Anda di halaman 1dari 17

SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

TUJUAN PEMBELAJARAN

Sistem Perancah
( Scafolding System)

70
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa : mampu menjelaskan dan melaksanakan
pemasangan scafolding

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa mampu :

1. Menyebutkan jenis scaffolding berdasarkan fungsinya

2. Menjelaskan jenis jenis scafolding

3. Menjelaskan pemasangan dan pembongkaran scaffolding secara aman

4. Menjelaskan penggunaan scaffolding secara aman

5. Menjelaskan pengawasan scafolding

6. Melaksanakan pemasangan scaffolding secara aman

BAB IV
Sistem Perancah ( Scafolding System)
PERANCAH
Definisi perancah ialah konstruksi yang disanggah dari dasarnya oleh dua deretan atau lebih
tiang tegak, bebas dari dinding atau bangunan bangunan lainnya, biasanya terbuat dari pipa baja
karena mempunyai kekuatan yang tinggi.

Menurut fungsinya konstruksi perancah dibedakan atas :

1. Konstruksi perancah pekerjaan / andang Berfungsi membantu sebagai tempat


bekerja bagi pekerja konstruksi dan peralatannya

71
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

72
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

2. Konstruksi perancah penahan acuan/ bekisting Berfungsi menahan bekisting


sampai beton yang dicor cukup kuat menahan berat sendiri

73
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

Berikut dibawah ini contoh jenis jenis perancah :

Perancah Frame (Frame Scafolding)


Jenis perancah ini sering dipakai di kegiatan konstruksi karena material mudah diperoleh.
Susunan dari perancah jenis ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

74
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

Perancah ini tersusun dari tiang vertikal (frame upright/scafolding upright/frame standard), batang
memanjang tanpa atau dengan lantai kerja(ledge frame or ledge frame with floor), jack base atau
fixed base, palang penguat (brace), angkur (anchorage), landasan (base plate/floor board), lantai
kerja (platform), arm lock dan pagar pengaman (handrail)

Perancah Kayu atau bambu (round Pole Scafolding)


Perancah jenis ini biasanya digunakan pada pekerjaan sederhana dan bangunan yang tidak
terlalu tinggi dengan resiko kecelakaan kerja yang lebih rendah.

75
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

Perancah Pipa (Single Pipe Scaffolding)


Jenis perancah ini sering dipakai di kegiatan konstruksi karena material mudah diperoleh.
Susunan dari perancah jenis ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Perancah ini tersusun dari tiang vertikal (frame upright/scafolding upright/frame standard), batang
memanjang tanpa atau dengan lantai kerja(ledge frame or ledge frame with floor), jack base atau
fixed base, palang penguat (brace), angkur (anchorage), landasan (base plate/floor board), lantai
kerja (platform), klam universal (swivel clamp),joint pin dan pagar pengaman (handrail).

Perancah Dengan Lantai Kerja Menggunakan Pelat Pipa (Ledge Plate Single
Standard Scaffolding)
Biasanya perancah jenis ini dilengkapi tangga sebagai alat untuk menaiki/menuruni perancah

76
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

Perancah Dengan Penunjang Siku (Bracket Single Standard Scaffolding)


Perancah jenis ini menggunakan penunjang pada bagian bawah dari lantai kerja untuk menopang
beban yang diterima oleh lantai kerja

Perancah Beroda (Movable Scaffolding)


Perancah ini dilengkapi roda sebagai alat untuk bergerak dan untuk tidak bergerak menggunakan
outringger.

77
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

PEMASANGAN DAN PEMBONGKARAN PERANCAH


Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh scaffolder, yaitu:

1. Perancah untuk jenis pekerjaan apa?

2. Perancah akan dipasang dimana?

3. Material apa saja yang digunakan?

4. Berapa banyak lantai kerja yang digunakan?

5. Meterial dari lantai kerja?

6. Beban apa saja yang akan membebani?

7. Berapa banyak frame yang akan diperlukan?

8. Berapa banyak palang penguat yang diperlukan?

9. Apakah kondisi tanah cukup baik?

10. Berapa banyak pekerja yang akan bekerja?

11. Apakah perancah didirikan dipemukiman penduduk

Pemasangan perancah yang aman


1. Peralatan/perlengkapan perancah yang rusak tidak boleh dipakai lagi dan harus
diperbaiki atau diganti.
2. Saat pemasangan perancah pada area yang ramai, scaffolder harus memasang pagar
pengumuman/pita barikade yang digunakan untuk menjaga agar pekerja yang lain jauh
dari area berbahaya, tanda BAHAYA juga dipasang disekitar area kerja oleh pemasang
atau inspektor perancah.
3. Scaffolder harus menjamin tidak boleh ada material perancah yang longgar atau lepas
setelah pekerjaan pemasangan pendirian perancah selesai.
4. Scaffolder harus memeriksa dan memastikan, selama terjadi badai, angin kencang atau
hujan lebat tidak boleh ada tenaga kerja yang bekerja pada perancah.
5. Dilarang melempar meterial perancah (ke atas atau ke bawah) saat pemasangan
perancah.

78
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

6. Pada saat pemasangan perancah oleh scaffolder harus menggunakan metode atau
prosedur yang telah ditetapkan atau disetujui oleh Ahli/Pengawas konstrukdi bangunan
atau inspektor perancah.
7. Lantai perancah hanya boleh digunakan untuk lantai kerja dan meletakkan alat kerja.
8. Perancah yang tingginya > 2 m hanya boleh dipasang oleh scaffolder dan atau kontraktor
perancah yang telah memiliki surat keterangan terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja
dan Transmigrasi RI sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.
Per.04/Men/1995 yang berlaku.
9. Semua material perancah harus diperiksa secara visual atau dites dua kali setahun dan
diberi kode warna oleh kontraktor. Laporan hasil pemeriksaan harus dibuat oleh
Inspektur/ Ahli K3 bidang konstruksi bangunan kepada kontraktor atau pemilik.
Selanjutnya diteruskan kepada Depnakertrans. Semua meterial perancah yang baru
yang akan digunakan harus mempunyai spesifikasi yang sesuai dengan peraturan
keselamatan kerja yang berlaku.

Pemasangan Perancah
1. Menyiapkan lokasi/tempat perancah yang akan dipasang didirikan;
2. Membersihkan lokasi pemasangan;
3. Menyiapkan perlengkapan/bahan-bahan perancah;
4. Memastikan tinggi perancah;
5. Memasang landasan (base plate) sesuai panjang rencana dari perancah yang akan
didirikan;
6. Memasang frame/pipa tahap pertama secara memanjang;
7. Memasang batang memanjang bawah (floor ledge);
8. Memasang palang penguat (brace);
9. Memasang frame atau pipa tahap kedua secara memanjang dengan menggunakan
penguat/alat sambung arm lock atau sambungan pipa
10. Memasang lantai kerja
11. Memasang batang Memanjang ( Ledge )
12. Memasang batang Melintang ( Putlog)
13. Memasang tangga perancah sesuai dengan syarat aman dan prosedure
14. Pada tahap akhir dipasang pagar pengaman pada bagian teratas dari perancah

PEMBONGKARAN YANG AMAN


1. Memastikan pekerjaan telah selesai
2. Pada saat pembongkaran, scafolfer harus menggunakan metode atau prosedure yang
telah ditetapkan dan disetujui oleh Ahli/pengawas

79
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

3. Saat pembokaran Scaffolder dilarang melempar material perancah ( keatas atau ke


bawah)
4. Pada saat pembongkaran diharapkan scaffolder memakai alat pengaman seperti helm,
boot, safety belt, kaca mata dll
5. Material perancah yang telah dibongkar oleh Scaffolder harus diletakkan pada daerah
pinggir/samping dari lokasi
6. Scaffolder harus melarang tenaga kerja lain yang tidak berkepentingan pada saat
pembongkaran
7. Scaffolder harus memasang tanda pengumuman, bahwa ada pembongkaran
8. Pembongkaran yang dilakukan oleh Scaffolder harus diawasi oleh inspektur/pengawas
perancah bersertifikat.

TAHAPAN PEMBONGKARAN PERANCAH


1. Pastikan pekerjaan telah selesai
2. Pastikan berapa banyak tenaga kerja Scaffolder yang akan melakukan pembongkaran
3. Pastikan tidak ada orang lain yang tidak berkepentingan berada pada lokasi
pembongkaran .
4. Pastikan ada inspektur/pengawas yang mengawasi pembongkaran
5. Pembongkaran bagian atas dari perancah secara bertahap

Membongkar pagar pengaman

Membongkat palang penguat yang teratas

Membongkat frame/pipa bagian atas

Membongkar lantai kerja

Membongkar batang memanjang

Membongkar batang melintang

Membongkar tangga bagian atas

80
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

6. Pembongkaran bagian bawah dari perancah secara bertahap

Membongkar pagar pengaman

Membongkat palang penguat

Membongkat frame/pipa

Membongkar lantai kerja

Membongkar batang memanjang

Membongkar batang melintang

Membongkar tangga

7. Membersikan lokasi
8. Menyimpan perlengkapan/material perancah pada sisi samping dari lokasi

PENGGUNAAN PERANCAH YANG AMAN


1. Persyaratan material yang aman

2. Pondasi

3. Konstruksi perancah

4. Tenaga kerja/operator/Scaffolder

5. Lingkungan kerja

6. Beban

7. Tangga Perancah

Pondasi
Pondasi cukup kuat menahan beban

81
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

Untuk permukaan yang cukup keras dan tebal seperti lantai cor, besi, tiang vertikal
langsung ditempatkan pada permukaan tersebut, dapat pula menggunakan base plate
untuk mencegah pergeseran

Permukaan harus datar

Permukaan dari tanah harus dipadatkan

Kostruksi Perancah
Semua komponen pendukung dari perancah harus lengkap dan dalam kondisi yang baik

Sebelum penggunaan harus diperiksa oleh pengawas bersertifikat

Penggunaan perancah harus sesuai dengan rencana/ layout

Lantai Kerja
Lantai papan harus kuat dan rapat sehingga dapat menahan dengan aman tenaga kerja,
peralatan, dan bahan yang digunakan

Lantai kerja harus diberi pagar pengamn dan papan pengaman kaki

Tenaga Kerja
Menggunakan alat pelindung diri

Mengetahui Prosedure pemasangan dan pembongkaran perancah

Menggunakan konstruksi perancah hanya untuk bekerja

Tidak boleh membawa beban yang terlalu berat

Mematuhi syarat syarat K3

Lingkungan Kerja
Tempat dimana pekerjaan dilakukan harus dipagar agar tidak didekati oleh orang yang
tidak berkepentingan, terutama anak anak, untuk melindungi masyarakat umum dari
bahaya yang mungkin timbul

Pada perancah yang tingginya lebih dari 5 m harus dipasang protective Net, untuk
melindungi dari kejatuhan material harus dipasang perisai pengaman (protective Shield )

Perisai pengaman dipasang dengan sudut 20 sampai 30 .

82
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

Beban
Jangan memuati perancah dengan beban yang berlebihan .

Tenaga kerja yang berkerja tidak terlalu banyak

Tangga Perancah
Tangga perancah bagian paling atas disisahkan 60 cm

Tempatkan tangga perancah pada kedudukan yang man yaitu dengan sudut 75
terhadap horizontal

Menghadaplah ke tangga sewaktu naik atau turun

Sebagian kecelakaan disebabkan karena ketidak seimbangan atau memaksakn mencapi


jarak yang terjauh, janganlah membentangkan badan jauh dari anak tangga, dan cara
yang terbaik adalah memindahkan tangga

83
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

Kecelakaan kerja yang sering terjadi pada penggunaan perancah adalah :

Pekerja jatuh dari tempat tinggi;

Material yang jatuh menimpa pekerja di bawahnya;

Peralatan terjatuh dan mengenai pekerja dibawahnya.

Perancah yang tidak aman dan roboh mengenai pekerja dibawahnya;

Pekerja terjatuh saat menaiki dan menuruni tangga perancah;

Pekerja terpeleset atau tergelincir;

Kelebihan beban yang mengakibatkan robohnya perancah

84
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

Pengawasan ( Supervisi)
Definisi Pemeriksaan/Inspeksi:Adalah merupakan suatu proses pemeriksaan secara
sistematik terhadap keadaan fisik dari suatu objek konstruksi bangunan perancah atau
penilaian terhadap kelayakan kondisi perancah .
Pengawasan dalam penggunaan perancah untuk pekerjaan konstruksi harus dilakukan oleh
Ahli/Pengawas/Supervisor yang telah mendapat sertifikat
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemeriksaan perancah:

1. Setiap jenis perancah yang akan dipasang/ dipergunakan harus diperiksa sebelumnya
oleh seorang ahli/ pengawas ahli untuk memastikan:

Kondisi perancah stabil;

Perlengkapan perancah tidak ada yang rusak;

Memenuhi syarat untuk digunakan;

85
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SCAFOLDING RSI 421 Praktek Acuan &Perancah

Memastikan perancah sudah diberi pengaman

2. Melakukan pemeriksaan dalam kurun waktu:

Sedikitnya seminggu sekali

Sesudah cuaca buruk atau gangguan dalam masa penggunaan yang lama

3. Melakukan pemeriksaan terhadap perancah sebelum digunakan

4. Melakukan pemeliharaan

5. Apakah perancah yang akan digunakan sudah diberi tanda:

Hijau: Aman

Kuning: Aman dengan syarat (perlu diberi pengaman lain)

Merah: Tidak aman (tidak dapat digunakan)

LATIHAN

1. Lakukan pelaksanaan pemasangan scaffolding secara aman dan benar.

86
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG