Anda di halaman 1dari 12

APLIKASI PENCARIAN PENGINAPAN DI

YOGYAKARTA BERBASIS ANDROID DENGAN

TEKNOLOGI LOCATION BASED SERVICE

Disusun Oleh:

1. Fauzunnisa Laily (12/331846/PA/14798)


2. Rahmat Aji W. (08/265588/PA/11893)
3. Bayu Prasetiyo U (12/333007/PA/14805)
4. Anni Karimatul F (12/336147/PA/15080)
5. Eko Budi Prasetyo

(12/336144/PA/15079)

PROGRAM S1 ILMU KOMPUTER


JURUSAN ILMU KOMPUTER DAN ELEKTRONIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
APLIKASI PENCARIAN HOTEL DI YOGYAKARTA
BERBASIS ANDROID DENGAN TEKNOLOGI LOCATION
BASED SERVICE

A. Latar Belakang

Semakin kuatnya citra Kota Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata,


mengakibatkan peran sektor penginapan, sebagai salah satu usaha pariwisata
menjadi semakin penting. Hal ini semakin dikuatkan dengan kunjungan wisatawan
baik domestik maupun mancanegara yang semakin meningkat. Industri perhotelan
di Yogyakarta tumbuh subur dengan maraknya pembangunan hotel baru. Banyak
usaha penginapan baru didirikan dengan kualifikasi dan ciri khas masing-masing.
Beragam jenis ditawarkan mulai dari kelas motel,hotel,wisma,villa bahkan dari kelas
standar hingga internasional.Dengan banyaknya tempat penginapan tersebut
menjadikan banyak pilihan untuk para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan Sistem
Layanan Berbasis Lokasi. LBS atau Location Based Service adalah layanan
informasi berupa informasi geografi yang diakses mengunakan telepon seluler
melalui koneksi jaringan selular. Dengan memanfaatkan LBS (Location Based
Service), pengguna (turis) dapat mengetahui lokasi mereka sehingga memudahkan
pencarian lokasi hotel terdekat dengan pengguna aplikasi.
Sebenarnya banyak ponsel cerdas yang menawarkan LBS ini. Dari yang
bersistem operasi Symbian, Java, Windows Mobile, ataupun sistem operasi lainnya.
Namun aplikasi yang ada pada Android memiliki satu keuntungan yaitu gratis dan
tampilannya yang cukup menarik. Dengan LBS diharapkan lokasi tersebut dapat
diakses dengan mudah oleh pengguna yang berasal dari luar kota maupun dalam
kota.

B. Tinjauan Pustaka

1. Sistem Layanan Berbasis Lokasi

Sistem Layanan Berbasis Lokasi, atau lebih dikenal dengan Location-Based


Services (LBS), menggabungkan antara proses dari layanan mobile dengan posisi
geografis dari penggunanya. Poin pentingnya adalah ketika posisi target, di mana
sebuah target bisa jadi adalah pengguna LBS itu sendiri atau entitas lain yang
tergabung dalam suatu layanan (Kpper, 2005). GPS adalah sistem navigasi dan
penentuan posisi menggunakan satelit yang dikembangkan dan dikelola oleh
Departemen Pertahanan Amerika Serikat. GPS dapat memberikan informasi tentang
posisi, kecepatan dan waktu di mana saja di muka bumi setiap saat, dengan
ketelitian penentuan posisi dalam fraksi milimeter sampai dengan meter.
Kemampuan jangkauannya mencakup seluruh dunia dan dapat digunakan banyak
orang setiap saat pada waktu yang sama (Abidin, 1995).

2. Android

Android adalah sistem operasi untuk ponsel yang berbasis Linux. Android
menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi
mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Android
merupakan sebuah perangkat lunak untuk perangkat mobile, yang mana terdiri dari
sebuah sistem operasi. Berikut penjelasan mengenai layer arsitektur android:

a. Applications: Android akan menggabungkan dengan serangkaian aplikasi inti


termasuk klien email, program SMS, kalender, peta, browser, kontak, dan lain-lain.
b. Application Framework: Dengan menyediakan sebuah platform pengembangan
yang terbuka, pengembang Android menawarkan kemampuan untuk membangun
aplikasi yang sangat kaya dan inovatif.
c. Libraries: Android termasuk satu set pustaka C/C++ yang digunakan oleh
berbagai komponen sistem Android.
d. Android Runtime: Android termasuk satu set perpustakaan inti yang menyediakan
sebagian besar fungsi yang tersedia di perpustakaan inti dari bahasa pemrograman
Java.
e. Linux Kernel: Android bergantung pada Linux versi 2.6 untuk layanan sistem inti
seperti keamanan, manajemen memori, manajemen proses, network stack, dan
model pengemudi. Kernel juga bertindak sebagai lapisan abstraksi antara hardware
dan seluruh software stack.

3. Android Software Development Kit (Android SDK)


Android SDK merupakan tools bagi para programmer yang ingin mengembangkan
aplikasi berbasis google android. Android SDK mencakup seperangkat alat
pengembangan yang komprehensif. Android SDK terdiri dari debugger, libraries,
handset emulator, dokumentasi, contoh kode dan tutorial. IDE yang didukung secara
resmi adalah Eclipse 3.2 atau lebih dengan menggunakan plugin Android
Development Tools (ADT), dengan ini pengembang dapat menggunakan teks editor
untuk mengedit file Java dan XML serta menggunakan peralatan command line
untuk menciptakan, membangun, melakukan debug aplikasi Android dan
pengendalian perangkat Android.

4. Dalvik Debug Monitor Server (DDMS)

DDMS merupakan tools debugging pada Android yang menyediakan pengambilan


gambar layar pada device, informasi thread dan heap pada device, logcat untuk
melihat informasi tentang proses yang sedang berjalan, melihat pesan error yang
dikirimkan, warning, proses, panggilan masuk dan SMS, data lokasi, dan lainnya.
DDMS diintegrasikan kedalam Eclipse dan juga terdapat dalam direktori /tools/ pada
Android SDK.

5. Android Development Tools (ADT)


ADT adalah plugin untuk Eclipse yang didesain untuk pengembangan aplikasi
Android. ADT memungkinkan Eclipse untuk digunakan dalam membuat aplikasi
Android baru, membuat User Interface, menambahkan komponen berdasarkan
framework API Android, debug aplikasi, dan pemaketan aplikasi Android.

6. Eclipse Integrated Development Environment (Eclipse IDE)


IDE adalah program komputer yang memiliki beberapa fasilitas yang diperlukan
dalam pembangunan perangkat lunak. Tujuan dari IDE adalah untuk menyediakan
semua utilitas yang diperlukan dalam membangun perangkat lunak. Eclipse adalah
sebuah IDE untuk mengembangkan perangkat lunak dan dapat dijalankan di semua
platform (platform-independent).

7. Google Maps API

Google Maps API menyediakan sejumlah utilitas untuk memanipulasi peta dan
menambahkan konten didalam peta melalui berbagai layanan, mengijinkan
pembuatan aplikasi map yang kuat pada situs web (Google,2012).

8. Hypertext Preprocessor (PHP)


PHP adalah bahasa skrip server-side yang menyatu dengan halaman HTML untuk
membuat halaman web yang dinamis. Pembuatan web ini merupakan kombinasi
antara PHP sebagai bahasa pemrograman dan HTML sebagai pembangun halaman
web. Ketika seorang pengguna internet akan membuka suatu situs yang
menggunakan fasilitas skrip server-side PHP, maka server yang bersangkutan
terlebih dahulu akan memroses semua perintah PHP di server lalu mengirimkan
hasilnya dalam format HTML ke web browser pengguna internet tadi. Dengan
demikian seorang pengguna internet tidak dapat melihat kode program yang ditulis
dalam PHP sehingga keamanan dari halaman web menjadi lebih terjamin. PHP
merupakan perangkat lunak yang open source (gratis) dan mampu lintas platform,
yaitu dapat digunakan dengan sistem operasi

9. Database MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajeman basis data SQL atau
DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia.
DBMS dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara mudah. MySQL
dapat mengunduh software ini dan memakainya secara gratis.

10. Use Case Diagram


Use Case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah
sistem. Yang ditekankan adalah apa yang diperbuat sistem, dan bukan
bagaimana.

C. Perancangan Sistem

1. Metode Penelitian

Metode penelitian yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap


pengumpulan data, perancangan aplikasi, pembuatan program serta implementasi
program.
2. Tahap Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber yang
berkaitan dengan masalah yang dibahas baik bersumber dari buku, artikel atau
tutorial dari internet, untuk mendapatkan informasi geografisnya.
3. Rancangan Konsep Kerja Aplikasi
Dalam bab ini berisi tentang pembahasan pembuatan aplikasi layanan pencarian
lokasi penginapan terdekat di Yogyakarta berbasis android, serta rancangan-
rancangan pembuatan aplikasi. Berikut merupakan rancangan diagram use case
nya.

Gambar 1. Diagram Use Case Aplikasi

Aplikasi ini merupakan aplikasi mobile yang dibuat untuk mempermudah pengguna
untuk menentukan lokasi penginapan terdekat yang ada disekitar tempat pengguna
berada, hal ini disebut juga dengan Location Based Service atau LBS, yang bekerja
dengan bantuan peta dari google map yang ditambahkan informasi berupa titik
koordinat (Latitude dan Longitude) yang akan memberikan informasi yang
dibutuhkan oleh pengguna.
Tahap Pembuatan
a. Pembuatan aplikasi menggunakan IDE Eclipse (Juno) untuk menuliskan
program, Android SDK, serta menggunakan plugin ADT.
b. Program dijalankan pada emulator Android yaitu AVD Google APIs (Google
Inc.) API Level 10 sebagai simulasi.Perangkat mobile android yang digunakan
versi 2.3.3(GingerBread) API 10
c. Pengguna harus mengaktifkan jaringan network dan GPS. Dikarenakan
aplikasi ini terhubung dengan network dan GPS.
d. Database untuk aplikasi ini terdiri dari 2 tabel yaitu tabel jenis penginapan dan
nama penginapan dan dibuat dengan database MySql.

D. Hasil dan Pembahasan


Setelah pembuatan kode program telah selesai, tahap selanjutnya adalah tahap
kompilasi pada IDE Eclipse (Juno). Jika proses kompilasi berhasil dilakukan, maka
pada tab Console akan terlihat seperti gambar berikut.

Gambar 2. Pemrosesan Menampilkan Aplikasi Pada Emulator Android

Implementasi

Setelah proses kompilasi berhasil, aplikasi dapat diimplementasikan pada ponsel


berbasis Android. Beberapa langkah, diantaranya :
1. Menggunakan perangkat lunak APKInstaller, APK Manager dan yang lainnya
yang mendukung proses instalasi file .apk.
2. Menyimpan file .apk di ponsel berbasis Android dan proses instalasi dilakukan di
ponsel.

Uji Coba Aplikasi

Aplikasi yang telah terpasang di ponsel berbasis Android siap digunakan.


Selanjutnya, yaitu proses uji coba dengan menggunakan emulator Android yaitu
AVD Google APIs (Google Inc.) API Level 10.
Gambar 3. Menjalankan Aplikasi di Emulator
Pada menu Tampil Peta terdapat empat tab, yaitu tab tampil Peta, tab kedua
tambah data penginapan, tab ketiga tampilkan list penginapan, tab keempat adalah
exit.

Gambar 4.Isi tab tampil peta

Pada tab tampil peta terdiri dari empat buah sub tab, yaitu posisi user untuk
menginformasikan lokasi user berdasarkan lattitude dan longitude di map, tab filter
radius penginapan, rute terdekat, dan tab untuk kembali ke menu utama.

Untuk posisi user digunakan menu Posisi Saya dan aplikasi akan menunjukan
posisi pengguna pada peta letak dimana dia berada seperti yang ditunjukan pada
gambar di bawah ini.
Gambar 5. Posisi Saya

Gambar di bawah ini adalah capture dari tab filter lokasi penginapan, yang berisikan
tiga tab,pada tab radius merupakan isian untuk user untuk mendapatkan lokasi
penginapan pada jarak tertentu, misal lokasi penginapan pada radius 3000 meter
dari lokasi user.Dan tab tampilkan peta untuk meload track lokasi penginapan.

Gambar 6.Tab Filter Lokasi Peta

Ketika radius jarak sudah diinputkan maka aplikasi akan menampilkan informasi
keberadaan penginapan pada range inputan terhadap lokasi pengguna dan
ditampilkan pada map seperti yang ditunjukan pada gambar di bawah ini.
Gambar 7. Tampilan Lokasi Penginapan

User juga dapat mengetahui informasi tambahan untuk masing-masing objek


penginapan.

Gambar 8. Infomasi Pada Penginapan

Gambar di bawah adalah halaman untuk tambah data penginapan,terdapat 4


inputan,dimana user dapat menambahkan lokasi penginapan yang belum terdaftar,
yang nantinya akan tersimpan di database mysql
Gambar 9. Form Menambah Penginapan

Setelah form tersebut diisi dan disimpan, maka data akan dialirkan ke database
untuk disimpan dan ditampilkan kembali nantinya.

Gambar 10. Data berhasil disimpan di database

Ketika ditampilkan kembali menggunkan menu tab filter lokasi penginapan maka
aplikasi akan menampilkan penginapan yang baru ditambahkan seperti yang
ditunjukan pada gambar dibawah ini.

Gambar 11. Menampilkan Penginapan Yang Baru Ditambahkan


USE CASE DIAGRAM