Anda di halaman 1dari 21

BIODATA PEMATERI

NAMA : Dra. Susilawati, M.Si., Apt

PENDIDIKAN :
S1 Farmasi ITB (Lulus tahun 1993)
Profesi Apoteker ITB (Lulus tahun 1994)
S2 Farmasi Rumah Sakit ITB (Lulus tahun 2000)

PEKERJAAN : Kepala Instalasi Farmasi


RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung

ALAMAT RUMAH : Puri Cipageran Indah 2 Blok C12 No. 3A Ngamprah-


Kabupaten Bandung Barat

ALAMAT EMAIL : susipratonggopati@yahoo.com


STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

MANAJEMEN DAN PENGGUNAAN OBAT-


OBATAN (MPO)

Susilawati
2 Februari 2016
Standar MPO
1. Organisasi dan Manajemen
2. Seleksi dan Pengadaan
3. Penyimpanan
4. Pemesanan dan Pencatatan
5. Penyiapan dan Dispensing
6. Pemberian
7. Pemantauan
ORGANISASI PENGELOLAAN OBAT-OBATAN

Organisasi & Manajemen


(IFRS & TFT)

Pemantauan Seleksi & Pengadaan


(Dokter, Perawat, Farmasis) (TFT, IFRS & ULP)

Pemberian Penyimpanan
(Ruang Perawatan, COT) (IFRS, Unit Penyimpan Obat)

Penyiapan & Dispensing Order, Peresepan & Penyalinan


(Depo Farmasi, IV Adm) (Dokter, Perawat, Farmasis)
ORGANISASI DAN MANAJEMEN (MPO 1)

1. Ada kebijakan tentang semua tahapan pengelolaan dan


penggunaan obat-obatan di RS
2. Petugas yang mengelola proses obat dilibatkan dalm
struktur organisasi
3. Ada review sistem MPO sekurang-kurangnya satu kali
selama 12 bulan terakhir
4. Pelayanan dan penggunaan obat sesuai dengan undang-
undang dan peraturan yang berlaku
5. Sumber informasi obat selalu tersedia bagi semua yang
terlibat dalam penggunaan obat
ORGANISASI DAN MANAJEMEN (MPO 1.1)

1. Seorang petugas yang kompeten (mempunyai izin,


sertifikat, dan terlatih) secara langsung mensupervisi
pelayanan kefarmasian.

2. Supervisi meliputi semua proses yang dijabarkan


dalam MPO 2 s.d. MPO 5 dan berpartisipasi dalam
MPO 7 sampai dengan MPO 7.1
SELEKSI DAN PENGADAAN (MPO 2)
Ada daftar obat (Formularium) yang disusun :
1. Melalui proses kolaboratif
2. Ada proses untuk menghadapi bilamana obat TAP,
berikut informasi dan saran subtitusi ke penulis
resep
SELEKSI DAN PENGADAAN (MPO 2.1)

1. Ada metode pengawasan penggunaan obat di RS


2. Obat dilindungi dari kehilangan dan pencurian
3. Praktisi pelayanan diibatkan dalam evaluasi
formularium
4. Kriteria penambahan dan pengurangan obat dalam
formularium
5. Obat baru dimonitor
6. Formularium ditelaah sekurang-kurangnya 1 tahun
sekali (safety dan efektifitas)
SELEKSI DAN PENGADAAN (MPO 2.2)

1. Proses persetujuan dan pengadaan obat non


formularium
2. Proses mendapatkan obat pada saat farmasi
tutup/persediaan terkunci
PENYIMPANAN (MPO 3, 3.1)
Obat disimpan dengan baik dan aman :
(di IFRS, Nurse Station dalam unit klinis)
Stabilitas produk

Bahan terkontrol (dilaporkan secara akurat sesuai peraturan


yang berlaku)
Label obat/bahan kimia

High Concentrate

Inspeksi berkala (memastikan obat disimpan secara benar)

Penyimpanan dan identitas obat yang dibawa pasien

Penyimpanan yg tepat bagi obat spt nutrisi, radioaktif, obat


sampel, obat penelitian, dll
PENYIMPANAN (MPO 3.2, 3.3)

Obat emergensi :
Tersedia, dimonitor dan aman

Recall Obat :
Penarikan obat

Pengelolaan (penggunaan dan pemusnahan) obat

kedaluarsa
PEMESANAN DAN PENCATATAN (MPO 4)

Diatur dengan kebijakan dan prosedur :


Dirumuskan secara kolaboratif
Staf dilatih ttg penulisan resep dan pencatatan yang
benar dan aman
Tindakan thd resep tidak terbaca

Catatan obat terkini ada di rekam medik dan informasi ini


tersedia bagi farmasi, perawat dan dokter
Order pertama obat dibandingkan dengan daftar obat
sebelum masuk RS
PEMESANAN DAN PENCATATAN (MPO 4.1)

Kebijakan ttg Elemen kelengkapan resep ditetapkan oleh rumah


sakit, minimal :
Data identifikasi pasien

Elemen penulisan resep

Generik atau nama dagang

Resep PRN

Peresepan obat LASA

Tindakan thd resep yang tidak lengkap/tidak jelas

Elemen untuk pemesanan obat EMG, automatic stop order, dll

Order secara verbal

Pesanan berdasarkan berat badan pasien


PEMESANAN DAN PENCATATAN (MPO 4.2, 4.3)

Kewenangan penulisan resep


Pembatasan penulisan obat golongan tertentu
Penulis resep dikenal oleh petugas farmasi atau
petugas yang mengeluarkan obat
Obat-obat yang diresepkan dan diberikan dicatat
dalam rekam medis pasien, bila menggunakan form
terpisah maka digabungkan ke rekam medik saat
transfer pasien/pasien pulang
PENYIAPAN DAN DISPENSING (MPO 5)

Obat disiapkan dalam lingkungan yang aman dan


bersih :
Termasuk obat yang disimpan dan disalurkan dari luar
farmasi
Sesuai dengan undang-undang/peraturan

Staf mempersiapkan produk steril, terlatih dalam prinsip


teknis aseptik
Fasilitas sesuai (misal pencampuran obat sitostatika)
PENYIAPAN DAN DISPENSING MPO 5.1)

Resep ditelaah ketepatannya :


Kewenangan dan kompetensi penelaah
Point yang ditelaah :
Ketepatan obat, dosis, frekuensi dan rute
Duplikasi terapi
Alergi
Interaksi obat-obat, obat-makanan
Berat badan pasien
Kontraindikasi
Pengecualian
Proses konfirmasi ke dokter bila ada pertanyaan
Penelaahan difasilitasi dengan catatan semua pasien penerima
obat
Up date software telaah obat
PENYIAPAN DAN DISPENSING (MPO 5.2)

Keseragaman sistem distribusi farmasi :


Akurat dan tepat waktu
Dalam bentuk yang paling siap diberikan

Etiket obat
Obat yang dikeluarkan dari kemasan asli, dalam bentuk yang
berbeda, tidak segera diberikan (nama obat, kekuatan, tgl
penyiapan, tgl kedaluarsa)
PEMBERIAN (MPO 6, 6.1, 6.2)

Rumah sakit menetapkan petugas yang kompeten


yang diizinkan untuk memberikan obat, melalui urai
jabatan atau pemberian wewenang/batasan
Pemberian obat termasuk verifikasi apakah sudah
sesuai dengan instruksi dokter
Pemberian obat dicatat di RM
Obat yang dibawa pasien ke rumah sakit
Penggunaan obat sendiri oleh pasien
Penggunaan obat sample
PEMANTAUAN (MPO 7)

1. Efek obat terhadap pasien dimonitor, termasuk efek


obat yang tidak diharapkan
2. Proses monitoring secara kolaboratif
3. Kebijakan : efek yang harus dicatat di RM dan
dilaporkan ke RS dalam waktu tertentu
PEMANTAUAN (MPO 7.1)

Kesalahan Obat dan KNC ditetapkan melalui proses


kerjasama
Kesalahan Obat dan KNC dilaporkan tepat waktu
Penanggungjawab mengambil tindakan dari hasil
pelaporan
Informasi ini digunakan untuk memperbaiki proses
penggunaan obat
Terima Kasih