Anda di halaman 1dari 2

1.

Penyimpangan genetik

Perubahan acak pada populasi yang terisolasi, atau dalam frekuensi gen
tertentu, yang tidak dapat diakreditasi untuk seleksi, mutasi, atau migrasi.
Atau Penyimpangan genetic adalah perubahan frekuensi varian gen (alel)
dalam suatu populasi karena random sampling/ sampling acak. Alel pada
keturunannya adalah sampel dari alel orang tua nya, dan peluang berperan dalam
menentukan apakah suatu individu akan survive dan bereproduksi. Frekuensi alel
sebuah populasi adalah sebagian kecil dari salinan satu gen yang memiliki bentuk
khusus dan sama. Penyimpangan genetika dapat menyebabkan varian gen untuk
hilang sepenuhnya dan dengan demikian akan mengurangi variasi genetik.

2. Seleksi alam berserta contohnya

Seleksi alam adalah proses yang mendorong evolusi dari semua organisme.
Istilah Seleksi alam dikemukakan oleh Charles Darwin, ilmuwan yang
bertanggung jawab untuk penemuan proses evolusi.
Seleksi direksional, terjadi ketika kondisi menguntungkan individu yang
menunjukkan salah satu kisaran fenotipik yang ekstrem, sehingga
menggeser kurva frekuensi untuk karakter fenotipik ke salah satu arah.
Seleksi direksional umum terjadi ketika lingkungan populasi berubah atau
ketika anggota populasi bermigrasi ke habitat yang baru (dan berbeda).
Misalnya, bukti fosil mengindikasikan bahwa ukuran rata-rata beruang
hitam di Eropa meningkat selama masing-masing periode glasial yang
membekukan, namun ukuran tersebut menurun lagi selama periode
interglasial yang lebih hangat. Beruang yang lebih besar, dengan rasio
permukaan terhadap volume yang lebih kecil, lebih mampu menjaga panas
tubuh dan sintas melalui periode dingin yang ekstrim.
Seleksi disruptif, terjadi ketika kondisi menguntunkan individu pada kedua
kisaran fenotipik yang ekstrem daripada individu dengan fenotipe
intermediet. Salah satu contohnya adalah populasi finch pemecah biji perut-
hitam di Kameran. Anggota populasi tersebut menunjukkan dua ukuran
paruh yang sangat berbeda. Burung berparuh kecil terutama memakan biji-
bijian lunak, sedangkan burung berparuh besar adalah spesialis pemakan
biji keras. Burung berparuh sedang tampaknya relatif tidak efisien dalam
memecahkan kedua jenis biji tersebut, sehingga memiliki kebugaran relatif
yang lebih rendah.
Seleksi Penstabilisasi, bekerja dengan melawan kedua fenotipe ekstrem dan
menguntungkan varian intermediat. Moda seleksi ini mengurangi variasi
dan cenderung mempertahankan status quo bagi karakter fenotipik
tertentu. Misalnya, bobot kebanyakan bayi manusia saat lahir berkisar
antara 3-4 kg; bayi yang lebih kecil atau lebih besar memiliki tingkat
mortalitas yang lebih tinggi.

Akan tetapi, terlepas dari moda seleksinya, mekanisme dasar seleksi alam tetap
sama. Seleksi menguntungkan individu dengan sifat fenotipik terwariskan yang
memberikan keberhasilan reproduktif lebih tinggi daripada individu lain.
3. Hukum kesetimbangan hardy-weinberg

Asas Hardy-Weinberg menyatakan bahwa frekuensi alel dan frekuensi


genotipe dalam suatu populasi akan tetap konstan, yakni berada dalam
kesetimbangan dari satu generasi ke generasi lainnya kecuali apabila terdapat
pengaruh-pengaruh tertentu yang mengganggu kesetimbangan tersebut.
Pengaruh-pengaruh tersebut meliputi perkawinan tak acak, mutasi, seleksi,
ukuran populasi terbatas, hanyutan genetik, dan aliran gen. Adalah penting untuk
dimengerti bahwa di luar laboratorium, satu atau lebih pengaruh ini akan selalu
ada. Oleh karena itu, kesetimbangan Hardy-Weinberg sangatlah tidak mungkin
terjadi di alam. Kesetimbangan genetik adalah suatu keadaan ideal yang dapat
dijadikan sebagai garis dasar untuk mengukur perubahan genetik.

Syarat berlakunya asas Hardy-Weinberg


Setiap gen mempunyai viabilitas dan fertilitas yang sama
Perkawinan terjadi secara acak
Tidak terjadi mutasi gen atau frekuensi terjadinya mutasi, sama besar.
Tidak terjadi migrasi
Jumlah individu dari suatu populasi selalu besar
Tidak terjadi seleksi alam