Anda di halaman 1dari 232

SOAL- PENYELESAIAN

HIDRAULIKA I

Bambang Triatmodjo

Beta Offset
SOAL- PENYELESAIAN HIDRA ULIKA 1

Disusun oleh :Prof. Dr. Jr.,Bambang Triatmodjo, CES ., DEA.


Dosen Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

Cetakan pertama. 1994

Cetakan ke-14, 20 l l

Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari penerbit, sebagian
atau seluruh isi d.:tlam bentuk apapun, baik cetak, photoprint, microfilm dan
sebagainya.

ISBN: 978- 979- 8541- 07-3

Hak cipta 2006 pada Beta Offset Yogyakarta


Diterhitkan oleh : Beta Offset Yogyakarta
Pcrum FT-UGM No. 3 Seturan Caturtunggal
Depok Slernan Yogyakarta 55281
Telp./Fax: (0274) 485512
Untuk:

Bpk. Daryoto, lhu Susiati, Jhu Suhandi (aim.)

Semoga amal penulisan huku ini


dapat terhllgi untuk Beliau

Untuk:

Jstri dan anak - anakku


Sri Jamilah

Fara, Franido, Feri, Fendy


PENGANTAR

Buku Soal Penyelesaian Hidraulika I ini disusun sebagai buku pen


dukung dari buku Hidraulika I yang juga disusun oleh penulis yang sama.
Buku ini ditujukan terutama bagi mahasiswa S-1 fakultas teknik, khususnya
teknik sipil di dalam mempelajari dan mendalami ilmu hidraulika. Buku ini
berisi soal-soal yang menyangkut bidang ilmu tersebut dan penyelesaian
nya.
Di dalam mempelaj ari ilmu hidraulika (dan juga ilmu-ilmu lainnya di
bidang teknik) mengerjakan soal latihan merupakan keharusan untuk bisa
memahami materi dengan baik. Terlebih di dalam mengikuti ujian, hanya
belajar teori tanpa latihan soal akan berakibat kesulitan di dalam menger
j akan soa-soal ujian. Hal ini mengingat variasi soal/permasalahan yang
cukup banyak dan waktu ujian yang dibatasi.
Soal-soal yang ada dalam setiap bab dari buku ini disusun sedemikian
sehingga tingkat kesulitan soal bertambah sesuai dengan bertambahnya
nomor urut soal. Untuk itu disarankan agar mahasiswa mulai mengerjakan
soal dengan nomor kecil dan dilanjutkan pada soal-soal berikutnya.
Bab I dari buku ini berisi sifat-sifat zat cair. Dalam bab II berisi hidro
statika yang mempelajari tekanan yang ditimbulkan oleh zat cair. Materi
yang tercakup dalam bab Ill adalah keseimbangan benda terapung. Sedang
dalam bab IV dipelajari zat cair dalam kesetimbangan relatif. Bab V ten
tang aliran zat cair mempelajari dasar pengaliran zat cair yang meliputi
persamaan kontinuitas, Persamaan Bernoulli dan persamaan momentum.
Bab terakhir yaitu bab VI merupakan aplikasi dari dasar pengaliran zat
cair yaitu aliran melalui lobang dan peluap.
Dalam kesempatan ini penulis ingin memberikan saran kepada maha
siswa di dalam mempelajari materi kuliah Hidraulika Guga mata kuliah
yang lain). Selain mengikuti kuliah dan penjelasan yang disampaikan oleh
dosen, mahasiswa juga harus rajin mempelajari kembali bahan kuliah ter
sebut di rumah. Usahakan untuk tidak hanya membaca materi kuliah, teta
pi juga menulis materi tersebut terutama mengenai penurunan rumus dan
contoh-contoh soal. Apabila hanya membaca kembali, tampaknya mahasis
wa telah mengerti apa yang dibacanya; tetapi apabila buku ditutup dan
mencoba untuk mengingat kembali apa yang telah dibaca (terutama ru
mus-rumus yang ada) maka mahasiswa akan mengalami kesulitan. Belajar
dengan menulis kembali persamaan-persamaan yang ada dan memahami
nya lebih mempermudah pengingatan.
Untuk bisa berhasil dengan baik dalam belajar di perguruan tinggi, 75
% ditentukan oleh ketekunan dan semangat belajar; dan hanya 25% diten
tukan oleh kemampuan otak (kecerdasan). Selain itu, menurut pengalam
an, dcngan belajar selama 11 jam tiap hari secara rutin (termasuk waktu
kuliah), Insya Allah, mahasiswa akan bisa menyelesaikan studinya di per
guruan tinggi tepat pada waktunya. Oleh karena itu pergunakanlah waktu
sebaik-baiknya, karena tugas mahasiswa adalah belajar.
Disadari bahwa isi buku ini masih jauh dari sempurna, penulis sangat
mengharapkan saran, kritik dan koreksi, untuk bisa digunakan sebagai
masukan bagi perbaikan pada cetakan berikutnya. Semoga buku ini ber
manfaat bagi pembaca.

Yogyakarta, Agustus 1993

Bambang Triatmodjo

ii
DAFTAR ISI

PENGANTAR

DAFrARISI iii

I. SIFAT-SIFAT ZAT CAIR 1


II. HIDROSTATIKA 17
Ill . KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG 77
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 127
V. ALIRAN ZAT CAIR 157
IV. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 185

iii
I. SIFAT-SIFAT ZAT CAIR

A. Ringkasan Teo ri
1. Dimensi dan satuan
Dimensi adalah besaran terukur yang menunjukkan karakteristik sua
tu obyek seperti massa, panjang, waktu, temperatur, dan sebagainya. Satu
an adalah suatu standar untuk mengukur dimensi. Ada dua sistem satuan
yang digunakan yaitu sistem satuan SI (Systeme Intemational d'Unite) dan
MKS. Dalam sistem satuan SI satuan untuk Massa, Panjang dan Waktu
adalah kilogram (kg), meter (m ) dan detik (d), sedang dalam sistem satuan
MKS adalah kilogram massa (kgm) , meter (m) dan cletik (d).
B esaran gaya diturunkan dari Hukum Newton II, F = M a. Satuan gaya
untuk sistem satuan SI aclalah N ewton (N), seclang clalam satuan MKS aclalah
kilogram gaya (kilogram force, kg{). Konversi satuan gaya clari sistem satuan
MKS ke SI adalah :
kgf = g N

dengan g adalah percepatan gravitasi yang besarnya g = 9,81 m/d2.

2. Rapat Massa, Berat Jenis clan Rapat Relatif


Rapat massa, p (rho), cliclefinisikan sebagai massa zat eau tiap sa
tuan volume pada temperatur clan tekanan tertentu.
1
2 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

=
M (1.1)
p
v

Rapat massa air pada suhu 4 C dan tekanan atmosfer standard adalah
1000 kglm 3
Berat jenis yang diberi notasi y (gamma), adalah berat benda tiap sa
tuan volume pada temperatur dan tekanan tertentu.
y=W=Mg=
g (1.2)
V V p
Berat j enis air pada 4 C dan tekanan atmosfer adalah 9,81 kN!m 3
atau 1000 kgf!m 3 atau 1 ton!m 3 .
Rapat relatif (S) didefinisikan sebagai perbandingan antara rapat
massa (atau berat jenis) suatu zat dan rapat massa (atau berat jenis) air.
Pzat cair = Yzat cair
S=
(1 .3)
Pair Yair

3. Kemampatan Zat Cair


Kemampatan zat cair didefinisikan sebagai perubahan (pengecilan)
volume karena adanya perubahan (penambahan) tekanan, yang ditunjuk
kan oleh p erbandingan antara perubahan tekanan dan perubahan volume
terhadap volume awal. Perbandingan tersebut dikenal dengan modulus
elastisitas. Apabila dp adalah pertambahan tekanan clan dV adalah pen
gurangan volume dari volume awal V, maka :

K= - !!:. ( 1 .4 )
dV
V

4. Kekentalan Zat Cair


Kekentalan dinamik atau absolut diberi notasi f.1 (nu), sedang keken
talan kinematik adalah v (mu). Hubungan keduanya diberikan oleh bentuk
berikut:
!l ( 1.5)
p
-
v=
I. SIFAT-SIFAT ZAT CAIR 3

Tegangan geser (r) yang terjadi antara lapis zat cair karena adanya keken
talan diberikan oleh bentuk berikut :

r=p.-
du ( 1.6)
dy
dengan du!dy adalah gradien kecepatan.

5. Kapilaritas
Kenaikkan kapiler (atau penurunan) di dalam suatu tabung dapat di
hitung dengan rumus berikut :
h 2acose ( 1.7)
=
yr

dengan a : tegangan permukaan, r: jari-jari tabung, dan


h
: kenaikan kapi
ler. Apabila tabung bersih, e = 0 untuk air dan 140 untuk air raksa.
4 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

B. S o al Penyeles aian
S o al 1
Suatu tangki berisi zat cair dengan massa 1.200 kg dan volume 0,952
m 3 . Hitung berat, rapat massa, berat jenis, dan rapat jenis zat cair .
Penyeles ai an
Soal ini menggunakan sistem satuan SI.
Berat zat cair dihitung dengan hukum Newton:
F=Ma

a tau
W = Mg = 1200x9,81 = 11.772N = 11,77k N
Rapat massa dihitung dengan rumus berikut :

p=M V
=
1200
0 952
'
= 1260,5kglm3

Berat jenis dihitung dengan rumus berikut :

w 1 1,77
y = V = 0,952 = 12,36k Nlm3

Rapat relatif :
zatcai
S = P Pair r = 121000
6 0,5 = l
'2605
S o al 2
Satu liter minyak mempunyai berat 0,70 kgf. Hitung berat jenis, rapat
massa, clan rapat relatif.
Penyeles ai an
Soal ini menggunakan sistem satuan MKS.
Volume minyak, V= 1,0 liter = 0,001 m3
Be rat minyak, W = 0,70 kgf

1
w
= 0,70 = 700kgflm3
. . berat
Berat JCms =
vo ume
y =-
V 0,001
--
I. SIFAT-SIFAT ZAT CAIR 5

Rapat massa :

y =pg P
r = 100 n 36 krJ.tP
g
= =
9,81 '
m4

Mengingat kg[ti- =
9,81kgm, maka :p = 7 1,36 x 9,81 = 700 kgm
m
Rapat relatif:
700
= 0,700
Ym
s Ya= =

1000
Soal 3
Satu Hter minyak mempunyai berat 7,02 N. Hitung berat j enis, rapat
massa, dan rapat relatif.
Penyelesaian
Soal ini menggunakan sistem satuan SI.
Volume minyak : V = 1,0 !iter = 0,001 m3
Berat minyak : W = 7,02 N

W=yV y
w
=- = 7 '-
02 = 7020 N im3
V 0,001
-

y = p g ..,. p = -y = 7020 =715'6kglm3


g 9,81
--

S = Pm =
715 6 = 0 7156
Pa 1000 '

Soal 4
Hitung viskositas kinematik zat cair yang mempunyai rapat relatif 0,95
dan viskositas dinamik O,OOllN dlm2
Penyelesaian

S = Pzc
= 0 '95 ..,.
= 0,95X 1000 950 kglm 3
Pzc
=
Pair

Digunakan rumus berikut :

v
= p!:!_ = O,OOll =
1 ' 1 6x l0- 6 m 21d
950
.
6 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Penurunan satuan kekentalan kinematik :

Soai S
Dua buah plat horisontal ditempatkan sejajar dengan jarak 12,5 mm.
Ruang diantaranya diisi oli dengan viskositas 14 poise. Hitung te-gangan
geser pad a oli, apabila plat atas bergerak dengan kecepatan 2,5 m/d.
Penyelesaian

1 poise = 0,1 N d!m 2


fl = 14P = 1,4 N dlm2
Tegangan geser dihitung dengan rumus :

"( = -
du
dy i-

Karena distribusi kecepatan adalah linier maka :

du v
=
dy -y
sehingga :

25
-..!:_ - 1 4 x - 280 NIm 2
' - # Y - ' 0,0125 -

Soal6
Dua buah plat sejajar berjarak 0,02 cm. Plat bagian bawah tetap, se
clang bagian atas bergerak dengan kecepatan 50 cm/d. Untuk menggerak
kan plat dengan kecepatan tersebut diperlukan gaya tiap satuan luas sc-
besar 2 N1m2 Tentukan viskositas fluida yang bcrada di an tar a kedua plat.
Penyelesaian
y = 0,02 cm = 0,0002 m
V = 50cmld = 0,5 m/d
Gaya tiap satuan luas : r = 2 N/m 2
I. SIFAT-SIFAT ZAT CAIR 7

du V
T =Jt - =p,
dy y

T 2
Jt = v = ___Q2_
y 0,0002
Soal 7
Dua buah plat berbentuk bujursangkar dengan sisi 0,6 m, saling se
jajar dan berjarak 12,5 mm. Di antara kedua plat terdapat oli. Plat bawah
diam dan plat atas bergerak dengan kecepatan 2,5 mid, dan diperlukan
gaya 100 N untuk menjaga kecepatan tersebut . Hitung viskositas dinamik
dan kinematik oli apabila rapat relatifnya adalah 0,95.
Penyeles ai an

y = 12,5mm = 0,0125m
Poli
S =
Pair
= 0 '95 _.
Poli = 950kglm3
F 100
Tegangan geser : T= O"::IV::I
=- = = 277,78N/m 2
0,6x0,6

luas A
Digunakan hubungan berikut :
du V
T= Jl - =Jl-
dy y

277,78 = t o ,t25 -. Jt = 1,389 N d im-


.,

I Kekentalan kinematik :
1389 = 1 ,462X 10- 3 m 2/d

I
p =
= !:!...
950
V

So a1 8
Ruang antara dua plat paralel berjarak 21 mm diisi air dengan keken
I talan dinamis 1,12X 10- 3 N d !nl Plat datar dengan ukuran 200x200 mm 2
' dan tebal 1 mm ditarik melalui ruang tersebut sedemikian se-hingga satu
permukaannya paralel pada jarak 5 mm dari dinding. Dianggap bahwa
profil kecepatan antara plat dan dinding adalah linier. Tentukan gaya yang
diperlukan oleh plat agar supaya kecepatan plat adalah 125 nun/d. Tahan
an yang terjadi pada sisi depan plat diabaikan.
8 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Penyelesaian

Untuk aliran laminer tegangan geser pada setiap titik dalam fluida diberi
kan oleh :
du
r ==p
dy

Gaya geser pada permukaan sisi atas plat :

u
Fl = TQI A = p- A
Yl
o,125
-1,12x 10- 3 x 0,005 xo,2x 0,2 -1,12 10- 3 N
_ _

Gaya geser pada permukaan sisi bawah plat :

Fz = rozA = !l U A = 3,7333 10-4 N


Y2
o 125
-1,12 x 10-3 x 0,01 5 x o,2 x o,2 -3,7333 10-4 N
_
_

'

Gaya total :

F= F1 + Fz = 1,12x 10-3 + 3,7333x 10-4 = 1,493x l0- 3 N

Soal9
Plat bujur sangkar dengan ukuran 1 m x 1 m dengan berat 392,4 N
menggelincir pada bidang vertikal dengan kecepatan seragam sebesar 0,2
mid seperti terlihat dalam gambar. Kemiringan bidang adalah 5 (vertikal) :
13 (horisontal) dan bagian atasnya terdapat lapis oli setebal 1 mm. Hitung
viskositas dinamis minyak .
I. SIFAT-SIFAT ZAT CAIR 9

Penyeles ai an

Gaya geser total pada permukaan dasar plat :


5
= 392,4 X l3 = 150,92N
T

: A = 1x1 1 m
?
Luas permukaan plat =

150 92
1 ;1
r = 150,92N im
?
Tegangan geser pada dasar plat : =

Gradien kecepatan :
du = = 200 detik- l
dy y 0,001
=

Viskositas dinamis :
du
r = fl
dy
= ..!._
15092
u = 0 7546N dlm 2 7 546P
200 '
= =
r V '

y
Soal lO
Tabung gelas berdiameter 3 mm dimasukkan secara vertikal ke dalam
air. Hitung kenaikan kapiler apabila tegangan permukaan a = 0,0736 N/m.
Tabung adalah bersih.
Penyelesai an
Kenaikan kapiler h di dalam tabung dengan diameter kecil dihi-tung
dengan rumus berikut :
h 2acoscp
=
pg r
10 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Apabila tabung bersih dan untuk air, cp =0
a = 0,0736 N !m
d = 3 mm = 0,003 m -+ r = 0,0015 m
2a 2x0,0736
h = = = 0 010m = 1,0 cm
p g r 1000x9,81x0,0015
S o al l l
Tentukan tinggi kolom air yang terbentuk di dalam tabung vertikal
berdiameter 1 mm karena gaya kapiler apabila tabung tersebut dimasuk-
kan ke dalam air. Tegangan permukaan a= 7,4 10-2 Nlm dan sudut kon
tak 5.

Penyeles aian

h 2acosp
=
pgr r,

r
2x7,4x 10- 2 x cos5
= Pa Pa
1000x9,81x0,0005 s -=--'---1 1"---L--+- s

= 0,03 m h
X X
pgyA

Soal12
Tabung berdiameter 2 mm berisi air raksa dimasukkan ke dalam bak
berisi air raksa. Tegangan permukaan air raksa a = 480X 10-3 N l m dan su
dut kontak cp=4S0. Hitung penurunan permukaan air raksa dalam tabung.
Rapat relatif air raksa 13,6.
Penyelesaian

S = Pairrak
Pair
sa
= l3'6

Pai r raks a = 13,6X 1000 = l3.600kglm 3


_2acosp _ 2x480x 10- 3 x cos4SO -
_ 5,088x 10-3 m - 5,088mm
p g r - 13.600x9 ,81X 0,001
_

h -
I. SIFAT-SIFAT ZAT CAIR 11

Soal 13
Tekanan statis adalah sedemikian rupa sehingga air naik di dalam ta
bung kaca sampai setinggi 7 cm. Apabila diameter tabung adalah 0,5 cm
dan temperatur air adalah 20 C, hitung tinggi total pada mana air di dalam
tabung akan bertahan.
Penyeles ai an
Untuk kenaikan kapiler h di dalam tabung dengan diameter kecil, di
gunakan rumus :
h
= 2acosy>
yr

Untuk tabung bersih =0


Untuk air pada temperatur 20 C, a = 7,36 x 10- 2 Nlm;
y=pg = 1000 X 9,81 = 9810N!m 3
2
h = 2x7,36x, 10-ZS = 6 x 10 - 3 m = 0,60cm
9.S lOxO OO
J adi tinggi total : H = 7 + 0,60 = 7,60 cm
Soal14
Suatu barometer terkontaminasi oleh air pada tabung yang berisi air
raksa. Apabila tinggi kolom air raksa adalah 735 mm pada temperatur at
mosfer 20 C, tentukan tekanan barometer. Apabila ruang di atas air raksa
tersebut dianggap hampa, berapakah tekanan udara yang terjadi.
Penyeles aian
Karena adanya air di atas air raksa dalam tabung, maka di dalam ru
ang tersebut akan jenuh oleh uap air dengan tekanan uap ps. Tekanan uap
jenuh air pada temperatur 20 C adalah :

Ps = 2.340N /m- ?

Tekanan pada permukaan air raksa di dalam bak adalah konstan dan
sama dengan tekanan atmosfer pa
Dengan menyamakan gaya-gaya yang bekerja pada kolom silinder de
ngan tampangA,
12 SOAL PENYELESAIAN HIDRAUUKA I

p A
s

f
y

I
I
F
'"

I P a t'

Pa A = Ps A + p gA y
Pa = Ps + p gy
= 2.340 + 13,6x lOOOx9,81x0,735

= 100.400 N im 2 = 1,004bar.
Apabila ruang di atas air raksa dalam tabung dianggap hampa udara
(p s = 0), maka :

Pa = p gy
= 13,6X 1000x9,81x0,735 = 98.060N/m 2 = 0,9806bar.

Soal 15
Zat cair di dalam silinder berada di bawah tekanan. Pada tekanan
1 M Nlm 2 volumenya adalah 1 liter, sedang pada tekanan 2 M Nlm2 vo
lumenya adalah 0,995 liter. Hitung modulus elastisitas zat cair.
Penyeles ai an

K-
-- -- 2 -1 _
ZOO M NIm 2
V/V - ( 0,995 - 1,0 ) /1,0 -
I. SIFAT.SIFAT ZAT CAIR 13

Soal16

Modulus elastisitas air adalah K= 2,24 x 10 9 Nlm 2 . Berapakah peru


bahan volume dari 1m3 air hila terjadi pertambahan tekanan sebesar 20 bar
(1 bar.=1cf Nlm2)
Penyelesaian
Digunakan persamaan :

K = EL =
d V AV
V V
atau :

1 X 20 X 1ff = O,OOOS9m3
A V = V Ap =
K 2 24 X 109
'

Terlihat bahwa pertambahan tekanan yang sangat besar hanya memberikan


perubahan volume yang sangat kecil.
Soal 1 7

Apabila modulus elastisitas air adalah 210.000 Nlcm2, berapakah te


kanan yang diperlukan untuk mereduksi volumenya sebesar 2 % ? Bera
pakah perubahan rapat massanya ?
Penyelesaian

-
- 210.000 - _Qp_
K
_

AV/V 0 02'

Ap = 210.000X0,02 = 4200 N icm


.,

massa M M = p xV =
Rapat massa : p - vol me = V - _. konstan
u
Jadi massa sebelum perubahan = massa sesudah perubahan

p V = ( V - A V) ( p + Ap )
p V= Vp -A Vp + VAp + A V Ap
Nilai AVAp adalah sangat ke cil , sehingga persamaan di atas menjadi:
14 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

tl V = tlp
p tl V = Vtl p
v- p-

Oleh karena
tl V = 2% , = 2%
V p
Jadi kenaikan rapat massa juga 2 %.
Soal 18
Tangki baja tahan tekanan tinggi berisi zat cair, yang pada tekanan 10
atamosfer mempunyai volume 1.232 liter. Pada tekanan 25 atmosfer volu
me zat cair adalah 1.23lliter. Berapakah modulus elastisitas zat cair ?
Penyelesaian

1 at m 10,34 m air - p = p g h = 1000X9,81X 10,34 = 101.435N/m 7


=

lliter = 10- 3m 3

- tl p ( 25 -10 ) ( 101.435 ) l. 74 52M Nlm2


- - tlV/V -- - ( 1 231 - 1 , 232 ) / 1 232 -
- S
K , ,

Soal 19
Tangki baja berisi minyak A dan
air B. Di atas minyak terdapat udara
yang bisa diubah tekanannya. Dimensi
l
O,l."'
yang ada pada gambar adalah pada
T T
tekanan atmosfer. Apabila tekanan A 0,5 n'l
dinaikkan sampai 1 M Pa, berapakah
penurunan permukaan air dan mi
nyak. Modulus elastisitas zat cair ada-
e
t
8
lah 2050 MN/ m2 untuk minyak dan
V'\

2075 MN/ m2 untuk air. D ianggap


tangki tidak mengalami perubahan
1
volume.

Penyelesaian

Volume minyak :
I. SIFAT-SIFAT ZAT CAIR 15

:re :re
Vm = - x 2
4 D h1 Vm = 4 (0,3)2 X 0 ,5= 0,03 5343nz 3

Volume air :

Va = :re
4 X D2 h 2 = 4
:re
(0 ,3t., X 0,8 = 0 ,0 56 54 9m3

K--
- ilVIV

-
20 50 - -
(1 -0 ) """" Ll Vminyak = -0 ,00001 724 nz3
Ll Vm X 0 ,03 5343

(1 - 0 ) Ll Vair = -0 ,00002 72 5m 3
Ll
20 75= -+
Vair X 0 0, 56 54 9
Ll Vtotal = -0,00001 724 + (- 0 ,0 0002 72 5) = - 0 ,0000444 9m 3
Apabila x adalah penurunan permukaan zat cair,

- 0 ,0000444 9= - [:re (0 ,3)214 ]x """" x = 0,00062 9m = 0 ,62 9mm


J adi penurunan permukaan air dan minyak adalah 0 ,62 9 mm.
11. HIDROSTATIKA

A. Ringkasan Teori
1. Tekanan
Tekanan didefinisikan sebagai jumlah gaya tiap satuan luas .
F (2 .1)
p =A

dengan :
P :
')
tekanan (kgflm atau Nlm)
?

F : gaya (kg{ atau N)


A
2
: luas (m )
2. Tekanan pada seliap titik didalam zat cair diam adalah sama dalam se
gala arah .
3. Suatu bidang yang berada di dalam zat cair diam mengalami tekanan
yang bekerja tegak lurus pada bidang tersebut.

4. Distribusi tekanan pada zat cair diam


Distribusi tekanan hidrostatis diberikan oleh rumus berikut ini .

p = y h = p gh (2.2)
17
18 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
dengan p : tekanan hidrostatis, y : berat jenis zat cair, p : rapat massa zat
cair, h : kedalaman air pada titik yang ditinjau, dan g : percepatan gravitasi.
Tekanan zat cair pada suatu titik dapat dinyatakan dalam tinggi zat
cair, dan mempunyai bentuk :

(2.3)
y
h = J!... .. = .l!_
pg

5. Tekanan Atmosfer, Relatif dan Absolut


Tekanan atmosfer ditimbulkan oleh berat udara di atmosfer, yang ni
lainya pada permukaan laut adalah 1,03 kgf/cm2, atau dapat juga ditunjuk
an oleh 10,3 m air atau 76 cm air raksa (Hg) .
Tekanan relatif atau tekanan terukur adalah tekanan yang diukur ber
dasarkan tekanan atmosfer.
Tekanan absolut merupakan jumlah dari tekanan atmosfer dengan
tekanan relatif.

6. M anometer
Manometer adalah alat yang menggunakan kolom zat cair untuk me
ngukur perbedaan tekanan. Prinsip manometer adalah apabila zat cair da
lam kondisi keseimbangan maka tekanan di setiap tempat pada bidang ho
risontal untuk zat cair homogen adalah sama. Ada beberapa jenis mano
meter yaitu piezometer, manometer tabung U, manometer rnikro, dan ma
nometer diferensial.

7. Gaya Tekanan Pada Bidang Terendam


Bidang datar yang terendarn dalarn zat cair akan mengalarni tekanan.
Gaya tekanan total pada bidang tersebut diberikan oleh rumus berikut :

F = A po = A r ho (2.4)
dengan F : gaya tekanan hidrostatis, A : luas bidang tekanan, p0 : tekanan
hidrostatis pada pusat berat bidang, dan 1!0 : jarak vertikal antara pusat
berat bidang dan permukaan zat cair.
Gaya hidrostatis tersebut bekerja pada pusat tekanan P. Letak pusat
tekanan diberikan oleh rumus berikut :
11. HIDROSTATIKA 19

lo (2.5)
yp=yo + A
Yo

dengan :
Yp : j arak searah bidang dari pusat tekanan terhadap permukaan zat
cair
Yo : jarak searah bidang dari pusat berat terhadap permukaan zat cair
10 : m omen inersia bidangA terhadap sumbu yang melalui pus at berat
bidang tersebut.
Letak pusat berat dan momen inersia bidang terhadap pusat berat un
tuk beberapa bentuk yang sering digunakan diberikan dalam tabel berikut.

'

'

'

/
/>
/) o
Yo /
// .
/
/ Yp

/
y
20 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Tabell. Tabel /0 untuk beberapa bentuk benda

I
Bentuk LuasA
I
I
Berat Yo
Pusat

!i
I

inersia lo
Momen

I
I

6-8-r
Segiempat
i

I
b.h
Y o=-
1
h
I
I fo=-:- b h 3
1
bj I
I
1'1 2 12

l ll I
I
i
I
b !

I- 1 -
I
I
I

I
Segitiga

I
j

"' <i .J...bh Yo=-h


1
lo=-bh3
1
"' 2

ij
3 36

b
!
i'

I
Lingkaran

-ofQ-G 4:!0
1 2
Yo=-
1
2
0 fo= 64 :r 0
1 4

I
I
l
l

i
Setengah lingkaran

4r
i;r?
@ Yo=-
4
io=0,1102r
3;r

f
IV3Y

1
ll. HIDROSTATIKA 21

B. Soal Penyelesaian

Soall
Tangki dengan ukuran panjangx lebar x tinggi ( LBH ) = 4m x 2 m
x 2 m diisi air sedalam 1 ,5 m. Hitung clan gambar distribusi tekanan pada
dinding tangki. Hitung pula gaya yang bekerja pada dinding dalam arah
panjang clan lebar serta pada dasar tangki.
Penyelesaian
Soal ini diselesaikan dengan sis-
tem satuan MKS.
Distribusi tekanan dihitung de
ngan menggunakan rumus :

p = yh
1..: t,.,O m
Distribusi tekanan di dinding,
pada kedalaman :

h = 0,5 m ; po,s = 1 000 x 0,5 = 500 kgfl m2

h = 1 ,0 m ;p1,0 = 1 000 X 1 ,0 = 1 .000 kgfl m2

h = 1 ,5 m ;p1,s = 1 000 x 1 ,5 = 1 .500kgfl m2

Distribusi tekanan di dasar adalah merata, yaitu :

p = 1 000 x 1 ,5 = 1 .500kgfl m2
Distribusi tekanan seperti terlihat dalam gambar.
Gaya pada dinding dalam arah panjang:

Fx = luas distribusi tekanan x panjang

= 0,5 X P1.5 X h XL = 0,5 X 1.500 X 1,5 X 4 = 4.500 kgf

Gaya pada dinding dalam arah lebar :

Fz = 0,5 X 1 .500 X 1,5 X 2 = 2.250kgf


22 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Gaya pada clasar :

Fy = p X L X B = 1.500 X 4 X 2 = 12.000kgf
Soal 2
Suatu tangki clengan panjang 2,5 m, lebar 2 m clan tinggi 2 m diisi air
sampai pada ketinggian 1,25 m clan sisanya diisi minyak sampai penuh de
ngan rapat relatif S=0,9. Tangki tersebut terbuka ke uclara luar. Hitung
dan gambar distribusi tekanan pacla dinding dan dasar tangki. Hitung gaya
tckanan yang bekerja pada sisi arah panjang dan lebar serta dasar tangki.
Penyelesaian

I
Soal ini diselesaikan clengan meng-
gunakan sistem satuan SI. T s: o,q
o,7S

S =Pm = 0,9
Pair I
1,'1.'5
S"l
1,0"1

I
Pm = 0,9pair l ., ..
l
Pl =pmg h m L:.:t,'Sm--1

= 0,9x lOOOx9,8lx0,75
= 6621,75Nim 2 = 6,62175kN/m 2
P2 = P1 + Pair g hair
= 6621,75+ 1000 x 9,81 x 1,25
= 18.884,25Nim 2 = 18,88425kN!m 2
Gaya tekanan pada sisi arah panjang :

FL = [ p1lzm
+ (p1 + P2) ha ] L

= [ x6,62175x0,75+(6,62175+ 18,88425) x 1,25 ]2,5


= 46,0610kN
11. HIDROSTATIKA 23

Gaya tekanan pada sisi arah lebar :

Fs = [ X6,62175x0,75+(6,62175+18,88425) X 1,25]2,0
= 36,8488kN
Gaya tekanan pada dasar :

FD = pz X L X B = 18,88425 X 2,5 X 2 = 94,42125kN


Soal 3
Suatu tabung bcrbentuk silindcr dengan
tinggi 1,5
meter dan luas tampang lintang 5
cm2 diisi dengan air sampai pada ketinggian T
1,0 meter dan sisanya diisi dengan minyak
dengan rapat relatif 0,8. Tabung tersebut ter A
i
buka terhadap udara luar. Hitung tekanan
terukur dan absolut pada dasar tabung da
lam satuan SI dan tinggi air dan minyak. Hi
tung pula gaya pada dasar tabung. Tekanan
atmosfer adalah 1,013
bar.
Penyelesaian
p1: rapat massa minyak
pz: rapat massa air
Tekanan terukur : p=pgh
Tekanan absolut :pabs=p+pa
a. Tekanan dalam satuan SI

PA = p 1g h1 +pa
PB = PA + P2 g hz = P2 g ( hz + S ) +Pa
lq

dengan S adalah rapat relatif.

P a = 1,013bar. = 1,013 X 10S Nlm2


Tekanan terukur :

PB = p?g (hz-hi)=lOOOx9,81(1,0+0,8x0,5)=0,1373xlii N!m2


24 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Tekanan absolut :

PB = 0,1373 X 1 di + 1,013 X 1 cf = 1,1503 X td' Nlm2


b. Tekanan dalam tinggi air dan minyak.
Tekanan terukur

PB = p2g (h2 + S h1)


Ya1r
= (hz + S /q) = 1,0 + 0,8 x 0,5 = 1,4m air.

P (h2 + s hl ) 14 . yak.
= = 1,75 m mm
s o',8 =
Yminyak

Tekanan absolut

Pabs = P + Pa

1,013 X 1di 10 326


Pa
-
Yair
= 1000 x = m azr.
9,81 '

Pa 10 326 = 12,907m mmyak


= =
.
.
Ym1nyak 0, 8
j adi :
Pa s
Yau
= 1,4 + 10,326 11,726m air
=

P bs

Ymmyak
= 1,75 + 12,907 14,657 m minyak
=

c. Gaya pada dasar tabung


Pada permukaan dasar bagian dalam (yang berhubungan dengan
air) bekerja tekanan absolut, sedang pada permukaan dasar bagian luar
bekerja tekanan atmosfer. Dengan demikian gaya neto yang bekerja pada
dasar adalah :

F = PabsA- PaA = Pterukur X A

= 0, 1373x 1di X 5 X 10-4 = 6 865 N.


,
II. HIDROSTATIKA 25

Soa1 4
Hitung tinggi kolom zat cair dengan rapat relatif S = 0,8 yang menye
babkan tekanan sebesar 5 Nlcm2
Penyelesaian

S= :c = 0,8 -+ Pzc = 0,8X 1000 = 800kglm 3

p = 5 Nlcm2 = 5 x 10.000N im2 = 50.000N im2


p = pgh -+ 50.000 = 800x9,81xh
h = 6,371m

Soai S
Minyak ( S = 0,8) berada d i dalam pipa
yang dihubungkan dengan piezometer seperti
terlihat dalam gambar. Hitung tekanan dalam
pip a.
Penyelesaian
Digunaka n sistem satuan MKS.

p = yh = 0,8x lOOOx0,48 = 384kgflm2

Soal 6
Tekanan barometer di suatu tempat adalah 74 mm air raksa {Hg). Be
rapakah tekanan atmosfer dalam kgflcm2.
Penyelesaian
Yair raksa
S= = l3'6
Yair

Yair raksa = 13,6x 1000 = 13.600kgflm 3


h = 74 mm Hg = 0,074m Hg
p= h y = 0,074x 13.600 = l006,4kgflm2 = 0,1006kgflcm2
26 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

a;m
Soal 7
Barometer berisi air seperti tergambar . Hi
tung tekanan atmosfer apabila tekanan uap dan tc n ___

i.
gangan permukaan diabaikan.
Penyelesaian

Tekanan atmosfcr adalah sama dengan tekan


an yang ditimbulkan oleh tinggi kolom air di dalam
tabur!g.

Pa = h y = 8,7x 1.000 = 8.700kgflm2 = 0,87kgflcm2


Soal 8
Tangki tertutup berisi zat cair (S =0,8)
mengalami tekanan. Tckanan
di atas permukaan zat cair adalah p0=0,5kgflcm2.
Hitung tekanan pada
dasar tangki dan tinggi kolom zat cair yang naik di dalam tabung vertikal.
Penyelesaian
Rapat relatif zat cair :

S = YYaz c =
Q i.
r------_j
0 '8 i
I
Yzc = 0,8x1000 = 800kgf!m3
lm
f--:-. ---:-
.-i'
!
i

l.1m 1_ r--
Tekanan di atas zat cair :

po = 0,5 kgflcm- = 5.000kgflm-


, ,

Tekanan pada dasar :

Pdasar = h Y +PO=
1,4x800 +5.000 = 6.120kgflm2
Tekanan pada kedalaman 1,0 m

p1 = l,Ox800 +5.000 5.800kgf!m=


2
Tinggi zat cair di dalam tabung :

Il PI 5.800 :::.:- ll:'


=-=
y 800 ..-- '111
-
ll. HIDROSTATIKA 27

Soal 9
Tangki terbuka dengan dua buah piezometer ditempatkan pada sisi
nya, berisi dua macam zat cair yang tidak bisa tercampur seperti terlihat
dalam gambar. Berapakah elevasi permukaan zat cair pada piezometer A
dan B. Hitung pula tekanan pada dinding dan dasar tangki.
Penyelesaian

Digunakan sistem satuan SI


a. Elevasi permukaan zat cair di
piezometer A sama dcngan di
2
dalam tangki, yaitu m.
b. Zat cair B akan naik di dalam
0,3

1TEA
piezometer B pada elevasi m ::. 0,72.
,0111
(hasil dari tekanan yang ditim
bulkan oleh zat cair B) ditambah
dengan tinggi t ekanan yang
ditimbulkan oleh zat cair A . ofs ::.__.__b______
__

Tinggi tekanan yang disebabkan F


oleh zat cair A dapat ditentukan
dari persamaan berikut.

p =pAg h = 720X 9,81(2,0-0,3)


= 12.007,4N!m- = 12.007,4Pa = 12,00kPa
?

Tinggi zat cair B yang naik di dalam piezometer B karena adanya te


kanan zat cair A adalah :
PB
Pair
Sa=-= 2'36
pa= 2,36x 1000 = 2.360kg!m3
I _.l!_
- - 12007'4 - 0 5186
1-
-
pag 2.360 x 9,81 ' 111
28 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
J adi elevasi zat cair B di dalam piezometer B adalah :

hs = 0,3 + 0,5186 = 0,8186m


c. Tekanan hidrostatis pada dinding dan dasar tangki.
Tekanan pada dinding
po = O
PE= PA8 hA = 720 X9,81 (2,0 - 0,3) = 12.007,4Pa = 12,0074k Pa

= 12.007,4 + 2.360 x9,81 x 0,3 = 18.952,9 Pa = 18,9529 k Pa


Tekanan pada dasar
Pdasar = PF = 18,9529 k Pa
Soal 10
Pipa vertikal berisi minyak (S 0,86)
=

dengan manometer dihubungkan padanya


seperti terlihat dalam gambar. Hitung te
kanan dalam pipa pada titik A.
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan MKS.
Dengan menggunakan persamaan berikut :

Pa + xn = h y1 + PA
0 +0,25 x 13,6 x lOOO =
2 x 0,86 x 1000 + PA

PA = 1680kgflm 2 = 0,168kgflcm 2
11. HIDROSTATIKA 29

Soalll
Manometer ditempatkan pada
tangki yang berisi tiga macam fluida {-1 m

udara

berbeda seperti ditunjukkan dalam t


p 30 k Pa

gambar. Hitung perbedaan elevasi 1:


muka air raksa di dalam manometer. Minyak
3m
s,o.s2

J
Penyelesaian
Tekanan pada dasar tangki ada- ,.:
lah jumlah dari tekanan udara pada 2m l
1
A" s21
bagian atas tangki, tekanan minyak [__
T
dan air.

Pdasar = Pu
T
+ p1gh1 + p2 g h 2 V:
l y
'

-'-

V:W
= 30.000 + 0,82 X 1000 X9,81 X3 + 1000 X9,81 x2
= 73.752,6N/m2 = 73.752,6Pa = 73,75k Pa
Menghitung perbedaan clevasi permukaan air raksa di dalam manometer.
Digunakan persamaan berikut :

Pdasar + h Y2 = Pa + YY3
73.752,6 + 1,0 X 1000 X 9,81 = 0 + y X 13,6 X 1000 X 9,81
y = 0,6263m
Soal 12

Tekanan di dalam suatu tangki tertutup adalah lOOk Nlm2. Berilah


bentuk tekanan tersebut dalam tinggi tekanan terhadap air (S 1) , minyak =

(S 0,8) dan air raksa (S 13,6).


= =

Penyelesaian

p = yh p g lt = lOO k NIm-
')
=

atau

h = _p_
pg
30 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Tinggi tekanan air :

h = 1000
100 X 1000 = 10,19m az.r
X 9,81
Tinggi tekanan minyak :

h = 0,8 100 X1000


x 1000 x 9,81 =
. k
12,74m mmya

Tinggi tekanan air raksa :

h = l3,6100X 1000
X 1000
X 9,81
.
= 0,75 m arrraksa

S oall3
Tangki tertutup berbentuk silinder den Udctf'Q T
gan tinggi 3,0 m dan diameter 1,0 m berisi ::;5o.Hh o,5

1
minyak (S =0,8) setinggi 2,50 m. Di atas A
minyak terdapat udara dengan tekanan 50 k
Pa. Hitung dan gambar tekanan hidrostatis
pada dinding dan dasar silinder. Hitung pula 2,5'
gaya tekanan di dasar.
Penyelesaian

Pm
B
Pe.
1-- l..,Om --1
l
S=-
pa = 0,8

Pm = 0,8Xl000 = 800kg!m 3
Tekanan udara : p = 50kPa = 50.000N im2
Tekanan pada dinding :

PA = Po + h Y = Po + h p g = 50.000 + 0 = 50.000N1m 2

PB = 50.000 + 2,5 x 800 x 9,81 = 69.620Nim 2


T ekanan di dasar :

Pdasar = P B = 69.620 N /m2 = 69,62kN !m2


11. HIDROSTATIKA 31
Gaya tekanan di dasar :

Pn = Pdasar XA = 69,62 X Jl (1) 2 = 54,68kN


Soal1 4
Tangki tertutup berisi minyak dengan S =0,85. Apabila tckanan udara
di atas permukaan minyak adalah 1,2 kgflcm 2 , berapakah tekanan pada ti
tik yang berada 5 m di bawah permukaan minyak.
Penyelesaian

S = Pzc = 0'85 Pzc = 0,85x 1000 = 85 0kgflm 3


Pa
-+

Tekanan udara di atas permukaan minyak :

po = 1 ,2 kgflcm2 = 12.00 0kgf!m 2


Tekanan di titik yang berada 5 m di bawah permukaan minyak :

PA = h Yzc + PO
= 5, 0x85 0 + 12. 000 = l6.250kgflm 2 = 1,625kgflcm 2

Soal 15
Manometer tabung seperti terlihat dalam
gambar dengan rapat relatif zat cair di dalam
pipa dan manometer adalah S1 = 0,86 dan
Sz= l3,6; sedang h =90 mm dan x =5 0 mm.
Hitung tekanan terukur PA dalam tinggi air
raksa. Apabila tekanan barometer adalah 760
mm Hg ( air raksa) berapakah tekanan absolut
pAdalam tinggi air.
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan SI
Tekanan terukur,

PA + h Yl = Pa + X Y2
32 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

PA a
y- + h S1 = P + x Sz
Y
PA +
Y
90 X 0,86 = 0 + 5 0 X 13,6
PA =
Y
6 02 ,6 mm air = 0,6026 m air
PA 602 6
= 44,3 09 mm Hg = 0, 0443 m Hg
Yairraksa 13,6
. = =

atau

PA= 0,6 026 p g


= 0,6 026x 1000x9,8 1 = 5.911,5 N!m2 = 5,9115k Nim2
Tekanan absolut :
PA+ hyl = pa + xn

p: + 9 0 X 0,86 = 760 X 13,6 + 5 0 X 13,6

p
: = 10.938,6 mm air = 1 0,9386 m air

PA 10 9 386 = 8 04,3 mm Hg = 0,8 043 m Hg


Yairraksa
=
13 ,6

PA = 10,9386 X 100 0 X 9,81 = 107.308N/m2 = 107,3 08kN/m 2


S oal 16
Seperti dalam Soal 15,
untuk S 1=0,86 dan Sz =l,h=90 mm dan
x= 50 mm. Hitung tekanan terukur dan absolutpAdalamkgf/c m2
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan MKS
Tekanan terukur :

PA = Pa + S., -hS1
x -
y y
= 0 + 5 0x 1- 9 0x 0,86 = -21,4mm air = - 0,02 74mair
Il. HIDROSTATIKA 33

PA = - 0,0274 X 1000 = -27,4kgflm2 = -0,00274kgt!cm2


Tekanan absolut :
PA
Y
= 760x13,6 + 50X1- 90x0,86
= 10.308,6 mm air = 10,3086 m air
PA = 10,3086x 1000 = 10.308,6kgflm2 = 1,03kgf/cm
2
Dalam soal ini tekanan terukur adalah negatip, yang berarti tekanan
di dalam pipa lebih kecil dari satu atmosfer.
Soal17
M anometer tabung U seperti terlihat da
lam gambar digunakan untuk mengukur tekan
an di dalam pipa yang berisi air (S 1) . Mano
=

meter tersebut berisi air raksa ( .


Sz=l3,6 )
Apabila h 1 = 20 mm
dan x = 50 mm. H
itung
tekanan di dalam pipa.
Penyelesaian
Persamaan keseimbangan untuk kondisi seper
ti dalam gambar.
Tekanan terukur :
Pa = PA + h Yl + X Y2

PA Pa
-. = -. - h S1 -xSz
Yau Yatr

= 0- 20x l - 50x13,6 = -700mm air =- 0,7 m air


PA = - 0,7 p g = - 0,7x1000x9,81= -6.867 Nlm2 = -6,87 kNJm 2
Tekanan di dalam pipa adalah negatip (lebih kecil dari satu atmosfer).
Tekanan absolut :
PA
Y
= 760x 13,6- 20x 1 - 50x 13,6 = 9.636mm air = 9,636m air
PA = 9,636p g = 9,636x 1000 x 9,81= 94.529 N im 2 = 94, 529k N!m 2
34 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Soal 18
Tekanan air di dalam pipa diukur de
ngan manometer berisi air raksa seperti
terlihat dalam gambar. Hitung tekanan air
di dalam pipa dalam tinggi air dan Nlm2.
Penyelesaian
Tekanan di titik P dan Q adalah sama:

Y = pa + h 2y2
PA+ h ll \ p
s,:.t
PA Pa
-. + h 1S1 = -. + h 2S2
Yatr Yatr

p
= 0 + 0,08xl3,6- 0,04xl,O = 1,048m air
Y atr

Dengan menggunakan persamaan herikut :


pA= h y = h pg

2
PA = 1,048x1000x9,8 1 = 10.281N/m = 10.281Pa = 10,281kPa

Soal 1 9
Tabung U berisi air raksa digunakan
untuk mengukur tekanan minyak (S = 0,8)
seperti terlihat dalam gambar. Hitung
tekanan dalam pipa.
Penyelesaian

3
S2 = 13,6 Y2 = 13.600kgf/m

Tekanan di 0 dan P adalah sama ;


"''o,6
\
PA- 0,25x800 = pp

pp = pA - 200
11. HIDROSTATIKA 35

Tekanan di P clan Q adalah sama :

PA - 200 = Pa + O, Sx 13.600
PA = 7 000kgflm2 = 0,7 kgflcm2

Soal20
Gambar berikut adalah manometer
berisi air raksa yang dihubungkan dengan
pipa berisi minyak dengan rapat relatif
0,8 . Hitung tekanan pipa dalam kgflcm2
Penyelesaian
Tekanan di 0 dan P adalah sama :

PA - 0,75x800 = Pp
pp = PA - 6 00
Tekanan di P dan Q adalah sama:

PA - 6 00 = pa + 0,25x 13.600
PA = 3400 + 6 00 = 4000kgf!m2
PA = 0,4 kgflcm2

Soal21
Mikromanometer yang mempunyai perbandingan antara luas tangki
clan tabung sebesar 40 digunakan untuk menentukan tekanan di dalam pipa
yang berisi air seperti terlihat dalam gambar. Tentukan besar tekanan di
dalam pipa.
Penyelesaian
St =1 Yl = 1 000kgf!m 3
Sz = 13,6 yz = 13.600kgflm 3
36 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

h)-tY (Y+ h)
PA= Yz(h+
!I
1
PA = 13 .600 ( 0,08+ 40 X 0, 08 )
i
S,: 1

e er;,
1
- 1 000 ( 0,05+

2
40
0,08 )

2
I
%

PA = 10 63 ,2kgfl m = 0, 1 063 kgfl cm

Soal 22
Manometer berisi air raksa seperti
tergambar digunakan untuk mengukur te
kanan di dalam pipa yang mengalirkan air.
B erapakah tekanan pipa apabila h1 =20
cm dan h z = 67 cm ? Luas tampang tangki
j auh lebih besar dari kaki tabung.
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan SI
Rapat relatif air raksa dan au adalah
S!= 13 ,6 dan Sz = 1 , sehingga:

p 1 =S P 2 = 13 ,6X 1 000 = 13 .600kgi m3

P 2 = 1 000 kgl m3
2
PA = 13 .600x9,8 1 x0,67 - 1 000x9,8 1 x0, 20 = 8 7.427 Nl m

Soal 23
Manometer diferensial seperti terlihat dalam gambar. Pipa A dan B
berisi air ( S1 =S3 = 1) sedang manometer berisi air raksa ( Sz= 13 ,6); ht = 25
c m , hz= 1 5 cm dan h 3 =50 cm. Hitung perbedaan tekanan antara pipaA
clan B. Apabila tekanan (teruku;j PA == 1,0 kgflc m2 hitung tekanan di B.
II. HIDROSTATIKA 37
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan MKS.
Pada kondisi keseimbangan,

PA + h1 Yl = PB + h 2 Y2 + h 3 Y3

Yatr. = h 2 S2 + h 3 S3
PA-PB
- h1 S1

= 0,15x 13,6 + 0,5x l - 0,25x l


= 2,29 m air

PA-PB = 2,29 y = 2,290x 1 000 = 2.290kgflm- ,

Tekanan di B :

PA = l,Okgflcm2 = l,Ox lO.OOO = l 0.000kgflm2

PB = PA- 2.2 90 = 1 0.000- 2.290 = 7.710kgflm 2


Soal24
Manometer berisi air raksa digunakan untuk mengukur perbedaan te
kanan di dalam tangki A dan B yang berisi air seperti terlihat dalam gam-
bar. Hitung perbedaan tekanan dalam kgflcm2
Penyelesaian

,y;123cm

++=--..i 12-..-- - 1
5 cm

---r-
ih=15cm .
----
38 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Ya : berat jenis air


Yar : berat jenis air raksa
Tekanan pada bidang yang melalui titik 1 dan 2 adalah sama :

PA = pt = p2
Tekanan pada titik 3 dan 4 adalah :

P3 = P2 + ( 0,27) Ya = PA + (0,27) Ya
P4 = PB + ( 1,23 + 0,12) Ya + ( 0,15) Yar
Tekanan pada bidang melalui titik 3 dan 4 adalah s ama:

P 3 = p4
PA + ( 0,27) Ya = PB + (1,23 + 0,12) Ya + ( 0, 15) Ya r
PA - PB = 1, 08ya + 0,15 ya r
= 1,08x 1.00 0 + 0, 15x 13.600 = 3120kgflm2 = 0,3 12kgflcm 2

Soal 25
Manometer air raksa digunakan untuk mengukur perbedaan tekanan
di dalam tangki A dan B yang berisi zat cair dengan rapat relatif masing
masing SA= 0,75 dan Ss = 1 . Hitung perbedaan tekanan antara A dan B.
Penyelesaian
11. HIDROSTATIKA 39

Rapat relatif zat cairA d an B :

PzcA = 0,75X 1000= 150 kglm3

_PzcB_
Ss-
Pa
- 10
--
' PzcB = 1,0x1 000 = 1000 kglm3

Rapat relatif air raksa :

Sar =
Par
Pa
= 13,6 -+ Pa r = 13,6 X 1000 = l3.600kglm3

Tekanan pada bidang yang melalui permukaan terendah air raksa adalah
sama:

PA + (0,32 + 0,12 + 0,2) pzcAg = PB + 0,12 pzcB g + 0,2 parg


PA - PB = 0,12X 1 00 0x 9,81 + 0,2X 13. 600X 9,81 - 0,64X 75 0X 9,81

23.151,6N/m2 23,152kNicm2
= =

Soal 26

Sistem manometer seperti ditunjukkan dalam gambar, tentukan tinggi


bacaanh.
Penyelesaian

TI
i

46

S= 13.6 S=0.8 S= 13.6 S=o.a


40 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Berat jenis air: Ya = 1000 kgf!m 3


Berat jenis minyak : Ym = 800 kgf!m 3
Berat jenis air raksa : Yar = 13 .6 00kgflm3
Tekanan diP dan Q adalah sama :

PB + (0,6 - 0,2) Ya = PR + 0,2 Ya r (1)


Tekanan di R, pR, didapat dari persamaan tekanan pada bidangR-S-T :

PR = PS = PT = 0,46 Xym + Pa = 0,46 X ym


Sehingga persamaan (1) menjadi :

pa + 0,4x 1000 = 0,46x800 + 0,2x l3.600


PB = 2.688kgflm2
Tekanan di titik N dan M adalah sama :

PN = PM
PA + (0,6 -0 ,16) Ya = Pa + 0,23 ya r

PA = 0,23x 13 .600 - 0,44x l .OOO = 2688kgf!m 2


Tekanan di E dan F adalah sama :

pA + hl Ya = pa + h 2 Ya + hrm
h Ym = (pA- PB) + (Ill - hz) Ya = (2.688 - 2.688) + h Ya
h ym = 0 + h ya
h (Ya- Ym) = 0
h=O
Berarti untuk keadaan manometer seperti tergambar, elevasi zat cair
di E dan F adalah sama.
ll. HIDROSTATIKA 41

Soal27
Tekanan udara di dalam tangki sebelah kiri dan kanan seperti terlihat
dalam gambar adalah -22cm air raksa dan 20 kN!m2. Hitung elevasi zat
cair di dalam kaki tabung manometer sebelah kanan di A.
Penyelesaian

__sz_--
4{) m i

Lf")\ 20 kNim'
I
; _ Udara ,

1.
Mmyak SZ
i
37 m
I

ll
. ! 5=0.8
Air i
j,.....J
l_sz__
35 m
' -----"----,


I
II
- A_2.-
. 5=1.6
EA

::z?::Z?.22Z
ZZ:Z2

Tekanan udara pada tangki sebelah kanan clan kiri :

Pu ka = 20k N im 2
Puki = -22cm Hg = -0,22X13,6X1000X9,81
= -29.351,52N/m2 = -29.351,52Pa = -29,352kPa
Tekanan pada bidang horisontal yang melalui titik A adalah sama :

Pu ka + (37-Ea) Ya = Pu ki + (40-35) Ym + (35 -Ea) Yzc


20 + (37-E a) xlx9,81 = -29,352 + (40-35)x0,8x9,81

+ (35-Ea)X 1,6x9,81
20 + (37-Ea) X 9,81 = 9,888 + (35-Ea)Xl5,696
Ea == 29,9487m
42 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

S oal 28
Suatu plat berbentuk segi em
pat dengan lebar 2 m dan panjang
3 m terendam dalam air dengan si
si panjangnya vertikal. Sisi atas plat
berada pada muka air. Hitung gaya
tekanan pada plat dan letak pusat
gaya tersebut.
Penyelesaian
Untuk bidang dengan bentuk
segi empat, gaya tekanan dan letak
pusat tekanan dapat dihitung ber
dasarkan distribusi tekanan hidros
tatis atau dengan rumus (2.4) dan
(2.5).
a. Berdasarkan distribusi tekanan

Distribusi tekanan seperti terlihat dalam gambar. Tekanan pada sisi bawah
adalah :
p = h r = 3xlOOO = 3000 kgflm2
Gaya tekanan adalah luas distribusi tekanan dikalikan lebar plat.

F= phB = 'X3000X 3X2 = 9000 krf = 9,0 ton

Letak pusat tekanan adalah sama dengan pusat berat distribusi tekanan.

yp = 32 h = 3x3
2
=2 m

b. Berdasarkan persamaan (2.4) dan (2.5)

Jarak vertikal pusat berat bidang dari muka air :

Yo = ho = 21 h = 23 = 1,5 m
Luas bidang : A = 2x3 = 6 m2
Gaya tekanan : F = A Po = A ho y ::. o x l,Sx 1000 = 9000 kgf = 9,0 ton
ll. HIDROSTATIKA 43
Momen enersia : /0 = 112 bh3 = 1x2x33 = 4,5 m4
Letak pusat tekanan Yp = Yo +
Io = 1,5 +
45 =
2 m
:
A yo
Soal 29
m
Plat berbentuk lingkaran dengan diameter 2 terendam di dalam air
dengan posisi vertikal dan titik tertingginya pada muka air. Hitung gaya
tekanan pada plat dan letak pusat gaya tersebut.
Penyelesaian :
Digunakan sistem satuan SI.
Karena bidang tidak berbentuk segi empat maka gaya tekanan clan
pusat tekanan ticlak bisa clihitung berclasar clistribusi tekanan, tetapi harus
menggunakan rumus (2.4) clan (2.5).

Luas biclang : A = i.nD2 = 3,1416 m2


Jarak pusat berat bidang dari muka air :

ho = Yo = 21 D = 1,0 111

Momen inersia : = D4 = 0,7854 m4


10

Gaya tekanan :
F = Apo = A hopg = 3,1416x1,0x1000x9,81
= 30.819N = 30,819kN
Pusat tekanan :

Yp -- Yo + A...lE_yo -- 1,0 + 3,1416x1,0 - 1,25 m


0,7854
-

Soal 30
m; m;
m
Plat berbentuk trapesium dengan sisi atas 1,0 sisi bawah 2,0 dan

m
tinggi 1,0 terenclam dalam air secara vertikal clengan sisi atas sejajar cle
ngan muka air. Sisi atas tersebut terletak 1,0 di bawah muka air. Hitung
gaya tekanan pada plat dan letak pusat tekanan.
44 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Penyelesaian

i II
,.

t,o
i ,o
/ .o
ho
I

r
;
i

-i-

Tekanan pada pusat berat bidang :


po = ho y
D alam hitungan ini bidang di bagi menjadi dua bagian yaitu bentuk segiem
pat dan segitiga.
Luas bagian segiempat : A1 = 1 x l = 1 m2
Luas bagian segitiga:

Az = 2X2X1X
1 1 .,
2 = o,s m-

Luas bidang total : At = A 1+Az = 1,5m 2


Pusat berat plat dihitung berdasar momen statis terhadap sisi bawah
bidang :
1
At Y = A1y1 + A 2 y2 - l,Sy = 1x0,5 + o,sx 3

y = 0,4444m
h0 = 1,0 + (1 - 0,4444) = 1,5556m
Gaya tekanan pada bidang :

Fo X
= A ho y = 1,5 1,5556x 1000 2333,4kgf = 2,3334ton
=
11. HIDROSTATIKA 45
Momen inersia terhadap pusat berat :

lo = [ /ol + A 1 (y1-y) 2 ] + 2 x [ /o2 + A 2 <Y2 -y) ]


2

1
= [ x t x t3 + 1 X l(0,0556l ]
12
lo

+ [ 2x (; xo,5x t3 + 0,25x0,11112) )
6

= 0,0864 + 0,0339 = 0,12035m4


Letak pusat tekanan :

Io 0,12035
- = 1,5556 + 1 ,S X 1,5556 = 1,6072 m
Yp = Yo + A
Yo
Soal 31
Plat lingkaran berdiameter 3 m
terendam secara vertikal di dalam air l m

adalah 1 m di bawah muka air. Plat


sedemikian sehingga titik teratasnya
Yol
Yo
tersebut mempunyai lobang berben
tuk segitiga sama sisi dengan panjang
sisi adalah 0,6 m. Puncak segitiga
berimpit dengan pusat lingkaran
sedang dasar berada di bawah pusat
lingkaran dan sejajar dengan muka
air. Hitung gaya tekanan pada plat
dan letak pusat tekanan.
Penyelesaian.
Misalkan A 1 adalah luas plat ling-karan dan A 2 adalah luas lobang se
gitiga.
Tinggi segitiga :

lt = v,...
o.- .- 62---0,32 = 0,51% m
Luas lingkaran dan lubang segitiga :

4 (3t = 7,0686m-
j( ? ?
A1 =
46 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

1
Az = 2 x o,6x0,5l96 = 0,1559m 2

Jarak pusat berat lingkaran dan lubang segitiga :

yo 1 = l + 1,5 = 2,5 m
2
Y02 = 2,5+ J X 0,6 = 2,9 m

Gaya tekanan pada bagian lingkaran dan lubang segitiga :

Ft = po A = p g yo1 A = 1000x9,81x2,5x7,06S6
= 173.357,4N = 173,357kN
Fz = p gyozA = 1000x9,81x2,9x0,1559 = 4435,2N = 4,435kN
G aya tekanan pada plat berlobang :

F = Ft - Fz = 173,357 - 4,435 = 168,922kN


Momen inersia lingkaran dan lubang segitiga :
1 4
!0 1 = 64 :n: D = 64 (3) = 3,9761 m
:n: 4 4

36 b h x 0,6x(0,5196) = 0,00234m4
1 3 1 3
Ioz = =
36

J arak pusat berat lingkaran dan lubang segitiga terhadap muka air :

Yp l - _!Q!_ - 2'5 + 3,9761 - '")..,72)- m


- YOl + A -

lYOl 7 ,0686 X 2 ,5
-

- 2'9+ 0 0 00234
- yoz +A
Yp Z - , 1559X 2,5
2Y02
-
- 2'906 nt

Momen terhadap muka air :


_ !lYPl -
Fz
Yp - F

= 1 73,357 x2,725 - 4, 435 x 2,906 2,7202m


Yp -- -----16922 ---- =
11. HIDROSTATIKA 47

Soal 32
Plat bentuk gabungan dari segiempat dan segitiga seperti terlihat da
lam gambar. Panjang dan lebar segiempat adalah 3 m dan 2 m , sedang le
bar dasar dan tinggi segitiga adalah 2 m dan 2 m. Plat tersebut terendam di
dalam air pada posisi miring dengan membentuk sudut a = 30 terhadap
muka air. H itung gaya tekanan yang bekerja pad a plat dan letak pusat te
kanan. Sisi atas plat berada pada 1m di bawah muka air.
Penyelesaian

Untuk memudahkan hitungan maka plat dibagi menjadi dua bagian yaitu
bagian segiempat dan segitiga.

Bagian segiempat :
Luas : A1 = 2 x3 = 6m
Kedalaman pusat berat bagian segiempat dari muka air

ho1 = 1, 0 + x3xsin 3 0 = 1,75 m


lto1 1'75 = 3 5 m
VOl = '
sin 3 0 sin 30
= ---

'
Gaya tekanan :

F1 = p g lto1 A 1 = lOOOx9,8 1x 1,75x6 = 103.005N = 103,005 kN


48 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

1

Momen inersia : lot = 1 b h3 = 12 x2 x 33 = 4,5 1114

lot 45
J arak pusat tekanan : Ypl = yo1 + = 3,50+ = 3,7 143111
A Y01-
6 X 3' 5
B agian segitiga :

Luas : A z = x 2 x 2 = 2 m2
Kedalaman pusat berat bagian segitiga dari muka air

hoz = 1,0 + 3 sin 30 + x 2 x sin 30 = 2,8333m


2
yo2 = = 8333 = 5,6667m
sin 30 sin 30

Gaya tekanan :

Fz = p g hoz A z
= 1000 x 9,81 x 2,8333 X 2 = 55.589,3N = 55,5893kN

Momen inersia : loz =


3 b
h3 = x 2 x23 = 0,44441114
loz 0,4444
J arak pusat tekanan : Yp2 = Y02 + = 5,6667 + = 5,7059 m
A yoz 2 x 5,6667
Gaya total pada plat :

F = Ft + Fz = 103,005 + 55,5893 = 158,5943kN


Letak pusat tekanan plat gabungan dihitung berdasarkan momen terhadap
muka air.

FtYpl F -2
- + zYp
,Vp F
_
-+ -

103,005 x3,7 143 + 55,5893 x5,7059


Yp = 158,5943
= 4,4124111

h p = Yp sin 30 = 2,2062m
II. HIDROSTATIKA 49

Soal 33
Pintu lingkaran dipasang pada dinding vertikal seperti terlihat dalam
P
D P
gambar. Tentukan gaya horisontal yang diperlukan agar pintu bisa menu
dan h). Gesekan pada sendi diabaikan. Berapakah nilai
D
tup (dalam
apabila 1,0 m dan h = 2 m .
=

Penyelesaian

M
Gaya tekanan hidrostatis :

F = poA = pgh - n
:n; ')
Yf>
.
h
4 .
' Send i
Momen inersia pintu :

Io = :n; 4
D
64
Jarak vertikal pusat berat pintu terhadap muka air :

yo = h
Letak pusat tekanan :

D2
:n; D4
Yp = yo + A yo = yo + J_ 2
lo
-
64
-- =h +-
16 /r
D h
4
Momen gaya-gaya terhadap sendi adalah nol :

'i. Ms = O -+ P 2
D
- F (yp - h) = O
P- - pgh -4 n- (h + 16D 11 - h) = o
D 2
:rt "
-
2

pgh 4 D 2
2
2 =O
D D :rt
p
-+ -
16 h
4
P = pg64:n: D ]:_D = pg:n:32D = 1000x9,8 1 :n: D3
3
32
P = 963'09 D3
Untuk D = 1 ,0 m dan h = 2,0 m maka :

P = 963,09 X l,o3 = 963,09 N


50 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

S oa 1 3 4
Pintu air berbentuk segiempat de
ngan tinggi H = 3 m dan lebar B = 1,5
m . Pintu tersebut direncanakan untuk
membuka secara otomatis apabila ting
gi air h = 1 m . Tentukan lokasi dari
sumbu putar horisontal 0 - 0 ' .
Penyelesaian
Luas bidang :

A = H B = 3 X 1 '5 = 4'5 m 2 . 4 ..
4
.

Jarak vertikal pusat berat pintu terhadap muka air :

ho = yo = h + = 1,0+ = 2,5 m

Momen inersia :

lo = 121 BH
3
=
1
12
x 1,5X 33 = 3,375 m4

Gaya tekanan : F = A p0 = A h0 y = 4,5x 2,5x 1000 = ll.250kgf


- 2,5 + 3,3
- Yo + .J..E_ -
Yp -
75 -
Pusat tekanan : 2,8 m
A Yo 4 , 5 X 2 ,5

Supaya pintu membuka maka sumbu pintu diletakkan pada pusat te


kanan, yaitu pada jarak 2,8 m dari muka air.
Soal 3 5
Pintu vertikal berbentuk segiempat dengan tinggi 3 m dan lebar 2 m
menahan air di sebelah hulunya yang mempunyai kedalaman 5 m di atas si
si atasnya. Tentukan letak garis horisontal yang membagi luasan pintu se
demikian sehingga a. gaya pada bagian atas dan bawah adalah sama, b. mo
men dari gaya-gaya terhadap garis tersebut adalah sama.
Penyelesaian
a. Mencari garis horisontal yang m embagi luasan pintu sedemikian
sehingga gaya pada bagian atas dan bawah adalah sama.
11. HIDROSTATIKA 51

Misalkan garis horisontal terse


but berada pada kedalaman h dari si
si atas pintu. Luas bidang bagian pin
tu yang berada di atas dan bawah ga S" m
ris tersebut adalah : I

At = 2 /t l
A 2 = 2 (3-lt ) = 6- 2/t

Pusat berat bagian pintu yang bera


da di atas dan bawah garis tersebut -
fl.

adalah :
h
hot = 5 + -
2
3-lt
lto2 = (5 + h) + --
2
Gaya hidrostatis yang bekerja pada bagian pintu yang berada di atas dan
bawah garis tersebut adalah :

Ft = A tPOl = A t h ol Y = 2h X (5+ 2) y = (h + lO h) y
h 2

3-h
F2 = A2 p02 = A2 h 02 Y = (6-2/t) X (5+/t + --) Y
2

= [6-2/t (6,5 + 0,5 /t ) ] y

= ( -112 - HYt + 39) y


Kedua gaya tersebut adalah sama:

2
(h 2 + 10 /t ) y = ( -lt - lUll + 39) y

1t2 + l O h - 19,5 = 0

1t - b Y b2 - 4ac - lo v 100 + 78
2a
= = = 1'67 m
2
52 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

J adi garis horisontal yang membagi pintu sedemikian sehingga gaya yang
bekerja pada bagian atas sama dengan bagian bawah terletak pada jarak
6,67 m dari muka air.
b. Supaya momcn gaya-gaya tcrhadap suatu garis adalah nol, maka garis
tcrsebut harus berada di pusat tekanan pada bidang pintu.
Gaya yang bckcrja pada pintu :

F = A po = 3 x 2 x 6,5x lOOOx9,81 = 382.590N = 382,59kN

Pusat gaya tekanan :


1 3
10 12 x 2x 3
Yp = yo + A = 6,5 + 3x2x6,5 = 6,6 15 m
yo
Jadi sumbu horisontal yang terletak pada kedalaman 6,615 m memberikan
momen gaya-gaya sama dengan nol.
Soal 36
Bendung seperti tergambar de
ngan tinggi 5 m dan lebar 2 m mem
punyai sendi p ada pusatnya. Hitung
gaya reaksi pada batangAB.
Penyelesaian
Tinggi bendung scarab bidang miring:
5
H = -- = 5'714 m
sin 60

Luas bidang bendung :

A = HB = 5,774X2 = 11,548m2
Gaya tekanan hidrostatis :

F = A po = A ho y

= 11,548x2,5x 1000

= 28.870 k?f :-: 28,87 t


11. HIDROSTATIKA 53

Jarak searah bidang antara pusat berat bidang bendung dan muka air :
5 774
yo = 2 = 2,887 m

Letak pusat gaya tekanan :

12 x2x5,774
1 3
=
Yp yo A = 2 ,887 = 849 m
1 1'548X 2'887 3,
10
+ +
YO
Reaksi pada batang AB.
Gaya tekanan bekerja pada pusat tekanan P.
'L Mo = O
FxPQ = RAB xAQ

R = FxPQ = 28,87x (5,774- 3 ,849) = 19 25 t


AB AQ 2,887 '

Soal 37

r II
Pintu lingkaran seperti tergambar
"la

I,
"lA.
mempunyai sendi pada sumbu horison ;'

l
I
talnya. Apabila pintu dalam kondisi se
JPA
h ,..
I
imbang, tentukan hubungan antara h A T Yre ha

dan h B sebagai fungsi dari YA. YB, dan d. I I t

j
I
F,e
Penyelesaian FA d

_j_

Luas pintu : A = .:rrd2

Gaya tekanan :
,I

Pusat tekanan :
54 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Momen terhadap sendi adalah nol.


'i.Ms = 0

2
d2
YA = YB
hA A d
y x 16 h A = h B YB X 1 6 h
B
....,

Jadi supaya pintu dalam kondisi seimbang m aka YA = ys, dengan kata
lain zat cair adalah sama.
Soal 38
Pintu air berbentuk lingkaran dengan diameter 4 m mempunyai sendi
terhadap sumbu horisontal yang melalui pusat beratnya seperti terlihat da
lam gambar. Pintu tersebut menahan air yang berada di sebelah hulunya.
Hitung gaya P yang diperlukan untuk menahan pintu. Apabila di sebelah
hilir pintu terdapat air dengan muka air adalah pada titik puncak pintu,
tentukan resultan gaya hidrostatis.
Penyelesaian

a. Di sebelah hilir pintu tidak ada air.


Luas pintu :

Jarak pusat berat pintu dari muka air :


h o = Yo = 1 + 0,5 x 4 = 3 ,.,,
11. HIDROSTATIKA 55

Momen inersia :

-
'
1

(4)4 = 12,5664m4
n
=
64
Gaya tekanan hidrostatis pada pintu :

F = po A = p g ho A

= 1000x 9,81x3x 12,5664

= 369.829,15 N = 369,8292kN

Io 12,5664 ,
Letak pusat tekanan : Yp = Yo + =3+ = 3,3333 m
A yo 12,5664 x3
Letak pusat gaya terhadap sendi : OG = 3,3333 - 3 = 0,3333 m
Momen terhadap 0, Mo = 0 :
F x OG - P x OA = 0 -+ 369,8292X0,3333 = Px2,0

P = 61,6382 kN

b. Di sebelah hulu dan hilir pintu terdapat air.


Apabila pintu menahan air pa
da kedua sisinya, tekanan hidrostatis
netto yang disebabkan oleh resultan
diagram tekanan rnenghasilkan dis
tribusi tekanan rnerata yang besar
nya adalah p = pgh, dengan h adalah
selisih elevasi rnuka air sisi kiri dan
kanan.
Gaya tekanan hidrostatis :
F = pghA

= 1000x9,81x l x x 4
2
56 SOAL P ENYELESAIAN HIDRAULIKA I

= 123.276 N = 123,276 kN
Gaya tersebut bekerja pada pusat pintu 0. Oleh karena Momen ter
hadap 0 adalah nol, maka pada dasar pintu tidak diperlukan gaya untuk
menahannya.

Soal 3 9
Suatu pintu air seperti tergambar mempunyai berat 3,00 kN/m' yang
tegak lurus bidang gambar. Pusat beratnya terletak pada 0,5 m dari sisi kiri
dan 0,6 m di atas sisi bawah (lihat
gambar). Pintu tersebut mempunyai
sendi di titik 0. Tentukan elevasi mu
ka air sedemikian rupa sehingga pin
tu mulai membuka.
h

I
Penyelesaian
Gambar di samping menunjuk ...1.
kan gaya-gaya yang bekerja pada pin
tu air. Tekanan hidrostatis tergan an
tung pada tinggi muka air di atas sen
di. Pada saat pintu mulai membuka,
momen gaya-gaya terhadap sendi 0
adalah sama dengan nol.
Gaya tekanan hidrostatis :
1
F1 = l h P air g h = l1 X Jz-, X 1 X 9,81 = 4,905h2 kN
Fz = 1,5 p g h = 14,715h kN
Momen terhadap sendi 0 :

'L Mo = O

1
F1 3 h +W X 0,5 Fz X 0,5 X 1,5 = 0
-

4,905h- X 3 h + 3 X 0,5 - 14.715/z X 0,5


' 1
X 1,5 = 0
Il. HIDROSTATIKA 57

1,635 h3 + 1,5 - 11,03625/z = 0

Jz 3 - 6,75h + 0,9174 = 0

Persamaan di atas diselesaikan dengan coba banding untuk men


dapatkan harga h, dan akhirnya didapat :
h = 2,525 m

Jadi pintu air mulai membuka apabila tinggi air adalah 2,525 m di atas
sendi.
Soal 40
Pintu air dalam soal di atas dalam keadaan membuka dan muka air di
hulu di bawah sendi. Tentukan elevasi muka air sedemikian sehingga pintu
mulai menutup.
Penyelesaian

j_
h

Tekanan hidrostatis pada pintu :

F = l h p g h = 2 x 1000x9,81xh-
1 1
4.905 h2 N = 4,905 h2 kN
?
=

'LMo = o

3) = 3,0 x 0,6 4,905 1! 2 (1,5 - 3) = 1,8


h h
F (1,5 - -+

2
Jz 3 - 4,5 h + 1,1 = 0 -+ didapat : h = 0,525 m .

Jadi pintu mulai menutup apabila h = 0,525 m


58 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Soal 41
Seperti dalam soal di atas, hitung h
dan gaya Fp untuk menahan pintu apabila
gaya pada pintu adalah maksimum.
Penyelesaian

1 2
F1 = 2 h X p g h = 4,905 h

F2 = 1 ,5 X p g h = 14,7 15h

'J:. Mo = O
2 h
4,905 1! X 3 + 3,0 X 0,5 + Fp X 1,5

- 14,715h X0,5 X 1,5 = 0


3
1,635 h + 1,5 + 1,5 Fp - l1,03625h =0
Fp = - 1,09 h 3 - 1 + 7,3575h

d Fp
dh
= -3'27 h 2 - 0 + 7 3575 = 0
'

Dari persamaan tersebut didapat, h = 1,5 m

Fpmaks = -1,03 (1,5)3 - 1 + 7,3575 X 1,5 = 6,56 kN

Soal 42
Pintu air otomatis dipasang di daerah muara untuk mengontrol elevasi
muka air di sebelah hulu (sungai) seperti tergambar. Pintu tersebut ber
bentuk lingkaran dengan diameter 1,0 m . Pintu tersebut mempunyai sendi
pada sisi atasnya. Pada posisi tertutup, pintu tersebut miring 10 terhadap
vertikal. Berat pintu adalah 3 kll. Apabila elevasi muka air pada sisi hilir
(laut) adalah sarna dengan letak sendi, tentukan perbedaan elevasi rnuka
air di hulu dan hilir ketika pintu mulai membuka. Rapat relatif air di hulu
dan hilir pintu dia.nggap sama, S 1. =
11. HIDROSTATIKA 59

Penyelesaian
Mekanisme pengoperasian pintu otomatis adalah sebagai berikut ini.
Pada saat muka air hulu rendah (tidak banjir), karena berat sendiri pintu
akan menutup. Tekanan hidrostatis
di sebelah hulu tidak mampu untuk
melawan berat pintu dan tekanan
hidrostatis di sebelah hilir. Pada 't T

waktu muka air hulu naik (banjir) l
tekanan hidrostatis akan bertambah
besar. Elevasi muka air hilir
dianggap konstan, yang bisa berupa "' l.

l
daerah laut atau sungai besar. Pada
elevasi muka air hulu tertentu,
tekanan hidrostatis yang terjadi
sudah cukup besar sehingga mampu
untuk membuka pintu. Dengan ter
bukanya pintu tersebut air banjir
bisa dibuang melalui pintu.
Kedalaman air di hilir dan hulu :
h t = D cos a = 1 cos 10 = 0,9848m
hz = (h + 0,9848) m
Luas pintu :

A = 1!..4 n2 = 1!..4 12 = o'7854m2


Gaya tekanan hidrostatis di hilir :
Ft = A p g ho1
= 0,7854x lOOOx9,81x 09 48 = 3.793,8N = 3,7938kN
Momen inersia :
2 4
I = !!._ D4 = !!._ 1 = 0 '0490874m
64 64
Letak pusat tekanan :
I 0,0490874
Yp1 = YOl +
Y01 ==
0,5 +
O 7854X O'5 =
'
0,625 m
60 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Gaya tekanan hidrostatis di hulu :

0 9848
F2 = A p g ho2 = 0,7854x 1000x 9,81x (h + - -- )
2

= (7.704,8h + 3.793,8) N = (7,7048h + 3,7938) kN


Jarak searah pintu dari sendi ke muka air : y =_h =
cos
_ 1,0154h
a

Letak pusat tekanan dari muka air hulu :

Y02 = 1,0154h + D
2 = 1,0154h + 0,5

YP2 = Y02 +
I
A yo2
= (l,Ol54h + 0,5) + 0,7854 X0 (1,0
0490874
154h + 0,5)
2
= (1 '0154h+O'5) + 1,015411
0,0625
+ 0,5
= (1,0154h+0,5) + 0,0625
(1,015411+0,5)
2
- 1,031037h + 1,015411 + 0,3125
- (1,015411 + 0,5)
Pada saat pintu mulai membuka, momen statis terhadap sendi adalah no
'i:. Ms = O

F1 X Ypl + W x 0,5 sin a - F2 X (yp2 - 1,0154h) = 0

3,7938 X 0,625 + 3 X 0,0868


2
- (7,7048 h +3 ,7938) [ 1,0 31037h + 1,0 154h +0,31 - 1 '0154h ] = 0
(1,0154h +0,5)
Bentuk tersebut dapat disederhanakan menjadi :

3,91173h 2 + 1 ,66181 h - 0 , 130 19 = 0


Penyelesaian dari persamaan di atas mcnghasilkan :

h = 0,0676 ""' 7 cm

Jadi pintu akan memhuka apabila elevasi muka air di hulu adalah h 7 cm
di atas elevasi muka air bi\ir.
Il. HIDROSTATIKA 61

Soal 43
Pintu A B dengan panjang L = 5 m dan lebar B = 3 m seperti terlihat
dalam gambar. Berat pintu adalah W = 1,0 ton dan berat pemberat P 1,6
=

ton. Hitung elevasi muka air di hulu h pada saat pintu mulai membuka.
Penyelesaian

Panjang bagian pintu yang terendam air : y = -/J- = 1,1547 h


sm a
Jarak vertikal antara pusat berat pintu dan muka air :

ho = = 0,5 h
Luas bidang pintu yang terendam air

A = B y = 3 y = 3x 1,1547h = 3,4641h
Gaya tekanan hidrostatis pada pintu :

F = poA = ho y A = 0,5 1J X 1000x 3,4641h

= 1.732,051! 2 kgf = 1,7320511 2 ton


Momen inersia bagian pintu yang terendam air :

1 1 3
lo = 1 2 B i = 12 X 3 X (1,1547 h)3 = 0,3849h

Letak gaya pusat tekanan :


62 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

/o
YP = yo + A
yo
-

0 3849h3
= (.!. X 1 1547 h) + = 0'7698h
2 ' 1
[3 X 1,1547h X 2 (1,1547h)]

Pintu mulai membuka apabila momen terhadap sendi B adalah nol,


LMa = O
1
W x 2 L cos 60 + F (y - Yp) - P x AB = 0


1,0x x 5 cos 600 + 1,73205h 2 x (1,1547h - 0,7698h) - 1,6x5 = 0

1,25 + 0,6667 h3 - 8 = 0

didapat : h = 2,1634m ::::: 2,16 m

Jadi pintu akan terbuka apabila kedalaman air di hulu adalah h = 2,16 m.
Soal 44
Pintu AB seperti tampak dalam gambar mempunyai panjang L = 5 m,
2
lebar B = m dan berat W= 15 kN, mempunyai sendi di B dan menumpu
pada dinding di A. Tentukan elevasi muka air h apabila pintu mulai mem
buka.
Penyelesaian

t
II. HIDROSTATIKA 63
Panjang searah pintu dari tinggi air hulu di atasA :
5 = 1,25h
y = -h
4
Yo = 1,25/J + 2,5
Jarak vertikal antara pusat berat pintu dan muka air hulu :
4 = 4 (1,25h + 2,5)
h 01 = sYO
S
Panjang searah pintu antara titikA dan perpanjangan muka air hilir :

z = -45 x 2 = 2'5m
Zo = z + 2,5 = S,Om
Jarak vertikal antara pusat berat pintu dan muka air hilir :

ho2 = 2 + 0,5x4 = 4,0m


Luas bidang pintu : A = BL = 2x5 = 10 m2
Gaya tekanan hidrostatis pada sisi hulu :

Ft = potA = pghotA = lOOOx9,81x 54 (1,25h+2,5) x 10


Ft = 98 100 h + 196.200 kg{ = 98,1h + 196,2 ton
.

Momen inersia pintu :

lo = 12 B L3 = 1 X 2 X 53 = 20,8333m 4
1 12
Letak pusat tekanan :
Io = 1
= YO + A 20,8333
Yp < 25h + 25) + 10 X (1,25h + 2 5)
YO '

yp = 1,25h + 2,5 + 1,252,0833


h + 2,5

=
1,5625h 2 + 6,25h+6,25 +2,0833 = 1,5625h 2 +6,25h+8,3333
1,25h+2,5 1,25h+2,5
64 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIK.A I

Gaya tekanan hidrostatis pada sisi hilir :

Fz = pozA = p g h o2 A
= 1000x 9,81x4,0X 10 = 392.400N = 392,4kN
J arak pus at tekanan :

Io 20,8333
zp = zo + = + = 5,4167m
A zo 5 10x 5
Pintu mulai membuka apabila momen terhadap sendi adalah nol, LMs = 0
F1 X {(y + 5) -yp] - W X 0,5 X 3 -Fz (7,5 - Zp) = 0

1 562 2 +6291 +83333)


(98, 1h + 196'2) [ (1 '25 h + 5) - ( 911 2Sit+2 5 ]
' ,

- 15x0,5x3 - 392,4 (7,5 -5,4167) = 0


1,562.912 + 3,1291 +6,2Sit + 12,5)-(1,562.9! 2 +6,2Sit +8,3333)
(98 , 1h + 196,2) (
1 '2.91+2,5
-819,1539 = 0
3 125 h + 4 166
(98' 1h + 1.96, 2) ( 1,25 h + 2 5 7) - 839,9869 = 0
,

306,5625h2 + 408,7533h + 6 13,125h + 817,5065


- 1049,9836/J - 2099,9673 = 0
h 2 - 0,0917 h - 4,1834 = 0
Penyelesaian dari persamaan tersebul adalah h 2,4587 m . =

Jadi pintu mulai membuka apabila elevasi muka air d i hulu adalah h
=2,46 m di atas titik A.
Soal 45
Pintu air berbentuk lingkaran dengan diameter 1,0 m mempunyai
sendi pada sisi (titik) teratasnya seperti terlihat dalam gambar. Hitung
berat pin tu sedemikian sehingga pintu mulai membuka.
ll. HIDROSTATIKA 65

Penyelesaian

sina = -+ h = D sin a = l,Ox sin 4SO = 0,7071 m

Luas bidang pintu : A = (D)2 x l,if = 0,7854 m2


=

Jarak vertikal pusat berat terhadap muka air :

h o = !!.2 + 0'5 = 0707


2
+ 0' 5 = 0 8535 m
'

Jarak miring (searah pintu) pusat berat terhadap muka air :

yo = 0,5 + &4 = 0,5 + 05


= 1,2071 m
sin 4S'
Momen inertia bidang pintu :
4 rA
Io = 64 D = 64 l,u = 0,049087 m
n n 4

Gaya tekanan F =A p o =A h o
: y=
0,7854x 0,8535x 1,0 = 0,67034 t
Pusat gaya tekanan :
- _..!2._ -
A yo - 1,2071 + 0,7854x 1,2071 - 1,2589
0,049087 -
Yp - YO + m

Berat pintu dihitung berdasar momen terhadap sendi, LMs = 0 :


66 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

F (yp - SA) - W (0,5 cos 4.s<') = 0


0 ,67034 (1,2589 - 0,7071) - w (0,35355) =0
W = 1,0462t
Apabila pintu terbuat dari besi dengan rapat relatif S=7,85; berarti
tebal pintu adalah :
w 1'0462
t= = = 0,17m
A Y besi 0 ,7854X 7 ,85
--

Tampak bahwa pintu sangat tebal (t= 17 cm). Untuk mengurangi berat
(tebal) pintu, maka pintu tersebut diberi pemberat, yang bisa terbuat dari
beton, seperti terlihat dalam gambar.

I
F l

Dengan cara seperti di atas, untuk kondisi dengan pemberat sebesar


325 kg[, berat pintu dihitung berdasar momen terhadap sendi, s = 0 :

F (yp -
SA ) - W (0,5 sin 4.s<') - 0,325x 1 = 0
0,67034 ( 1,2589 - 0 ,7071) - w (0,35355) - 0,325 ::: 0
W = 0,127t
Tebal pintu :
- _lf_ , 0 127 - 0 02m - 2 cm
A Ybesi - 0 ,7854x 7,85
-
-
-

1
ll. HIDROSTATIKA 67

Soal 46
Suatu bendung beton berbentuk trapesium dengan tinggi 5,0 m , lebar
puncak 1,0 m dan lebar dasar 6,0 m . Sisi hulu bendung adalah vertikal, se
clang kemiringan sisi hilir adalah 1 : 1. Muka air hulu sama dengan puncak
bendung, sedang kedalaman muka air hilir adalah 1,0 m. Koefisien gesekan
antara dasar pondasi dengan bendung adalah 0,6. Rapat relatif beton ada
lah S = 2,45. Selidiki stabilitas bendung terhadap penggulingan dan geseran
Penyelesaian

Gaya-gaya yang bekerja pada bdung ditunjukkan dalam gambar,


yang terdiri dari gaya berat sendiri, gaya tekanan hidrostatis pada sisi hulu,
hilir dan pada dasar bendung (gaya angkat). Hitungan dilakukan untuk ti
ap m' bendung. Gaya pemberat terdiri dari berat bendung (W1, W2) dan
berat air (W3).

Gaya pemberat tersebut adalah :


W1 = Ba H1 pb g = 1,0 x 5 x 2.450x9,81 = 120.173N = 120,173 kN

Wz = 21 (Bb-Ba) H1 pb g
1
= 2 (6-1) 5 x 2.450x9,81 = 300.431N = 300,431 kN
68 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

w3 = 21 Hz pa irg = 21 X 1 X 1 x 1000 x9,81 = 4.905N = 4,905kN


Gaya tekanan hidrostatis pada sisi hulu bendung :

Fx1 = 21 H1Pair g H1 = 21 X 5 X 1 X 9,81 X 5 = 122,625kN

1 1
Fxz = 2 Hzpairg Hz = 2 X 1 X 1 X 9,81 X 1 = 4,905kN

Gaya angkat pada dasar bendung :

Fyl = Hz P a irg Bb = 1 X 1000 X 9,81 X 6 = 58.860N = 58,86kN


1 1
Fyz = 2 (H1 - Hz) Pairg Bb = 2(5 - l) x 1x9,81x6 = 117,72kN

Tinjauan terhadap geseran


Gaya penggeser, F = Fx l - Fxz = 122,625 - 4,905 = 117,72 kN
Gaya penahan geser,

T = [(W1 + Wz + W3) - (Fyl + Fyz))f


= [(120,173+300,431+4,905) - (58,86+117,72))0,6=149,357kN
Oleh karena T = 149,357kN > F = 117,72kN ; maka bendung aman terha
dap penggeseran.
Tinj auan terhadap penggulingan
Momen pengguling terhadap titik A :
1 1 2
MpA = Fx1 3 H1 +Fyl 2 Bb + Fyz 3 Bb

= 851,835kNm
Momen penahan guling terhadap titikA :
11. HIDROSTATIKA 69

MPGA =
1 2
W1 [(Bb - Ba) + 2 Ba] + W2 X 3 (Bb - Ba)

= 120,173(5 + 21 x 1) + 300,431x 32 x5,0 + 4,905x 31 x 1

+ 4,905x 31 x 1
= 1665,658kN m
MpA = 851,835kNm < Mr oA = 1665,658 kNm
Jadi bendung aman terhadap penggulingan.

Soal 47
Pintu seperti tergambar mempu
nyai permukaan silinder dengan jari
jari 10 m bertumpu pada sendi 0.
Panjang pintu 12 m (tegak lurus bidang
gambar) . Tentukan besar dan letak
gaya hidrostatis pada pintu. j_
Penyelesaian

Luas segmen PQS = 2 10 sin 22,SJ x 10 cos 22,SJ


3 0 n 10 -
= 39, 27 - 35,36 = 3,91 m 2

< OPQ = 180o - 4SJ = 67 5>


,
2

< PQR = 90 - 67,5> = 22,5>

J5Q = 2 r sin 22,5> = 7,6537 m


PR = J5Q sin a = 7,6537 sin 22,SJ = 2,929 m
Luas t1 PQR = x QR x PR = x 2, 929x 7,071 = 10,355 m2
70 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Luas bidangPSQR = luas APQR - luas segmen PQS


= 10,355 - 3,91 = 6,445 m2
Kedalaman air :

h = r sin a = 10 sin 4.SO = 7,071 m


Komponen gaya horisontal pada pintu :

Fx = Apo =A hor
= 7,071X12X ?,7l X 1000 = 300.000 kg{ = 300,0 t

Komponen gaya vertikal pada pintu :

Fy = berat zat cair yang dipindahkan segmen PQ


= 1000x l2X6,445 = 77.343 kg{ = 77,343 ton
Gaya tekanan total :
r--------
F= V 3oo2 + 77,34'i = 309,8 t

rp = arc tg FF = 14,4lf
Gaya Fx bekerja pada jarak y = jx7,071 = 4,714m dari muka atr.

Resultan gaya F membentuk sudut rp = 14,4tf terhadap horisontal.

Soal 48
Tangki dengan tampang lintang seperti tergambar berisi air sampai
kedalaman 2 m . Hitung besar dan arah gaya pada permukaan lengkungAB
tiap satuan panjang tangki dan letak titik tangkap dari gaya tersebut. Jari
jari permukaan lengkung adalah 1 m.
Penyelesaian
Gaya yang bekerja pada bidang lengkung adalah resultan dari kompo
nen gaya horisontal dan vertikal. Komponen horisontal adalah gaya tekan
an hidrostatis pada proyeksi vertikal dari bidang lengkung AB. Komponen
II. HIDROSTATIKA 71

vertikal adalah berat zat cair di atas bidang lengkung. Gaya-gaya tersebut
dapat dilihat dalam gambar.

i ""
I

t
i 'M

Jarak vertikal antara muka air dan pusat berat proyeksi vertikal bidang
lengkungAB :
h o = 1,0 + 0,5 = 1,5 m
Komponen gaya horisontal :

Fx = p g ho A
= 1000X9,81X ( 1+0,5 ) x 1 x 1 = 14.715 N = 14,715 kN
Momen inersia proyeksi vertikal bidangAB :
1 3 1 3 4
Io =
12 b h = 12 x 1 x 1 = 0,08333m
Letak pusat tekanan :
Io
Yp = Y o + A y = 1,5 + 1 0,08333
o X 1 X 1,5 = 1,5555m
Komponen gaya vertikal :

Fy = pg (volume ABCD)

= 1000x9,81 [ l X l + n (1)2 ] x l = 17.514,8 N = 17,5148 kN


Letak pusat tekanan dari komponen gaya vertikal adalah pada garis
vertikal melalui pusat berat dari volume air di atas bidang AB. Pusat te-
72 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

kanan tersebut dapat dicari dengan menyamakan jumlah momen statis dari
luasan segi empat dan seperempat lingkaran terhadap garis vertikal mela
lui titik B dengan momen statis luasan total terhadap garis yang sama.

(Luas ABCD) Xp = ( luas AFCD ) X 2,1 X 1 + ( luas ABF ) x 4R


3.n

(1 X 1 + 41 :Jr 12) Xp =
4X 1
( 1 X 1 ) X 0,5 + ( 41 lC 12) X 3"Jr
1,7854xp = 0,5 + 0,3333 -+ Xp = 0,4667m
Resultan gaya :

F = vr--x-
2_+_F
_y_2 = V 14,7152 + 17,514Sl = 22,8758kN
Arah resultan gaya :

Fv
tg f{J - F:
_

- 17,5148
_ _
14, 715 - 1,1903 -+ f{J = 49,9(f = 49 581

Soal 49
Selesaikan soal 48 untuk kon
disi yang sama kecuali bahwa air
berada di luar tangki seperti terli
hat dalam gambar.
Penyelesaian:
Komponen gaya horisontal a
dalah tekanan hidrostatis pada pro
yeksl vertikal bidangAB,

Fx = p g h o A

= 1000x9,81x 1,5x 1 x 1
= 14.715 N = 14,715 kN
Komponen gaya vertikal adalah berat volume air khayal di atas bidang
lengkung AB.
Il. HIDROSTATIKA 73

Fy = p g (volume air ABCD)



= 1000x9,81 ( 1x 1 + x 12 ] x 1 = 17.514,8 N = 17,5148k N

Letak titik tangkap gaya dihitung dengan cara yang sama dengan soal 48.

Yp = 1,5555m dan Xp = 0,4667m


Resultan gaya :

F= VFx 2 + Fy 2 = V 14,7152 + 17,514s2 = 22,8758k N


arah resultan gaya :

175148 1 1903
tg rp -
Fx -- 14,715
- !:t. - '
-+
rp = 49 58'
Soal 50

fP
Pintu air seperti tergambar de-
ngan panjang tegak lurus bidang
gambar adalah 2 m dan berat 10 kN.
Hitung resultan gaya hidrostatis dan -.::!:--
!::
f m---1
-.,..._
... ___.c. ...

arahnya yang bekerja pada pintu.


Hitung pula gaya vertikal P yang di
perlukan untuk membuka pintu. Pu
sat berat pintu berada pada jarak
4 RI3 Jt dari sisi BC.
Penyelesaian - - - - - -

Jarak vertikal antara muka air dan pusat berat dari proyeksi vertikal pintu :

h o = 0,5x3 = 1,5 m
Komponen gaya horisontal :

Fx = p g hoA = 1000x9,81x 1,5x2x3 = 88.290 N = 88,29kN


Gaya tersebut bekerja pada pusat berat diagram tekanan :

Yp = 23 ]J(; = -23 x 3 = 2'0 m


-
74 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Komponen gaya vertikal :

Fy = berat dari volume air khayal ABC

= 1000x9,81x :re
4 ( 3 tx2 = 138.685,6 N = 138,6856k N
.,

Gaya tersebut bekerja ke atas pada pusat berat bidangABC :

3 :rc 3 X :rc = 1'2732m


4 R = --
xp = - 4X3

Resultan gaya :

F = Vr-F_x_
2_+_F_y_2 = V88,2 + 138,68562 = 164,4044kN
Arab gaya F :

- !!:t. 138,6856
tg cp - Fx - 88,29 - 1,5708 _.
cp = 57,5t' ::::: 5'fl 31'

Arab resultan gaya adalah menuju sendi C.


Gaya angkat P dihitung berdasarkan momen terhadap titik C.
Gaya berat pintu bekerja pada pusat berat yang terletak pada jarak :

x=-
4R
3 :rc
Momen gaya tersebut terhadap sendi adalah nol.

L Mc = 0
P At:' + Fy Xp - W Xp - Fx Yp = 0

P X \
X 3 + 138,6857 1,2732 - 10 X X:rc3 - 88,24 2 = 0 X
P= 4,2441kN
Jadi gaya yang diperlukan untuk membuka pintu adalah P = 4,2441 kN.
11. HIDROSTATIKA 75

Soal 51
Pinto air radial dengan jari-jari 6,0 m seperti tergambar. Hitong besar
dan arah resultan gaya pada pinto.
Penyelesaian

Moka air pada poncak pinto.


Kedalaman air : h = 2,0 x 6,0 sin 30 = 6,0 m
Komponen gaya horisontal pada pinto tiap 1 m panjang.

Fx = p g h 2 = 1000x9,81x !&i = 176.580N/m' = 176,58kNim'


h
2
Komponen gaya vertikal pada pintu tiap 1 m panjang :

Fy = berat air yang dipindahkan oleh segmen PSQ


= p g ( OPSQ - OPQ )

= 1000x9,81 ( : .n62 - 6 sin30 X 6 cos 30 )


= 32.000kN/m' = 32,0 kN/m'

Resoltan gaya :

F = V,...F
_i_+_ 2 =
Fy- y 176,5'if + 32,o2 = 179,46k N
76 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Apabila F membentuk sudut 1fJ terhadap horisontal :

Fy 32
lfJ = tg- 1F = tg- 1 176 58 = 10,2--D
,
X '

Sudut lfJ tersebut terhadap bidang horisontal dan arah resultan gaya
tersebut menuju pusat 0.
Ill. KESEIMBANGAN BENDA

TERAPUNG

A. Ringkasan Teori
Benda yang terendam di dalam air mengalami gaya berat sendiri ben
da (Fa) yang bekerja vertikal ke bawah dan gaya apung (Fa) yang bekerja
vertikal ke atas. Besar gaya apung sama dengan berat zat cair yang dipin
dahkan benda. Gaya berat bekerja pada pusat berat benda (G); dan gaya
apung bekerja pada pusat apung (B), yang sama dengan pusat berat zat
cair yang dipindahkan benda.
Fa > Fa -+ benda tenggelam
Fa = Fa -+ benda melayang (terendam)
Fa < Fa -+ benda mengapung
Benda terendam akan stabil jika pusat berat G berada di bawah pusat
apung B .
Suatu benda terapung dalam keseimbangan stabil apabila pusat berat
nya (G) berada di bawah pusat apung (B). Benda terapung dengan kondisi
tertentu dapat pula dalam keseimbangan stabil meskipun pusat beratnya
(G) berada di atas pusat apung (B) . Kondisi stabilitas benda terapung da
pat diketahui berdasar tinggi metasentrum, yang dapat dihitung dengan ru
mus berikut ini.
77
78 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

GM = BM - BG
Io
BM =
V

BG = OG - OB
dengan :
GM : tinggi metasentrum
Io :momen inersia tampang benda yang terpotong permukaan zat
eau.
V : volume zat cair yang dipindahkan benda
BG : jarak antara pusat berat dan pusat apung
OG : Jarak antara pusat berat benda dan dasar
OB : J arak an tara pusat apung dan dasar
Apabila : GM > 0 benda stabil
-+

GM = 0 benda dalam stabilitas netral


-+

GM < 0 benda tidak stabil


-+

B. Soal Penyelesaian

Soal l
Batu di udara mempunyai berat 500 N, sedang beratnya di dalam air
adalah 300 N. Hitung volume dan rapat relatif batu.
Penyelesaian
Gaya apung (Fs) adalah sama dengan perbedaan antara berat batu di
udara dan di dalam air :

Fs = Wcti uda ra - Wcti air

= 500 - 300 = 200 N


Menurut hukum Archimedes, gaya apung (Fs) adalah sama dengan berat
air yang dipindahkan batu. Berat air yang dipindahkan batu (Fs) adalah
sama dengan perkalian antara volume air yang dipindahkan (V) dan berat
jenis air.
Ill. KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG 79

Fs = y V = p g V = 1000X9,81XV = 9810 V
Dari kedua nilai Fs di atas,

200 = 9810 V -. V = 0,0204 m 3

Volume air adalah sama dengan volume batu, sehingga volume batu adalah
3
V = 0,0204m . Berat batu di udara adalah sama dengan berat jenis batu di
kalikan volume batu,

Wdi udara = Y V = p g V

500 = p X9,81X0,0204
() 2500
p = 2500 kg/m3 -. S = ....c._ = -- = 2'5
Pair 1000

Pusat apung (B) adalah titik pada mana gaya apung bekerja. Pusat
apung ini merupakan pusat berat dari volume zat cair yang dipindahkan.
Soal 2
Balok segiempat dengan ukuran 75 cm x 50 cm x 50 cm mengapung
di air dengan sisi panjangnya sejajar muka air. Apabila bagian dari balok
yang berada di atas permukaan air adalah 10 cm, hitung berat balok.
Penyelesaian
Tinggi balok yang terendam air :
d = 50 - 10 = 40 cm = 0,4 m

Volume bagian balok yang terendam air :


3
V = 0,4x0,5x0,75 = 0,15 m

Berat balok = berat zat cair yang dipindahkan

= Ya ir V = 1000X 0,15 = 150 kgf

Soal 3
Kubus kayu dengan panjang sisi-sisinya 0,5 m mempunyai rapat relatif
0,6 mengapung di air. Hitung bagian kubus yang terendam dalam air.
80 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Penyelesaian
Digunakan sistem satuan MKS
Misalkan W : Berat kubus
Fa : gaya apung
d : kedalaman bagian kubus yang terendam air.
Rapat relatif :

S= y /'benda = S Yair = 0,6X 1000 = 600,0 kgflm


3
-+
atr
-- -

Berat benda : W = enda V = 600X (0,5)3 = 75,0 N


Gaya apung : Fa = Yair Vairyangdipindahkanbenda

= 1000 X (0,5X0,5Xd) = 250,0 d

Pada kondisi mengapung, berat benda adalah sama dengan gaya apung :

W = Fa -+ 75,0 = 250,0 d -+ d = 0,3 m

Jadi kedalaman kubus yang terendam air adalah d = 0,3 m.


Soal 4
Balok kayu dengan panjang 1,0 m ; lebar 0,4 m dan tinggi 0,3 m meng
apung secara horizontal di air dengan sisi tingginya vertikal. Rapat relatif
kayu S = 0,7. Hitung volume air yang dipindahkan dan letak pusat apung.
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan SI
Volume balok : V = 1,0x0,4x0,3 = 0,12 m 3
Berat balok : W = Pbalokg V = S pair g V

= 0,7x lOOOx9,81x0,12 = 824,04 N

Volume air yang dipindahkan benda :

berat balok
V=
beratjenis air

V = Yair = = = 0 084 m
W 824 04
, 3
Pair g 1000 X 9,81 '
Ill. KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG 81

Kedalaman bagian balok yang terendam air :

d= Volumeairyangdipindahkan
tampang lintang balokpada permukaan air
V 0,084
-
A - l , Ox0 ,4
= 021 m

Letak pusat apung :

d 0 21
OB = - = = = 0' 105 m
2 2

Jadi letak pusat apung adalah 0,105 m dari dasar balok.

Soai S
Kubus kayu dengan sisi 0,5 m mengapung di dalam air. Berapakah be
rat beban yang harus diletakkan di atas balok supaya balok terendam
seluruhnya. Rapat relatif kayu S 0,7. =

Penyelesaian

Volume balok : V1 = 0,5x0,5x0,5 = 0,125 m 3


Berat balok : W1 = )'balok V = S Yair V

= 0,7x 1000x 0,125 = 87,5 kgf


Volume air yang dipindahkan benda :

W1 87,5
Val = = = 0,0875 m
3
Yair lOOO

Kedalaman bagian balok yang terendam air :

0,0875 _
d! _
-
V _
A
0 35 m
- 0,5 X 0,5 -

Jika di atas balok diberi beban dengan berat Wz, maka berat total
balok + beban adalah :

Apabila balok terendam seluruhnya, berarti kedalaman balok yang


terendam air adalah dz = 0,5 m. Volume air yang dipindahkan benda :
82 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Va2 = A dz = 0,5 x 0,5 x 0,5 = 0,125 m 3


Gaya apung :
Fs = Yair Vaz = 1000x0,125 = 125,0 kg{
Dengan menyamakan berat total dan gaya apung :

Wtotat = Fs .... 87,5 + Wz = 125,0 .... Wz = 37,5 kg{


J adi berat beban di at as balok adalah Wz = 37,5 kg{
Soa1 6
Suatu balok ponton dengan lebar
B=6,0 m, panjang L = 12 m dan sarat
d=1,5 m mengapung di dalam air tawar
(pt = 1000 kglm 3). Hitung :
d

i
a. berat balok ponton
b. sarat apabila berada di air laut
( pz = 1025Tcglm3 )
Fa

c. beban yang dapat didukung oleh pan


ton di air tawar apabila sarat mak
simum yang diijinkan adalah 2,0 m.
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan SI
a. Dalam keadaan terapung, berat benda adalah sama dengan berat air
yang dipindahkan benda (Fs)
FG = Fs = p t g B L d

= 1000x 9,81x 6,0x 12,0x 1,5


= 1.059.480N = 1.059,48k N
Jadi berat benda adalah FG = 1059,48 kN

b. Mencari sarat (draft) di air I aut.

Rapat mass a air laut : pz = 1025 kg!m3


Ill. KESEIMBANaAN BENDA TERAPUNa 83

Pada kondisi mengapung, berat benda sama dengan gaya apung :

Fa 1.059.480
d= = = 1 463m
P2 8 B L 1025x9,81x6,0x 12,0
c. Untuk sarat maksimum dmak = 2,0 m, gaya apung total :

FB mak = p gB L dmak
= 1000x9,81x6,0x 12,0x2,0 = 1.412.640 N = 1412,64k N
Jadi beban yang dapat didukung adalah :
Bmak = gaya apung maksimum - berat ponton

= 1412,64 - 1059,48 = 353, 16 kN


Soal 7
Kubus dengan sisi 25 cm dan rapat relatif 0,9 mengapung di air den
gan salah satu sisinya sejajar muka air. Berapakah beban harus diletakkan
di atas kubus supaya kubus tersebut tenggelam di dalam air.

Penyelesaian
Sisi kubus : B = 25 cm
Rapat relatif : S = 0,9 Pb = 0,9x 1000 = 900 kg1m 3
-+

Berat benda : Fa = V Pb8 = B3 Pb 8


Misalkan tinggi kubus yang terendam air adalah d.

= A d Pa g= B- pa g d
?
Gaya apung : FB

Dalam keadaan mengapung : Fa = FB

d = P-b
-+
Pa B = S B = 0'9x0'25 = 0 '225 m
Jika di atas kubus diberi beban dengan berat W2 , maka berat total kubus dan
beban adalah :

Wtotal = Wt + W2 = Fa + W2
= 0,253 x 900x9,81 + W2 = 137,953 + W2
84 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Apabila kubus terenclam seluruhnya, berarti keclalaman kubus yang
terenclam air aclalah d = 0,25 m. Gaya apung pacla keaclaan tersebut :

FB = V P air g = 0,253 x lOOOx9,81 = 153,281 N


Dengan menyamakan berat total clan gaya apung :

Wtotal = Fa -+ 137,953 + W2 = 153,281


W2 = 15,328 N
Soal 8
Balok kayu mengapung cli air tawar clengan bagian yang beracla cli atas
permukaan air aclalah 10 cm . Apabila balok tersebut cliapungkan cli clalam
minyak dengan rapat relatif 0,8; bagian balok yang beracla cli atas per
mukaan minyak adalah 7,5 cm . Berapakah rapat relatif balok ?
Penyelesaian

10 cm ------+--T7.5 cm
--r-------

S=1 S=0,8

Misalkan h adalah tinggi balok yang beracla di atas permukaan zat cair.
Di air tawar Sa = 1 -. h = 10 cm
:

Di dalam minyak : Sm = 0,8 -. h = 7,5 cm


Misalkan tinggi balok H cm dan luas dasar balok A cm 2

Gaya apung di air tawar : Fbl = A (H -0,1) pa g


Gaya apung di minyak : Fb2 = A (H-0,075) Pm g
Berat balok : FG = V pb g = A H Pb g
Dalam keadaan mengapung, FG = Fm clan FG = FB2 :
Ill. KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG 85

H Pb = H Pa - 0,1pa = lOOO H - 100 (1)

Fa = FB2 __. A H Pb g = A (H-0,075) Pm g

H Pb = H Pm - 0,075pm = 800 H - 60 (2)


Dengan menyamakan persamaan (1) dan (2) :

1000H - 100 = 800 H - 60 --. H = 0,20 m

Substitusi nilai tersebut ke dalam persamaan ( 1) :

0,20pb = 1000X0,20 - 100

Pb = 500 kglm3

Soal 9
Tangki berbentuk kotak dengan
panjang 1 m dan lebar 0,5 m diisi air f
tawar dan air raksa sampai 3/4 kali

1
tingginya. Berat tangki adalah 175 N.
Volume air adalah 49 kali volume air

l
raksa. Tangki tersebut diletakkan di air H a i r
0,75H
I
laut sehingga mengapung dengan bagi

I j
an yang berada di atas air adalah se
tinggi 0,2 m. Apabila rapat relatif air
raksa adalah 13,6 tentukan tinggi mak :l:
1 m x 0,5 m
simum tangki. Rapat massa air laut
dan air tawar adalah 1020 kg!m 3 dan
1000 kg!m 3 .
Penyelesaian
Luas tampang tangki :

A = L B = 1 x0 '5 = 0 ' 5 m 2
Misalkan tinggi tangki adalah H, sedang V 1 dan V2 adalah volume air
dan air raksa. Volume air dan air raksa.

V1 + V2 = 0,5x0,75H = 0,375 H m 3
selain itu,V1 = 49 V2 sehingga 49 Vz + V2 = 0,375H
86 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
atau :

V2 = 0 375H
50 = 0 0075H m
'
3

V1 = 49x0,0075H = 0,3675H m 3
Berat tangki, air dan air raksa adalah :

= 175 + 1000x9,81x0,3675H + 13,6x 1000x9,81x0,0075H


= 175 + 4605,795H N
Gaya apung: Fa = A d Pair Iautg = 0,5XdX 1020X9,81 = 5003,1 d N
Dalam keadaan mengapung W = Fs, sehingga :

175 + 4605,795H = 5003,1 d d = 175 +500


4605,795H
3, 1

Bagian tangki yang berada di atas permukaan air adalah 0,2 m ; berarti
bagian yang terendam adalah :

d = H - 0,2 m
Dengan menyamakan kedua bentuk nilai d di atas didapat :
H _
O,2 =
175 + 4605,795H
5003,1
5003,1H - 1000,62 = 175 + 4605,795H
didapat : H = 2,959 m
Soal lO
Pelampung silinder dengan diameter 3m dan tinggi 3 m mengapung
dengan sumbunya vertikal. Berat pelampung adalah 3 ton. Selidiki
stabilitas pelampung.

Penyelesaian
Berat pelampung : FG = 3 ton
Misalkan bagian dari pclampung yang terendam air adalah d. Gaya apung :
Ill. KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG 87

FB = x32 xdx 1000 = 7068,58 d

Dalam keadaan mengapung :

Fo = FB -+ 3000 = 7068,58d
0
l--3 m-
'
'

d = 0, 4244 m
T -

J arak pusat apung terhadap dasar silinder:


I
3m
I
G
s !
OB = -d2 = 0 , 2122 m
1 0
1

Jarak pusat berat terhadap dasar silinder : OG = 32_0 = 1,5 m


Jarak antara pusat berat dan pusat apung :

BG = OG - OB = 1,5 - 0,2122 = 1,2878 m


Momen inersia tampang pelampung yang terpotong muka air :

Volume air yang dipindahkan :

Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

BM = = 39608 = 1,3254 m

Tinggi metasentrum :

GM = BM - BG = 1,3254 - 1,2878 = 0,0376 m


Karena GM > 0, berarti pelampung dalam kondisi stabil.
88 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Soal ll
Silinder berdiameter 3 meter 0 - 3m
dan tinggi 3 meter terbuat dari bahan
dengan rapat relatif 0,8. Benda ter
sebut mengapung di dalam air den
gan sumbunya vertikal. Hitung tinggi
metasentrum dan selidiki stabilitas
benda.
Penyelesaian
Ybenda
S= = O'S
Yair
3
Ybenda = 0,8X 1000 = 800 kgflm

Be rat benda : Fa = :n: D2 X H X Ybenda

Berat air yang dipindahkan : FB = 2XdX


:n: D Yair

Dalam keadaan mengapung FG = FB, sehingga :


1 2 1 2
4 :re D H Ybenda = 4 :n: D d Yair

Sehingga dapat dihitung kedalaman benda terendam :


Ybenda
d= -y
- -
a1r
x H = 0,8 x 3 = 2,4 m.

Jarak pusat apung terhadap dasar silinder : OB = t = 1,2 m.


2

Jarak pusat berat terhadap dasar silinder : OG = ;,


30
= 1,5 m.

Jadi jarak antara pusat berat benda dan pusat apung adalah :

BG = OG-OB = 1,5 - 1,2 = 0,3 m

Momen inersia tampang lingkaran : Io = x D4 = x 34 = 3,9761 m


4

Volume air yang dipindahkan : V = i x 32 x 2,4 = 16,9646 m3


III. KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG 89

Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

BM = Io 3,9761
V = 16,9646 = 0,234m

Tinggi metasentrum : GM = BM - BG = 0,234 - 0,3 = -0,066m


Tanda negatip menunjukkan bahwa metasentrum M berada di bawah
pusat berat G, sehingga benda dalam kondisi tidak stabil.

Soal 12
Balok berpenampang bujur sangkar
dengan p anjang sisinya 0,5 m
dan tinggi H
mengapung di dalam air. Rapat relatif ba
lok 0,8. B erapakah tinggi H supaya balok
dapat terapung stabil dengan sisi tingginya
vertikal.

Penyelesaian

s
Pb
,
= 0,8 Pair
H
Pb = O,Sx 1000 = 800 kg!m3
l
d

Berat benda : Fo = 0,52 H pbg 1 0


Gaya apung : Fo = 0,52 d pa g
Dalam kondisi mengapung Fo = Fs, sehingga :
0,52 Hpb g = 0,52 dpag d=- Pb

pa H = S H = 0,8H
Jarak pusat apung dari dasar :
OB = = 0,4 H

Jarak pusat berat dari dasar : OG = = 0,5 H


Jarak antara pusat apung dan pusat berat :

BG = OG - OB = 0,1H
Momen inersia tampang balok yang terpotong muka air :

Io = 112 B B3 = 112 O,s4 = 5,2083x 10- 3 m4


90 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Volume air yang dipindahkan :

V = B2 d = 0,52 x 0,8H = 0,2H


J arak antara pusat apung dan titik metasentrum :

Io 3
BM = V = 5,2083x 10- = 0,0260415
0,2H H
Benda akan stabil hila BM>BG :

0,0260415 > O 1 H H < 0,51m


H '

J adi benda akan stabil apabila tinggi balok maksimum adalah 1,02 m
Soal 13
Balok terbuat dari bahan dengan ra 1-- 8=0,8 -----1
pat relatif 0,8. mempunyai panjang L = l,O

I
D1
m dan tampang Iintang bujur sangkar de
ngan sisi 0,8 m diapungkan di dalam air
H=0.8
dengan sumbu panjangnya vertikal. Hi
tung tinggi metasentrum dan selidiki sta
bilitas benda.
Penyelesaian S=0,8

I
Menggunakan sistem satuan MKS
b enda = O 8
S = Y Yair
G
d 1 ,0 m
' B

Ybenda = 0,8X 1000 = 800 kgflm 3 1 S=1


0
1
Luas tarn pang lintang balok :

A = B H = 0 8x0'8 = 0 64m 2
' ,

Berat benda :

FG = Ya ir LA = 800x 1,0x0,64 = 512kgf


Berat air yang dipindahkan : Fs = Yair A d = 1000x0,64xd = 640 d kg{
Ill. KESEIMBANGAN BEND A TERAPUNG 91

Dalam keadaan mengapung : FG = FB


5 12 = 640 d -+ d = 0,8 m
d
Jarak pusat apung terhadap dasar balok : OB = 2 = 2 = 0,4m
08

= 2 = 0,5 m
L 10
Jarak pusat berat terhadap dasar balok : OG = 2 .

Jadi Jarak antara pusat berat benda dan pusat apung :

BG = OG-OB = 0,5-0,4 = 0,1 m


Momen inersia tampang bujur sangkar yang terpotong muka air :
1
Io =
1
B H3 = 1 x 0,8xO, = 0,03413m4
12 12
Volume air yang dipindahkan : V = A d = 0,64 X 0,8 = 0,512m 3
Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

o 0,03413
BM = l = = 0'06667 m
V 0 512
'

Tinggi metasentrum :

GM = BM - BG = 0,06667 - 0,1 = -0,03333m


Karena tinggi metasentrum GM bertanda negatip, maka benda dalam
kondisi tidak stabil.
Soal 14
Silinder berdiameter 45 cm dan rapat relatif 0,9. Apabila silinder
mengapung di dalam air dengan sumbunya vertikal, tentukan panjang mak
simum silinder.
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan MKS

Yb
S = - = 0 '9
Ya
Yb = 0,9x 1000 = 900 kg!m 3
92 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA l
Berat benda :

"
= n4 x (0,45txHx 900 0
L2JG
1--- 0.45 --;
= 143,1388H kgf
Gaya apung : -.-.9 I
n
1.
4 D"- d ya
1

I
a
Fa = .B

n " 1
i
.L
= 4x(0,45txdx1000 0

= %x (0,45)2xdx 1000 = 159,0431d kgf


Pada kondisi mengapung :

FG = Fa --. 143,1388H = 159,0431d -+ d = 0,9H m


J arak pusat apung dari dasar = 0,45 H
: OB =

Jarak pusat berat dari dasar : OG = = O,SOH

Jadi Jarak antara pusat berat benda dan pusat apung :

BG = OG-OB = O,SH - 0,45H = O,OSH


Momen inersia : /o = :4 D4 = (0,45)4 = 2,01289 x 10-3 m4
Volume air yang dipindahkan :

V = A d = i D2 d = i (0,45)2x0,9 H = 0,143139H m3

. .
Tmggt me tasent rum : BM = Io 2,01289 x 10-3 = 0,0140625
V= 39H
0, 1431 H
Benda akan stabil apabila BM > BG
Ill. KESEIMaANGAN aENDA TERAPUNG 93

O,Ol25 0,05H
> H < 0 53 m
-+ '

Jadi tinggi silinder maksimum adalah 0,53 m.


Soal 15
Silinder dengan diameter 0,5 m 1
dan panjang m mengapung secara
vertikal di laut. Rapat massa air laut adalah 1020 kg!m3.
Tentukan rapat
massa bahan silinder apabila benda dalam kondisi tidak stabil.
Penyelesaian.
Misalkan Wadalah berat benda dan P l dan pz adalah rapat massa air
laut dan bahan silinder.

W = pz g V = pzg D2h = pzg 12 x 1 = 0,25npzg


Gaya apung : Fa = D2 dp1g
Dalam keadaan mengapung W = Fa, sehingga :

0,25:n: pzg = 4 D2 d P l g
:n;

P2
d = 1020 (1)
Volume air yang dipindahkan :

0 25 pz
V = 1_!_D2 4 x .J!.!:_
4 d = 1_!_D2 1020 = , P:n:l
Jarak pusat apung benda dari dasar silinder :
pz J!J:_
OB = 21 d = _

2 X 1020 - 2040
Jarak pusat berat benda dari dasar silinder :

OG = h = X 1 = 0,5 m
Jarak antara pusat berat benda dan pusat apung :

BG = OG - OB = 0,5 - io!o
94 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
M omen inersia tampang lingkaran :

:re 4 :re 4 :re 4


lo =
64 X D =
64 X 1 =
64 m
J arak antara pusat apung dan titik metasentrum :
Io
=
n/64 63,75
BM =
V 0,25 n pz = P2
1020
Silinder dalam kondisi stabil apabila tinggi metasentrum BM > BG :

63,75 > (0 5 _El:_)


P2 - 2040
'

pz
0,5 = 63,75
PZ + 20401020 P2 = 130.050 + p2z

p - 1020pz + 130.050 o =

1020 V(1020)2 - 4 X 1 X 130.050


P2 ab = 2
didapat :

pz a = 870,624 kg!m 3 dan pz b = 149,375 kg!m 3


Apabila kedua basil tersebut disubtitusikan ke dalam persamaan (1), dida
pat :

d= 0,8536 m untuk P 2a = 870,624 kg!m 3


dan

d= 0,1464 m untuk pzb = 149,375 kg!m 3


jadi kedua basil tersebut dapat berlaku.
Soal 16
Silinder kayu dengan rapat relatif 0,7 mengapung di air tawar dengan
sisi panjangnya vertikal. Apabila panjang dan diameter silinder adalah L
dan D, berapakah perbandingan antara D dan L sedemikian sehingga si
tinder dapat mengapung stabil.
Ill. KESEIMBANGAN BEND A TERAPUNG 95

Penyelesaian

Sb = 0,7

0
Pb
Pair = 0'7 -+ Pb = 0,7 Pair

Berat benda : D2 L pb g
Fo =
Jt .,
Gaya apung : FB = 4D- d Pa g
'
'

' -=;;;=-
'

Fo = Fs,
'

'<{-'
Dalam keadaan mengapung, se L

1
hingga : d '>
,: .. ...'
1
,, ,,
"
"' '

I-- D --1

d= : L = Sb L
Jarak pusat apung dari dasar : OB = = 0,5 Sb L

Jarak pusat berat dari dasar : OG = = 0,5 L

Jarak antara pusat apung dan pusat berat :

BG = OG - OB = 0,5L - 0,5 Sb L = 0,5L (1 - Sb)


Momen inersia tampang balok yang terpotong muka air :

Io = !!_64 D4
Volume air yang dipindahkan : V = D2 d = D2 Sb L
Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

BM = lo =
.!:.__
64
D4 D2
=
!!.. D 2 Sb L
V 16 Sb L
4
Benda akan stabil hila BM > BG, sehingga :
96 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

f > V8 Sb (1 - Sb) > V8x0,7x (1 - 0,7)


L > 1,296
D

Supaya silinder mengapung stabil, maka perbandingan antara D dan L le


bih besar dari 1,296.
Soal 17
Balok dengan panjang L=1,0 m, lebar B=0,8 m dan tinggi H=0,6 m
diapungkan di dalam air dengan sisi tingginya vertikal. Rapat relatif balok
adalah S =0,8. Selidiki stabilitas benda. Apabila di at as balok tersebut
diletakkan plat besi dengan panjang dan Iebar yang sama dengan balok dan
tebal T=0,01 m, selidiki stabilitas benda gabungan. Rapat relatif besi
S=7,85.
Penyelesaian
a. Stabilitas balok
Menggunakan sistem satuan
SI
Pa : rapat massa air
Pb : rapat massa benda
S= = 0,8 -+ Pb = 0,8X 1000 = 800 kglm3 Berat benda :
FG = Pb g V = Pb g L B H
= 800x 9,81X 1,0x0,8x0,6 = 3.767,04N = 3,76704kN
Berat air yang dipindahkan :

Fa = pa g L B d
= 1000x9,81X l,Ox0,8xd = 7.848d N = 7,848d N
Ill. KESEIMBANGAN BEND A TERAPUNG 97

Dalam keadaan mengapung :

Fa = Fa ... 3,76704 = 7,848d ... d = 0,48m

Jarak pusat apung terhadap dasar balok : OB = 2d = 2


0 48 = 0,24m.

Jarak pusat berat terhadap dasar balok :


H=2
OG = 2 0 6 = 0,3 m

Jarak antara pusat berat dan pusat apung :

BG = OG-OB = 0,3-0,24 = 0,06m


Momen inersia tampang segiempat :

lx = l1Z L B3 = 12
1 x 1,0x0,
1
= 0,042667m4

ly =
1 B L 3 = 1 X0,8x 1,1.1
1
= 0 ,06667m4
12 12
Dari kedua nilai tersebut diambil yang terkecil, yaitu lx = 0,042667m4
Volume air yang dipindahkan :

V = L B d = 1,0 X 0,8 X 0,48 = 0,384m 3

BM = !_ = 0,042667 = O' 1 111 m


V 0,384
Tinggi metasentrum :

GM = BM - BG = 0,1111 - 0,06 = 0,051lm


Karena tinggi metasentrum GM bertanda positip, maka benda dalam
kondisi stabil.

b. Apabila di atas balok ditempatkan plat setebal T = 0,01 m.


Berat plat :

FGI = Pplatg L B T = 7,85x 1000x9,81x 1,0x0,8x0,01


= 616,068N = 0,616068kN
98 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Berat total benda :

W = Fa + Fm
-- --
;G2

-t:;:
" . _:-

= 3,76704 + 0,616068 -
0 , 6 m :I
G 1-

G1
= 4,3831kN B
1
d

!
'
I

Berat air yang dipindahkan : :!:


' 0

= 1000X 9,81X 1,0X 0,8X d = 7.848d N = 7,848d kN


Dalam keadaan mengapung :

W = Fa ..,. 4,3831 = 7,848d -+ d = 0,5585m


Jarak pusat apung terhadap dasar balok :

oB = = o,sgss = o,27925m.
Jarak pusat berat benda gabungan terhadap dasar balok dihitung ber
dasar momen statis terhadap dasar.

Wx OG = Fax0,5H + Fm x (H + 0,5 1)
4,3831x OG = 3,76704x0,5x0,6 + 0,616068x (0,6 + 0,5xO,Ol)
didapat : OG = 0,34287 m
B G = OG-OB = 0,34287-0,27925 = 0,06362m
Volume air yang dipindahkan :

V = L B d = 1,0 X 0,8 X 0,5585 = 0,4468m3

BM = ]_
V
= 0,042667
0,4468 = 0'0955 m
Tinggi metasentrum :

GM = BM - BG = 0,0955 - 0,06362 = 0,0319m


Karena tinggi metasentrum GM bertanda positip, maka benda dalam
kondisi stabil.
Ill. KESEIMBAt"JGAN BENDA TERAPUNG 99

Soal l8
Ponton segiempat dengan panjang 13 m, lebar 10 m dan tinggi 3 m
mempunyai berat 1000 kN. Di bagian atas ponton diletakkan silinder de
ngan diameter 7 m dan berat 600 kN. Pusat berat silinder dan ponton di
anggap terletak pada garis vertikal yang sama dan melalui pusat berat pon
ton. Hitung tinggi metasentrum. Rapat relatif air laut 1,02.
Penyelesaian
Berat ponton : W1 = 1000 kN
Berat silinder : W2 = 600 kN
Berat total kedua benda :

= 1000 + 600 = 1600 kN


Gaya apung : Z 1 d 3m

FB = 13X 10XdX 1020x9,81 ...._


.__ ___. 4: *
1+--- 1 0 m ---M

FB = 1.300.806d N = 1.300,8d N
Dalam kondisi mengapung : W = Fs, sehingga :

1600
1600 = 1 .300,8d -+ d = 1.300,S = 1 ,23 m

Jarak antara pusat apung dan dasar ponton :

1 23
OB = -d =
2
= 0,615m
2

Dalam gambar di atas, G1 dan G2 adalah pusat berat ponton dan silin
der, sedang G adalah pusat berat benda gabungan.
J arak antara pus at berat benda gabungan dan dasar ponton dihitung
dengan m omen statis terhadap dasar.

W1 x OG1 + W2 OG2 1000x 1,5 + 600 (3+3,5)


OG = = = 3'375 m
W1 +W2 1600
100 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Momen inersia tampang ponton yang terpotong muka air :

lo = 1 L B3 = 1 X 13x hr
1
= 1083,3333 m3
12 12
Volume air yang dipindahkan : V = 13x 10 x 1,23 = 159,9 m3

BM = Io = 108393333 = 6,775m
. .
Tmgg1 metasentrum :
V 15 9 '

J arak antara pusat apung dan pusat be rat :

BG = OG - OB = 3,375 - 0,615 = 2,76 m


Tinggi metasentrum : GM = BM - BG = 6,775 - 2,76 = 4,015 m
Karena tinggi metasentrum positip, j adi benda dalam kondisi stabil.

Soal1 9
Suatu balok dengan panjang 1m mem 1-- 20 cm--1
punyai tampang lintang bujur sangkar den
gan lebar sisi20 cm mempunyai rapat relatif
0,5. Bagian bawah balok tersebut setebal 2,5
cm mernpunyai rapat relatif 8. Balok dia
pungkan dengan posisi berdiri (lihat gam
bar).
a. Selidiki stabilitas benda.
M
b. Apabila benda tidak stabil, berapa
kah panjang bagian balok yang mempunyai + G1
G; B
1 00 cm
repat relatif 0,5 supaya benda bisa men I

1
gapung dengan stabil.

Penyelesaian r,
t,...,/...,.
,. / -n
<.:.,"'"'
./,....,.,-1 I2.s
a. Stabilitas benda terapung
S1 = 0,5 -+ Pl = 0,5 X 1000 = 500 kglm 3
s2 = 8,0 - P2 = 8,0 X 1000 = 8000kg!m 3
Panj ang benda dcngan rapat massa Pl : L 1 = lOO - 2,5 = 97,5 cm
lll. KESEI MBANGAN BENDA TERAPUNG 101

Panj ang benda dengan rapat massa P2 : L 2 = 2,5 cm

2
Luas tampang lintang bencla : A = 0,2 x 0,2 = 0,04m

Berat benda 1 : W1 = p 1 g A L1 = 500 X 9,81 X 0,04 X 0,975 = 19 1,295 N

Berat benda 2 : W2 = p2 gA L2 = 8000 X 9,81 X 0,04 X 0,025 = 78,48 N

Berat benda total, W = W1 + W2 = 269,775 N

Gaya apung : Fa = A d Pairg = 0,04x d x 1000x 9,81 = 392,4 d

Dalam kondisi mengapung : W = Fa, sehingga :

269 775
269 ' 775 = 392' 4 d -+ d = = 0 ' 6875
392,4

0 ' 6875
Jarak pusat apung terhadap dasar : OB = --- = 0,34375 m
2

Jarak antara pusat berat G ke dasar 0 :

W1 x O G1 + W2 x OG2
OG =
w1 + W2

191,295 X ( 0,025 + 0,975/2 ) + 78,48X 0,025/2


= = O '367051l
191,295+78,48

Jarak antara pusat apung clan pusat berat :

BG = O G - OB = 0,36705 - 0,34375 = 0,0233 m

Momen inersia tampang lintang benda :

1 1 -
To = b h3 = X 0,2 X O,c = 0,00013333m
4
12 12

3
Volume air yang dipindahkan : V = A d = 0,04 x 0,6875 = 0,0275 m

Jarak antara pusal apung clan titik metasentrum : BM = = 0,00484848

Tinggi metasentrum :

GM = BM - BG = 0,00484848 - 0,0233 = -0,01845 m


102 SOAL PENYELESAIAN HIORAULIKA I

Tanda negatip menunjukkan bahwa metasentrum M berada di bawah


pusat berat G, sehingga benda dalam keadaan tidak stabil .
b . Panjang L 1 supaya benda terapung stabil
Misalkan L1 adalah panjang benda dengan rapat massa p 1 . Akan dihi
tung j arak antara pusat berat benda gabungan G dan dasar benda 0.
Berat benda 1 : W1 = 500 X 9,81 X 0,04 X L 1 = 196,2L l N
Berat benda 2 : W2 = 8000 X 9,81 X 0,04 X 0,025 78,48N =

Berat benda total : W = Wt + W2 = 196,2LJ + 78,48


W1 x OG1 + Wz x O(h
OG =
Wt + Wz
_ 196,2L l X (0,025 + Lt/2) + 78,48 X 0,0125
- 1%,2L t + 78,48
LI + 0,05Lt + 0,01
?

=
2 Lt + 0,8
Gaya apung : Fa = 392,4d
Dalam kondisi mengapung : W = Fa, sehingga :
1%,2Lt + 78,48 = 392,4d
196,2L t + 78,48
d= 392,4
= o ,S L 1 + O'2

Jarak pusat apung dari dasar :

OB = 0,5 x ( 0,5 Lt + 0,2 ) = 0,25 Lt + 0,1


Jarak antara pus at berat dan pus at apung :

LT + 0,05L t + 0,01
BG = OG - OB =
Z L t + 0,8 - ( 0,25 L r + 0, 1 )

Volume air yang dipindahkan : V = A d = 0,04 (0,5 L 1 + 0,2)


Ill. KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG 1 03

Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

BM =
Io = 0,00013333 = 0,00333333
V ( 0,5 L 1 + 0,2 ) 0,04 ( 0,5 L 1 + 0,2 )
Benda akan stabil apabila BM > BG
.,
0,00333333 LI + O,OS L1 + 0,01
> ( O'25 L 1 + 1)' 1 )
( 0,5 L1 + 0,2 ) 2 L1 + 0,8
_

0,01333 - Ll - O,OSL1 - 0,01


2 L 1 + 0 '8
> - ( O'25 L1 + 0,1 )

Bentuk di atas dapat discderhanakan mcnjadi :


.,
LI - 0,7 L1 - 0,16666 = 0
didapat : L 1 = 0,8877 m
Benda akan terapung stabil apabila panjang benda dengan rapat
massa P l lebih kecil atau sama dengan 0,8877 m .

Soal 20
Silinder terbuat dari dua bahan her

0
diameter 0,25 m mengapung di dalam air.
Bagian atas sepanjang 1,0 m terbuat dari
kayu dengan rapat relatif 0,8; sedang ba
gian bawah mempunyai rapat relatif 5. Hi
tung panjang bahan bagian bawah agar si t-- 0,25--l
tinder dapat mengapung dengan sisi pan
jangnya vertikal. ' S=0,8 I
' I
' I

Penyelesaian -

I
'

XG 1
I
' I

Benda bagian atas


G' ,

r
I '
'
I

SI = 0,8 - _1!_ d '


= 0 '8 B
I
'

l
I

Yair I '

G2
L
/

Yb = 0,8x 1000 = 800 kgf!m3 S=5


0
104 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Y2
Benda bagian bawah : Sz = 5,0 y .
- = 5,0
atr

Y2 = 5,0X 1000 = 5.000kgf!m 3


Berat benda 1 : Pm = 0,252 x l,Ox800 = 39,27 kgf
M i salkan h adalah panjang benda bagian bawah :

Berat benda 2 : FG2 = 0,252 xlz x5000 = 245,437h kgf


Berat benda total : FG = FGI + FGZ = 39,27 + 245,437 h
Pusat berat benda gabungan terhadap dasar dihitung dengan momen statis
terhadap dasar :

FG X O G = FGI X O G1 + PGZ X O G2

X + PGZ x
= Fm
O Gt OGz
OG
FG
39,27X (lz +0,5) + 245,437h X 0,5 h
OG =
39,27 + 245,437 h
2
OG = 122,719h + 39,27 h + 19,635
245,437 h + 39,27
Gaya apung :

TC
FB = 4 X 0,25-xdx 1000 = 49,087d kgf
?

Dalam keadaan mengapung PG = FB, sehingga :


39,27 + 245,437 h = 49,087 d
245 ,437 /z + 39,27
d= = 5 1 + 0, 8
49 087
l
'

Jarak pusat apung dari dasar : OB = 1 = 2,5 h + 0,4


Jarak antara pusat apung dan pusat berat :
Ill. KESEI MBANGAN BEND A TERAPUNG 105

122,719h + 39,27h + 19,635 (l I


'S ! + O '4)
')

B G = OG _ OB = _

245,437 h + 39,27

- (122,71911 2 + 39,27/z + 19,635) - (2,5 h + 0,4) (245,437 h + 39,27)


- 245,437 h + 39,27

122,719h 2 + 39,27 h + 19,635 - 613,592611 2 - 196,35h - 15,708


=
245,437 h + 39,27

=
-490,8735h 2 - 157,08h + 3,927
245,437 h + 39,27

=
- 10 11 2 - 3,2h + 0,08
5,0 h + 0,8

Momen inersia tampang balok yang terpotong muka air : Io = D4


Volume air yang dipindahkan : V = D2 d
Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

Io
BM = - =
Jt
64 D 4
=
Jt
64 x o,
zs4
=
3,90625x 10- 3 3,90625x 10- 3
=
V
--
!!. D2 d !!. xo '252 xd d 5 h + 0,8
4 4
Benda akan stabil bila BM > BG :

3,90625x 10- 3 >


-10Jz2 - 3,2h + 0,08
5 h + 0,8 5,0 h + 0,8
.:::..:..c:.
.z.:_ :.::.
..c .;::_;_
.._ _ __c;;_;___....::...
:;..r::. _;__
._ z..;:_:;_

- 10 it 2 - 3,2h + o,os - 3,90625x 1o- 3 = o


- 10 h 2 - 3,2h + 0,07609375 = 0
Penyelesaian dari persamaan tersebut menghasilkan : h = 0,02223m

2,22 cm.
Jadi supaya benda stabil maka panjang benda bagian bawah minimum
adalah 2,22 cm.
106 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULlKA I

Soal 21
Silinder dengan panjang L, diameter D

0
dan rapat relatif S mengapung dalam zat cair
dengan rapat relatif 2S. Tunjukkan bahwa
silinder akan mengapung stabil dengan:

a. sumbunya vertikal apabila L < *


b. sumbunya horisontal apabila L > D '
' '
'
T
I
l
' ' /

Penyelesaian '' '

' .. .
/
' \ ' '
L

I
a. Silinder mengapung dengan swnbunya ver ' >B

1
\
,,

tikal. ,, ' ,'


,, ,,
"
r
1.
u
Sb = S -+ Yb = lOOO S kgf!m3 I-- 0 --f

Sa = 2 S -+ Ya = 2000S kgf!m3
Berat benda : FG = D2 L x lOOO S
:re
Gaya apung : FB = 4D d x 2000 S
?

Dalam kondisi mengapung, FG = Fs, sehingga :

-+ d = 2S
s
L = 0 ,5 L

Jarak pusat apung dari dasar : = 0,25L


OB =

Jarak pusat berat dari dasar : OG = = 0,5 L

J arak antara pusat apung dan pusat be rat :

L
BG = OG - OB = 0,5 L - 0,25 L = 0,25 L = 4

M omen inersia tampang balok yang terpotong muka air : To = D4


IlL KESEIMBANGAN BEND A TERAPUNG 107

T
l i J +
0

s I
I
I i
d

-"
0
1--- l --1

Dl
f-- 0 ----1

Volume air yang dipindahkan : V


= D2 d
Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

lo
JC
D4
64
BM = - = -- = - D2 = -
D2
V l_!_ D2 d 16 d 8 L
4
Benda akan stabil apabila : BM > BG, sehingga :

-+ terbukti !

b. Si/inder mengapzmg dengan sumbzmya horisontal.


Karena berat jenis silinder (S) adalah setengah berat jenis zat cair
(2S), berarti silinder terendam setengah bagiannya (muka air melalui pusat
lingkaran).

d = O,S D
Pusat apung adalah sama dengan pusat berat setengah lingkaran :

PB = i!_ = 2 D
3n 3n

Jarak pusat apung dari dasar : OB = -


108 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

J arak pusat be rat dari dasar : OG =


J arak antara pusat apung clan pusat be rat :

D D 2D 2D
B G = OG - OB = - - (- - -) = -
2 2 3n 3n

Momen inersia tampang balok yang terpotong muka air : /o = i D L3


Volume air yang dipindahkan : V = ix D2 L = % D2 L
J arak an tar a pusat apung dan titik mctasentrum :

I _!_ D L3
BM = __Q_ = -==--- =
12 2 L2
V !!_ D2 L 3n D
8
Benda akan stabil apabila : BM > BG

2 L2 2 D
L2 D2 L D
3n D
- - > - -+ > >
3n
-+

Soal 22
Ponton dibuat dengan menghubungkan dua buah balok sepanjang 10
m, lebar 0,3 m dan tinggi 0,25 m yang mengapung di dalam air tawar. Ra
pat relatif balok kayu S = 0,6. Selidiki stabilitas balok tunggal dan stabi
litas ponton. Apabila di atas ponton terdapat beban seberat 750 kgf dengan
pusat berat pada j arak 0,5 m dari sisi atas balok, selidiki stabilitas ponton.
Beban tersebut berada pada tengah-tengah ponton.

f--- X --------l

1- 0, 3 ' 0,6 --+- 0 , 3 -j

: G
0, 5
2II
!:
I
d
* l If1 2
5
;g
:a
+
:t
d
r
Ill. KESEIMaANGAN aENDA 1ERAPUNG 109

Penyelesaian
Digunakan sistem satuan MKS
Yp : berat jenis ponton
Ya : berat jenis air

S = I = 0 '6 ... Yp = 0,6x 1000 = 600 kgf!m 3


Ya

a. Balok tunggal

Berat balok : FG = L B H yp = 10x0,3x0,25x 600 = 450,0 kgf


Bagian balok yang terendam dalam air adalah d.
Berat air yang dipindahkan :

Fa = L B d ya = 10X0,3XdX 1000 = 3.000 d kgf

Karena benda mengapung, maka Fa = FG, sehingga didapat kedalam


an balok yang terendam air :
450,0
d= = 0,15m
3000,0
Jarak pusat apung dari dasar balok : OB xd = 0,075m
=

Jarak pusat berat dari dasar balok : OG = x H = 0,125 m

Jarak antara pusat berat dan pusat apung :

BG = OG-OB = 0,125-0,075 = 0,05m

Momen inersia balok : Io =


1
L B3 = 1 x 10x0,33 = 0,0225m4
Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

Io
BM - V -
0,0225 _ O,O::> m
10X0,3x 0,15 -
_ _ _

Tinggi metasentrum : GM = BM-BG = 0,05-0,05 = 0


Jadi benda dalam kescimbangan netral (akan mengguling)
1 10 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

b. Ponton .

Berat papan di atas balok diabaikan. Momen inersia total terhadap sumbu
ponton,

It = 2 (/ + A x2 ) = 2 [ I + L xB x ( 0,5x0,6 + 0,5x 0,3 )2 ]


2 4
= 2 [ 0,0225 + 10x 0,3 (0,45) ] = 1,26m

Bagian balok ponton yang terendam air adalah d = 0,15 m (karena


berat papan diabaikan).

Volume air yang dipindahkan : V = 2A d = 2x 10x0,3x0,15 = 0,9 m 3

J arak antara pusat apung dan titik metasentrum :

It 1 26
BM = - = -'- = 1 '40 m
V 0,9

Jarak pusat apung ponton dan pusat berat ponton terhadap dasar ba
lok ponton adalah sama dengan pada kondisi a., sehingga :

BG = OG-OB = 0,125-0,075 = 0,05 m

Tinggi metasentrum : GM = BM-BG = 1,40-0,05 = 1,35 m

Jadi ponton dalam keseimbangan stabil.

c. Apabi/a di atas ponton terdapat beban seberat Wb = 750 kgf.

TG2
-t
0,50 1
0,75

8
0,25 Gd

* :t
d'

'

Berat ponton : Wp = 2 Fo = 900 kgf


Ill. KESEIMBANGAN BEND A TERAPUNG 111
Berat ponton dan beban :

Wpb = Wp + Wbeban
= 900,0 + 750,0 = 1.650,0kgf

Setelah ada beban, bagian balok ponton yang terendam air adalah dt.
Berat air yang dipindahkan :

Fs1 = 2 x 10x0,3Xdt X 1000 = 6.000 d kgf


Kedalaman balok ponton yang terendam air :

1.650
dt = = 0,275m
6 .000

. d 0 275
Jarak pusat apung dan dasar ponton : OB = =
2 2 = 0,1375m

Letak pusat berat dihitung dengan momen statis terhadap titik 0 :

Wpb x OG = Wp x OGt + Wb x OGz

1 .650x O G = 900x 0,5x 0,25 + 750 ( 0,25 + 0,5 )

OG = 0,4091m

Jarak pusat berat dan pusat apung :

BG = OG - OB = 0,4091 - 0,1375 = 0,2716m

Karena balok ponton tidak tenggelam maka momen inersia sebelum


dan sesudah ada beban adalah sama :

It = 1,26m 4

Volume air yang dipindahkan :

V = 2 A d = 2 x 10x0,3x 0,2716 = 1,6296m 3

Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

_ It _ 1,26 _
BM - - 0,7732m
V 1,6296 -
1 12 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Tinggi metasentrum : GM = BM-BG = 0,7732-0,2716=0,5016m

J adi ponton tetap dalam keseimbangan stabil.


Soal 23
Pelampung silinder berdiameter 3 m dan panjang 4 m mempunyai be
rat 40 kN diapungkan di air laut (S = 1,02) dengan sumbu memanjangnya
vertikal. Selidiki stabilitas benda. Apabila pelampung tidak stabil, berapa
kah gaya tarik yang harus diberikan pada rantai yang dipasang pada pusat
dasar silinder supaya silinder dalam kondisi stabil (mengapung stabil) .
Penyelesaian

a. Menyelidiki stabilitas benda


Berat silinder : Fa = 40 kN
Gaya apung : '
'

FG = :n; D., d p g
'

1 1 4m
.......

Gt
I

4
- -

= (3)2 xdx l.020x 9,81 B


'

:o
'

f--- 3 m ---l
11
= 70.730d N = 70,730d kN
Dalam kondisi mengapung :

FG = Fa -+ 40 = 70,73 d -+ d = 0,5655m

. d 0 5655
Jarak pusat apung dan dasar : OB = 2 = --- = 0,2828m
2

J arak pus at be rat bend a dari dasar : OG = = 2,0 m


J arak antara pus at berat dan pus at apung :

BG = OG - OB = 2 - 0,2828 = 1,7172m

Momen incrsia tampang lintang benda : I = :4 D4 = (3)4 = 3,97608m3


Volume zat cair yang dipindahkan :
Ill. KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG 113

V = A d = 4 x (3tx0,5655 = 3,9973 m 3
n ?

Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

BM =
Io
= 3,97608 = 0 9947 m
V 3,9973 '

Tinggi metasentrum :

GM = BM - BG = 0,9947 - 1,7172 = - 0,7225m

Tinggi metasentrum adalab negatip, jadi benda dalam kondisi tidak


stabil. Berarti benda tidak bisa mengapung dengan sumbu panjangnya ver
tikal.

b. Pusat dasar benda diberi gaya tarik.

Misalkan P adalah gaya tarik yang beker

I
ja pada rantai di pusat dasar pelampung. ._.
'
'

Berat benda dan gaya tarik P adalah : G, i


G

l
B
FG + P = (40.000 + P) N
Gaya apung :
FB = A d p g

= (3)2 xdx 1,02x 1000x 9,81


= 70.730 d N

Dalam kondisi mengapung : FG + P = FB

(40.000 + P)
(40.000 + P) = 70.730d d =
70.730
-+

Jarak pusat apung dari dasar benda :

OB = !:!_ = (40.000 + P) m
2 141.460
114 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Dengan adanya gaya tarik di 0, letak pusat berat berubah. Letak pu
sat berat dihitung berdasarkan momen terhadap titik 0.

(FG + P) X OG = FG X OG1 + P X 0
(40.000 + P) x OG = 40.000 X 2 + 0
80.000
OG = 40.000 + p

J arak pusat be rat benda dan gaya tarik P terhadap dasar adalah :

80.000 (40 .000 + P)


BG = OG _ OB = _

40.000 + p 141.460
V olume zat cair yang dipindahkan :

Ad :: 2 40.000 + p
V - -
X - 9,9938 X 10- 5 (40.000 + P)
-

4 70.730
- - -

Momen inersia tampang benda setelah adanya gaya tarik P adalah sa


ma dengan sebelum adanya gaya, yaitu I = 3,97608m4

BM = Io = 3,97608
= 39.785,47
V 9,9938 X 10- 5 (40.000 + P) 40.000 + P

Benda akan stabil apabila BM > BG


39.785,47 80.000 40.000 + p
>
40.000 + p 40.000 + p 141.460

(40.000 + P) 40.214,53
>
141.460 40.000 + p

(40.000 + Pl > 141.460 X 40.214,53

40.000 + p > 75.423,8

_. P > 35.423,8N = 35,4238kN

Jadi gaya tarik minimum yang harus diberikan adalah P = 35,4238 kN


III. KESEIMBANGAN BEND A TERAPUNG 1 15

Soal 24
Kerucut padat mengapung di D
dalam air dengan sumbunya vertikal
sedemikian sehingga puncaknya be
rada di bawah. Apabila sudut pun-
cak kerucut adalah 40, tentukan ra
pat relatif benda sedemikian sehing
ga benda dalam keseimbangan sta
bil.
Penyelesaian
Misalkan :
h : tinggi kerucut
D : diameter dasar kerucut
a : setengah sudut puncak kerucut
d : bagian kerucut yang terendam air
P l : rapat massa kerucut
P2 : r apat massa air

D/2 D
tg a = -- = D = 2 h tg a
h 2h
-

D'/2 D'
tga = d = -
2d
-- D' = 2 d tg a

Berat kerucut :

1 2 1
4 D x -xpl
Fu = -n 3 gh

Berat air yang di pindahkan dihitung dengan cara yang sama seperti di atas
untuk kedalaman air yang dipindahkan benda sebesar d.
116 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Supaya benda mengapung : Fs = FG

PI
(dengan S = )
P2

J arak pus at apung dari puncak kerucut 0 : h SY.J


OB = d =

J arak pusat berat dari puncak kerucut OG = h


:

Jarak antara pusat berat dan pusat apung : BG = OG-OB = h (1-S )


Y.J

Diameter lingkaran pada permukaan air : D' = 2 d tg a


Momen inersia tampang lingkaran kerucut pada permukaan air :

Io = _!_ .n- (D )4 = _!_ .n- (2d tga)4 = tl a


'

64 64 4

Volume air yang dipindahkan : V = Fpzsg = .n- d3 ti a


3
J arak antara pusat apung dan titik metasentrum :

Jr A 4
Io 4 a tg a 3
BM = - = = - d ti a
V d3 ti a 4
3

Oleh karena tg a = dan d = 1t


sYl maka :

Untuk kesetimbangan stabil, BM BG :


Ill. KESEIMBANGAN BEND A TERAPUNG 1 17

1 - s Vl ::s s3 !!_2
4 h2
1 - s"V:l :s s3 ti'a ... 1 :s s"V:l(l + ti-a)
1 = 1 = 1 = o,883o
s"V:J
1 + tj 2ff
>
- 1 + tg 2a 1 + (0,36397)2
s :2:: 0,6885
Jadi supaya kerucut stabil maka rapat relatif kerucut adalah S :2:: 0,6885
Soal 25
Kerucut terbuat dari bahan dengan
rapat relatif St = 0,7 mengapung di atas
zat cair dengan rapat relatif Sz=0,90. Hi
tung sudut puncak kerucut minimum se
demikian sehingga kerucut dapat meng
apung dengan puncaknya di bawah.
Penyelesaian
Pl
St = Pair

Pl = S1 XPair
= 0,7x 1000 = 700 kg!m3
p z = 0' 9
Sz = Pair

P2 = SzPair = 0,9x 1000 = 900 kg!m 3


Misalkan :
h : tinggi kerucut
d : kedalaman kerucut yang terendam dalam zat cair
D : diameter dasar
D' : diameter tampang kerucut yang terpotong permukaan zat cair
2 a : sudut puncak kcrucut
118 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

D/2 D D = 2 11 tg a
tg a = -- =
h 2 /z - -+

Berat kerucut :

W = -1 n D2 x -1 h pt g = -1 n (2 h tga) 2 -1 h pt g = r;:
;re 3 ,_2
t a
4 3 4 3 3;- h g )p1 g
Be rat zat cair yang dipindahkan : Fs = ( d3 ti a) P2 g

Oleh karena benda mengapung, maka FG = Fa, sehingga :

d= h (;?)V)
P2

Jarak pusat apung dari puncak kerucut : OB )VJ


= d=

Jarak pusat berat dari puncak kerucut : OG = 1 h

J arak antara pusat berat benda dan pus at apung :

3 3
BG = OG - OB = - h - -h pl liJ = -3 h 1 - r::-
(-)
pl V3
-;);- J
4 4 p2 4
[ p2
Momen inersia tampang lingkaran kerucut pada perpotongan dengan mu
ka air :

Io = !!_4 (D')4 = !!.... (2 d tga)4 = tl a


6 64 4

Volume air yang dipindahkan :

J arak antara pusat apung dan titik metasentrum :


Ill. KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG 1 19

n
4 aA tg4 a
Io
BM = - = 3
V ::!_3 d3 tj a = -4 d tj a
Agar benda dalam keseimbangan stabil, titik metasentrum M harus di
atas atau berimpit dengan G :

BM ;::: BG
3 . .2 3 Pl 11:3
- d tg > - h [ 1 - (-) ]
a -
4 4 P2

Jadi sudut puncak kerucut adalah : 2 a = 32,94? = 3256'

Soal 26
Pelampung silinder berdia
meter D= l,Om dan tinggi H =0,75
1G1
-;-
'

m mempunyai berat 3500 N me


ngapung di air laut (S= 1,025) de f
0,5

;G2!G
w
ngan sumbunya vertikal. Di pusat

0,75!
sisi atas silinder diberi beban. Le
tak pusat berat beban adalah 0,5 m

l1
;a
dari sisi atas silinder. Berapakah .
berat beban maksimum supaya pe ,o

lampung tetap dalam kondisi sta


bil.
1 20 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Penyelesaian
Berat pelampung : Fo = 3500 N
Berat beban : W
Berat pelampung dan beban : (W+3500)
Gaya apung :

Fs = A dp g

= (1)2 xdx 1,025x 1000x 9,81 = 7897,375d


Pada kondisi mengapung Fs = Fo + W, sehingga :

W + 3500
7897,375 d w + 3500 d=
7897,375
=

-+

. d W + 3500
Jarak pusat apung dan dasar : OB = 2 = m
15 .794,75

Jarak pusat berat benda dan beban dari dasar silinder dihitung berdasar
momen statis terhadap titik 0 .

(W + Fo) x OG = Fo x O(h + W (H + 0,5)

(W + 3500) X OG = 3500 X 0,5 X 0,75 + w (0,75 + 0,5)

1312,5 + 1,25 W
OG =
3500 + w

1312,5 + 1,25 W W + 3500


BG = O G _ OB =
_

3500 + w 15.794,75

Momen inersia tampang silinder yang terpotong muka air :


Jt Jt
Io = - D4 = - (1) 4 = 0'0490874m 4
64 64

Volume air yang dipindahkan :

W + 3500 W + 3500
V = A d = (1) 2 =
4 7897,375 10.055,25
III. KESEIMBANGAN BEND A TERAPUNG 1 21

Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

Io = 0,0490874 493,5861
BM = - W+ 3500
_

V W + 3500
10.055,25

Benda akan stabil apabila BM> BG.

493,5861 1312,5 + 1,25 W ..:..:.W_+:._:::.:.35::..:0:..::.0


w + 3500 > w + 3500
_

15.794,75

- 8 18,914 - 1,25 w W + 3500


>
W + 3500 15.794,75

12.934.541,9+ 19.743,4 W < ( W + 35ool

w2 - 12.743,4 W - 684.541,9 = o
Penyelesaian dari persamaan tersebut menghasilkan :

w1 = 12.796N
w2 = -53,5 N
Jadi berat beban minimum sedemikian sehingga benda dalam kondisi
tidak stabil adalah W = 12.796 N.
Soal 27
Kapal dengan panjang 60 m lebar 8,4 m dan berat 15 MN. Muatan di
atas kapal seberat 150 kN bergerak pada arah lebar sejauh 4 m sehingga
menyebabkan kapal miring 3. Momen inersia tampang kapal pada elevasi
muka air adalah 72 % dari momen inersia segi empat yang mengelilin
ginya. Pusat apung terletak pada 1,5 m di bawah muka air. Tentukan tinggi
metasentrum dan posisi pusat berat kapal. Rapat massa air laut
p = 1025 kglm .
3

Penyelesaian
Panjang kapal : L = 60 m
Lebar kapal : B = 8,4 m

Berat kapal : W = 15 MN = 15 x 106 N


122 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

I
Y
'

-f-----;----f----f---,_,.;,;..._____:;s,
-

+G
iB
_ X - .

+I
l
Berat muatan : Wm 150 kN = 150x llf N
=

Jarak bergesernya muatan : I = 4 m

Sudut kemiringan : a = 3
Momen yang menyebabkan goyangan :

M0 = 150 X 4 = 600 kNm


Momen tersebut menyebabkan bergesernya titik tangkap W dari G ke
G'. Karena berat muatan jauh lebih kecil dari berat kapal maka berat tcr
sebut diabaikan terhadap berat kapal.
Bergesernya titik tangkap menyebabkan momen :

M1 = Wx GM sin a = 15 X 1 03 x GM sin 3 kN-m

600 = 1 5 x lcf x GM sin 3

600
15 X 103 X sin 3
GM == = 0,7643m

Jadi tinggi metascntrum adalah 0,7643 m.


Karcna tinggi mctasentrum GM positip berarti kapal dalam kondisi stabil.

Untuk mcncari posisi pusat be rat dihitung jarak BM : BM = i


Momen inersia tampang kapal pada muka air :

1
lo = 72 % X lo segiempat = 0,72 X L B3
12
lll. KESEIMBANGAN BEND A TERAPUNG 1 23

1 x 60x8,43
= 0,72x 12

= 2133,73m 4
P
M

Volume air yang dipindahkan :


0,643 i
... ---1 G

1
1
1
w
V= , 1-----___. B
pg
15x 106 = 149176m 3
,0

=
1025x9,81

Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum :

BM - 2133,73 - 1,4303m
1491,76
Oleh karena pusat apung terletak pada 1,5 m (BP) di bawah muka air
maka titik metasentrum :

PM = BP - BM = 1,5 - 1,43 = 0,07 m


Jadi titik metasentrum M berada pada 0,07 m di bawah muka air.

PG = PM + GM = 0,07 + 0,7643 = 0,8343 m


Jadi pusat berat berada pada 0 ,8343 m di bawah muka air.
Soal 28
Ponton bujur sangkar dengan sisi 6 111 dan tinggi 1,2 m mengapung di
atas air. Apabila di atas ponton diberi beban seberat 4 ton, bagian dari
ponton yang terendam air adalah 0,6 m. Beban berada pada tengah-tengah
ponton. Pusat berat ponton adalah 0,6 m di atas dasar dan pusat berat be
ban adalah 1 ,2 111 di atas sisi atas ponton. Selidiki stabilitas ponton. Bera
pakah beban maksimum sehingga ponton tidak stabil.
Penyelesaian

a. Menyelidiki stabilitas benda


Berat ponton : FGI
124 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Berat beban : 4 ton t--- S m --1

B erat total : FG = Fm

I
+4
Gaya apung :

Fs =

l
6m
6x6x0,6x 1000
= 21.600 kgf = 21,6 ton .___

Dalam keadaan mengapung, FG = Fs, se


hingga :
4t
G2 T

1
1 ,2
Fm + 4 = 21,6 ..,..
I .G
1 ,2
Fm = 21,6 - 4 17,6 ton G1
06
..

J arak pusat apung dari dasar :


1 B

.L

OB = 0,5x0,6 = 0,3 m
Pusat berat benda dan beban terhadap dasar dihitung dcngan momcn
statis terhadap dasar :

FG X OG = Fm X OG1 + FG2 X O(h


Fm x OG1 + FG2 X O(h
OG = --=-=----=...-
.. ---=
FG

== O'9333 m
17,6X0,6 + 4, 0x (1 ,2+ 1,2)
OG =
21,6
Jarak antara pusat apung dan pusat berat :

BG == OB - OB == 0,9333 - 0,3 == 0,6333 m


Momen inersia tarn pang balok yang terpotong muka air :

1 B3 1 4 108 m
Io ==
4
12 B = 12 6 =
Volume air yang dipindahkan : V == 6x6x0,6 = 21,6 m3

Jarak antara pusat apung dan titik metasentrum : BM = = '


= 5,0 m
Ill. KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG 125

Tinggi metasentrum : GM = BM - BG = 5,0 - 0,63333 = 4,3667 m


-+ Karena GM>O berarti benda dalam kondisi stabil.

b. Menghitung beban maksimum.


Beban maksimum : Wz
Berat beban + ponton : Fe; = 17,6 + Wz

Gaya apung : Fa = 6,0x 6,0xdx 1000 = 36.000d kg[ = 36 d ton


Wz + 17,6
36 d = Wz + 17,6 d=
-+
FG = Fa -+
36

17,6x0,6 + Wzx 2,4 2,4 Wz + 10,56


Jara k pusat berat d an. d asar : OG = =
17,6 + Wz Wz + 17,6

Wz + 17,6
OB = 0,5 d =
.
Jarak pusat apung d an dasar :
72

Jarak antara pusat apung dan pusat berat :

2,4 Wz + 10,56 Wz + 17,6


BG = OG _
OB = _

Wz + 17,6 72

Momen inersia tampang balok yang terpotong muka air :

Io = 108 m4
Volume air yang dipindahkan : V = 36xd = 36x
Wz
;6176 = w2 + 17,6
. . io 108
J ara k antara pusat apung dan hl1k metasentrum : BM = =
V W2 + 17,6
Benda akan stabil apabila : BM > BG

108 2,4 Wz + 10,56 Wz + 17,6


---- >
Wz + 17,6 Wz + 17,6 - __::..__'--
72

108 - 2,4 Wz - 10,56 Wz + 17,6


> -
Wz + 17,6 72
----
126 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

7015,68 - 172,8 Wz > - ( + 35,2 W2 + 309,76)


w - 137,6 Wz + 7325,44 = o
Persamaan tersebut tidak memberi nilai Wz, yang berarti tidak ada be
ban maksimum yang memenuhi persamaan tersebut. Beban maksimum le
bib ditentukan oleh tenggelamnya ponton daripada tergulingnya.
Beban maksimum yang dapat didukung adalah beban yang menyebab
kan ponton tenggelam, yang besarnya adalah :

17,6 + W2 = 6 x 6 x 1,2x lOOO

W2 = 25,6 ton
Untuk mengetahui kebenaran dari pernyataan tersebut, maka beban
W2 = 25,6t digunakan untuk menghitung kondisi stabilitas ponton.
Dengan beban tersebut kondisi ponton adalah sebagai berikut ini.

2,4 x 25,6W2 + 10,56


= 1,667 m
.
Jara k pusat b erat dan d asar : OG =
25,6 + 17,6

. Wz + 17,6 25'6 + 17'6


J arak pusat apung dan dasar : OB = = = 0,6 m
72 72

Jarak antara pusat apung dan pusat berat :

BG = OG - OB = 1,667 - 0,6 = ,067 m

J arak antara pusat apung dan titik metasentrum :

108
BM = =2 5m
25,6 + 17,6

Tinggi metasentrum :

GM = BM - BG = 2,5 - 1,067 = 1,433 m

J adi ponton dalam kondisi stabil, tetapi dalam keadaan hampir tenggelam.
IV. ZAT CAIR DALAM
KESETIMBANGAN RELATIF

A. Ringkasan Teori
1. Zot Coir Dolom Tongki Mengolomi Percepoton
Apabila zat cair berada di dalam suatu tangki yang mengalami per
cepatan kontinyu, maka zat cair tersebut akan mengalami perubahan dis
tribusi tekanan dan permukaan zat cair akan miring.
Kemiringan permukaan zat cair
yang mengalami percepatan horisontal Permukaan zat cair sebelum
Ox diberikan oleh persamaan berikut : mengalami percepatan

Ox
- _7_ - - - -
tg O = -
g
Permukaan zat cair setelah
mengalami percepatan
dengan () sudut kemiringan terhadap
bidang horisontal dan g adalah perce -ax
patan gravitasi.
Distribusi tekanan oleh zat cair
yang mengalami percepatan vertikal ay
diberikan oleh persamaan berikut :
1 27
128 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

p = y h (1
a
_r)
g
dengan :
p : tekanan hidrostatis
y : her at j enis zat cair

1: : kedalaman titik yang ditinjau terhadap permukaan zat cair


ay : percepatan vertikal, positip apabila ke atas dan negatip apabila ke
bawah
Apabila tangki bergerak dalam bi
dang miring, maka percepatan searah
bidang terscbut menycbabkan kemirin
gan p e rmukaan zat cair, yang diberi
kan oleh rumus berikut :

ax
tg O =
g + ay
-

2. Zat Cair Di Dalam Silinder Berotasi


Apabila suatu tangki silinder berisi zat cair diputar (rotasi) terhadap
sumbu vertikal dengan kecepatan sudut konstan, maka permukaan zat cair
yang semula horisontal berubah menjadi bentuk paraboloida .
Permukaan zat cair tersebut mempunyai bentuk berikut :
? ?
w - ,....
y= -
2g
dengan :

y: j arak vertikal suatu titik pada


muka air terhadap absis yang
melalui titik terendah parabo
Ii
Yo

I
loid a

r: jarak horisontal antara titik


yang ditinjau dan sumbu ver 1 -+-L---r-----+
tikal yang melalui pusat silinder , Permui<aan :tat
, carr setlah rrnas1

cv : k ecepatan sudut (radian/detik)

g: percepatan gravitasi 1---- R -----1


IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 1 29

Apabila j ari-jari silinder adalah R, maka kenaikan zat cair pada dind
ing silinder dari permukaan terendah adalah :

w2 R2
Vp -
-
--

- 2g
Kenaikan zat cair pada dinding dari permukaan awal sebelum silinder ber
rotasi adalah sama dengan penurunan pada sumbu.

Hubungan antara kecepatan sudut (w) dan kecepatan rotasi N (rpm,


rotasi per menit) adalah :

2 n: N
w= --

60

B. Soal Penyelesaian

Soal l
Tangki segiempat dengan p anjang 4,0 m, lebar 1,0 m dan tinggi 3,0 m
berisi air dengan kedalaman 2,0 m bergerak dengan percepatan horisontal
4,0 m/d2 dalam arah panjang tangki. Cari kemiringan permukaan air clan
gaya tekanan pada sisi muka dan belakang tangki. Percepatan gravitasi
2
g=9,81 mld
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan SI

,l
h

I f
t T

I
i
a,=4mld2

T 1
h,

..._____.

l---- 4 m ---l
1 l------'

l---- 4 m -----;
I
130 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Misalkan karena adanya percepatan ax=4,0 m!d permukaan zat cair
miring dengan sudut () terhadap horisontal. Sudut () dihitung dengan meng
gunakan rumus berikut :

Ox = 4 0 = 0 408
tg () = - - (J = 22,195' = 2212'
g 9,81

'

Dari gambar di atas dapat dicari kenaikan muka air pada sisi belakang
tangki :

h = 2tg () = 2 X 0,408 = 0,816m


Jadi kedalaman air pada sisi belakang : h 1 2+ 0,816 = 2,816 m
=

Kedalaman air pada sisi depan : h2 = 2 - 0,816 = 1,184m

Gaya tekanan hidrostatis pada sisi belakang :

F1 = hipgB
= (2,816)2 x 1000x9,81 X 1,0 = 38.896N = 38,896k N

Gaya tekanan hidrostatis pada sisi depan :

1 2 B = 1 (1,184t x 1000x9,81x 1,0 = 6.876N = 6,876k N


F2 = 2h2 pg 2 ?

Soal 2
Tangki segiempat dengan panjang 4,0 m, lebar 1,0 m dan tinggi 3,0 m
berisi air dengan kedalaman 2,0 m bergerak dengan percepatan horisontal
dalam arah memanjangnya. Berapakah percepatan maksimum agar air ti
dak tumpah. Hitung pula distribusi tekanan dan gaya tekanan pada sisi de
pan dan belakang tangki.

Penyelesaian
Digunakan sistem satuan MKS B

Supaya air tidak tumpah, maka mu


ka air pada ujung sisi kiri adalah pada
titik A. Volume air sebelum dan sesudah
tangki bergerak adalah sama, sehingga
muka air melalui titik tengah F. Kemi
ringan muka air maksimum : f-- 4 m-----l
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 131

BE 2
tg 0 = AB = 4 = 0,5

Tangki mengalami percepatan ax, sehingga kemiringan muka air dapat


dihitung dengan rumus berikut :

ax
tg O = - = 0'5 -+ Ox = 0,5 X 9,81 = 4,905mld.
g
J adi percepatan maksimum agar air tidak tumpah adalah Ox =4,905 m/d.
Gaya tekanan pada sisi muka clan belakang :

Pl = Y hl = 1000x3 = 3.000,0kgflm 2 = 3,0 t!m2

1
F1 = ],Pl h! B = 21 X3,0X3,0x 1,0 = 4,5 t

P2 = y h 2 = 1000x 1 = l.OOO,Okgflm 2 = 1,0 t!m2

1 h B=1
F2 = ],P 2 2 2 x 1,0x 1,0x 1,0 = O,S t
Soal 3
Tangki minyak dengan panj ang L =3 m, lebar B = l m dan tinggi H=2
m berisi
air sampai kedalaman 1,5 m. Tangki mengalami percepatan hori-
sontal ke kanan ax = 6 m/d2. Hitung volume air yang tumpah. Percepatan
gravitasi g=9,81 m!d2 .

Penyelesaian
Pada percepatan maksimum se
belum minyak tumpah, permukaan
minyak adalah garis A C. Dengan per-
2
cepatan Ox = 6 mld permukaan mi
nyak adalah garis AD . Volume mi
nyak yang tumpah adalah volume
prisma A (7) . l---3 -- m ----1

Pada kondisi minyak akan tumpah, permukaan minyak di sisi depan


tangki turun sampai titik C, dan panjang BC adalah :
lJC = l m
132 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Kemiringan permukaan minyak apabila mengalami percepatan ax adalah :

Ox 6
tg e = - =
g 9,81 = o'6116
-

1JI5 = AB g e = 3 x 0,6116 = 1,8349m


t
m = 1JI5 7JC = 1,8349 1 = 0,8349 m
- -

Volume air yang tumpah :


1
V = luas A CD x lebarB = 2 xABxV15xB

= x3x0,8349x 1 = 1,2523m3
Soal 4
2
3
Suatu tangki segiempat berisi air bergerak dengan percepatan m!d
pada bidang dengan kemiringan 30
terhadap horisontal. Berapakah kemi
ringan muka air yang terjadi.
Penyelesaian

Percepatan : a = 3mld-,
Sudut kemiringan bidang : a = 30
Komponen horisontal dari percepatan :

cos30
ax = a

= 3x0,866 = 2,598mld2

Komponen vertikal dari percepatan :

ay = a sin 30 = 3x0,5 = 1,5 mld2


Apabila () adalah kemiringan permukaan
zat cair terhadap horisontal, maka :

ax 2,598 1256'
tg e = ay + g = (1,5 + 9,81) = 0,2297 -+ e=

Jadi kemiringan air terhadap horisontal adalah e = 1256'


IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 133

Soal S
Tangki segiempat dengan panjang L =4,0 m, lebar B=l,Om dan tinggi
H=3,0 m berisi air dengan kedalaman 1,5 m bergerak pada bidang dengan
kemiringan 30 terhadap horisontal. Berapakah percepatan maksimum
agar air tidak tumpah. Hitung pula distribusi tekanan dan gaya tekanan
pada sisi depan dan belakang tangki.
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan SI.
Pada keadaan diam muka air ada
lah garis AB. Tangki bergerak dalam
bidang miring dengan percepatan da
lam arah x dan y.
Percepatan a dapat diproyeksikan da
lam arah sumbu x dany :

ax = a cos 30 = 0,86603a
ay = a sin 30 = 0,5 a
Kemiringan muka air karena adanya percepatan searah bidang miring :

ax (1)
tg{} =
g + ay
--

Sebelum terjadi percepatan :

AF = 2 tg 30 = 1,155m
AE = EF + AF
= 1,5 + 2 tg 30 = 2,655m
Karena adanya percepatan, muka air yang semula pada titik A ber
ubah menjadi di titik C.

AC = 3 - 2,655 = 0,345m
CF = AF + AC = 1,155 + 0,345 = 1,5 m
Mencari sudut kemiringan muka air () :
134 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
tg (30 8) = c: = 2tg 30 ; 0,345 = 0,75
+

30 + 8 = 36,87 .. (} = 6,8'"?
Percepatan maksimum dapat dihitung dengan menggunakan rum us (1).

g 6 8'"f =
1
0,86603 a 0,86603 a
0 '12048 = 9,81
9 81 + 0 S a + 0,5 a
' _..
' '

1,18191 + 0,06024 a = 0,86603 a a = 1,467m/d


-+

Gaya tekanan pada sisi belakang ( CE) :


FeE = 2_1 PE H B = 21 x1000x9,81x3-x1
, = 44.145N = 44,145kN
Pada sisi depan :

GD '= CF = 1,5 m
Jadi muka air pada sisi depan tepat berada pada titik terbawah sisi
depan tangki, sehingga gaya tekanan pada sisi depan :

Fo = O
Soal 6
Tangki segiempat terbuka dengan panjang 4 m,
lebar 3m
berisi air
sampai setinggi 1m bergerak pada bidang miring ke atas dengan sudut
kemiringan cp=30. Hitung kemiringan permukaan air apabila tangki men
galami percepatan 2 m!d2 . Pertanyaan yang sama apabila bidang miring ke
bawah dengan sudut kemiringan cp=30.

Penyelesaian

Percepatan : a =2 mld2
Komponen horisontal dari percepatan :

Ox = a cos a

= 2 cos 30 = 1,732m/d2
Komponen vertikal dari percepatan :
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 135

ay == a sin a = 2 sin 30 = l,O mld2


a. Tangki dipercepat pada bidang miring ke atas.

Kemiringan muka air karena adanya percepatan ke atas searah bidang


miring :

tg ()
1 732
= = , 9 8 = 0' 1602
ay + g 1 + , 1

b. Tangki dipercepat pada bidang m iring ke


bawah
Kemiringan muka air karena adanya per
cepatan ke bawah searah bidang miring :

Ox
tg O = -
ay - g

= 1732
= -0 . 1966
1 - 9 ,81

didapat : 0 = - 1 1 7'

Soal 7
Suatu tangki segiempat dengan panjang 4 m , lebar 2,5 m berisi minyak
dengan rapat relatif S = 0,85 sampai pada kedalaman 1,5 m . Tentukan ga
ya tekanan total pada dasar tangki, apabila tangki bergerak dengan perce-
patan g m /d2 dalam arah: a. vertikal ke atas dan b. vertikal ke bawah.
Penyelesaian

---
I
1 ,5 m

t---- 4 m----l
1
1 36 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
D igunakan sistem satuan SI
Luas dasar tangki :

A = 4x2,5 = tom- ?

R apat relatif :

Pm
Pm
S = -. = 0,85 -+ = 0,85pair = 0,85Xl000 = 850 kg/m 3
Pa1r

Apabila tangki mengalami percepatan vertikal ke atas, maka tekanan


yang terj adi dihitung dengan rumus berikut :

Pl = pgh (1 + ;)
= 850x9,81x 1,5 (1 + g.) = 25.016Nim2 = 25,02kN!m2
Gaya tekanan total pada dasar :

F1 = A P l = 10x25,02 = 250,2kN
Apabila tangki mengalami percepatan vertikal ke bawah, maka
tekanan yang terjadi dihitung dengan rumus berikut :

P2 = p g h ( 1
ay )
g-

= 850X9,81X1,5X (l - g) = 0
g
Gaya tekanan total pada dasar :

Soal 8
Tangki dengan panjang 2 m, lebar 1 m bcrisi air sampai kedalaman
1,25 m. Hitung gaya pada sisi memanjang tangki apabila a. tangki bergerak
vertikal ke at as dengan percepatan 4,0 m/d2 ; dan b. tangki bergerak verti
kal ke bawah dengan percepatan 2,0mld2. Percepatan gravitasi g=9,81
m/.
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 137

Penyelesaian
Digunakan sistem satuan MKS
Apabila tangki mengalami percepatan vertikal ke atas, maka tekanan
yang terjadi dihitung dengan rum us berikut :

ay
P1 = y h (1 + g )


= 1000x 1,25 (1 + 4 ) = 1.760 kgf!m2 = 1,76 t!m 2
9' 1
Gaya pada sisi memanjang tangki :

1 1
F1 = 2 /1 h L = 2 X 1,76x 1,25x2,0 = 2,2t

Apabila tangki mengalami percepatan vertikal ke bawah, maka tekan


an yang terjadi dihitung dengan rumus berikut :

ay
pz = y h ( 1 - g )

= 1000x 1,25x (1 - :' 1) = 995 kgflm2 = 0,995tlm2


Gaya p ada sisi memanjang tangki :

F2 = 21 pz h L = 21 x0,995x 1,25x2,0 = 1,244!


Soal 9
Tangki dengan panjang 2 m , lebar 1 m clan tinggi 2 m berisi air den
gan kedalaman 1,5 m . Hitung gaya pada sisi memanjang tangki apabila :
a . tangki bergerak vertikal ke atas dengan percepatan 3 m/d.
b. tangki bergerak vertikal ke bawah dengan percepatan 2 m/d.
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan SI.
a. Percepatan 3 m !d2 ke alas.

Tekanan karena adanya perccpatan vertikal ke atas :


1 38 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

a
P 1 = pg h (1 + gy )

= 1000x 9,81x 1,5 ( 1 + 3 ) = 19.215N = 19,215kN


9,81

F1 = 21 p1 h L = 21 x 19,215x 1,5x2 = 28,8225 kN


2
b. Percepatan 2 m!d ke bawaiJ.
Tekanan karena adanya percepatan vertikal ke atas :

ay
pz = pg h (1 - )
g

= 1000x9,81X l,5 (1 - 2 ) = 11.715N = 11,715kN


9 81 '

F1 = 2.1 P2 1z L = 21 x 11,71.5x 1,5x2 = 17,5725 kN

Soal lO
Suatu tangki segiempat tertutup dengan panjang 10 m, lebar 5 m dan
tinggi 3 m diisi penuh minyak dengan rapat relatif 0,92. Di titik B terdapat
lobang kecil. Hitung perbedaan tekanan antara titik A dan B, apabila tang-
ki bergerak dengan percepatan 3 m/d2 dalam arah horisontal. Percepatan
gravitasi g=9,81mld2
Penyelesaian
Digunakan sistem satuan MKS.
Oleh karena sisi atas tangki tertutup dan c' -
tangki terisi penuh dengan minyak, maka
B
I

tidak akan terj adi kemiringan permuka A'


an minyak di dalam tangki. Tetapi seba
gai akibat dari percepatan horisontal,

3m
1-----::..r-

- a,
maka akan terjadi kenaikan tekanan pa
da titik A . l ._____
l----1 0 m----l
Digunakan sistem satuan MKS.
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 139

Kenaikan tinggi tekanan di sepanjang tangki diberikan oleh pcrsama


an bcrikut :

Ox
tg 8 =
g
h A _ Ox
b - g

hA =
3 x 10 = 3,06 m
9 ,8 1
Karena titik B berlobang sehingga tekanan adalah atmosfer, maka :

hs = O m
Perbedaan tekanan antaraA dan B :

h A-h B = PA- PB
Ym = 3'06m
--

S = : = 0,92 -+ Ym = 0,92x 1000 = 920kgflm 3

PA - PB = 3,06ym = 3,06x920 = 2.815,2 kgflm 2 = 2,8152t/m2


Soal ll
Tangki minyak tertutup dengan panjang 10 m, lebar 3 m dan tinggi 2
m berisi minyak dengan rapat massa 800 kg!m3 sampai penuh. Apabila
tangki bergerak dengan percepatan horisontal 3 m!d2, hitung tekanan pada
sisi depan, belakang dan sisi memanjang tangki.
E
Penyelesaian
T : -
Digunakan sistem satuan SI. h I I
I

Percepatan gerak tangki me pg


- h
..:::._
______ _..:::....,.., c
nyebabkan kenaikan tekanan di se
panjang tangki yang ditunjukkan -
oleh garis tekanan dengan kemi a, = 3 mla2

ringan ax lg Distribusi tekanan pa


.

da sisi depan dan belakang ditun A pg(2+hl


jukkan dalam gambar . 1---- 1 0.0m ---
140 SOAL PENYELESAIAN HlDRAULIKA I
Rapat massa minyak : Pm :: 800 kglm 3
Pada sisi depan.
Tekanan di C : pc = 0
Tekanan di D :
PD = p g h = 800x9,81x2 = 15.696 N = 15,696 kN
Gaya tekanan :

F1 = 21 PD lt B = 21 X 15,696X2X3 = 47,088kN

Sisi belakang.
Karena adanya percepatan tekanan zat cair pada dinding akan naik. Per
tambahan tekanan ditunjukkan oleh kemiringan garis tekanan yang dapat
dihitung dengan rumus:

O x h lt = 3,0581 m
tg8 =
g 10 = 0,30581
-+ -+

Tekanan di titik B dan A adalah :

PB = p g h = 800x9,81x3,0581 = 24.000 N = 24 kN
PA = p g (h+2) = 800x9,81x5,0581 = 39.696 N = 39,696 kN
Gaya tekanan pada sisi belakang :

Fz = 21 (pA + PB) h B = 21 (39,696 + 24) x 2x 3 = 1.91,09 kN

Sisi memanjang.
Distribusi tekanan pada sisi memanjang berbentuk prisma, dengan
tekanan di titik A,B, C,D adalah seperti pad a hitungan di atas.
Gaya tekanan :: Volume prisma tekanan
1
F3 = 4 (pA + PB + pc + PD) h L

l
= (39,696 + 24 + 0 + 15,696) X 2 X 10 = 396,96kN
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 141

Soal 12
Tangki minyak mempunyai lobang pada A dan B dan berisi minyak
dengan rapat massa 850 kg!m3 sampai kedalaman 2 m. Tentukan : a. ke
cepatan maksimum ke kanan sedemikian sehingga minyak tidak tumpah;
dan b. Tekanan di titik A apabila percepatan 8 m!d2 ke kanan dan jika lo
bangA tertutup sedang lobang B terbuka.
Penyelesaian
J E
1

A
- - - - - - - - -
T

'B
A B .... .... F

3I 1
- - - - - - - ax c

12rL,__ ____

1----- L = 5 m ----1
__,J
'-------' H
1---- L : S m ---1

Digunakan sistem satuan SI.


Percepatan dalam arah horisontal ke kanan.
a. Supaya minyak tidak tumpah maka elevasi minyak maksimum adalah
pada titik A; dan bentuk permukaan minyak adalah garis AC.

Kemiringan muka air :

ax
tg8 =
g
2 = ax
5 9,81
-+
ax = x 9,81 = 3,92 mld2

b. Apabila lobangA ditutup dan tangki mempunyai percepatan 8 m!d2 , ke


miringan permukaan minyak diberikan oleh :

ax E'G 8
tgO = = - = 0 '8155
9,81
-+
g
-

L
-+ F:G = 0,8155x5,0 = 4,0775 m
Dari hubungan segitiga sebangun f). GFB dan !l GJE, maka :
142 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Im
F7J = (1)
4, 0775 xs = 1,2262BG
-+

Luas segitiga BGF = xPBxim = x 1,22627JGxiJV = 0,6131BG2


Karena tidak ada minyak yang tumpah maka :

Luas BGF = luas ABCD

0,6131BG2 =5X 1 -+ 1JG = 2,8557m


HG = 3 - Im = 3 - 2,8557 = 0,1443 m
Tekanan pada sisi depan tangki :

PH = p g HG = 850x9,81x0,1443 = 1203 Nlm2 = 1,203 kNim 2


D ari persamaan (1) dihitung nilai FB :
FB
= 1,2262x2,8557 = 3,5017 m
AF = L - F7J = 5 - 3,5017 = 1,4983 m
Segitiga AJF dan B GF adalah sebangun, sehingga :

AF
= FB xiJV
1,4983
h = 3 5017 x2,8557 = 1,2219 m
'

Tekanan di titik A adalah :

P A = p g h = 850x9,81 X 1,2219 = 10.189 N = 10,189 kN


Soal 13
Silinder berdiameter 20 cm berisi air sampai kedalaman 50 cm . Apa
bila silinder diputar terhadap sumbunya dengan kecepatan 300 rpm (rotasi
per menit), hitung kedalaman parabola Garak antara muka air tertinggi
pada dinding dan muka air terendah pada sumbu silinder).
Penyelesaian.
Hubungan antara kecepatan putar dan kecepatan sudut diberikan
oleh bentuk berikut :
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 143

w = 211:60N
--

dengan w adalah kecepatan sudut (rad/detik} dan N adalah kecepatan pu


tar (rpm), sehingga di dapat :

w = 2 x300 = 3 l,42radld
Kedalaman parabola dihitung dengan rumus berikut :

= w2 Rg = (31,422tx( 0,10)2 = 0 5032 m = 50 32 cm


2 2 .,

YP
x 9,81 '
'

Soal 14
Tangki silinder terbuka dengan tinggi H= l,O m dan diameter D =0,3 m
berisi air sampai kedalaman IJ =0,8 m. Apabila silinder berotasi terhadap
sumbunya, berapakah kecepatan sudut maksimum sehingga air mulai tum
pah. Hitung tekanan pada titik di dasar silinder yang melalui a. sumbu b.
dinding silinder selama berotasi.
Penyelesaian
Bentuk muka air maksimum dimana air tidak tumpah adalah apabila
air mencapai sisi atas silinder. Dalam hal tersebut, tinggi parabola adalah :

Yp = 2 (H-IJ) = 2 (1-0,8) = 0,40m


Kecepatan sudut maksimum diperoleh dari rumus berikut:

w2;g ;2 = 1, 1468X 10-3 w2


0,4 =
2 :
I
1'
didapat : w 18,68 radiaVdetik.
=

Kecepatan putar :

w = 2 60
11: N
-- -+ 18'68 = 211:60N .o A
1--- 0=0.3-----1
144 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
. 18 68 X 60
d1dapat : N =
' Zn = 178,341pm
Tekanan di dasar pada sumbu silinder :

ho = H yp = 1,0 - 0,4 = 0,6 m


-

po = h y = 0,6x 1000 = 600 kgflm2


Tekanan pada dasar di dekat dinding tangki :
hA = H = 1,0 m

PA = hA Y = 1,0x 1000 = 1000kgflm 2


Soal lS
Silinder dengan diameter D=30 cm clan tinggi H=75 cm berisi air
sampai kedalaman h=50 cm. Hitung kecepatan silinder terhadap sumbu
nya sedemikian sehingga kedalaman air pada sumbu silinder adalah nol.
Penyelesaian
Apabila kedalaman air pada sumbu silinder c
adalah no1, berarti tinggi parabola adalah : T
yp = 0,75m
... ... .. .. \., ... ... ...
T
Kecepatan sudut dihitung dengan menggunakan
ru-mus berikut :

(J} R2
I
0.5
0,75
I

yp = 2 g

1
-

,
w 2 x o, t s- 1--- 0,JO--l
o '75 = = 1 146789 10- 3 w2
2x 9,81 '
didapat w = 25,573radld
Kecepatan putar :

w = 2 :n N -+
25 ,573 = Z n N
60 60
--

didapat : N = 244,21 rpm


IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 145

Soal 16
Tangki silinder dengan sisi atas terbuka berdiameter 12 cm dan tinggi
30 diisi air sampai penuh. Apabila silinder berotasi dengan kecepatan
cm
200 rpm, hitung volume air yang tumpah.
Penyelesaian
Setelah silinder berrotasi dengan kecepatan

1
<:;:.
200 rpm ,muka air mempunyai bentuk seperti ter - - - - - - - - - -

gambar. Volume air yang tumpah adalah sama de


ngan volume paraboloida.
Kecepatan sudut dihitung dengan rumus berikut : 30cm

2:rt:N 2:rt: X 200


w = 60 = 60 = 20,94radld
Tinggi paraboloida : l--- 1 2 cm ---i

2 R2 20,94 x0,06 2 2
Yp - 2 g -
_
w - 0 '08 m
_ _

2x9,81
Volume air yang tumpah sama dengan volume paraboloida, yaitu :

v = -l -
.n 2 1 .1t
2 4 D yp = -x-xo
,..:)
2 4 ' l:cxo 08 '

= 0,000452 m 3
= 0,452/iter
Soal 17
Silinder dengan diameter 60 cm berisi penuh Y 1 20rpm
air berotasi terhadap sumbu vertikal dengan kece
patan 120 rpm . D engan kecepatan tersebut keda
laman air pada sumbunya adalah nol, sedang pada
dinding silinder tepat pada sisi atasnya. Hitung
tinggi silinder dan volume air yang tumpah.
Penyelesaian
Kecepatan sudut dihitung dengan rumus berikut :
1--- 60cm ----l
2:rt:N 2:rt: X 120 12,57 radld
w = 60 = 60 =
146 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Tinggi paraboloida :
2 R2 ,
c:v 12,57"XO,.
r
....2
O'725 m
Yp 2g -
_ _
_

- 2x9,81 -

Volume air yang tumpah sama dengan volume paraboloida, yaitu :

Soal 18
Tabung gelas berdiamcter 50 mm terbuka pada sisi atasnya dan berisi
air berotasi terhadap sumbu vertikalnya dengan kecepatan 700 rpm . Bera
pakah penurunan muka air pada titik terendah dari muka air semula sebe
lum berotasi.

Penyelesaian
Kecepatan sudut dihitung dengan rumus ber
ikut :

700
= 2:JrN = 2:Jr X dld
c:v 6o 60 = 73,3 ra
Tinggi paraboloida :

2 ,
2 R2
73,sx0,025-
Yp = 2g = 2x9,81 = 0 ' 171 m
c:v

1-- 50 mm ---i

Jadi penurunan titik terendah terhadap muka air pada waktu diam adalah :

1 1
h = - yp = -xo 171 = 0 ,086m = 86 mm
2 2 '

Soal 19
Suatu tangki silinder berdiameter D=0,5 m dan tinggi H=1,0 m bero
tasi terhadap sumbunya. Silinder tersebut diisi air sampai pada kedalaman
h =0,6m . Hitung kecepatan rotasi sedemikian rupa sehingga z.at cair mulai
meluap dari silinder, dan tekanan pada titik yang berjarak 0,2 m dari sum
bu ke arah radial dan 0,05 m di atas dasar.
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 147

Penyelesaian

I
Pada keadaan air akan meluap :
40 cm

t
Yp = 2x0,40 = 0,8 m
2 2
O'8 = W X0,25
1 ,0 m
_..,.

j
2x9,81
60 cm

1
w2 =
0,8x2x9,81
-'----:=-...:...._
0 252 '
.______.__.

-+ w = 15,847 radld 1-- 0,5 m -----1

Titik yang terletak pada 0,05 m di atas dasar mempunyai ordinat :


y = - 0,20 + 0,05 = - 0,15 m
Tekanan pada titik (0,20 ; - 0,15) :
w2 ?
p(r;y) = p g ( 2g - y ) = 1000x9,81x [ 2 x 9,8{ + 0,15 ]
15 84rxo 22

= 6.494 Nlm 2 = 6,494 kN/m 2


Soal 20
Tangki berbentuk silinder dengan diameter 0,20 m dan tinggi 0,40 m
berisi air sampai penuh. Apabila tangki berotasi terhadap sumbu vertikal
dengan kecepatan 500 rpm bitung volume air yang tumpab.
Penyelesaian
Kecepatan sudut :

w=
2 Jt N
= 2 X Jr X 500 = 52 36 radid
60 60 '

Dengan menggunakan rumus berikut :

w2 R 2 (52,36)2 x (0,10)2 1 '3973 111


Yp - 2g -
_
_ _
-
2x9,81
148 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Tinggi parabola lebih besar dari tinggi

I
A F

tangki. Apabila tinggi silinder tak terbatas maka


air mempunyai bentuk parabolaida dengan tinggi
)'p 1,3973 m seperti terlihat pada gambar
=

(AGOHF). D alam soal ini tinggi silinder adalah 0,40


AB = 0,40 m dan air yang berada dalam silinder

1
adalah volume ABG + EFH. Berarti air yang
tumpah adalah volume yang dibatasi oleh bidang
AGHE. 8
G I H
E
x..... P
Kedalaman parabola GOH adalah : I 11
Yp 11 A I
Il l
- 0,40
11
OP = yp 11 I I
I
11
= 1,3973 - 0,4 = 0,9973m 1 1
1 1
I
I
I
I
I 1 I I

I I I I
Jari-jar i parabola pada dasar tangki adalah
x. D engan menggunakan rumus berikut untuk
I \ I I

I I I
I
I I
I
parabola khayal GOH, I I I


I I
I \

o} ? I \ I
,.t l
y =
L l- _ _

-
2g C I ,o J D

I-- 0,20 ---1

( 2 2
0 9973 = S2,36) X X = 139 73
' 2 X 9,81 ' x = 0,0845m
Volume cincin silinder yang dibatasi BCDE dan GIJH
= volume silinder BCDE - volume silinder GIJH

= n(0,1)2 x 0,9973 - n(0,0845)2 x 0,9973 = 8,95991x 10- 3 m 3


Volume paraboloida GOH = 0,5xn(0,0845)2 x0,9973 = 0,011186 m3
Volume air yang tinggal (ABG +EFH) = volume paraboloida AOF -
volume BCDEHOG

V = (0,5xnx 0,12 x 1,3973) - (8,95991x 10- 3 + 0,011186)


= 1,8028x lo- 3 m3
Volume air yang tumpah = volume ABEF - volume air yang tinggal

Vt = n x O,l2 x 0,4 - 1,8028x 10- 3 = 0,01076m 3 = 10,76/iter


Jadi volume air yang tumpah adalah 10,76 liter.
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 149

Soal 21
Tangki silinder tertutup berdiameter D=40cm dan tinggi H=200cm
di isi air sampai kedalaman h=150cm. Hitung kecepatan rotasi terhadap
sumbunya sehingga kedalaman air pada sumbu tangki adalah nol.

Penyelesaian
Karena silinder tertutup maka tidak terj adi
perubahan volume air dan udara didalam silin
der. Volume udara sebelum dan selama rotasi

I
adalah sama.
Volume udara sebelum rotasi :

V1 = -
l(.
D2 (H-h) 1 50

1
4

= 4 x o,2:"x (2,0 - 1,5) = 0,015708m


l(. ., 3

I-- 40Cm-----l

Apabil a x adalah j ari-jari paraboloida di sisi


atas silinder maka volume paraboloida adalah:

Dengan menyamakan kedua bentuk volume di atas :

V1 = V2 0,015708 = 3,141593x2
....

didapat : x = 0,0707 m = 7,07 cm


Kecepatan sudut dihitung dengan rumus :

2 O = w X (0,07977
2 2)2
2 x 9,8 1
-+
'

didapat : w = 88,6 rad/det.


kecepatan putar :

2 N 2 N
w = n: --
88'6 = n: N = 846rpm
60 60
-+ -+
150 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Soa1 22
Tangki tertutup berbentuk silinder dengan diameter D=0,5
m dan
tinggi H= 1,0
m berisi air sampai kedalaman h =0,75
m. Apabila tangki ber
rotasi terhadap sumbunya dengan kecepatan sudut 15
rad/det, hitung
tekanan di dasar tangki pada sumbu dan tepi silinder.
Penyelesaian
Apabila dianggap bahwa silinder tidak tertutup dan cukup tinggi
maka perputaran silin-der menyebabkan muka air mcmpunyai bentuk
parabolaida EGF. Kedalaman parabola dapat dihitung dengan rumus :

w22 gR2
E F

,I r,
I I
yp = -- l n
f- X -ill

Untuk parabola EGF :

il
152 X 0 252
Yp l = 2 x 9,in = 0 ,7 167 m

Karena tangki tertutup maka tidak terjadi


perubahan volume air dan udara didalam tang
;G
ki, sehingga volume udara sebelum dan sesu '

dah rotasi adalah sama.


B '0 c
Volume udara sebelum rotasi : 1--- 0,50--1

= x0,52 x0,25 = 0,0490874 m3


Misalkan x adalah jari-jari parabola pada sisi atas tangki dan Yp2 ada
lah kedalaman parabola di dalam tangki. Volume parabola di dalam tangki
selama rotasi adalah :

Volume V 2 adalah sama dengan volume udara sebelum rotasi V1,


V1 = V2, sehingga :
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 151

1 .,
0,0490874 = 2 .n .x- ypz

0,03125 (1)
Yp2 = x'l

Dengan m enggunakan rumus (1) untuk ypz :


152 x2
Yp2 = 2x9,81 = 11,46789x2 (2)

Subtitusi persamaan (1) ke dalam persamaan (2) didapat :

003125
= 11 '46789x'l- -. x = 0,2285m
x2
Dari persamaan (2) didapat : Yp2 = 11,46789 X (0,2285)2 = 0,5988m
Tekanan didasar pada sumbu pipa :

ho = OG = OP Yp2 = 1,0 - 0,5988 = 0,4012m


-

p 0 = p g h 0 = 1000x9,81x0,4012 = 3935,8Nim- = 3,9358kN!m-


? .,

Tekanan pada tepi dasar tangki :

he = CF = OG + Ypl = 0,4012 + 0,7167 = 1,1179m


pc = p g he = 1000x9,81X 1,1179 = 10.966,6Nim2 = 10,9666kNim2

Soal 2 3
Silinder tertutup dengan diameter 5 cm dan panjang 30 cm diisi sam
pai penuh zat cair dengan rapat relatif 1,2 Hitung gaya tekanan pada sisi
.

atas silinder apabila silinder berotasi terhadap sumbu vertikalnya dengan


kecepatan 300 rpm.
Penyelesaian

S Yzc = 1 ' 2
= Yair

Yzc = 1,2X 1000 = 1200kgf!m 3


152 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Rotasi silinder terhadap sumbu vertikal me
11
nyebabkan zat cair akan turun pada sumbu silin I\ 11

der dan naik di dekat dinding. Karena silinder I \ I I

c
I I I I
tertutup dan berisi penuh zat cair, maka permu I \ I I
I
kaan zat cair tidak dapat membentuk paraboloi I I I

da; akan tetapi terjadi perubahan tekanan kare \ '

na adanya rotasi tersebut. Tekanan yang terjadi ' , : , 'Y


(garis tekanan) mempunyai bentuk yang sama
dengan permukaan zat cair seandainya silinder
terbuka dan cukup tinggi, dan diberikan oleh
persamaan berikut : 30cm
I

y u} r
..... p = y y = -
2g --
I
Pada pusat sisi atas silinder di mana r=O, maka
l
tekanan adalah : J--- 5cm------l

p=O
Di dekat dinding, r = R = 0,025m; tekanan
adalah :

y o} ? 1200x31,4ixo,0252
p= = 2 X 9,81
= 33,13kgflm2 = 0,00377kgf/cm2
Untuk menghitung gaya tekanan total, dipandang suatu pias kecil berbentuk
cincin dengan jari-jari r dan tebal dr.
Tekanan pada cincin :

y o} ?
p = yy =
2g
--

Luas cincin : dA = 2:n:r dr


Gaya tekanan pada cincin :
l
y o} r a
dP = p dA = 2:n:r dr = Jt r3 dr
2g y g
--
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 153

Gaya tekanan total :

Untuk w =31,42 dan R =0,025m maka :

y w 2 R4 ? A
P= n = 1200 n x 31, 42"x 0 ,02:) = 0'03705 kg{
4x9,81
4g
Soal 24
Silinder tertutup dengan diameter D=2m dan tinggi H=4 m berisi air
sampai kedalaman h =2,5 m. Silinder diputar terhadap sumbunya dengan
kecepatan sudut 13 rad/det. Hitung Iuas bagian dasar yang tidak tertutup
air.

Penyelesaian
Pertama kali dihitung kedalaman para A H
I I
bola yang terbentuk karena rotasi silinder. I
,, 11
Jl I 11
,, (I
.....,..
,,
I X, --j
Tinggi parabola lebih besar dari tinggi
silinder. Apabila dianggap bahwa silinder
cukup panjang, rotasi silinder terhadap
sumbunya akan menyebabkan bentuk muka
air menjadi parabolaida ALIOJKH. Dalam Y2
gambar tersebut :
Yl : kedalaman parabola apabila silin-
der terbuka dan cukup tinggi (AD)
yz : kedalaman parabola BD
y3 : kedalaman parabola CD
Xl :jari-jari parabola pada sisi atas tangki
xz :jari-jari parabola pada sisi bawah tangki
154 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Dari gambar tersebut : yz = y3 + 4
Kedalaman parabola y i,Y2, dan y3 adalah sebagai berikut ini :

Yl = 8,614m
u} x[ 132 x[ ,
Y2 = 2g = 2x9,81 = 8,614xf -+ xi = O,ll609yz

x[ = 0,11609 (y3 + 4) (1)


Dengan c a r a yang sama :

Y3 = 8,614xf ... xt = 0,11609y3 (2)


Karena silinder tertutup maka tidak ada perubahan volume air dan
udara, sehingga volume udara sebelum rotasi sama dengan selama rotasi.

Volume udara sebelum rotasi :

Volume udara selama rotasi = Volume paraboloida LOM - Volume


paraboloida IOJ

Vz = -1 nxryz - -1 n.x1y3 = -1 n x1
_2
(yJ+4) -
1 2
-
2 nxzyJ
? ?

2 2 - 2

V 1 = V2 -+
4,712 = nxt (yJ+4) - n xhJ
i
4,712 = 1t [ 0,11609 (yJ+ 4l - O,ll609y ]

25,84 = y3 + 8 y3 + 16 - y3 -+ YJ = 1,23m
Dari persamaan (2) didapat :
x1 = 0,11609x 1,23 = 0,14279 -.. xz = 0;3779m
Luas bagian dasar yang tidak tertutup air :

A = 1tX = 0,4486m 2
IV. ZAT CAIR DALAM KESETIMBANGAN RELATIF 155

Soal 2S
. Silinder tertutup dengan diameter D =20 cm c:; (J)
tinggi H= 100 cm diisi air sampai setinggi h =60 f.-X-i

I
cm. Hitung kecepatan silinder terhadap sumbu
vertikal apabila muka air terendah pada sumbu
menyentuh dasar silinder.

I
- - - 1"" - -

1 00cm
Penyelesaian

l
60
Karena sisi atas silinder terbuka maka bentuk
muka air setelah silinder diputar aaalah seperti
tergambar. Jari-jari paraboloida pada sisi atas
silinder adalah x. Tidak terjadi perubahan volu
1 1--20cm--1
me udara dan air di dalam silinder.
Volume udara sebelum rotasi :

V= D2 (H - 0,6) = x O,:zlx (1,0 - 0,6) = 0,01256637


Volume paraboloida adalah :

1 1
Vp = 2 11: X2 H = 2 11: X2 X 1,0 = 1,5708X"''

Volume tersebut sama dengan volume udara sebelum rotasi, sehingga :

1,5708 = 0,01256637 -.. x = 0,0894426m


Dengan menggunakan rumus berikut :

_.. 10=
'
w2 x (0,0894426)2
2 X 9,81
= 4 07764 X 10
'
- 4
didapat : w = 49,52radialldetik
Hubungan antara kecepatan sudut dalam rad/d dan rpm (rotasi per menit)

2 N -.. N = 4952 X 60 = 472 9 473 m


w = --
60 2n ' rp
156 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
V. ALIRAN ZAT CAIR

A. Dasar Teori
Ada tiga persamaan dasar dalam hidraulika yaitu persamaan Kon
tinuitas, Energi dan Momentum. Untuk aliran mantap dan satu dhnensi
persamaan energi dapat disederhanakan menjadi persamaan Bernoulli.
Ketiga bentuk persamaan tersebut adalah sebagai berikut ini.

1. Persamaan kontinuitas.
Q = At Vt = Az Vz = konstan

dengan :
Q : debit aliran
A : luas tampang aliran
V : kecepatan rerata aliran pada tampang tersebut
indeks 1 dan 2 menunjukkan nomor tampang aliran yang ditinjau.
2. Persamaan Bernoulli

dengan :

157
158 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
z : tinggi elevasi

E. : tinggi tekanan
y
vz : tinggi kecepatan
2g

ltr : j umlah kehilangan tenaga primer (karena gesebn) sepanjang pen


galiran

he : jumlah kehilangan tenaga sekunder (perubahan tampang aliran)


sepanjang pengaliran

3 . Persamaan Momentum

dengan :
F : gaya yang ditimbulkan oleh aliran zat cair

p : rapat massa aliran

B. Soal Penyelesaian

Soal l
Air mengalir melalui pipa dengan diameter mengecil secara
berangsur-angsur dari 15 cm menjadi 10 cm. Kecepatan aliran pada tarn
pang pipa dengan diameter besar adalah 1,5 m/d. Hitung debit aliran.
Hitung pula kecepatan aliran pada tampang dengan diameter kecil.

Penyelesaian
Debit aliran dihitung berdasar
kan karakteristik aliran di tampangA I
0.15m-
------- T
yang sudah diketahui, yaitu : j VA Ve 'lm
-o1
l B
A

= 4 x 0,152 x 1,5 = 0,0265 m 3Id.


:re
V. ALIRAN ZAT CAIR 159
Untuk menghitung kecepatan aliran di B digunakan persamaan kontinuitas

:n:
0,0265 = 4 x0,12 x Vn -+ Vn = 3,375 mid

Soal 2
Air mengalir melalui pipa 1 15 cm yang kemudian
dengan diameter
bercabang menj adi dua pipa yaitu pipa 2
3, yang masing-masing ber
dan
diameter 10 cm dan 5 cm . Kecepatan di pipa 2 adalah 0,5 kali kecepatan di
pipa 1. Hitung debit aliran apabila kecepatan maksimum di semua pipa
tidak tidak boleh lebih dari 3 m/d.

Penyelesaian
Kecepatan aliran di pipa 2 terha
dap pipa 1:
(1)
Kecepatan terbesar terjadi di pipa
3, yang nilai maksimumnya adalah 3
m/d. D ebit aliran maksimum ada-
lah:

= 0,0059m 31d = 5,9 1/d


Debit aliran di pipa 1 dihitung dengan persamaan kontinuitas di titik cabang
dan persamaan (1) :

0,01767 VI = 0,00392Vt + 0,0059 -+ Vt = 0,429 mid


I60 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Debit aliran :

QI = AI VI = x0,152x0,429 0,0076 m3Id =

Kecepatan aliran melalui pipa 2 dihitung dengan rumus (1 ) :

v2 0,5x0,429 0,215 mid


= =

Debit aliran melalui pipa 2 :

Soal 3
Hitung energi total air yang mengalir melalui pipa dengan tekanan 2,0
kgflcm2 dan kecepatan 6 mid. Sumbu pipa berada pada 10 m di atas garis
referensi.
Penyelesaian

v2 - 0 - - - - - - - - - - - - - - - - garis tenaga
2g
-p iI
- - - - - - - - - - - - - - - - garis tekanan

Ti
!

i
[
- ..!'.. - -
garis relerensi
/::'":: . - - . - - . - - . - - . -

10 m
Tinggi elevasi : z =

Tekanan : p = 2,0kgflcm2 = 20.000 kgflm2

Tinggi tekanan y =
20.000 20 m
n

1000
: =

. . y2 62 = 1,835m
Tmggt kecepatan : 2g =
2 x 9,81
Energi total dihitung berdasarkan persamaan Bernoulli :

H= +f + 2 = 10 + 20 + 1,835 = 31,835m
V. ALIRAN ZAT CAIR 1 61

Soal 4
Pipa horizontal dengan panjang 50 m mempunyai diameter yang men
gecil dari 50 cm menjadi 25 cm . Debit aliran adalah 0,05 m3Id. Tekanan
pada pipa dengan diameter besar adalah 100 kPa . Hitung tekanan pada
tampang dengan diameter kecil.

Penyelesaian

Debit aliran : Q = 0,05 m3Id


Tekanan di tampang A :
0,5 m 0,25 m
PA = 100 k Pa B

= 100.000 Nlm 2
A
1----- 50 m -----!

Luas tampang pipa di A :

n DA2 = -X0
AA = - n ,52 = 0 1%m 2
4 4 ,

Luas tarn pang pipa di B


n n
= 4 v s2 = 4 xo,25- = 0,049m 2
?
Aa

Kecepatan aliran di tampangA : VA = Z = :6 = 0,255 mid


Kecepatan aliraan di tampang B : Va = !a = }9 = 1,02 m/d
Persamaan Bernoulli pada tampang A dan B apabila kehilangan tenaga
diabaikan :

PA V} = + PB
- +
VJ
ZA + -y + ZB y
2g 2g
- -

Karena pipa horizontal maka ZA = za, sehingga :


100.000 + 0,2552 = PB + 1,0t PB
= 10' 144 m
9,81X l000 2X9,81 9,81X l000 2X9,81

pg
--

pa = 10,144x lOOOx9,81 = 99.513 Nlm 2 = 99,513k Pa


162 SOAL PENYELESAJAN HlDRAULIKA I

Soal S
Air m engalir melalui pipa horizontal sepanjang m dan mempunyai100
diameter yang mengccil dari 20
cm me nj adi 10
cm. Perbedaan tekanan

pada kedua ujung pipa adalah 1 kg{lcm2 Hitung debit aliran.

Penyelesaian
Perbedaan tekanan pada kedua
ujung pipa A dan B : vl - - - - - - - - - - - - - -

2g
- - - - -
- -
- - -
P,o.

T ------_J Pe
T
= l kgflcm .,

= 10.000kg{/m2 1 v;- . - - . - - . - - . - - . - - Ve 1cm


20 cm

B
1 T

A
Tinggi tekanan : ----- too m ------


= PA_PB = 10.000 = lOm
y y y 1000

Persamaan B ernoulli antara tampang A dan B untuk kehilangan tenaga


diabaikan :

PA Vi PB VB 2
+-+ -
=
ZA y 2g ZB -y 2g + + --

Untuk pipa horisontal (zA=ZB) persamaan tersebut ditulis dalam bentuk :

_ PB _- v.J _ vi
r r 2g 2g

10 = vJ- 2g- vi .... 10x2x9,81 = v.J - v.(


vJ - vi = 196,2 ( 1)

Persamaan kontinuitas :

QA = QB
V. ALIRAN ZAT CAIR 163

VA = [ Ds ]2 Vs = [o :1 ]2 Vs = 0,25 Va
DA 02
VA = 0,25 Va (2)
Substitusi persamaan (2) ke dalam persamaan (1)

Va2 - 0,0625 Va2 = 196,2 -+ Va = 14,47 mid


Debit aliran :
1t .,
Q = Aa Va = -
4 Drr Va

= X 0,12 X 14,47 = 0,1136 m 31d = 1 13,6 lld



Soal 6
Pipa dengan diameter mengecil dari 10 cm di A menjadi 5 cm di B.
Titik A adalah 5 m di atas titik B. Kecepatan aliran di A adalah 2 m/d.
Hitung tekanan di B apabila tekanan di A adalah 100 k Pa.

Penyelesaian
Tekanan di titik A :
'#5' "\


PA = lOO k Pa
= l00.000Nim 2 { '"' ...
5m

l
Persamaan kontinuitas :
\-----7""---

0 05 2
DA ]2 V = ( -
Va = ( - A '- ] X2 = 0 '5 mid
Da 0,1
Persamaan B ernoulli antara tampangA dan B :

PA Vl PB VJ
ZA + -Y + - = za + - + -
2g y 2g
164 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

2
5 + 100.000 + 2 = O + P
B _Qzi_
9,81X 1000 2X9,81 9,81X 1000 + 2X9,81

PB = 150.925 Nlm 2 = 150,925 kPa


Soal 7

Air mengalir melalui pipa sepanjang 100 m dan diameter 10 cm dari


titik A menuj u titik B. Koefisien gesekan f = 0,015. Perbedaan tekanan di
titik A dan B adalah 1 kgflcm2. Hitung debit aliran.
Penyelesaian
- - - - - -r
:: - -
Koefisien gesekan : f = 0,015 2g - - - -

. -t v
l h,

I
- - . _ _
2

-- -w
-

1
- .
Perbedaan tekanan antara A dan B: . -
- - -
- .

fJ = 1 kgflcn?
o=0,1ni- -- v ..L

= 10.000kgflm2 A B
1------ 1 00 m ----l

Persamaan Bernoulli antara titik A dan B :

+ P- + If + hf
ZA + PA
-+
V i= ZB
B V
y y 2g
- -
2g
Karena pipa horisontal (zA=ZB) dan kecepatan aliran di sepanjang
pipa adalah sama, VA = Vs, maka persamaan di atas dapat ditulis menjadi :

D engan menggunakan rumus kehilangan tenaga karena gesekan maka


persamaan di atas menjadi :

L v2 fJ
f =
D 2g y
100 v2 10.000 3,617 mid
0,015X 0,1 x = V=
2X9,81 lOOO
-.

Debit aliran :

Q =A V= x0,12 x3,617 = 0,0284 m3!d = 28,4 1/d


V. AURAN ZAT CAIR 165

Soal 8
Air mengalir dari kolam A menuju kolam B melalui pipa sepanjang
100 m .dan diameter 10
cm . Perbedaan elevasi muka air kedua kolam ada
lah5m Koefisien gesekan pada pip a f = 0,015; sedang koefisien kehilangan
tenaga karena perbedaan penampang pada sambungan antara pipa dan ko
lam A dan B adalah kA= 0,5 dan ks = 1. Hitung debit aliran.

11-;0' -
Penyelesaian

- . - -I
-+tes
. -

J
- - . - - . - - . - --
. .....

i.
,.--------i"c-;;-:
t.E!!.
, 0 , 1:-::
m:--
--
A --, B 'Y

------ 1 00 m --------

Dipandang titik A dan B yang mempunyai tinggi elevasi sama. Persa


maan Bernoulli pada kedua titik tersebut :

Vs2 + heA + hf + heB


V)' = ZB + P-B + -
ZA + P-yA + -
'lg y 'lg
Karena ZA=ZB VA= Vs=O
dan B
(tampang aliran di A dan sangat besar),
maka persamaan di atas dapat ditulis menjadi :

PA - PB = heA + he + heB
y y
v2 + j -L -
5 = kA - v2 + ks - v2
'lg D 'lg 'lg
5 = 0,5x v2g2 + 0,015x 1000, 1 x v'lg2 + 1,0x v'lg2
z
5 = 16,5 v'lg V = 2,438 mid

Debit aliran :

Q =A V = xoix2,438 = 0,0192 m31d = 19,2 //d


166 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Soal 9
Saluran pipa digunakan unt uk mengalirkan minyak dengan rapat
relatif 0,8 dan pip a tersebut berubah ukuran dari 25 cm di tarn pang P men
jadi 60 cm pada tampang Q. Tampang P berada 4,0 m di bawah tarnpang Q
2
dan tekanannya berturut-turut adalah 1,0 kgflcm 2 dan 0,7 kgf!cm . Apabila
debit aliran adalah 0,2 m31d, hitung kehilangan tenaga dan arah aliran.
Penyelesaian
Yzc
Rapat relatif : S = = 0 '8
Ya1r

..,. Yzc = 800 kgflm 3


Tekanan di P :

pp = l,O kgflcm2
= 10.000kgflm 2
Tekanan di Q :

PO = 0,7 kgflcm 2 = 7.000kgf!m 2


Debit aliran : Q = 0,2 m 3Id
0 '2
= 4'074 m/d
n
Kecepatan aliran di P : Vp = 5'<. =
A X 0 252
4 '
Kecepatan aliran di Q : Vo =q
=
02
2
0,707 mid
;n;
=
4 xo,6
Persamaan Bernoulli untuk titik P dan Q :

+ Py + 2g = ZO + Py + 2gcJ + hr
P Vp2 O V
ZP

4,074- 7.000 0,707"


O + 10.000
? ?

800 + 2x9,81 = 4 + 800 + 2x9,8 1 + It r


13,346 = 12,775 + hf .... ltr = 0,57 m
Karena h r bertanda positip berarti arah aliran adalah dari P ke Q dan
besarnya kehilangan tenaga adalah hr = 0,57 m.
V. ALIRAN ZAT CAIR 167

Soal lO
Pipa CD sepanjang 30 m disambungkan pada saluran pipa dengan
membentuk sudut 6ff terhadap horisontal. DI C yang elevasinya lebih ting
gi, diameter pip a adalah 15 cm. Di D yang diameternya 30 cm tekanannya
adalah 4,5 kgficm 2 dan kecepatannya adalah 2,5 m/d. Kehilangan tenaga
diabaikan. Hitung tekanan cli C. Apabila air mengalir dari elevasi renclah
ke elevasi yang tinggi clan kehilangan tenaga karena gesekan aclalah 4 m
air, hitung perbeclaan tekanan cli C dan D.
Penyelesaian

a. Menghitung tekanan cli C.


Kecepatan aliran cli D :

Vo = 2,5 mid
Tekanan di D :

PD = 4,5 kgflcm2
= 45.000kgfim 2
Kecepatan aliran cli C clihitung dengan menggunakan persamaan kontinui
tas :
:re
4 . Vc -4 DJ5 Vo
., :re '
A c Vc = Ao Vo -De<- =

o-
Vc = (-)2 Vo = (-'
Do 3 tx2,5
' = 10 mid
De 0,15
Perbeclaan elevasi antara titik C clan D :
H = 30 sin 60 = 25,98 m
Tekanan di C dihitung berdasar persamaan Bernoulli :

7 7
PC V(; PD VJ5
zc + -Y
+ - = zo + -y +-
2g 2g
168 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

nD VrJ - VC
PC = (ZD - zc) + =
-
Y y + _.;;:;... 2g -=--
_

+ (2,25X -9,81lif) = 14 24 m
2
= - 25'98 + 45.000
1.000 '

pc = 14,24x 1000 = 14.240 kgf!m2 = 1,424 kgflcm2


b. Menghitung perbedaan tekanan di D dan C jika air mengalir dari D ke
C dan hr = 4.
Persamaan Bernoulli untuk aliran di D clan C :

nr VC PD VrJ
Y : + - + h c = zD + -
zc + c..!:
2g y +- 2g

2598 +
2
lif
y + 2x 9
,81
PD
+ 4 - 0 + i'
_

+ 2x2,59,81
P'-D;;
- i' ;.__ P
-' -""- C = 34 758 m
'

2 2
PD - pc = 34,758X 10.000 = 34.758 kgflm = 3,476 kgflcm
Soal l l
Pip a vertikal AB mengalirkan air. Diameter A dan B adalah 10 cm dan
5 cm. Titik B berada 4 m di bawah A clan apabila debit aliran ke arah ba-
3
wah adalah 0,013 m Id, tekanan di B adalah 0,14 kgflcm2 lebih besar dari
tekanan di A . Dianggap bahwa kehilangan tenaga antara A dan B dapat
diberikan oleh bentuk k VY2g di mana VA adalah kecepatan di A . Hitung
koefisien k.
Penyelesaian

Tekanan cli B terhadap tekanan cli A :


2
PB = (pA + 0,14) kgflcm
= (lO.OOOpA + 1400) kgflm2

Debit aliran : Q = 0,013 m 3Id


V. ALIRAN ZAT CAIR 169

kAB = k 2 1 0 cm
Rumus kehilangan tenaga :
A

1
Kecepatan aliran diA :

_Q_ =
0013 = 1,655 mid
VA = A
A xo 12
4 '
Kecepatan aliran di B : 4m

I
VB = = 0'013 = 6,621 m/d
n

A B xo'o52
4
Persamaan Bernoulli antara tampang A dan B :

V;\
PA + -
.,
PB VB- + he
.,
B 1
ZA + -y 2g = ZB + -y + 2g -

1,65 10.000pA + 1.400 6,6212 2


4 + PA + = O + + + k 1,655
Y 2 x9,81 Y 2 x9,81 2 x 9,81
2 - 6,6212 k 1,65s2
4 1400 + 1,655 x9,81
-

= x 9,81
2
1000 2
k
0,50527 = 0,1396 k -+ = 3,619
Soal 12
Pipa vertikal AB dengan elevasi tampang A lebih tinggi dari tampang
B digunakan untuk mengalirkan air. D iameter tampang A adalah 10 cm
dan kemudian berangsur-angsur mengecil sehingga diameter di tampang B
adalah 5 cm. Pada tampangA dan B dipasang alat pengukur tekanan. Apa-
bila debit aliran menuju ke atas adalah 1,0 m3 tiap menit, perbedaan tekan
an di A dan B adalah 0,3 kgflcm2 . Dianggap bahwa kehilangan tenaga kare
na gesekan merupakan fungsi dari kuadrat kecepatan. Tentukan debit alir
an apabila tidak ada perbedaan tekanan pada kedua alat pengukur tekanan
dan air mengalir ke bawah.
Penyelesaian
Dalam soal ini hitungan dilakukan dalam dua tahap. Dalam kondisi
pertama (aliran ke atas sebesar Q=1,0 m 3/menit dan llp=0,3 kgf/cm2) di
gunakan untuk menghitung koefisien kehilangan tenaga. Setelah koefisien
170 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

k ketemu dan dengan kondisi kedua (L)p=O dan


aliran ke bawah), kemudian dihitung debit aliran.
a. Mencari koefisien kehilangan tenaga.
Debit aliran :
..,..
A

Q s-A = 1 ,0 m31menit = 0,0167 m31d


Perbedaan tekanan antara tarn pang A dan B : I
I
PB - PA = 0,3 kgflcm2 = 3.000 kgflm 2 I
2,0 m
Kecepatan aliran diA :
I
II
n 0 0167
VA = = ....--
...! = 2, 126 mid
A A xo 12
4 ,
La
B

Kecepatan aliran di B Vs = n0167 = 8, 505 m/d


2
: 1----l

4 xo,05
o.os m

Kehilangan tenaga karena gesekan untuk pengaliran dariA ke B :


1 (1)
hr = k Vr
2g

d engan :
V +V
2
;
Vrt = A a = 2,126 8 ,505 = 5 ,316 mid
sehingga persamaan (1) menjadi :

1 2 (2)
h f = k Vr = k 5,316 = 1 44k
2g 2X9,81 '
Persamaan Bernoulli antara tarn pang A dan B :

nA V;\ Vlf
., ?

ZA + y
+ - + he = ZB + PB
-+-
2g y 2g
Vs2 - vA2
hr = (zn - zA) + pa - pA +
Y 2g
2 2
= -2 + 3.000 + 8,505 - 2, 126 = 4 456 m
1.000 2 x 9,81 '
V. ALIRAN ZAT CAIR 171

Dari persamaan (2) didapat dan nilai h r di at as didapat nilai k :


hf = 1,44k = 4,456 k = 3,094
b. Mencari debit aliran pada kondisi tidak ada perbedaan tekanan antara
(pA=pa) dan aliran ke bawah.
kedua titik
Persamaan Bernoulli untuk titikA dan B :

PA + V2gA2 = Z PB --Va ?

ZA + -y
- B+-
y + + hf
2g
. VA+ Va VA 4 V .
Mengmgat Vs = 4VA maka : Vrt = 2 = +2 A = 2,5 VA ; sehmgga
persamaan di atas menjadi :

VA2 16 V 2 (2,5 VA)2


2 + 2g = O + 2gA + 3 094 VA = 1,069 mid
2 X 9,81
'

Debit aliran :

Soal 13

T
Venturimeter horisontal de
ngan diameter pipa masuk dan le
1 6 cm B ern s, = 0,8
16 cm 8 cm diguna
l
her adalah dan
kan untuk mengukur aliran minyak
dengan rapat relatif0,8. Debit alir-
3
an adalah 0,05 m Id. Apabila koefi
sien dari venturimeter adalah satu, T
h
tentukan perbedaan elevasi permu - J._
kaan air raksa di dalam manometer.

Penyelesaian

Debit aliran : Q = 0,05 m3Id


Pada manometer diferensial, tekanan di P dan Q adalah sama sehing
ga dalam kondisi kesetimbangan terdapat hubungan :

Pl + Yl (y+h) = P2 + y Yl + h Y2
1 72 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Pl + Y1 h = P2 + Y2 h

(1)

Persamaan Bernoulli antara titik 1 dan 2 (pipa horisontal) :


., Vz2
Pl
- + V1 - P2
= -+-
Yl 2g Yl 2g
-

Persamaan kontinuitas :

Substitusi kedua nilai kecepatan tersebut ke dalam persamaan Bernoulli :

PI + Q2 = P2 + Q2
Yl 2gA( -
- --
2gAf
Y1 --

A z..fii p1 P2 tz
Q=
( 1 - m 2tz
( 1'1
-

Dengan : m = t =D =
A
Af

Di'
(P.l.l 4
D1 )
Dengan memasukkan koefi::: ien venturimeter C maka persamaan di atas
menjadi :
V. ALIRAN ZAT CAIR 173
(2)

Dengan memasukkan nilai-nilai yang telah diketahui ke dalam persa


maan di atas, maka :

i
0,98x xo,os2 x v'2 x9,81
0 ,05 =
( 1 - (0,08)4) V2 (26,2h)
0,16
h = 0,188m

Soal 14
Venturimeter mempunyai diameter 100 cm pada pipa masuk dan 60
cm pada leher melewatkan air. Perbedaan tekanan antara pipa dan leher
diukur dengan manometer berisi air raksa yang menunjukkan perbedaan
permukaan sebesar 5 cm. Hitung debit melalui venturimeter dan kecepatan
pada leher. Koefisien alat adalah 0,98.
Penyelesaian

T
Rumus debit aliran melalui pi
pa yang diukur dengan venturime
1 00 cm

1
ter telah diturunkan dalam soal 13.
Luas tampang pipa masuk :
:re 2
A t = - Dt
4
..
T
h = S cm
.L

= 1 3,6
Luas tampang leher venturimeter :

A2 = J_!_ D22 = :T_!_ xo'62 = o,283 m2


4 4
Perbedaan tinggi tekanan pada manometer diferensial (persamaan 1 dalam
soal 13) :
174 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Pl - P2 h
=
(2 - Yt ) = h ( 13,6 - 1 ) = 12 6 11
Yl Yl 1 '

= 12,6 x 0,05 = 0,63 m


Debit aliran (dihitung dengan rumus 2 dalam soal 12 ) :

Kecepatan pada leher :

v.,
1 19
= = 2 = 4 307 mid
n

0,283 '
.==::.
- A2

Soal lS
Suatu pancaran air menghantam plat datar. Luas tampang dan kece
patan pancaran adalah a dan V. Rapat massa air adalah p. Hitung gaya
yang ditimbulkan oleh pancaran air pada plat, apabila :
a. plat vertikal dan tetap.
b. plat miring dengan membentuk sudut 8 terhadap horisontal.
c. plat vertikal dan bergerak dengan kecepatan v.
d. terdapat satu seri (sejumlah) plat yang bergerak dengan kecepatan v.
Penyelesaian

a. Plot vertikal don tetap

Pancaran air yang menghantam plat akan menyebar ke segala arah,


dan kecepatan pancaran pada plat dalam arah horisontal adalah nol. Gaya
yang ditimbulkan oleh pancaran pada plat adalah R. Sebaliknya pial juga
menimbulkan gaya F yang bekerja pada zat cair, yang besarnya sama tetapi
berlawanan arah dengan R.
V. ALIRAN ZAT CAIR 175

(b)

Kecepatan V dan gaya R dan F adalah besaran vektor, sehingga arah


nya juga harus diperhitungkan. Apabila arah ke kanan adalah positip, ma
ka dengan menggunakan persamaan momentum untuk titik pada pancar
an air dan plat, didapat :

R= -F = -pQ(Vz- Vl) = paV(O- V)

= par?-
b. Plat miring dengan sudut e

Gaya R yang tegak lurus plat adalah :

R = paV2 sin e

c. Plat bergerak dengan kecepatan v

Karena plat bergerak dengan kecepatan v, maka pancaran akan mcng


hantam plat dengan kccepatan relatif :

Vr1 = V-v

Setelah menghantam plat kece - ,


patan pancaran adalah sama dengan -v I

kecepatan plat, sehingga keccpatan


relatif : - - - -,
-v -R - - 1- -

I
Volume air yang menghantam plat ti I I
_ I
ap detik :
1 76 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Qr = a Vr = a (V-v)
Gaya yang ditimbulkan oleh pancaran pada plat adalah :

R = -F = -pQr(Vrz - Vrl) = pQr [0 - (V-v))


= -pa ( V-v) [-(V- v)] = pa ( V-vt ..,

d. Apabila terdapat sejwnlah plat yang di


pasang pada roda
Apabila sejumlah plat dipasang seca
ra seri pada roda, maka pancaran akan se
lalu mengenai satu plat atau plat lainnya,
sehingga tidak ada pancaran air yang ter
buang. Volume air yang menghantam plat
tiap detik :

Q = aV
Gaya yang ditimbu lkan oleh pancaran pa
da plat adalah

R = -F = -pQ(Vrz- Vrt)
= -paV[O - ( V- v)J = paV(V-v)
Soal 16
Pancaran air dari suatu curat menge.nai plat vertikal. Debit aliran ada
lah 0,025 nhd dan diameter curat adalah 5 cm . Hitung gaya yang diper
lukan untuk menahan plat.
Penyelesaian
Gaya yang ditimbulkan okh pancaran air adalah sama dengan gaya yang
dipefolukan untuk menahn plat, dan mempunyai bentuk :

(1)
Kecepatan aliran pada saal air menumbuk plat adalah : Vz = 0
Kecepatan aliran pnda curat :
V. ALIRAN ZAT CAIR 177

0 '015 = 12 73m/d
vl = A
n

t
..&.. =
xo'os2 '
4
Dengan menggunakan rumus (1) :
R = -F = - 1000x0,025x (0- 12,73) = 318,25 N

Soal 17
Lobang berdiameter 5 cm yang berada pada dinding tangki yang ber
isi air memancarkan air dan menghantam benda seperti terlihat dalam
gambar. Berat benda 175 N dan kocfisien gesekan antara benda dan lantai
adalah f = 0,6. Koefisien kontraksi dan debit adalah Cc = 0,62 dan Cd = 0,6.
Hitung kedalaman air terhadap pusat lobang sedemikian sehingga benda
mulai bergerak.

Penyelesaian
Pada saat benda mulai bergerak, gaya yang ditimbulkan oleh pancaran
air adalah sama dengan gaya gesekan antara benda dan lantai.

Gaya gesekan :

Fr = f W = 0,6x 175 = 105 N


Luas pancaran pada vena kontrakta : h

ac = Cc a =
1t
0,62x 4 x0,052
1
Misalkan kedalaman air terhadap pusat lobang adalah h, maka debit aliran
adalah :

Q = cd a 2gh =
0,6x x0,052 V2x9,81X h = 5,218x l0-3 v'h

Kecepatan aliran di vena kontrakta :


178 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Q 5,218x 10 - 3vh
Vc = = = 4'288 vh
Ac 1,217x 10 - 3
Gaya yang ditimbulkan oleh pancaran :

R = -F2 = -pQ(V2 - V1)

= - 1000x5,218x 10- 3 vh (0-4,288 vh) = 22,375h


Gaya gesekan = gaya pancaran air

F1 = F2 -+ 105 = 22,375/t -+ h = 4,693m


Soal 1 8
Curat berdiameter 5 cm memancarkan air dalam arah horisontal den
gan debit aliran 0,045 m 3!d. Pancaran tersebut menghantam plat vertikal
yang bergerak searah dengan pancaran dengan kecepatan 10 m/d. Hitung
gaya yang ditimbulkan oleh pancaran pada plat.
Penyelesaian

Kecepatan pan caran : V = - =


Q
n
0 '042 = 21,39 m/d
a -xo 052
4 '
Kecepatan plat : V= 10 mid
Karena plat bergerak, maka kecepatan pancaran terhadap plat (kecepatan
relatif) adalah :

Vr = V-v = 21,39- 10 = 11,39mld


Volume pancaran yang menghantam plat tiap detik :

Setelah mengenai plat, kecepatan pancaran sama dengan kecepatan


plat, sehingga kqcepatan relatif pancaran terhadap plat adalah Vr=O. Gaya
yang bekerj a pada plat :

R = -F = -pQ (Vr2 - Vrl)

= - 1000x0,0224 (0- 11,39) = 255,14 N


V. ALIRAN ZAT CAIR 179

Soal 19
Pancaran air dengan luas tampang pancaran a dan kecepatan V
menghantam plat lengkung dengan membentuk sudut a terhadap horison
tal seperti terlihat dalam gambar. Setelah menghantam plat pancaran ter
sebut meninggalkan plat dengan lintasan yang membentuk sudut {3 terha
dap horisontal. Berapakah gaya yang ditimbulkan oleh pancaran pada plat
lengkung.
Penyelesaian
Komponen terhadap sumbu x dari pan
caran air yang masuk :
Vx l = V cos a

Komponen terhadap sumbu x dari pan


caran air yang keluar :
Vxz = - V cos{3
Gaya yang ditimbulkan oleh pancaran pada plat lengkung :

Rx = -Fx = -pQ(Vxz- Vx!)

= -pQ(-V cos{3 - V cos a)


= pQ(V cos{3 + Vcos a)
Mengingat Q =aV, maka :

Rx = paV(Vcos{3 + V cos a)

Gaya akan maksimum apabila a={3=0, sehingga persamaan di atas menjadi:

Rx = paV(V cos 0 + V cos 0 = 2pav2

yang nilainya dua kali dari gaya yang terjadi pada plat datar (soal 15.a).
Komponen terhadap sumbu y dari pancaran air yang masuk :

Vyl = V sin a
I
Komponen terhadap sumbu y dari pancaran air yang keluar :

Vy2 = V sin{3
180 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Komponen gaya vertikal yang ditimbulkan oleh pancaran pada plat leng
kung :
Ry = -Fy = -pQ(Vy2- Vyl)

= -pQ(V sin{J - V sin a)

= paV(Vsin a - V sin{J)
Untuk a={J=O, maka Ry=O.

Soal 20
Pancaran air berdiameter 5 cm dan kecepatan 10 mid menghantam
plat lengkung seperti terlihat dalam gambar. Berapakah gaya yang diper
lukan untuk menahan plat supaya tidak bergerak.
Penyelesaian
Gaya yang diperlukan untuk
menahan plat (F) diproyeksikan
dalam arah x dan y .
Debit aliran :
2
Q = a V = x 0'05 x lO
4 pancaran air Plat
lengkung

= 0,0196m3/d

Persamaan momentum dalam arah x :

= 1000x0,0196 (0- 10) = 1% N


Persamaan momentum dalam arah y :

Fy = pQ (Vy2- Vyl) = 1000x0,0196 (10-0) = 196 N

Resultan gaya :

F= V Fi+F: = 277,19N
V. ALIRAN ZAT CAIR 181

Arah resultan gaya :

8 =
F
arc tg (_r)
Fx
= -
196
arc tg (
1%
) = 4SO

Soal 21
Pancaran air berdiameter 5 cm meng V
hantam plat lengkung dengan kecepatan 30
m/d. Apabila ujung plat lengkung di mana
pancaran air masuk dan keluar membentuk
sudut 15 dan 30 terhadap horisontal,
hitung gaya yang ditimbulkan oleh pan
caran air pada plat.
Penyelesaian
Rumus gaya yang ditimbulkan oleh pancaran air pada plat lengkung
telah diturunkan dalam soal 19, yang mempunyai bentuk :

Rx = paV(V cosf3 + V cos ) a

= lOOOx x o ,o s2 x30 (30 cos 30 + 30 cos 1SO)


= 3237,3 N

Ry = paV(Vsin a - Vsin/3)
= 1000x % x o,os2x30 (30 sin 1SO - 30 sin 30

= - 426,2 N (ke bawah)

Soal 22
Air mengalir melalui pipa yang mem
belok dengan sudut 60 dan mengecil dia
meternya dari 15 cm menjadi 10 cm. Hi
tung gaya yang diperlukan untuk menahan
pipa, j ika kecepatan air melalui pipa yang
besar 1 mid dan tekanannya 3 kgf!cm2.
Penyelesaian
Debit aliran :
1 82 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Tekanan pada pipa besar :

p= 3 kgflcm2 = 30.000 kgflm 2


Dihitung kecepatan pada pipa kecil dengan menggunakan persamaan kon
tinuitas :

2
,. v2 = 0 15 x 1 = 2,25 mld
0 12

'

Dengan mengabaikan kehilangan tenaga karena gesekan dan belokan


serta berat air, maka persamaan Bernoulli untuk kedua tampang adalah :

2 Pl vt
,. P
-=-+---
y y 2g 2g

P2
=
30.000 + 1,if - 2,252 29 79 ,
1000 2 X 9,81
=
Y ' n

pz= 29,79x 1000 29.790kgflm2


=

Gaya tekanan dalam arah horisontal pada pipa besar :

30.000x 4 x0,152 = 530,14kgf


:re
F1 = p1 A1 =

Gaya tekanan pada pipa kecil :


2
F2 = pzAz = 29.79ox :re
4 xo,l = 233,97 kgf
Komponen horisontal dari gaya tekanan pada pipa kecil :

Fxz = Fz cos 60 = 233,97x0,5 = 116,99kgf


V. ALIRAN ZAT CAIR 183

Komponen vertikal dari gaya tekanan pada pipa kecil :

Fy2 = F2 sin 60 = 233,97x0,866 = 202,62kgf

Persamaan momentum dalam arah horisontal :

F1 - Fx2 - Rx = pQ(Vx2 - V1)

1000 0,225
530,14 - 1 16,99 - Rx = x 0,01767 (2,25 cos 6o<' - 1,0) =
9,81
Rx = 530,14 - 116,99 - 0,225 = 412,93kgf

Persamaan momentum dalam arah vertikal :

Fyz - Ry = p Q (Vsin 60 - 0)

1000
Ry = 202,62 - x 0,01767x (1,949 - 0) = 199,11kgf
9,81

Soal 23
Pancaran air horisontal dengan luas tampang pancaran a dan kece
patan V menghantam plat lengkung yang bergerak searah pancaran dengan
kecepatan v seperti terlihat dalam gambar. Setelah menghantam plat, pan
caran tersebut meninggalkan plat dengan lintasan yang membentuk sudut {3
terhadap horisontal. Hitung gaya pancaran pada plat apabila hanya ada
satu plat dan satu seri plat yang dipasang pada roda turbin.
Penyelesaian
Karena kecepatan pancaran V dan
plat lengkung bergerak searah pancaran
dengan kecepatan v, maka kecepatan
pancaran relatif terhadap plat adalah :
Vr = V - v

Massa air yang menghantam plat adalah:

M = p a (V - v)
184 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I
Gaya yang ditimbulkan oleh pancaran adalah :
R = -F = p a (V-v) ( - Vr cosf3 - Vr)
= p a (V-v) [ - (V- v) cosf3 - (V-v) ]

= p a (V-v) 2 (1 + cos{3)
Apabila terdapat satu seri plat lengkung yang dipasang pada roda tur
bin maka gaya yang ditimbulkan oleh pancaran adalah :

R = p a V (V-v) (1 + cos {3)

Soal 24
Pancar an air dengan diameter 4 cm mempunyai kecepatan V= 10 m/d
menghantam plat lengkung yang bergerak dengan kecepatan 3 mid seperti
ditunjukkan dalam gambar soal 23. Sudut kelengkungan plat terhadap
horisontal adalah {3=30. Hitung gaya yang ditimbulkan oleh pancaran
pada plat.
Penyelesaian
Gaya yang ditimbulkan oleh pancaran adalah :

R = p a (V-vt (1 + cosfi)
'

= 1000x x 0,042 x ( 10- 3)2 (1 + cos 30) = 114,9 kg{


VI. ALIRAN MELALUI LOBANG
DAN PELUAP

A. Ringkasan Teori
Aliran melalui lobang dan peluap merupakan salah satu aplikasi dari
persamaan Bernoulli. Beberapa koefisien aliran, yang diperhitungkan ka
rena zat cair mempunyai kekentalan, adalah sebagai berikut ini.
1. Koefisieg kontraksi (Cc) :
ac
Ce
_

-
a
2. Koefisien kecepatan ( Cv) :
V
Cv =
Vt
3. Koefisien debit (Cd) :
Cd = _g_ = Cv Cc
Qt
dengan :

185
186 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

ac : luas tarnpang aliran pada vena kontrakta


a : luas tampang lobang
V : kecepatan riil (pada vena kontrakta)
Vt : kecepatan teoritis
Q :debit riil
Qt : debit teoritis

B. Soal Penyelesaian

Soal l
Zat cair m engalir melalui lobang kecil yang berada pada dinding sua
tu tangki. Pusat lobang terletak pada j arak H dari muka air. Turunkan ru
mus kecepatan dan debit aliran.
Penyelesaian
Dengan menggunakan persamaan
Bernoulli pada titik 1 dan 2, maka :

P l Vt- = 0 P2 (J V22
? .
I

1 +-y + 2g Zf2 + -
+-2g
H

Oleh karena tinggi elevasi titik 1 dan 2


adalah sama dan kecepatan di titik 1 ada
.

1
l
lah nol serta tekanan di titik 2 adalah at
mosfer, maka :

(1)
...
Rumus tersebut menunjukkan kecepatan aliran teoritis (Vt) pada zat
cair i deal. Pada zat cair riil, terjadi kehilangan tenaga yang disebabkan
oleh kekentalan, sehingga terjadi kontraksi. Kontraksi maksimum terjadi
pada vena kontrakta (C). Untuk itu perlu dimasukkan koefisien kecepatan
Cv, sehingga :

(2)
Debit aliran adalah Q = ac Vc d i mana ac adalah luas tampang aliran
di vena kontrakta. Luas penampang pada titik C adalah lebih kecil dari lu
as lubang. Dengan memperhitungkan koefisien kontraksi :
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 187

ac
Cc = -
a
ac = Cc a

maka debit aliran menjadi :

Q = ac Vc = Cc a Cv 'hgH
Q = Cct a V2gH (3)
dimana Cct adalah koefisien debit.
Soal 2
Tangki berisi air mempunyai lobang dengan diameter 5 cm pada din
dingnya. Tinggi muka air di atas lobang adalah 3 m. Hitung debit dan kece
patan aliran. Koefisien debit dan kecepatan adalah Cd=0,6 dan Cv=0,9.
Penyelesaian

Luas lobang : a
= D2 = (o,osl = 0,0019635m2
Untuk menghitung debit dan kecepatan aliran digunakan rumus yang telah
diturunkan dalam soal l.
Debit teoritis :

Ot = a V = a V2gH
= 0,0019635 x v2x9,81X3 = 0,01506m3/d = 15,06 //d
Debit nyata : Q = cd Ot = 0,6x 15,06 = 9,04 /Id
Kecepatan teoritis : V1 = V2gh = V2x9,81x3 = 7,67 mid
Kecepatan nyata : V = Cv Vt = 0,9X 7,67 = 6,9 m/d
Soal 3
Aliran air melalui lobang dengan luas 12,5 cm 2 pada tinggi energi
1,125 m . Aliran tersebut melalui suatu titik dengan jarak vertikal 1 m dan
jarak horisontal 2 m dari vena kontrakta. Hitung koefisien debit, kecepatan
dan kontraksi, apabila debit aliran adalah 3,65 1/d.
Penyelesaian

Luas lobang : a = 12,5 m2 = 1,25x 10-3 m2


188 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

1 ,1 25 m 1-1

Debit aliran : Q = 3,5 1/d = 0,00365 m 3Id


Debit teoritis :

Qt = a V

= 1,25x 10- 3 x v'2x9,81x 1,125 = 5,873x 10- 3 m3/d

Koefisien debit :

0365 -
-Q- - o0,0
cd
0 6215
- Qt ,oo5873 -

Garis horisontal yang melalui pusat lobang dianggap sebagai garis re


ferensi. Apabila kecepatan pada vena kontrakta adalah V, maka :
X ( 1)
x = Vt -+ t=-
V

(2)

Substitusi persamaan (1) ke dalam persamaan (2) memberikan :


.,

v2 = 8
2y

V - Vg
... r9,81x22
- V = 4,429 m!d
2y 2X1
-
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 189

Kecepatan teoritis :

Vt = V2gH = V2x9,81x 1,125 = 4,698 mid


Koefisien kecepatan adalah perbandingan antara kecepatan nyata clan teo
ritis :
- .!::. - 4,429 -
Cv -V, - 0,943
t 4'698
-

Koefisien kontraksi :

Cct 0,6215
Cc = = = O'659
Cv 0,943
Soal 4
Lobang dengan diameter 2,5 cm mempunyai koefisien kecepatan clan
kontraksi sebesar 0,98 clan 0,62. Tentukan debit clan tinggi energi apabila
aliran melalui titik yang berjarak horisontal 2,65 m clan vertikal 1,0 m dari
vena kontrakta.
Penyelesaian
Diameter lobang : d = 2,5 cm = 0,025 m
Koefisien kecepatan : Cv = 0,98
Koefisien kontraksi : Cc = 0,62
Apabila kecepatan pada vena kontrakta adalah V, maka :

.... X
X = Vt t=- (1)
V

(2)

Substitusi persamaan (1) ke dalam persamaan (2) memberikan :

1 :l
Vl = 8.
:l
y = -g -
2 v2 2y

a =V
9,81X 2,652
V=
2y
= 5,869 mid
2X1
190 SOAL PENYELESAlAN HIDRAULIKA I

Debit nyata :
Q = ac V = Cc a V

Kecepatan teoritis :

Vt = V2gH = V2x 9,81xH = 4,429 VH


Koefisien kecepatan adalah :
V V V
Vt ... t =
Cv = -
Cv

4'429 Vii = 5869 ... H = 1,828 m


0,98
Soai S
Lobang kecil berada di antara dua kolam yang berisi zat cair, dengan
permukaan zat cair pada lobang keluar adalah di atas sisi atas lobang (lo
bang terendam) seperti terlihat dalam gambar. Jarak antara elevasi permu
kaan zat cair di sebelah hulu dan hilir terhadap sumbu lobang adalah Ht
dan H2 . Turunkan rumus debit aliran mclalui lobang terendam tersebut.
Penyelesaian
Dengan menggunakan persamaan
Bernoulli antara titik 1 dan 2 yang

I
berada pada sumbu lobang, maka :

Zl + Pl
Vt2
- + - = Z2 + P2
-+-
vl H1 i
y 2g y 2g
I
H2

Oleh karena : I
i
- --. - -- - - - - - - - .. - - -'- -
1 2
Zl = Z2 ' VI = 0,

1 = Ht , dan 2 = H2
maka :
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 1 91

Ht + 0 = H2 + 2i
vl - V2 = V2g (HI-H2)
Apabila a adalah luas tampang lobang dan Cd adalah koefisien debit,
maka debit nyata aliran melalui lobang adalah :

Soal 6
Suatu lubang besar berbentuk segi empat dengan lebar b dan tinggi d
berada pada dinding tangki yang melewatkan debit aliran secara bebas ke
udara luar (tekanan atmosfer) . Elevasi permukaan zat cair di dalam kolam
adalah konstan sebesar H dari sumbu lubang. Turunkan rumus debit aliran
melalui lobang besar tersebut.
Penyelesaian

I I
I I I
1
Hl2 I
"rl L I
h

I
I -
Idc
c:


- - - - -1 - - - - - - - - - - - -
=======..lf)T 1-- bc--l

Debit aliran melalui lobang dapat dihitung dengan memandang aliran


melalui suatu elemen kecil dengan lebar b dan tinggi dh yang berada pada
kedalaman h dari permukaan zat cair. Distribusi kecepatan pada vena
kontrakta CC adalah sebanding dengan akar dari kedalaman pada setiap
titik. Kecepatan aliran melalui elemen tersebut adalah :

V= Cv V2gh
Debit aliran melalui elemen adalah :
192 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

dQ = Cd b dh V2gh
Untuk mendapatkan debit aliran melalui lobang, maka persamaan di
atas diintegrasikan, sehingga :

Soal 7
Lobang besar berbentuk segiempat dengan lebar b dan tinggi d teren
dam di antara dua buah tangki seperti tergambar. Turunkan debit aliran
melalui lobang tersebut.
Penyelesaian
Untuk lobang besar yang teren
dam, distribusi vertikal dari kecepatan
pada lobang adalah merata. Dengan
menggunakan persamaan Bernoulli an
tara titik 1 dan 2 yang berada pada
sumbu lobang, maka : ------------------

P l VC =
Zl + -Y
+ -
2g
?

zz + P2
-
Y
+
Vz-
-
2g
?

Oleh karena :

Zl = Z2 , V1 = 0,
P l = H , d an P2 - H
-
y 1 y z
maka :

vi
H1 + o = Hz + 2i -+
V2 = .../2g (H1-H2)

v2 = V2gH
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 193

Karena distribusi kecepatan merata, maka debit aliran adalah :

Q = Cct b d V2gH
Soal 8
Lobang besar berbentuk segiempat dengan lebar 1,0 m dan kedalam
an 0,25 m mengalirkan air dari suatu tangki. Apabila elevasi muka air di
dalam tangki adalah 0,15 m di atas sisi atas lubang, hitung debit aliran.
Koefisien debit Cct =0,6.

Penyelesaian
H1 = 0,15 m
H2 = 0,15 + 0,25 = 0,4m
Debit aliran dapat dihitung dengan rumus
(1) dalam soal (6) :

Q
= Cct b .f2i (H2 - Ht2)

= j x 0,62x 1,0 Y2x9,81 (0,4 - 0,25) = 0,234 m 3Id

Soal 9
Lobang segiempat dengan tinggi 1,25 m dan lebar 1,0 m mempunyai
perbedaan elevasi muka air pada kedua sisi sebesar 1,4 m. Hitung debit
aliran apabila koefisien debit 0,62.
Penyelesaian

H = 1,40 m
Debit aliran dihitung dengan rumus (1) yang telah diturunkan dalam
soal 7 :

= 0,62x 1,0X l,25X Y2x9,81x l,4 = 4,062 m3 !d


194 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Soal lO
Hitung debit aliran melalui lobang dengan lebar 2,0 m dan tinggi 2,0
m . Elevasi muka air pada sisi hulu adalah 3 m di atas sisi alas lobang dan
elevasi muka air hilir adalah 1 m di atas sisi bawah lobang. Koefisien debit
adalah cd = 0,62.
Penyelesaian

H1 = 3,0 m
H2 = 3,0 + 2,0 = 5,0 m
H = 3,0 + 1,0 = 4,0 m
Aliran melalui setengah tinggi lobang
bagian atas dapat ditinjau sebagai lobang
bebas, sedang setengah bagian bawah I
3m
adalah aliran terendam, sehingga debit

o20
aliran adalah : I

Q = Ql(bebas) + Q2(terendam) j1.o m .l


_

.
1-2, ()--i

Qz = cd b (H2 - H) v'2gH
= 0,62x2 x (5 - 1) x v'2x9,81x 4 = 1l,Om3/d
Sehingga debit total adalah :

Q = Q1 + Qz = 10,3+11,0 = 21,3m 3/d


Soal l l
Suatu tangki dengan tampang lintang seragam A yang mengalirkan zat
cair melalui lobang dengan luas a yang terletak pada dasarnya seperti di
tunjukkan dalam gambar. Turunkan waktu yang diperlukan untuk menu
runkan muka air dari kedalaman H1 menjadi Hz.
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 195

Penyelesaian
I
Pada suatu saat permukaan zat cair c

h
di dalam tangki adalah pada ketinggian .;. dh

di atas lobang. Kecepatan aliran pada ---


saat tersebut adalah :

V= CvY2gh H,

1
dan debit aliran adalah :
!
Q= Ccta Y2gh -+

!
Dalam satu interval waktu dt volume zat cair yang keluar dari tangki ada
lah:

dV Q dt
=

dV = Ccta Y2gh dt (1)


Selama interval waktu dt tersebut permukaan zat cair turun sebesar dh, se
hingga pengurangan volume zat cair di dalam tangki adalah :

dV = - A h
d (2)

Tanda negatif menunj ukkan adanya pengurangan volume karena zat cair
keluar melalui lobang. Dengan menyamakan kedua bentuk perubahan vo
lume zat cai.r tersebut (persamaan 1 dan 2), maka didapat bentuk berikut
ffil.

h = Cct a Y2gh dt Cct a Y2g h dh


A - Yz
-A d dt = -

Waktu yang diperlukan untuk menurunkan zat cair dari ketinggian H1


menjadi Hz didapat dengan mengintcgrasikan pcrsamaan di atas dengan
batas H1 ke Hz.

Hz H2
Cct a Y2g fHt i -Vz dl
A
Cct a \f2g
A [2 h z
ll ]
t
=
f dt
= - 1 1 = -
Ht
=
196 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Oleh karena H1 lebih besar dari H2 maka :

(3)

Apabila tangki dikosongkan maka H2 0 sehingga persamaan (3) men-


jadi:

(4)

Soal 12
Kolam renang dengan panjang 20 m dan lebar 10 m mempunyai keda
laman air 1,5 m. Pengosongan kolam dilakukan dengan membuat lobang
seluas 0,25 m 2 yang terletak di dasar kolam. Koefisien debit Cct = 0,62 Hi
tung waktu yang diperlukan untuk mengosongkan kolam.
Penyelesaian

Luas kolam renang : A = 20x 10 = 200m 2


Luas lubang : a = 0,25 m 2
Kedalaman air awal : H1 = 1,5 m
W aktu yang diperlukan untuk mengosongkan kolam dihitung dengan
rumus yang telah diturunkan dalam soal ll (rumus 4) :

2 A H1 112 2x 200x 1,5 vz


t= =
Cct a v2g 0,62x0,25xV2x9,81
= 713,6 detik = 11 men it 53,6 detik
Soal 13
A = 5 m2
Tangki dengan luas tampang 5 m 2

mempunyai lubang berbentuk lingkaran


dengan diameter d = 10 cm. Sebelum ter-
jadi pengaliran melalui lobang, elevasi H, = 1 0

I T
....

muka air adalah 10 m di atas lobang. Hi-


---

tung elevasi muka air setelah pcngaliran


selama 5 menit. Koefisien debit Cct=0,62 1 Hr
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 1 97

Penyelesaian

Luas lobang : a = (0,1)2 = 0,007854m2


Penurunan muka air setelah pengaliran selama 5 menit dapat dihitung den
gan rumus yang telah diturunkan dalam soal ll (rumus 3) :

t=
C
ct !2g (H1 Vz - H2lh.)
5 x 60 - 2XS (lOVz - H2Vz)
0,62x0,007854x\i'2x9,81
didapat : H2 = 6,326m
Soal 14
Turunkan bentuk persamaan waktu yang diperlukan untuk menu
runkan/menaikkan permukaan zat cair di dalam tangki dengan tampang
lintang seragam A . Luas lobang yang terletak pada dasar tangki adalah a.
Selain mengeluarkan zat cair melalui lobang, tangki tersebut menerima
masukan zat cair dengan debit aliran Q .

Penyelesaian
Misalkan pada permukaan zat cair h a
di atas lobang debit aliran melalui lobang

adalah lebih kecil dari debit masukan,


sehingga permukaan zat cair di dalam
tangki akan naik. Akan dicari waktu yang
diperlukan untuk menaikkan permukaan
zat cair dari Ht menjadi Hz . -

Debit aliran melalui lobang :


J;l .q

dengan K adalah konstanta yang nilainya adalah K = Cct a ..fii.


Dalam satu interval waktu dt pertambahan volume di dalam tangki adalah:

dV = (Q - q) dt = (Q - K Vh) dt
198 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Selama waktu dt tersebut permukaan zat cair di dalam tangki naik se


besar dh, sehingga pertambahan volume adalah :

dV = A dh
Dengan menyamakan kedua bentuk perubahan volume di atas maka :

A dh = (Q - KVh) dt

dt = A dlz
Q - KYh (1)

misalkan : y = Q - K v'h (2)


Diferensial persamaan (2) terhadap h :

K
dy = -
2 v h dh
z v'h (3)
dh = - -- dy
K
Persamaan (2) dapat ditulis dalam bentuk berikut :

v'h =
(4)
-

K
Substitusi persamaan (4) ke dalam persamaan (3) menjadi :

dh = - 2 (Q 2- y) dy
(5)
K
Substitusi nilai dh dari persamaan (5) ke dalam persamaan (1) akan
didapat :

[ y)IK2 dy] -2A (Q -y) dy


dt = A -2 (Q - = 2
Q - K [ - (y - Q)/K)] K Q + K2 y - K2 Q

= - 2A (2Q y) dy
-

Ky
2A Q
dt = - - ( - - 1 ) dy
K2 y
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 199

Integrasi dari persamaan di atas akan didapat waktu yang diperlukan


untuk menaikkan zat cair dari H1 menjadi Hz.

2A 2n
H
I
t = dt = - - I - 1) dy
<
K2 Ht Y

=
-
2A
K2 [ Q In (Q - K Yh) - (Q - K v'Ji) ]Ht

Penyelesaian dari bentuk di atas adalah :

Elevasi permukaan zat cair di dalam tangki akan konstan apabila q = Q.


Soal 15
Tangki dengan luas tampang 5 m 2 mempunyai lobang pada dasarnya
dengan diameter 10 cm. Pada awal pengaliran kedalaman air terhadap
sumbu lobang adalah 5 m. Tangki tersebut juga menerima air dari kran de
ngan debit 0,025 m 3!d. Hitung waktu pengaliran supaya kedalaman air dari
pusat lobang menjadi 3 m. Hitung pula waktu pengaliran sedemikian rupa
sehingga muka air menjadi konstan. Koefisien debit 0,62.
Penyelesaian

Luas tampang lobang : a = % xo,12 = 7,854x lo- 3 m2


Waktu pengaliran dihitung dengan rumus yang telah diturunkan dalam soal
14, yaitu:
K = Cd a v'2g = 0,62x7,854X l0- 3 x v'2x9,81 = 0,02157

(1)
200 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

=
2X5 [ '025 0,025 - 0,02157 Vs
10 < o,025 - 0,02157 1/3 )
0,021572
+ 0,02157 ( Vs - Y3) J
= 572,7 detik = 9 me nit 33 detik
Muka air akan konstan apabila debit aliran yang keluar dari tangki sama
dengan debit yang masuk ke dalam tangki dari kran.

q= Q _,.. Cct a V'lgH2 = 0,025 _,.. H2 = 1,343m


Di dalam persamaan (1) apabila q = Q maka nilai Q K Vii2 = 0, sching -

ga persamaan tersebut memberikan nilai t = oo. Untuk memperkirakan


waktu pengaliran pada kondisi tersebut, hitungan dilakukan untuk bebe
rapa nilai H2 yang mendekati 1,343.
Untuk : H2 = 1,4 -"' t = 2527 detik
H2 = 1,35 _,.. t = 3681 detik
H2 = 1,345 _,.. t = 4424 detik
H2 = 1,344 _,.. t = 4910 detik
Jadi waktu yang diperlukan supaya muka air menjadi konstan adalah
t = 4910 detik.

Soal 1 6
Dua buah tangki yang berisi zat cair dihubungkan oleh sebuah lo-bang
seperti terlihat dalam gambar. Luas tarnpang kedua tangki adalah A 1 dan
A2 dan lobang antara kedua tangki adalah terendam. Turunkan rumus
waktu yang diperlukan oleh perbedaan permukaan zat cair di kedua tangki
dari H1 menjadi H2. Apabila A 1 = 1,0 m 2 ; A 2 = 0,5 m2 ; diameter d = 5 cm
dan koefisien debit Cct = 0,62; hitung waktu yang diperlukan untuk menu
runkan perbcdaan muka air dari H1 = 1,0 m menjadi Hz = 0,0 m.
Penyelesaian
Karena adanya lobang, maka zat cair akan mengalir dari tangki de
ngan permukaan zat cair lebih tinggi menuju langki dcngan dengan permu-
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 20 1

kaan zat cair lebih rendah. Dengan A,


... A2 I
demikian permukaan zat cair di da
I
---
lam satu tangki akan turun sedang dh
tangki yang lain akan naik. f

l 7
I
T
Misalkan pada suatu saat per
bedaan elevasi permukaan zat cair
di kedua kolam adalah H, maka
....
-.,.....

debit aliran adalah :


l
"'-- a

Dalam satu interval waktu dt volume


zat cair yang mengalir adalah :

dV = Q dt '

dV = Cd a V2gH dt (1)
Selama waktu dt tersebut permukaan zat cair di tangki I turun sebe
sar dh. Kenaikan permukaan zat cair di kolam II selama waktu dt adalah :
A1
dy = dh
A2
Perubahan selisih permukaan zat cair di kedua tangki adalah :

A1 = At + A 2
dH = dh + dy = dh + dh dh (
A2 A2 )
A2
dh = dH
A 1 + A2
Volume air yang keluar dari kolam I dalam waktu dt adalah:

dV = - A1 dh
A 1 A2 (2)
dV = _
dH
A 1 + A2
Dengan menyamakan persamaan (1) dan (2) akan diperoleh :
202 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Integrasi dari persamaan tersebut di atas dengan batas H1 sampai H2,

(3)

Dengan memasukkan nilai-nilai yang telah diberikan dalam rumus (1)


akan dapat dihitung waktu pengosongan tangki.

Luas lobang : a = d2 = x0,052 = 1,9635x 10-3 m2


Waktu yang diperlukan untuk mengosongkan tangki :

2x l,Ox0,5 (1,0 O,O Vz)


t Vz _

0,62X: 1,9635X 10 3 x (1,0 + 0,5) v'2x9,81


=

= 123,6 detik
Soal l7

Tangki tertutup berisi air dengan kedalaman 6 m dan udara di atasnya


dengan tekanan 5 N/cm 2. Tangki tersebut mempunyai lobang berdiameter
5 cm di dekat dasar. Hitung debit aliran melalui lobang. Apabila diingin
kan menaikkan debit aliran sebesar 50% secara mendadak, berapakah ke
naikan tekanan udara yang diperlukan. Koefisien kontraksi dan koefisien
kecepatan adalah Cc = 0,62 dan Cv= 0,98. Apabila dasar tangki berada 4 m
di atas tanah hitung jarak horisontal di mana pancaran air mengenai tanah
pada keadaan pertama.
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 203

Penyelesaian
Tinggi tekanan efektif H1 di alas p=5 N/cm2
pusat lobang adalah tinggi air ditambah
dengan tinggi tekanan udara yang
dinyatakan dalam tinggi air.

p = 5 Nlcm2 = 5 x 10.000
= 50.000Nim 2

}
- p_ - .1!._ - 50.000 - 5 '097 m azr.
l
Y p g 1000 X 9,81
H1 = 6 + h = 6 + 5,097 = 11,097m
Koefisien debit : Cct = Cv X Cc = 0,98 X 0,62 0,608
=

Debit aliran :

Apabila debit aliran dinaikkan sebesar 50 %, maka :


Q2 = 1,5 Ql Q2 = 1,5 X 0,0176 = 0,0264m 3Id
Q2 Cct a V2iii2 0,0264 {A_
Cct a Y'lgH1
=
Q1 0,0176 11,097
=

Hz
(1 '5)2 =
H1
H2 = 11,097X 1,52 = 24,968m

Tekanan udara di atas permukaan air :

H2 = P2 + 6 = 24,968m
y
-

p2 = (24,968 - 6) x 1000x9,81 = 186.078N/m 2 = 18,608Nicm2


204 SOAL PENYELESAIAN HlDRAULIKA I

Jadi kenaikan tekanan = 18,608 - 5,0 = 13,608Nicm2


J arak horisontal di mana pancaran air mengenai tanah,

Cv = -+ 0,98 = V 4X4 11,097


akhirnya didapat : x = 13,058 m .
Soa1 18
Tangki vertikal dengan diameter 60 cm dan tinggi 2,5 m penuh berisi
air. Tangki tersebut mempunyai dua lobang yang masing-masing mem-
punyai luas 13 cm2 . Satu lobang berada di dasar tangki dan lobang yang
lain berada 1 ,25 m di atas dasar seperti terlihat dalam gambar. Hitung
waktu yang diperlukan untuk mengosongkan tangki. Koefisien debit lobang ..

adalah 0,62.
Penyelesaian 1---- 0,6 m ____,

Luas tampang lintang tangki :

A = ;f x o,62 = 0,282 m 3

Luas tampang lobang : I


T
a = 13 cm2 = 0,0013m2
'

Air akan keluar melalui kedua to


bang sampai elevasi muka air menca
pai pusat lobang yang di atas, dan ke

h
mudian aliran hanya melalui lobang bawah. Untuk itu maka aliran dibeda
kan menjadi dua bagian. Misalkan adalah tinggi muka air di atas pusat
lobang atas, sehingga tinggi muka air di atas lobang bawah adalah
(H+ 1,25) m. Penurunan muka air dalam waktu dt adalah dh.
Debit aliran :

Dalam waktu dt volume air yang kcluar melalui lobang adalah :


d V = dQ dt = [ Cct a V2g h + Cct aV2 g (h +1,25) ] dt
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 205

Dalam waktu dt tersebut elevasi muka air di dalam tangki turun sebe
sar dh dan volumenya berkurang sebesar dV, sehingga :
dV = - A dh

Dari kedua bentuk perubahan volume di atas didapat :

[Cd a V2g h + Cd a V2g (h+1,25) ] dt = - A dH


- A dh
dt =
Cd a V2g 6'1h+1,25 + Vh)
Integrasi dari persamaan tersebut akan didapat :

TI _

-
_
A
Cd a V2g
JHHtz Vh + 1,25
dh
+ Vh

= A
JHz dh Yh+1,25 - Vh
Cd a V2g Ht Vh + 1,25 + 'Ih 'Ih + 1,25 - Vh
-

- A
- Cd a 1./2g JHl Yh + 1,25 -..fh dh
H2 1,25

= A 1 2 h +l,Z5):Y2 - 2 :Y2Ht
X (h)
cd a v2g 1,25 [ 3( 3 L2
8
Ht
TI =
A
x (h + 1,25) - (h) ]Hz
:Y2 :Y2
Cd aV2 g 15 [
Apabila kedalaman air adalah 2,5 m, HI= 1,25m; dan apabila kedalaman
air 1,25 m , H2 =0.
Jadi H1 = 1,25m dan H2 = 0

0,282
T1 - 0,62x 0,00 13x 4,43 x JL[ 1 1 25 :Y2 _ < 1 25 ):Yz J 1 217-]
15 [( 25 + )
_ _

= 48,77 detik
206 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Setelah muka air lebih rendah dari lobang atas maka debit aliran
hanya melalui satu lobang dan diberikan oleh bentuk berikut ini.
24( Wt - Wz) 2 X0,282 ( vl,25 - Vo )
T2 = = = 1 76 6 detik
Cct a \12g 0,62x0,0013x4,43 '

Waktu total pengosongan tangki :

T = Tt + Tz = 48,76 + 176,6 = 225,36 detik


Soal 19
Tangki dengan tampang lintang segiempat mempunyai tinggi 1,5 m .
Ukuran sisi atas tangki adalah 12 m x 6 m dan sisi bawah tangki adalah 9
m x 6 m . Tangki berisi penuh air. Sisi bawah tangki terdapat lobang den- ,
gan diameter 30 cm . Hitung waktu yang diperlukan untuk mengosongkan
tangki, apabila koefisien debit 0,62.
Penyelesaian

T
I
1 ,5m

l
1--- 9 m -----l l-- 9m -----J

Pada suatu saat tinggi air di atas dasar adalah h, dan pada interval
waktu dt terjadi penurunan muka air sebesar dh. Dari gambar di atas ter
dapat hubungan antara panjang dan tinggi muka air :

ol 1,5
h - 1,5
_
_.. ol = h

Panjang muka air : l = 9 + 2xol = 9 + 2lt

Luas permukaan air : A = tx6 = (9+2h) x 6 = 54 + 12 h


Debit aliran melalui lobang : dQ = Cct a V2gh
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 207

dalam waktu dt volume air yang keluar dari tangki adalah :

dV dQ dt Cct a V'lgh dt
= =

Dalam waktu dt tersebut muka air turun sebesar dh, sehingga volume air
yang keluar:

d V = - A dh
Dari kedua bentuk volume air yang keluar dari tangki tersebut didapat :

Cct a fl g h dt = - A dh
A dh h- Y'z 12 h h- Yz dh
J
( 54 +
dt =
_

Cct a 2t;
_

Cct a Y'lg
=

Integrasi dari persamaan di atas akan di dapat :

(
[ 10s ...rJ3 - ..fO ) + -(1,5312 - o:y2J
n
= 760 detik
0,62X 4 X0,32 X4,43
Soal 20
Tangki dengan tinggi 3 m mempunyai tampang lintang segiempat. Sisi
at as mempunyai ukuran 20 m x 12 m dan sisi bawah adalah 10 m x 6 m.
Sisi bawah mempunyai lobang dengan diameter 45 cm . Apabila koefisien
debit adalah Cct = 0,62; hitung waktu yang diperlukan untuk men
gosongkan tangki.
Penyelesaian
Gambar di bawah adalah tangki dengan tampang pada arah memanjang
dan lebar.
208 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

::,;'iT
1---- 20m----1 i--- 1 2 m-----i

T
3m 1

I :
h
1
I

.1..
i-- 1 0 m ----1 r-S m---1

Misalkan pada suatu saat tinggi muka air adalah h dari dasar dan pa
da interval waktu dt muka air turun sebesar dh. Dari gambar (b) terdapat
hubungan berikut :

dl = 1,66661! I = 10 + 2Xd/ = ( 10 + 3,32h)

Dari gambar (c) terdapat hubungan :

db = h b = ( 6 + 2 db ) = ( 6 + 2 h )

Luas tarn pang lintang muka air pada elevasi h dari dasar :

A = /xb = ( 10 + 3,32h) x (6 + 2 /t) = (60 + 39,92h + 6,641! 2) m2


Volume air yang keluar dari tangki dalam waktu dt adalah :

dV = dQ dt = Cct a V2g h dt
Dalam waktu dt tersebut muka air turun sebesar dh, sehingga volume
air yang keluar dari tangki adalah :
dV = - A dh
Kedua bentuk perubahan volume dV tersebut adalah sama, sehingga :

Cct a V2 g h dt = - A dh

dt - A dh h - 112 ( 60 + 39,92h + 6,64h 2)h - 112dh


Cct a Y2g -
_ _ _ _

Cct a Y2g
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 209

Dari soal diketahui bahwa Cct = 0,62, H1 = 3,0 m, dan Hz = 0.


Luas lobang : a= (0,45)2 = 0,159m 2; sehingga :

1 2
( 120x 3Vz + 3 Y]
x 39,92x3 + 2,58 x3 2
T=

0,62x O,lS9x v'2x9 ,81

= 884,8 detik
'

Soal 21
Tangki dengan tampang lintang lingkaran berdiameter 15 m pada sisi
atasnya dan 3 m pada dasarnya, dan tinggi 3 m. Di dasar tangki terdapat
lobang dengan diameter 22,5 cm . Apabila koefisien debit Cct = 0,62 ; hitung
waktu yang diperlukan untuk mengosongkan tangki yang semula penuh
berisi air.
Penyelesaian

l
l-- 3 m --l

Pada suatu saat tinggi muka air adalah 11 dari dasar tangki, dan dalam
waktu dt terjadi penurunan muka air sebesar dh. Dari gambar di atas ter
dapat hubungan :

dd 6
dd = h
h 3
--+
2 10 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Diameter muka air : d = 3 + 2 dd = 3 + 4H


Luas permukaan air :

Volume air yang keluar dari tangki dalam waktu dt adalah :

dQ = - A dH = Cd a V2 g H dt

Integrasi dari persamaan di atas :


'
:n:

t= I dt = - cd
4
a Y2g (9 h -1'2 + 24h l"l + 16 h y2) dh

48 33'2
32 35-'2]
[ 18 v3 + +

T
=

0,62x0 504x4 3 }
= 1.546 detik.
Soal 22
Tangki berbentuk hemisphere dengan jari-jari R mempunyai lobang
pada titik terendahnya. Elevasi muka air awal dan akhir adalah Ht dan H2
di atas lobang. Ditanyakan waktu yang diperlukan untuk mengeluarkan air
dari elevasi Ht menjadi H2.

Penyelesaian
Misalkan pada suatu saat elevasi
muka air adalah h di atas lobang, jari-
jari tampang lintang permukaan air
adalah r dan dalam waktu dt elevasi
-
H
muka air turun sebesar dh. Dari gam-
bar terdapat hubungan : 1'. 1
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 2 11

OA2 = AJ? + B02


R2 = l- + (R- h )2
f'"'., = R2 - (R -h)2 = 2Rh - h.,-
Luas permukaan air pada elevasi h dari lobang : A = :re ?- = n (2Rh - h 2)
Dalam waktu dt volume air yang keluar dari hemispher adalah :
dV = Cct a Y2g lz dt
Dalam waktu dt tersebut muka air turun sebesar dh sehingga volume
air yang keluar adalah : dV = - A dh
Kedua bentuk volume air yang keluar dari hemispher adalah sama,

- A dh = Cct a Y2gh dt

A dh h - Yz l! ( 2Rh - h 2 ) h - Yz dh
dt -
Cd a \12g - Cd a \12g
_ _ _ _

JHz ( 2Rh Y2 - hYz ) dh


T
t = J0dt = Cd a
:re
\12g Ht
Ht
T=
n
[ R J/tz - lzYz )
Cd a V2g 3 5 Hz

T = Cd an\12g [ 3 R ( Ht2 - Htz) - ( HfZ - Hrz ]


5
Apabila hemisphere semula penuh air dan kemudian dikosongkan,
maka H1 = R dan H2 = 0
Waktu yang diperlukan untuk mengosongkan hemisphere adalah :

14 :rc RYz
t-_
:re ( R y2 RYz ) =
_

cd a \12g 3 5 15 cd a \12g
212 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Soal 23
Tangki berbentuk hemispher berdiameter 4 m berisi penuh air mem
punyai lobang yang berada pada dasarnya. Air keluar melalui lobang ter
sebut. Dalam waktu 80 detik elevasi muka air di dalam tangki yang semula
penuh telah berubah menjadi 0,5 m dari lobang. Apabila koefisien debit
adalah 0,6; tentukan diameter lobang.
Penyelesaian
Waktu yang diperlukan untuk mengosongkan tangki :

n
t=
cd a v2g 3 5
1 _ H2Yz ]
1 _ H2Yz) - ( HYz
[ R ( HYz

2
80 =
n
[ x 2( 2Y2 -0,5312) - - ( 2Yz-o,5Yz ) ]
0,6xa\12x 9,81 3 5

a = 0,066 m2

.. 1 4x 0,066
!!.. d2 = 0'066 d= V n = 0,29 m
4

Jadi diameter lobang adalah d = 0,29 m .

Soal 24
Tangki berbentuk silinder berada pada posisi mendatar, berdiameter
3m dan panjang 10 m berisi air sampai setinggi 2,5 m. Air keluar melalui
lobang berdiameter 15 cm yang berada di dasar tangki. Koefisien debit
lobang adalah 0,8. Hitung waktu yang diperlukan untuk mengosongkan
tangki.
Penyelesaian

f--- 3 m -------1 ------ 1 0 m -------4

f
I
;

3m
H 1 =2,5 !
i
l
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 2 13

Dari gambar di atas terdapat hubungan berikut ini.

Pada suatu saat kedalaman air adalah h , dan lebar muka air adalah :

AD = 2 r = 2 V2rh - h2

Apabila panjang tangki adalah L, maka luas permukaan air adalah :

A = AD X L = 2L V2Rh - lt2

Dalam waktu dt muka air turun sebesar dh, sehingga volume air yang
keluar dari tangki adalah :

dV = - A dh = Cct a V2g h dt

A dh h-Yz 2L (V2R - h ) dh
dt = - = -
Cct a Y2g Cct a Y2g

2L
T H2 --
f (V 2R - h ) dh
r--
t = f dt = -
o Cct a .v12g Ht

Dengan memasukkan data yang diketahui ke dalam rumus di atas, maka :

i x lO
T= 3 [ (3 ,0}Y2 - (0,5):y2 ] = 1.030 detik
o ,sx x o,152 x V2 x9,81
n
4
214 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Soal 25
Tangki dengan tampang lintang bujur sangkar dengan tinggi 3 m
berisi penuh air. Panjang sisi atas dan bawah tangki tersebut adalah 6 m
clan 3 m. Pada sisi bawah tangki terdapat lobang dengan diameter 15 cm.
Koefisien debit lobang adalah 0,8. Hitung waktu yang diperlukan untuk
mengosongkan tangki.
Penyelesaian

I-'D
1.5rrH
t----- 6 m -----l

T
Th 3

I
-
r-- 3 m--i
I
-

Pada suatu saat kedalaman air di dalam tangki adalah h, dan dalam
waktu dt muka air turun sebesar dh. Dari gambar terdapat hubungan :

d.x h - 3
-= dan d.x = 3 + 2 d.x = 3 + 2X0,5 (h-3) = h
1,5 3
-

Luas permukaan air adalah : A = J!- = 1! 2


Pada waktu kedalaman air adalah h dan penurunan muka air dalam
waktu dt adalah dh, volume air yang keluar dari tangki adalah :

dV = - A dh = Cct a V2gh dt
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAl' 21 5

Dengan memasukkan data yang diketahui ke dalam rumus di atas akan


didapat :

1
X ( 6:2 -35/2 )
s
T=
o,sx 4 x o,15 x .y2x9,81
n 2

= 463 detik = 7 menit 43 detik


Jadi waktu yang diperlukan untuk mengosongkan tangki adalah 7 menit 43
detik.
Soa1 26
Peluap segiempat dengan lebar b dan tinggi peluapan H seperti yang
ditunjukkan pada gambar. Turunkan debit aliran melalui peluap tersebut
apabila koefisien debit adalah Cct .
Penyelesaian

- -
- T

.!.dh
h
H -V2

1
.!.

_____ 2

1---- b ---
Dengan menggunakan persamaan Bernoulli untuk titik 1 dan 2 (pada pias),
di mana kecepatan aliran pada kedua titik tersebut adalah VI dan vz, maka:

P I vr = P V
Z} + - + - Z2 + -2 + -
y 2g y 2g
Apabila di sebelah hulu peluap berupa kolam besar sehingga VI = 0,
dan tekanan pada pias adalah atmosfer maka :

11 + o = o + -+ vz = v2g1z

Luas pias adalah : dA = b dh


Debit melalui pias : dQ = vz dA = V2gh b dh = b ..fii h Vz dh
216 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

dengan memasukkan koefisien debit, maka debit aliran :

Debit total melalui scluruh peluap dapat dihitung dengan mengin


0
tegralkan persamaan di at as dari lt = pada muka air sampai lt = H pada
puncak ambang,sehingga:
H H
Q = Cd b Viif lt v2dh
0
= Cd b Vii X [ hY2 0]

Soal 27
Peluap segiempat dengan lebar 0,8 m mempunyai tinggi peluapan 0,2
m. Cari debit peluapan apabila koefisien debit Cd 0,62 =

Penyelesaian
Dengan menggunakan rumus yang telah diturunkan dalam soal 26 untuk
data-data yang diberikan :

= X0,62X0,8XV2X9,81X(0,2)y2 0,131 m3!d =

Soal 28
Peluap segiempat dengan lebar 4, 0 m mengalirkan air dengan debit
1000 1/d. Hitung tinggi peluapan apabila koefisien debit Cd 0,64. =

Penyelesaian

Debit aliran : Q = 10001/d = 1,0m3!d


Dengan menggunakan rumus yang telah diturunkan dalam soal 26 untuk
data-data yang diberikan :

Q =
3 ?:.. cd b Vii 0

1 32 x0,64x4,0xv2x9,81 xH
=
_ r;::. - - :y
2 -+ H= 0,26 m
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 217

Soal 29
Bendung (peluap dengan
ukuran cukup besar) dengan pan
jang 8 m dibangun pada saluran
sefiempat dengan debit aliran 9
m Id. Apabila kedalaman air mak
simum di sebelah hulu bendung
adalah 2 m, berapakah tinggi ben
dung. Kontraksi diabaikan dan ko
efisien Cct = 0,62.
Penyelesaian
Digunakan rumus peluap untuk menghitung debit aliran :

i
9 = x 0,62x 8 x V2x9,81 xHYz

9 = 14 ,647 H:y2 -+ H = 0,723m


Jadi tinggi bendung adalah :

p= 2,0-0,723 = 1,277 m
Soal 30
Peluap seg1t1ga seperti tergambar. Tinggi peluapan adalah H dan
sudut peluap segitiga adalah a . Turunkan debit aliran melalui peluap ter
sebut.
Penyelesaian
! ----- B 1
--------

I
H

1
218 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Dari gambar tersebut, lebar muka air adalah :


a
B = 2H tg -
2

Dipandang suatu pias setebal dh pada jarak h dari muka air. Panjang pias
tersebut adalah :
a
b = 2 (H-h) tg -
2 I

Luas pias : dA = 2 (H-y) tg "i dy

Seperti di dalam penurunan rumus aliran melalui peluap segiempat (soal


26), kecepatan air melalui pias : v = V2gh

Debit aliran melalui pias : dQ = cd dA V2gh = cd 2 (H-h) tg "i dh V2gh


Integrasi persamaan tersebut untuk mendapatkan debit aliran melalui
peluap :

a - 2 2 H
-
= Cd 2 tg - v 2g [- Hh 2 - h 2]
2 3 5 0

Soal 3 1

Peluap segitiga dengan sudut a=90 digunakan untuk mengukur debit


aliran. Apabila tinggi peluapan H = 20 cm dan Cd = 0,62 hitung debit
aliran.
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 219

Penyelesaian
Dengan menggunakan rumus yang telah diturunkan dalam soal 30, debit
aliran adalah:

8
Q = -Cct v 2g tg - H512
. r::.- a

15 2

= x 0,62x v'2x 9,81 x tg 4S0x (0,2)SI2 = 1,572m3!dt


Soa1 32
Dalam percobaan di laboratorium, debit aliran sebesar 14,8 /Id men
galir melalui peluap segitiga siku-siku pada tinggi energi 16 cm. Tentukan
koefisien debit peluap.
Penyelesaian
Debit aliran : Q = 14,8 //d = 0,0148 m3!d
Dengan menggunakan rum us yang telah diturunkan dalam soal 30, yaitu :

8 a
Q = - Cct
5 /
v 2g tg - H 2
. r::.-
15 2

0,0148 = x Cct x v'2 x 9,81 xtg 4SOxo,1tf2


1 -+ Cct = 0,612

Soal 33
Peluap trapesium dengan lebar dasar b clan sudut kemiringan a/2
seperti tergambar. Apabila tinggi peluapan adalah H, turunkan debit aliran
melalui peluapan tersebut.
Penyelesaian
Untuk menghitung debit aliran
melalui peluap trapesium, maka pe-
luap tersebut dibagi menjadi dua
bagian, yaitu bagian segiempat dan
segitiga. Debit aliran melalui pelu
I
H
ap trapesium adalah gabungan dari .1!.
2 .i!. J
2
kedua bagian tersebut. i
1-- - b ---i
Debit aliran melalui peluap segiem
pat :
220 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

Debit aliran melalui peluap segitiga :

Qz = :5 Cdz V2i If'2


Debit aliran melalui peluap trapesium :

dengan Cdl dan Cdz adalah koefisien debit bagian segiempat dan segitiga.
Soal 34
Peluap berbentuk trapesium dengan lebar dasar 30 cm mempunyai
sudut kemiringan 30 terhadap vertikal. Hitung debit aliran apabila tinggi
energi 1 6 cm dan koefisien debit Cd 0,62.
=

PenyeJesaian
Dari bentuk peluap dihitung :


tg = 0,5(1,2 - 0,45) = 1 '25
2 0,30
Debit aliran dihitung dengan rumus seperti yang telah diturunkan dalam
soal 33 :

Q = cdl b V2i W2 +fs Cdz v'2i tg HYz


Q = x0,62x0,3x v'2x9,81 xO,l

8
+ 15 x0,62x V2x9,81 xtg 30 x0,16Yz

= 0,0352+0,0087 0,0439 m31d


=
VI. ALIRAN MELALUI LOSANG DAN PELUAP 221

Soa1 35
Peluap ambang lebar seperti tcrlihat dalam gambar dengan panjang L
(tegak lurus bidang gambar) dan tinggi energi H. Turunkan debit aliran
melalui peluap tersebut.
Penyelesaian
Dipandang titik A dan B yang ber
ada pada ujung hulu dan hilir pelu
ap. Bentuk peluapan melalui pelu
ap ambang lebar seperti terlihat da
lam gambar, di mana h adalah ke
dalaman air di bagian hilir peluap.
Aplikasi persamaan Bernoulli pada
titikA dan B :

PA + V].. = s + PS
ZA + - - z -
vb
+-
Y 2g y 2g
vz
H+O=h+-
2g
dengan V adalah kecepatan aliran pada sisi hilir peluap.
Dari persamaan tersebut dapat ditentukan kecepatan aliran V :


2g
= H-h Vs = ...f2g(H-h)

Debit aliran :

Q = Cd Lh Vs = Cd Lh...f2g(H -h)

= cd L ....fii V (Hh2-h3) (1)

Dari persamaan di atas lerlihat bahwa debit aliran akan maksimum


apabila nilai (Hh2 - h3) maksimum, yang diperoleh dengan mendiferen
sialkan persamaan Q dan kemudian menyamakannya dengan nol.
222 SOAL PENYELESAIAN HIDRAULIKA I

2Hh - 3 h 2
-
2(Hh2 lt3) t-2
= 0

2
lt -H
3
-+ =

Substitusi dari nilai h tersebut ke dalam persamaan (1) akan memberikan :

! 2 ...2
Omaks = Cd L V 2g V H (3H)2 - (3H)3
-

= Cd L ..fig Vi9 H3 - J_27 H3


= ..fig&
Cd L
27
= Cd L ..fig HV'!!-
3 3

= J Cd L ..fig Ff1
3 3

= 0,384 Cd L ..fig If'2


Soal 36
Bendung ambang lebar dengan panjang 20 m mengalirkan air dengan
tinggi energi 2,0 m . Hitung debit maksimum melalui peluap apabila
koefisien debit Cd = 0,6.
Penyelesaian
Debit aliran dihitung dengan rumus yang telah diturunkan dalam soal 35,
yaitu :

Q = 0,384 Cd L ..fig F2
= 0,384x0,6 x 20 x v'2x 9 ,81 x 2Y2 = 57,73 m3

Soal 37
Peluap ambang lebar dengan panjang 20 m . Kehilangan tenaga pada
pengaliran adalah 0,25 m. Hitung debit aliran melalui peluap apabila
koefisien debit Cct = 0,62.
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 223

Penyelesaian
Kehilangan tenaga : y =H -h = 0,25 m

Dari soal 35 telah didapat hubungan berikut :

h = __;H
2
3

y = H- -2H = -H
1
3 3
H = 3/J = 3 X0,25 = 0,75 m

Debit aliran :

Q = 0,384 Cct L {2i ff2

= 0,384x0,62x20x v'2x9,81 x 0,7SZ 21,09 m31d =

Soal 38
Peluap seperti tergambar dengan elevasi muka air hulu dan hilir
adalah Ht dan H2 di atas puncak peluap (peluap terendam).Panjang
peluap adalah L dan koefisien debit untuk bagian yang bebas dan teren
dam adalah Cctt dan Cct2 Turunkan debit aliran melalui peluap terendam
tersebut.
Penyelesaian
Seperti terlihat dalam gambar,
tinggi muka air di sebelah hulu ben -----..To.2s
dung adalah Ht, sedang H2 adalah
f\
H
tinggi muka air di sebelah hilir pe

l
luap. Debit aliran adalah jumlah
aliran melalui tinggi peluapan bebas
sebesar (Ht-Hz) dan bagian aliran
yang terendam dengan tinggi pelu-
apan H2 .
Debit aliran melalui peluap bebas telah diturunkan dalam soal 26 , yaitu :

2 r::::- 312 2 312


Q1 3 Cctt L v 2g H = 3 Cct1 L v 2g (Ht-Hz)
- r::::- -
=
224 SOAL PENYELESAlAN HIDRAULIKA I
Debit aliran melalui peluap terendam adalah sama dengan debit aliran
melalui lobang besar terendam, yaitu :

Q2 = Cd2 L H2 ..f2i (H1-H2)


Debit aliran melalui peluap terendam

Soal 39
Peluap terendam dengan panjang 2,25 m mempunyai tinggi air di
scbelah hulu dan hilir peluap sebesar 1,5 m dan 0,5 m di atas puncak
peluap. Hitung debit aliran apabila koefisien debit untuk bagian yang
bebas dan terendam adalah 0,6 dan 0,8.
Penyelesaian
Debit aliran total dihitung dengan rumus yang diturunkan dalam soal 38,
yaitu :

dengan :

= x 0,6x2,25x Y2x9,81 X (1,5-0,5)Yz = 3,987 m3/d


=
Q2 Cd L H2 ..f2i (H1-H2)

= 0,8x2,25x0,5xY2g(1,5-0,5) = 3,987 m3!d


Jadi debit total adalah :

Q = 3,987 + 3,987 = 7,973 m 3!d


Soal 40
Peluap ambang tipis dengan tinggi 0,8 m berada pada saluran segiem
pat dengan lebar 3,0 m . Kedalaman air di saluran adalah 1,25 m dan pada
jarak 10 m di hilir peluap kedalaman air adalah 1,0 m. Tentukan debit
aliran.
VI. ALIRAN MELALUI LOBANG DAN PELUAP 225

Penyelesaian
Kedalaman air di sebelah hulu peluap terhadap puncaknya adalah :

H1 = 1,25 - 0,8 = 0,45 m


Kedalaman air di sebelah hilir peluap terhadap puncaknya adalah :

H2 = 1,0 - 0,8 = 0,2 m


Debit aliran pada peluapan bebas :

2
2g .- (HI -H2)3/2
Ql = 3 Cct lL .Vr::.

= X 0,6x 3Y2x9,81 (0,45-0,2)Y2 = 0,664m 3/d



Debit aliran pada bagian peluapan terendam :

Q 2 = Cct L H2 Y2g(HI-H2)
Q2 = 0,6x3 x 0,2x Y2x9,81x (0,45- 0,2) = 0,797m3/d
Debit aliran total :

Q = Q1 + Q2 = 0,664 + 0,797 = 1,461 m 3!d