Anda di halaman 1dari 34

Kumpulan soal 1-4

BAB 1
Kasus 1 PT KAM
Neraca 2006 2007
Kas 2000 4200
Piutang 900 700
Persediaan 800 600
Total harta lancar 3700 5500
Harta tetap 3249 2785
Akumulais penyusutan -500 -600
Harta tetap bersih 1749 2185
Total harta 5449 7685

Utang dagang 2000 2500


Utang wesel bayar 900 300
Utang biaya 200 300
Total utang lancar 3100 3100
Utang obligasi bunga 15% 200 300
Utang hipotik bunga 10% 100 400
Total utang jangka panjang 300 700
Saham preferen 100 200
Saham biasa 1260 388
Laba ditahan 689 3297
Total ekuitas 2049 3885
Total utang dan modal 5449 7685

Perhitungan rugi-laba 2006 2007


Penjualan 9000 20000
Harga pokok penjualan 6000 10000
Laba kotor 3000 10000
Beban pemasaran 200 250
Beban administrasi 300 350
Laba operasi 2500 9400

1
Bunga 40 85
Laba sebelum pajak 2460 9315
Pajak 30% 738 2795
Laba bersih 1722 6521
Dividen 60% 1033 3912
Laba ditahan 689 2608

Keterangan 2006 2007


Nominal saham (Rp) 2 2
Jumlah saham biasa beredar 630 194
Harga saham di pasar bursa 1500 2700

Diminta informasi bagi manajemen mengenai


1) Sumber dan pengunaan dana
2) Likuiditas
3) Solvabilitas atau debt analysis
4) Profitabilitas
5) Aktivitas
6) Penilaian
7) Pertumbuhan
8) Kesehatan model altman di mana ukurannya adalah:
Nilai Z =0,012X1 + 0,014X2 + 0,033X3 + 0,006X4 + 0,999X5
harus lebih besar dari 2,675

Jawaban studi kasus 1. PT KAM


Sumber dan penggunaan dana SD PD
2006 2007
Kas 2000 4200
Piutang 900 700 200
Persediaan 800 600 200
Total harta lancar 3700 5500
Harta tetap 3249 2785 464
Akumulais penyusutan -500 -600 100
Harta tetap bersih 1749 2185
2
Total harta 5449 7685
0
Utang dagang 2000 2500 500
Utang wesel bayar 900 300
Utang biaya 200 300 100
Total utang lancar 3100 3100
Utang obligasi bunga 15% 200 300 100
Utang hipotik bunga 10% 100 400 300
Total utang jangka panjang 300 700 400
Saham preferen 100 200 100
Saham biasa 1260 388 872
Laba ditahan 689 3297 2608
Total ekuitas 2049 3885
Total utang dan modal 5449 7685

Analisis likuiditas 2006


Current ratio
(harta lancar dibagi utang lancar) 1.19
Acid test ratio
(harta lancar -persediaan dibagi utang lancar) 0.94
Cash ratio 0.65
(kas dibagi utang lancar)

Analisis utang (debt analysis)


Debt ratio (total hutang dibagi total asset) 0.62
Equity ratio (total ekuitas dibagi total asset) 0.38
Debt equity ratio (total debt dibagi total ekuitas) 1.66
Leverage mulitiplie (total asset dibagi total equity) 2.66

Analisis profitabilitas
Gross profit margin (laba kotor dibagi penjualan) 0.33
Operating profit margin (laba operasi dibagi penjualan) 0.28
Net profit margin (laba bersih dibagi penjualan) 0.19
3
ROE (laba bersih dibagi ekuitas) 0.84
ROA (laba bersih dibagi total aset) 0.32

Analisis aktivitas
Assets turn over (sales dibagi total assset) 1.65
Recevable turn over (sales dibagi piutang) 10.00
Inventory turn over (sales dibagi inventory) 11.25
Working capital turn over 15.00
(sales dibagi harta lancar dikurangi hutang lancar)

Analisis penilaian
Earning per shre (EAT dibagi saham biasa beredar) 2.73
PER, (harga pasar dibagi EPS) 548.78
Book value per share, total ekuitas dibagi jumlah saham 3.09
Market book value per share
(harga pasar dibagi book value per share) 484.91
Dividen per share, dividen dibagi saham beredar 1.64

Analisis pertumbuhan
Sale (2007/2006)-1
EAT
EPS
DPS

Analisis kesehatan 2006


X1, modal kerja neto dibagi total asset 0.11
X2, laba ditahan dibagi total asset 0.13
X3, laba operasi dibagi total asset 0.46
X4, harga pasar saham dibagi nilai buku utang 277.94
X5, penjualan dibagi total asset 1.65
Kesehatan perusahaan 3.34
Kesimpulan sehat

4
Net profit margin x asset turn over x leverage multiplier x book value per
share = EPS
Net profit margin x asset turn over x leverage multiplier = ROE
Nilai Z =0,012X1 + 0,014X2 + 0,033X3 + 0,006X4 + 0,999X5
harus lebih besar dari 2,675

LATIHAN DISKUSI BAB 2

A. Teori

1. Mengapa kegiatan bisnis selalu bertujuan mencari laba?


2. Jelaskan perbedaan antara cost dengan expenses
3. Jelaskan perbedaan berbagai cost object yang Anda ketahui
4. Apa yang dimaksud dengan biaya aktivitas?
5. Apa yang dimaksud dengan alokasi biaya?
6. Apa yang dimaksud dengan committed cost dan discretionary cost?
7. Jelaskan perbedaan biaya variable dan biaya tetap
8. Jelaskan beda fixed committed cost dengan variable committed cost
9. Apa yang dimaksud dengan biaya semi-variabel?
10. Jelaskan perbedaan biaya konversi dan biaya utama
11. Jelaskan perbedaan total manufakturing cost dengan harga pokok
produksi
12. Jelaskan perbedaan harga pokok produksi dengan harga pokok
penjualan
13. Mengapa manajemen harus hati-hati memilih sistem akuntansi
manajemen?

B. Studi kasus

PT Konbia 1

Perusahaan memperoleh hasil penjualan Rp 1.000. Harga pokok produksi


Rp 460, nilai persediaan barang jadi awal periode Rp 50 dan Rp 10. Biaya
pemasaran yang telah diperhitungkan Rp 90 dan yang masih harus dibayar
Rp 10, biaya administrasi yang telah diperhitungan Rp 180 dan yang masih
harus dibayar Rp 20. Perusahaan menggunakan modal pinjaman Rp 500,

5
dengan bunga 10 persen per tahun, dan pajak perseroan diperhitungan
20%.

Diminta:

1. Menghitung beban pokok penjualan (goods sold expenses)


2. Menghitung marketing expenses
3. Menghitung administrative expenses
4. Menyusun perhitungan laba-rugi
Jawab PT Konbia 1

1. Beban pokok penjualan adalah Rp 460 + Rp 50 Rp 40 = Rp 500


2. Beban pemasaran = Rp 90 + Rp 10 = Rp 100
3. Beban administrasi = Rp 180 + Rp 20 = Rp 200
4. Perhitungan laba-rugi

Keterangan (Rp)
Penjualan 1.000
Beban pokok penjualan 500
Laba kotor 500
Beban pemasaran 100
Beban administrasi 200
Laba operasi 200
Beban bunga 10% x Rp 500 50
Laba sebelum pajak 150
Pajak korporasi 20% x Rp 150 30
Laba bersih (earning after tax) 120

PT Konbia 2

Traksaksi bisnis: (1) Investasi pada pabrik tekstil Rp 10.000 terdiri dari
100 saham. (2) Dibayar biaya pendirian perusahaan (diamortisasi 10 tahun,
secara garis lurus) Rp 1.000. (3) Dibeli gedung pabrik dan peralatan seharga
Rp 3.500, dibayar tunai, penyusutan model sum of year digit method, umur
10 tahun, beban penyusutan pada biaya overhead pabrik, tanpa nilai sisa; (4)

6
Diterima tunai pinjaman dari BBD Rp 4.000 untuk modal kerja, 5 tahun,
bunga 20% per tahun. (5) Dibeli gedung dan peralatan divisi pemasaran
seharga Rp 2.000 tunai, penyusutan model straight line method, umur 10
tahun, beban penyusutan pada marketing expenses, tanpa nilai sisa. (6)
Dibeli gedung dan peralatan divisi umum dan administrasi seharga Rp 2.500,
penyusutan model straight line method, umur 10 tahun, beban penyusutan
pada administrative expenses), tanpa nilai sisa, (7) Dibeli material seharga Rp
3.000, dibayar tunai Rp 1.000, sisanya utang dagang, material dipakai dalam
proses produksi Rp 2.500, (8) Dibayar tunai upah buruh Rp 2.000, beban
proses produksi, (9) Dibayar tunai biaya overhead pabrik Rp 2.000, beban
proses produksi, (10) Diperhitungkan harga pokok barang jadi Rp 6.000
untuk 1.000 unit, (11) Dijual produk jadi 900 unit @ Rp 10, diterima tunai Rp
5.000, sisanya piutang dagang, (12) Dibayar tunai biaya pemasaran Rp 2.000,
(13) Dibayar tunai biaya umum dan administrasi Rp 3.000, (14) Pada akhir
periode bunga BBD dan pajak perseroan 30% dibayar tunai, (15) Rapat
umum pemegang saham memutuskan devidend payout ratio 50%, dan
merupakan utang dividend.

Diminta menyajikan informasi bagi pihak luar perusahaan dan pihak


dalam perusahaan jika diketahui bahwa biaya operasi per kas (tunai)
dinyatakan variabel sebesar 70% dan sisasnya dinyatakan tetap. Informasi
tersebut harus diwujudkan dalam perhitungan laba-rugi tiga model yaitu
model fungsi manajemen, arus kas, dan marjin kontribusi, dan dalam
laporan posisi keuangan. Manajemen memutuskan persediaan kas
minimum atau safety cash sebesar Rp 1.000, apabila ternyata saldo kas
kurang dari Rp 1.000, manajemen harus meminjam bank kredit jangka
pendek dengan kelipatan Rp 100.

Jawab PT Konbia 2

Buku kas

Modal pemilik 10000

Utang BBD 4000

7
Sales tunai 5000

Total penerimaan 19000

Biaya pendirian 1000

Beli FA pabrik 3500

Beli FA
permasaran 2000

Beli FA
administrasi 2500

Beli material 1000

Upah buruh 2000

Overhead pabrik 2000

Biaya pemasaran 2000

Biaya administrasi 3000

Pajak perseroan

Bunga BBD 800

Total pengeluaran 19800

Surplus /defisit -800

Utang bank jangka pendek -1800

Kas minimum 1000

Harga pokok produksi

8
COGM

Material 2500

Upah buruh tunai 2000

Overhea pabrik
tunai 2000

Overhead pabrik penyusutan 636

Total 7136

Cogm 1000 unit,


nilai 6000

Persediaan akhir WIP 1136

Cogm 1000 unit,


nilai 6

Laba-rugi

Penjualan 9000

COGS 5400

Laba kotor 3600

Biaya pemasaran tunai 2000

Penyusutan FA permasaran 200

Biaya administrasi tunai 3000

Penyusutan FA Adm 250

Amortisasi biaya pendirian 100

9
Total biaya usaha 5550

Total biaya operasi 10950

Laba (rugi) operasi -1950

Bunga BBD 800

Laba sebelum pajak -2750

Pajak perseroan

Laba seterlah pajak -2750

Neraca

Kas 1000

Piutang sales 4000

Persediaan
material 500

Persediaan WIP 1136

Persediaan barang jadi 600

Biaya dibayar dimuka

Total harta lancar 7236

FA pabrik net 2864

FA permasaran 1800

FA administrasi 2250

Biaya pendirian 900

10
Total harta 15050

Utang dagang (material) 2000

Utang jangka pendek (kekurangan kas) 1800

Utang pajak

Utang dividend

Utang bunga

Total hutang
lancar 3800

Utang BBD 4000

Modal pemilik 10000

Laba (rugi)
berjalan -2750

Laba ditahan

Total ekuitas 7250

Total utang dan modal 15050

Laba-rugi pendekatan contribution margin

Penjualan 9000

Biaya operasi variabel 7665

Cotribution Margin 1335

Biaya tetap 3285

11
Laba(rugi) operasi -1950

Laba-rugi pendekatan arus kas

Penjualan 9000

Biaya operasi tunai 9764

EBDIT -764

Penyusutan dan amortisasi 1186

Laba (rugi operasi) -1950

Kasus PeriakrivirA 1 (PT Muara Ciliwung)

Diminta untuk klasifikasi biaya cost of goods sold, biaya pemasaran, dan
biaya administrasi ke dalam biaya tetap dan variabel menggunakan least
square.

Jawaban studi kasus PT Muara Ciliwung

y1 xy2 xy3 x2 Y12 Y32

24500000 4900000 14000000 49000000 12250000 4000000

25915000 5183000 14746000 53290000 12602500 4080400

26700000 5400000 15225000 56250000 12673600 4120900

27132000 5548000 15390000 57760000 12744900 4100625

25900000 5180000 15022000 54760000 12250000 4120900

25128000 5040000 14400000 51840000 12180100 4000000

24708000 5041000 14129000 50410000 12110400 3960100

24500000 4970000 14000000 49000000 12250000 4000000

12
27056000 5472000 15960000 57760000 12673600 4410000

28080000 5694000 16770000 60840000 12960000 4622500

29230000 5846000 16590000 62410000 13690000 4410000

31200000 6000000 17600000 64000000 15210000 4840000

320049000 64274000 183832000 667320000 153595100 50665425

Klasifikasi biaya COGS

b = nsigmaxy1-sigamx.sigmay1dibagi n.sigmaxkuadrat dikurangi


sigmaxdikudratkan

3840588000 3836154000 4434000

8007840000 7992360000 15480000 0.28643411

a=rataY1 dikurangi b kali rata x

3575.833333 7450 1441.89922

Regression Statistics

Multiple R 0.823436

R Square 0.678046

Adjusted R
Square 0.645851

Standard Error 70.89024

Observations 12

13
ANOVA

df

Regression 1

Residual 10

Total 11

Coefficients

Intercept 1441.899

X Variable 1 0.286434

Klasifikasi biaya pemasaran

b = nsigmaxy2-sigamx.sigmay1dibagi n.sigmaxkuadrat dikurangi


sigmaxdikudratkan

771288000 770628000 660000

8007840000 7992360000 15480000 0.04263566

a=rataY2 dikurangi b kali rata x

718.3333333 7450 400.697674

14
Regression Statistics

Multiple R 0.889065

R Square 0.790436

Adjusted R
Square 0.76948

Standard Error 7.88483

Observations 12

ANOVA

df

Regression 1

Residual 10

Total 11

Coefficients

Intercept 400.6977

X Variable 1 0.042636

Klasifikasi biaya administrasi

b = nsigmaxy3-sigamx.sigmay1dibagi n.sigmaxkuadrat dikurangi


sigmaxdikudratkan

15
2205984000 2203263000 2721000

8007840000 7992360000 15480000 0.17577519

a=rataY3 dikurangi b kali rata x

2053.75 7450 744.224806

Regression Statistics

Multiple R 0.886151

R Square 0.785263

Adjusted R
Square 0.76379

Standard Error 33.01397

Observations 12

ANOVA

df

Regression 1

Residual 10

Total 11

Coefficients

16
Intercept 744.2248

X Variable 1 0.175775

Kasus PT Periaktivitas 2 (Kasus PT Muara Bhakti)

Laporan Posisi Keuangan

Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah

Harta Lancar Rp 10.000 Hutang Rp 18.000

Harta Tetap Rp 20.000 Modal Sendiri Rp 12.000

Jumlah Harta Rp 30.000 Jumlah Hutang & Modal Rp 30.000

Data akuntansi selam lima tahun adalah sebagai berikut:

Sales Harga DMC DLC FOH ME AE

Tahun (Unit) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

1 1000 13,50 1,35 1,80 1650 3150 4.900

2 1100 13,40 1,40 1,90 1700 3200 5.100

3 1050 13,60 1,50 2,00 1725 3150 5.000

4 1200 13,55 1,60 2.10 1775 3200 5.100

5 1250 13,50 1,75 2,05 1800 3250 5.200

17
Keterangan:

o Harga, DMC (Direct Material Cost), DLC (Direct Labor Cost) adalah
dalam perhitungan per unit.
o FOH (Factory Overhead), ME (Marketing Expenses), dan AE
(Administrative Expenses) adalah dalam perhitungan total biaya.
o Ramalan penjualan, harga, biaya bahan langsung, dan upah
langsung menggunakan time serie tergantung pada Anda model
yang dipilih, moment atau least squares.
o Klasifikasi biaya overhaed dan biaya pemasaran menggunakan
korelasi least squares, sedangkan biaya administrasi menggunakan
titik tertinggi dan terendah.
Diminta:
1. Menyusun perhitungan rugi-laba bersih secara Marjin Kontribusi
pada tahun ke 5 dan ke 6, jika diketahui bunga pinjaman 500, pajak
penghasilan perusahaan 30%, dividen yang rencana dibayarkan
40%, berapa besarnya laba ditahan?
2. Menyusun anggaran laba operasi flesksibel pada tahun ke enam
pada kapasitas 1.000 unit, 1300 unit dan 1.500 unit.
3. Agar perusahaan tidak menderita kerugian, berapa unit yang harus
diproduksi dan dijual pada tahun ke 6.
4. Jika tahun keenam kondisi ekonomi buruk, diperkirakan perusahaan
menderita kerugian 5% dari total penjualan, berapa besarnya nilai
penjualan tahun ke 6?
5. Jika tahun ke enam kondisi sangat baik, dan perusahaan
diperkirakan laba Rp 2.000, berapa nilai penjualan tahun ke 6?.

Solusi Kasus Muara Bakti


1. Klasifikasi FOH

Sales Foh ME

Tahun (X) (Y1) XY1 X2 (Y2) XY2

1 1.000 1.650 1.650.000 1.000.000 3.150 3.150.000

2 1.100 1.700 1.870.000 1.210.000 3.200 3.520.000

18
3 1.050 1.725 1.811.250 1.102.500 3.150 3.307.500

4 1.200 1775 2.130.000 1.440.000 3.200 3.840.000

5 1.250 1.800 2.250.000 1.562.500 3.250 4.062.500

N =5 5.600 8.650 9.711.250 6.315.000 15.950 17.880.000

Klasifikasi FOH (Y1)

Y1 rata-rata = 8.650 / 5 = 1.730 X rata-rata = 5.600 / 5 = 1.120

nXY XY 5(9.711.250) (5.600)(8.650)

b atau VC = ---------------------- = ----------------------------------------- = 0,541

nX2 (X)2 5(6.315.000) (5.600)2

Y = a + BX 1.730 = a + 0,541(1.120) a = 1.124,08 atau FC

BIAYA VARIABEL PER UNIT = 0,541

TOTAL BIAYA TETAP = 1.124,08

2. Klasifikasi ME (Y2)

Y2 rata-rata = 15.950 / 5 = 3.190 X rata-rata = 5.600 / 5 = 1.120

19
nXY XY 5(17.880.000) (5.600)(8.650)

b atau VC = ---------------------- = ------------------------------------------- = 0,372

nX2 (X)2 5(6.315.000) (5.600)2

Y = a + BX 3.190 = a + 0,372(1.120) a = 2.773,4 atau FC

BIAYA VARIABEL PER UNIT = 0,372

TOTAL BIAYA TETAP = 2.773,4

3. Klasifikasi AE

Keterangan Volume Biaya

Tinggi 1.250 5.200

Rendah 1.000 4.900

Selisih 250 300

20
b atau VC = (300 / 250) = 1,2

Y = a + BX 5.200 = a + 1,2(1.250) a = 3.700

BIAYA VARIABEL PER UNIT = 1,2

TOTAL BIAYA TETAP = 3.700

4. KOEFISIEN DETERMINASI

FACTORY OVERHEAD = 0,882

BIAYA ADMINISTRASI = 0,850

FACTORY OVERHEAD LEBIH BAIK DARIPADA BIAYA ADMINISTRASI


KARENA KOEFISIEN DETERMINASINYA LEBIH TINGGI.

Struktur Biaya Tahun ke 5

Keterangan AVC TFC

DMC 1,75 -

DLC 2,05 -

FOH 0,54 1.125,2

ME 0,37 2.773,4

21
AE 1,20 3.700,0

Jumlah 5,91 7.598,6

Rugi-Laba Tahun 5

Keterangan

Sales, 1.250 X Rp 13,5 16.875,0

VC 7.387,5

CM 9.487,5

FC 7.598,6

EBIT 1.889,0

Interest 500,0

EBT 1.389,0

Tax 30% 416,7

EAT 972,3

Dividen 40% 388,9

Retained Earning 583,4

Ramalan Harga

Tahun Harga (Y) X XY X2

22
1 13,50 0 0 0

2 13,40 1 13,40 1

3 13,60 2 27,20 4

4 13,55 3 40,65 9

5 13,50 4 54,00 16

N=5 75,55 10 135,25 30

Y = a.n + b.X = 67,55 = 5a + 10b .. X 2

XY = a.X +b.X2 = 135,25 = 10a + 30b

= 135,10 = 10a + 20b

------------------------------

b = 0,015

Y = a + bX 67,55 = 5a + 0,015(10) a = 13,48

Y6 = 13,48 + 0,015(5) = 13,555 dibulatkan menjadi 13,56

Ramalan DMC

Tahun Harga (Y) X XY X2

1 1,35 0 0 0

2 1,40 1 1,40 1

23
3 1,50 2 3,00 4

4 1,60 3 4,80 9

5 1,75 4 7,00 16

N=5 7,60 10 16,20 30

Y = a.n + b.X = 7,60 = 5a + 10b .. X 2

XY = a.X +b.X2 = 16,20 = 10a + 30b

= 15,20 = 10a + 20b

------------------------------

b = 0,1

Y = a + bX 7,60 = 5a + 0,1(10) a = 1,32

Y6 = 1,32 + 0,1(5) = 1,82

Ramalan DLC

Tahun Harga (Y) X XY X2

1 1,80 0 0 0

2 1,90 1 1,90 1

3 2,00 2 4,00 4

4 2,10 3 6,30 9

5 2,05 4 8,20 16

24
N=5 9,85 10 20,40 30

Y = a.n + b.X = 9,85 = 5a + 10b .. X 2

XY = a.X +b.X2 = 20,40 = 10a + 30b

= 19,70 = 10a + 20b

------------------------------

b = 0,07

Y = a + bX 9,85 = 5a + 0,07(10) a = 1,85

Y6 = 1,85 + 0,07(5) = 2,18

Struktur Biaya Tahun ke 6

Keterangan AVC TFC

DMC 1,820 -

DLC 2,180 -

FOH 0,540 1.125,20

ME 0,372 2.773,40

AE 1,200 3.700,00

Jumlah 6,112 7.598,60

Rugi-Laba Tahun 6

Keterangan

25
Penjualan (unit) 1.000 1.300 1.500

Harga per unit Rp 13,555 Rp 13,555 Rp 13,555

Penjualan 13,555,00 17.621,50 20.332,50

Biaya variabel 6.112,00 7.945,60 9.168,00

Marjin kontrib 7.443,00 9.675,90 11.164,50

Biaya tetap 7.598,60 7.598,60 7.598,6

Laba operasi (55,60) 2.077,30 3.565,90

3. BEP tahun ke 6: TFC / (P VC) = 7.598,60 / (13,555 6,112) = 1.020,91


unit

4. Jika terjadi rugi 5% dari nilai penjualan

Target nilai penjualan tahun ke 6:

7.598,60 0,05X

X = ---------------------------- = Rp 12,664,33

1 (6,112 / 13,555)

5. Jika tahun 6 laba Rp 2.000

Target nilai penjualan tahun ke 6:

7.598,60 + 2.000

X = ---------------------------- = Rp 17.452.
26
1 (6,112 / 13,555)

Kasus Activity Based Costing (ABC)

PT ABC-SM

Perusahaan memproduksi tiga macam produk untuk tiga kelompok


pelanggan. Harga jual untuk ketiga macam jenis produk adalah dalam
kisaran harga Rp 5 sampai dengan Rp 8 per unit. Sebelum membeli para
pelanggan memesan terlebih dahulu, dan perusahaan memperhitungkan
total biaya untuk melayani pesanan adalah Rp 900.000 untuk tahun terakhir
dan diperkirakan akan naik terus-menerus untuk tahun-tahuan berikutnya.
Manajemen berusaha menekan biaya agar supaya perusahaan mempunyai
Keunggulan Kompetitif. Manajemen ingin meneliti kenaikan biaya
menenuhi pesanan tersebut agar supaya diketahui penyebabnya.

Aktivitas pemenuhan pesanan adalah terdiri dari biaya tetap Rp 50


per 200 pesanan, dan komponen biaya variabelnya adalah Rp 0,05 per
pesanan. Diprediksi jumlah pelanggan tahun depan 1.000 pelanggan.
Katagori pelanggan adalah: (1) jumlah pesanan 5.000, rata-rata besarnya
pesanan 60 unit, (2) jumlah pesanan 3.000, rata-rata besarnya pesanan 100
unit, dan (3) jumlah pesanan 2.000, rata-rata besarnya pesanan 150 unit.
Biaya pesanan dibebankan pada harga jual. Jika semua pelanggan memesan
200 unit akan dihapuskan biaya pemesanan.

Diminta:

1. Apa pendapat saudara tetang biaya pesanan secara tradisional?


2. Apa pendapat saudara jika biaya pesanan dibebankan ke masing-
masing pelanggan secara tradisional dan berdasar ABC?
3. Hitung biaya penghematan biaya pesanan dengan menggunakan
ABC

27
Kasus PT ABC-SP
Rapat manajemen berjalan sangat ketat, karena sebagian manajer
menghendaki agar dipartement produk A ditutup. Alasannya ialah setelah
diadakan perhitungan rugi-laba, produk A menderita kerugian. Sedangkan
departemen produk B harus dikembangkan karena berdasarkan
perhitungan rugi-laba ia sangat menguntungkan.

Perusahan memproduksi produk A dan B sebesar 200 unit, A 120


unit dan B 80 unit. Produk A selesai diproduksi langsung diambil pelanggan
dari dari pabrik, tanpa harus melalui penyimpanan di gudang barang-barang
jadi.

Harga pokok produk produksi per unit B adalah: bahan baku Rp 94,
upah buruh Rp 35, overhead 27, biaya administrasi Rp 6, biaya pemasaran
Rp 4, dan biaya gudang dan distribusi diperhitungkan Rp 3. Harga jual
produk B Rp 240 per unit. Unit terjual produk B 10 unit, dan rata
pengiriman per unit 7 kali.

Berbagai biaya yang ditanggung oleh perusahaan antara lain adalah


biaya gudang Rp 1.100 untuk 55 unit, biaya pengiriman Rp 2.300 untuk 200
unit. Kebijakan manajemen persediaan untuk produk minimal 25 unit,
opportunity cost diperhitungkan 15%. setiap tahun.

Diminta: (1) apakah benar bahwa pendapat produk B itu


menguntungkan ?, (2) apa komentar Anda tentang rencana keputusan
manajemen di atas?

Kasus ABC-ABM
Perusahaan berprinsip mengadakan perbaikan berkelanjutan. Oleh sebab
itu ia menggunakan kreteria akuntansi kontemporer (masa kini) untuk
menganalisis beberapa terminologi di bawah ini: (a) varian haga bahan, (b)
waktu siklus, (c) perbandingan biaya produk aktual dengan standar, (d)
varian bahan kuntitas dan efisiensi, (e) kalkulasi produk aktual dengan
trend, (f) perbandingan biaya overhead pabrik aktual dengan anggaran, (g)
perbandingan biaya produk dengan pesaing, (h) persentase pengiriman
28
tepat waktu, (i) laporan kualitas, (j) laporan biaya bernilai tambah dan tidak
bernilai tambah, (k) varian tenaga kerja langsung tarif dan efisiensi, (l)
tingkat utilisasi mesin, (m) hari persediaan, (n) waktu istirahat, (o) efisiensi
siklus manufaktur, (p) varian kapasitas aktivitas yag tidak terpakai.

Saudara diminta untuk mengadakan klasifikasi, mana yang termasuk


katagori tradisional costing dan kontemporer costing.

PT ABC-BA

Anggaran perusahaan untuk:

Upah langsung adalah sbb: tingkat aktivitas 500 jam tenaga kerja
langsung: bahan langung Rp 3.000, upah langsung Rp 2.000, dan
penyusutan Rp 1.000. Untuk tingkat aktivitas 1.000 jam tenaga
langsung: bahan langsung Rp 6.000, upah langsung Rp 4.000, dan
penyusutan Rp 1.000.
Tingkat aktivitas jam mesin: aktivitas 2.000 jam: pemeliharaan Rp
3.600, listirik Rp 1.120, dan aktivitas 3.000 jam: pemeliharaan Rp
5.100, listrik Rp 1.620.
Tingkat aktivitas perpindahan bahan, aktivitas 20 kali: penanganan
bahan Rp 1.200, tingkat aktivitas 40 kali: penanganan bahan Rp
1.200.
Tingkat aktivitas pemeriksaan, aktivitas 100 kali: pemeriksaan Rp
1.250, dan aktivitas 200 kali pemeriksaan Rp 2.250.
Selama tahun ini perusahaan menggunakan 800 jam tenaga kerja
langsung, jam mesin 2.500 jam mesin, 32 pemindahan bahan, 120
kali pemeriksaan. Biaya aktualnya adalah: bahan langsung Rp 4.400,
upah langsung Rp 3.550, penyusutan Rp 1.000, pemeliharaan Rp
4.250, listrik Rp 1.420, penanganan bahan Rp 1.320, dan
pemeriksaan Rp 1.600.
Diminta:

1. Membuat laporan biaya


2. Salah satu produk menggunakan 1.000 jam tenaga kerja
langsung, 1.500 jam mesin, dan 50 perpindahan bahan,
produksi 1.000 unit. Hitunglah biaya produksi.
29
3. Hitung varian biaya

Solusi PT ABC- SM
1. Pembebanan biaya pelanggan secara tradisional adalah jika sistem
akuntansi manajemen menggunakan model GAAP (General Accepted
Accounting Principles), di mana biaya pesanan adalah biaya periode, bukan
biaya produksi. Oleh sebab itu model tradisional tidak memberikan
informasi akuntansi yang tepat bagi manajemen untuk mengambil
keputusan.

Jumlah unit yang dipesan adalah (5.000 X 60) + (3.000 x 100) + (2.000 x
150)) = 900.000 unit. Rata-rata biaya pesanan adalah: (Rp 900.000 /
900.000 unit) = Rp 1 per unit. Biaya tersebut cukup signifikan dari harga jual
yaitu 1/8 atau 12,5% sampai 1/5 atau 20%, ini merupakan angka yang
besar.

2. Jika pembebanan biaya pesanan berdasar aktivitas, maka besarnya biaya


per pesanan = Rp 900.000 / 10.000 pesanan = Rp 90 per pesanan. Besarnya
biaya pesanan per unit masing-masing katagori pelanggan: (1) Rp 90 / 60 =
Rp 1,50, (2) Rp 90 / 100 = Rp 0,9, dan (3) Rp 90 / 150 = Rp 0,6.

3. Jika rata-rata pesanan semua katagori pelanggan 200 unit, maka jumlah
pesanan yang akan dilayani sebesar: [(5.000 x 60) + (3.000 x 100) + (2.000 x
150)] / 200 = 4.500 pesanan. Penghematan pemesanan = (10.000 4.500) =
5.500 pesanan, berarti akan mengurangi biaya melanyani pesanan.
Penghematan 5.500 pesanan itu dapat dilayani dalam periode: (5.500 /200)
= 27 periode atau tahap, di mana pada awalnya; (10.000 /200) = 50 periode
atau tahap. Penghematan biaya adalah sebesar:

(Biaya tetap Rp 50 x 27 Rp 1.350) + (Biaya variabel Rp 0,5 x 5.500 = Rp


2.750) = Rp 4.100.

30
Dengan adanya penghematan biaya untuk melayani pesanan, maka
perusahaan akan menurunkan harga, dan konsumen akan diuntungkan
dengan penurunan harga tersebut. Dengan demikian perusahaan
mempunyai keunggulan kompetitif.

Solusi PTABC- SP
Tarif biaya penerimaan Rp 1.100 / 55 unit =
Rp 20,00

Tarif biaya pengiriman; Rp 2.500 / 200 unit =


Rp 12,50

Biaya persediaan produk B per tahuan = 15% x 25 x Rp 166 = Rp


622,50

Biaya gudang per unit: Rp 622,50 / 10 = Rp


62,25

Biaya penerimaan, pengiriman, dan gudang:

Biaya penerimaan Rp 20,00

Biaya pengiriman 12,50 X 8 Rp 100,00

Biaya gudang Rp 62,25

Jumlah distrubusi Rp 182,25

Analisis Laba-Rugi Produk B

Harga jual Rp 240,00

Biaya produk (94+45+27) Rp 166,00


31
Laba kotor Rp 74,00

Biaya adminsitrasi dan pemasaran Rp 10,00

Laba operasi sebelum biaya distribusi Rp 64,00

Biaya distribusi Rp 182,25

Laba (rugi) operasi (Rp 118,25)

Solusi PT ABC-BA

Struktur Biaya Berdasar Titik Tertinggi dan Terendah

Keterangan VC FC

Bahan langsung 6,00 -

Upah langsung 4,00 -

Penyusutan - 1.000

Pemeliharaan 1,50 600

Listrik 0,50 120

Penanganan bahan - 1.200

Pemeriksaan 1,00 250

Varian
Keterangan Aktual Budget Varian

Bahan langsung 4.400 4.800 400/m

32
Upah langsung 3.550 3.200 350/tm

Penyusutan 1.000 1.000 0

Pemeliharaan 4.250 4.350 100/tm

Listrik 1.420 1.370 50/tm

Penanganan bahan 1.325 1.120 125/tm

Periksanaan 1.600 1.450 150/tm

Jumlah 17.545 17.370 175/tm

Tarif Kelompok

Jam tenaga kerja langsung = 1.100/1.000 = Rp 1,10

Jam mesin = Rp 6.720 / 3.000 = Rp 2,24

Pemindahan bahan = Rp 1.200 / 400 = Rp 3,00

Pemeriksaan = Rp 2.250 / 200 = Rp 11,25

Biaya Per unit

Kelompok 1 = Rp 1,1 X 1.000 Rp 1.100

2 = Rp 2,24 X 1.500 Rp 3.360

3 = Rp 3 X 50 Rp 150

4 = Rp 11,25 x 5 Rp 56,25

Jumlah Rp 1.507,25/ 1000 = Rp 1,5

33
Varian pengeluaran = Rp 1.320 (400 X Rp 3) = Rp 120/tm (varian harga)

Varian volume = Rp 1.200 (0 x Rp 3) = Rp 0 (mengukur biaya tak


bernilai tambah)

Varian kapasitas tak terpakai = (400 320) x Rp 3 = Rp 240

Varian pengeluaran = Rp 135 (12 X Rp 1) = Rp 15/tm

Varian volume = Rp 120/tm

34