Anda di halaman 1dari 2

4.

Proses Produksi
Proses produksi dari gagasan usaha/proyek yang akan direncanakan juga perlu diketahui
untuk menetukan jumlah biaya investasi, jenis mesin yang digunakan serta bentuk bangunan
yang diperlukan sesuai dengan proses produksi secara teknis. Bagi penyusun studi kelayakan,
yang perlu mendapat perhatian adalah sifat dari proses produksi, disamping mesin-mesin yang
digunakan. Di pihak lain, dengan mengetahui sifat proses produksi, para penyusun studi
kelayakan dapat merencanakan tentang bentuk bangunan dari pabrik yang akan direncanakan,
apakah memerlukan bangunan bertingkat atau cukup satu lantai, biasanya keadaan ini banyak
disesuaikan dengan proses produksi.
Dengan mengetahui kegiatan secara teknis dari proses produksi, tentu penyusun studi
kelayakan dapat menghitung biaya yang diperlukan dalam pengadaan mesin-mesin dan gedung-
gedung yang di perlukan di samping peralatan lainnya, karena biaya bangunan serta mesin
merupakan biaya investasi yang perlu untuk diketahui dalam analisis kriteria investasi.
Dipihak lain, perlu juga diketahui tentang dampak yang ditimbulkan oleh proses produksi
terhadap lingkungan, apakah proses produksi akan mempengaruhi keadaan lingkungan. Bila
menimbulkan dampak negatif perlu diperkirakan cara-cara dalam penanggulangannya dan
keadaan ini membutuhkan dana yang perlu diperhitungkan.

5. Manajemen Operasi
Tugas pokok yang menyangkut dengan fungsi manajemen antara lain perencanaan,
pengorganisasian, pengadaan tenaga kerja, pengarahan pekerjaan dan pelaksanaan pengawasan.

5.1 Perencanaan
Tujuan dari gagasan usaha/proyek adalah untuk mendapatkan keuntungan/manfaat sesuai
dengan tujuan yang telah tercantum dalam studi kelayakan. Untuk mencapai tujuan ini masih
diperlukan suatu perencanaan secara mnyeluruh beserta kebijakan yang diperlukan, disamping
perlu adanya pedoman kerja agar para karyawan dapat mengetahui apa yang akan dikerjakan.
Seperti perencanaan anggaran perusahaan (anggaran pemebelian, anggaran produksi, anggaran
penjualan), perencanaan dalam bidang pengadaan karyawan (kegiatan apa saja yang akan
dilakukan, persyaratan apa saja yang diperlukan dan berapa jumlah karyawan), perencanaan
dalam bidang produksi (jumlah barang yang diproduksi, standar kualitas yang ingin dicapai serta
bahan baku yang diperlukan), dan perencanaan dalam penjulaan (jumlah barang yang akan
dijual, bentuk promosi yang diperlukan, cara-cara pendistribusian barang, penetapan harga,
daerah penjualan, masalah pengangkutan, masalah pergudangan dan biaya penjualan).

5.2 Pengorganisasian
Untuk memudahkan pelaksanaan dari perencanaan yang telah ditetapkan perlu dibentuk
kelompok-kelompok kerja dari berbagai aktivitas berdasarkan pada urutan kegiatan, serta
mengelompokkan orang-orang ke dalam hubungan kerja dengan sebaik-baiknya sehingga para
pekerja dapat bekerja dalam bidangnya masing-masing. Langkah konkret dalam pelaksanaan
kegaiatan ini adalah dengan mengadakan pembagian pekerjaan/tugas yang jelas di antara
pekerjaan serta mengelompokkan ke dalam suatu struktur organisasi, seperti bagian pembelian,
bagian produksi, gabian pemasaran, bagian administrasi dan lain sebagainya sesuai dengan
kegiatan usaha.