Anda di halaman 1dari 30

BIODATA

NAMA : Dra. Siti Susiani, M.Si., Apt

PENDIDIKAN:
Si Farmasi ITB (Lulus tahun 1989)
Profesi Apoteker ITB (Lulus tahun 1990)
S2 Farmasi Rumah Sakit ITB (Lulus tahun 2000)

PEKERJAAN:
Sekretaris Tim Farmasi dan Terapi
Penanggung Jawab Depo Farmasi P.Spesialis Anggrek RSUP dr. Hasan Sadikin
Bandung

ALAMAT EMAIL: sitisusiani@yahoo.com


1/30/2016
MANAJEMEN DAN
PENGGUNAAN OBAT (MPO)
MPO 2 :
SELEKSI DAN PENGADAAN
OLEH : SITI SUSIANI
DISAMPAIKAN PADA ACARA WORKSHOP
IMPLEMENTASI MANAJEMEN DAN PENGGUNAAN OBAT DI RUMAH SAKIT
BANDUNG, 2-3 FEBRUARI 2016
MAKSUD DAN TUJUAN MPO2
Rumah sakit harus memiliki dan mengembangkan formularium
obat dan terapi

Penyusunan formularium obat:


Proses kolaboratif
Mempertimbangkan kebutuhan dan keselamatan pasien serta kondisi
ekonomisnya.

Bila terjadi kehabisan obat (karena terlambatnya


pengiriman, stok nasional kurang dll) yang tidak diantisipasi
dalam pengendalian inventori yang normal harus ada suatu
proses untuk mengingatkan para pembuat resep tentang
kekurangan obat tersebut dan saran substitusinya
STANDAR MPO 2
Obat dengan cara seleksi yang benar, digunakan untuk
peresepan atau pemesanan, ada di stok atau siap tersedia
EP 1 :
Ada daftar obat yang dalam stok obat rumah sakit atau siap
tersedia dari sumber luar

SASARAN MATERI DOKUMEN


Daftar obat
dalam stok
Daftar Stok
Instalasi obat RS atau
Obat sesuai
Farmasi yang siap
Formularium RS
tersedia dari
sumber luar
MPO 2 : EP 2
Suatu proses kolaboratif digunakan untuk
mengembangkan daftar tersebut (kecuali ditetapkan
oleh peraturan atau otoritas di luar rumah sakit)

SASARAN MATERI DOKUMEN


Proses revisi Formularium RS
daftar obat
secara berkala
TFT Bukti Rapat
sesuai
dalam
perkembangan
menyusun
terbaru
Formularium
RANGKUMAN PROSES PEMBUATAN FORMULARIUM
NO TAHAPAN WAKTU BUKTI DOKUMEN
1 Penyampaian surat dari TFT ke Kepala SMF untuk Surat
mengusulkan obat yang akan dimasukkan ke
Formularium RS Tahun 2015
2 Kepala SMF menyampaikan usulan obat yang akan Surat usulan dan daftar obat yang
masuk Formularium RS Tahun 2015 ke TFT diusulkan disertai dokumen
pendukung
3 Sekretariat TFT mengkompilasi semua usulan obat Hasil Kompilasi
yang akan masuk ke Formularium RS Tahun 2015
4 TFT mengadakan rapat penyusunan obat formularium Undangan rapat, daftar hadir dan
yang dihadiri seluruh anggota TFT untuk menetapkan notulen rapat
Formularium RS tahun 2015
5 Buat draft Surat Keputusan Direktur oleh TU mengenai Draft SK Direktur
pemberlakuan Formularium RS pada periode tertentu.
6 Sosialisasi draft Formularium RS kepada anggota TFT Undangan rapat, daftar hadir dan
notulen rapat, draft Formularium Baru
1/30/2016
CONTOH SURAT DARI TFT KE KEPALA SMF
Yth : Kepala Bagian/SMF`
Dari : Ketua Tim Farmasi dan Terapi
Lampiran : Satu Berkas
Hal : Masukan Usulan Formularium tahun 2015
Sehubungan dengan akan direvisinya Formularium tahun 2015, bersama ini
kami sampaikan Formulir Usulan Formularium (terlampir). Obat yang
diusulkan adalah obat di luar Fornas atau Fornas Restriksi. Setiap usulan
harus disertai dengan alasan dan dokumen pendukung berupa clinical
pathway/Pedoman Diagnosa dan Terapi/bukti ilmiah terkini dan terpercaya.
Usulan agar dikirim langsung ke sekretariat TFT paling lambat tanggal 24
Februari 2015.
Apabila sampai tanggal 24 Februari 2015 tidak mengirimkan usulan atau
sudah mengirim usulan tetapi tidak dilengkapi dengan alasan dan dokumen
pendukung dianggap tidak mengusulkan.
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
FORMULIR USULAN OBAT
BENTUK
KELAS
NO NAMA OBAT SEDIAAN DAN KEMASAN ALASAN
TERAPI
KEKUATAN
CONTOH KEBIKAKAN TERKAIT PENYUSUNAN
FORMULARIUM
Pengusulan obat dengan nama generik hanya dapat dilakukan oleh
SMF (bukan perorangan) sesuai dengan kewenangan klinis yang ada,
dengan menggunakan formulir khusus dalam kurun waktu yang telah
ditentukan oleh TFT.
SMF mengajukan usulan obat di luar Formularium Nasional (non Fornas)
kepada TFT berdasarkan fakta bahwa obat tercantum di dalam
Panduan Praktek Klinis (PPK) atau Clinical Pathway (CP) yang berlaku di
RS. Oleh karena itu setiap penggantian obat atau rejimen terapi di
dalam PPK atau CP harus diberitahukan kepada TFT.
Setiap obat yang diusulkan untuk masuk dalam formularium harus
dilengkapi dengan informasi meliputi alasan ilmiah, kelas terapi, indikasi
terapi, bentuk sediaan dan kekuatan.

1/30/2016
MPO 2 : EP 3
Ada proses yang disusun untuk menghadapi
bilamana obat tidak tersedia, pemberitahuan
kepada pembuat resep serta saran substitusinya

SASARAN MATERI DOKUMEN


SPO SPO penanganan
ketidaktersediaan bila terjadi
obat dan ketidaktersediaan
Instalasi pemberitahuan stok obat di RS
Farmasi kepada dokter
pembuat resep
serta saran MoU dengan
substitusinya pemasok obat
CONTOH KEBIJAKAN UNTUK OBAT TAP
Bila obat yang diperlukan tidak ada
persediaan, maka Instalasi Farmasi dapat
melakukan substitusi :

Setara generik, langsung mengganti


dengan obat yang tersedia di RS

Setara terapi, dengan menyampaikan


pemberitahuan kepada dokter penulis
resep dan menyarankan obat pengganti
yang tercantum dalam formularium.
STANDAR MPO 2.1
Ada metode untuk mengawasi daftar obat yang tersedia
dan penggunaan obat di rumah sakit
EP1 : Ada metode untuk mengawasi penggunaan obat
dalam rumah sakit

SASARAN MATERI DOKUMEN

Metode Kebijakan
TFT pengawasan
penggunaan
pengawasan
penggunaan
obat dalam RS obat
Kebijakan pengawasan penggunaan obat

Pemberian obat kepada pasien meliputi proses


verifikasi bahwa obat-obatan tersebut sesuai
permintaan yang tertulis dalam formulir Catatan
Pengobatan, dengan prinsip 5 (lima) Benar
yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis,
benar rute, benar waktu dan frekuensi
pemberian.
Pemantauan efek terapi dan efek samping
obat (ESO) harus dilakukan secara kolaboratif
oleh dokter, perawat dan apoteker.
1/30/2016
MPO 2.1 : EP 2
Obat dilindungi terhadap kehilangan atau
pencurian di seluruh rumah sakit

SASARAN MATERI DOKUMEN


Sistem
pengamanan
atau
Semua unit Pedoman
perlindungan
tempat pengawasan
terhadap
penyimpanan dan distribusi
kehilangan
obat obat di RS
atau
pencurian di
seluruh RS
Kebijakan Pengawasan dan Distribusi Obat
Penyimpanan Perbekalan Farmasi harus dilakukan
sesuai persyaratan dan standar kefarmasian untuk
menjamin stabilitas dan keamanannya (kehilangan,
kerusakan, dan kekeliruan) serta memudahkan dalam
pencariannya untuk mempercepat pelayanan.
Area penyimpanan Perbekalan Farmasi di Instalasi
Farmasi (gudang dan depo farmasi) tidak boleh
dimasuki oleh petugas selain petugas Instalasi Farmasi.
Penyimpanan Perbekalan Farmasi harus diinspeksi
secara berkala setiap bulan.

1/30/2016
MPO 2.1 : EP 3
Para praktisi pelayanan kesehatan dilibatkan dalam proses
pemesanan, penyaluran, pemberian dan monitoring proses, juga
diikutsertakan dalam memantau dan menjaga daftar obat

SASARAN MATERI DOKUMEN


Sosialisasi terkait
proses
pemesanan,
penyaluran, SK
TFT pemberian, dan pembentukan
proses monitoring TFT
pasien, evaluasi
dan menjaga
daftar obat
CONTOH URAI TUGAS TFT
Memberikan masukan kepada pimpinan RS dan tenaga
kesehatan dalam semua masalah yang berkaitan dengan
Perbekalan Farmasi.
Menyusun Kebijakan Penggunaan Perbekalan Farmasi di RS
Menyusun Formularium dan Daftar Alat Medis Habis Pakai Rutin
serta memperbaharuinya secara berkala. TFT harus mampu
meminimalkan jenis obat, yang generiknya sama atau jenis
obat yang indikasinya sama.
Merencanakan dan melaksanakan program pelatihan dan
penyebaran informasi obat kepada staf medik RS tentang hal-
hal yang berhubungan dengan pemilihan, pengadaan dan
penggunaan.
Berperan aktif dalam penjaminan mutu pemilihan, pengadaan
dan penggunaan Perbekalan Farmasi.

1/30/2016
CONTOH URAI TUGAS TFT
Menyelenggarakan pemantauan dan evaluasi efek samping obat yang
terjadi di RS.
Memandu tinjauan penggunaan obat (drug utilization review) dan
mengumpanbalikkan hasil tinjauan tersebut ke seluruh staf medik.
Mengkoordinasikan dan mengevaluasi uji coba alat kesehatan medis
habis pakai rutin yang akan dimasukkan dalam Standar Alat Medis Habis
Pakai Rutin.
Melakukan review/tinjauan sistem pengelolaan dan penggunaan
Perbekalan Farmasi secara keseluruhan meliputi pemilihan, pengadaan,
peresepan, penyimpanan, penyiapan, pemberian dan pemantauan,
paling sedikit 1 (satu) tahun sekali.
Melakukan review/ tinjauan daftar obat formularium rumah sakit yang
diusulkan dari SMF dan daftar pada formularium sebelumnya, setiap
tahun 1 (satu) kali berdasarkan informasi keamanan dan efektivitas yang
muncul dan informasi tentang penggunaan serta Kejadian Tidak
Diharapkan (KTD).
1/30/2016
MPO 2.1 : EP 4
Keputusan untuk menambah atau mengurangi obat dari
daftar dipandu dengan kriteria

SASARAN MATERI DOKUMEN

SK jika ada Kriteria


penambahan menambah &
atau mengurangi obat
TFT pengurangan formularium
obat dari daftar
beserta Form usulan obat
kriterianya baru
CONTOH KRITERIA MENAMBAH &
MENGURANGI OBAT FORMULARIUM
Obat yang terpilih masuk
Memperlihatkan tingkatan bukti ilmiah yang tertinggi untuk
indikasi dan keamanannya.
Bila dari segolongan obat yang sama indikasinya
memperlihatkan tingkatan bukti ilmiah khasiat dan keamanan
yang sama tinggi, maka pertimbangan selanjutnya adalah
dalam hal ketersediaannya di pasaran.

Obat yang dikeluarkan


Tidak diproduksi lagi/ditarik dari peredaran
Diketahui mempunyai efek samping yang membahayakan
pasien
Tidak ada lagi yang meresepkan selama setahun (slow
moving).
MPO 2.1 : EP 5
Bila ada obat yang baru ditambahkan dalam daftar, ada
proses atau mekanisme untuk memonitor bagaimana
obat digunakan dan KTD

SASARAN MATERI DOKUMEN


Monitoring Kebijakan
Pelaksanaan
bagaimana Pemantauan &
sekiranya ada Pelaporan ESO
TFT penambahan
obat baru dan
KTD yg tidak Laporan MESO
diantisipasi obat baru
Kebijakan Pelaksanaan
Pemantauan & Pelaporan ESO
Pemantauan efek terapi dan efek samping obat (ESO) harus
dilakukan secara kolaboratif oleh dokter, perawat dan
apoteker.
Semua kejadian ESO harus dipantau, didokumentasikan dan
dilaporkan ke Tim Farmasi dan Terapi.
Pemantauan ESO didokumentasikan dalam rekam medik
pada Formulir Catatan Terintegrasi, Formulir Catatan
Pengobatan, serta Formulir MESO
Obat yang diprioritaskan untuk dipantau ESO adalah :
Obat baru yang masuk Formularium RSHS;
Obat program, seperti obat Anti Retro Viral (ARV), obat program
Tubercolosis Multi Drug Resistance (TB-MDR), obat program DOTS
(Directly Observed Treat-ment, Short-course), serta obat program
lainnya yang ditetapkan rumah sakit. 1/30/2016
MPO 2.1 : EP 6
Daftar penelaahan sekurang-kurangnya setahun sekali
berdasarkan atas informasi tentang safety dan
efektivitas

SASARAN MATERI DOKUMEN


Review dan
evaluasi
Proses review
formularium RS
formularium
TFT berdasarkan
(minimal
informasi
setahun sekali)
tentang safety
dan efektivitas
CONTOH REVIEW FORMULARIUM
BENTUK SEDIAAN/ JUMLAH
NAMA GENERIK NAMA DAGANG KET
KEKUATAN PENGGUNAAN
1. ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI
1.1. ANALGESIK NARKOTIK
fentanil inj 0,05mg/ml (2 ml) fentanyl FN EC 26087
inj 0,05mg/ml (10 ml) fentanyl FN EC 0

patch 12,5 mg Durogesic FN EC 770

patch 25 mg Durogesic FN EC 1608

patch 50 mg Durogesic FN EC 128

hidromorfon HCl tab hidromorfon HCl

tab 8 mg Jurnista 144


1/30/2016

tab 16 mg Jurnista 0
STANDAR MPO 2.2
RS dapat segera memperoleh obat yang tidak ada dalam stok
atau yang normal tersedia di RS atau sewaktu-waktu bilamana
farmasi tutup
EP1 :
Ada proses untuk persetujuan dan pengadaan obat yg dibutuhkan tapi
tidak ada dalam stok atau yg secara normal tersedia di RS

SASARAN MATERI DOKUMEN


SPO bila stok obat
Pimpinan RS Proses persetujuan kosong
dan pengadaan
obat yg dibutuhkan
Kepala Instalasi Buku catatan dan
tetapi tidak tersedia
Farmasi Formulir permintaan
atau tidak termasuk
Staf Instalasi dalam daftar obat obat/alkes bila stok
Farmasi RS tidak tersedia di RS
FORMULIR PERMOHONAN
PEMAKAIAN OBAT NON FORMULARIUM
Nama Penderita : ...
Ruang/Kamar : ......
Nama Generik Obat : ...
Nama Dagang Obat : ..
Indikasi : ..
Produsen : ..
Jadwal & Rute Pemberian : ..
Jumlah dosis yang dibutuhkan : ..
Alasan penggunaan : ........

Tanggal :` Tanggal :
Dokter Konsulen Dokter Pemohon

( ...)
( ..)

Tanggal : Tanggal :
Anggota Tim Farmasi & Terapi Apoteker Penerima Formulir

1/30/2016
( ...)
( ..)
MPO 2.2 EP2
Ada proses untuk mendapatkan obat pada saat dimana
farmasi tutup atau persediaan obat terkunci

SASARAN MATERI DOKUMEN

Kepala Instalasi Proses


Farmasi mendapatkan
obat saat SPO bila farmasi
farmasi tutup tutup/persediaa
atau n obat terkunci
Staf Instalasi persediaan
Farmasi obat terkunci
MPO 2.2 EP 3
Staf memahami proses pd maksud & tujuan

SASARAN MATERI DOKUMEN


Bukti
Sosialisasi sosialisasi
Staf Instalasi SPO kepada dan cek
Farmasi seluruh staf pemahaman
terkait staf melalui
telusur
Hatur Nuhun
1/30/2016