Anda di halaman 1dari 1

Penanganan pasien jatuh

a. Operasi.
Jika pada pemeriksaan radiologis ditemukan adanya fraktur yang disebabkan karena
pasien terjatuh ( terpeleset ) khususnya fraktur tulang belakang yang mengakibatkan
kompresi pada saraf sehingga kedua tungkai tidak dapat digerakkan,merupakan
indikasi untuk dilakukan operasi mis: fiksasi internal nerve root,spinal cord.

b. Hospitalisasi (perawatan di rumah sakit).


Hal ini bertujuan untuk memudahkan penanganan pasien khususnya dengan fraktur
akut ( immobilisasi ) yang beresiko tinggi yang juga disertai dengan penyakit
kronik,yang membutuhkan perawatan intensif..

c. Fisioterapi.
Setelah dilakukan tindakan operasi untuk mengatasi fraktur dibutuhkan fisioterapi (
rehabilitasi ) yang penting untuk mengembalikan fungsi alat gerak dan mengurangi
disabilitas selama masa penyembuhan. Penggunaan alat bantu berjalan misalnya
tongkat biasanya dibutuhkan untuk membantu permulaan berjalan kembali dan
untuk mendukung aktifitas sehari-hari lainnya.

d. Perbaikan status gizi.


Penyusunan menu disesuaikan dengan kebutuhan kalori pasien setiap harinya dan
kemampuan untuk mencerna makanan. Pemberian makanan diberikan secara
bertahap.dimulai dengan porsi kecil tetapi sesering mungkin diberikan.

e. Kontrol penyakit dan penggunaan obat-obatan.


Hindari polifarmasi yang justru lebih banyak menimbulkan efek samping,khususnya
pada pasien beresiko tinggi.

f. Pendidikan keluarga.
Jika fraktur yang diderita oleh pasien mengharuskan immobilisasi untuk beberapa
lama.keluarga harus senantiasa mengawasi,merawat pasien dengan mencegah
pasien terlalu banyak berbaring ( posisi diubah-ubah ) untuk mencegah dekubitus
dan penyakit iatrogenik. Berikan perhatian dan kasih sayang agar pasien tidak
merasa terisolasi dan depresi.

Referensi : Boedhi, Darmojo, R. 2004. Buku Ajar Geriatri ( Ilmu Kesehatan Usia Lanjut
)