Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTIK DisahkanOleh

KLINIS
Direktur
Tentang

CHOLELITIASIS
dr. Anggia Fitria Agustin

NIK : 20157010

NOMOR DOKUMEN : 04/ PPK/ V/ 2017 Tanggal :11 Februari 2017

REVISI KE :

A. Pengertian Cholelitiasis adalah batu kandung empedu. Teori


terjadinya batu:
1. Super saturasi: empedu terlalu pekat pengen dapan
batu
2. Nidus (inti): terbentuk dari epitel desquamasi,
bakteri, benda asing. Jika nidus diselimuti endapan
empedu batu
Terbanyak jenis batu kolesterol, bersifat radiolusen.
Predisposisi:
- Triple F (female, fourty, fatty)
- Familial/genetik
- Bile viscosity (kepekatanempedu)
- Kolesterol yang tinggi (hiperkolesterolemia)
- Adanya nidus (bisa berupa epitel vesica felea
yang mengalami deskuamasi, bakteri pigmen
empedu, mukoprotein atau pun benda asing
B. Anamnesis 1. Nyeri perut kanan atas yang menyebar
kepunggung bagian tengan, scapula atau puncak bahu
2. Mual, sering kembung
3. Kulit kuning, kencing berwarna seperti teh
C. Pemeriksaan 1. Ikterik ringan
fisik 2. Murphy sign (+) tangan pemeriksa ditekankan di
bawah arcus costarum, pasien diminta inspirasi
maksimal, pasien merasa sakit ditandai dengan
terhentinya inspirasi.

8
D. Pemeriksaan 1. USG merupakan gold standar diagnosis pasti
Penunjang kolelitiasis. Tingkat akurasinya 98% (gambaran
acoustic shadow dan double layer)
2. BNO meragukan karena 80% batu bersifat
radiolusen dan pada foto biasanya banyak terlihat
titik- titik radiolusen di daerah arcus costarum
3. alkali fosfatase
E. Kriteria 1. Triple F (female, fourty, fatty)
Diagnosa 2. Nyeri abdomen kananatas (hipokondriumkanan)
bawaharcuscostarum
3. Murphy sign (+)

F. Diagnosis Cholelitiasis

G. Diagnosa Urolitiasis, tumor fleksura hepatica, appendisitis


Banding
H. Terapi Pembedahan bertujuan untuk menyembuhkan. Dua
metode bisa dilakukan, yaitu:
a. Cholesistostomy: pengambilan batu empedu nya saja
b. Cholesistektomy: pengambilan batu empedu bersama
kandung empedunya (dengan cara memotong a. cystic
dan duktus cysticus)
Indikasi operasi:
a. Batu simptomatik
b. Batu asimptomatik, bila:
- diameter> 2 cm sebab akan meningkatkan resiko
kolesistitis
- ada calcified gall bladder karena hal ini menunjukkan
kearah keganasan
- lain-lain, missalnya pada penderita DM sebagai
prevensi karena jika sudah simptomatik maka
komplikasinya lebih banyak, sehingga mortalitasnya
bisa jauh lebih tinggi

I. Edukasi Kurangi konsumsi makanan berkolesterol


J. Prognosis Baik
K. Kepustakaan Arsyad, Rudy Ali. M.D., 1999. Ultimate Surgery
Revealed. Yogyakarta

9
Yogyakarta, 11 Februari 2017

Disetujui oleh Dibuat oleh

Ketua Komite Medik Ketua Staf Medis Fungsional Bedah

dr. Andri Rais, Sp.PD dr. Andrian Bimo, Sp.B

10

Anda mungkin juga menyukai