Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

UJI BIOKIMIA

(UJI REAKSI SUSU LITMUS)

Disusun oleh :

Indra Priawan M
4143220012
Biologi NK A 2014

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
I. JUDUL : REAKSI SUSU LITMUS
II. TUJUAN :
Mengetahui ciri pembentukan gas pada litmus
Mengetahui ciri reduksi litmus
Mengetahui dadih yang terbentuk
Mengetahui ciri proteolisis pada litmus
Mengetahui ciri reaksi alkali pada litmus
III. TINJAUAN TEORITIS :

Mikroorganisme diisolasi dan dideterminasi untuk tujuan tertentu, misalnya untuk


menentukan sifat penyebab sakit atau tidak, untuk mencari jenis yang berperan dalam
industri, untuk tujuan penentuan jenis dalam taksonomu dan lai lain. Untuk mencapai tujuan
tersebut perlu diketahui karakteristik biokimia dari mikroorganisme. Karakteristik biokimia
ini berbeda dan spesifik untuk setiap jenis mikroorganisme. Karakteristik biokimia ini
dikendalikan oleh enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang bersangkutan
(Hasanah,2017).

Uji biokimia bakteri merupakan suatu cara atau perlakuan yang dilakukan untuk
mengidentifikasidan mendeterminasi suatu biakan murni bakteri hasil isolasi melalui sifat
sifat fisiologinya. Proses biokimia erat kaitannya dengan metabolisme sel, yakni selama
reaksi kimiawi yang dilakukan oleh sel yang menghasilkan energi maupun yang
menggunakan energi untuk sintesis komponen komponen sel dam untuk kegiatan seluler
seperti pergerakan (Lehninger, 1992).

Suatu bakteri tidak dapat dideterminasi hanya berdasarkan sifat morfologinya saja,
sehingga perlu diteliti sifat-sifat biokimianya dan faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhannya. Ciri fisiologisnya ataupun biokimianya merupakan kriteria yangamat
penting didalam identifikasi spesimen bakteri yang tidak dikenal karena biakanataupun sel
bakteri yang berbeda dapat tampak serupa, tanpa hasil pengamatanfisiologis yang memadai
mengenai kandungan organik yang diperiksa makanpenentuan spesiesnya tidak mungkin
dilakukan (Murray,2005).

Karakterisasi dan klasifikasi sebagian mikroorganisme berdasarkan pada reaksi


enzimatik maupun biokimia. Mikroorganisme dapay tumbuh pada beberapa tipe media yang
memproduksi tipe metabolit yang dapat dideteksi dengan reaksi antara mikroorganisme
dengan reagen test yang dpat mengjasilkan oerubahan warna reagen. Adapun beberapa uji
biokimia mikroorganisme ialah :

a. Uji hidrolisis pati


b. Uji hidrolisis lipid
c. Uji reduksi nitrat
d. Uji hidrolisis kasein
e. Uji litmus milk (Pelczar, 2013).

Penyusunan susu yang terbesar digunakan sebagai dasar uji biokimia dalam media
litmus milk adalah laktosa, kasein, lacto-albumin dan lactoglobulin. Untuk melihat adanya
perubahan metabolisme yang diproduksi dalam medium, digunakan pH indikator yaitu
Oxidation Reduction indicator litmus, Indikator ini akan menyatu dalam medium. Saat ini
media litmus milk merupakan media yang baik untuk mikroorganisme yang dapat mencerna
substrat milk tergantuk dari beberapa komplemen enzimarik bakteri tersebut. Beberapa
perubahan biokimia litmus milk adalah :

a. Fermentasi laktosa
b. Pembentukan gas
c. Reduksi litmus
d. Pembentukan dadih
e. Proteolisis
f. Reaksi alkali (Tarigan,1988).

IV. ALAT DAN BAHAN :


NO NAMA ALAT
1 Bunsen
2 Tabung Reaksi
3 Ose
4 Korek
5 Inkubator

NO NAMA BAHAN
1 Medium Litmus Milk
2 Biakan Mikroba susu
kambing
3 Spiritus

V. PROSEDUR KERJA :

NO Prosedur
1 Mengisi dua tabung dengan media litmus milk
2 Media yang telah dituangkan kemudian diberi label satu sebagai
kontrol dan satu lagi ditulis dengan menggunakan bakteri susu
kambing
3 Menginokulasikan biakan bakteri susu kambing pada tabung litmus
yang telah diberi tanda
4 Menginkubasi media selama 48 jam pada suhu 370C
5 Mengamati reaksi yang terjadi

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN :


A. Tabel Hasil Pengamatan

NO SUBJEK KONTROL MIKROORGANISME SUSU


1 Pembentukan Gas + +
2 Reduksi Litmus - +
3 Pembentukan Dadih Renet Renet
4 Proteolisis + -
5 Alkali + -

Keterangan : + = Ada

- = Tidak Ada
B. PEMBAHASAN

Pembentukan Gas

Organisme mampu menggunakan laktosa sebagai sumber karbon untuk produksi energi,
dengan menggunakan induksi enzim -galactosidase. Degradasi laktosa dirumuskan sebagai
berikut:

Adanya asam laktat dapat dengan mudah dideteksi karena litmus bewarna ungu pada pH
netral dan berubah menjadi merah muda ketika medium menjadi asam yaitu pada pH sekitar
4. Produk akhir pada fermentasi laktosa adalah CO2 dan H2 . Adanya gas ini mungkin dapat
dilihat sebagai pemisahan curd atau pembelahan dalam curd sebagai akibat adanya gas yang
naik ke permukaan.

Reduksi Litmus

Fermentasi adalah proses anaerobic yang meliputi biooksidasi yang terjadi karena tidak
ada molekul oksigen. Oksidasi ini mungkin akan terlihat sebagai perpindahan hydrogen
(dehydrogenation) dari substrat.Karena ion hidrogen tidak dapat dalam bentuk
bebas/melayang-layang,hydrogen memerlukan akseptor elektron yang dapat mengikat ion
hydrogen jika hal tersebut tidak terjadi maka reaksi reduksi-oksidasi tidak akan berjalan dan
produksi energy tidak dapat dihasilkan. Pada tes litmus milk, litmus berperan sebagai
akseptor. Saat berada dalam kondisi oksidasi, litmus berwarna ungu; ketika litmus menerima
hydrogen dari substrat, litmus akan tereduksi dan berubah menjadi putih atau warna putih
susu. Oksidasi laktosa ini memproduksi asam laktat, asam butirat, gas CO2 dan gas H2.
-Lactic acid
Lactose Glucose Pyruvic acid
-Butyric acid

-CO2 + h2

Gas hydrogen dikenal sebagai hydrogen litmus acceptor, yang menyebabkan perubahan
menjadi putih dan menandakan bahwa laktosa tereduksi.

Pembentukan Dadih Renet

Aktivitas biokimia dari mikroorganisme yang berbeda ditumbuhkan pada litmus milk
menghasilkan produksi 2 tipe curd (clots) yang berbeda. Curd yang terbentuk bergantung
pada mekanisme biokimia yang membentuk curd tersebut. Beberapa organisme menghasilkan
rennin, enzim yang berperan mengubah casein menjadi bentuk paracasein, selain itu adanya
calcium ion diubah menjadi calcium paracaseinate dan membentuk gumpalan yang tidak
larut. Tidak seperti acid curd, curd jenis ini berupa gumpalan semisolid yang lembut.
Gumpalan ini akan mengalir perlahan saat tabung dimiringkan.

Proteolisis

Ketidakmampuan beberapa mikroorganisme untuk menghasilkan energi melalui jalur


fermentasi laktosa menandakan bahwa mikroorganisme tersebut harus menggunakan sumber
nutrisi lainnya sebagai protein untuk menghasilkan energi. Dengan menggunakan enzim
proteolitik, organisme menghidrolisis milk protein, terutama casein, menjadi bentuk dasarnya
yaitu asam amino. Proses pencernaan protein disertai dengan perubahan sejumlah besar
ammonia yang dihasilkan dalam medium dengan alkaline pH. Litmus berubah warna menjadi
lapisan ungu yang berada di atas/ permukaan dari tabung. reaksi sedangkan bagian bawahnya
kehilangan strukturnya dan membentuk cairan kecoklatan.

Reaksi alkaline

Reaksi alkaline dibuktikan ketika warna pada medium tidak berubah atau berubah
menjadi biru. Reaksi ini mengindikasikan partial degradation dari casein menjadi rantai
polipeptida yang lebih pendek, dengan disertai pelepasan produk akhir alkaline yang
menyebabkan perubahan warna.

Beberapa kemungkinan hasil yang diperoleh dari uji Litmus Milk :

Keterangan gambar : A. Acid/Reduction/Curd


B. Reduction/Curd (arrow denotes gas pocket)
C. Uninoculated Control
D. Acid Formation
E. Proteolysis of casein
F. Alkaline Reaction

VII. JAWABAN PERTANYAAN DAN TUGAS


1. Apa fungsi litmus yang digunakan untuk reaksi susu litmus?
Litmus berfungsi sebagai pendeteksi pH bakteri.
2. Jelaskan mengapa medium susu litmus dianggap sebagai medium diferensial yang
baik?
Hal ini dikarenakan medium litmus mengandung banyak komponen yang bisa
digunakan oleh banyak bakteri untuk bermetabolisme. Dan setiap reaksi yang
ditimbulkan dari metabolisme menunjukkan hasil yang bervariasi antar speiesnya
pada media ini.
3. Apa perbedaan dadih asam dan dadih renet?
Pada dadih asam bakteri menyebabkan pengendapan protrin kasein menjadi
calsium kasein. Sementara oada dadih rennet bakteri menghasilkan rennin yang
mengubah kasein menjadi paracasein.

VIII. KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan dapat disimpulkan bahwa :
a. Pada tabung terbentuk gas yang ditandai dengan adanya pemisahan pada dadih
b. Reduksi litmus hanya terjadi pada litmus milk dengan mikroba susu kambing dan
ditandai dengan adanya warna putih susu pada tabung
c. Adapun dadih yang terbentuk pada dua tabung ialah Rennet hal ini dikarenakan
endapan yang ada pada tabung tumpah ketika dibalik
d. Pada proteolisis hanya kontrol yangterbentuk. Hal ini dilihat dari adanya warna ungu
pada media litmus
e. Pada reaksi alkali hanya pada kontrol yang terbentuk. Hal ini dapat dilihat dari media
yangtetap berwarna ungu tanpa ada perubahan.

IX. DAFTAR PUSTAKA

Hasanah, Uswatun.2017. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Medan : UNIMED.

Lehninger. 1992.Dasar-Dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Murray, Robert K. Et al. 2005. Biokimia Harper. Jakarta: Penerbit Buku Kedoktera EGC

Pelczar, Michael J dan E.C.S. Chan. 2013. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta :Penerbit
UI.

Tarigan, J. 1988. Pengantar Mikrobiologi. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Anda mungkin juga menyukai