Anda di halaman 1dari 4

BENCHMARKING INTERNAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1 dari 1
RS PERTAMINA CIREBON
Ditetapkan oleh
Direktur

SPO Tanggal Terbit :

Dr. Sunardjo
BENCHMARKING INTERNAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1 dari 1
RS PERTAMINA CIREBON
Ditetapkan oleh
Direktur

SPO Tanggal Terbit :

Dr. Sunardjo
BENCHMARKING INTERNAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1 dari 1
RS PERTAMINA CIREBON
Ditetapkan oleh
Direktur

SPO Tanggal Terbit :

Dr. Sunardjo

PENGERTIAN 1. Benchmarking adalah proses yang sistematis dan berdasarkan data untuk
peningkatan berkesinambungan yang melibatkan perbandingan dengan
pihak internal dan atau eksternal untuk mengidentifikasi, mencapai, dan
mempertahankan best practice.
2. Benchmarking ada dua jenis yaitu benchmarking internal dan eksternal
3. Internal benchmarking adalah membandingkan proses yang sama pada
area yang berbeda dalam satu organisasi, dalam periode tertentu.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan benchmarking internal

KEBIJAKAN SK Direktur RSPC no tentang kebijakan PMPK

PROSEDUR 1. Komite mutu merencanakan topik sasaran mutu yang akan dilakukan
benchmarking secara internal
2. Direktur menetapkan topik sasaran mutu dan unit internal Rumah Sakit yang
akan dilakukan benchmarking atas usulan komite mutu
3. Syarat dilakukan internal benchmarking pada unit kerja :
a. Antar unit yang dipilih untuk dilakukan benchmarking memiliki tipe dan
jenis pelayanan yang sama
b. Sasaran mutu antar unit, yang dijadikan topik benchmarking dipilih sama
c. Periode frekuensi pengukuran data sasaran mutu oleh unit terkait yang
dipilih sama
4. Komite mutu memberikan informasi secara tertulis kepada unit terkait yang
akan dilakukan benchmarking dengan sasaran mutu yang telah ditetapkan
5. Komite mutu bersama unit terkait melakukan koordinasi untuk
melaksanakan benchmarking
6. Unit terkait yag dilakukan benchmarking melakukan pengumpulan data
sesuai dengan topik sasaran mutu, diolah dan hasil laporan pencapaian
target dilaporkan ke Komite Mutu
7. Komite mutu melakukan analisa dan validasi data target unit yang terkait
8. Komite Mutu melakukan perbandingan hasil / benchmrking pencapaian
target sasaran mutu antar unit yang terkait
9. Komite Mutu melaporkan kepada Direktur hasil benchmarking
10. Jika hasil benchmarking adalah positif maka kinerja unit lebih baik dari unit
partner benchmarking, jika hasil benchmarking adalah negatif maka
dilakukan RCA dan hasilnya dipakai untuk perbaikan performance unit
tersebut
11. Komite Mutu memberi rekomendasi / usulan atas hasil dari benchmarking
yang telah disepakati oleh Direktur kepada unit untuk disosialisasikan ke
staf.
BENCHMARKING INTERNAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1 dari 1
RS PERTAMINA CIREBON
Ditetapkan oleh
Direktur

SPO Tanggal Terbit :

Dr. Sunardjo

Unit Terkait 1. Direktur


2. Wadir Medis
3. Wadir Penunjang Medis
4. Wadir Keuangan
5. Wadir Keperawatan
6. Wadir SDM dan Umum
7. Seluruh unit/bagian/instalasi

Anda mungkin juga menyukai