Anda di halaman 1dari 1

Kedalaman sedang mineralisasi sulfida tinggi

Mineralisasi sulfida tinggi yang terbentuk oleh badan dari urat kuarsa residual dan/atau semi
massif sampai pirit sulfida massif yang mungkin ditemui pada lingkungan sulfide tinggi, tetapi ini adalah
tiper yang ada kedalaman sedang pada lingkungan epithermal yang dalam. Urat kuarsa sering ditemukan
berasosiasi dengan silisifikasi yang terbentuk seperti kemiringan sedang sampai curam, tabular kasar atau
rekahan seperti Goldfield, Summitville, dan Sipan. Tubuh urat kuarsa yang lebih besar seperti yang ada di
Summitville, dimana terbentuk pada patahan dan perpotongan antar rekahan. Semakin ekstensif, litologi
mengontrol tubuh dari urat kuarsa residual dan silisifikasi seperti kubah porfiri pada rhyodacite yang kaya
akan kelimpahan alumunium fosfat sulfat mineral. Mineralisasi sulfida tinggi biasanya dipengaruhi
hidrotermal yang membuat celah pada urat kuarsa dan perpotongan rekahan.

Sulfida massif biasanya terbentuk sebagai urat yang dikontrol oleh sesar atau rekahan seperti di
El Guanaco dan El Indio dimana semua tubuh masif sulfida kecuali di El Indio, didominasi oleh besi sulfida
yang termasuk sebuah masif, berukuran butir halus, dan terakhir generasi pirit berukuran kasar.

Beberapa endapan epiterthemal HS tersebesar seperti Lepanto yang dikontrol oleh sesar-sesar
yang ada di daerah tersebut (Garcia, 1991, Hedenquist, Arribas dan Reynold, 1998). Nena (Bainbridge,
Corbett dan Leach, 1994) dan Bor (Jankovic, 1990) endapan menunjukan kompleks kombinasi dari vuggy
quartzi, silification, pyritic massive sulphide dan sulphide-cemented hydrothermal breccia. Bor
menyatakan sulfida massif dibatasi oleh vlomuinous disseminated dan urat mineralisasi di daerah
Lepanto, daerah penyimpitan yang terbuka akibat stress tensional akan membentuk urat-urat yang
menyebar.

Enargite adalah prinsip lapisan mineral tembaga sulfida yang terdapap dalam endapan epithermal
dalam dan umumnya disertai oleh terserbarnya secara kuantitas dari mineral luzonite atau tennatite yang
hampir sama dengan mineral tembaga sulfida (covellite, chalcocite, digenite) pada level yang paling
dalam dominan muncul emas dengan rata-rata 1- 5 g/t. dimana ini sebagai penanda banyaknya bentuk
vuggy quartz dan endapan massive sulphide serta kemunculan sampai tertutupnya kembali endapan
lapisan tembaga sulfida. Pada lokasi tertentu, namun dalam penjelasan oleh El Indio (Jannas dkk, 1990)
dan Lepanto (Hedenquist, Arribas dan Reynold, 1998), emas dan umumnya mineral telluride terbentuk
oleh paragenetically late dan diendapkan selama atau sampai pergantian pelelehan dari enargite oleh
tennantite dan chacopyrite, yang mengindikasikan pada daerah tersebut termasuk zona sulpida rendah.
Menuju ke arah bawah permukaan perubahan dari enargite ke tennanite+chalcopyrite juga dilakukan
observasi dari endapannya (misalnya, Summitville: Stofregen, 1987: El Indio; Jannas et al 1990: Lepant;
Garcia, 1991). Potosi adalah prinsip ekspektasi dari pengamatan mineralogi secara umum, sebab potosic
kurangnya mineral arsenit (hence enargite) dan emas. Oksidasi supergen yang hampir sempurna
menghalangi yang benar penentuan sulfida hadir dalam tubuh vuggy quartz. Di potosif, meskipun pirit
dan acanhthite yang menonjol sebab sisa yang lain tidak mengalami teroksidasi (Silitoe dkk, 1998)