Anda di halaman 1dari 6

PENATALAKSANAAN KARIES GIGI

PADA ANAK
Dr. drg. Fajriani, M. Si
Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin

I . Pendahuluan mengambil bagian dalam pembentukan karies


Karies gigi merupakan penyakit pada gigi yang adalah kurangnya perhatian terhadap kebersihan
banyak dijumpai, di Indonesia prevalensi karies mulut dapat mempermudah perkembangan karies,
pada anak sekolah dasar hampir 6080 % (Dep. konsumsi makanan yang banyak mengandung
Kes.1960), sementara di AS 93 % dari populasi karbohidrat dan jarang memakan makanan yang
mempunyai lesi karies (Massler, Ludwick & Schour berserat yang dapat membersihkan gigi.2,3
1952). Karies gigi adalah suatu penyakit dari
jaringan kapur (kalsium) gigi, ditandai dengan III . Predisposisi
kerusakan jaringan gigi, yang dimulai pada Predisposisi karies gigi pada anak ini lebih kepada
permukaan gigi dalam area predileksinya yaitu kondisi gigi sendiri yang secara alami mudah
pit, fisur, kontak proksimal dan secara progresif terjadi karies seperti konfigurasi anatomis yaitu
menyerang ke arah pulpa. Kerusakan gigi termasuk pit, fisur yang dalam, bentuk anatomis gigi yang
di dalamnya dekalsifikasi dari bahan-bahan mempunyai sifat self cleansing yaitu embrasur dan
anorganik dan desintegrasi dari bahan-bahan sepertiga servikal, posisi gigi pada lengkung gigi,
1
anorganik dari jaringan gigi. hubungannya terhadap kelenjar ludah, mudah
tidaknya dibersihkan dengan sikat gigi, kebiasaan
II . Etiologi mengunyah yang salah. Sisi yang tidak berfungsi
Dekalsifikasi disebabkan oleh asam yang akan cepat mengendapkan sisa-sisa makanan
dihasilkan dari reaksi antara bakteri asidogenik dan gigi yang terhambat pertumbuhannya, misal
dengan gula (karbohidrat). Bakteri asidogenik impacted.
misalnya laktobasilus, asidurik streptokoki, Bentuk anatomis gigi sulung dan letaknya
streptokokus mutans. pada lengkung gigi menentukan kerentanannya
Faktor yang berperan mempengaruhi aktivitas terhadap serangan karies. Gigi molar jauh lebih
karies gigi yaitu host (gigi), karbohidrat, rentan terhadap karies dibandingkan gigi lain.
mikroorganisme merupakan faktor paling aktif Hasil penelitian menunjukkan gigi molar satu tetap
dan waktu. Keempat faktor ini harus ada, bila merupakan gigi yang mudah terserang karies
salah satu faktor tidak ada maka karies tidak dengan presentase 66 88 % diantara semua gigi
terbentuk. Ini disebabkan keempat faktor ini pada anak-anak.4
merupakan lingkaran yang saling terkait, dengan Urutan gigi-gigi yang mudah terserang karies
karies ditengahnya. Faktor-faktor lain yang turut yaitu untuk gigi sulung adalah incisivus atas, molar
PENATALAKSANAAN KARIES GIGI PADA ANAK 1
bawah, caninus atas, molar atas, caninus bawah tahun, gigi yang terlibat bisa mencapai 10 buah,
dan incisivus bawah. Sedangkan untuk gigi tetap dan dikatakan tiba-tiba karena pulpa langsung
urutannya dimulai dari molar bawah, molar atas, terlibat. Rampan karies dapat terjadi pada mulut
premolar atas. yang relatif bersih.4,5,6
Gigi insisivus atas sulung mudah terkena karies,
karena enamel di permukaan lebih tipis dan kurang 1. Gejaia Klinis dan Gambaran Radiologi
padat dibandingkan permukaan oklusal gigi molar Karies rampan ini pada umumnya yang terkena
susu. Di samping itu gigi insisivus erupsi paling adalah anak-anak usia 4 8 tahun atau remaja
awal sehingga paling lama berkontak dengan ASI usia 11 19 tahun. Bila anak-anak usia 2 4
(Air Susu Ibu) atau PASI (Pengganti ASI) Gigi depan tahun sudah terserang rampan karies pada gigi
bawah (sulung atau tetap) biasanya imun terhadap sulung, hal ini dihubungkan dengan enamel
karies, karena adanya muara saliva sehingga self hipoplasia dan kepekaan terhadap karies yang
cleansing lebih baik. Keadaan gigi akan disebut tinggi. Gigi yang terkena rampan karies biasanya
parah bila karies telah menyerang gigi depan. sudah mengalami kerusakan hebat, beberapa
Urutan permukaan gigi yang diserang karies antara gigi atau semuanya dapat menjadi gangren atau
lain adalah pit, fisur (oklusal, bukal dan palatal) menjadi radiks. Konsistensi lesi karies sangat lunak
kontak proksimal, dan servikal. Perbandingan karies dengan warna kuning sampai coklat muda. Pada
pit dan fisur terhadap karies proksimal dan servikal umumnya karies sudah dalam. Terkenanya pulpa
5
8 : 4 : 1 (Schour). akan menyebabkan rasa sakit, terlebih bila disertai
Karies gigi pada anak dapat dibedakan abses yang mengakibatkan anak susah / tidak mau
berdasarkan umur dan faktor etiologi yang paling makan. Hal ini menyebabkan kurang optimalnya
dominan, karies gigi pada anak yang dimaksudkan fungsi pengunyahan sehingga mengakibatkan
adalah rampan karies dan karies botol pertumbuhan rahang berkurang terutama arah
vertikal. Bila terjadi gangguan pada jaringan
IV . Rampan Karies penyangga, melalui ronsen foto terlihat gambaran
Prevalensi karies gigi sulung lebih tinggi radiolusen disekitar apeks gigi. 6,7,8.
dibandingkan gigi tetap, hal ini disebabkan proses
kerusakannya kronis dan asimptomatis. Di samping 2. Faktor Etiologi Rampan Kries
banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya Faktor etiologi rampan karies adalah konsumsi
karies pada gigi sulung, struktur enamelnya makanan. Seringnya mengkonsumsi makanan dan
kurang padat karena banyak mengandung air dan minuman yang mengandung karbohidrat terutama
pemeliharaannya kurang baik yaitu sikat gigi tidak diantara waktu makan. Waktu makan merupakan
teratur. faktor yang dihubungkan dengan perkembangan
Defenisi rampan karies ialah suatu jenis karies rampan karies, berkurangnya sekresi serta
yang proses terjadinya dan meluasnya sangat kekentalan saliva sebab saliva dapat menghambat
cepat dan tiba-tiba, sehingga menyebabkan karies karena aksi buffer, kandungan bikarbonat,
lubang pada gigi, terlibatnya pulpa dan cenderung amoniak dan urea dalam saliva dapat menetralkan
mengenai gigi yang imun terhadap karies yaitu penurunan pH yang terjadi saat gula dimetabolisme
gigi insisivus depan bawah. Tidak ada keterangan bakteri plak, kecepatan sekresi saliva berakibat
yang menyatakan bahwa terjadinya rampan karies pada peningkatan pH dan kapasitas buffernya.
berbeda dengan karies biasa, hanya waktunya lebih Bila sekresi berkurang akan terlihat peningkatan
cepat. Dikatakan cepat karena dalam waktu satu akumulasi plak sehingga jumlah mikroorganisme
2 PENATALAKSANAAN KARIES GIGI PADA ANAK
(streptococus mutans) akan bertambah. 4) Perawatan dan restorasi.
Pada umumnya faktor psikologis dapat Perawatan dan pembuatan restorasi tergantung
mengakibatkan timbulnya kebiasaan buruk pada diagnosa masing-masing gigi misalnya
dalam makan atau memilih makanan. Stres juga pulpotomi, pulpektomi, pencabutan, pembuatan
dihubungkan sebagai penyebab berkurangnya amalgam atau crown.
sekresi dan kekentalan saliva, adanya faktor 5) Topikal aplikasi .
sistemik, misalnya penderita diabetes melitus. dan Lakukan topikal aplikasi dengan larutan fluor
juga faktor keturunan. pada gigi sebagai preventif. Pada evaluasi bila
Orang tua yang peka terhadap karies akan tidak dijumpai karies baru, topikal aplikasi tidak
mempunyai anak yang juga peka terhadap dilakukan lagi, cukup dengan pemakaian pasta gigi
karies. Hal ini disebabkan karena dalam keluarga yang mengandung fluor.
mempunyai pola kebiasan makan yang sama dan 6) Evaluasi
9
pemeliharaan kesehatan gigi yang sama pula. Evaluasi secara periodik setiap 3 bulan sampai
diperoleh keadaan oral hygene yang baik dan diet
3. Perawatan yang sesuai dengan anjuran. Koreksi faktor sistemik
Ada beberapa langkah penting dalam memutuskan (bila ada), saliva (terutama bila berhubungan
perawatan yang tepat untuk kasus rampat karies dengan stres) bila perawatan yang telah dilakukan
5,6
sebagai berikut: tidak berhasil.
1) Relief of pain (menghilangkan rasa sakit).
Tindakan yang dapat dilakukan pada kunjungan V .Karies Botol
pertama adalah menghilangkan rasa sakit dan Karies botol merupakan masalah yang sering
melenyapkan peradangan. Untuk menghilangkan dihadapi oleh dokter gigi, banyak ibu datang ke
rasa sakit pada peradangan gigi yang masih vital klinik dengan membawa anaknya yang sudah
(pulpitis) dapat dilakukan pemberian zinc oksid menderita karies botol, bahkan bayi yang masih
eugenol (ZnO). Untuk gigi yang non vital (gangren sangat muda, ada yang melaporkan usia 16 bulan
pulpa) lakukan trepanasi kemudian diberikan sudah terkena karies botol. Pengetahuan yang
obat-obatan melalui oral (antibiotik, analgetik). kurang dari ibu tentang penyebab karies botol
Bila dijumpai abses, berikan premedikasi terlebih menyebabkan keadaan ini terlambat untuk dirawat.
dahulu, kemudian lakukan insisi. ASI (Air Susu Ibu) atau makanan/minuman/susu
2) Menghentikan proses karies. melalui botol merupakan cara pemberian makanan
Tiap kavitas meskipun kecil mempunyai jaringan yang utama pada bayi dan anak, namun pola
nekrotik. Setelah rasa sakit hilang kavitas pemberian yang salah ternyata menyebabkan
dipreparasi untuk membuang semua jaringan terjadinya karies botol.
yang nekrotik sehingga proses karies terhenti. Banyak istilah-istilah yang digunakan untuk
Pada beberapa kasus yang tidak dapat ditambal menjelaskan keadaan karies pada bayi dan anak
langsung, lakukan tambalan sementara lebih yang menggunakan botol (berisi cairan karbohidrat
dahulu, misal pada hiperemi pulpa, berikan pulp yang dapat difermentasi) dalam waktu lama dan
capping (Ca hidroksid). sering. Istilah tersebut adalah Baby Bottle Caries,
3) Diet. Early Childhood Caries, Baby Bottle Tooth Decay
Anjuran untuk melakukan diet kontrol dan dan Nursing Caries.
jelaskan mengenai DHE dan oral hygiene. Lakukan Defenisi karies botol adalah suatu karies yang
oral profilaksis pada gigi. terjadi pada bayi dan anak yang masih sangat
PENATALAKSANAAN KARIES GIGI PADA ANAK 3
muda ditandai dengan pola tersendiri atau khas akan tergenang pada gigi atas. Jika cairan tersebut
berupa karies yang hebat dan parah pada gigi mengandung karbohidrat yang memfermentasikan
desidui disebabkan cara pemberian makanan/susu/ asam di sekeliling gigi akan terjadi proses
ASI yang tidak tepat. American Dental Association dekalsifikasi. Aliran saliva dan proses penelanan
(ADA) mendefinisikan ECC sebagai adanya satu yang kurang selama tidur akan membahayakan gigi
atau lebih kerusakan pada gigi (lesi dengan kavitas karena tidak ada self cleansing.10,11
atau tanpa kavitas), kehilangan gigi akibat karies
atau penambalan permukaan gigi sulung pada usia 2. Faktor Predisposisi Karies Botol
prasekolah antara usia lahir hingga 71 bulan Penyebab karies botol sebenarnya sama saja
Karies botol tidak tergantung pada jumlah gigi dengan karies yaitu interaksi antara empat
yang terlibat tetapi pada usia bayi dan anak, faktor yaitu: gigi (host), substrat (karbohidrat),
gigi dan posisi yang terlibat. Definisi karies botol mikrorganisme, serta waktu. Namun karies botol
sebenarnya adalah bentuk spesifik dari Rampan mempunyai faktor predisposisi yang lain yaitu :
Karies pada gigi sulung. Yang membedakannya 1) Pemberian ASI dan atau botol
dengan rampan karies adalah banyaknya gigi Pemberian ASI dan atau botol yang dilakukan
yang terlibat, lesi berkembang dengan cepat, sampai usia 13 bulan, cenderung menimbulkan
karies terjadi pada permukaan yang secara umum karies botol. Cara pemberian yang benar adalah
mempunyai resiko terjadinya karies kecil seperti bayi/anak harus dalam posisi duduk atau setengah
permukaan lingual gigi depan bawah dan kunci duduk dan tidak boleh diberikan sambil tiduran,
karies botol adalah tidak terlibatnya gigi insisivus apabila sampai anak tertidur sehingga cairan
9,10
bawah. tersebut akan tergenang di dalam mulut, botol atau
ASI harus sudah disingkirkan sebelum anak tertidur.
1. Pola Kerusakan Gigi Bayi/anak yang masih menyusui sampai usia 18
Pemeriksaan klinis memperlihatkan adanya pola bulan dianggap mempunyai resiko terjadinya
yang khas dan progresif. Kerusakan gigi dimulai karies, apalagi jika mereka mempunyai kebiasaan
segera setelah gigi erupsi yaitu pada gigi rahang diet yang berhubungan dengan makanan yang
atas bagian lingual. Gigi yang sering terlibat adalah bersifat kariogenik. Suatu penelitian menganjurkan
gigi insisivus sentralis dan lateralis atas, molar agar anak berhenti menyusui pada usia 6 bulan
pertama desidui atas dan bawah. Permukaan yang dan mulai makan/minum dengan cara yang sama
terkena dimulai dari proksimal kemudian labial seperti orang dewasa.
(servikal) dan oklusal pada gigi molar. 2) Penambahan bahan pemanis
Selama menyusui dengan ASI atau botol, Banyak orang tua menambahkan bahan pemanis
puting susu atau dot terletak di bagian palatal, ke dalam minuman yang kemudian dimasukkan
menyebabkan palatum tertekan, sementara itu ke dalam botol. Bahan yang terdiri dari sukrosa,
otot oral menekan isi botol ke dalam mulut. bahkan vitamin yang diberikan dalam jangka waktu
Cairan dari botol atau ASI tidak/sedikit mengenai lama dan tidak diikuti dengan pemberian air putih
gigi depan bawah karena secara fisik gigi bawah dapat menimbulkan karies botol. Selain diberikan
dilindungi oleh lidah, juga oleh ludah yang berasal dalam minuman ternyata ada juga ibu-ibu yang
dari glandula salivari. Di samping itu gigi depan melapisi mainan bayi/anak dengan bahan pemanis,
bawah juga merupakan gigi yang relatif imun hal ini juga dapat menimbulkan karies botol.
terhadap karies. Jika anak tertidur dengan puting 3) Mikrorganisme
susu atau dot berada dalam mulut, cairan tersebut Plak yang berasal dari anak penderita karies botol
4 PENATALAKSANAAN KARIES GIGI PADA ANAK
mengandung streptokokus mutans yang tinggi, mengeluh adanya rasa sakit sewaktu makan
pada anak yang menyusui jumlah kuman ini lebih terutama saat mengunyah dan juga saat menyikat
banyak. Susu dapat menurunkan pH pada plak gigi. Pulpa insisivus atas sudah terlibat, rasa sakit
sedangkan ASI menurunkan pH plak lebih rendah spontan pada malam hari dan sesudah minum
daripada susu sapi, akibatnya jumlah kuman akan panas/dingin yang berlangsung beberapa menit.
lebih banyak dalam mulut bila susu tergenang 4) Tahap traumatik
dalam mulut. Mengingat bahwa potensi kariogenik Tahap ini terjadi akibat tidak dilakukan tindakan
dari susu sapi atau ASI berhubungan dengan waktu perawatan sewaktu gejala awal terjadi. Gigi depan
menyusui yang lama, sehingga dapat menjadi atas akan rusak karena karies dan dengan tekanan
faktor berkembangnya mikrorganisme, terutama yang ringan dapat terjadi fraktur, bahkan tidak
11,12,13
streptokokus dan terbentuk karies botol. jarang anak datang dengan hanya tinggal akar
gigi saja. Pada tahap ini pulpa gigi insisivus atas
3. Tahap Perkembangan Karies Botol sudah non vital, molar bawah sudah pada tahap
Tahap perkembangan karies atau pola kerusakan kerusakan.
karies botol terdiri dari beberapa tahap, meskipun 5) Tahap karies terhenti
pada perkembangannya kadang-kadang sulit untuk Semua tahap akan terhenti bila penyebab karies
dideteksi. Pada setiap tahap pencegahan yang gigi dihilangkan. Akibat remineralisasi lesi akan
dilakukan mempunyai efek yang baik. Diagnosa berwarna coklat gelap.9,10,11
awal karies botol dimulai dengan diskolorasi yang
relatif sedikit pada gigi, karies dimulai dengan 4. Pencegahan dan Perawatan
demineralisasi, white spot pada permukaan Pencegahan dan perawatan yang dapat dilakukan
superfisialis lingual atau labiolingual dari gigi adalah pemberian ASI atau makanan melalui botol
insisivus atas, kadang-kadang dijumpai pula pada dianjurkan hanya sampai usia bayi 6 bulan, waktu
bagian proksimal, tetapi paling sering dijumpai memberi minuman pada bayi selalu diperhatikan
pada bagian serviks tempat melekatnya plak. dan bayi tidak boleh dibiarkan mengisap botol/
Secara umum ada 5 tahap perkembangan karies ASI sambil tiduran, apalagi sampai tertidur, hindari
botol yaitu : pemberian gula yang berlebihan, sebaiknya anak
1) Inisial sudah mulai diperkenalkan ke dokter gigi sejak
Disebut juga tahap reversibel, karena tahap ini usia dini (1 tahun) sehingga bila terlihat tanda-
dapat hilang. Ditandai dengan terlihatnya warna tanda karies botol dapat dirawat dengan segera,
putih, opak pada bagian seviks dan proksimal gigi perawatan harus dilakukan meskipun gigi hanya
insisivus atas akibat demineralisasi. Demineralisasi tinggal akar, karena usia penggantian gigi masih
dimulai beberapa bulan setelah gigi erupsi. Rasa lama dan kehilangan atau pencabutan yang dini
sakit tidak ada. dari gigi susu, mengakibatkan terganggunya
2) Karies/kerusakan pertumbuhan dan perkembangan rahang untuk
Lesi pada gigi insisivus atas meluas ke dentin dan tempat gigi tetap.11,13
menunjukkan diskolorasi. Proses ini sangat cepat,
anak mulai mengeluh sakit/ngilu bila minum air VII . Referensi
terutama yang dingin dan gigi yang terlibat sudah 1. Mc.Donald, Avery, Dean : Dentistry for the child and
mencapai molar satu atas. adolescent, 8th edition, Mosby Inc., 2004
3) Lesi yang dalam 2. Pinkhan JR : Pediatric dentistry infancy trough
Lesi pada gigi depan sudah meluas. Anak mulai adolescence, 4th edition, St. Louis, 2005
PENATALAKSANAAN KARIES GIGI PADA ANAK 5
3. Millet D, Welbury R : Orthodontics and paediatric
dentisytry, 3rd edition, Churchil Livingstone, Sidney-
Toronto, 2005
4. Millet D, Welbury R : Clinical problem solving in
orthodontics and paediatric dentistry, Sydney-Toronto,
2005
5. Cameron AC, Widmer RP : Handbook of pediatric
dentistry, 2nd edition, Mosby Company, Sidney-
Toronto, 2007
6. Andlaw R.J., Rock W.P. Alih Bahasa: drg. Agud Djaya.
Perewatan gigi anak .2nd Ed. Indonesia: Widya Medika;
1992.p. 43-51
7. Berkowittz RJ. Causes; Treatment and Prevention of
Early Childhood Caries: A Microbiologic Perspective. J
Can Den Assoc 2003. 69(5):306. Available from: http:/
www/cda-adc.ca/jcda/vol-69/issue-5/304.pdf. Accesses:
April 20,2008
8. Breastfeeding doesnt increase kids cavity risk. [online]
2007 [cited 2008 Jan 23]. Available from URL: http://
www.healthcentral.com.
9. Chu S. Riview early childhood caries :risk and
prevention in underserved population. March 2008 ;
18(1). Available from: http://www..jyi.org/research/
re.php?id=717. Accessed : March 28,2008.
10. Heriandi S. Penanggulangan Karies Rampan serta
Keluhannya pada anak. FKG UI.Jakarta:2002
11. Kidd,Edwina. Alih Bahasa:Narlan Sumawinata.
Dasar-dasar karies,penyakit dan penanggulangannya.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;1992,P.102-18
12. Nilza M, Ribeiro E, Manoel A,Ribeiro S.
Breastfeeding and early childhood caries:a critical
rivew. J pediatr (Rio de J) 2004; 80(5):2-7.
13. Promoting awarenness, preventing pain: facts
on early childhood caries (ECC) [online] 2004 [cited
2008 Jan 15]. Available from URL: http://www.
mchoralhealth.org.

6 PENATALAKSANAAN KARIES GIGI PADA ANAK