Anda di halaman 1dari 51
MENGENAL BORLAND DELPHI PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG
MENGENAL BORLAND DELPHI PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG
MENGENAL BORLAND DELPHI PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG
MENGENAL BORLAND DELPHI PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG
MENGENAL BORLAND DELPHI PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

MENGENAL BORLAND DELPHI

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Ide munculnya Delphi sebenarnya berasal dari bahasa pemrograman yang cukup terkenal yaitu Pascal. Bahasa Pascal sendiri telah diciptakan pada tahun 1971 oleh ilmuwan dari Swiss, yaitu Niklaus Wirth. Nama Pascal siambil dari ahli matematika dan filsafat dari perancis yaitu Blaise Pascal (1623-1662). Sejak saat itu muncul beberapa versi Pascal diantaranya Turbo Pascal yang dirilis oleh Borland International tahun 1983. Turbo Pascal yang muncul pertama kali hanya dapat dijalankan disistem operasi DOS. Namun dalam perkembangannya Borland International juga merilis Turbo Pascal yang berjalan di Windows 3.x yaitu Turbo Pascal For Windows. Karena pemrograman Windows dengan Turbo Pascal masih dirasa cukup sulit, sejak tahun 1993 Borland International mengembangkan bahasa Pascal yang bersifat Visual. Hasil dari pengembangan ini adalah dirilisnya Delphi 1 pada tahun 1995. Perkembangan Delphi tidak berhenti sampai di situ, tahun berikutnya 1996, Borland merilis Delphi 2 untuk Windows 96/NT. Dalam tahun-tahun berikutnya, Borland Delphi merilis beberapa versi pengembangan Delphi sehingga kita mengenal Borland Delphi 6 untuk bahan perkuliahan ini. Borland Delphi adalah bahasa pemrograman yang bekerja dalam lingkup MS-Windows yang merupakan pengembangan bahasa Pascal yang bersifat visual. Borland Delphi dapat memanfaatkan kemampuan MS-Windows secara optimal. Kemampuannya dapat dipakai untuk merancang program aplikasi yang berpenampilan seperti lainnya berbasis MS-Windows. Khusus untuk pemrograman database, Borland Delphi menyediakan fasilitas objek yang sangat kuat dan lengkap, sehingga memudahkan programmer dalam membuat program untuk aplikasi database. Selain menyediakan format dabase sendiri, yaitu format database paradox dan dBase, Borland Delphi juga dapat

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

menangani berbagai macam format database, antara lain MS- Access, ODBC, SyBASE, Oracle dan lain-lain. Prinsip Pemrograman Visual :

1. Merancang antarmuka secara visual.

2. Menuliskan kode untuk melakukan tindakan tertentu.

3. Mengompilasi kode Pascal dan form ke dalam bentuk berkas

yang dapat dieksekusi. Pengenal (Identifier) Pengenal adalah nama yang digunakan dalam program untuk menyatakan konstanta, variable, unit, fungsi, prosedur, dan lain-

lain. Aturan yang berlaku untuk pengenal adalah sebagai berikut :

- Diawali dengan huruf atau garis bawah ( _ )

- Karakter berikutnya dapat berupa huruf, angka atau garis bawah

- Panjang pengenal pada dasarnya bebas, tetapi hanya 255 karakter pertama yang berarti

- Tidak boleh berupa kata cadangan (and, array, case, class, const, dll)

Toolbar

Componen Palette

(and, array, case, class, const, dll) Toolbar Componen Palette PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG
PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG
PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Object Inspector

Code Explorer

Code Editor

Form

Tampilan Borland Delphi

Keterangan :

1. Object Inspector Object Inspector adalah sarana pengaturan objek yang kita pasangkan pada form, atau form itu sendiri. Dua hal penting yang bisa kita setel pada komponen adalah Properti dan Event. Properti adalah yang terkait dengan sifat komponen seperti ukuran, warna dan sebagainya. Sedangkan event adalah kejadian atau peristiwa yang kita inginkan terpasang pada komponen tersebut kaitannya dengan proses pemakaian. Contoh event misalnya klik, klik ganda, drag (geser), drop dan sebagainya.

2. Code Editor Code Editor adalah Tempat untuk membuat kode-kode program. Untuk menuliskan kode yang kita pasangkan pada suatu komponen, klik ganda komponen tersebut. Code editor akan otomatis aktif dan menempatkan kursor di lokasi penulisan kode.

3. Code Explorer Code Explorer adalah sarana untuk memudahkan navigasi di dalam file unit.

4. Form Form adalah tempat untuk meletakkan object-object.

5. Toolbar Kumpulan dari icon-icon speedbutton.

 

Nama

Fungsi

1. Open Project

Untuk membuka sebuah project

2. Save Project

Untuk menyimpan sebuah project

3. Add File to Project

Untuk menambah File ke Project

4. Open File

Untuk membuka sebuah File

5. Save Project

Untuk menyimpan sebuah File

6.Remove File from Project

Untuk membuang file dari Project

7.

Select unit from

Untuk memilih form dari daftar

List

8.

Toggle form/unit

Untuk memilih form atau unit

9.

Select form from

Untuk memilih form dari daftar

list

10. New Form

Untuk membuka form baru

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

11.

Run

Untuk menjalankan proyek

 

12. Pause

Untuk

menghentikan

project

yang

sedang berjalan

 

13. Trace into

Untuk melacak kedalam sub program

14. Step Over

Untuk meloncati suatu sub program

 

6. Component Palette

Kumpulan dari object-object untuk digunakan dalam melakukan desain form sesuai dengan kategorinya.

Nama Palette

Fungsi

1.

Standard

Menyediakan komponen-komponen yang paling sering digunakan seperti menu, label, memo, dan seterusnya.

2.

Win95

Menyediakan komponen-komponen yang lazim digunakan pada aplikasi Windows 95 seperti status bar, tombol Up Down, Tree View dan sebagainya.

3.

Additional

Menyediakan komponen-komponen tambahan yang dibutuhkan pada penyusunan aplikasi tingkat lanjut seperti BitBtn, Speedbutton, Image, Shape, dll.

4.

Data Access

Menyediakan komponen-komponen untuk pengaksesan data pada suatu aplikasi database yang kita susun seperti datasource, table, query, dll.

5.

Data

Menyediakan komponen-komponen untuk penyusunan pengontrolan data pada suatu aplikasi database yang kita susun seperti DBGrid, DBNavigator, DbText, dll.

Controls

6. Win3.1

Menyediakan komponen-komponen yang lazim digunakan pada aplikasi Windows 3.1 seperti TabControl, Page Control, dll.

7. Internet

Menyediakan komponen-komponen untuk penyusunan aplikasi yang beroperasi pada Web, khususnya internet seperti ClientSocket, ServerSocket, dll.

8. Dialogs

Menyediakan komponen-komponen untuk penyusunan kotak dialog seperti kotak dialog save, kotak dialog print, kotak dialog color dan seterusnya.

9. System

Menyediakan komponen-komponen yang terkait dengan sistem, misalnya Timer, File List Box, Drive List Box, Filter dan lain-lain.

10.

Qreport

Menyediakan komponen-komponen untuk pembuatan sebuah report seperti QuickRep, QRBand, dll.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

11. ActiveX

Menyediakan komponen-komponen untuk penyusunan aplikasi yang mampu berkomunikasi secara aktif melalui suatu jaringan luas seperti internet seperti ChartFX, VCSpeller, dll.

LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 1

komponen ; label dan Button. label dan Button.

Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan

Button.  Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan  Double Klik Button Mulai dan tuliskan Sintax

Double Klik Button Mulai dan tuliskan Sintax Program

dibawah ini :

procedure TForm1.MulaiClick(Sender: TObject);

begin Label1.Caption:= ' Selamat Datang di Borland Delphi ' ; end; end.

komponen ; 2buah label, 3 buah Button dan 1 Edit. 2buah label, 3 buah Button dan 1 Edit.

Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

 Double Klik Button Mulai dan tuliskan Sintax Program dibawah ini : procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);

Double Klik Button Mulai dan tuliskan Sintax Program

dibawah ini :

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); begin Label2.Caption := Edit1.Text ; end;

Double

Klik Button

Ulang dan tuliskan Sintax Program

dibawah ini :

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject); begin

Edit1.Clear;

Label2.Caption:='';

Edit1.SetFocus;

end;

Double Klik Button Ulang dan tuliskan Sintax Program

dibawah ini :

procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject); begin close; end;

3
3

tampilan

Buatkan

dibawah

ini

dengan

memasukkan

komponen

;

label,

Button,

Edit,

Groupbox

dan

Radiobutton

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

 Double Klik Button Mulai dan tuliskan Sintax Program dibawah ini : procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);

Double Klik Button Mulai dan tuliskan Sintax Program

dibawah ini :

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); begin Label2.Caption := Edit1.Text ; end;

Double

Klik Button

Ulang dan tuliskan Sintax Program

dibawah ini :

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject); begin

Edit1.Clear;

Label2.Caption:='';

Edit1.SetFocus;

end;

Double Klik Button Ulang dan tuliskan Sintax Program

dibawah ini :

procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject); begin Application.terminate; end;

Double Klik Radiobutton Biru dan tuliskan Sintax Program

dibawah ini :

procedure TForm1.RadioButton1Click(Sender: TObject); begin Label2.Font.Color:= clBlue; end;

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Selanjutnya untuk RadioButton yang lain gunakan syntax program yang sama dengan tinggal merubah warnanya.

Buatkan

tampilan

dibawah

ini

dan

Tuliskan

syntax

programnnya ;

tampilan dibawah ini dan Tuliskan syntax programnnya ; LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 2  Buatkan tampilan dibawah

LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 2

Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan komponen ; label, ComboBox dan Button.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

 Double Klik Button Proses dan tuliskan Sintax Program dibawah ini : procedure TForm2.Button1Click(Sender: TObject);

Double Klik Button Proses dan tuliskan Sintax Program

dibawah ini :

procedure TForm2.Button1Click(Sender: TObject); begin Label1.Caption := ComboBox1.Text; end;

Klik Form masuk ke event OnActive dan tuliskan Sintax

Program dibawah ini :

procedure TForm2.FormActivate(Sender: TObject); begin

ComboBox1.Items.Add('Bahasa');

ComboBox1.Items.Add('Pemrograman');

ComboBox1.Items.Add('Borland');

ComboBox1.Items.Add('Delphi');

end;

Double Klik ComboBox dan tuliskan Sintax Program

dibawah ini :

procedure TForm2.ComboBox1Change(Sender: TObject); begin Label1.Caption := ComboBox1.Text; end;

2
2

Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan

komponen ; label, ComboBox dan Button.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Keterangan : Combo1 berisi Beberapa Field ini : - Microsoft Windows XP - Linux -

Keterangan :

Combo1 berisi Beberapa Field ini :

- Microsoft Windows XP

- Linux

- UNIX

- Macinthosh

- Free BSD

Combo2 berisi Field :

- Microsoft Word

- Microsoft Excell

- Microsoft Access

- Microsoft Power Point

- Microsoft Publisher

- Button Proses untuk mengaktifkan data yang ada di label supaya muncul sesuai yang ada pada ComboBox

- Button Ulang berfungsi untuk menghilangkan kembali tulisan yang ada pada label.

3
3

Buatkan tampilan dibawah ini dengan menggunakan listbox dan Combo dan Button.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

- Isi combo dengan beberapa field nama seseorang : Michael Jhonson Peter Smith Albert Enstein

- Isi combo dengan beberapa field nama seseorang :

Michael Jhonson

Peter Smith

Albert Enstein

Linus Torvalds

Bill Gates

Perintah Add untuk menampilkan data yang ada padai combo Box1 muncul pada listbox. Sintax Programnya ;

procedure TForm2.Button1Click(Sender: TObject); begin

ListBox1.Items.Add(ComboBox1.Text);

end;

Perintah Delete untuk menghapus field yang sudah masuk di listbox. Dengan menghapus satu-satu pada listbox. Sintax programnya ;

procedure TForm2.Button2Click(Sender: TObject); begin

ListBox1.Items.Delete(ListBox1.ItemIndex);

end;

Perintah Clear untuk mengosongkan kembali tampilan pada ListBox.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

procedure TForm2.Button3Click(Sender: TObject); begin

ListBox1.Clear;

end;

Perintah dibawah ini untuk mengaktifkan kursor supaya kursor berada pada ComboBox1. Sintax programnya ;

procedure TForm2.FormActivate(Sender: TObject); begin

4
4

ComboBox1.SetFocus;

end;

Buatkan program tampilan dibawah ini :

end;  Buatkan program tampilan dibawah ini : LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 3 PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND

LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 3

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

3.1

Komentar

Komentar adalah bagian dari program yang tidak dikompilasi oleh kompiler. Komentar berguna bagi programmer itu sendiri atau orang lain yang membaca program. Kita bisa membuat komentar dengan menuliskannya di dalam kurung kurawal buka ( { ) dan kurung kurawal tutup ( } ). Bisa juga di antara pasangan tanda

asterisk di dalam sepasang kurung (* *). Komentar juga bisa kita hasilkan dari pemakaian dua tanda garis miring kanan atau slash ganda ( // ). Namun tanda ini tidak memiliki penutup, alhasil pemberhentian komentar ditentukan oleh akhir baris kode. Contoh :

1. { Menulis pada Edit1 } edit1.text := ‘Borland Delphi’;

2. (* Menulis pada Edit1 *) edit1.text := ‘Borland Delphi’;

3. edit1.text := ‘Borland Delphi’; // Menulis pada Edit1

3.2 Konstanta dan Variabel

3.2.1 Konstanta

Konstanta adalah nama yang diberikan pada suatu nilai yang besarnya tetap (konstan). Konstanta sering digunakan sebagai titik-titik terminasi dari suatu proses perhitungan program. Penulisan konstanta diawali dengan kata Const. Aturan penamaan konstanta :

Panjang maksimum 63 karakter. Harus diawali sebuah huruf atau garis bawah ( _ ). Karakter berikutnya bisa huruf, garis bawah atau angka 0 sampai 9. Tidak boleh mengandung simbol-simbol seperti $, %, *. Tidak boleh menggunakan reserved word, misalnya close, print. Hindari pemakaian nama yang telah dipakai Delphi. Contoh :

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); Const Namaku = ‘Jenderal Kancil’; Umurku = ‘12 Tahun’; begin showmessage(namaku + ' “umurnya baru” ' + umurku);

end;

end.

3.2.2 Variabel

Variabel adalah sebuah nama yang mewakili suatu nilai yang dapat berubah-ubah. Lingkup suatu variabel adalah didalam blok tempat deklarasinya. Jika di blok program global, artinya berlaku di seluruh bagian program. Sedangkan apabila berada pada blok kecil seperti fungsi atau prosedur maka akan bersifat

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

lokal. Adapun aturan penulisan variabel sama dengan aturan penulisan konstanta.

Penulisan deklarasi variabel diawali dengan kata Var, contohnya :

Var

Akhir

: Integer;

Garis

: String;

3.3 Tipe Data Secara garis besar, tipe data yang dikenal Delphi bisa digolongkan menjadi enam kelompok, yaitu :

1.

Tipe data Dasar adalah himpunan nilai yang telah tertentu. Terdiri atas dua grup yaitu Ordinal dan Real.

A. Tipe Ordinal dibagi menjadi dua, tertentu dan ditentukan (ditentukan oleh pemakai). 1. Ordinal tertentu adalah Integer, Character dan Boolean. a) Integer terbagi menjadi Integer, ShortInt,

SmallInt, LongInt, Byte, Word dan Cardinal. b) Character terbagi menjadi AnsiChar dan WideChar. c) Boolen terbagi menjadi Boolean, ByteBool, WordBool dan LongBool. 2. Ordinal ditentukan adalah enumeration dan subrange.

B. Tipe real dibagi menjadi enam yaitu real, single,

double, extended, comp dan currency.

2.

Tipe data String adalah suatu urutan karakter dengan sebuah atribut dinamis dan sebuah atribut ukuran konstan. Tipe data

string terbagi menjadi 3 tipe yakni ShortString, LongString, dan

WideString.

3.

Tipe data Terstruktur adalah susunan yang mampu

menangani lebih dari sebuah nilai. Tipe data terstruktur terbagi atas enam tipe, yakni record, Array, Set, File, Class dan Class

reference.

A.

Record dibagi menjadi Record, Fixed Record, dan

Variant Record.

B.

Array dibagi menjadi Array Zero-Based, Array Multi

Dimensi dan Array Character.

4.

Tipe data Pointer adalah sebuah himpunan nilai yang menunjuk ke variabel dengan tipe data khusus.

5.

Tipe data Procedural adalah sebuah tipe data yang bisa menangani prosedur dan fungsi sebagai objek.

6.

Tipe data Variant bisa menangani variabel agar menggunakan nilai dari tipe data lainnya.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Tipe Data yang sering digunakan

Tipe Data

 

Jangkauan

 

Panjang Bit

Integer

Seluruh bilangan antara

 

32

bit

-2147483648 2147483

 

647

 

Byte

Seluruh bilangan

8

bit

antara 0

 

255. Tidak

 

bisa menampung angka negatif.

Word

Seluruh bilangan

 

16

bit

antara 0

 

65535.Tidak

 

bisa menampung angka negatif.

Real

Bilangan desimal antara 2.9x10 -

6

byte

39

1.7x10

38

 

Single

Bilangan desimal antara 1.59 x 10 -45 3.4 x 10 38

4

byte

Currency

(Dipakai untuk

 

menyatakan nilai mata uang). Bilangan desimal antara –

922337203685477.580

8

922337203685477.580

7

Boolean

Nilai Boolean berupa True atau False.

 

String

Data yang berbentuk karakter.

 

2.4 Rutin Konversi Data

Tipe data yang telah dideklarasikan, masih bisa kita ubah tanpa harus mengubah deklarasi atau membuat deklaasi lokal, yaitu dengan proses casting atau konversi data. Ada beberapa sarana yang bisa kita gunakan untuk maksud tersebut, antara lain :

Casting langsung.

Pemakaian rutin konversi.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Pemakaian operator as dan is.

Rutin Konversi Tipe

Rutin

Gunanya

Chr

Mengubah sebuah angka tipe ordinal menjadi sebuah karakter ASCII.

Ord

Mengubah sebuah nilai tipe real menjadi sebuah nilai tipe integer.

Round

Mengubah sebuah nilai tipe real menjadi sebuah angka integer, dengan membulatkan sisanya.

Trunc

Mengubah nilai tipe real menjadi integer, dengan memotong sisanya.

Int

Menghasilkan bagian-bagian integer dari nilai argumen floating point.

IntToStr

Mengubah sebuah angka (integer) menjadi sebuah string.

StrToInt

Mengubah sebuah string menjadi sebuah angka dengan menampilkan eksepsi jika stringnya salah.

Val

Mengubah sebuah string menjadi sebuah angka

Str

Mengubah sebuah angka menjadi sebuah string dengan menggunakan paameter format.

FloatToStr

Mengubah nilai floating point (real) menjadi string.

StrToFloat

Mengubah nilai string Pascal menjadi sebuah nilai floating point(real).

2.5 Tipe Subrabge

Tipe data ini memberlakukan suatu ruang lingkup yang dapat kita tentukan batasnya dan berlaku untuk data-data integer, Boolean, char atau urutan. Tipe data ini sangat membantu kita apabila bekerja dengan data-data yang memiliki range (jangkauan).

Contoh : type

Twaktu = 0 23;

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

1
1

Tumurjagung = 3 4;

Var

Waktu : Twaktu;

Umurjg : Tumurjagung;

Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan

komponen ; Button dan Edit

dibawah ini dengan memasukkan komponen ; Button dan Edit  Code Program untuk Button String procedure

Code Program untuk Button String

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); var

test1: string;

begin

test1:= 'Borland Delphi'; Edit1.Text:= test1;

end;

Code Program untuk Button Integer

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject); var

test2: Integer;

begin

test2:= 20000; Edit2.Text:= IntToStr(test2);

end;

Code Program untuk Button Real

procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject); var

test3: real;

begin

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

2
2

test3:= 3.14; Edit3.Text:= FloatToStr (test3);

end;

Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan

komponen ; Button , Edit dan Label

ini dengan memasukkan komponen ; Button , Edit dan Label  Code Program di Form-Event-OnActive :

Code Program di Form-Event-OnActive :

procedure TForm2.FormActivate(Sender: TObject); begin

Edit1.SetFocus ;

end;

Code Program di Button Proses :

procedure TForm2.Button1Click(Sender: TObject); var X,Y : Integer; begin

X := StrToInt(Edit1.Text);

Y := StrToInt(Edit2.Text);

Edit3.Text:= IntToStr(X*Y);

end;

Code Program di Button Ulang :

procedure TForm2.Button2Click(Sender: TObject); begin

Edit1.Text:= ' ';

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

3
3

Edit2.Text:= ' '; Edit3.Text:= ' '; Edit1.SetFocus ;

end;

Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan

komponen ; Button , Edit dan Label

dibawah ini dengan memasukkan komponen ; Button , Edit dan Label PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)-

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 4 PERNYATAAN TERSTRUKTUR

Macam-macam Pernyataan Terstruktur Pernyataan terstruktur mencakup pernyataan-pernyataan yang dijalankan secara berurutan, didasarkan kondisi, maupun yang berulang. Macam pernyataan terstruktur antara lain :

Pernyataan majemuk, yang akan menyebabkan pernyataan- pernyataan di eksekusi secara berurutan. Pernyataan berkondisi, yang akan dieksekusi berdasarkan suatu kondisi. Pernyataan kalang (loop) yang akan menyebabkan pernyataan-pernyataan dieksekusi secara berulang.

1. Pernyataan Majemuk Pernyataan majemuk adalah sederetan pernyataan yang akan

dijalankan secara sekuensial (berurutan). Pernyataan ini ditandai dengan awalan kata tercadang begin dan diakhiri dengan end. Format umumnya adalah sebagai berikut :

Begin

Pernyataan_1;

Pernyataan_2;

Pernyataan_n;

End

2. Pernyataan Berkondisi Ada dua macam pernyataan berkondisi :

Pernyataan if, dan

Pernyataan case.

Pernyataan ini berguna untuk mengambil keputusan yang melibatkan dua alternatif atau lebih. 2.1 Pernyataan if Ada dua macam pernyataan If :

If…then dan

If…then…Else.

then

Bentuk pernyataan if

If ungkapan then pernyataan Dalam hal ini ungkapan berupa suatu ekspresi boolean (bernilai True atau False). Bila ungkapan bernilai True, pernyataan akan dijalankan, tetapi jika bernilai False pernyatan tidak dijalankan sama sekali.

adalah sebagai berikut :

Ungkapa n
Ungkapa
n

True

Pernyataan
Pernyataan

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND False DELPHI)- STMIK SUMEDANG

sekali. adalah sebagai berikut : Ungkapa n True Pernyataan PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND False DELPHI)- STMIK

Bentuk pernyataan if…then…else :

If ungkapan then pernyataan_1 Else pernyataan_2 Pada bentuk ini pernyataan_1 hanya dijalankan kalau ungkapan bernilai true. Apabila ungkapan bernilai false, pernyataan_2 yang akan dijalankan.

Ungkapa n
Ungkapa
n

False

Pernyataan_2
Pernyataan_2

True

yang akan dijalankan. Ungkapa n False Pernyataan_2 True Pernyataan_1 Contoh Latihan :  Code Program untuk
Pernyataan_1

Pernyataan_1

Pernyataan_1
Pernyataan_1

Contoh Latihan :

n False Pernyataan_2 True Pernyataan_1 Contoh Latihan :  Code Program untuk Button Proses procedure

Code Program untuk Button Proses

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); begin If edit1.text = '7' then Begin Label3.caption:= 'Tepat, anda benar !'; Form1.color := clyellow;

End

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Else

Begin Label3.caption := 'Salah, coba lagi !'; Form1.color := clred; End;

komponen ; Button, Label dan Combobox Button, Label dan Combobox

end;

Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan

 end; Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan  Code Program untuk ComboBox.Change procedure

Code Program untuk ComboBox.Change

procedure TForm1.ComboBox1Change(Sender: TObject);

begin if ComboBox1.Text = 'A' then Label3.Caption:= 'Sangat Memuaskan' else if ComboBox1.Text= 'B' then Label3.Caption:= 'Memuaskan' else if ComboBox1.Text = 'C' then Label3.Caption:= 'Cukup Memuaskan' else if ComboBox1.Text = 'D' then Label3.Caption:= 'Kurang Memuaskan' else Label3.Caption:= ’Tidak Dikenal' ;

end;

Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan komponen ; Button, Label dan Edit Button, Label dan Edit

ini dengan memasukkan komponen ; Button, Label dan Edit  Keterangan : >= 90 = Sangat

Keterangan :

>= 90

= Sangat

Memuaskan >= 80 <90

= Memuaskan

>= 70 <80

= Baik

>= 60 <70

= Cukup

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Pernyataan kondisional Case…of

Jika pilihan kemungkinan hanya sedikit, kita bisa menggunakan If. Namun jika pilihannya banyak, kita harus menggunakan Case. Case pada dasarnya juga digunakan untuk percabangan yang banyak, hanya saja ia lebih disukai karena penulisannya lebih ringkas dan lebih mudah dimengerti serta prosesnya pun lebih cepat. Adapun struktur Case…of seperti berikut :

Case variabel of Pilihan 1 : pernyataan 1; Pilihan 2 : pernyataan 2; Pilihan 3 : pernyataan 3; Else

Pernyataan lain;

Contoh Latihan :

3 : pernyataan 3; Else Pernyataan lain; Contoh Latihan :  Code program Button Proses :

Code program Button Proses :

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);

Var

angka : Integer;

Begin

Angka :=strtoint(edit1.text); Case angka of

1,3,5,7,9

: label3.caption := 'Angka Ganjil';

2,4,6,8,10

: label3.caption := 'Angka Genap';

else

label3.caption := 'Saya tidak kenal angka itu !';

end;

end;

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 5 PERULANGAN

Perulangan dengan Repeat

Tidak seperti pemilihan, dalam perulangan perlu ditetapkan suatu nilai baru, yaitu akhir pengulangan. Hal ini bisa dinyatakan dalam banyaknya pengulangan atau kriteria keadaan sebagai titik berhenti. Pernyataan Repeat akan melaksanakan perulangan proses terhadap ekspresi sampai suatu keadaan dinyatakan True (bernilai benar). Penulisan pernyataan repeat diawali dengan kata Repeat dan diakhiri dengan kata Until.

Contoh Program :

Repeat dan diakhiri dengan kata Until . Contoh Program :  Code program Button Repeat :

Code program Button Repeat :

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); Var I: integer; begin

I:= 0; Repeat I:= I + 1; Listbox1.items.Add('Perulangan ' + Inttostr(I)); Until I = 100;

end;

Code program Button Hapus :

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject); begin

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

ListBox1.Clear;

end;

Perulangan dengan While

Pernyataan while akan mengevaluasi suatu kondisi ekspresi pada awal proses, merupakan kebalikan dari repeat. Penulisan ini diawali dengan pasangan kata While…do lalu diikuti dengan pasangan kata begin…end.

Contoh Program :

diikuti dengan pasangan kata begin…end . Contoh Program :  Code program Button While : procedure

Code program Button While :

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); Var J: integer; begin

J:=0;

While J<100 do Begin

J:=J+1;

Listbox1.Items.Add('While ' + Inttostr(J));

end;

End;

Code program Button Hapus :

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);

begin ListBox1.Clear; end; end.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Perulangan dengan For

Perulangan dengan for dilakukan dalam jumlah perulangan yang sudah ditentukan. Penulisan perulangan ini diawali dengan pasangan kata for…do di dalam pasangan kata begin…end.

Contoh Program :

di dalam pasangan kata begin…end . Contoh Program :  Code program Button For : procedure

Code program Button For :

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); Var K: integer;

begin For K:= 1 to 100 do Listbox1.Items.Add('For ' + InttoStr(K));

end;

Code program Button Hapus :

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);

begin ListBox1.Clear; end; end.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

 Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan komponen ; Button, Label dan Edit Keterangan :

Buatkan tampilan dibawah ini dengan memasukkan komponen ; Button, Label dan Edit

ini dengan memasukkan komponen ; Button, Label dan Edit Keterangan : 1. Ketika Anda Menekan Tombol

Keterangan :

1. Ketika Anda Menekan Tombol Repeat – Until maka akan

keluar tulisan “Pemrograman” sebayak 100 kali. Dan

gunakan perulangan type Repeat Until

2. Ketika Anda Menekan Tombol While - Do maka akan keluar

tulisan “Borland” sebayak 100 kali. Dan gunakan

perulangan type While-Do.

3. Ketika Anda Menekan Tombol For - Do maka akan keluar

tulisan “Delphi” sebayak 100 kali. Dan gunakan perulangan

type For Do.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 6 MEMBUAT MENU, POPUP MENU DAN PAGE CONTROL

Menu memberikan cara yang mudah untuk menjalankan kelompok-kelompok perintah. Menu designer memungkinkan anda untuk menambahkan sebuah menu ke dalam form. Delphi mengenal dua buah system menu yang ditambahkan bagi program yang sedang dibuat, yaitu :

1. Main menu, yaitu berisi sekelompok judul menu yang berisi sejumlah item baru dan subsistem menu 2. Popup menu, istilah ini diberikan kepada menu yang disajikan pada saat anda menekan tombol kanan mouse. Menu ini sekarang sudah umum dipakai oleh aplikasi yang berbasis Windows 95 keatas.

Untuk menggunakan TmainMenu, pertama-tama buat aplikasi baru. Kemudian letakkan komponen TmainMenu pada Form anda. Klik ganda komponen tersebut sehingga delphi akan menampilkan Menu Designer.

tersebut sehingga delphi akan menampilkan Menu Designer. Perintah untuk menggunakan PopUpmenu juga hampir sama

Perintah untuk menggunakan PopUpmenu juga hampir sama seperti desain pada TmainMenu, Cuma untuk bisa menjalankan PopupMenu kita harus mengaktifkan Properties PopupMenu pada Properties Formnya.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Menggunakan Page Control

Page Control merupakan salah satu komponen yang ada pada Borland Delphi untuk membuat tampilan suatu Form bisa berganti dalam satu Fasilitas Form.

Page Control
Page Control
Form bisa berganti dalam satu Fasilitas Form. Page Control Untuk bisa menjalankan Page Control, masukkan komponen

Untuk bisa menjalankan Page Control, masukkan komponen tersebut dan kemudian klik kanan pada komponen Page Control – New Page. Maka akan muncul tabsheet-tabsheet yang disesuaikan sesuai keinginan kita untuk memasukkan tabsheet- tabsheet tersebut.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

1
1

Buatkan tampilan komponen ; TmainMenu dan PopupMenu.

1  Buatkan tampilan komponen ; TmainMenu dan PopupMenu. Keterangan : 1. Menu Warna Biru saat
1  Buatkan tampilan komponen ; TmainMenu dan PopupMenu. Keterangan : 1. Menu Warna Biru saat
1  Buatkan tampilan komponen ; TmainMenu dan PopupMenu. Keterangan : 1. Menu Warna Biru saat

Keterangan :

1. Menu Warna Biru saat anda Klik maka Form Berubah warna

menjadi Biru

2. Menu Warna Merah saat anda Klik maka Form Berubah warna

menjadi Merah

3. Menu Warna Kuning saat anda Klik maka Form Berubah

warna menjadi Kuning

4. Menu Warna Hitam saat anda Klik maka Form Berubah warna

menjadi Hitam

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

5.

Menu Keluar Program akan muncul menu Exit yang berfungsi untuk keluar dari program.

6. Menu Popup akan merubah warna lebih cepat dengan cara klik kanan.

2
2

Buatkan tampilan komponen ; Page Control.

cara klik kanan. 2  Buatkan tampilan komponen ; Page Control. PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)-
cara klik kanan. 2  Buatkan tampilan komponen ; Page Control. PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)-
cara klik kanan. 2  Buatkan tampilan komponen ; Page Control. PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)-

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Buatkan

tampilan

program

diatas

dengan

menggunakan

Page

Control.

LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 7 MEMBUAT APLIKASI BASISDATA

Mengenal Basisdata Pemrograman basis data pada delphi memerlukan suatu mesin basis data. Anda bias menggunakan mesin basisdata uatan Borland yaitu BDE (Borland Database Engine) atau mesin basisdata buatan Microsoft yaitu, ADO (ActiveX data Objects). Melalui BDE dan ADO inilah anda dapat mengakses table basis data tanpa harus tahu format basis data yang sedang anda akses, dengan kata lain, mesin basis data membuat format basis data transparan. Secara teknis BDE dan ADO merupakan DLL yang berisi rutinirutin untuk membaca atau menulis basis data.

Untuk membangun aplikasi database pada Delphi dibutuhkan beberapa komponen dasar yang sangat penting, yaitu :

1. Datasource

komponen

tempat data akan ditampilkan. Jenisnya adalah VCL (Visual Component Library), yaitu tidak akan ditampilkan pada saat running tapi hanya pada mode desain.

Untuk

menghubungkan

komponen

table

dengan

2. Table

Untuk menghubungkan program anda dengan file basis data yang ada di haddisk. Ada 3 property pada Ttable yang cukup penting, yaitu :

a. Database Menunjukkan tempat dimana file basis data disimpan. Kita

dapat mengisi properti databasename dengan dua cara, yaitu

:

1.

Pertama, mengisi databasename dengan directory dimana file basis data diletakkan, misal : “C:\Data\Database”.

2.

Kedua, dengan menggunakan Alias BDE.

b.

TableName Property TableName adalah untuk nama table basis data yang ingin diakes. Istilah property TableName dengan nama file basis data. Misal, Animal.dbf, Country.db dan lain-lain.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

c.

Active

Active adalah menunjukkan apakah file basis data tersebut diaktifka (dibuka) atau tidak. Ada dua cara membuka sebuah table :

- Table1.open;

- Table1.active:= True;

Ada dua cara menutup sebuah table :

- Table1.close;

- Table1.active := False;

MEMBUAT TABEL PADA DATABASE DESKTOP

Database desktop adalah utilitas yang disediakan Delphi untuk membuat table, membangun indeks, memanipulasi tabel dan sebagainya. Untuk membukanya, ada 2 cara :

1. Pertama, klik start pada desktop, program, piih Delphi lalu pilih Database Desktop. 2. Kedua, pada Delphi, pilih tools, lalu pilih database desktop.

a. New Table

Untuk membuat table baru pilih menu File| New table. Database desktop akan menampilkan kotak dialog create table. Untuk meminta anda memasukkan tipe table yang akan dibuat, pilih dBase atau Paradox.

b. Memanipulasi Data

Untuk memanipulasi table, pilih menu File | Open | Table. Pilih nama table yang akan dibuka, kemudian klik Open.

Untuk dapat mengedit, ada 3 cara :

a.Pilih menu Table | Edit data.

b.Menekan tombol F9.

c. Klik icon Edit.

(Catatan : field tipe memo, ole dan biner tidak bisa diedit

di database desktop).

c. Aliases Database

Aliases adalah jalan pintas atau penyederhanaan dari suatu

directory. Keuntungan dengan menggunakan alias adalah

anda lebih cepat menuju ke suatu directory tanpa

menuliskan nama-nama directory. Kerugiannya, jika kita

membuat aplikasi dengan database dan anda akan

memindahkannya ke komputer lain, maka anda harus

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

membuat alias terlebih dahulu sebelum anda mengaktifkan

program tersebut, jika tidak program anda tidak akan

berjalan. Cara membuatnya, pada menu bar Database

desktop pilih Tools | Alias Manager. Pilih New, lalu isikan

nama aliasnya, kemudian klik browse. Tentukan

directorynya, kemudian OK.

Membuat Tabel dengan Database Desktop

Langkah untuk masuk pada Database desktop mempunyai 2 cara;

1.

Delphi – Database Desktop.

Masuk ke Menu Start Program – Borland

2.

kemudian masuk ke menu Tools – Database Desktop.

Masuk

terlebih

dahulu

ke

Borland

Delphi

Database Desktop. Masuk terlebih dahulu ke Borland Delphi Kemudian akan tampil Database Desktop. Seperti dibawah ini.
Database Desktop. Masuk terlebih dahulu ke Borland Delphi Kemudian akan tampil Database Desktop. Seperti dibawah ini.

Kemudian akan tampil Database Desktop. Seperti dibawah ini.

Delphi Kemudian akan tampil Database Desktop. Seperti dibawah ini. PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Setelah muncul tampilan Database desktop, kita akan mulai untuk membuat Alias sebagai Database utama untuk menyimpan tabel- tabel yang akan kita buat. Langkah –langkahnya ; Klik Tools – Alias Manager. Kemudian setelah itu akan muncul wizard Alias Manager kemudian Klik New untuk membuatkan database baru dan klik Browse untuk menyimpan dimana tempat Folder tabel-tabel berada.

untuk menyimpan dimana tempat Folder tabel-tabel berada. Ketikkan Alias untuk Databasenya pada database Alias sesudah

Ketikkan Alias untuk Databasenya pada database Alias sesudah kita menekan Button New, kemudian Browse. Setelah membuat Alias kita akan membuat Tabel baru yang nantinya akan disimpan pada alias tersebut. Caranya ;

1. Pada Database Desktop Klik Menu File – New – Table,

2. kemudian akan muncul type database Paradox yang utama Klik Ok.

3. Setelah itu akan muncul tampilan untuk membuatkan tabel- tabel. Masukkan field name, Type, Size dan Key. Sesuai yang anda butuhkan.

4. Setelah itu simpan dengan menekan Button Save As

5. Simpan File table tersebut pada Alias yang telah anda Buat.

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Latihan 1;

Buatkan tampilan dibawah ini dengan menggunakan 4 buah Component Palete yaitu ;

1. Table : Pada Component Palete, ambil pada tabsheet BDE

2. Datasource : pada Component Palete ambil pada tabsheet Data Access

3. DBgrid : pada Component Palete ambil pada tabsheet Data Controls

4. DBNavigator : pada Component Palete ambil pada tabsheet Data Controls

: pada Component Palete ambil pada tabsheet Data Controls Objek Properties   Setting Form Caption

Objek

Properties

 

Setting

Form

Caption

Data Mahasiswa

TTable

DatabaseNa

Alias

yang

anda

me

buat

TableName

Table

yang

anda

Active

buat

True

TDatasource

Dataset

Table1

 

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

 

Enabled

True

DBGrid

Datasource

Datasource1

DBNavigator

Datasource

Datasource1

ShowHint

True

Latihan 2 ;

Buatkan tampilan dibawah ini dengan menambahkan DBEdit dan Label pada Latihan 1. kemudian setting masing-masing DBEdit sesuai data isian untuk masing-masing Fields, dengan cara ;

Objek

Propertie

Setting

s

DBEdi

Datasource

Datasource1

t

Data Field

Masing-masing

Field

Untuk mengambil DBEdit ada pada Component Palete ambil pada tabsheet Data Controls

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Latihan 3 ;

Selain menggunakan Paradox untuk Akses tabel pada Databasenya kita juga bisa mengambil Database dan Tabel dari yang lain seperti dari Microsoft Access. Tampilan dibawah ini dengan menggunakan 4 buah Component Palete yaitu;

1. ADOTable : Pada Component Palete, ambil pada tabsheet ADO

2. Datasource : pada Component Palete ambil pada tabsheet Data Access

3. DBgrid : pada Component Palete ambil pada tabsheet Data Controls

4. DBNavigator : pada Component Palete ambil pada tabsheet Data Controls

: pada Component Palete ambil pada tabsheet Data Controls Objek Properties Setting Form Caption Data

Objek

Properties

Setting

Form

Caption

Data Mahasiswa

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

ADOTable

ConnectionStri

Build pada Provider Microsoft Jet4.0 OLE DB Provider – Next dan Ambil pada file *.Mdb pada File tempat disimpan

ng

TableName

Table yang anda Buat

Active

True

TDatasource

Dataset

ADOTable1

Enabled

True

DBGrid

Datasource

Datasource1

DBNavigator

Datasource

Datasource1

ShowHint

True

LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 8 MEMBUAT PROGRAM APLIKASI SEDERHANA

Latihan 1 ;

SOAL PRAKTIKUM 8 MEMBUAT PROGRAM APLIKASI SEDERHANA Latihan 1 ; PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK
SOAL PRAKTIKUM 8 MEMBUAT PROGRAM APLIKASI SEDERHANA Latihan 1 ; PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK
SOAL PRAKTIKUM 8 MEMBUAT PROGRAM APLIKASI SEDERHANA Latihan 1 ; PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Code Program ;

Form Utama

procedure

TForm1.Button1Click(Sender:

TObject); begin

form2.showmodal;

if MessageDlg('Terima kasih telah menggunakan program ini, Anda mau Keluar ?', mtConfirmation, [mbYes, mbNo], 0) = mrYes then

begin MessageDlg('Program

segera

end;

keluar

!',

mtWarning,

procedure

[mbOk], 0); Application.Terminate;

TForm1.Button2Click(Sender:

end;

TObject); begin

end; Form Password

Button2.Enabled:=false;

Button3.Enabled:=false;

procedure

Button4.Enabled:=false;

TForm2.Button1Click(Sender:

Button5.Enabled:=false;

TObject);

end;

begin

table1.open;

procedure

IF

TForm1.Button3Click(Sender:

Table1.Locate('PENGGUNA;PASSWO

TObject);

RD',

begin

VarArrayOf([EDIT1.TEXT,EDIT2.TEXT]

FORM4.SHOWMODAL;

), [loPartialKey]) THEN

end;

BEGIN

Form1.Button2.Enabled:=TRUE;

procedure

Form1.Button3.Enabled:=TRUE;

TForm1.Button4Click(Sender:

Form1.Button4.Enabled:=TRUE;

TObject);

Form1.Button5.Enabled:=TRUE;

begin

close;

FORM5.SHOWMODAL;

END ELSE

end;

BEGIN

ShowMessage('Maaf,

Password

procedure

Salah ');

TForm1.Button5Click(Sender:

Edit1.Text :='';

TObject); begin

Edit2.Text :=''; Edit1.SetFocus ;

form3.showmodal;

end;

end;

end;

Procedure

procedure

TForm1.Button6Click(Sender:

TForm2.Button2Click(Sender:

TObject);

TObject);

begin

begin

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

close;

procedure

end;

TForm4.BitBtn3Click(Sender:

TObject);

procedure

begin

TForm2.FormActivate(Sender:

Table1.Delete ;

TObject);

end;

begin Edit1.Text := '';

procedure

Edit2.Text := '';

TForm4.Button1Click(Sender:

Edit1.SetFocus ; end;

TObject); begin CLOSE; end; Form Ganti Password

form Input Data

procedure

TForm3.Button1Click(Sender:

TObject); begin

table1.open;

IF

Table1.Locate('PENGGUNA;PASSWO

RD',

VarArrayOf([EDIT1.TEXT,EDIT2.TEXT]

), [loPartialKey]) THEN BEGIN

Table1.Edit;

procedure

Table1['pengguna']:=Edit3.Text;

TForm4.FormActivate(Sender:

Table1['password']:=Edit4.Text;

TObject);

Table1.post;

begin

Edit1.SetFocus;

DBEdit1.SetFocus ; end;

ShowMessage('Password Lama Sudah Dirubah ');

 

Edit1.Clear;

procedure

Edit2.Clear;

TForm4.BitBtn1Click(Sender:

Edit3.Clear;

TObject);

Table1.Post;

Edit4.Clear;

begin IF BitBtn1.Caption ='&SIMPAN' THEN BEGIN

END ELSE ShowMessage('Maaf, Password Lama Salah '); end;

BitBtn1.Caption:='&TAMBAH';

END

procedure

ELSE

TForm3.Button2Click(Sender:

IF BitBtn1.Caption ='&TAMBAH'

TObject);

THEN

begin

BEGIN

Close ;

Table1.Append;

end;

BitBtn1.Caption:='&SIMPAN';

END;

end;

procedure

TForm4.BitBtn2Click(Sender:

TObject); begin

Table1.Edit;

DBEdit1.SetFocus;

end;

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 9 PENCARIAN/ SEARCHING

Mengenal Pencarian Data Pencarian data merupakan operasi yang sangat penting dan merupakan keunggulan dari database sekarang ini. Untuk

melakukan operasi seperti edit, cetak, dan lain-lain biasanya harus diawali dengan pencarian. Pada dasarnya, pencarian data ada 2 macam, yaitu :

1. Pencarian data tanpa index (urutan data) Pencaria ini harus dilakukan secara berurutan (sekuensial). Macam dari jenis pencarian ini, yaitu :

Locate

Sintaks : table1.locate(nama_field, nilaipembanding, [properties]) Properties disini berupa a. loCaseInsensitive, data yang dicari tidak memperhatikan apakah huruf besar atau huruf kecil. b. LoPartialKey, data yang dicari dianggap ditemukan walaupun hanya sebagian yang sama. Misalkan ‘Del’,’Delp’ sama jika kita mencari record dengan key ‘Del’. Contoh : table1.locate(‘NIM’,Edit1.text,[lopartialkey]);

2. Pencarian data menggunakan index Pencarian ini dapat dilakukan dengan tidak berurutan. Macam/jenis dari pencarian ini antara lain :

Setkey GotoNearest FindKey

Gotokey Editkey

Sintaks FindKey : Table1.FindKey([nilai yang dicari]); Contoh :

If not table1.findkey([9000]) then Showmessage(‘Record tidak ditemukan’);

FindNearest

VALIDASI DATA

Proses validasi data adalah proses pemeriksaan untuk mengetahui suatu data valid (sah) atau tidak. Validasi biasa dipakai

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

untuk menguji masukkan data pada proses interaksi pemakai program dengan program aplikasi. Fungsi validasi, diantaranya :

Untuk menghindari kesalahan pemasukan data. Untuk mempermudah pemasukan data, misalnya dengan memberikan pesan.

Latihan 1 ;

Buatkan tampilan seperti dibawah ini, dengan memasukkan beberapa component Palete ;

dibawah ini, dengan memasukkan beberapa component Palete ; Buatkan tabel dibawah ini dengan nama Barang.db Isilah

Buatkan tabel dibawah ini dengan nama Barang.db

Palete ; Buatkan tabel dibawah ini dengan nama Barang.db Isilah data Tabel seperti dibawah ini ;

Isilah data Tabel seperti dibawah ini ;

ini dengan nama Barang.db Isilah data Tabel seperti dibawah ini ; PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)-

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Setelah mengisi data di menu Table - Edit data, tutup dan mulailah menuliskan code program pada Button Cari dan Button Selesai

Code Program ;

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);

begin if (not Table1.Locate('Nama_Barang',edit1.text, [ begin

]))then

Application.MessageBox('Data tidak ditemukan', 'informasi',MB_OK or MB_ICONINFORMATION); Edit1.Text :='';

Edit1.SetFocus;

end else Edit1.Text :=''; end;

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject); begin Application.Terminate; end;

procedure TForm1.FormActivate(Sender: TObject); begin

Edit1.SetFocus;

end;

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 10 RELASI ANTAR TABEL

Mengenal Relasi Hampir dapat dipastikan bahwa hubungan antar table Master/detail (relasi) dibutuhkan setiap kali kita membuat aplikasi. Relasi antar table adalah mengaitkan beberapa data dalam satu kunci kaitan tertentu. Pengaitan atau relasi antar table dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

Manual, dilakukan dengan mengambil nilai field pada table databaseinduk, kemudian mencari nilai tersebut dalam database anaknya (yang dikaitkan). Cara pencarian dapat menggunakan Findkey atau yang lainnya.

Otomatis, dilakukan dengan menunjuk suatu record dalam table database indu, maka program akan otomatis menunjuk record pada database anak berdasarkan field kunci yang sesuai dengan yang ditunjuk table database induknya.

Contoh : Buatkan tampilan dan tabel seperti dibawah ini. Program relasi antar table, menggunakan DBDagang sebagai Aliasnya dengan BRG.db sebagai induk dan HARGA.db sebagai anak table.

dengan BRG.db sebagai induk dan HARGA.db sebagai anak table. PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Untuk membuat hubungan antar 2 tabel diatas lakukan proses berikut :

- Klik table2 dan masuk pada properties MasterSource isi dengan Datasource1.

- Klik MasterField, lalu klik tombol drop-down. Link designer akan muncul.

- Klik Nomor pada kotak Detail Fields.

- Klik Kode_Barang pada kotak Master Field.

- Klik tombol Add, di kotak joined fields terlihat hubungan kedua field tersebut.

- Klik tombol OK, selesai LATIHAN SOAL PRAKTIKUM 11 QUICK REPORT

Menggunakan Quick Report

Report merupakan hasil akhir dari sebuah proses aplikasi. Dari hasil report ini bisa terlihat apakah aplikasi tersebut baik apa tidak. Semua komponen report terletak pada tab/pallete Qreport. Untuk mencetak sebuah laporan paling tidak kita membutuhkan sebuah dataset (Table atau Query). Sedangkan jika kita akan membuat laporan format detail-header kita membutuhkan dua buah Dataset (Table atau Query) dan sebuah Datasource. Qreport membagi sebuah report menjadi beberapa band. Band yang dimiliki adalah :

Page Header, merupakan band yang dicetak di bagian atas setiap kertas. (biasanya untuk judul laporan dan sifatnya tercetak pada setiap halaman)

Title, merupakan band yang dicetak setelah Page Header di halaman pertama saja, dan tidak dicetak pada halaman berikutnya.

Detail Band, merupakan band yang terpenting karena di band ini ditempatkan field dari dataset yang akan dicetak.

Summary, merupakan band yang hanya dicetak di halaman terakhir laporan. (biasanya untuk total perhitungan dsb)

Latihan 1; Buatkan 1 tabel seperti dibawah ini, dengan menggunakan database Dekstop. Dengan nama Data.db

dengan menggunakan database Dekstop. Dengan nama Data.db Setelah anda membuatkan 1 tabel kemudian buatkan tampilan 1

Setelah anda membuatkan 1 tabel kemudian buatkan tampilan 1 Form dengan component- component yang harus anda masukkan adalah sebagai berikut ;

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Objek

Properti

Setting

 

Event

Table1

DatabaseName

Alias

yg

anda

 

TableName

buat

Active

Data.db

 

True

Datasource1

Dataset

Table1

 

Label1

Caption

Nomor

 

Label2

Caption

Nama

 

Label3

Caption

Alamat

 

DBEdit1

Datasource

Datasource1

   

Datafield

Nomor

DBEdit2

Datasource

Datasource1

   

Datafield

Nama

DBEdit3

Datasource

Datasource1

   

Datafield

Alamat

DBGrid

Datasource

Datasource1

   

DBNavigator

Datasource

Datasource1

   

Button1

Caption

&Cetak

 

Button2

Caption

&Keluar

   

Data yang anda masukkan tersebut akan tampil seperti dibawah ini

;

Data yang anda masukkan tersebut akan tampil seperti dibawah ini ; PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)-

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

Setelah anda membuat Form untuk tampilannya, sekarang anda membuat tampilan untuk laporannya / Report. Langkah-langkah untuk mengambil QuickReport adalah sbb ;

1. Pada aplikasi Borland Delphi masu ke Menu File –

New – Other – Report

2. Klik pada tampilan QuickReport nya kemudian aktifkan

pada Properties – Bands (HasDetail = True,

HasPageHeader = True, HasSummary = True, dan HasTitle = True)

3. Setelah tampil bagian-bagian dari Reportnya maka

anda tinggal memasukkan component-component sbb ;

maka anda tinggal memasukkan component-component sbb ; Component-Component yang harus diaktifkan ; Objek

Component-Component yang harus diaktifkan ;

Objek

Properti

Setting

Keterangan

Table1

DatabaseName

Alias

yg

anda

 

TableName

buat

Active

Data.db

 

True

QRLabel1

Caption

Informasi

Data

Simpan di

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

   

Mahasiswa

PageHeader

QRLabel2

Caption

Nomor

Simpan

di

Title

QRLabel3

Caption

Nama

Simpan

di

Title

QRLabel4

Caption

Alamat

Simpan

di

Title

QRLabel5

Caption

Sumedang,

Simpan di

2007

Summary

QRLabel6

Caption

Kepala,

Simpan di

Summary

QRLabel7

Caption

Nama

Simpan di

Summary

Setelah anda memasukkan Component-component tersebut,

kemudian untuk menyambungkan antara QuickReport dengan

Table nya, Klik pada QuickReport kemudian pada Properties –

Dataset – Klik dan Aktifkan Table1.

Code Program ;

procedure TForm1.BitBtn1Click(Sender: TObject); begin

QuickReport2.Preview;

end;

procedure TForm1.BitBtn2Click(Sender: TObject); begin Close; end;

procedure TForm1.FormActivate(Sender: TObject); begin

Table1.Append;

DBEdit1.Clear;

DBEdit2.Clear;

DBEdit3.Clear;

DBEdit1.SetFocus;

end;

procedure TForm1.Table1AfterInsert(DataSet: TDataSet); begin

DBEdit1.SetFocus;

end;

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG

PEMROGRAMAN VISUAL II (BORLAND DELPHI)- STMIK SUMEDANG