Anda di halaman 1dari 12

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. KST


DENGAN HEMATEMESIS MELENA ec Varices Bleeding
DI RUANG E RSUD KLUNGKUNG
TANGGAL 28 JULI 4 AGUSTUS 2014

A. PENGKAJIAN
1. Data Umum
Identitas Pasien
Nama : Tn. KST
Umur : 39 tahun
Agama : Hindu
Jenis kelamin : laki-laki
Status marital : menikah
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : wiraswasta
Suku Bangsa : Bali, Indonesia
Alamat : Jl. Puputan, Klungkung
Tanggal MRS : 28 Juni 2014 ( WITA)
Tanggal Pengkajian: 28 Juni 2014 (09.30 WITA)
No. Register : 104530
Dx Medis : Hematemesis Melena + Cirosis Hepatis

Identitas Penanggung Jawab


Nama : Tn. WSB
Umur : 41 tahun
Hub. Dengan pasien: kakak kandung pasien
Pekerjaan : swasta
Alamat : klungkung

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama
- Saat MRS : pasien mengatakan datang ke UGD RSUD Klungkung
karena rujukan dari Klinik Pradnya dengan keluhan muntah darah.
- Saat Pengkajian : pasien mengatakan lemas setalah muntah darah

b. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengatakan tanggal 25 Juli 2014 merasa mual, perut terasa enek dan
tegang, setelah itu pasien mengeluh muntah darah 2 gelas. Sebelum keluhan
timbul pasien mengatakan tidak ada minum atau makan makanan yang
merangsang seperti pedas atau beralkohol. Kemudian pasien diantar berobat ke
Klinik Pradnya Husada dimana pasien dirawat disana selama 2 hari. Selama
dirawat di Klinik Pradnya pasien mengeluh BAB berwarna hitam sejak 3 hari.
Tetapi karena kondisi tidak membaik pasien akhirnya dirujuk ke RSUD
Klungkung tanggal 28 Juli 2014. Saat pemeriksaan di UGD disarankan untuk
28
rawat inap dengan diagnosa medis hematemesis melena dan terapi yang didapat
yaitu IVFD RL 20 tpm, asam tranexamat, pantoperazole. Setelah beberapa lama
diobservasi pasien dipindahan ke ruang E pukul 07.10 WITA dengan terapi yang
sama saat di UGD. Saat pengkajian di ruang E pasien mengatakan mengalami
muntah darah 2 kali (200 cc), BAB hitam sebanyak 2 kali, dan keras.
c. Riwayat Kesehatan Dahulu
Pasien mengatakan sebelumnya tidak pernah dirawat di rumah sakit. Pasien
mengatakan mempunyai sakit maag dan dulu mempunyai riwayat
mengkonsumsi minuman beralkohol sejak 3 tahun yang lalu seperti arak dan
tuak. Pasien mengatakan tidak mengkonsumsi alcohol setiap hari, sekitar 2-3x
dalam seminggu, pasien mengatakan minum alcohol saat berkumpul dengan
teman-temannya atau pada hari-hari tertentu dan memang merupakan kebiasaan
jika berkumpul dengan teman-teman.
d. Riwayat Kesehatan Keluarga
Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit yang
sama dengan pasien. Tidak ada anggota keluarga yang memiliki penyakit
keturunan seperti diabetes, asma, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

e. Genogram

39
99

f. Riwayat Sosiokultural
Pasien mengatakan tidak ada hambatan dalam berhubungan dan berkomunikasi
dengan orang lain baik dengan anak, istri, anggota keluarga lain dan masyarakat

29
di tempat tinggal pasien. Pasien mengatakan aktif mengikuti kegiatan di rumah
seperti ngayah atau metulung, pasien terlihat kooperatif.

3. Pola Fungsi Kesehatan Gordon


a. Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan
Pasien mengatakan kondisi sakit adalah seperti sekarang yaitu dimana pasien
tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasa, merasa lemas dan tidak nafsu
makan. Sedangkan sehat menurut pasien yaitu merasa segar, mampu beraktivitas
secara mandiri, tidak lemas. Saat sakit pasien mengatakan segera memeriksakan
diri ke pelayanan kesehatan terdekat.Pasien mengatakan tidak mempunyai
kebiasaan minum kopi, tetapi pasien mempunyai kebiasaan minum alcohol
seperti tuak dan arak sejak 3 tahun yang lalu dan mempunyai kebiasaan
merokok -1 bungkus per hari. Pasien mengatakan tidak tahu kenapa dirinya
bias sakit seperti ini, saat ditanya lebih jauh tentang penyakitnya pasien terlihat
bertanya-tanya dan bingung, pasien mengatakan tidak tahu tentang penyebab
penyakitnya, bagaimana cara merawat dan apa bahayanya.
b. Pola nutrisi-metabolik
- Sebelum sakit : pasien mengatakan biasa makan 3x sehari dengan nasi,
lauk, sayur dan kadang-kadang dilengkapi buah, pasien mengatakan makan
dalam 1 porsi habis. Minum air putih 2 botol 3 botol aqua tanggung setiap
hari. BB: 71kg, TB: 170cm , IMT: 24,22
- Saat MRS : pasien mengatakan mengalami muntah darah sebanyak 2 kali
selama di ruangan, pasien mengatakan mual, saat pengkajian terluhat pasien
muntah darah dan berisi sedikit nasi. Pasien megatakan sebelum muntah selalu
ingin meludah. Makanan yang diberikan habis porsi lebih, minum kurang
lebih 3-4 gelas kecil (750 cc). BB: 71kg, TB: 170 cm, IMT: 24,22, pasien
mendapat terapi diit RS lunak 1900 kkal.
c. Pola Eliminasi
- Sebelum sakit : pasien mengatakan BAB rutin setiap hari, lembek, warna
kekuningan, bau khas seperti berak, tidak ada darah dan lender. Pasien
mengatakan BAK 5-6 x/hari, warna kekuningan dan bau khas urine, tidak ada
darah, tidak ada nyeri saat BAB atau BAK.
- Saat MRS : saat pengkajian pasien mengatakan BAB sudah 2 kali (28 Juli
2014), BAB berwarna hitam, tidak berlendir, feces keras semenjak di rumah
sakit. BAK 5-6x/hari, bau khas urine, tidak ada darah dan berwarna kekuningan,
tidak ada nyeri saat BAB atau BAK.
d. Pola Aktivitas dan Latihan
- Sebelum sakit : pasien mengatakan mampu melakukan aktivitas seperti makan,
minum, mandi, berpakaian, BAB dan BAK, berpindah secara mandiri tanpa
30
bantuan dari orang lain, tidak ada nyeri maupun keluhan sesak nafas saat
beraktivitas.
- Saat MRS : pasien mengatakan aktifitas dibantu oleh orang laim seperti
makan, mandi, BAB dan BAK dan berpakaian karena pasien merasa lemas dan
terpasang infus di tangan kiri. Pasien mengatakan merasa enek pada ulu hati dan
tidak ada sesak.
e. Pola Kognitif dan Persepsi
Sebelum dan saat sakit pasien mengatakan tidak ada masalah dalam
pembicaraan, pendengaran, perasa, penciuman, penglihatan dan pengecap,
pasien mampu membedakan orang, tempat dan waktu.
f. Pola persepsi-konsep diri
Pasien mengatakan menyukai semua anggota tubuhnya.Pasien bersyukur
menjadi seorang lelaki, pasien seorang ayah untuk anak-anak nya dan suami
untuk istrinya, pasien sebagai kepala keluarga yang memberikan nafkah pada
anak dan istri.Pasien berharap ingin cepat sembuh, agar mampu beraktivitas dan
cepat pulang.Pasien mengatakan tidak malu dengan kondisinya, namun merasa
kasihan pada keluarganya.
g. Pola tidur dan istirahat
Pasien mengatakan tidak ada masalah pada kebiasaan tidurnya. Pasien
mengatakan biasa tidur malam pukul 22.00-06.00 wita, pasien terkadang
terbangun untuk kencing., terbangun karena mengganti infus dan proses
pengobatan lainnya. Saat bangun tidur pasien merasa lebih baik dan tidak ada
gangguan yang berarti selama tidur.
h. Pola peran-hubungan
Sebelum sakit dan saat sakit pasien mengatakan hubungan dengan keluarga,
teman-teman, tetangga dan masyarakat sekitar sangat baik.
i. Pola seksual-reproduksi
Pasien mengatakan sudah menikah dan mempunyai 4 orang anak, pasien tinggal
bersama istri dan anak-anaknya, selama sakit pasien tidak melakukan hubungan
suami istri dengan istrinya.
j. Pola toleransi stress-koping
Pasien mengatakan bila ada masalah biasa bercerita dengan istri, saudara-
saudara dan anak-anaknya untuk memecahkan masalah.
k. Pola nilai kepercayaaan
Pasien menagatakan beragama Hindu, pasien percaya pada Hyang Widhi dan
percaya akan sembuh dari penyakitnya.
4. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum : lemah
Tingkat kesadaran : compos metis
GCS : 15 (E4M6V5)
b. Tanda-tanda vital
TD: 120/80 mmHg, RR: 22x/mnt, N:84x/menit, Sh:36,30C
31
c. Kepala
Inspeksi : kepala terlihat normochepal, persebaran rambut merata, rambut
berwarna hitam lurus dan pendek, tidak terlihat edema pada
wajah, tidak terlihat lesi, tidak terlihat hiperpigmentasi.
Palpasi : tidak teraba massa dan nyeri tekan pada kepala dan wajah, kulit
kepala pasien bersih dan tidak terdapat ketombe.

d. Mata
Inspeksi : terlihat persebaran alis merata, mata kiri dan kanan simetris,
tidak terlihat hordeolum, tidak terlihat odema palpebral, terlihat
sclera anikterik, terlihat konjungtiva anemis, pupil isokor, tidak
terlihat kantong mata, fungsi penglihatan pasien baik dimana
pasien mampu membaca tulisan dengan jarak 25-30 cm dengan
baik, lapang pandang pasien baik.
Palpasi : tidak teraba nyeri tekan.
e. Hidung
Inspeksi : lubang hidung terlihat simetris, tidak terlihat adanya
pengeluaran rinorea atau darah, hidung terlihat bersih.
Palpasi : tidak teraba massa dan nyeri tekan pada sinus frontalis,
etmoidalis, maksilaris, splenoidalis.
f. Telinga
Inspeksi : telinga kanan dan kiri terlihat simetris, tidak terlihat lesi, tidak
terlihat adanya otorea, telinga terlihat cukup bersih dan terlihat
sedikit serumen.
Palpasi : tidak teraba massa dan nyeri tekan pada telinga.
g. Mulut
Inspeksi : mukosa bibir terlihat lembab, bibir terlihat bersih, gigi terlihat
lengkap tidak terlihat caries gigi, tidak ada halitosis, lidah pasien
terlihat kurang bersih
h. Leher
Inspeksi : tidak terlihat adanya odema, tidak terlihat jejas, tidak terlihat
lesi.
Palpasi : tidak teraba nyeri tekan, tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid,
tidak teraba pembesaran limfe.
i. Dada dan punggung
Tidak terlihat kelaianan bentuk tulang belakang, tidak terlihat jejas dan lesi.
1. Paru
Inspeksi : tidak terlihat lesi pada dada, tidak terlihat hiperpigmentasi,
pergerakan dinding dada simetris.
Palpasi : tidak teraba massa dan nyeri tekan.
Auskultasi : suara nafas vesikuler
Perkusi : terdengar sonor

32
2. Jantung
Inspeksi : tidak terlihat lesi pada dada, tidak terlihat jejas.
Palpasi : tidak teraba massa dan nyeri tekan, teraba iktus cordis di ICS 4-
5 sinistra.
Auskultasi : S1 dan S2 tunggal regular
Perkusi : dullness.
j. Abdomen
Inspeksi : tidak terlihat lesi, umbilicus terlihat bersih, tidak terlihat
hiperpigmentasi atau jejas, terlihat perut membesar.
Auskultasi : terdengar bising usus 10x/menit.
Perkusi : timpani.
Palpasi : tidak teraba massa, pasien mengatakan enek pada uluhati, teraba
distensi abdomen, teraba asites, teraba pembesaran lien.
k. Ekstremitas atas dan bawah
Inspeksi : tidak terlihat deformitas, tidak terlihat hiperpigmentasi, tidak
terlihat jejas, kuku tangan dan kaki terlihat pendek dan bersih,
terlihat terpasang infus di tangan kiri.
Palpasi : tidak teraba massa, tidak teraba nyeri tekan pada ekstemitas,
turgor kulit elastis, akral hangat, CRT >2dtk, kulit terlihat pucat,
kekuatan otot 555 555
555 555
l. Genetalia
Genetalia terlihat bersih
m. Anus
Inspeksi : anus terlihat bersih tidak terlihat adanya hemoroid.

5. Data Penunjang
- Hasil pemeriksaan DL tanggal 28 Juli 2014
Parameter Hasil Satuan Nilai normal Interpretasi
WBC 7,2 10^3/ uL 4,60-10,2 Normal
RBC 1,43 10^6/ uL 3,80-6,50 Rendah
HGB 4,4 g/dL 11,5-18,0 Rendah
HCT 27 % 37,0-54,0 Rendah
^3
PLT 183 10 / uL 150-400 Normal

- Hasil pemeriksaan kimia darah tanggal 28 Juli 2014


Parameter Hasil Satuan Nilai normal Interpretasi
SGOT 36 u/L < 37 Dalam rentang normal
SGPT 34 u/L < 42 Dalam rentang normal

- Hasil pemeriksaan USG menyokong gambaran sirosis hepatis dengan


splenomegaly dan asites.

6. Data Tambahan
Therapy yang didapatkan pada tanggal 28/07 2014
Nama obat Dosis Rute Fungsi
33
IVFD RL 20 tpm iv Pemenuhan cairan
Pantoprazole 2x1 gram iv Menurunkan HCL, untuk ulkus
peptikum
Cefotaxime 3x1 gram iv Antibiotic
Vitamin K 2x 1mg iv Menghentikan perdarahan
Asam Traneksamat 2x 500 mg iv Menghentikan perdarahan
Transfusi PRC 4 kolf iv Meningkatkan volume darah

B. ANALISA DATA
Masalah
No Data Etiologi kolaboratif/keperawata
n
1 DS: pasien mengatakan Hematemesis melena PK Anemia
muntah darah sebanyak 2 kali
sejak masuk rumah sakit dan Terjadi pendarahan yg
BAB berwarna hitam 2 kali. menyebabkan penurunan
DO: konjungtiva pasien volume darah
terlihat anemis, pasien terlihat
pucat, HGB 4,4 g/dl, RBC HB menurun, jumlah RBC
1,43 10^6/uL. turun

Pucat, konjungtiva anemis

Anemia
2 DS: pasien mengatakan Pecahnya varises Risiko syok
muntah darah sebanyak 2 kali esophagus, tukak lambung hipovolemik
sejak masuk rumah sakit dan
BAB berwarna hitam 2 kali. Terjadi perdarahan
DO: pasien terlihat pucat,
CRT>2dtk, TD: 120/80 Muntah darah dan berak
mmHg, RR 22x/menit, darah
N:84x/menit, suhu:36,3 0C.
Penurunan volume darah yg
menyebabkan terganggunya
system sirkulasi

Risiko syok hipovolemik


3 DS : pasien mengatakan Hematemesis melena Intoleransi aktivitas
merasa lemas, makan, mandi,
berpakaian, dibantu oleh Terjadi perdarahan ,
orang lain. penurunan volume darah
DO: pasien terlihat berbaring, baik HGB dan RBC
aktivitas terlihat dibantu oleh
orang lain, HGB 4,4 g/dl, Berkurangnya suplay O2 ke
RBC 1,43 10^6/uL. jaringan

Lemas dan lemah

Intoleransi Aktivitas

34
4 DS : pasien mengatakan Akibat luka pada saluran Nausea
merasa mual, makanan yang cerna
diberikan hanya habis
setengah porsi, pasien Hematemesis melena
mengatakan dari tadi terus
meludah. Pasien mengatakan Terjadi proses inflamasi
enek pada uluhati.
DO : pasien terlihat terus Pengeluaran zat vasoaktif
meludah, teraba distensi yg meningkatkan
abdomen, teraba asites dan permeabilitas kapiler
teraba pembesaran lien. pembuluh darah

Edema saluran cerna,


merangsang hipotalamus
pusat mual

Nausea

5 DS : Pasien mengatakan tidak Hematemesis melena Kurang pengetahuan


tahu kenapa dirinya bisa sakit
seperti ini, pasien mengatakan Terjadi perdarahan
tidak tahu tentang penyebab
penyakitnya, bagaimana cara Muntah darah dan berak
merawat dan apa bahayanya. darah
DO : saat ditanya lebih jauh
tentang penyakitnya pasien Perubahan status kesehatan
terlihat bertanya-tanya dan
bingung, Kurang terpajan informasi

Kurang pengetahuan

Tabel Daftar Masalah Kolaboratif/Diagnosa Keperawatan


No Tanggal/jam Diagnose Keperawatan Tanggal/jam
ditemukan teratasi
1 28/07/2014 PK Anemia 04/08/2014
2 28/07/2014 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan 01/08/2014
ketidakadequatan suplay oksigen ke
jaringan ditandai dengan pasien mengeluh
lemas, pasien terlihat berbaring, aktivitas
dibantu oleh orang lain.
3 28/07/2014 Nausea berhubungan dengan peningkatan 04/08/2014
sekresi asam lambung ditandai dengan
pasien mengatakan mual, setiap makan
merasa mual, pasien sering meludah
4 28/07/2014 Kurang pengetahuan berhubungan dengan 01/08/2014
proses penyakit dan perubahan status
penyakit ditandai dengan Pasien
mengatakan tidak tahu kenapa dirinya bisa
sakit seperti ini, pasien mengatakan tidak
35
tahu tentang penyebab penyakitnya,
bagaimana cara merawat dan apa
bahayanya. saat ditanya lebih jauh tentang
penyakitnya pasien terlihat bertanya-tanya
dan bingung,
5 28/07/2014 Risiko syok hipovolemik berhubungan 04/08/2014
dengan ketidakadequatan system sirkulasi.

C. PERENCANAAN
NO TGL/ DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
JAM
1 28/07/1 PK anemia Setelah diberikan 1. Observasi TTV 1. Indicator keadaan
4 asuhan keperawatan umum pasien.
selama 3x24 jam
diharapkan anemia 2. Kaji tanda-tanda 2. Untuk menentukan
pasien dapat teratasi nemia, pucat, intervensi.
dengan kriteria hasil: konjungtiva anemis
1. Konjungtiva 3. Kolaborasi dan 3. Sebagai parameter
pasien ananemis pantau dalam perkembangan
2. Wajah tidak pemeriksaan hasil kondisi pasien
pucat laboratorium spt
3. CRT<2dtk HGB, RBC, PLT
4. Nilai lab dalam 4. Delegatif 4. Membantu
rentang normal pemberian terapi memenuhi
HGB: 11,5-18,0 transfuse darah kebutuhan darah
g/dL.
RBC: 3,80-6,50
10^6/uL
PLT:150-400
10^3/uL.
WBC: 4,60-10,2
10^3/uL
5. TTV dbn
(TD:110-
120/70-80
mmHg, RR: 12-
20x/menit, Sh:
36-37,5 C,
HR:60-
100x/menit).

2 28/07/1 Intoleransi Setelah diberikan 1. Kaji TTV sebelum 1. Untuk mengetahui


4 aktivitas asuhan keperawatan atau setelah keadaan umum
berhubungan selama 3x24 jam aktivitas pasien terhadap
dengan diharapkan aktivitas aktivitas.
ketidakadequatan pasien dapat ditoleransi 2. Kaji tingkat 2. Untuk mengetahui
suplay ditandai dengan kriteria hasil: aktivitas pasien tingkat aktivitas
dengan pasien dan menentukan
mengeluh lemas, 1. Pasien intervensi.
pasien terlihat menyatakan 3. Untuk
berbaring, secara verbal 3. Anjurkan pasien meningkatkan
36
aktivitas dibantu tidak merasa untuk melakukan kemandirian pasien
oleh orang lain. lemas/lemah. aktifitas secara
2. Pasien mampu bertahap.
mekakukan 4. Bantu pasien 4. Membantu
aktivitas secara dalam memenuhi memenuhi
mandiri kebutuhan kebutuhan pasien
3. Tidak terdapat aktivitas seperti dalam keterbatasan.
keluhan sesak ADL. 5. Untuk membantu
saat 5. Anjurkan pasien memenuhi energy
beraktivitas. untuk beristirahat da meningkatkan
4. TTV dbn kesiapan
(TD:110- beraktivitas.
120/70-80
mmHg, RR: 12-
20x/menit, Sh:
36-37,5 C,
HR:60-
100x/menit).

3 28/07/1 Nausea Setelah diberikan 1. Kaji keluhan mual 1. Untuk mengetahui


4 berhubungan asuhan keperawatan pasien. keluhan mual.
dengan infalmasi selama 3x24 jam
ditandai dengan diharapkan mual 2. Anjurkan pasien 2. Mencegah
pasien berkurang/hilang untuk makan sedikit terjadinya muntah
mengatakan mual, dengan kriteria hasil : tapi sering. dan mual.
makan hanya 1. Pasien
habis setengah mengungkapkan 3. Kolaborasi
porsi, pasien mual pemberian obat 3. Efektif untuk
sering meludah, berkurang/hilang. mual atau mengurangi mual.
terasa enek di 2. Nafsu makan antiemitik
uluhati. meningkat.
3. Makanan habis
sesuai porsi yang
disediakan rumah
sakit.
4. Tidak muntah
5. Meludah
berkurang
4 28/07/1 Kurang Setelah diberikan 1. Kaji ulang 1. Mengetahui
4 pengetahuan asuhan keperawatan pemahaman pasien pengethauan pasien
berhubungan selama 3x24 jam tentang tentang penyakitnya.
dengan proses diharapkan penyakit/prognosis
penyakit dan pengetahuan pasien dan kemungkinan
perubahan status meningkat dengan yang akan dialami.
penyakit ditandai kriteria hasil : 2. Beri pendidikan 2. Mengedukasi pasien
dengan Pasien 1. Pasien mampu kesehatan dan keluarga dalam
mengatakan tidak menjelaskan mengenai pemahaman dan
tahu kenapa kembali apa yang pengertian, prognosis penyakit.
dirinya bisa sakit dijelaskan oleh penyebab tanda dan 3. Peningkatan
seperti ini, pasien perawat. gejala hematemesis kemampuan
mengatakan tidak 2. Pasien tidak melena. keluarga dalam
tahu tentang bertanya-tanya 3. Libatkan keluarga setiap tindakan
37
penyebab lagi tentang dalam memberikan penting dalam
penyakitnya, penyakitnya. tindakan. penyembuhan
bagaimana cara 3. Pasien tidak pasien.
merawat dan apa bingung. 4. Anjurkan keluarga 4. Peran serta keluarga
bahayanya. saat 4. Pasien kooperatif untuk memberikan mendukung
ditanya lebih jauh dalam pemberian support system. perawatan yang
tentang asuhan maksimal bagi
penyakitnya keperawatan. 5. Evaluasi pasien dan pasien.
pasien terlihat keluarga setelah 5. Mengevaluasi
bertanya-tanya diberikan penkes. seberapa besar
dan bingung. penjelasan yang
dimengerti keluarga
dan pasien.
5 28/07/1 Risiko syok Setelah diberikan 1. Observasi keadaan 1. Indicator umum
4 hipovolemik asuhan keperawatan umum dan TTV perubahan status
berhubungan selama 3x24 jam pasien. kesehatan pasien.
dengan diharapkan tidak terjadi
ketidakadequatan syok hipovolemik 2. Kaji adanya 2. Mengindikasikan
sirkulasi dengan kriteria hasil: perdarahan, baik sejauhmana risiko
1. TTV dbn muntah darah terjadinya syok.
(TD:110- maupun BAB
120/70-80 hitam. 3. Membantu
mmHg, RR: 12- 3. Anjurkan pasien memenuhi
20x/menit, Sh: untuk minum kebutuhan cairan
36-37,5 C, sesuai kebutuhan 6- per oral.
HR:60- 8 gelas/hari.
100x/menit). 4. Delegatif 4. Membantu
2. Akral hangat, pemberian cairan memenuhi
CRT < 2 dtk intravena. kebutuhan cairan
3. Nilai lab dbn per parenteral.
HGB: 11,5-18,0 5. Delegatif 5. Menghentikan
g/dL. pemberian obat- perdarahan penting
RBC: 3,80-6,50 obatan untuk untuk mengatasi
10^6/uL menghentikan penyebab syok.
PLT:150-400 perdarahan. 6. Membantu
10^3/uL. 6. Delegatif memperbaiki
4. Pasien tidak memberikan sirkulasi.
mengalami transfuse darah
muntah darah,
BAB normal
dengan
konsistensi
lembek, warna
kuning
kecoklatan dan
berbau khas
feses.

38
39