemboran pada
tembok tembok harus sama panjangnya dengan fisher. Rumah kotak kontak atau saklar
untuk ditanam dapat dibuat dari kayu/papan, triplek, prinsip pembuatan adalah lebih lebar
pada bagian dalam (bagian yang ditanam) dibanding bagian yang di luar. Maksudnya adalah
agar setelah penyemenan housing (rumah) tersebut terikat kuat pada tembok.

Gambar 4

7. Penanaman pipa
Pipa yang ditanam didalam plaster tidak boleh disambung, kecuali pada kotak tarik.
Pembengkokan pipa harus rata lengkungannya, hal ini bertujuan untuk mempermudah
penarikan kabel pada pipa tersebut. Pipa yang telah ditanam atau rumah saklar dan sejenisnya
harus ditutup dengan kertas agar sewaktu penyemenan nanti semen tidak masuk kedalamnya.
Pipa yang terletak diatas dinding harus diberi klem, jarak antara klem maksimum 2 meter dari
tule maksimum 10 mm. ( lihat gambar ) :

Tule
Max 2 m

10 mm

Gambar 5 Paku

Apabila memakai pipa KRFW, pada bagian ujungnya sebaiknya dipaku agar tetap pada
posisinya. Kedalaman alur penanaman pipa paling sedikit 20 mm dan dapat disesuaikan
kedalamannya dengan pipa tersebut. Misalnya untuk pipa 5/8 kedalamannya adalah 20mm.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


12

sebelum pipa ditanam terlebih dahulu dimasukkan kawat penarik sampai kekotak tarik. Jarak
antara kotak tarik max. 20 meter pipa lurus....10 meter pada bengkokan. Jumlah
bengkokan max. 4 kali. Selain kawat penarik dapat digunakan alat penarik lain yang berupa
spiral.

8. Penanaman pipa diatas plaster


Pemasangan pipa diatas plaster gunanya adalah untuk melindungi dari tekanan
mekanis. Oleh karena itu kabel tidak harus dilindungi secara keseluruhan dengan pipa. Hanya
diperlukan pada bagian yang kemungkinan mendapat tekanan, benturan mekanis, sehingga
diperlukan pipa sebagai pelindung. ( lihat gambar )

Kabel tidak dilindungi

Pipa

Gambar 6

9. Penarikan kabel
Jumlah penghantar yang diperbolehkan berada dalam pipa adalah max. 6 penghantar.
Jumlah diameter keseluruhan penghantar harus disesuaikan dengan diameter pipa. Penarikan
pipa dilakukan dengan penarikan dari atas kebawah, karena hal ini lebih mudah dari cara
penarikan kebalikannya. ( lihat gambar )

Lampu
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK
Panel
Saklar
13

Gambar 7

Penarikan kabel sebaiknya dilakukan sekaligus, begitu juga dengan penyambungan ke


terminal. Oleh karena itu setiap penarikan kabel harus sebelumnya diberi kode atau diberi
tanda. Dan tanda tersebut harus ditulis pada suatu penghantar. Hal ini dapat memudahkan kita
pada saat akan melakukan penyambungan.

Penandaan dengan:
Spidol
Kertas berlapis isolasi
Pita warna
Gambar 8

10. Pemasangan panel


Panel harus dipilih tempatnya agar mudah dicapai/dijangkau. Namun sebaiknya panel
diletakkan ditempat yang aman. Tinggi pemasangan panel dari lantai sekitar 1,5 m untuk
perumahan dan 1,2 m pada umumnya. Bila pemasangan pada tempat basah atau tempat yang
sering berair ( misalnya kamar mandi ) minimal 2,5 m kecuali jika panel yang dipasang tidak
tertanam ( on plaster ). Panel harus tahan terhadap benturan mekanis, kemudian bila tertanam
sebagian maka bagian yang menonjol dari permukaan plaster adalah max. 2 mm tanpa tutup
diatas plaster (ingat ketebalan plaster 1.5 cm dari bata). Untuk melihat horizontal dan vertikal
dapat diperiksa dengan menggunakan water pass. Untuk melakukan penanaman panel pada

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


14

beton dapat digunakan kayu penyangga pada sisi kotak panel. Kegunaan kayu ini adalah
sebagai pengunci agar kotak panel tidak bergerak lagi. Tentunya setelah penentuan letak dan
kelurusan panel pada beton di tentukan terlebih dahulu. Setelah itu maka dapat dilakukan
penyemenan keseluruhan pada kotak panel tersebut.

Panel

Kayu

Gambar 9

11. Pembobokan
Alat yang digunakan dalam melakukan pembobokan adalah palu seberat sedikitnya
500 g dan pahat beton. Posisi pahat lurus dengan kemiringan 45 o terhadap tembok.
Pembobokan tegak lurus hanya akan merusak bangunan. Sifat-sifat bahan bangunan akan
berubah misalnya bata bila dibobok secara tegak lurus akan rapuh dan hancur. ( lihat
gambar ).

45 o
Tembok

45 o

Gambar 10

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


15

12. Efek stroboscopies pada lampu TL


Efek strobocopies dapat menipu penglihatan mata yang sebenarnya, oleh karena itu
keadaan seperti ini akan berbahaya pada industri terutama menyangkut pada keselamatan
kerja. Untuk menghilangkan ada 2 cara :
System hubungan duo
System phasa
Pada hubungan duo pada suatu hubungan amatur dibuat dua lampunya salah satu
dipasang kapasitor agar arus dapat mendahului 60o. Jadi perbedaan phasa antara lampu sudah
terjadi (lihat gambar).

lag lead

Gambar 11

Pada hubungan phasa lampunya dibagi rata hubunganya menjadi tiga phasa dalam satu
ruangan. Pada latihan ini kita akan terapkan system pembagian tiga phasa ini keuntungan
sistem ini dibagi rata, lampu tidak sekali padam bila fuse yang yang putus, ekonomis karena
tidak menggunakan kapasitor.karena penerangan di industri kontiniu, balast dan kapasitor
harus dialasi dengan bahan yang tahan panas atau anti terbakar.

a : >5 cm
b : panjang ballast
c : > 5 cm
d : > 1cm
e : kapasitor
Gambar 12

13. Kompensasi
Agar faktor kerja lampu TL maka tinggi cos harus dinaikkan dengan bantuan
kapasitor. Hubungan kapasitor ada dua : seri dan parallel. Pada praktek ini akan kita gunakan
hubungan parallel. Perhitungannya
QL adalah sebagai berikut:
Dari sudut Q1 akan diturunkan menjadi sudut Q2 jadi:

Q = QL QC
S

Q
QC = QL Q(1)

Q1
JURUSAN TEKNIK
Q2 ELEKTRO BENGKEL LISTRIK
Qc
16

Tq Q1 = QL/P ; tg Q2 = Q/P
QL = P (tg Q1)
Q = P (tg Q2)

Gambar 13

Dari persamaan (1) didapat : QC = P ( tg Q1 tg Q2 ) VAR( 2 )


QC = V/ ( 1/Wc ) . V
2
V . WC = P ( tg Q1 tg Q2 )
C = P (tg Q1 - tg Q2) farad
2
W.V
Dimana : QC = daya reaktif kapasitor VAR
P = daya nyata lampu watt
V = tegangan kerja volt
C = kapasitor farad

Sekarang coba hitung, berapa kapasitansi kapasitor yang dibutuhkan oleh lampu TL 40
Watt dimana sebelum kompensasi cos = 0,9 pada tegangan kerja 220 V. untuk menentukan
tegangan kapasitor, tegangan puncak sinusoidal tidak dapat diabaikan, jadi pilihlah tegangan
kapasitor yang sebesar :
V = 12. Vn = 1,414 . 220 = 311,1 volt.
Maksudnya agar kapasitor tidak menimbulkan suara berisik untuk pengorderan
kapasitor motor, biasanya hubungannya telah ditentukan, tinggal memilih saja. Yang kita
tentukan hanya daya VAR nya saja. Untuk menghitung gunakan rumus persamaan (2).

14. Pemilihan motor


Kerja normal suatu motor dalam dalam hubungan segitiga. Pengaturan start biasanya
menggunakan hubungan bintang. Jadi untuk menghubungkan keduanya secara bergantian
digunakan kontaktor.

Perhatikan contoh pemilihan hubungan kesumber.


Contoh 1 :
Data voltage motor 220/230, artinya tegangan phasa motor hanya 220 bila sistem tegangan
sumber ( jaringan ) adalah 220/230 maka motor tersebut hanya dapat dihubungkan dengan
hubungan bintang. Pengaturan arus start biasanya dengan sistem tahanan ataupun tanpa
pengaturan arus mula dengan sistem DOL ( Direct On Line ).
Contoh 2 :
Data voltage motor : 380/ 660.
Artinya tegangan phasa motor 380 volt. Bila sistem tegangan adalah 220/230 volt, maka
motor dapat berjalan normal pada hubungan segitiga. Pengaturan arus startnya bisa digunakan
dengan sistem kontaktor hubungan bintang-segitiga (Y-).

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


17

Contoh 3 :
Data motor Supply PLN Hubungan yang diizinkan
V 3 x 220 V 3 x 380/ 220 bintang
V 3 x 380 V Y 3 x 380/ 220 bintang
V 3 x 380 / 660 V 3 x 380 V bintang / segitiga

Jadi kesimpulan bila ada data yang hanya tegangannya saja maka tegangan fasa motor
tersebut adalah tegangan terendah.

15. Pemilihan kontaktor dan pengaturan termal

Pemilihan kontaktor tergantung pada sistem hubunganya dan nominalnya motor


tersebut. Prinsipnya kontak dari kontaktor tersebut harus mampu memutuskan dan
menghubungkan dalam keadaan berbeban ( pemutus arus ). Termo relay pada start langsung
harus disetel setelah pada arus normal, kecuali untuk beberapa start khusus. Suatu relay akan
menentukan besarnya penampang kabel. Pada start ada dua macam sistem pemasangan termo
relay. Bila jarak panel kontrol jauh dengan motor, lebih ekonomis pada sistem pertama dan
bila jarak panel pendek lebih ekonomis sistem kedua. Diharapkan anda untuk menganalisa hal
tersebut, mengapa bisa seperti itu.
Sistem pengaturan termal pada motor dengan start Y.

1. Ekonomis bila jarak pendek dengan beban.

F9

Section according f9

Seled :
K1 K2 = 0,58 X Inom
K1 K2 K3 K3 = 0,33 x Inom

F1 F2
Set the Overload R 0,58 x Inom

Gambar 14
U,V,W M Z,X,Y Section of cable acc. To the
Setting of the overload Relay

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


18

2. Ekonomis bila jarak panel dengan beban jauh

F9 F9

Penampang kabel

K1 K2 K3 K1,K2 = 0,58 In/K3 = 0,33 K2


K1 K3

Setting In/V3 = 0,58 In

F1 Sesuai dengan penampang F1

Sesuai denganGambar 15 F9
penampang

U,V,W
M U1,V1,W1 U1,V1,W1 M U2,V2,W2

16. Pentanahan
Z,X,Y

U2,V2,W2

Agar mudah mengatur keseimbangan beban, serta mengurangi rugi - rugi XC dan XL
maka pada pembangkit dan gardu perlu ditanahkan. Ada beberapa sistem pentanahan yang
kita kenal, pada latihan kali ini kita akan terapkan sistem PNP, lemari panel dan rangka yang
dapat menghantar arus di tanahkan untuk mencegah terjadinya tegangan sentuh.

Pentanahan harus dibuat tetap dan dapat


terhindar dari gangguan mekanik. Pentanahan juga
berfungsi untuk merangsang bekerjanya pengaman.

Gambar 16

17. Test Isolasi


Sebelum sistim dioperasikan keandalan isolasi harus diuji agar tidak terjadi tegangan
bocor. Seluruhnya peralatan dari sumber harus diputuskan dengan membuka sekering dan
saklar utama, dan seluruh hantaran satu sama lain. Oleh karena itu Onkan seluruh saklar,

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


19

lepaskan seluruh lampu. Lepaskan seluruh netral dari pemakai bila memakai trafo lepaskan
juga netralnya. Demikian juga seluruh peralatan elektronik yang bersangkut paut harus
dilepaskan. Untuk meyakinkan Anda gunakan multitester untuk mengukur apakah ada
hubungan antara penghantar yang satu dengan yang lain, bila tidak ada yang terhubung maka
sekarang sudah dapat dilakukan pengukuran tahanan isolasi. Pada umumnya yang harus
diukur adalah setiap bagian hantaran dua arah pengaman dan dibelakang alat pengaman yang
lain. (Ayat 334 A1)
Catatan : Transformator, akumulator perlengkapan hubung bagi, armatur lampu
dan hantaran luar ( Ayat 215 B2). Tahanan isolasi pada ruangan kering
adalah sekitar 100 ohm\volt dan pada ruangan lembab : 100 ohm\volt
(PUIL 77.215 B2 dan B3).

Sistem pengukuran : sistem pengukuran dengan sumber DC, bagian positip harus
dihubungkan dengan ground untuk mencegah agar tidak terjadi elektrolisa. Pembacaan
pengukuran dilakukan pada saat gerakan motor diam dan harga yang ditunjukkan sama
dengan tahanan minimal hasil teori.

Lanjutkan dengan yang lain ; bila hasil lebih kecil, ukurlah terminal demi terminal cari
dimana kesalahan, kemungkinan tahanan akan lebih tinggi tetapi instalasi inti tidak cukup
oleh karena itu ulangilah pengukuran lebih teliti antara inti dengan inti (jadi antara inti saling
dipertukarkan) untuk memastikannya. Bila hasil pengukuran antara semua penghantar sudah
memenuhi standart, maka sekarang sudah dapat diuji fungsi kerja dengan memasukkan
tegangan kerjanya.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


20

TAHAP- TAHAP PENGERJAAN

Setelah mengetahui lokasi tempat praktek dengan groupnya, kunci drawer dan barang
inventaris Not Consumable dapat diterima demikian juga tool box dan coin dari toolman.
Maka sekarang pengerjaan praktek sudah dapat dimulai dengan tahap-tahap pengerjaan seperti
pada tabel isi, tabel ini adalah hasil pengalaman, oleh karena itu anda tidak perlu harus
mengikutinya apabila anda mengetahui sistem sederhana atau praktis.

1. Instalasi Penerangan

Gambarlah lokasi dan penempatan peralatan dan saklar.


Gambar jalur jalur untuk menanam pipa nihil, flastoflex, krf, krfw.
Tentukan luas, kedalaman untuk tempat panel penerangan.
Boboklah tempat panel tersebut sesuai ukuran.
Tentukan ; kedalaman kotak sambung,
; kedalaman kotak saklar,
; kotak kontak,
; kedalaman kotak roset kayu.
Boboklah dari pipa yang menuju ke panel.
Setelah panel didalam tetapkan dengan sebagian semen.
Boboklah semua jalur pipa.
Tetapkan dengan semen antara lain : kotak hubung, kotak saklar, dll.
Buatlah roset kayu untuk fiting lampu dan kotak kontak tiga fasa
Sesuaikanlah kedalaman lubangnya dan tetapkan dengan semen.
Tetapkan pipa dengan paku dan semen. Selama anda menunggu semen kering,
kerjakanlah instalasi tenaga.

2 Instalasi tenaga

Periksa rangkaian panel.


Gambar seluruh rangkaian tenaga.
Periksa saklar, rangkaian motor, serta fungsinya
Buat penyokong pipa yang dibutuhkan.
Setelah instalasi penerangan selesai seluruh kegiatan diarahkan ke instalasi
tenaga.
Letakkan saklar yang diperlukan sesuai gambar pasang semua pipa
Masukan kabel.
Pasang motor simulator.
Ukur tahanan isolasi dari masing masing inti pada setiap penghantar.
Bila telah selesai laporkan pada instruktur untuk kemudian dioperasikan.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


21

3. Pembongkaran

Seluruh komponen yang dikembalikan ke drawer harus tetap sediakala, bila ada yang
pecah atau kurang lengkap harus segara dilaporkan. Demikian juga komponen komponen
panel harus tetap lengkap.

PETUNJUK MENGGUNAKAN GAMBAR

INSTALASI PENERANGAN
PANEL KONTROL

Untuk semua tempat praktek atau untuk semua kelompok rangkaian panel adalahsama,
demikian juga sistem penggunaan komponen-komponen di dalamnya. Gambar rangkaiannya
adalah EL DRA 0054 dan EL DRA 0055.
Lay out (penempatan peralatan)
Untuk kelompok I dan IVsesuaikan denga gambar EL DRA 0055, dan untuk kelompok
II dan III sesuaikan dengan gambar EL DRA 0054.

INSTALASI TENAGA
PANEL KONTROL
Untuk semua kelompok dan tempat praktek rangkaian panel adalah sama.
Rangkaiannya di sesuaikan dengan EL DRA 0044 yag terdiri dari dua halaman.
Lay out (penempatan peralatan)
Untuk kelompok satu gunakan EL DRA 0058/1
Untuk kelompok dua gunakan EL DRA 0058/2
Untuk kelompok tiga gunakan EL DRA 0058/3

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


22

Untuk kelompok empat gunakan EL DRA 0058/4

PEMILIHAN PERALATAN
Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel kebutuhan seluruh kelas: EL DRA 0059.
Sebagai contoh:
1). * Untuk pengoperasian M3 pada kelompok satu dan dua dibutuhkan Q3 dengan
sistem putar.
* Untuk pengoperasian M3 pada kelompok tiga dan empat dibutuhkan Q3 dengan
sistem tekan.
2). * kelompok satu dan dua mempunyai beban M11 dengan saklar Q11 yang
dioperasikan oleh S11
* kelompok tiga dan empat mempunyai beban E10 dengan saklar

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


28

SISTEMATIKA KERJA INSTALASI PENERANGAN

kelompok I :
Pada bagian ini digunakan pengaman fuse dengan arus nominal 15 A digunakan
untuk melayani beban. Dalam hal ini beban yang di maksud adalah beban yang
membutuhkan arus tiga fasa (COOKER).

kelompok II :
Bagian ini dilengkapi dengan pengaman berupa MCB 1 fasa. Digunakan sebagai
penerangan pada dapur gedung dan WC. Sistem penerangan pada bagian ini menggunakan
saklar tukar serta saklar tunggal yang melayani kotak kontak satu fasa.

kelompok III :
Rangkaian penerangan ini dilengkapi dengan pengaman MCB 3 Fasa. Rangkaian
ini digunakan sebagai penerangan pada ruang bengkel. Yang mana pada rangkaian ini
digunakan saklar impuls yang dioperasikan oleh tombol tekan. Saklar impuls ini
digunakan untuk menghidupkan kontaktor magnit. Kegunaan kontaktor magnit tersebut
adalah untuk membagi Fasa R, S, dan T untuk beban pada lampu TL. Hal ini ditujukan
untuk menghilangkan efek stroboscopies yang biasa terjadi pada lampu TL. Efek
stroboscopies adalah efek yang dapat menipu penglihatan mata. Efek ini sebenarnya tidak
berbahaya tetapi akan sangat berbahaya jika pada mata yang sensitive. Karena efek ini
cukup dapat mengganggu konsentrasi. Efek ini terjadi biasanya dikarenakan oleh
kurangnya tegangan yang disupply. Ada dua cara yang dilakukan untuk menghilangkan
efek ini, yaitu dengan cara menerapkan sistem hubungan duo, dan dengan sistem
hubungan fasa. Pada latihan ini kita gunakan sistem fasa. Yang mana pada sistem ini beban
dibagi rata, lampu tidak sekaligus padam bila fuse putus.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


43

SISTEMATIKA KERJA INSTALASI TENAGA

Di dalam instalasi daya ini terdapat empat macam instalasi beban, yaitu motor 3,
motor 4, motor 11 dan motor 13. Untuk motor 3, di operasikan dengan tombol tekan satu
arah on / off, dengan terminal 3 phasa. Sistem asut motor adalah direct on line. Untuk
pengaman motor 3, menggunakan fuse dan MCB 3 phasa.
Untuk motor 4, di operasikan dengan saklar putar S5 dengan dua terminal hubung,
yang mana pengoperasian saklar putar akan mengaktifkan kontaktor K6 yang akan
menutup kontak-kontaknya dan mensupply tegangan ke motor. Sistem asut motor ini
adalah direct on line. Untuk pengaman motor 4, menggunakan fuse dan MCB 3 phasa.
Untuk motor 11, di operasikan dengan saklar tekan NO dan NC dengan lampu
tanda untuk kondisi steady state, pengoperasian kontak NO akan mengaktifkan kontaktor
utama, on delay kontaktor dan kontaktor hubungan bintang, dan pengalihan operasi
kontaktor bintang ke kontaktor delta melalui on delay kontaktor yang memiliki timer yang
dapat di set. Sistem asut motor ini adalah star-delta. Untuk menonaktifkan motor di
lakukan dengan menekan kontak NC. Untuk pengaman motor 11 menggunakan fuse, Over
Load Relay dan MCB 3 phasa.
Untuk motor 13, dioperasikan dengan saklar pedal, dimana terdapat dua buah
pedal, masing-masing pedal untuk putaran motor ke kiri dan ke kanan. Untuk menon-
aktifkan motor di lakukan dengan menekan pedal ke posisi seimbang (posisi awal) atau
menyentuh limit switch yang memiliki kontak NC, baik untuk putaran ke kanan ataupun
ke kiri. Untuk pengaman motor 13 menggunakan fuse, Over Load Relay dan MCB 3
phasa.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


44

ANALISA

Selama 4 minggu mengadakan praktik instalasi penerangan dan tenaga pabrik, saya
dapat menganalisa bahwa :

1. Instalasi Penerangan
Apabila saklar tukar A ditekan maka lampu pijar A akan beroperasi

Kotak kontak B, akan beroperasi apabila saklar tungal B ditekan

Apabila tombol tekan C ditekan, maka Saklar Implus di kotak panel


penerangan akan beroperasi. Jadi lampu pijar C dan lampu TL C menyala

Kotak kontak 3 fasa dipasang sekring sebagai pengaman leburnya

2. Instalasi Tenaga
M3 dioperasikan melalui selector switch tiga fasa Q3 dengan sistem DOL
(Direct On Line).

Untuk mengoperasikan M4 adalah dengan mengoperasikan selector


switch 1 fasa S5 pada arah (I) + lampu tanda {H8 => lampu hijau yaitu
menunjukan bahwa K6 beroperasi dan H9 => lampu merah yaitu
menunjukkan bila terjadi beban lebih}, yang dibantu dengan selector
switch tiga fasa S4.

M11 dioperasikan dengan hubungan star/delta dengan menggunakan


tombol tekan S12 dan pengontrolannya diopersikan dari Q11 yang
menggunakan tiga Buah kontaktor, satu buah Overload Relay dan satu
buah timer.

M13 dioperasikan dengan 2 arah putaran dengan limit switch NC (S14A,


S14B) pada masing-masing arah putaran dan sebuah sakelar pedal untuk
kedua arah putaran. Dengan menekan salah satu sakelar pedal, maka
motor berputar ke kanan. Untuk mengubah arah putaran motor menjadi ke
kiri, maka dapat dilakukan dengan menekan kembali salah satu sakelar
pedal tersebut.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


45

KESIMPULAN

Dari hasil praktek bengkel listrik yang telah kami laksanakan maka saya dapat
mengambil kesimpulan bahwa : kita haruslah menguasai spesifikasi peralatan dan alat
yang digunakan dan kita harus mampu membaca gambar rangkaian dan ketelitian dalam
pembacaannya sangatlah diharapkan karena salah pemasanganya kemungkinan motor
tidak akan bekerja atau bisa juga mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik yang
digunakan.

Dalam praktek yang telah kami laksanakan kita haruslah mampu menerangkan
secara rinci apa yang telah kita kerjakan kepada konsumen dan juga haruslah sesuai
dengan apa yang diharapkan oleh konsumen tersebut.

Walaupun praktek kami dibagi menjadi beberapa group, itu dibuat supaya kami
dapat menyerap sebanyak mungkin informasi teknik. Diantaranya adalah Motor Listrik
dapat dioperasikan dengan beberapa cara antara lain adalah : membalik arah putaran
motor, motor dengan dua kecepatan, motor dengan menggunakan hubungan star/delta, dll.

Dan yang paling penting diingat adalah keselamatan kerja harus lebih diutamakan
daripada yang lain.

Medan, Juli 2007

Penyusun,

Emonta Sipayung

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK


46

LAMPIRAN

Germany Engglish Indonesia


E = Eisen ( stahl ) " Besi / baja

F = Flexible Flexible Pleksibel

H = Hart Hard Keras

I = Isolierend Insulating Isolasi

K = Kunststoff Plastic Plastik

R = Rohr Tube, conduit Pipa

W = Flammwidrig Fire resistance Tidak


(schwerbrennber) (does not burn it self menjalar
without external flame) kan api.
Z = Verzinkt galvanized (withzing) dilapisi
seng .
C = Korrosions Resistant against tahan ter
Bestandig. Corrosive hadap ka
ret.

NOTE:

( KRF ) Leichtbrennbare : orange Rohre.

( KRFW ) schwerbrennbare oder flammwidrige Rohre (polythynk


mit Zusatzen ) (grave Rohre )

( KIR ) Kunstsoff- Isolier - Rohre.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO BENGKEL LISTRIK