Anda di halaman 1dari 11

ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

KAJIANERGONOMITENTANGLINGKUNGANFISIK
PADASTASIUNKERJA

VeronicaTuka*;SuharyoWidagdo**,A.M.Wibowo*

ABSTRAK:
KAJIAN ERGONOMI TENTANG LINGKUNGAN FISIK PADA STASIUN
KERJA. Manusiasebagaipemakaiprodukindustriharusdipelajariseutuhnyadaripola
tingkah laku sampai pada ukuran dan kekuatan fisiknya. Apa, siapa dan bagaimana
manusiaituhendaknyadijadikansebagaimatrapertamadalamkonsepperancanganproduk
maupun stasiun kerjanya. Makalah akan membicarakan kajian ergonomi tentang
lingkungan fisik pada stasiun kerja agar operator merasa nyaman dalam melakukan
tugasnyakarenaternyatafaktormanusiamemegangperananpentingpadaduniaindustri
terutamapadamasalahkeselamataninstalasi.

ABSTRACT:
ERGONOMICSTUDYOFPHYSICALENVIRONMENTINTHEWORKSTATION.
Humanastheuserofproductshouldbestudiedcomprehensively.Humanraceshouldbe
usedasthefirstparadigminthedesignconceptofaproductanditsworkstation.The
paperwilldiscussergonomicstudyofphysicalenvironmentintheworkstationinorderto
maketheoperatorfeelcomfortsincemanyevidencesshowustheimportantroleofhuman
factorintheinstallationsafety,

*)DirektoratInspeksiInstalasidanBahanNuklirBAPETEN
**)PusatTeknologiReaktordanKeselamatanNuklirBATAN

1
ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

BABI secara ergonomis sesuai dengan


PENDAHULUAN kebutuhanpemakainya.

Reaktor nuklir, sebagai produk


Mc Cormick & Sanders(1)
teknologi, adalah salah satu contoh
menyatakan bahwa ergonomi adalah
sistem manusiamesin yang terbuka
kemampuanuntukmenerapkaninformasi
untukterjadinyamusibah.Perbedaannya
menurutkaraktermanusia,kapasitasdan
dengan produk teknologi lain terletak
keterbatasannya terhadap desain
padarisikoyangdapatterjadidanharus
pekerjaan,mesindansistemnya,ruangan
ditanggung jika terjadi musibah. Salah
kerja dan lingkungan sehingga manusia
satu pelajaran yang bisa diambil dari
dapat hidup dan bekerja secara sehat,
musibahyangmenimpareaktorTMI2
aman, nyaman dan efisien. Konsep
serta Chernobyl adalah bahwa faktor
tersebutadalahdesainuntukrealibilitas,
manusia sangat berperan dalam
kenyamanan,lamanyawaktupemakaian,
menunjang peningkatan keselamatan /
kemudahandalampemakaiandanefisien
keamananoperasisuatuinstalasi.Dengan
dalam pemakaian. Lebih lanjut, dalam
perkataan lain untuk meningkatkan
mendesain suatu produk haruslah
keselamatanoperasiinstalasitidakdapat
berorientasi pada production friendly,
dilakukanhanyadenganmempercanggih
distributionfriendly,installationfriendly,
sisteminstrumentasisaja.Sejalandengan
operation friendly dan maintenance
munculnya kesadaran akan arti
friendly. Jadi dalam mendesain suatu
pentingnya faktor manusia, para
produk hal yang sangat penting untuk
pendisainreaktormengikutsertakanilmu
diperhatikan adalah suatu desain yang
rekayasa manusia dalam desain stasiun
berpusat pada manusia pemakainya
kerjanya.Tujuanutamapenyertaanilmu
(Human Centered Design) dimana
rekayasa manusia ini adalah untuk
manusia diperlakukan sebagai pusat
memperkecil beban kerja operator
sistem. Karena manusia sebagai pusat
sehingga keamanan dan keselamatan
sistem,makasemuaperancangansistem
instalasi itu dapat dipertinggi lagi.
kerja harusdiarahkanpadaperancangan
Adanya ungkapan the man behind the
yang sesuai dengan manusia itu sendiri
gun yangmenyatakan bahwaberbahaya
agar setiap desain produk baik secara
tidaknyasenjatasangatbergantungpada
fungsi,teknis,ekonomis,estetismaupun

2
ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

orangyangmengawakinyamenunjukkan nyaman dan efektifnya suatu produk


arti pentingnya penyertaan faktor industri tidak mungkin didekati semata
manusiapadaprosespendisaianan mata dengan naluri ergonomis semata,
Dalammakalah inidibahas hasil melainkanharusmelaluisuatupenelitian
studi pustaka tentang prinsipprinsip namunselamainilitbang(penelitiandan
ergonomika yang harus dipenuhi dalam pengembangan)lebihterpusatpadadunia
pembuatan kondisi lingkungan fisik instrumentasi dan mekanik saja tanpa
stasiun/tempat kerja agar memberi penyertaandibidangfaktormanusiaatau
kenyamananpadamanusiapenggunanya. ergonomi.

BABII
2.1.InteraksiDalamSistemKerja
TEORI
Setiap sistem kerja mengandung
berbagai komponen kerja yang masing
Pada hakekatnya pertimbangan masing saling berinteraksi satu dengan
faktor manusia diperhatikan oleh setiap yanglain.Corlet&Clarck(2)menyatakan
orang yang membuat peralatan untuk bahwa ergonomi selalu berkepentingan
kebutuhan hidupnya sebab naluri kita (concern)dengan interface daninteraksi
selamanyaberupayamencarisolusiyang antara operator dengan komponen
lebihbaiksehinggaperalatanyangdibuat komponen kerja serta pengaruh dari
itu lebih efektif kerjanya. Dapat interaksi itu pada unjuk kerja sistem.
dikatakan naluri ergonomi telah berada Hubunganatauinteraksiantaraoperator
pada diri kita masingmasing. Namun dengan komponen kerja dapat dilihat
peralatan yang dibuat berdasar naluri pada Gambar 1 sedangkan Tabel 1
ergonomisseseorangtidakselalubernilai menunjukkan komponenkomponen
ergonomis bagi orang lain. Aman, dalamsiatemkerja.

3
ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

PERANGKAT
LUNAK

PERANGKAT LINGKUNGAN
OPERATOR
KERAS FISIK

ORGANISASI

Gambar1.InteraksiDalamSistemKerja(2)
Darigambaritukitadapatmelihatbahwa manusia harus melakukan usahausaha
kondisi lingkungan fisik ikut memberi pengaturan pada beban yang diberikan
beban tersendiri pada manusia dalam lingkunganagariamerasanyamandalam
melakukan pekerjaannya sehingga melaksanakanpekerjaannya.

Tabel1.KomponenDalamSistemKerja(2)

Komponen AreaDesain Pertimbangan

Perangkatkeras Desain&tataletakkomponen Proses,peralatan,akses


Operator Karakteristikfisikkecakapan Karakteristiktubuh,kekuatan,
kapasitaskerja,kelelahan
Penerimainformasi&proses Pancaindera,perhatian,daya
ingat
Karakteristikindividu&sosial Umur,jeniskelamin,latar
belakangbudaya,suku,
ketrampilan,motivasi,kepuasan
kerja,kejenuhan
Perangkatlunak Performansibebaskesalahan Standaroperasi,juklak,juknik
Lingkungan Performansiyangamandan temperatur,kebisingan,
selamat penerangan,
Organisasi Organisasipersonalia/produksi Waktukerja,istirahat,rotasi
kerja,kepuasan,tanggungjawab

2.2.FaktorLingkunganFisik yang optimum agar operator merasa


Berdasar Gambar 1 dapat kita nyaman dalam melakukan tugasnya
ketahui bahwa salah satu faktor yang adalahlingkunganfisik karenaapayang
perlu diperhatikan dalam usaha untuk dilakukan manusia dalam menghadapi
mendapatkan perancangan tempat kerja pekerjaannya banyak dipengaruhi

4
ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

keadaan lingkungannya. Manusia akan


langsungmenerimacahayalangsungdari
mampu melaksanakan kegiatannya
sumbernya melainkan cahaya tersebut
denganbaiksehinggadicapaisuatuhasil
harus mengenai obyek yang akan
yang optimal bila ditunjang oleh
lingkunganfisikyangbaikdimanaharus dikerjakanyangselanjutnyadipantulkan

meliputi segala hal yang bersangkutan olehobyektersebutkemata.

dengankelimainderamanusia,
Sudut penglihatan horisontal,
yaitu:
normal dan diagonal yang dilakukan
Penglihatan
selama bekerja sering berpengaruh
Pendengaran
terhadap kesehatan mata dan syaraf
Rasapanas/dingin
penglihatan. Begitu pula dengan
Penciuman perbedaanpenglihatanpadawarnawarna
Keindahan yang kontras akan menyebabkan mata
menjadi sakit. Rekomendasi untuk
2.2.1.UnsurPenglihatan menjagakesehatanmatabagiorangyang
bekerja di dalam ruang adalah sebagai
Untuk mengerjakan suatu
berikut(3):
pekerjaan yang memerlukan ketelitian
1. Perbandingan cahaya kontras
dibutuhkan sistem pencahayaan yang
padabagianpusatdengandaerah
baik. Beberapa hal yang dapat
sekelilingpenglihatanadalah1:3
mempengaruhi kemampuan mata 2. Perbandingan obyek penyinaran
manusia untuk dapat melihat obyek denganbagianluar,maksimal1:
dengan jelas adalah besar kecilnya 10
obyek, derajat kontras obyek dengan 3. Di tempattempat kerja,

sekelilingnya, luminesensi (brightness) permukaan terang diusahakan


pada bagian tengah dan yang
dan lamanya melihat. Aspek
lebihgelappadabagianluar
pencahayaan lain yang harus
4. Refleksi cahaya yang bisa
diperhatikan adalah letak dari sumber
ditoleriradalahsebagaiberikut:
cahaya.Penempatansumbercahayayang
a.Langitlangit
salahdapatmengakibatkanmatamenjadi :8090%
silau, maka sebaiknya mata tidak

5
ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

b.Permukaandinding membangkitkan daya imajinasi dan


:4060% emosionalmanusia.
c.Perabot(meubel) Stress disebabkan karena organ
:2545% otaksebelahkiribekerjaterlaluberatbila
d.Permukaanlantai dibanding dengan otak sebelah kanan.
:2040% Akibatnya orang akan menjadi gelisah,
cemas,takutdanjantungberdetakkeras.
2.2.2.UnsurPendengaran Ketidakseimbangan tersebut harus
Selaputgendangakanmengalami dinormalkankembalidansalahsatucara
kerusakan akibat kebisingan suara yang paling efektif adalah dengan
dengan intensitas melebihi 85 dB. Efek mempergunakanmusik.
lain yang dapat terjadi dari gangguan 2.2.3.UnsurRasa
suara adalah naiknya tekanan darah, Untuk menyelenggarakan
percepatan detak jantung, pengerutan aktivitasnyaagarterlaksanasecarabaik,
pembuluhdarahkulitdanbertambahnya manusia memerlukan kondisi fisik
ketegangansyaraf. tertentu di sekitarnya yang dianggap
Klasifikasikebisinganyangbiasditolerir nyaman. Salah satu persyaratan yang
adalahsebagaiberikut(3): tidak kalah pentingnya adalah
1. 3040dB : sangat persyaratanakankondisiudaradidalam
sunyi ruang dimana ia berada yang tidak
2. 5060dB :agaksepi/ mengganggutubuhnya.
mulaibising Suhu ruang yang terlalu rendah
3. 6070dB :bising akanmengakibatkanefekdingin,dimana
4. 70dB : sangat pekerja akankedinginan ataumenggigil
bising sehinggakemampuankerjanyamenurun.
Dari penelitian diketahui bahwa Sementara suhuruangyangtinggi akan
penggunaan musik yang dikaitkan mengakibatkan efek panas yang dapat
dengan irama kerja mampu mengakibatkan tubuh berkeringat dan
meningkatkan produktivitas. Selain itu tentu mengganggu kemampuan bekerja.
musik dianggap mampu menjembatani Produktivitas cenderung menurun atau
kerja otak kiri dan kanan serta tidakmaksimumpadakondisiudarayang
tidaknyaman.Dariuraiantersebutjelas

6
ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

bahwadiluarbeberapapersyaratanlain 2.2.3.1.Suhuudara
yang diperlukan, persyaratan akan suhu Suhu udara merupakan faktor
ruang yang nyaman sangat diperlukan yang paling berpengaruh pada kondisi
bagi tubuh manusia dalam rangka nyaman manusia. Percobaan yang
menyelenggarakan aktifitasnya agar dilakukanHoppe,sepertipadaGambar2,
berjalandenganbaik. memperlihatkan bahwa suhu kulit
Untuk mencapai kenyamanan manusia akan naik ketika suhu ruang
fisik maka keadaan udara dinaikkanhinggasekitar22oC.Kenaikan
direkomendasikan sebagai berikut(4) lebihlanjutpadasuhuruangtidakakan
berdasarkan suhu kulit optimal sebesar menyebabkansuhukulitnaikakantetapi
33,5 C:o
menyebabkan kulit berkeringat. Pada
Suhuudara :20s.d.23 suhu ruang sekitar 20oC suhu nyaman
o
C untuk kulit tercapai. Percobaan ini
Kelembabanudara :5060% dilakukan pada suhu radiasi ratarata,
Kecepatanangin : 0,02 Tmrt,20oC,kelembaban50%.
0,04m/det

35

34
T K u lit ( C e lc )

33

32

31
15 17 19 21 23 25 27
T R u a n g a n ( C e lc ) T R a t a = 2 0 C ,v = 0 ,0 5 m /s

Gambar2.Kaitanantarasuhukulitratarata,Tsk,
dengansuhuudararatarata,Ta.(3)

2.2.3.2.KelembabanUdaraRelatif Secara umum, pengaruh


kelembaban udara terhadap suhu kulit,

7
ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

Tsk,tidaklahsebesarpengaruhsuhuudara, Ta,.HalinidapatkitalihatpadaGambar
3berikut:

3 4 ,5

34
T K u lit ( C e lc )

3 3 ,5

33

3 2 ,5

32
30 40 50 60 70 80
R H ( % ) T R a t a = 2 0 C ,v = 0 ,0 5 m /s

Gambar3.Kaitanantarasuhukulit,Tsk,dankelembabanudara,RH(3).

2.2.3.3.KecepatanAngin angin akan berpengaruh terhadap


Pengaruh kecepatan angin semakinrendahnyasuhukulit,Tsk.Ketika
terhadapkenyamanantermalberbedajika kecepatan angin meningkat sebesar 0,2
kita bandingkan dengan faktorfaktor m/det, nilai Tsk akan turunsebesar2oC.
iklimlain.Semakinbesarnilaikecepatan HalindapatkitalihatpadaGambar4.

3 4 ,5

34

3 3 ,5
T K u lit(C e lc )

33

3 2 ,5

32
0 0 ,0 1 0 ,0 2 0 ,0 3 0 ,0 4 0 ,0 5 0 ,0 6 0 ,0 7 0 ,0 8 0 ,0 9 0 ,1 0 ,1 1 0 ,1 2 0 ,1 3 0 ,1 4 0 ,1 5 0 ,1 6 0 ,1 7 0 ,1 8 0 ,1 9 0 ,2 0 ,2 1

V a (m /s)T R a ta = 2 0 C ,R H = 5 0 %

Gambar4.Kaitanantarasuhukulit,Tskdankecepatanangin,Va
Standar suhu nyaman yang saat ini ASHRAE 551992 adalah 21oC 2oC
banyak dipakai di negara atau wilayah untuk musim dingin, serta 24oC2oC
yang belum memiliki standar suhu untuk musim panas. Angka terakhir ini
nyaman adalah ASHRAE 551992(5). sering digunakan di Indonesia untuk
Suhu nyaman yang direkomendasikan menetapkan suhu nyaman suatu ruang

8
ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

yang berpengkondisi udara..Kelemahan Lingkunganfisikadalahsalah


standar ini ditemukan adanya satuunsuryangharusdiperhatikanpada
kekurangsesuaian suhu nyaman yang perancangantempat/ruangkerja.Suhudi
diharapkanbagimanusiaIndonesiapada tempat kerja, misalnya. Kenyataan
umumnya. Banyak ditemukan bahwa menunjukkan bahwa suhu ruang kerja
denganmenggunakanstandarini,sangat yangterlalurendahakanmengakibatkan
seringterjadikeluhansuhuruang yang efek dingin dan membuat pekerja di
terlalu rendah bagi para pemakai ruang ruang itu merasa kedinginan, sehingga
itu. Hal ini dapat terjadi mengingat kemampuan kerjanya menurun.
standar tersebut dikembangkan di A.S. Sementarasuhuruangkerjayangterlalu
melaluipenelitianlaboratoriumterhadap tinggi akan mengakibatkan efek panas
terhadapsejumlahmanusiayangtinggal danmembuattubuhpekerjadiruangitu
diA.S.Untukituseharusnyadilakukandi berkeringat sehingga membuatnya tidak
Indonesia. merasa nyaman dimana pada akhirnya

BABIII membuatkemampuankerjanyamenurun.
Menurunnya kemampuan kerja jelas
PEMBAHASAN
mengakibatkan menurunnya tingkat
produktivitas. Kenyataan kenyataan itu
Perhatian utama ergonomika menunjukkan pentingnya kenyamanan
adalah pada manusia dan interaksinya termal agar seorang pekerja dapat
dengan produk, perlengkapan, fasilitas, menyelenggarakan aktifitasnya dengan
prosedur serta lingkungan tempatnya baik atau dengan kata lain agar
bekerja atau tinggal karena ergonomika kemampuankerjanyatetapterjagabaik
mempunyai dua tujuan utama. Tujuan
Ilmu Ergonomi memang
pertamaadalahmeningkatkanefektivitas
relatif masih baru di Indonesia, itupun
danefisiensikerjanya.Termasukdisini
baru diperkenalkan dan diaplikasikan
adalah meningkatnya produktivitas dan
secara sporadis di lingkungan tertentu.
berkurangnyaterjadinyakesalahankerja.
Terlebih lagi dalam dunia perancangan,
Tujuanyangkeduaadalahmeningkatnya
kenyataan menunjukkan betapa
keselamatan, keamanan, kepuasan
kesadaran ergonomis belum tertanam.
bekerja dan kualitas hidup serta
Kasuskasus kecelakaan yang terjadi di
mengurangikelelahandanstres.
sektor perhubungan, industri dsb. lebih

9
ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

banyak disebabkan oleh salahnya memperhatikan aspek lingkungan


pendekatan desain, termasuk desain fisiknya..Hal ini dimaksudkan untuk
lingkungan kerja, yang tepatnya adalah mengurangi beban kerja manusia
masalahergonomi. pemakainya sehingga mereka merasa
nyaman dengan pekerjaannya . Secara
Permasalahan
fundamental, ergonomimerupakan studi
mengaplikasikan ergonomi ke dalam
tentang penyerasian antara pekerja
desain itu ternyata tidak mudah, dalam
dengan pekerjaannya untuk
pengertian seringkali implementasi
meningkatkan performansi dan
ergonomimempengaruifaktorhargajual
melindungikehidupan.Lingkunganfisik
produk. Bila faktorhargatidakmenjadi
yangnyamansangatdibutuhkanpekerja
masalah, maka persoalan akan selesai.
agardapatbekerjasecaraoptimal.Karena
Namun jika tidak, maka akan terjadi
itulingkunganfisikharusditanganiatau
dilema.. Misalnya dalam mendesain
didesain sedemikian rupa sehingga
produk untuk orang cacat, kriteria
menjadikondusifterhadappekerjauntuk
ergonominyasangattingginamunkarena
melaksanakan kegiatan dalam suasana
pertimbangan biaya produksinya, mau
yangnyaman.
tidakmauharusdikompromikandengan
daya beli.Meskipun demikian, ini
bukanlah suatu excuse untuk tidak DAFTARPUSTAKA
memperhatikanfaktorergonomi.
1. Mc Cormick and Sanders, 2001,
BABIV Maynards Industrial
Engineering,McGrawHill,New
KESIMPULAN
York,USA,
2. Corlett&clarck,,Workdesign:

Manusia, dengan segala Industrial Ergonomy, Grid

kemampuan dan keterbatasannya, Publishing, Columbus, Ohio,


merupakan faktor kunci dalam
2000,
keselamatan instalasi. Faktor manusia
memegangperananpentingpadamasalah 3. Olgyay, V., 1999, Design with

keselamataninstalasidansalahsatucara Climate:BioclimaticApproachto

meningkatkan kinerja adalah dengan Architectural Regionalism,

10
ProsidingSeminarKeselamatanNuklir,56Agustus2009

Princeton University Press, Human Occupancy, ASHRAE


Princeton, Inc.,Atlanta,USA,
4. ANSI / ASHRAE 551992, 5. Hoppe, P., 1988, Comfort
ASHRAE Standard Thermal Reqirements in Indoor Climate,
Environmental Conditions for EnergyandBuildings.

11