Anda di halaman 1dari 4

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa : Khairina Liyiny Hilma Tanggal : 20 Desember 2016


NPM : 1614901110092 Ruangan : IGD RSUD Ulin

1. Indentitas Klien : Ny. F


2. Diagnosa medis : Susp. Fraktur Metatarfal Dekstra
3. Tindakan keperawatan dan rasional : Injeksi Intravena melalui selang infus
4. Diagnosa keperawatan :
- Nyeri akut b.d agen cidera fisik (Fraktur Metatarfal Dekstra)
- Resiko infeksi
5. Data
Klien masuk ke IGD pada tanggal 20 Desember 2016 pukul 12.00 WIB karena
mengalami kecelakaan saat berkendaraan. Terdapat luka dan robek pada telapak
kaki kanan pasien, TD: 140/80 mmHg, R: 23x/menit, N: 98 x/menit, T: 36,4C,
Sat. O2: 98 %.
6. Prinsip tindakan dan rasional
6.1 Tahap prainteraksi
a. Mengecek program terapi
R: memastikan pasien dan terapi yang akan diberikan sudah benar.
b. Menyiapkan alat
R: mempermudah dalam melakukan tindakan
6.2 Tahap orientasi
a. Memberi salam, perkenalan diri, menanyakan nama pasien.
R: penerapan komunikasi terapeutik.
b. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.
R: memberikan informasi pada pasien tindakan yang akan dilakukan.
c. Menanyakan persetujuan pasien.
R: menghargai hak pasien.
6.3 Tahap kerja
a. Mencuci tangan
R: mengurangi penyebaran bakteri dan penularan penyakit.
b. Memasang sarung tangan.
R: mencegah terjadinya infeksi.
c. Siapkan obat sesuai dengan 6 benar.

1
R: memastikan pasien dan terapi sudah benar.
d. Memeriksa kelancaran tetesan infus sebelum obat dimasukan.
R: memastikan cairan lancar dan tidak tersumbat.
e. Memastikan tidak ada udara pada spuit.
R: menghindari terjadinya emboli udara.
f. Mematikan atau mengklem infus.
R: agar obat dapat langsung masuk ke vena tidak naik ke selang infus
diatasnya.
g. Disenfeksi daerah atau karet yang akan dilakukan penusukan dengan
kapas alkohol.
R: membersihkan area yang akan dilakukan penusukan.
h. Lakukan penyuntikan dengan memasukan jarum spuit hingga
menembus bagian tengah dan masukan obat secara perlahan lahan ke
dalam selang intravena.
R: memberikan obat kepada pasien.
i. Mencabut jarum dari selang infus.
R: pemberian obat sudah selesai.
j. Buka klem dan hitung tetesan sesuai dengan program terapi.
R: mengalirkan cairan sesuai dengan program terapi.
6.4 Tahap terminasi
a. Evaluasi pasien.
R: mengetahui perasaan pasien setelah dilakukan tindakan.
b. Berpamitan pada pasien.
R: menerapkan komunikasi terapeutik
c. Lepas sarung tangan dan cuci tangan.
R: mengurangi penyebarab bakteri dan penularan penyakit.
d. Dokumentasikan.
R: mencatat yang sudah dilakukan.
7. Tujuan tindakan
Sebagai jalan masuknya obat pre dan post medikasi.
8. Bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan dan cara pencegahannya
a. Kesalahan dalam pemberian obat.
Cara mengatasi: pastikan melakukan 6 benar sebelum memberikan obat ke
pasien.
b. Emboli udara
Cara mengatasi: sebelum memberikan injeksi pastikan tidak ada udara di
dalam spuit..

2
9. Analisa sintesa
Kecelakaan

Fraktur

Jepitan Saraf siatika Luka Terbuka

Terputusnya kontinuitas jaringan Port de entri kuman

Menekan saraf perasa nyeri Resiko Infeksi

Stimulasi neurotrasmiter nyeri Injeksi Antibiotik

Pelepasan mediator prostaglandin

Respon nyeri hebat dan akut

Injeksi Analgetik

10. Evaluasi (hasil yang didapat dan maknanya)


Hasil: Obat di injeksikan dengan benar dan sesuai dengan prosedur
Maknanya: diharapkan dengan diberikan obat antibiotic (Cefftriaxone) pasien
dapat terhindar dari resiko infeksi dan obat analgetik (ketorolac) pasien dapat
merasa nyerinya berkurang/hilang.

3
Banjarmasin, Desember 2016

Preseptor Klinik Ners muda,

() Khairina Liyiny Hilma

Preceptor
Klinik

(

..)