Anda di halaman 1dari 1

7.2.1.

3&4

PENANGANAN SYOK ANAFILAKTIK


Disahkan oleh :
Kepala Puskesmas
No. Dokumen : 016/C/IGD/ VII/SPO/SKTN/IX/2015
No Revisi :
DINAS SPO Tanggal terbit : UPTD
PUSKESMAS
KESEHATAN
KABUPATEN Halaman : 1 DARANGDAN
PURWAKARTA H.TARSO.SKM
NIP: 196609171987031004

1. Pengertian Penatalaksanaan syok dengan kegagalan sirkulasi secara akut sehingga menyebabkan perfusi
jaringan tidak adekuat yang disebabkan oleh makanan, obat-obatan, bahan kimia dan gigitan
serangga.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam penatalaksanaan atau penanggulangan syok
anafilaktik
3. Kebijakan

4. Referensi 1. Buku Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas,


2. Buku Pedoman Kerja Puskesmas
5. Prosedur 1. Baringkan pasien secara trendelenberg ( kaki lebih tinggi dari kepala ) dan tungkai diurut
kearah tubuh.
2. Membebaskan jalan nafas ( longgarkan pakaian ).
3. Berikan oksigen 4-5 liter.
4. Penanganan segera meliputi :
a. Beri injek adrenalin 1/10000 sebanyak 0,25-0,30 cc i.m. suntikan dapat diulangi tiap 7-
10 menit sampai tekanan darah sistolik 90-100 mmHg dan nadi 90 x/mnt. Umumnya
syok teratasi dengan 1-4 kali suntikan adrenalin.
b. Bila tensi sudah mencapai 90-100 mmHg, penyuntikan ulang adrenalin tidak perlu
dilakukan terlalu cepat, tetapi observasi terlebih dahulu.
c. Pasang infuse Nacl guyur 500 cc 1000 cc dan awasi vital sign (Tensi Nadi Respirasi)
sampai syok teratasi
5. Penanganan tambahan :
Difenhidramin injeksi 50 mg im, dapat diberikan bila timbul urtikaria
6. Pemberian kortikosteroid:
Hidrokortison injeksi 7 10 mg / KgBB, dilanjutkan 5 mg / KgBB setiap 6 jam atau
deksametason 2-6 mg/KgBB untuk mencegah reaksi ulang.
6. Unit Terkait IGD