Anda di halaman 1dari 2

KIS (Kartu Indonesia Sehat)

Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah salah satu program dari BPJS kesehatan yang
ditujukan untuk masyarakat kurang sejahtera. KIS disahkan pada tanggal 3
November 2014. Program ini 1) menjamin dan memastikan masyarakat kurang
mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan
melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS
Kesehatan; 2) perluasan cakupan PBI termasuk Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Bayi Baru Lahir dari peserta Penerima PBI; serta
3) Memberikan tambahan Manfaat berupa layanan preventif, promotif dan deteksi
dini dilaksanakan lebih intensif dan terintegrasi. Dasar hukum KIS adalah UU SJSN
No 40/2004, UU BPJS No 24/2011, dan Perpres No 12 yang direvisi Perpres No
111/2013 tentang Jaminan Kesehatan (JK).

KIS berfungsi sebagai kartu jaminan kesehatan, yang dapat digunakan untuk
mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat
lanjutan, sesuai dengan indikasi medis. KIS memperluas cakupan baik secara
kuantitas maupun kualitas pada sistem jaminan kesehatan yang sudah ada. KIS
diperuntukan bagi penduduk Indonesia, khususnya fakir miskin dan tidak mampu
serta iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Dana yang didapat dari KIS merupakan
subsidi dari pemerintah melalui APBN. Penerima KIS diprioritaskan untuk
masyarakat pra-sejahtera yang belum terkaver dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI)
dalam program JKN.

Penggunaan KIS dapat dilakukan dimana saja tidak terbatas pada fasilitas kesehatan
tertentu. Prosedur pelayanan kesehatan peserta KIS disesuaikan dengan prosedur
yang selama ini diterapkan dalam program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan,
yaitu berdasarkan sistem rujukan berjenjang, sesuai dengan indikasi medis, serta
tidak ada batasan umur.

Prosedur pelayanan KIS prinsipnya sama dengan jaminan kesehatan lainnya.


Peserta dapat mendatangi tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama yaitu di
puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan dan jika kondisi penyakitnya
harus mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, maka pihak puskesmas
akan memberikan surat rujukan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan
atau rumah sakit daerah. Namun jika sedang dalam keadaan darurat, maka peserta
bisa langsung mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan.

Untuk pengurusan kartu KIS nya terlebih dahulu harus menunjukkan Kartu
Perlindungan Sosial (KPS) yang masih aktif. KPS bisa diperoleh dengan
Mengajukan permohonan ke RT, RW, kemudian kekelurahan. Kemudian
menununjukkan identitas kepada petugas kantor pos, yang nantinya akan
melakukan proses pemeriksaan tambahan oleh Dinas Sosial atau aparat Pemda yang
ditunjuk. Bila proses pengecekan dari kantor pos selesai, nanti akan mendapatkan
tiga kartu sakti, KIP, KIS, KIP serta sebuah SIM card yang berisikan uang
elektronik, dimana SIM ini akan digunakan petugas untuk mengecek nominal uang
tiap masyarakat yang tersimpan di KKS. Dan jangan lupa untuk memastikan bahwa
telah menerima bukti serah terima untuk ditandatangani.

1. PROGRAM INDONESIA SEHAT UNTUK ATASI MASALAH


KESEHATAN. www.depkes.go.id. Diakses pada tanggal 08 Juli 2017 jam
10.00 WIB
2. Materi Sosialisasi : Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu
Indonesia Sehat. 17 Juni 2016. Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta.
3. Pramotp,Arif Aji.2016. Implementasi inpres no 07 tahun 2014 tentang
Program kartu indonesia sehat di kelurahan Sempaja selatan kecamatan
samarinda Utara kota samarinda http://ejournal.ip.fisip-
unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2016/ 03/Jurnal%20Arif%20(03-02-
16-04-17-54).pdf