Anda di halaman 1dari 23

PENGENALAN

: : :

Dari Abu Dzar radhiallahu 'anhu : Sesungguhnya sebagian dari para sahabat berkata kepada Nabi
Shallallahu alaihi wa Sallam : Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala,
mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa,
dan mereka bershadaqah dengan kelebihan harta mereka. Nabi bersabda : Bukankah Allah telah
menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bershadaqah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah shadaqah,
tiap-tiap tahmid adalah shadaqah, tiap-tiap tahlil adalah shadaqah, menyuruh kepada kebaikan adalah
shadaqah, mencegah kemungkaran adalah shadaqah dan persetubuhan salah seorang di antara kamu
(dengan istrinya) adalah shadaqah. Mereka bertanya : Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di
antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala? Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam
menjawab : Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa,
demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala. (HR. Muslim)
SEDEKAH TANPA HARTA

BIASANYA kita sering mendengar tausiyah, ceramah, atau membaca buku yang mengupas
masalah sedekah, hal yang terngiang dalam otak dan benak kita adalah sedekah itu harus dalam bentuk
mengeluarkan uang, harta, atau apa saja yang memiki nilai berharga.

Persepsi seperti itu masih saja setia menemani alam bawah sadar kita, sampai detik ini. Padahal, Islam
lewat tuntunan Al-Qur`an dan petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam, memberi peluang
untuk seseorang dapat bersedekah meski tanpa materi.

Tentu saja, bagi yang merasa kaya ia tetap dianjurkan bersedekah dengan hartanya sekaligus menambah
pundi kebaikannya dengan melakukan perkara-perkara lain yang bernilai sedekah tanpa harta.

Hanya saja, bagi yang belum mampu bersedekah dengan harta karena satu dan lain hal, tidak perlu
berputus asa, masih terbuka peluang dan kesempatan seluas-luasnya dalam bersedekah.

Ada banyak bentuk-bentuk sedekah tanpa harta yang bisa jadi masih sedikit dari kita sudah
mengetahuinya antara kebaikannya adalah seperti berikut:

1. Melakukan kebaikan

Segala bentuk kebaikan yang kita lakukan dalam hidup ini merupakan termasuk sedekah dan
pelakunya akan mendapatkan pahala bersedekah. Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam
telah bersabda:

Setiap kebaikan adalah sedekah. (HR. Bukhari)

2. Bekerja dengan tangan


Memenuhi dengan bekerja, menjemput rezeki, termasuk kategori sedekah yang dengannya ia
selain mendapat pahala juga terhindar dari sikap bermalas-malasan atau berlepas tangan.

Bekerja dengan tangan menjadi sedekah, setidaknya untuk dirinya sendiri, dan bisa pula menjadi suatu
manfaat bagi diri orang lain.

Oleh kerana itu, Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam telah mengatakan:

Wajib bagi setiap muslim bersedekah.Mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Nabi Allah, bagaimana
kalau ada yang tidak sanggup? Beliau menjawab: Dia bekerja dengan tangannya sehingga bermanfaat
bagi dirinya lalu dia bersedekah. Mereka bertanya lagi: Bagaimana kalau tidak sanggup juga? Beliau
menjawab: Dia membantu orang yang sangat memerlukan bantuan. Mereka bertanya lagi: Bagaimana
kalau tidak sanggup juga? Beliau menjawab: Hendaklah dia berbuat kebaikan (maruf) dan menahan
diri dari keburukan karena yang demikian itu berarti sedekah baginya.

3. Membantu orang lain

Di saat kita mempunyai kemampuan untuk membantu orang lain sekecil apapun bantuan itu seperti
membantu mendorong mobil yang mogok, membantu membawakan barang dagangan orang lain, dan
sebagainya, ini semua semua adalah sedekah, sedekah dalam konteks membantu orang lain.

Tentunya amalan membantu orang lain tetap harus dilandasi niat ikhlas karena Allah SWT. Maka, semua
bantu perbuatan yang dilakukan demi membantu orang lain terhitung sebagai sedekah.

Nabi Muhammad telah bersabda:


Membantu orang lain pada kendaraannya untuk membawanya atau mengangkut barangnya adalah
sedekah. (HR. Bukhari).

4. Amar Ma`ruf Nahi Munkar

Amar makruf dan Nahi Munkar termasuk sedekah. Amar ma`ruf berarti menyuruh kepada kebaikan dan
nahi munkar adalah mencegah terjadinya kemunkaran. Seseorang yang melakukan hal demikian,
sejatinya ia telah bersedekah di jalan Allah.

Disebutkan dalam satu hadits:

Amar makruf dan nahi munkarmu adalah sedekah. (HR. Timridzi dan Ibnu Hibban)

5. Perkataan yang Baik

Manakala seseorang sudah berbicara yang baik, maka ia telah menunjukkan salah satu manfaat dari
keberadaannya sebagai manusia, sehingga berbicara yang baik termasuk dalam kategori sedekah yang
pada dasarnya setiap kita bisa melakukannya. Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam bersabda:

Perkataan yang baik adalah sedekah. (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Berlaku Adil
Manakala kita bisa berlaku adil kepada orang lain dalam kehidupan ini, maka kitapun termasuk orang
yang bersedekah meskipun harta tidak kita miliki, Rasulullah saw bersabda:

Berlaku adil antar dua orang adalah sedekah. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Mendamaikan Orang Yang Bermusuhan

Permusuhan antar seseorang atau kelompok tidak boleh kita biarkan terus berlangsung, harus dilakukan
upaya mendamaikan siapapun yang berselisih dan bermusuhan. Bila ini kita lakukan, maka kitapun akan
mendapatkan salah satu dari sedekah yang paling utama, Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam
bersabda:

Sedekah yang paling utama adalah mendamaikan orang yang bermusuhan. (HR.Thabrani dan Bazzar).

8. Salam dan Senyum

Sering kita membaca atau mendengat bunyi iklan, Salam, Senyum, dan Sapa. Jauh-jauh hari, Nabi telah
mengiklankan perbuatan mulia berupa salam dan dan senyum ini. Bukan hanya mengiklankan semata
bahkan beliau menjadikan kedua perangai ini sebagai bentuk sedekah yang bernilai pahala bagi orang
yang melakukannya.

Dalam satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:


Termasuk bagian sedekah adalah kamu memberi salam kepada orang lain dalam keadaan wajah
berseri-seri. (HR. Baihaqi).

9. Membimbing Orang yang Tersesat

Bila di jalan ada orang yang meminta diberi tahu tentang alamat atau lokasi sebuah tempat, dan kita
memang tahu maka kita harus menunjukkannya dengan sejelas-jelasnya sehingga kitapun bisa
memperoleh nilai sedekah dari kebaikan yang kita lakukan itu.

Rasulullah SAW bersabda:

Bimbinganmu terhadap orang yang berada dalam kesesatan adalah sedekah. (HR. Tirmudzi dan Ibnu
Hibban).

10. Menyingkirkan Gangguan dari Jalan

Menyingkirkan gangguan berupa sampah, kulit pisang, duri, tanah yang longsor, dan beragam rintangan
yang merintangai jalan publik, sekecil apapun itu, bernilai sedekah.

Alangkah indahnya kehidupan ini, apabila setiap orang memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan
lingkungan masing-masing dari gangguan yang ada dengan membuang segala hal yang mengganggu
pejalan ke tempatnya. Tidak perlu menunggu datangnya Pasukan Kuning, namun dengan kemauan diri
sendiri untuk menyingkirkan gangguan, hal itu sudah memberi andil dalam menyelamatkan orang lain
dan sekaligus bernilai sedekah.
Rasul Shallallahu alaihi Wassalam bersabda:

Menyingkirkan gangguan, batu, dan duri dari jalan merupakan sedekah bagimu. (HR. Tirmidzi).

11. Memberikan Air

Air adalah sumber kehidupan. Dikatakan bahwa seseorang dapat bertahan tanpa makan tapi akan muda
mati bila hidup sekian hari tanpa air, apalagi di musim kemarau seperti yang terjadi saat ini.

Memberikan air kepada orang yang membutuhkan baik karena kehausan, kekeringan, kemarau panjang,
dan lain sebagainya, ini termasuk sedekah tanoa harta yang bisa dilakukan oleh orang yang mempunyai
air berlebih.

Rasul Shallallahu alaihi Wassalam menyebutkan hal ini dalam haditsnya:

Menuangkan isi timbamu ke timba saudaramu adalah sedekah. (HR. Tirmidzi).

12. Memberi pendapat

Member saran yang baik, petunjuk yang tepat, dan pendapat yang mulia adalah sedekah. Dalam
kehidupan ada saja manusia yang terlanda permasalahan, dari mulai masalah rumah tangga, pekerjaan,
rencana pernikahan, dan lain-lain.
Manakala yang bersangkutan meminta saran dan solusi terbaik lalu kita memberikan pandangan
kepadanya, ini termasuk sebagai sedekah.

Bimbinganmu untuk orang yang lemah pandangannya adalah sedekah bagimu. (HR. Tirmidzi).

13. Melangkah ke Masjid

Langkah-langkah kaki kita tiap kali pergi ke masjid guna menunaikan ibadah shalat adalah sedekah.
Begitu pula, apabila kita pergi ke masjid dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat,
termasuk bagian dari sedekah.

Kerananya, naf sekali seseorang yang sudah tidak bersedekah dengan harta tidak pula pergi ke masjid
guna melaksanakan ibadah di dalamnya.

Perihal nilai sedekah bagi orang yang melangkah ke masjid, Nabi Shallallahu alaihi Wassalam
mengatakan,

Setiap langkah yang diayunkan untuk pergi shalat adalah sedekah. (HR. Bukhari-Muslim).

14. BERZIKIR

Aktiviti zikir merupakan rangakaian ibadah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur`an misalnya, kita
diperintahkan untuk berdzikir di saat duduk, berdiri, atau berbaring. Ketika kita berdzikir dengan lisan,
selain dzikir dengan amal dan hati, saat itu pula lantunan dzikir kita merupakan sedekah di sisi Allah.
Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam bersabda:

Setiap pagi semua anggota badan masing-masing dari kalian wajib disedekahi. Setiap kali tasbih adalah
sedekah, setiap satu kali tahmid adalah sedekah, setap satu kali tahlil adalah sedekah dan setiap satu kali
takbir adalah sedekah. Amr maruf pun sedekah dan mencegah kemungkaran pun sedekah. Semua itu
terpenuhi dengan dua rakaaat shalat dhuha. (HR. Muslim).*/bersambung

Setiap orang beriman tentu menginginkan dirinya dapat ber"sedekah".

Sedekah, mendengar namanya, orang sudah kenal keutamaannya. Sedekah berasal dari As-Shidq, artinya
jujur. Seorang muslim yang bersedekah berarti dia membuktikan kejujurannya dalam beragama. Betapa
tidak, harta yang merupakan bagian yang dia cintai dalam hidupnya, harus dia berikan ke pihak lain.
Karena itulah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyebut sedekah sebagai burhan (bukti). Dalam hadis
dari Abu Malik Al-Asyari, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Quran bisa
menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu. (HR. Muslim 223).
Sedekah disebut burhan karena sedekah merupakan bukti kejujuran iman seseorang. Artinya, sedekah
dan pemurah identik dengan sifat seorang mukmin, sebaliknya, kikir dan bakhil terhadap apa yang
dimiliki identik dengan sifat orang munafik. Untuk itulah, setelah Allah menceritakan sifat orang munafik,
Allah sambung dengan perintah agar orang yang beriman memperbanyak sedekah. Di surat Al-
Munafiqun, Allah berfirman,

Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian,
kemudian dia meng-iba: Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah
dan aku menjadi orang shaleh. (QS. Al-Munafiqun: 10).

Untuk itulah, seorang hamba hanya akan mendapatkan hakekat kebaikan dengan bersedekah,
memberikan apa yang dia cintai. Allah berfirman,

Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, sampai kalian infakkan apa yang kalian cintai. (QS. Ali Imran:
92)

Hadis berbicara tentang keajaiban Sedekah

a. Dari Ibnu Masud radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Sedekah dengan rahasia bisa memadamkan murka Allah (Shahih At-Targhib, 888)
b. Dari Kab bin Ujrah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api. (Shahih At-Targhib, 866)

c. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat,
seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya. (Silsilah As-Shahihah, 3484).

Yazid salah seorang perawi yang membawakan hadis ini menceritakan: Dulu si Martsad, setiap kali
melakukan satu dosa di hari itu maka dia akan bersedekah dengan apa yang dia miliki, meskipun hanya
dengan secuil kue atau bawang. (As-Silsilah As-Shahihah, 872).

d. Dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah. (Shahih At-Targhib, 744).

Ibnu Syaqiq menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ibnul Mubarak guru Imam
Bukhari -: Saya memiliki luka di lutut selama tujuh tahun, sudah coba diobati dengan berbagai macam
cara, sudah konsultasi dokter dan tidak ada perubahan. Ibnul Mubarak menyarankan, Buatlah sumur di
daerah yang membutuhkan air. Saya berharap akan menghasilkan sumber air dan menyumbat darah
yang keluar. Diapun melakukannya dan sembuh. (Shahih At-Targhib)
e. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

: :

Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama
memohon kepada Allah, Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah, sementara
malaikat satunya berdoa, Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit. (HR. Bukhari & Muslim).

f. Dari Al-Harits Al-Asyari radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bercerita tentang wasiat
Nabi Yahya kepada bani israil. Salah satu isi wasiat itu, Nabi Yahya mengatakan,

Aku perintahkan kalian untuk banyak sedekah. Perumpamaan sedekah seperti orang orang yang ditawan
oleh musuhnya dan tangannya diikat di lehernya. Ketika mereka hendak dipenggal kepalanya, dia
bertanya: Bolehkah aku tebus diriku sehingga tidak kalian bunuh. Kemudian dia memberikan yang
dimiliki, sedikit atau banya, sampai dia berhasil menebus dirinya. (Shahih At-Targhib, 877).

Betapa luar biasanya pengaruh sedekah. Setiap dosa dan kesalahan yang dilakukan manusia merupakan
ancaman baginya. Tumpukan dosa itu cepat atau lambat akan membinasakannya. Namun dia bisa
selamat dari ancaman ini dengan memperbanyak sedekah, sampai dia bisa bebas dari neraka.

g. Sedekah sama sekali tida mengurangi harta

Itulah jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,



Sedekah tidak akan mengurangi harta (HR. Muslim)

h. Dari Umar bin Khatab radhiyallahu anhu, beliau mengatakan,

Diceritakan kepadaku bahwa semua amal akan saling dibanggakan. Kemudia amal sedekah
mengatakan: Saya yang paling utama diantara kalian' (Shahih At-Targhib)

Hadis di atas hanya sebagian riwayat yang menunjukkan keajaiban Sedekah. Masih banyak riwayat lain
yang menyebutkan keajaiban Sedekah. Mengingat demikian besar keutamaan ini, Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam mengizinkan umatnya untuk mengharapkan kenikmatan yang Allah berikan kepada dua
jenis manusia, salah satunya adalah orang yang Allah beri harta, dan dia rajin bersedekah siang dan
malam. (HR. Bukhari & Muslim).

Sedekah yang Paling Utama

Sedekah dengan banyak keutamaan di atas, tentu saja nilainya bertingkat-tingkat sesuai keadaan ketika
bersedekah. Berikut beberapa keadaan yang menyebabkan sedekah kita nilainya lebih utama dari pada
sedekah normal,

Pertama, sedekah secara rahasia

Merahasiakan sedekah akan lebih mendekati ikhlas. Karena itulah nilainya lebih besar dibanding sedekah
yang diketahui orang lain. Allah berfirman,



Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya
dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.. (QS. Al-
Baqarah: 271).

Kedua, sedekah ketika masih sehat, kuat, dan punya harapan hidup lebih lama

Dari Abu hurairah radhiyallahu anhu, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi
wa sallam, Sedekah seperti apakah yang paling besar pahalanya? beliau menjawab:

Engkau bersedekah ketika kamu masih sehat, rakus dengan dunia, takut miskim, dan bercita-cita jadi
orang kaya. Jangan tunda sedekah sampai ruh berada di tenggorokan, kemudian kamu mengatakan:
Untuk si A sekian, si B sekian, padahal sudah menjadi milik orang lain (melalui warisan). (HR. Bukhari &
Muslim)

Pada saat sehat, muda, umumnya manusia masih sangat butuh harta, dan cinta harta dan kekayaan.
Bersedekah pada kondisi tersebut akan membutuhkan perjuangan yang lebih besar untuk melawan
nafsunya, dibandingkan sedekah yang dilakukan oleh orang yang tidak lagi punya harapan banyak
dengan kehidupan dunia karena sudah tua.

Ketiga, sedekah yang diberikan setelah menunaikan kewajiban nafkah keluarga

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Sebaik-baik sedekah adalah harta sisa selain jatah nafkah keluarga. Mulailah dari orang yang wajib kamu
nafkahi. (HR. Bukhari & Muslim)
Sedekah ini bernilai lebih baik, karena dilakukan tanpa menelantarkan kewajibannya. Mengingat kaidah
baku dalam syariat, amal wajib lebih didahulukan dari pada amal sunah.

Keempat, sedekah pada saat krisis

Orang yang memiliki sedikit, namun dia berani bersedekah, menunjukkan keseriusan dia dalam beramal,
disamping sikap istiqamah yang dia lakukan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Satu
dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, Bagaimana bia demikian

Ada orang yang memiliki 2 dirham, kemudian dia sedekahkan satu dirham. Sementara itu ada orang
yang memiliki banyak harta, kemudian dia mengambil seratus ribu dirham untuk sedekah. (HR. Nasai
dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Kelima, nafkah untuk keluarga

Barangkali banyak kepala keluarga yang belum terbayang, ternyata nafkah yang kita berikan kepada
kelurga sejatinya bisa bernilai pahala. Dengan syarat, dilakukan dalam rangka mengharap pahala Allah.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Seseorang yang memberikan nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala dr Allah maka itu
bernilai sedekah. (HR. Bukhari & Muslim)
Bahkan nafkah keluarga yang diniatkan utk beribadah kepada Allah, nilainya lebih besar dibandingkan
yang disumbangkan untuk orang miskin. Karena nafkah keluarga hukumnya wajib. Nabi shallallahu alaihi
wa sallam bersabda,

Ada 4 dinar: satu dinar kau berikan ke orang miskin, satu dinar kau sumbangkan untuk pembebasan
budak, satu dinar untuk jihad fi sabililllah, dan satu dinar yang kau jadikan nafkah untuk keluarga, yang
paling utama adalah satu dinar yang kau nafkahkan untuk keluarga. (HR. Muslim)

Keenam, sedekah kepada kerabat

Sedekah ini lebih utama karena nilainya ganda: sedekah sekaligus mempererat silatur rahim. Nabi
shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Sedekah kepada orang miskin nilainya hanya sedekah. Sedekah kepada kerabat nilainya dua: sedekah
dan menyambung silaturrahim. (HR. Ahmad, Nasai, Turmudzi dan Ibnu Majah).

HIKMAH

Sahabat Ummi, salah besar jika kita berpikir sedekah hanyalah uang sisa dari penghasilan kita yang
disumbangkan untuk orang lain. Karena ternyata memberi nafkah anak istri juga terhitung sedekah
bagi para suami, bahkan ini merupakan sedekah yang bernilai wajib dan harus diutamakan.

Nah, lebih baik lagi jika bisa bersedekah pada sebanyak-banyaknya pihak. Bahkan bersedekah pada
kerabat yang kita benci atau memusuhi kita sekalipun, itu adalah termasuk sedekah yang utama,
karena bisa sekaligus menyambung silaturahim!
Sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada kerabat yang memendam permusuhan. (HR.
Ahmad dan Thabrani)

Lalu apa sajakah manfaat bersedekah yang luar biasa untuk hidup kita?

1. Menyembuhkan penyakit

Benarkah sedekah dapat menyembuhkan diri kita dari penyakit?

Rasulullah SAW bersabda, Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari
kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (H.R.
Ath-Thabrani)

Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah! (HR. Abu Dawud, dihasankan oleh al-
Albani dalam Shahihul Jami).

Ada sebuah kisah dalam Shahih At Targhib, Abdullah bin Mubarak pernah ditanya oleh seorang laki-
laki tentang penyakit yang menimpa lututnya semenjak tujuh tahun. Ia telah mengobati lututnya
dengan berbagai macam obat, ia telah bertanya kepada para dokter, namun tidak menghasilkan apa-
apa.

Ibnu al-Mubarak pun berkata kepadanya, Pergi dan galilah sumur, karena manusia sedang
membutuhkan air. Saya berharap akan ada mata air dalam sumur yang engkau gali dan dapat
menyembuhkan sakit di lututmu. Laki-laki itu lalu menggali sumur dan ia pun sembuh.

Cobalah bersedekah dengan niat minta disembuhkan dari penyakit, sesungguhnya Allah Maha
Pemberi Kesembuhan.
Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan Prof. David M Clelland, ditemukan hasil bahwa dengan
melakukan sesuatu yang positif untuk orang lain seperti bersedekah akan meningkatkan sistem
kekebalan tubuh. Ini menyebabkan tubuh lebih kuat menghadapi penyakit. Maka, perbanyaklah
bersedekah untuk menyehatkan diri kita!

2. Memberi rasa bahagia

Siapa yang lebih bahagia? Orang yang menerima sedekah, atau justru yang memberi sedekah?

Yap, tentu saja orang yang memberi sedekah akan lebih berbahagia. Hal ini diperkuat dengan hasil
penelitian.

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Public Health pada 2013, ditemukan
bahwa orang yang membantu orang lain dapat lebih terlindungi dari dampak negatif stres.

Selain itu, dalam bukunya, Allan Luks mengatakan bahwa dengan menolong orang lain akan
meringankan rasa sakit kita sendiri, mengurangi stres, dan memberi rasa bahagia.

Dengan memberikan bantuan secara sukarela akan meningkatkan produksi hormon endorfin, hal itu
baik untuk kesehatan jiwa kita. Penelitian yang dilakukan Allan Luks ini melibatkan 3000 sukarelawan,
dan 90%-nya merasakan betul manfaat berbagi dengan orang lain.

3. Memperpanjang usia dan meringankan sakaratul maut

Rasulullah SAW bersabda, Sedekah dari seorang Muslim menigkatkan (hartanya) dimasa
kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan saat maut (Sakratulmaut), dan melauinya (sedekah)
Allah menghilangkan perasaan sombong dan egois. (Fiqh-us-Sunnah vol. 3, hal 97)
4. Mendekatkan pada terkabulnya hajat

Barang siapa berniat sedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari kecepatan gerakan
sedekahnya. (Hadist Qudsi)

Baca juga : Banyak Sedekah Membuka Pintu Rezeki

5. Menolak bencana

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan: Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh
yang menakjubkan untuk menolak berbagai macam bencana sekalipun pelakunya orang yang fajir
(pendosa), zhalim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT akan menghilangkan berbagai macam
bencana dengan perantara sedekah tersebut

Hadits lainnya, "Bersegeralah bersedekah! Sebab, musibah dan bencana tidak bisa mendahului
sedekah.

6. Menambah rezeki

Rasulullah SAW pernah bersabda Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan
mengeluarkan sedekah. (HR. Al-Baihaqi)

Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah berfirman: Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu),
niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu. (H.R. Muslim)

Dalam hadits lain yang dinarasikan oleh Abu Hurairah r.a., Nabi SAW pernah bersabda: Tidak ada hari
yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, sala satunya berkata:
Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq. Sedangkan (malaikat) yang lainnya
berkata: Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya). (H.R.
Bukhari Muslim)
7. Mendapat naungan di hari kiamat

Rasulullah SAW bersabda Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya. (HR.
Ahmad)

Dari Uqbah bin Amir ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Setiap individu berada dalam
naungan sedekahnya sampai dia diadili di antara manusia."

Nabi pernah menyebutkan bahwa tujuh hal yang akan menjadi payung yang menaungi pada hari
kiamat antara lain seseorang yang bersedekah secara rahasia sehingga tangan kirinya tidak tahu apa
yang dilakukan tangan kanannya. (HR. Bukhari Muslim)

Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat,
seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya. (Silsilah As-Shahihah, 3484)

1. Sedekah dapan Menghapus Dosa

Daalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. [HR. Tirmidzi]

Sedekah dapat menghapus dosa, namun hal itu juga harus disertai dengan taubat atas dosa yang telah
dilakukan.

Orang yang dengan sengaja melakukan maksiat seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang,
mengambil harta anak yatim dan lain sebagainya tidak berlaku sedekahnya apabila ia bersedekah hanya
bertujuan agar dosa-dosanya impas.

2. Mendapatkan Naungan di Hari Akhir

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di
suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir.

Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:


Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai
tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. [HR. Bukhari]

3. Allah Melipatgandakan Pahala Orang yang Bersedekah

Janji Allah selanjutnya bagi orang yang gemar bersedekah adalah Allah akan melipatgandakan pahala
orang yang bersedekah. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT.

Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan
dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada
mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. [QS. Al-Hadid ayat 18]

4. Terdapat Pintu Surga yang Hanya dapat Dimasuki Orang yang Bersedekah

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda,

Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu
dari pintu surga: Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan Jika ia berasal dari golongan
orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan
mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan
dipanggil dari pintu sedekah. [HR. Bukhari dan Muslim]

5. Dapat Membebaskannya dari Siksa Kubur

Rasulullah SAW bersabda,

Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur. [HR. Ath-Thabrani]

6. Menjauhkan Diri dari Api Neraka

Sesungguhnya sedekah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan kita dari api neraka.

Semakin banyak sedekah, semakin jauh kita darinya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda

Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa
dengan kalimah thayyibah [HR. Bukhari dan Muslim]

Sedekah Bukan Zakat dan Infaq

Sedekah bisa dilakukan dengan apa saja, karena sedekah tidak hanya dilakukan dengan cara memberikan
sesuatu.

Namun, dapat juga dilakukan baik dengan memberikan jasa, menolong orang lain dan sebagainya asal
dilakukan dengan ikhlas.

Bahkan dalam sebuah hadits digambarkan Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah sedekah.
Sedekah berbeda dengan zakat dan infaq, karena sedekah bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun kita
berada.

KESIMPULAN

Melihat besarnya pahala serta banyaknya manfaat dari "sedekah", tidak salah jika setiap kaum muslimin
mendambakan untuk dapat mengamalkannya sesering mungkin. Namun kadang kala keinginan tersebut
terhalang dengan terbatasnya "harta" benda yang dimilikinya. Padahal, keutamaan "sedekah" tidaklah
diraih hanya dengan memberikan "harta" kita kepada yang membutuhkan saja. Banyak sikap dan prilaku
yang tidak ada hubungannya dengan "harta" tetapi bila kita lakukan akan bernilai "sedekah".

Allah Maha Adil. Allah menciptakan jalan kebaikan bagi semua orang beriman dalam berbagai kondisi
kehidupannya dengan berbagai jalan. Semua bisa ber"sedekah"; yang kaya dan yang miskin, yang tua
dan yang muda, yang pria maupun wanita, yang belum maupun yang sudah menikah. Apakah anda ingin
Allah mencatat pahala "sedekah" tanpa sedikitpun anda mengeluarkan "harta"?

Lakukanlah tasbih, tahmid, tahlil, suruhlah manusia melakukan kebaikan, cegahlah kemungkaran,
damaikanlah orang yang berselisih, bantulah orang naik kendaraan atau bantulah membawa barang
bawaannya, berkatalah yag baik, serta singkirkanlah rintangan di jalan. Masih ada satu lagi yang mungkin
tidak pernah terbersit dalam pikiran anda: Lakukanlah hubungan intim (jimak) dengan suami atau istri
anda, maka anda akan mendapat pahala "sedekah". Bagaimana semua itu menjadi berpahala
"sedekah"? Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits berikut:

Hadits Riwayat Muslim, menjelaskan:

Dari Abu Dzar ra., ia berkata: Sesungguhnya sebagian dari para sahabat Rasulullah SAW., berkata kepada
Nabi SAW.: "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala; mereka mengerjakan
shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, dan mereka ber"sedekah"
dengan kelebihan "harta" mereka". Nabi bersabda: "Bukankah Allah telah menjadikan kamu sesuatu
untuk ber"sedekah"? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah "sedekah", tiap-tiap tahmid adalah
"sedekah", tiap-tiap tahlil adalah "sedekah", menyuruh kepada kebaikan adalah "sedekah", mencegah
kemungkaran adalah "sedekah", dan persetubuhan antara salah seorang di antara kamu (dengan
istrinya) adalah "sedekah". Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara
kami memenuhi syahwatnya (bersetubuh dengan istri), ia mendapat pahala?". Rasulullah SAW.
menjawab: "Tahukah anda, jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram" (bukan istrinya), dia
berdosa, demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya pada yang halal (dengan istrinya), ia mendapat
pahala."

Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, menjelaskan bahwa, Rasulullah SAW. bersabda:

"Setiap amggota badan manusia diwajibkan ber"sedekah" setiap hari selama matahari masih terbit.
Kamu mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah "sedekah". Kamu menolong seseorang naik ke
atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah "sedekah". Berkata
yang baik itu adalah "sedekah". Setiap langkah jalan menuju uintuk shalat adalah "sedekah". Dan,
menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah "sedekah".

RUJUKAN

http://islamiwiki.blogspot.my

//www.hidayatullah.com

http://laely-widjajati.blogspot.my