Anda di halaman 1dari 3

LAMPIRAN I : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS JABON

NOMOR : 188 / 045 / 404.3.2.12 / 2016


TENTANG : KEBIJAKAN MANAJEMEN PENUNJANG
LAYANAN KLINIS

A. PELAYANAN LABORATOTIUM

1. Penetapan jenis-jenis pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan di Puskesmas


2. Pemeriksaan laboratorium dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
3. Prosedur laboratorium meliputi permintaan pemeriksaan, penerimaan specimen,
pengambilan dan pnyimpanan spesimen
4. Pemeriksaan dan intepretasi hasil laboratorium dilakukan oleh petugas yang kompeten
5. Dilakukan pemantauan pelaksanaan prosedur pemeriksaan laboratorium
6. Penilaian ketepatan waktu penyerahan hasil
7. Pemeriksaan diluar jam kerja dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
8. Pemeriksaan laboratorium yang beresiko tinggi dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
9. Kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugas, penggunaan APD dan pemantauan
penggunaan APD dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
10. Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun, pengelolaan limbah hasil pemeriksaan,
pengelolaan limbah medis dan pengelolaan reagen dilaksanakan dengan prosedur yang
jelas
11. Penetapan waktu penyampaian laporan hasil pemeriksaan laboratorium dan hasil
pemeriksaan laboratorium untuk pasien urgen/cito
12. Pemantauan waktu hasil pemeriksaan laboratorium untuk pasien urgen/cito
13. Penetapan hasil pemeriksaan laborarium yang kritis
14. Pelaporan hasil pemeriksaan laborarium yang kritis dilaksanakan dengan prosedur yang
jelas
15. Monitoring pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium yang kritis
16. Penetapan tentang jenis reagensia essensial dan bahan lain yang harus tersedia
17. Penetapan batas buffer stock untuk melakukan order
18. Penyimpanan dan distribusi reagensia dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
19. Evaluasi reagensia dilaksanakan dengan panduan yang jelas
20. Pelabelan reagensia dilaksanakan dengan panduan yang jelas
21. Penetapan rentang nilai yang menjadi rujukan hasil pemeriksaan laboratorium
22. Dilakukan evaluasi terhadap rentang nilai
23. Pengendalian mutu laboratorium ditetapkan dan dilaksanakan dengan prosedur yg jelas
24. Kalibrasi atau validasi instrumen dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
25. Tindakan perbaikan dilakukan apabila ditemukan penyimpangan
26. Pemantapan mutu eksternal dan internal terhadap pelayanan laboratorium dilaksanakan
oleh pihak yang kompeten
27. Mekanisme rujukan specimen dan pasien dilaksanakan sesuai prosedur dan sesuai
kebtuhan pasien
28. Program keselamatan ( safety ) pasien direncanaakan, dilaksanakan dan
didokumentasikan
29. Penanganan dan pembuangan bahan berbahaya ditetapkan dan dilaksanakan dengan
prosedur yang jelas
30. Pelaksanaan manajemen resiko di laboratorium meliputi identifikasi, analisis dan
tindaklanjut resiko dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
31. Pelaksanaan orientasi untuk prosedur dan praktik keselamatan/keamanan kerja
dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
32. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan untuk prosedur baru, bahan berbahaya, peralatan
baru dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
B.PELAYANAN OBAT
1. Penilaian , pengendalian, penyediaan dan penggunaan obat dilaksanakan dengan metode
dan prosedur yang jelas
2. Penetapan penanggungjawab pelayanan obat
3. Penetapan penyediaan obat yang menjamin ketersediaan obat dilaksanakan dengan
prosedur yang jelas
4. Pelayanan obat selama 7 hari dalam seminggu dan 24 jam di Puskesmas
5. Formularium tersedia dan pelaksanaan evaluasi ketersediaan obat dan peresepan terhadap
formularium dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
6. Penetapan petugas yang berhak memberikan resep
7. Penetapan petugas yang berhak menyediakan obat
8. Pelatihan bagi petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai
persyaratan
9. Penetapan peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat dan dilaksanakan dengan
prosedur yang jelas
10. Pelaksanaan prosedur untuk menjaga tidak terjadinya pemberian obat kadaluwarsa,
pelaksanaan FIFO dan FEFO
11. Penetapan siapa yang berhak menuliskan resep psikotropika dan narkotika dan prosedur
peresepannnya, serta pengawasan dan pengendalian
12. Penggunaan obat-obatan pasien rawat inap yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga
dilaksanakan dengan prosedur yang jelas
13. Penyimpanan obat dipandu dengan prosedur yang jelas
14. Pemberian obat kepada pasien, pelabelan obat dan pemberian informasi penggunaan obat,
efek samping obat dan petunjuk penyimpanan obat di rumah dilaksanakan dengan
prosedur yang jelas
15. Penanganan obat kadaluwarsa/rusak ditetapkan dan dilaksanakan dengan prosedur yang
jelas
16. Pelaporan efek samping obat dilaksanakan dengan prosedur yang jelas dan ditulis di
rekam medis
17. Pencatatan, pemantauan dan pelaporan bila terjadi efek samping penggunaan obat dan
KTD, termasuk kesalahan pemberian obat.
18. Pelaksanaan tindak lanjut, pencatatan kejadian efek samping obat, KTD dan tindak lanjut.
19. Pelaksanaan pelaporan kesalahan pemberian obat dengan prosedur untuk
mengidentifikasi dan melaporkan kesalahan pemberian obat dan KNC
20. Penanggung jawabmengambil tindak lanjut terhadap pelaporan di identifikasi.
21. Pemanfaatan pelaporan untuk perbaikan proses pengelolaandan pelayanan obat.
22. Penyediaan obat emergenci di unit pelayanan
23. Pelaksanaan penyimpanan obat emergensi di unit pelayanan
24. Pelaksanaan monitoring penyediaan obat emergenci di unit kerja.
C . MANAJEMEN INFORMASI REKAM MEDIS
1.