Anda di halaman 1dari 21

Integral di RN

3 Kurva Parametrik Bidang


dan Koordinat Polar

BAB 3

3.1 Kurva Parametrik Bidang


3.2 Garis Singgung Pada Kurva Parametrik
3.3 Sistem Koordinat Polar
3.4 Luas Daerah dalam Koordinat Polar
Integral di RN

Tujuan Instruksional
sional Khusus
Mahasiswa mampu:
1. membentuk
embentuk representasi parametrik kurva di
bidang.
2. mencari persamaan garis singgung dan meng-
meng
hitung panjang kurva parametrik.
3. menggunakan koordinat polar dan mengubah
koordinat kartesius ke koordinat polar dan se-
se
baliknya.
4. mengidentifikasi persamaan polar untuk garis,
lingkaran, dan konik.
5. menghitung luas daerah yang batasnya
didefinisikan oleh persamaan dalam koordinat
polar.
6. memvisualisasi grafik fungsi-fungsi
fungsi dalam
koordinat parametrik dan polar dengan
bantuan TIK

Pendahuluan
Dalam matematika, persamaan parametrik adalah salah satu metode mendefinisikan
suatu kurva. Salah satu contoh kurva yang didefinisikan dengan persamaan parametrik
adalah kurva kupu-kupu.
kupu. Contoh sederhana penggunaan persamaan parametrik adalah
dalam kinematika, yaitu saat menggunakan parameter waktu untuk menentukan posisi,
kecepatan dan informasi-informasi
informasi lain tentang pergerakan benda. Selain menggunakan
persamaan parametrik, beberapa bentuk geometri tertentu lebih mudah dinyatakan dalam
persamaan polar. Contohnya elips, irisan kerucut dan lain-lain.
lain

Pada bab ini dibahas mengenai persamaan parametrik dan koordinat polar. Subbab
3.1 membahas persamaan parametrik
parametrik dan turunannya. Pada Subbab 3.2 dibahas mengenai
garis singgung kurva parametrik dan panjang kurva parametrik. Berikutnya Subbab 3.3
mambahas tentang sistem koordinat polar, hubungan antara koordinat polar dan koordinat
Cartesius dengan koordinat polar
p dan persamaan polar dari bentuk-bentuk
bentuk geometri. Pada
akhir Bab 3, Subbab 3.4, dipelajari bagaimana mencari luas daerah dalam koordinat polar.

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 52


Integral di RN

3.1 Kurva Parametrik Bidang

Kurva Parametrik, Eliminasi Parameter, Turunan Fungsi


Parametrik

Kurva Parametrik

Pada umumnya suatu grafik didapat dari suatu persamaan.


Tetapi kurva pada bidang, misalkan spiral, sangat tidak mudah
untuk mengukur dan membuat persamaannya. Tetapi grafik
dengan persamaan

(1) y = sin x, 0 x ,

Gambar 1 dapat digambar seperti pada Gambar 1. Contoh lainnya


misalkan grafik dari persamaan

(2) x = y2, 2 y 2

seperti pada Gambar 2.

Suatu lingkaran dengan persamaan x 2 + y 2 = a dapat ditulis


dengan persamaan
Gambar 2
(3) y = f ( x) = a 2 x 2

atau

(4) y = f ( x) = a 2 x 2 .

Persamaan (3) dan (4) dapat pula ditulis dengan cara lain,
yaitu

(5) x = a cos t , y = a sin t , 0 t 2 .


Gambar 3
dengan t adalah variabel waktu, sedangkan kan x, y menyatakan
posisi partikel pada waktu t. (Lihat Gambar 3)

Variabel t disebut parameter, sehingga x dan y dinyatakan


dengan terminologi parameter. Akibatnya, persamaan (5)
disebut persamaan parametrik dari lingkaran x 2 + y 2 = a .

Contoh 1
x = a cos t , y = b sin t , 0 t 2
Grafik persamaan ini merupakan elips.

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 53


Integral di RN

Contoh 2
Parabola pada persamaan (2) dapat dinyatakan kembali
sebagai :
x = t 2 ; y = t , - 2 t 2.

Jadi suatu kurva bidang dapat ditentukan oleh dua persamaan


parametrik yang didefinisikan pada I seperti pada persamaan
berikut:

(6)
x = f (t ), y = g (t ) , t I

dengan f dan g merupakan fungsi-fungsi kontinu pada interval


yang ditentukan. Jika t bergerak dari a ke b maka titik ( x, y )
mengikuti kurva pada bidang-xy.

Jika t terletak pada interval tutup [a,b], maka titik


( ) ( )
P x ( a ) , y ( a ) dan Q x ( b ) , y ( b ) merupakan titik awal dan
titik akhir. Jika untuk setiap nilai t yang berbeda diperoleh titik-
titik di bidang yang juga berbeda, maka kurva disebut kurva
sederhana. Hubungan antara x = f ( t ) , y = g ( t ) , dan interval
I disebut kurva yang diparametrik atau representasi parametrik
kurva.
Tabel 1
Eliminasi Parameter
t x y Untuk mengetahui suatu kurva yang dinyatakan dengan
-2 0 -5 persamaan parameterik, dapat lebih mudah dikenal dengan
-1 -1 -4 mengeliminasi parameter. Dengan begitu, terlihat persamaan
0 0 -3 kurva dalam satu persamaan yang mungkin dapat dikenali
1 3 -2 dengan lebih mudah.
2 8 -1
3 15 0 Contoh 3
Pandang persamaan
x = t 2 + 2t , y = t 3, 2 t 3
y
Tuliskan kembali t dalam y. Kemudian substitusikan t ke dalam
x sehingga diperoleh (lihat tabel 1)
x
-3 x = ( y + 3)2 + 2( y 3) = y 2 + 8 y + 15
atau
-1 -4
x + 1 = ( y + 4) 2 .
-5

Kurva ini merupakan parabola, Gambar 3, dengan puncak (-1,-


Gambar 4 4) dalam interval 2 y + 3 3 atau 5 y 6.

Contoh 4
Selidiki kurva x = t + 1; y = 2t 5 , t riil.

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 54


Integral di RN

y Penyelesaian
Tulisakan kembali t dalam x,, kemudian substitusikan ke nilai y.
x Maka y = 2 x 7 . Persamaan ini ni adalah fungsi suatu garis
pada bidang (Gambar 4).

with(plots):plot([t+1,2*t-5,t=-9..9]);
9..9]);

Contoh 5
Gambar 5 2
Selidiki kurva x = 2t ; y = t , t riil.

Penyelesaian
y Lakukan hal serupa dengan Contoh 3, maka didapat
x 1
y = ( )2 = x 2 .
2 4
x Persamaan ini adalah fungsi parabola yang dipartisi
Gambar 6 (Gambar 5).

with(plots):plot([2*t,t^2,t=-1..1]);
1..1]);

Contoh 6
y Selidiki kurva yang diparameterisasi oleh fungsi
(0,1),
x = sin 2 t , y = cos t , t [ 0, ] .

x Penyelesaian
Dengan menggunkan kesamaan trigonometri diperoleh,
(0,-1), t= x = sin 2 t = 1 cos 2 t = 1 y 2 ; x = 1 y 2
atau
Gambar 7 y 2 = 1 x, 1 y 1
dari titik (0,1) sampai (0,-1) (Gambar 6).

Contoh 7
Persamaan kurva mulus lingkaran dapat ditulis sebagai
x = 1 t 2 x = cos t
1 t 1 atau t
y=t y = sin t 2 2
1 t2
x=
atau 1 + t 2 1 t 1

2t
y=
1 + t 2

Coba buktikan sendiri Contoh 7.

Coba kalian selidiki bentuk kurva parametrik berikut.


1. x = t 2 + 3, y = 6t 2 + 3
2. x = et , y = 4e 2t
3. x = 5cos t , y = 3sin t

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 55


Integral di RN

Suatu kurva yang disebut sikloid adalah grafik yang


y menggambarkan lintasan yang dilalui titik P yang terletak pada
roda berjalan. P adalah titik yang mula-mula terletak di roda
yang jari-jarinya a (Gambar 8).

O T(at,0 2 x at x = a sin t , x = a(t sin t )


a y = a cos t , y = a(1 cos t )

Gambar 8 Jadi persamaan parameter sikloid adalah

(7) x = a (t sin t ), y = a (1 cos t ).


(Gambar 9)
E
a t a= cos t Turunan Fungsi Parametrik
P Q Kita dapat mencari kemiringan garis singgung dari kurva
a= sin t parametrik tanpa terlebih dahulu mengeliminasi parameternya.
Hal ini dijabarkan dalam Teorema 3.1 berikut.
Gambar 9
TEOREMA 3.1

Misal f dan g adalah fungsi kontinu terturunkan dengan


f '(t ) 0 pada < t < . Maka persamaan parametrik

x = f (t ) dan y = g (t )

mendefinisikan y sebagai fungsi yang terturunkan terhadap


x dan

dy dy dt
=
dx dx dt

Contoh 8
dy
Cari dari fungsi x = 5 cos t , y = 4 sin t.
dx

Penyelesaian
dy
dy dt 4 cos t 4
= = = cot t .
dx dx 5 sin t 5
dt

Terkadang integral tentu melibatkan dua variabel x dan y.


Tetapi pada persamaan parametrik semua integral maupun
diferensial dinyatakan dalam terminologi t dan dt.

Contoh 9
3

Selesaikan y dx dengan x = 2t 3 dan


1
y = t 2 + 1.

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 56


Integral di RN

Penyelesaian
x = 2t 3 maka dx = 2dt . Akibatnya, batas integrasi, yaitu
x = 1 berubah menjadi t = 1 dan x = 3 menjadi t = 2 .
Sehingga,

3 2 2
t3 26
1 1
2
y dx = ( t + 2)2 dt = 2( + 2t ) = .
3 1
3

1
dy
y dx jika diberikan
2
Carilah nilai dan x = t 2 dan y = et .
dx 0

Contoh 10
Carilah luas A dari sikloid satu busur dan sumbu x .

Penyelesaian
Persamaan sikloid adalah

x = a(t sin t )
0 t 2
y = a(t cos t )
dx = a (1 cos t ) dt.
Maka,

2 a 2 a
1
A=
0
y dx = a 2 (1 cos t )(1 cos t ) dt 2
0
2
=a 2 (1 2 cos t + cos
2
t ) dt
0
2
1 1
=a 2 (1 2 cos t + 2 + 2 cos 2t ) dt
0
2
3 1
2
=a ( t 2sin t + sin 2t ) = 3 a 2
2 4 0

Carilah luas A dari hiposikloid berikut

x = a cos3 t
0 t 2 .
y = a sin 3 t

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 57


Integral di RN

3.2 Garis Singgung pada Kurva Parametrik

Garis Singgung pada Kurva Parametrik, Panjang Kurva


Parametrik

Garis Singgung pada Kurva Parametrik

Suatu kurva parametrik dikatakan mulus apabila turunan


f ( t ) dan g ( t ) kontinu dan tidak pernah bersama-sama
bersama
bernilai nol. Kurva parametrik dapat dinyatakan dengan salah
satu, atau keduanya, dari bentuk y = F ( x ) atau x = G ( y ) .
Lebih lanjut, kita dapat menggunakan aturan rantai untuk
menghitung
itung kemiringan garis singgung pada suatu titik di
kurva parametrik. Turunkan y = F ( x) terhadap t
menghasilkan

dy dy dx
= .
dt dx dt
Sehingga,

dy dy dt g ( t ) y
(1) = = = .
dx dx dt f ( t ) x

di setiap titik x = f ( t ) 0 .

Contoh 1
2 3
persamaan garis singgung pada kurva x = t , y = t di
Carilah persamaan
t = 2.

Penyelesaian
y Gradien garis singgung pada t=2 adalah,
t=2
dy 2t 2 2 1
= 2 = = = .
x dx 2t 3t 3 2 3

Titik ( x, y ) pada t = 2 adalah x = t 2 = (2) 2 = 4, y = (2)3 = 8 .


1
Jadi garis singgung pada titik (4,8) dengan gradien adalah
Gambar 1 3
1
y 8 = ( x 4) 2 y x 16 + 4 = 0 atau 2 y x 12 = 0.
2
(Lihat Gambar 1)

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 58


Integral di RN

Contoh 2
Carilah persamaan garis singgung kurva x = 2 sec t , y = 2 tan t

pada t = .
6

Penyelesaian

dy dy dt 2sec2 t sec t 1 cos t 1


= = = = . =
dx dx dt 2sec t.tan t tan t cos t sin t sin t


Pada t=
6
dy 1
= = 2 .
dx sin( )
6
Titik ( x, y ) adalah
1 2 2 4 2
x=2 = = = , y = 2 tan 30 =
cos 30 cos 30 1 3 3
3
2
4 2
Jadi, garis singgung pada titik ( , ) dengan gradien -2
3 3
2 4
adalah ( y + ) = 2( x ).
3 3

Coba kalian tentukan persamaan garis singgung kurva



y = 9 sin (16t ) dan x = 16 cos ( 9t ) pada t = .
3

Panjang Kurva Parametrik

Pada Matematika Dasar A1 telah dipelajari cara menghitung


beberapa nilai geometri berkaitan dengan grafik y = f ( x ) .
Salah satu yang akan dipelajari disini adalah panjang kurva.
Ingat kembali rumus panjang kurva adalah

s b
s = ds = 1 + ( dy dx ) dx .
2
(2)
0 a

Sekarang kita akan mencari panjang kurva dari kurva


parametrik yang mulus

(3) x = f (t ) , y = g (t ) , t .

Kita dapat menghitung panjang kurva parametrik dengan


substitusi

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 59


Integral di RN

x = f (t ) y = g (t )
(4) dx = f ( t ) dt dy = g ( t ) dt
2 2
ds = f ( t ) + g ( t ) dt

Lakukan integrasi dari t = ke t = tanpa memperhatikan


arah pergerakan sepanjang kurva. Asumsikan bahwa
f ( t ) > 0 jika f ( ) = a dan f ( ) = b , dan f ( t ) < 0 jika
f ( ) = b dan f ( ) = a , maka
2

g (t )
s= 1+ f ( t ) dt.
f ( t )

Sehingga,
2 2
2 2 dx dy
(5) s= f ( t ) + g ( t ) dt = + dt.
dt dt

Contoh 3
Carilah panjang kurva dari sikloid berikut
x = 9(t sin t )
0 t 2 .
y = 9(t cos t )

Penyelesaian
Untuk menghitung panjang busur, mula-mula
mula kita hitung dulu
dx dt dan dy dt .
dx dy
= 9 (1 cos t ) dan = 9 (1 + sin t ) .
dt dt
Kemudian kita gunakan persamaan (12) untuk menghitung
panjang busurnya seperti berikut.

2
dx 2 dy 2
s= ( ) + ( ) dt = 9 2 (1 cos t ) 2 + 92 (sin 2 t ) dt
dt dt 0
2 2 2
t t
= 9 2(1 cos t ) dt = 9 4sin dt = 18 sin dt
2

0 0
2 0
2
2
t
= ( 36 cos ) = 72.
2 0

Cari
Carilah panjang kurva dari hiposikloid berikut
x = 6cos3 t
0 t 2 .
y = 6sin 3 t

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 60


Integral di RN

3.3 Sistem Koordinat Polar

Sistem Koordinat Polar, Persamaan Polar, Hubungan antara


Koordinat Polar dan Koordinat Cartesius, Persamaan Polar
untuk Garis, Lingkaran, dan Irisan Kerucut (Konik), Grafik
y
Persamaan Polar
P (x,y)

Koordinat Polar

O x Koordinat yang telah lebih dahulu dikenal adalah


ada koordinat
Koordinat
Cartesian Cartesius atau sistem
sistem koordinat tegak lurus yang yan ditemukan
oleh Rene Descartes. Setiap
Setiap titik P pada bidang memiliki koor-
Gambar 1 dinat yang terdiri pasangan bilangan (x,y)) yang diartikan jarak
P (r,)
dar dua buah sumbu yang saling tegak lurus. (Gambar 1).
dari

Sumbu Kemudian munculah sistem koordinat polar yang dilengkapi
Polar dengan setengah garis tetap yang disebut sumbu polar dan titik
tertentu O , yang disebut kutub/titik awal. Oleh karena itu,
sistem ini disebut juga sistem koordinat kutub. Sedangkan
adalah besar sudut dalam radian, yang diukur berlawanan arah
jarum jam (jika >0) dari sumbu-x sebagai sisi awal.
awal
(Gambar 2).
Gambar 2
Jika r > 0 , maka P terletak pada sisi kedua dari sudut dan
berjarak r dari titik awal. Jika r < 0 maka P terletak pada garis
berlawanan dengan sisi kedua pada jarak r = r > 0 dari titik
kutub (Gambar 3).

r<0 Jika r positif, titik P terletak pada kuadran yang sama dengan
|r| , tetapi jika r negatif,, maka P terletak pada sisi yang ber-
ber
kuadran Jika r=0, tidak berarti apa-apa.
lawanan kuadran. apa

Gambar 3 Contoh 1 Koordinat polar

Keistimewaan setiap titik pada sistem koordinat mempunyai tak


terhingga koordinat polar. Karena kenyataan sudut + 2 n ,
(3,/2) (2,/3 n=0,1, 2. .. mempunyai titik sudut yang keduanya sama.
n=0,1,
(2 1/2,/3)
Contohnya, koordinat ( 4, 2 ) juga mempunyai koordinat
( 4,5 2 ) , ( 4, 3 2 ) , ( 4, 9 2 ) dan seterusnya.

(-1,/4)
Jadi titik ( 4, 3 2 ) mempunyai koordinat ( 4, 2 ) . Titik awal
mempunyai koordinat ( 0, ) (Gambar 4).

Gambar 4

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 61


Integral di RN

Persamaan Polar

Berikut ini adalah beberapa


beberap contoh persamaan polar dan
gambarnya.

Contoh 2
P
Persamaan polar r = 4sin (Gambar 5).

r
0 0
(4,/2)
/2)
/6 2
(3.47,/3
/3 3.47
/2 4
2/3 3.47 (2,/6)
5/6 2
0
7/6 -2
4/3 -3.47 Gambar 5

with(plots):polarplot(4*sin(theta),theta=0..2*Pi);

Contoh 3
2
Gambar dari persamaan polar r = (Gambar 6).
1 cos

r
0 -
/4 6.8
/2 2
3/4 1.2
1
5/4 1.2
3/2 2
7/4 6.8
2 -
Gambar 6

with(plots):polarplot(2/(1-cos(theta)),
with(plots):polarplot(2/(1 cos(theta)),
theta=0..2*Pi);

Contoh 4
Co
Gambar r = ; 0 disebut spiral Archimedes dari
= [0, 2 ] (Gambar 7).

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 62


Integral di RN

r (1/2 , 1/2
/4 /4 )
(1/4 , 1/4 )
/2 /2
3/4 3/4

5/4 5/4
3/2 3/2
7/4 7/4
2 2
Gambar 7

with(plots):polarplot(theta,theta=0..2*Pi);

Coba kalian gambarkan persamaan dalam koordinat polar


berikut
1. r = 2 2sin
2. r = 3cos ( 4 )
3. r = 9e .

Hubungan Koordinat Polar dan Koordinat


Cartesius

y Jika sumbu polar dianggap sebagai sumbu-x,


sumbu maka titik P
P dapat dinyatakan (r , ) dalam koordinat polar dan dinyatakan
sebagai ( x, y ) dalam koordinat Cartesius (Gambar 8).
r
y
Perubahan dari koordinat polar ke koordinat Cartesius dan dari
O x x koordinat Cartesius ke koordinat polar dinyatakan dalam
Persamaan (13) berikut,
Gambar 8
x = r cos r 2 = x2 + y2
(1) y
y = r sin tan =
x

Contoh 5
Ubahlah koordinat polar ( 4, 6 ) menjadi koordinat Cartesius.

Penyelesaian

Diketahui (r , ) = (4, ) , maka dengan menggunakan
6
Persamaan (13) diperoleh
3
x = r cos = 4 cos = 4.
= 2 3
6 2
( x, y ) = (2 3, 2)
1
y = r sin = 4sin = 4. = 2
6 2

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 63


Integral di RN

Carilah bentuk koordinat Cartesius jika diberikan koordinat po-


lar seperti berikut

( r , ) = 5,
3
.
4

Contoh 6
Ubahlah koordinat Cartesius (3, 3) menjadi koordinat polar.

Penyelesaian
Diketahui ( x, y ) = (3, 3) maka dengan menggunakan
persamaan (13) diperoleh
r 2 = x 2 + y 2 = 9 + 3 = 12
3 1
tan = = 3 = 5 (Kuadran II).
3 3 6

Sehingga diperoleh koordinat polar berikut



(r , ) = (2 3,5 ).
6

Coba kalian tentukan bentuk koordinat polar jika diberikan


koordinat Cartesius
Cartesi seperti berikut
( x, y ) = ( 4 2, 2 6 . )
Persamaan Polar untuk Garis,
Lingkaran & Irisan Kerucut (Konik)
P (r, )
Garis
r
- 0 d Garis L pada Gambar 9 melalui P (r , ) dengan jarak d dari
0 Q titik kutub.
O
Lihat OPQ
gr L
OQ d
cos 0 = =
OP r
Gambar 9 Jadi ,
d
(2) r = ,
cos 0
P (r, ) Persamaan (14) merupakan persamaan polar untuk garis.

Lingkaran
r (a, )
- 0 Perhatikan lingkaran jari-jari a dengan titik pusat ( a, 0 ) pada
a M
Gambar 10.
O Misalkan P (r , ) pada lingkaran, maka lihat OPM dalam
kosinus pada segitiga,
Gambar 10 a 2 = r 2 + a 2 2ar cos( 0 )
2ar cos( 0 ) = r 2
Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 64
Integral di RN

Sehingga,

2
L (3) r = 2ar cos( 0 ) .
P (r, ) Persamaan (15) adalah persamaan polar untuk lingkaran.

Irisan Kerucut (Konik)


- 0 d
0 Perhatikan irisan yang dibentuk oleh satu titik fokus (focus) F
dan satu garis direktriks (directrix) L pada Gambar 11. Jika P
F
( r , ) titik pada irisan kerucut, maka rasio antara jarak P dari
Konik
fokus PF dengan jarak P dari garis direktriks L PL adalah
suatu konstanta positif e yang disebut eksentrisitas
(eccentricity) yang memenuhi

Gambar 11 | PF |= e | PL | .

Ingat ! Untuk kasus dimana irisan kerucut diposisikan sedemikian


rupa sehingga fokusnya terletak di titik kutub O = ( 0, 0 ) dan
Jika 0<e<1 direktriksnya adalah sejauh d satuan maka bentuk
disebut ellips | PF |= e | PL | akan menjadi
Jika e=1 disebut
r = e(d r cos( 0 ))
parabola
Jika e>1 disebut r = ed er cos( 0 ).
hiperbola Maka,
ed
(4) r=
1 + e cos( 0 )

adalah persamaan polar untuk irisan kerucut.

Rangkuman

Garis

d
d
0 O d
O

d d d
r= r= r=
cos( 0 ) cos sin

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 65


Integral di RN

Lingkaran

a a
0 O a
O
O
r = 2a cos( 0 ) r = 2a cos r = 2a sin

Irisan Kerucut (Konik)

d d
0 d
O
O
O

ed ed ed
r= r= r=
1 + e cos( 0 ) 1 + cos 1 + e sin

Contoh 7
1
Carilah persamaan elips yang mempunyai eksentrisitas e =
2
dengan fokus pada titik kutub O ( 0, 0 ) , dan direktriks vertikal
10 satuan disebelah kanan titik kutub.

Penyelesaian
1 .10
2 10
Persamaan : r = =
1 + 1 cos 2 + cos
2

Jika dinyatakan dalam koordinat Cartesius, maka

r (2 + cos ) = 10
2r + r cos = 10
10 x
2r + x = 10 r =
2
10 x 2 100 + x 2 20 x
r2 = ( ) x2 + y 2 =
2 2
2 2 2
2 x x + 2 y = 100 20 x
( x + 10) 2 y 2
x 2 + 20 x + 2 y 2 = 100 ( x + 10) 2 + 2 y 2 = 200 + =1
200 10

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 66


Integral di RN

Coba kalian tentukan persamaan elips (dalam koordinat


3
Cartesius) yang memiliki eksentrisitas dengan fokus
4
O ( 0, 0 ) , dan direktriks vertikal 20 satuan disebelah kanan titik
kutub.

Coba kalian selidiki bentuk irisan kerucut yang dinyatakan


dalam koordinat polar berikut dan tentukan bentuk koordinat
Cartesiusnya.
6
r=
(r, 1 + cos
)
Grafik Persamaan Polar

Persamaan polar, seperti garis, lingkaran dan irisan kerucut
(r, - ) sudah diperkenalkan beserta grafiknya pada subbab
sebelumnya. Suatu kurva kadang lebih sederhana dinyatakan
diny
(-, - ) dalam koordinat polar dibandingkan
di kan bila dinyatakan dalam
koordinat Cartesius.
Cartesius Tetapi kadang kala terjadi hal sebaliknya.
Gambar 12 Oleh karena itu akan lebih baik jika
jika mengetahui lebih dari satu
sistem koordinat. Beberapa kurva mempunyai persamaan
sistem persama yang
se
sederhana di suatu sistem ,namun juga sederhana pada sistem
(r, - ) lainnya
lainnya. Kesimetrian dapat memper- mudah dalam
(-r, - ) menggambar suatu grafik.

1. Grafik dari persamaan polar adalah simetrik terhadap


sumbu-x (sumbu polar) jika perubahan ( r , ) menjadi

( r , ) atau ( r , ) akan menghasilkan persamaan
yang sama (Gambar 12).
Gambar 13
2. Grafik persamaan polar adalah simetrik terhadap sumbu-y
(garis = 2 ) jika perubahan ( r , ) menjadi ( r , )

(r, ) atau ( r , ) akan menghasilkan


ghasilkan persamaan yang sama
(Gambar 13).


3. Grafik persamaan polar adalah simetrik terhadap titik awal
(pole) jika perubahan ( r , ) menjadi ( r , ) atau
(-r, )
(r, + )
( r, + ) akan menghasilkan
ghasilkan persamaan yang sama
(Gambar 14).
Gambar 14

Contoh 8
Gambarkanlah grafik persamaan r 2 = 8 cos 2 .

Penyelesaian
Karena cos(2 ) = cos 2 dan

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 67


Integral di RN

cos 2 ( ) = cos(2 2 ) = cos(2 ) = cos(2 )


r
Maka dari grafik tersebut simetrik terhadap dua buah sumbu,
0 2.8 Gambar 15.
/12 2.6
/6 2
r = 8cos 2
/4 0
with(plots): implicitplot(r^2=8*cos(2*theta),
implicitplot(r^2=8*cos(2*theta),
r=0..3,theta=0..2*Pi,coords=polar);

Contoh 9
Gambarkanlah grafik persamaan kurva r = 1 2 cos .

Penyelesaian

1
0 0
3
Gambar 15
(--1,0)
Sb. Polar (3,) Sb. Polar

5
0 0 2
3

Sb. Polar Sb. Polar

with(plots):polarplot(1-
with(plots):polarplot(1
2*cos(theta),theta=0..2*Pi);

Coba kalian gambarkan grafik


grafik dari persamaan polar
r = 3sin ( 3 )

3.4 Luas Daerah dalam Koordinat Polar

Luas Daerah dalam Koordinat Polar, Luas antara Dua


Koordinat Polar

r = f ( )
= Luas Daerah dalam Koordinat Polar
R
= Misalkan r = f ( ) menyatakan suatu kurva pada bidang
dengan f suatu fungsi kontinu untuk dan 2
Gambar 1

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 68


Integral di RN

Kurva r = f ( ) , = , = dibatasi oleh R, yang


n mempunyai luas A(R), lihat Gambar 1.
Rn
Partisi interval [ , ] menjadi n subinterval = 0 1..... n =
1 sehingga R terbagi menjadi R1 , R2 ,..Rn (Gambar 2). Jadi
R1
0
A( R ) = A( R1 ) + A( R2 ) + ..... + A( Rn ) .
Gambar 2
Perhatikan A(R1)
i = i i 1
1 1
[ f (ui )]2 i A( Ri ) [ f (vi )]2 i
2 2
i dan
n n n
1 1
Ui
Vi
i =1 2
[ f (ui )]2

i =1
A( Ri )
i =1 2
[ f (vi )]2 i
i
Ri
i i 1
Jika partisi diambil kecil sehingga mendekati 0, didapat

Gambar 3 1
(5) A = [ f ( )]2 d
2

Contoh 1
Hitunglah luas cardioids r = 1 cos seperti pada Gambar 4.
r = 1 cos
Penyelesaian
2 2
1 1
(1 cos )2 d = (1 2 cos + cos
2
A= ) d
0
2 2 0
2
1 3
=
2 ( 2 2 cos + cos 2 ) d
0
Gambar 4 2
2
cos d = sin
0
0
=0

2 2
r = 4sin 2 1
0 cos 2 d = 2 sin 2 0
=0

Jadi, luas cardiods

2 2
1 3 3 3
A=
2
0
2
d =
4 d = 2 .
0
Gambar 5

with(plots):polarplot(1 cos(theta),theta=0..2*Pi);
with(plots):polarplot(1-cos(theta),theta=0..2*Pi);

Contoh 2
Hitunglah luas dari satu daun rose r = 4sin 2 seperti pada
Gambar 5.

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 69


Integral di RN

Penyelesaian
/2 /2
r = 3cos 4 1 1
16sin
2 2
A= (4sin 2 ) d = 2 d
2 0
2 0
/2 /2 /2
1 cos 4
=8 d = 4 d cos 4 d
0
2 0 0
/2 /2
= 4 0
(sin 4 ) 0

Gambar 6
with(plots):polarplot(4*sin(2*theta),theta=0..Pi/2)
;

Coba kalian tentukan luas dari delapan daun rose r = 3cos 4


seperti pada Gambar 6.

with(plots):polarplot(3*sin(4*theta),theta=0..2*Pi;
with(plots):polarplot(3*sin(4*theta),theta=0..2*Pi

Luas antara Dua Kurva Polar

Pandang dua kurva r = f ( ) dan r = g ( ) dengan


f ( ) g ( ) 0 untuk seperti Gambar 7, maka
r = f ( )
luas antara dua kurva tersebut adalah


r = g ( ) 1 1
A = [ f ( )]2 d [ g ( )]2 d
2 2
(18)
Gambar 7 1
=
2
([ f ( )]2 [ g ( )]2 ) d

Contoh 3
Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh r = 1 + 2cos dan
bagian lingkaran r = 2 . (Gambar 5)

Penyelesaian : 3
= 1
[(1 2 cos )
2
3 A= 2 2 ] d
2

3

3
= [(4 cos + 4cos 2 3] d
Sb. Polar 0

3
= [(4 cos + 2cos 2 1] d
0

Gambar 8
15 3 2
= [4sin + sin 2 ] 03 =
6

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 70


Integral di RN

Coba kalian tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva


r = 3 + 2 cos dan lingkaran dengan r = 4 seperti pada
Gambar 9.

with(plots):
polarplot({3+2*cos(theta),4},theta=0..2*Pi);

r = 3 + 2 cos

r=4

Gambar 9

Modul Matematika Dasar A2 Universitas Indonesia | 71