Anda di halaman 1dari 7

.

...


.
Kaum Muslimin rahimakumullah,

Segala puji bagi-Nya Rabb semesta alam, yang telah mengaruniakan berbagai kenikmatan
yang tak terhingga. Shalawat dan salam bagi penghulu para rasul, kekasih dan penyejuk hati
kita, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, juga kepada keluarga dan sahabat-
sahabatnya, serta pengikutnya hingga akhir zaman.

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya.
Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan,
betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini.
Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu
dikaji secara khusus.

Jalan yang haq dalam menggapai ridha Allah Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul
walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah
penting dalam Islam. Di dalam Alquran, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid,
Allah Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.

Seperti tersurat dalam surat al-Israa ayat 23-24, Allah Taala berfirman:







Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-
Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya
atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah
engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah engkau membentak
keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu
terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Ya Rabb-ku, sayangilah
keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil. (QS. Al-Isra:
23-24).

Dalam surat al-Ankabuut ayat 8, tercantum larangan mematuhi orang tua yang kafir jika
mereka mengajak kepada kekafiran:






Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau
tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-
Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(QS. Al-Ankabuut (29): 8)

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Di antara keutamaan amalan birrul walidain adalah:

Birrul Walidain Merupakan Amal Yang Paling Utama

Abdullah bin Masud radhiyallaahu anhu berkata.

: : :
Aku bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Amal apakah yang paling
utama? Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Shalat pada waktunya (dalam
riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya). Aku bertanya lagi, Kemudian apa? Nabi
menjawab: Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi: Kemudian apa? Nabi
menjawab, Jihad di jalan Allah (HR. Bukhari dan Muslim)

Ridha Allah Bergantung Kepada Ridha Orang Tua

Sesuai hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, disebutkan:











:
Darii Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallaahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda: Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka
Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua (HR. Bukhari)

Berbakti Kepada Orang Tua Dapat Menghilangkan Kesulitan Yang Sedang Dialami

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Ada sebuah kisah, dimana secara logika kesulitan tersebut sulit untuk dipecahkan atau
bahkan tidak bisa dipecahkan menurut perhitungan manusia, namun lantaran amalan berbakti
kepada kedua orang tua, kesulitan itu mendapatkan jalan keluar. Kisah tentang hal ini
diriwayat dari Ibnu Umar radhiyallaahu anhuma mengenai tiga orang yang terjebak dalam
gua, dan salah seorangnya bertawassul dengan bakti kepada ibu bapaknya.

Haditsnya sebagai berikut:


: .

: .


.

.

Pada suatu hari tiga orang dari ummat sebelum kalian sedang berjalan, lalu kehujanan.
Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka berada di
dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi mulut gua. Sebagian mereka
berkata kepada yang lain: Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan. Kemudian
mereka memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar
Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu di antara mereka berkata: Ya Allah,
sesung-guhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku
mempunyai isteri dan anak-anak yang masih kecil. Aku menggembala kambing, ketika
pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku
sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari
nafkah sehingga pulang sudah larut malam dan aku dapati orang tuaku sudah tertidur, lalu
aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku
mendatangi keduanya namun keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek
menangis untuk meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan
memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua
orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku
bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan
kepada anak-anakku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena
mengharap wajah-Mu, maka bukakanlah mulut gua ini. Maka batu yang menutupi pintu gua
itu pun bergeser sedikit.. (HR. Bukhari (no. 2272), Fathul Baari (IV/449), Muslim (no.
2743).

Akan Diluaskan Rizki Dan Dipanjangkan Umur

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Orang-orang pada hari ini berbicara bahwa sedekah melancarkan rezeki, pendapat ini
disebarkan secara luas, padahal ada amalan yang lebih agung yang bisa melancarkan rezeki
seseorang yaitu berbakti kepada kedua orang tua. Sesuai sabda Nabi shallallahu alaihi wa
sallam





Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan di-panjangkan umurnya, maka hendaklah ia
menyam-bung silaturrahimnya. (HR. Bukhari (no. 5985, 5986), Muslim (no. 2557), Abu
Dawud (no. 1693))

Dalam silaturahmi, yang harus didahulukan adalah silaturahmi kepada orang tua sebelum
kepada yang lain. Banyak di antara saudara-saudara kita yang sering berkunjung kepada
teman-temannya, tetapi kepada orang tuanya sendiri jarang, bahkan tidak pernah. Padahal
ketika masih kecil, dia selalu bersama orang tuanya. Sesulit apa pun harus tetap diusahakan
untuk bersilaturahmi kepada kedua orang tua, karena dekat kepada keduanya -insya Allah-
akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umurnya.





Khutbah Kedua:




Akan Dimasukkan Ke Surga Ooleh Allah Azza wa Jalla

Kaum Muslimin rahimakumullah,


Berbuat baik kepada orang tua dan taat kepada keduanya dalam kebaikan merupakan jalan
menuju Surga. Sedangkan durhaka kepada orang tua akan mengakibatkan seorang anak tidak
masuk Surga. Dan di antara dosa-dosa yang Allah Azza wa Jalla segerakan adzabnya di
dunia adalah berbuat zhalim dan durhaka kepada orang tua. Dengan demikian, jika seorang
anak berbuat baik kepada orang tuanya, Allah akan meng-hindarkannya dari berbagai
malapetaka, dengan izin Allah Azza wa Jalla dan akan dimasukkan ke Surga.

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Lalu bagaimana bentuk-bentuk durhaka kepada orang tua? Agar pemahaman tentang berbakti
kepada orang tua lebih sempurna, maka Khatib akan menyebutkan lawan dari perbuatan ini,
yakni durhaka kepada kedua orang tua. Apa saja amalan yang dikategorikan durhaka kepada
orang tua? Berikut poin-poinnya:

1. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua, baik berupa perkataan atau pun perbuatan
yang mem-buat orang tua sedih atau sakit hati.

2. Berkata ah atau cis dan tidak memenuhi pang-gilan orang tua.

3. Membentak atau menghardik orang tua.

4. Bakhil atau kikir, tidak mengurus orang tuanya, bahkan lebih mementingkan yang lain
daripada mengurus orang tuanya, padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya
memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.

5. Bermuka masam dan cemberut di hadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan
bodoh, kolot, dan lain-lain.

6. Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan
tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua dan lemah.
Tetapi, jika si ibu melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri, maka tidaklah
mengapa, dan karena itu seorang anak harus berterima kasih dan membantu orang tua.

7. Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik
orang tua.

8. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah, misalnya alat musik, mengisap rokok, dan
lain-lain.

9. Lebih mentaati isteri daripada kedua orang tua. Bahkan ada sebagian orang yang tega
mengusir ibunya demi menuruti kemauan isterinya.

Nas-alullaahas salaamah wal aafiyah


10. Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua
dan tempat tinggal ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam
itu adalah sikap yang sangat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.

Di antara bentuk berbakti kepada orang tua adalah:

1. Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi shallallahu
alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin
termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita

2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan
adab ber-bicara antara kepada kedua orang tua dengan ke-pada anak, teman atau dengan yang
lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua.

3. Tawadhu (rendah hati). Tidak boleh kibr (som-bong) apabila sudah meraih sukses atau
memenuhi jabatan di dunia, karena sewaktu lahir, kita berada dalam keadaan hina dan
membutuhkan pertolongan, kita diberi makan, minum, dan pakaian oleh orang tua.

4. Memberi infaq (shadaqah) kepada kedua orang tua, karena pada hakikatnya semua harta
kita adalah milik orang tua. Oleh karena itu berikanlah harta itu kepada kedua orang tua, baik
ketika mereka minta ataupun tidak.

5 . Mendoakan kedua orang tua. Di antaranya dengan doa berikut:



Wahai Rabb-ku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu
kecil.

Seandainya orang tua masih berbuat syirik serta bidah, kita tetap harus berlaku lemah lembut
kepada keduanya, dengan harapan agar keduanya kembali kepada Tauhid dan Sunnah.
Bagaimana pun, syirik dan bidah adalah sebesar-besar kemungkaran, maka kita harus
mencegahnya semampu kita dengan dasar ilmu, lemah lembut dan kesabaran. Sambil terus
berdoa siang dan malam agar orang tua kita diberi petunjuk ke jalan yang benar.

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Mungkin timbul pertanyaan, bagaimana saya harus berbakti kepada kedua orang tua saya,
karena keduanya telah meninggal. Ketahuilah kaum muslimin, Islam pun tetap membukakan
pintu bagi orang-orang yang hendak berbakti kepada orang tuanya di saat keduanya telah
tiada. Yang harus kita lakukan adalah:

1. Meminta ampun kepada Allah Azza wa Jalla dengan taubat nashuha (jujur) bila kita
pernah berbuat dur-haka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.
2. Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.

3. Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.

4. Membayarkan hutang-hutangnya.

5. Melaksanakan wasiat sesuai dengan syariat.

6. Menyambung silaturrahim kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.

Semoga dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam tersebut, kita dimudahkan
oleh Allah Azza wa Jalla dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.
Aamiin.




.
.