Anda di halaman 1dari 24

30

4.2 Perhitungan Data Pengukuran


4.2.1 Perhitungan Data Pengukuran di Lapangan
4.2.1.1 Perhitungan Kecepatan dan Debit Aliran Air
Dari data kecepatan aliran air,menghitung debit aliran air dengan
rumus:
Q=VxA
Keterangan:
V: Kecepatan rata-rata aliran di sungai (persection) (m/dt)
A: Luas penampang sungai (persection) (m2)

a. Menghitung Kecepatan Rerata Aliran Sungai (Tengah)

Data:

V0.2 h = 0,400 m/dt

V0.6 h = 0,500 m/dt

V0.8 h = 0,650 m/dt

Maka,

Vrerata =

= 0,517 m/dt

b. Menghitung Debit Aliran (Tengah)

Data:

B sungai persection : 5,400 m

h2 : 0,640 m

h3 : 0,900 m

h4 : 1,520 m
31

Maka,

A2 =

= 4,158 m2

A3 =

= 6,534 m2

Q tengah = Q2 + Q3

= (A2 x Vtengah )+ (A3 x Vtengah)

= Vtengah x (A2+ A3)

= 0,517 x 10,692

= 5,524 m3/dt

Untuk perhitungan lebih lanjut dapat dilihat di tabel 4.7

Tabel 4.7 Perhitungan debit aliran pada sungai

Lebar Sungai H (Tinggi Air) Luas Kecepatan Debit


Letak
(m) (m) (m2) (m/dt) (m3/dt)
Kanan 5,400 0,640 1,728 0,500 0,864
Tengah 10,800 0,900 10,692 0,517 5,524
Kiri 5,400 1,520 4,104 0,617 2,531
32

Sumber: Hasil Perhitungan

4.2.1.2 Perhitungan Beban Total Suspended Solids (TSS)


Dari data Total Suspended Solids TSS aliran air, menghitung beban
TSS dengan rumus:
Beban TSS (mg/dt) = Q x TSSrerata x 1000

Beban TSS (ton/tahun) =

a. Menghitung TSS Rerata pada Aliran Sungai (Tengah)


Data:
TSS0.2 h = 210,000 mg/l
TSS0.6 h = 207,000 mg/l
TSS0.8 h= 213,000 mg/l
Maka,

TSSrerata =

= 210 mg/l

b. Menghitung Beban TSS pada Aliran Sungai (Tengah)


Data:
Q tengah : 5,524 m3/dt
TSS rerata : 210,000 mg/l
Maka,
Beban TSS (mg/dt) = Q x TSSrerata x 1000
= 5,524 x 210,000 x 1000
= 1160082,000 mg/l
Untuk perhitungan lebih lanjut dapat dilihat di tabel 4.8
33

Tabel 4.8 Perhitungan beban TSS


V rerata TSS Rerata A V Q Beban TSS
(m/dt) (mg/L) (m) (m/dt) (m/dt) (mg/dt)
Kiri 215,000 4,104 0,617 2,531 544122,000
Tengah 210,000 10,692 0,517 5,524 1160082,000
Kanan 200,333 1,728 0,500 0,864 173088,000
Total (mg/dt) 1877292,000
(ton/tahun) 59202,281
Sumber: Hasil Perhitungan

4.2.2 Perhitungan Data Pengukuran di Laboratorium


4.2.2.1 Perhitungan Gradasi Butiran Sedimen Dasar
Data:
Berat saringan 60 : 0,402 kg
Berat tanah kanan+ saringan 60 : 0,648 kg
Berat tanah kering : 1247 gram
Maka,
Berat Tertahan = Berat tanah dan saringan Berat saringan
= 0,648 - 0,402
= 0,246 kg
= 246 gr
Jumlah Tertahan = Kumulatif saringan
=Jumlah berat tertahan saringan 40 + Berat tertahan saringan 60
= 900 gram + 246 gram
= 1146 gram

Prosentase Jumlah Tertahan =

= 91,900 %
Prosentase Lolos = 100% - % Jumlah Tertahan
= 100 % - 91,900 %
= 8,100 %
Untuk perhitungan lebih lanjut dapat dilihat di tabel 4.9 4.11
34
35

Tabel 4.9 Perhitungan Gradasi Butiran Sedimen Dasar (Kanan aliran sungai)

Jumlah Prosentase Jumlah Prosentase


Berat (gr)
No Tertahan Tertahan Lolos
Saringan Berat Tanah + Berat Berat Tertahan
Gr % %
Cawan Cawan Saringan
4 698 440 258 258 20,690 79,310
10 630 416 214 472 37,850 62,150
20 570 418 152 624 50,040 49,960
30 574 410 164 788 63,190 36,810
40 520 408 112 900 72,170 27,830
60 648 402 246 1146 91,900 8,100
100 456 395 61 1207 96,790 3,210
200 390 355 35 1242 99,600 0,400
PAN 460 455 5 1247 100,000 0,000
Sumber: Hasil Perhitungan

Tabel 4.10 Perhitungan Gradasi Butiran Sedimen Dasar (As aliran sungai)
36

Berat (gr) Jumlah Tertahan Prosentase Jumlah Tertahan Prosentase Lolos


No
Saringan Berat Tanah + Berat
Berat Tertahan Saringan Gr % %
Cawan Cawan
4 542 440 102 102 7,990 92,010
10 512 416 96 198 15,510 84,490
20 538 418 120 318 24,900 75,100
30 598 410 188 506 39,620 60,380
40 580 408 172 678 53,090 46,910
60 872 402 470 1148 89,900 10,100
100 486 395 91 1239 97,020 2,980
200 390 355 35 1274 99,770 0,230
PAN 458 455 3 1277 100,000 0,000

Tabel 4.11 Perhitungan Gradasi Butiran Sedimen Dasar (Kiri aliran sungai)
37

Berat (gr) Jumlah Tertahan Prosentase Jumlah Tertahan Prosentase Lolos


No
Saringan Berat Tanah + Berat
Berat Tertahan Saringan Gr % %
Cawan Cawan
4 444 440 4 4 0,530 99,470
10 418 416 2 6 0,800 99,200
20 424 418 6 12 1,600 98,400
30 440 410 30 42 5,590 94,410
40 468 408 60 102 13,580 86,420
60 732 402 330 432 57,520 42,480
100 538 395 143 575 76,560 23,440
200 492 355 137 712 94,810 5,190
PAN 494 455 39 751 100,000 0,000
38

Dari tabel gradasi diatas diambil batas 15 % sampai 69 % prosentase lolos


untuk menentukan klasifikasi butiran. Diameter butiran dianggap sama seperti
diameter saringan yang terakhir dapat dilalui oleh butiran.Klasifikasi butiran dapat
dilihat pada tabel 4.12
Tabel 4.12 Klasifikasi Butiran Sedimen
Prosentase Diameter Saringan yang Dapat
Lolos Dilewati Klasifikasi
(%) (mm)
15 0,150-0,250 Pasir sangat halus
25 0,250-0,425 Pasir sedang
35 0,425-0,600 Pasir kasar
45 0,425-0,850 Pasir kasar
65 0,600-2,000 Pasir sangat kasar
69 0,600-2,000 Pasir sangat kasar

4.2.2.2 Perhitungan Berat Jenis


Data:
Berat Labu Ukur
Suhu
+Air
Gr C
133,012 61
133,100 58
133,296 56
133,398 54
133,428 52
Labu + air + Tanah
(Percobaan ke-1) : 146,464 gr
: 61 oC
Berat tanah kering (Percobaan ke-1) : 20 gr
Maka, dari data berat labu ukur dan air didapat grafik
hubungan berat labu ukur, air dan temperatur dengan persamaan
y= -0,051x +136,1
Y = ax + b
a = -0,051
b = 136,100
Untuk menghitung Labu + Air dengan rumus:
Labu + Air = (a x suhu) + b
39

= (-0,051 x 61) + 136,100


= 133,012 gram

Berat Jenis Sedimen =

= 2,972 gram/cm3
Berat Janis Air pada TC dapat dilihat pada tabel.Berat Jenis

Untuk perhitungan lebih lanjut dapat dilihat di tabel 4.13

Tabel 4.13 Perhitungan Berat Jenis Sedimen


Percobaan ke- A B C D E
Berat Labu + Air + Tanah (W1) gr 146,464 146,179 146,135 146,105 146,086
Berat Labu + Air (W2) gr 133,012 133,100 133,296 133,398 133,428
Berat Tanah Kering (WS) gr 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000
Temperatur (TC) C 60,000 56,000 50,000 48,000 46,000
Berat Jenis Air pada TC Gt 0,973 0,981 0,973 0,981 0,981
Berat Jenis Sedimen Gs 2,972 2,834 2,718 2,689 2,671
Berat Jenis Rerata g/cm3 2.777
Sumber: Hasil Perhitungan

4.2.3 Perhitungan Data Dengan Pendekatan Empiris


4.2.3.1 Kurva Kedalaman Aliran Air Debit (Rating Curve)
Sebelum menggambar Kurva Kedalaman Aliran Air Debit (Rating
Curve), diperlukan perhitungan Slope dan Manning untuk perhitungan Kedalaman
Aliran Air Debit. Perhitungan Slope dan Manning dapat dilihat pada tabel 4.9
Tabel 4.14 Kemiringan dasar sungai
Q A P R V rerata
No S k
(m3/dt) (m2) (m) (m) (m/dt)
1 2 3 4 5 6 7
1 0,864 1,728 6,68 0,259 0,500 0,00137 33,333
2 5,5242 10,692 12,6 0,849 0,517 0,00030 33,333
3 2,5308 4,104 8,44 0,486 0,617 0,00090 33,333

Rata-rata 0,00085 33,33333


40

Sumber: Hasil Perhitungan


Keterangan :
1. Nomor luasan
2. Luas penampang sungai (m2)
3. Keliling basah sungai (m)
4. Jari - jari hidrolis sungai (m)
5. Kecepatan rata - rata sungai (m/dt)
6. Slope rerata sungai
7. Nilai kekasaran Manning

Perhitungan Kurva Kedalaman Aliran Air Debit (Rating Curve)


Contoh perhitungan :
H = 0,10 m
B = 20 m
m =1
A = (B + mh) h
= (20 + 1 . 0,1) 0,1
= 2,00 m2
P = B + 2h m2 1

= 20 + 2 . 0,1 12 1
= 20,20 m
A
R =
P
= 2,00
20,20
= 0,099 m
2 1
1
V = . R3 . S 2
n
= 0,2084 m/dt
Qw =AxV
= 2,00 x 0,1055
= 0,4167 m3/dt
Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.15.
41

Tabel 4.15 Kurva kedalaman air Debit

Lebar sungai 20
n: 0,03
S: 0,00085
H Lebar (b) A P R v Qw
(debit
No (interval) (data) (luas) (Keliling) (r hidrolis) (kecepatan) air)
2
(m) (m) (m ) (m) (m) (m/det) (m3/det)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 0,10 20 2,00 20,20 0,0990 0,2084 0,4167
2 0,20 20 4,00 20,40 0,1961 0,3286 1,3144
3 0,30 20 6,00 20,60 0,2913 0,4278 2,5667
4 0,40 20 8,00 20,80 0,3846 0,5149 4,1192
5 0,50 20 10,00 21,00 0,4762 0,5937 5,9369
6 0,60 20 12,00 21,20 0,5660 0,6662 7,9943
7 0,70 20 14,00 21,40 0,6542 0,7337 10,2717
8 0,80 20 16,00 21,60 0,7407 0,7970 12,7527
9 0,90 20 18,00 21,80 0,8257 0,8569 15,4237
10 1,00 20 20,00 22,00 0,9091 0,9136 18,2728
11 1,10 20 22,00 22,20 0,9910 0,9677 21,2899
12 1,20 20 24,00 22,40 1,0714 1,0194 24,4657
13 1,30 20 26,00 22,60 1,1504 1,0689 27,7921
14 1,40 20 28,00 22,80 1,2281 1,1165 31,2616
15 1,50 20 30,00 23,00 1,3043 1,1623 34,8675
16 1,60 20 32,00 23,20 1,3793 1,2064 38,6037
Sumber: Hasil Perhitungan

Keterangan :
1. Nomor
2. Interval tinggi muka air (m)
3. Lebar sungai (b)
4. Luas (A) = (b x h)
5. Keliling Perimeter (P) = b + 2 h
6. Jari-jari hidrolis (R) =A/P
7. Kecepatan (V) = (1/n) * R 2/3 * S
8. Debit (Qw) = V *A
42

Grafik 4.1 Kedalaman Aliran Air Debit (Rating Curve)

4.2.3.2 Konsentrasi Sedimen Muatan Layang

Data data yang dibutuhkan untuk menghitung konsentrasi sedimen muatan


layang adalah data hasil pengukuran di lapangan dengan alat Suspended Solids
Analyzer. Pengukuran dilakukan pada tiap tiap section yang di ukur untuk
beberapa kedalaman yakni pada kedalaman 0,2h, 0,6h, dan 0,8h kemudian hasil
kedalaman tiap section dihitung reratanya.
Data hasil praktikum untuk pengukuran suspended load:
Section kiri : C = 205 mg/L
Section tengah : C = 208 mg/L
Section kanan : C = 212 mg/L
Konsentrasi rata-ratanya adalah:
C
C=
n
205 208 212
=
3
= 208,444 mg/L
43

4.2.3.3 Transportasi Muatan Layang


Perhitungan ini digunakan untuk mengetahui berapa besar debit yang
mengandung sedimen pada tiap kedalaman tertentu dan rumus yang bisa dipakai
untuk kondisi sungai pada uji praktikum.
Diketahui :
B = 21,600 m

h = 0,100 m

s = 0,000853
n = 0,03
A = 2,160 m2
P = 21,800 m
R = 0,0991
U
x 0,09912/3 x 0,0008531/2 = 0,2085 m/dt
Qw=A x U = 2,160 x 0,2085 = 0,4503 m3/dt
U* = ghI = 0,981x 0,1x 0,000853

U* = 0,0289 m/dt
= 2 D50= 2 x 0,0006 = 0,00120
d = (11.6*(10-6))/R
= (11.6*(10-6))/ 0,0991
= 0,00012

Ks 0,00050
= 0,00012
d'
= 4,2708

Ks
D =
x
0,00050
= 1,00

= 0,0005
Pe = 2.303*Log (30.2*(h/D))
44

= 2.303*Log (30.2*(0,1/0,0005))
= 8,708
Ae = /D
= 0,00120 / 0,0005
= 2,400
= 0.00325
Z = /(0.4* U*)
= 0.00325/(0.4*0,0289)
= 0,2809
I1 =3
I2 =7
Qs = 11.6 x U* x 0.981 x x (Pe x I1 + I2)
= 11,6 x 0,0289 x 0.981 x 0,00055 x (8,708 x 3 + 7)
= 1,308479 x10-2 N/dt.m
= 1892 ton/hari
Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.16
45

Tabel 4.16 Transportasi Muatan Layang Metode Einstein


Sumber: Hasil Perhitungan

[1] = Diketahui [11] = 2 x d50 [21] = grafik 2.2


[2] = Diketahui [12] = (11,6 x 10^-6) / [7] [22] = 11,6 x [10] x 0,981 x [11] x ([16] x [20] + [21])
[3] = Asumsi [13] = Ks / [12] [23] = [22] x 45 / g
[4] = Asumsi [14] = asumsi [21] = [23] x 24 x 3600
[5] = [1] * [2] [15] = Ks / [14] [25] = [24] / 1000 x 365
[6] = {[1]+[2])*[2] [16] = 2,303 x log (30,2 x [2] / [15])
[7] = [5]/ [6] [17] =[11] / [2]
[8] = [4]*[7]2/3*[3]1/2 [18] = asumsi
[9] = [5]*[8] [19] = [19] / (0,4 x [11])
[10] = (g x [7] x s)0.5 [20] = grafik 2.1
46

Lengkung Debit Suspended Load :


Qs = 1892,853 ton/ hari
Qw = 0,4503
Qs = a Qw)b
(n log Qs * log Qw) ( log Qs * log Qw)
b =
( n log Qw 2 ) ( log Qw 2 )
= = 0,4327

log Qs (b * log Qw)


Log a =
n
= = 3,63081

a = 103,63081 = 4273,7353

Qs = a Qw)b = 4273,7353 0,4503) 0,4327= 3026,1438 ton/ hari

Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.17.


Tabel 4.17. Perhitungan Rating Kurve Suspended Load Metode Einstein

Sumber: Hasil Perhitungan


47

Gambar 4.2. Grafik Hubungan Qw dan Qs

4.2.3.4 Transportasi Muatan Dasar


Perhitungan ini digunakan untuk mengetahui berapa besar debit yang
mengandung sedimen di dasar pada tiap kedalaman tertentu dan rumus yang
bisa dipakai untuk kondisi sungai pada uji praktikum.
Diketahui :
B = 21,600 m

h = 0,10 m

s = 0,000853
n = 0,03
A = 2,160 m2
P = 21,80 m
R = 0,0991
U
x 0,09912/3 x 0,0008531/2 = 0,2085 m/dt
Qw=A x U = 2,00 x 0,1055 = 0,2109 m3/dt
U* = ghI = 0,981x 0,10 x 0,000853

U* = 0,0289 m/dt
= 2 D50= 2 x0,0006 = 0,00120
C = 18*Log ((12*R)/(d90))
= 18*Log ((12*0,0991)/(0,003))
48

= 46,7650
C = (U)/((R*S)0.5)
= (0,2085)/( 0,0991*0,000853)0.5
= 22,6749
D = (C/C)1.5
= (22,6749/46,7650)1,5
= 0,3376
= (D*R*S)/(*d50)
= (0,3376*0,0991*0,000853)/(1,65*0,0006)
= 0,0314
= 0,044638 + (0,63249*)-(0,226795*(2))+(0,036*(3))
= 0,044638+(0,63249*0,0314)(0,226795*(0,03142))+(0.036*(0,03143)
= 0,0643
Qb = *((9.81**(d353))0.5)
= 0,0643* ((9,81*1,65*(0,000373))0.5)
= 0,2550372 ton/tahun

Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.18.


49

Tabel 4.18 Perhitungan Bed Load Metode Einstein

Sumber: Hasil Perhitungan


Keterangan :

[1] = Diketahui [6] = (1) + 2*(2) [11] = 18 x log {(12 x [8]) / d90}
[2] = Ditentukan [7] = [5]/[6] [12] = [9] / ([8] x [4])0.5
[3] = Asumsi [8] = 1/[4]*[7]2/3*[3]1/2 [13] = ([12] / [11])3/2
[4] = Data [9] = [5]*[8] [14] = ([13] x [8] x [4]) / (D x d50)
[5] = (1)*(2) [10] = 18*LOG((12*(7)/(13) [15] = 0,044638 + (0,36249 x [14]) - (0,226795 x [14]2) + (0,036 x [14]3)
50

Lengkung Debit Bed Load :


Qb = 0,2250 ton/ tahun
Qw = 0,4503
Qb = a Qw)b
(n log Qs * log Qw) ( log Qs * log Qw)
b =
(n log Qw 2 ) ( log Qw 2 )
= = 0,0708

log Qs (b * log Qw)


Log a =
n
= = -0,2221

a = 10-0,2221 = 0,5995

Qb = a Qw)b = 0,5995 0,4503) 0,0708 = 0,5666 ton/ hari

Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.19.

Tabel 4.19. Perhitungan Rating Kurve Suspended Load Metode Einstein

Sumber: Hasil Perhitungan


51

Gambar 4.3. Grafik Hubungan Qw dan Qb

4.2.3.5 Transportasi Muatan Lokal dengan Metode EINSTEIN


Berdasarkan perhitungan Bed Load dan Suspended Load dengan metode
Einstein maka diperoleh :
Qw = 0,4503 ton/tahun
Qb = 0,255037 ton/ tahun
Qs = 1892,8530 ton/tahun
Jadi Total Material Load = Qs + Qb
= 1892,8530 + 0,255037
= 1893, 1080 ton

Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.20.


52

Tabel 4.20. Perhitungan Total Load Metode Einstein

Sumber: Hasil Perhitungan


53