Anda di halaman 1dari 12

90

Lampiran 3

Indikator : Mendeskripsikan Hubungan antara Usaha, Gaya dan

Perpindahan.

Materi pokok : Usaha dan Energi

Uraian Materi : Usaha

Usaha didefinisikan sebagai setiap benda yang bergerak karena

adanya gaya sehingga menyebabkan benda tersebut mengalami

perpindahan. Usaha yang dilakukan oleh gaya konstan F, yang

memindahkan benda sejauh x, secara matematis adalah:


W F x

Dimana: W = usaha atau kerja (Joule)

F = gaya yang bekerja pada benda (Newton)

s = perpindahan benda (Meter)

Kegiatan 1

Tujuan Percobaan

Menentukan besarnya usaha pada bidang datar.


91

Alat dan Bahan

- 2 buah beban

- 1 buah papan

- 1 buah pegas

- 1 buah mistar

Prosedur Percobaan

A. Menentukan Usaha pada Bidang Datar

1 2

Gambar 1. Usaha pada Bidang Datar

1. Susunlah alat dan bahan sesuai dengan gambar 1. balok 1 terhubung

pada pegas yang berfungsi sebagai pemukul sedangkan balok 2 bebas.


2. Tarik balok 1 kekiri, kalibrasi gaya yang digunakan untuk menarik balok

1 dengan menggunakan neraca pegas hingga menunjukkan skala 3 N.


3. setelah terbaca gaya yang digunakan, posisikan balok 2 sedemikian

rupa hingga saat balok 1 dilepas balok 2 akan terpukul dan mengalami

perpindahan.
4. Ukur perpindahan balok 2 menggunakan mistar, catat datanya ditabel

1.
5. Lakukan langkah 1-4 dengan menggunakan massa balok 2 yang sama.

Catat datanya ditabel 2


Tabel 1. Usaha Pada Bidang Datar Gaya Konstan
No Massa Balok 1 Massa Balok Gaya (N) Perpindaha Usaha
(Kg) 2 (Kg) n (m) (N)
92

1 1 1 3


2 1 1,5 3

Tabel 2. Usaha Pada Bidang Datar Massa Konstan


No Massa Balok 1 Massa Balok Gaya (N) Perpindaha Usaha
(Kg) 2 (Kg) n (m) (N)
1 1 1 3

2 1 1 5

6. Buatlah kesimpulan berdasarkan percobaan!

SELAMAT BEKERJA
&
GOOD LUCK
93

Indikator : Menganalisis Hubungan antara Usaha dan Energi Kinetik

Materi Pokok : Usaha dan Energi

Uraian Materi : Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang berkaitan dengan gerakan suatu

benda. Jadi, setiap benda yang bergerak, dikatakan memiliki energi

kinetik. Meski gerak suatu benda dapat dilihat sebagai suatu sikap relatif,

namun penentuan kerangka acuan dari gerak harus tetap dilakukan untuk

menentukan gerak itu sendiri.

Persamaan energi kinetik adalah :

EK F x (m a ) 12 vt 12 m v (a t ) 12 m v v

atau
1
EK mv2
2

Dimana: EK = energi kinetik (Joule)

m = massa benda (Kg)

v = kecepatan gerak suatu benda (m/s)

Tujuan percobaan :
Menghitung Energi Kinetik pada Benda setelah t sekon
Menghitung Energi Kinetik pada Benda setelah bergerak sejauh x
Alat dan Bahan :
1. 2 buah bola
2. 1 buah stopwatch
94

3. Mistar

Prosedur Percobaan

Bola

Gambar 1. Bola Dijatuhkan pada Ketinggian h.

1. Posisikan bola pada ketinggian 1 meter!


2. Lepaskan bola tanpa kecepaan awal!
3. Ukur waktu yang dibutuhkan bola sesaat sebelum menyentuh tanah!
4. Lakukan langkah 1-3 untuk ketinggian yang berbeda sebanhyak 2 kali.
5. Catat hasil pada tabel 1.
6. Lakukan langkah 1-4 untuk untuk massa yang berbeda.
7. Catat hasilnya pada tabel 2
8. Lakukan langkah 1-3 pada ketinggian yang berbeda.
Tabel 1. Energi Kinetik dengan Ketinggian yang Berbeda
No Massa Ketinggian Waktu Kecepatan Energi Kinetik
Benda (s) (m/s) (Joule)
1. 50 gr 50 cm
2. 50 gr 100 cm
95

Tabel 2. Energi Kinetik dengan Massa yang Berbeda


No Massa Ketinggian Waktu Kecepatan Energi Kinetik
Benda (s) (m/s) (Joule)
1. 50 gr 150 cm
2. 100 gr 150 cm
V= kecepatan benda sesaat akan menyentuh tanah
9. Buatlah kesimpulan berdasarkan pengamatan.

SELAMAT BEKERJA

&

GOOD LUCK

Indikator : 1. Menghitung Besar Energi Potensial (Gravitasi dan Pegas)

2. Menganalisis Hubungan antara Usaha dan Energi Kinetik.


96

Materi Pokok : Usaha dan Energi

Uraian Materi : Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang berkaitan dengan kedudukan

suatu benda terhadap suatu titik acuan. Dengan demikian, titik acuan akan

menjadi tolok ukur penentuan ketinggian suatu benda.

1. Energi potensial elastis pegas

Energi potensial pegas secara umum dapat dinyatakan:


1
EPpegas k x2
2

Dimana: EPpegas = energi potensial pegas (Joule)

k = konstanta pegas (N/m)

x = perpindahan yang diukur dari posisi acuan (Meter)

Tujuan percobaan :
1. Menghitung energi potensial gravitasi konstan.
2. Menghitung energi potensial pada pegas.
Alat dan Bahan :
1. 2 buah bola
2. 2 buah pegas
3. 4 buah beban
4. 1 buah penggaris
5. 1 buah statif

Prosedur Percobaan

A. Energi Potensial Gravitasi Konstan


97

Gambar 1. Energi Potensial Akibat Perubahan Posisi Benda

1. Timbang massa bola dengan neraca pegas

2. Letakkan bola diatas lantai.

3. Pindahkan bola dari posisi 1 ke posisi 2 kemudian ke posisi 3. Ukur

ketinggian posisi 2 dan posisi 3!

4. Lakukan langkah 1-3 untuk 2 kali pengamatan, dan catat hasilnya di

tabel 1.
Tabel 1. Energi Potensial Akibat Perubahan Posisi Benda
NO Massa Benda Ketinggian Energi Potensial
1. 200 gr
2. 200 gr

B. Energi Potensial Pegas

1. Siapkan statif dan gantungkan salah satu ujung pegas pada statif

seperti gambar 2.a.


2. Ukur panjang pegas tanpa beban menggunakan mistar (x 0).
98

3. Berikan gaya pada pegas dengan cara menggantungkan beban m

pada ujung pegas bagian bawah sehingga bertambah panjang seperti

gambar 2. B.
4. Ukur kembali panjang pegas dengan mistar (x).
5. Lakukan langkah 1-4 dengan menggunakan massa benda yang

berbeda.
6. Catat semua data pada tabel 2.

Gambar 1. Pertambahan Panjang Pegas


Tabel 2. Energi Potensial pada Pegas
xo X x m F K EP
NO
(Meter) (Meter) (Meter) (kg) (Newton) (N/m) (Joule)
1.
2.
7. Buatlah kesimpulan berdasarkan pengamatan.
99

SELAMAT BEKERJA
&
GOOD LUCK

Indikator : Merumuskan Bentuk Hukum Kekekkalan Energi Mekanik

Materi Pokok : Usaha dan Energi

Uraian Materi : Hukum Kekekalan Energi Mekanik

Hukum ini berbunyi : Jika pada suatu sistem hanya bekerja gaya-

gaya dalam yang bersifat konserfatif (tidak bekerja gaya luar dan gaya

dalam tak konserfatif), energi mekanik sistem pada posisi apa saja selalu

tetap (kekal). Artinya, energi mekanik sistem pada posisi akhir sama

dengan energi mekanik sistem pada posisi awal.


EM awal EM akhir

atau
EPawal EK awal EPakhir EK akhir
100

Hubungan gaya berat dengan hukum kekekalan energi mekanik

Untuk sistem yang bergerak dibawah gaya berat seperti, gerak jatuh

bebas, gerak vertikal ke aras, dan gerak peluru. Energi mekaniknya

1
eterdiri dari energi potensial EP mgh dan energi kinetik EK mv 2 .
2

Tujuan percobaan :
Menganalisis hukum kekekalan energi mekanik pada gerak vertikal

keatas.
Alat dan Bahan :
- 1 buah bola kasti
- 1 buah kelereng
- 1 neraca pegas
- 1 buah stopwac

Prosedur Percobaan

hmaks

V0

Gambar 1. Bola Dilempar Keatas dengan Kecepatan Awal

1. Posisikan bola pada pelontar.


2. Lontarkan bola dengan kecepatan awal.
101

3. Ukur waktu yang dibutuhkan bola untuk dapat sampai jatuh sesaat

sebelum sampai pada posisi awal!


4. Masukkan data hasil pengukuran kedalam tabel 1.
5. Lakukan langkah 1-4 menggunakan bola yang berbeda!
Tabel 1. Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada Benda Jatuh Bebas
Massa Waktu Vawal Epawal Ekawal Epakhir Ekakhir
No hmaks
(Kg) (s) (m/s) (Joule) (Joule) (Joule) (Joule)
1.
2.
g = 10 m/s
6. Buatlah kesimpulan berdasarkan percobaan yang dilakukan!

SELAMAT BEKERJA
&
GOOD LUCK